[{"data":1,"prerenderedAt":83},["Reactive",2],{"u6BhTxrlPK":3,"WLiytix2la":56,"olF1iqYwwH":70},{"_id":4,"ParokiID":5,"dioceseCode":6,"dioceseId":7,"name":8,"churchName":9,"city":10,"LastKnownPastorName":11,"parokiName":12,"location":10,"locationNote":13,"kevikepanName":14,"kevikepanId":15,"address":16,"churchImage":17,"description":18,"email":19,"history":20,"images":21,"pastors":23,"secretariatTelephone":27,"socialLinks":28,"website":37,"whatsapp":38,"cityId":39,"cityName":40,"villageId":41,"villageName":42,"logo":43,"coordinates":44,"tempatIbadah":47,"lingkungans":55},"PSX8JggtRCWsjrRiZ","032.006","032","9bpmLayoyuno6Lfbi","Surabaya / Tandes","St. Stefanus","Surabaya","-","Santo Stefanus","Manukan","Surabaya Barat","3","Jl. Manukan Rukun No. 23-25",[],"\u003Cp>Paroki St. Stefanus Tandes diawali dengan pertemuan umat Katolik pada 25 Februari 1980, namun baru berhasil membentuk kelompok Katolik pada 3 Maret 1980 dan bergabung dengan kring G wilayah II Paroki Hati Kudus Yesus (HKY). Pada 28 Maret 1980, kelompok Tandes memisahkan diri dan membentuk kring H dengan kegiatan misa di HKY. Kring H kemudian diresmikan menjadi stasi dengan Romo Stasi Rm.FX.Oeroto Sastro,Pr pada 19 Desember 1981. Pembangunan gereja dimulai pada 14 Februari 1989 dan diresmikan pada 26 Desember 1991. Stasi St. Stefanus digabungkan dengan Paroki Aloysius Gonzaga pada 1989, dan setelah melewati masa pra Departemen (1992-1996 &amp; 1996-1999), akhirnya resmi menjadi PAROKI dan lepas dari Paroki Aloysius Gonzaga pada 26 Desember 1998.\u003C/p>","parokisby06@gmail.com","\u003Cp style=\"margin-left:0px;text-align:justify;\">Berawal pada tanggal 25 Pebruari 1980, para Katolik Tandes mencoba berkumpul, untuk membentuk pengurus kelompok Katolik, namun yang hadir hanya 9 KK dan pertemuan tersebut dianggap gagal. Pertemuan akhirnya diadakan kembali pada tanggal 3 Maret 1980, dengan dihadiri 14 KK yang pada akhirnya membentuk kelompok kepengurusan kelompok ini menggabungkan diri dengan kring G wilayah II Paroki Hati Kudus Yesus.\u003Cspan style=\"background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(33,37,41);\">&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tanggal 28 Maret 1980, kelompok pengurusan mulai memisahkan diri dari kring G dan membentuk kring H, namun semua kegiatan misa tetap di pusat Paroki HKY. Dipenghujung tahun 1981, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1981, telah diresmikan gedung serba guna (Sekolah Karitas dan gedung untuk misa) dan sekaligus juga juga diresmikannya peleburan kring H wilayah II HKY menjadi stasi dengan romo stasi Rm.FX.Oeroto Sastro,Pr.\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tanggal 14 Pebruari 1989, Rm.FX.Dumo Purnomo,Pr membentuk Panitia Pembangunan Gereja Tandes, yang pada akhirnya pembangunan Gereja dapat diselesaikan dengan baik, dan pada tanggal 26 Desember 1991 gedung diberkati dan diresmikan.\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tahun 1989 stasi St.Stefanus, digabungkan dengan Paroki Aloysius Gonzaga oleh Romo FX.Oeroto Sastro,Pr.\u003Cbr>Tahun 1992—1996 dan 1996—1999 disebut sebagai masa pra Depar. Akhirnya pada tanggal 26 desember 1998, Gereja St.Stefanus resmi menjadi PAROKI, dan lepas dari Paroki Aloysius Gonzaga.\u003C/p>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"https://cdn.imavi.org/luar depan kanan greja_1~052124035958.jpg\">\u003C/figure>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"https://cdn.imavi.org/Peresmian Gereja St stefanus oleh walikota surabaya Dr H Poernomo 26 des 1991_1~052124035958.jpg\">\u003C/figure>",[22],"https://cdn.imavi.org/parokiFile-032.006-0~tAsrWFC~IMG-20240516-WA0006.jpg",[24],{"pastorName":25,"jabatan":26},"adadad","Pastor Kepala","+031317405455",[29,33],{"label":30,"type":31,"url":32},"Komsos Arek Stefanus","Youtube","https://www.youtube.com/channel/UC9Z_XZaFzU9W0JLvBYEbPQw",{"label":34,"type":35,"url":36},"komsos.stefanus","Ig","https://www.instagram.com/komsos.stefanus?igsh=dTdlZm9nZXJzZzZh","","082233062832","3578141","JAWA TIMUR, KOTA SURABAYA, SAMBIKEREP","3578141004-LONTAR","LONTAR","https://cdn.imavi.org/parokis-logo-032.006.jpg",{"latitude":45,"longitude":46},-7.264269,112.669108,[48],{"_id":49,"name":9,"location":10,"address":16,"confessionSchedule":37,"massSchedule":50,"regNumber":37,"city":51,"cityName":40,"villages":52,"villageName":42,"sundaySchoolSchedule":53,"images":54,"ParokiID":5},"ALvinQaQWZgvRtLn4","\u003Cp>Misa Harian (Senin-Kamis, Sabtu) : 05.30 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Harian Jumat : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Jumat Pertama : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Mingguan (Sabtu) : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Mingguan (Minggu) : 07.00 WIB | 09.00 WIB | 17.00 WIB\u003C/p>","3578141-JAWA TIMUR, KOTA SURABAYA, SAMBIKEREP","3578141004","\u003Cp>09.00 WIB\u003C/p>",[],[],{"_id":57,"originalUrl":58,"title":59,"author":60,"excerpt":37,"content":61,"publishDate":62,"outlets":63,"status":67,"slug":68,"imageLink":69},"0f409e16a995ded53ef21adf","https://my.imavi.org/news/para-religius-bhakti-brasil-untuk-merawat-panggilan-mereka","Paus Mendorong Para Religius Bhakti Brasil untuk Merawat Panggilan Mereka","admin IMAVI","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Paus Fransiskus menyampaikan salam kepada Kongres Hidup Bakti Brasil, dan memuji berbagai karisma mereka dalam membangun misi Gereja.\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kaum religius pria dan wanita di Brasil merayakan ulang tahun ke-70 Konferensi Hidup Bakti Brasil dengan kongres yang berfokus pada tema: “CRB 70 tahun: Memori Bersyukur, Mistisisme, Nubuat, dan Harapan.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus mengirim pesan pada hari Kamis kepada para peserta, mendorong panggilan mereka untuk melayani Gereja di negara Amerika Latin tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pesannya, Paus berdoa agar Kongres Hidup Bakti dapat menghasilkan “buah yang berlimpah dalam kehidupan setiap komunitas religius dan Gereja di Brasil.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ia mengatakan bahwa kaum religius pria dan wanita telah menunjukkan komitmen besar untuk memberitakan Kabar Baik Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">“Saya bersyukur,” katanya, “atas karunia besar panggilan hidup bakti yang, dengan berbagai karismanya, memperkaya komuni gerejawi dan sangat berkontribusi pada misi Gereja di seluruh dunia.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menjaga karunia panggilan hidup bakti\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus melanjutkan dengan mengingatkan bahwa “karunia panggilan” harus dijaga dan dirawat setiap hari, agar kaum religius pria dan wanita dapat berbuah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ia memuji pemilihan tema kongre “Tinggallah dalam kasih-Ku” kata-kata yang Yesus sampaikan kepada para rasul-Nya pada malam sebelum Dia wafat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">“Untuk menjalani panggilan ilahi dengan baik,” katanya, “kita harus tinggal dalam kasih-Nya, melalui dialog yang konstan dengan Yesus dalam doa harian dan kesetiaan pada kaul yang dengan indah mengekspresikan konsekrasi kita.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Hidup bakti, tambah Paus, memiliki kemampuan untuk melihat keindahan ketika berakar kuat dalam Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kemiskinan injili, katanya, mengarah pada kebebasan yang lebih tinggi; kemurnian membebaskan seseorang untuk mengasihi tanpa memiliki dan ketaatan menawarkan gaya kemenangan Yesus atas dorongan kita untuk anarki.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Memberitakan Injil dengan berani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai penutup, Paus Fransiskus mendorong kaum religius pria dan wanita di Brasil untuk hidup di masa kini “dengan ditopang oleh mistisisme” dari karisma khusus mereka, sambil tetap berkomitmen untuk memberitakan Injil secara profetik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">“Saya mempercayakan harapan dan doa-doa ini kepada perantaraan Santa Perawan Maria dari Aparecida, Bunda kaum religius di Brasil, kepada siapa saya dengan sepenuh hati memberikan berkat saya, juga meminta agar kalian tidak lupa untuk mendoakan saya.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sumber : Vatican News\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Ca href=\"https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2024-05/pope-francis-brazil-congress-conference-religious-message.html\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">https://www.vaticannews.va/en/pope/news/2024-05/pope-francis-brazil-congress-conference-religious-message.html\u003C/span>\u003C/a>\u003C/p>","2024-05-31T00:00:00.000Z",[64,65,66],"imavi","keuskupanSby","parokiAll",true,"para-religius-bhakti-brasil-untuk-merawat-panggilan-mereka","https://cdn.imavi.org/news~H6wkq6u~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281.jpeg",{"_id":4,"ParokiID":5,"dioceseCode":6,"dioceseId":7,"name":8,"churchName":9,"city":10,"LastKnownPastorName":11,"parokiName":12,"location":10,"locationNote":13,"kevikepanName":14,"kevikepanId":15,"address":16,"churchImage":71,"description":18,"email":19,"history":20,"images":72,"pastors":73,"secretariatTelephone":27,"socialLinks":75,"website":37,"whatsapp":38,"cityId":39,"cityName":40,"villageId":41,"villageName":42,"logo":43,"coordinates":78,"tempatIbadah":79,"lingkungans":82},[],[22],[74],{"pastorName":25,"jabatan":26},[76,77],{"label":30,"type":31,"url":32},{"label":34,"type":35,"url":36},{"latitude":45,"longitude":46},[80],{"_id":49,"name":9,"location":10,"address":16,"confessionSchedule":37,"massSchedule":50,"regNumber":37,"city":51,"cityName":40,"villages":52,"villageName":42,"sundaySchoolSchedule":53,"images":81,"ParokiID":5},[],[],1719028570245]