[{"data":1,"prerenderedAt":1937},["Reactive",2],{"u6BhTxrlPK":3,"S2fb79XRG3":56,"CMNpvchiOe":1924},{"_id":4,"ParokiID":5,"dioceseCode":6,"dioceseId":7,"name":8,"churchName":9,"city":10,"LastKnownPastorName":11,"parokiName":12,"location":10,"locationNote":13,"kevikepanName":14,"kevikepanId":15,"address":16,"churchImage":17,"description":18,"email":19,"history":20,"images":21,"pastors":23,"secretariatTelephone":27,"socialLinks":28,"website":37,"whatsapp":38,"cityId":39,"cityName":40,"villageId":41,"villageName":42,"logo":43,"coordinates":44,"tempatIbadah":47,"lingkungans":55},"PSX8JggtRCWsjrRiZ","032.006","032","9bpmLayoyuno6Lfbi","Surabaya / Tandes","St. Stefanus","Surabaya","-","Santo Stefanus","Manukan","Surabaya Barat","3","Jl. Manukan Rukun No. 23-25",[],"\u003Cp>Paroki St. Stefanus Tandes diawali dengan pertemuan umat Katolik pada 25 Februari 1980, namun baru berhasil membentuk kelompok Katolik pada 3 Maret 1980 dan bergabung dengan kring G wilayah II Paroki Hati Kudus Yesus (HKY). Pada 28 Maret 1980, kelompok Tandes memisahkan diri dan membentuk kring H dengan kegiatan misa di HKY. Kring H kemudian diresmikan menjadi stasi dengan Romo Stasi Rm.FX.Oeroto Sastro,Pr pada 19 Desember 1981. Pembangunan gereja dimulai pada 14 Februari 1989 dan diresmikan pada 26 Desember 1991. Stasi St. Stefanus digabungkan dengan Paroki Aloysius Gonzaga pada 1989, dan setelah melewati masa pra Departemen (1992-1996 &amp; 1996-1999), akhirnya resmi menjadi PAROKI dan lepas dari Paroki Aloysius Gonzaga pada 26 Desember 1998.\u003C/p>","parokisby06@gmail.com","\u003Cp style=\"margin-left:0px;text-align:justify;\">Berawal pada tanggal 25 Pebruari 1980, para Katolik Tandes mencoba berkumpul, untuk membentuk pengurus kelompok Katolik, namun yang hadir hanya 9 KK dan pertemuan tersebut dianggap gagal. Pertemuan akhirnya diadakan kembali pada tanggal 3 Maret 1980, dengan dihadiri 14 KK yang pada akhirnya membentuk kelompok kepengurusan kelompok ini menggabungkan diri dengan kring G wilayah II Paroki Hati Kudus Yesus.\u003Cspan style=\"background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(33,37,41);\">&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tanggal 28 Maret 1980, kelompok pengurusan mulai memisahkan diri dari kring G dan membentuk kring H, namun semua kegiatan misa tetap di pusat Paroki HKY. Dipenghujung tahun 1981, tepatnya pada tanggal 19 Desember 1981, telah diresmikan gedung serba guna (Sekolah Karitas dan gedung untuk misa) dan sekaligus juga juga diresmikannya peleburan kring H wilayah II HKY menjadi stasi dengan romo stasi Rm.FX.Oeroto Sastro,Pr.\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tanggal 14 Pebruari 1989, Rm.FX.Dumo Purnomo,Pr membentuk Panitia Pembangunan Gereja Tandes, yang pada akhirnya pembangunan Gereja dapat diselesaikan dengan baik, dan pada tanggal 26 Desember 1991 gedung diberkati dan diresmikan.\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:0px;\">Pada tahun 1989 stasi St.Stefanus, digabungkan dengan Paroki Aloysius Gonzaga oleh Romo FX.Oeroto Sastro,Pr.\u003Cbr>Tahun 1992—1996 dan 1996—1999 disebut sebagai masa pra Depar. Akhirnya pada tanggal 26 desember 1998, Gereja St.Stefanus resmi menjadi PAROKI, dan lepas dari Paroki Aloysius Gonzaga.\u003C/p>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"https://cdn.imavi.org/luar depan kanan greja_1~052124035958.jpg\">\u003C/figure>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"https://cdn.imavi.org/Peresmian Gereja St stefanus oleh walikota surabaya Dr H Poernomo 26 des 1991_1~052124035958.jpg\">\u003C/figure>",[22],"https://cdn.imavi.org/parokiFile-032.006-0~tAsrWFC~IMG-20240516-WA0006.jpg",[24],{"pastorName":25,"jabatan":26},"adadad","Pastor Kepala","+031317405455",[29,33],{"label":30,"type":31,"url":32},"Komsos Arek Stefanus","Youtube","https://www.youtube.com/channel/UC9Z_XZaFzU9W0JLvBYEbPQw",{"label":34,"type":35,"url":36},"komsos.stefanus","Ig","https://www.instagram.com/komsos.stefanus?igsh=dTdlZm9nZXJzZzZh","","082233062832","3578141","JAWA TIMUR, KOTA SURABAYA, SAMBIKEREP","3578141004-LONTAR","LONTAR","https://cdn.imavi.org/parokis-logo-032.006.jpg",{"latitude":45,"longitude":46},-7.264269,112.669108,[48],{"_id":49,"name":9,"location":10,"address":16,"confessionSchedule":37,"massSchedule":50,"regNumber":37,"city":51,"cityName":40,"villages":52,"villageName":42,"sundaySchoolSchedule":53,"images":54,"ParokiID":5},"ALvinQaQWZgvRtLn4","\u003Cp>Misa Harian (Senin-Kamis, Sabtu) : 05.30 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Harian Jumat : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Jumat Pertama : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Mingguan (Sabtu) : 18.00 WIB\u003C/p>\u003Cp>Misa Mingguan (Minggu) : 07.00 WIB | 09.00 WIB | 17.00 WIB\u003C/p>","3578141-JAWA TIMUR, KOTA SURABAYA, SAMBIKEREP","3578141004","\u003Cp>09.00 WIB\u003C/p>",[],[],[57,65,71,78,85,91,98,105,112,119,126,133,140,147,154,161,168,175,182,189,196,203,210,217,224,231,238,245,252,259,266,273,280,287,294,301,308,315,322,329,336,343,350,357,364,371,378,385,392,399,406,413,420,427,434,441,448,455,462,469,476,483,490,497,504,511,518,525,532,539,546,553,560,567,574,581,588,595,602,609,616,623,630,637,644,651,658,665,672,679,686,693,700,707,714,721,728,735,742,749,756,763,770,777,784,791,798,805,812,819,826,833,839,846,853,860,866,873,880,887,894,901,908,915,922,929,936,943,950,957,964,971,978,985,992,999,1006,1013,1020,1027,1034,1041,1048,1055,1062,1069,1076,1083,1090,1097,1104,1111,1118,1125,1132,1139,1146,1153,1160,1167,1174,1182,1190,1199,1207,1215,1223,1231,1239,1246,1252,1259,1265,1272,1279,1284,1291,1297,1304,1311,1318,1325,1331,1338,1345,1352,1359,1361,1367,1374,1381,1388,1395,1400,1406,1411,1416,1423,1430,1436,1443,1450,1457,1459,1466,1473,1480,1487,1494,1501,1508,1515,1522,1528,1535,1542,1549,1555,1561,1567,1573,1579,1585,1592,1597,1604,1610,1616,1621,1627,1633,1640,1646,1652,1658,1665,1671,1678,1685,1692,1697,1704,1710,1717,1722,1728,1734,1740,1746,1753,1759,1765,1771,1778,1785,1792,1799,1806,1812,1817,1824,1829,1835,1841,1848,1854,1860,1867,1874,1880,1886,1895,1901,1907,1913,1919],{"title":58,"originalUrl":59,"excerpt":37,"author":60,"content":61,"publishDate":62,"slug":63,"imageLink":64},"Paus Fransiskus Mendesak Umat Beriman untuk Berdoa bagi Perdamaian dan Kedekatan Tuhan bagi Mereka yang Menderita, Terutama Anak-anak","https://my.imavi.org/articles/paus-fransiskus-berdoa-bagi-perdamaian-yang-menderita","Rosa Tri Setiani","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, dalam upaya terbarunya untuk mempromosikan perdamaian di tengah-tengah konflik global, mengeluarkan seruan yang menyentuh hati kepada seluruh umat beriman di dunia. Seruan ini disampaikan pada akhir Audiensi Umum di Vatikan, di mana Paus menyoroti penderitaan yang dialami oleh anak-anak di berbagai zona konflik, terutama di Ukraina, Palestina, Israel, dan Myanmar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Seruan untuk Ukraina\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menggambarkan pengalaman emosionalnya baru-baru ini saat bertemu dengan anak-anak Ukraina yang telah menjadi korban perang. \"Beberapa hari yang lalu, saya menerima anak-anak laki-laki dan perempuan kecil yang menderita luka bakar dan kehilangan kaki mereka akibat kekejaman perang,\" kata Paus dengan penuh perasaan. \"Anak-anak ini harus mulai berjalan lagi, bergerak dengan lengan buatan... mereka telah kehilangan senyuman mereka. Sangat buruk, sangat menyedihkan ketika seorang anak kehilangan senyumnya. Mari kita berdoa untuk anak-anak Ukraina.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Memohon Perdamaian di Palestina dan Israel\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pernyataannya, Paus juga mengingatkan dunia akan penderitaan yang terjadi di Palestina dan Israel. Dia mendesak agar konflik di wilayah tersebut segera dihentikan. \"Biarkan perang berakhir,\" tegas Paus, mengajak semua umat beriman untuk tidak melupakan penderitaan yang dialami oleh rakyat di sana.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penderitaan di Myanmar dan Negara Lain\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi di Myanmar dan berbagai negara lain yang dilanda perang. Ia menekankan pentingnya solidaritas global dan doa bagi semua orang yang menderita akibat konflik ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Ajakan untuk Doa dan Solidaritas\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus mendesak semua umat beriman untuk bergabung dengannya dalam memohon kedekatan Tuhan dan perdamaian bagi mereka yang menderita, terutama anak-anak. \"Bapa Suci mendesak semua umat beriman untuk berdoa bagi kedekatan Tuhan dan perdamaian bagi semua yang menderita, terutama anak-anak,\" serunya. s\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus menekankan bahwa anak-anak adalah korban yang paling rentan dalam konflik, dan mereka memerlukan perhatian khusus dari komunitas global. Ia mengajak umat beriman untuk tidak hanya berdoa, tetapi juga mengambil tindakan nyata dalam membantu mereka yang menderita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Damai\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan pesan ini, Paus Fransiskus berharap dapat menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk berkontribusi pada terciptanya dunia yang lebih damai dan adil. Ia menutup pesannya dengan doa dan harapan bahwa setiap orang dapat merasakan kedamaian dan cinta kasih Tuhan, terutama mereka yang paling membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Seruan Paus Fransiskus ini menggema di seluruh dunia, mengingatkan umat manusia akan pentingnya perdamaian, cinta kasih, dan solidaritas di masa-masa sulit. Umat beriman di seluruh penjuru dunia diharapkan merespons dengan hati yang terbuka dan tindakan nyata demi kebaikan bersama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-31T00:00:00.000Z","paus-fransiskus-berdoa-bagi-perdamaian-yang-menderita","https://cdn.imavi.org/articles~YQ28Jbv~72410b37d0f66840e3e819b26cd796b4.jpg",{"title":66,"originalUrl":67,"excerpt":37,"author":60,"content":68,"publishDate":62,"slug":69,"imageLink":70},"Paus Fransiskus: Menjalani Panggilan Ilahi dengan Kasih dan Kesetiaan","https://my.imavi.org/articles/menjalani-panggilan-ilahi-dengan-kasih-dan-kesetiaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam sebuah pesan penuh makna yang disampaikan kepada para peserta Kongres Hidup Bakti Brasil, Paus Fransiskus menekankan pentingnya menjalani panggilan ilahi dengan baik. Pesan tersebut sejalan dengan tema kongres yang diadakan untuk merayakan ulang tahun ke-70 Konferensi Hidup Bakti Brasil: “CRB 70 tahun: Memori Bersyukur, Mistisisme, Nubuat, dan Harapan.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Tetap dalam Kasih-Nya\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pesan yang penuh inspirasi tersebut, Paus Fransiskus menyoroti bahwa untuk menjalani panggilan ilahi dengan baik, setiap individu harus tinggal dalam kasih-Nya. Hal ini dicapai melalui dialog yang konstan dengan Yesus dalam doa harian dan kesetiaan pada kaul yang dengan indah mengekspresikan konsekrasi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">“Kita harus tinggal dalam kasih-Nya,” kata Paus, “melalui dialog yang konstan dengan Yesus dalam doa harian dan kesetiaan pada kaul yang dengan indah mengekspresikan konsekrasi kita.” Dengan kata lain, kehidupan bakti memerlukan komitmen yang mendalam terhadap doa dan kesetiaan terhadap sumpah yang diambil.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menjaga Karunia Panggilan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus juga mengingatkan bahwa “karunia panggilan” harus dijaga dan dirawat setiap hari. Ini adalah panggilan yang harus disyukuri dan dilestarikan dengan penuh dedikasi. Menjaga panggilan ini tidak hanya memperkaya kehidupan individu yang menjalankannya tetapi juga memberikan kontribusi besar kepada misi Gereja secara keseluruhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Keindahan dalam Hidup Bakti\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Lebih lanjut, Paus mengungkapkan bahwa hidup bakti memiliki kemampuan untuk melihat keindahan ketika berakar kuat dalam Tuhan. Kemiskinan injili, kemurnian, dan ketaatan adalah aspek-aspek yang membentuk kehidupan bakti dan membawa kebebasan serta keindahan spiritual.&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">“Kemiskinan injili mengarah pada kebebasan yang lebih tinggi; kemurnian membebaskan seseorang untuk mengasihi tanpa memiliki; dan ketaatan menawarkan gaya kemenangan Yesus atas dorongan kita untuk anarki,” kata Paus Fransiskus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Misi Profetik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus juga mendorong kaum religius untuk hidup di masa kini dengan ditopang oleh mistisisme dari karisma khusus mereka, sambil tetap berkomitmen untuk memberitakan Injil secara profetik. Ini berarti bahwa panggilan hidup bakti tidak hanya tentang menjaga iman pribadi tetapi juga tentang berani menyampaikan Kabar Baik Kristus kepada dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Penutup dan Doa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai penutup, Paus mempercayakan harapan dan doa-doanya kepada perantaraan Santa Perawan Maria dari Aparecida, Bunda kaum religius di Brasil. Dengan penuh kasih, Paus memberikan berkatnya kepada semua yang hadir, sambil meminta mereka untuk tidak lupa mendoakan beliau.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pesan ini, Paus Fransiskus memberikan arahan yang jelas dan penuh inspirasi tentang bagaimana menjalani panggilan ilahi dengan kasih, kesetiaan, dan komitmen. Ini adalah panggilan untuk terus berhubungan dengan Tuhan melalui doa dan untuk menjalankan tugas dengan penuh semangat dan keteguhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","menjalani-panggilan-ilahi-dengan-kasih-dan-kesetiaan","https://cdn.imavi.org/articles~tdGk2bJ~00437641.jpg",{"title":72,"originalUrl":73,"excerpt":37,"author":60,"content":74,"publishDate":75,"slug":76,"imageLink":77},"Jaringan Doa Sedunia Paus: Menggerakkan Umat Katolik Melalui Doa dan Tindakan","https://my.imavi.org/articles/menggerakkan-umat-katolik-melalui-doa-dan-tindakan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jaringan Doa Sedunia Paus (Pope's Worldwide Prayer Network) adalah yayasan resmi Vatikan yang memiliki misi mulia untuk menggerakkan umat Katolik di seluruh dunia melalui doa dan tindakan nyata. Didirikan pada abad ke-19 sebagai Rasul Doa, organisasi ini bertransformasi menjadi entitas global yang berfokus pada tantangan yang dihadapi umat manusia dan misi Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Sejarah dan Evolusi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Didirikan pada tahun 1844 di Prancis oleh Pastor François-Xavier Gautrelet, SJ, organisasi ini awalnya bertujuan untuk mempromosikan doa sebagai bentuk dukungan spiritual bagi misi Gereja. Selama bertahun-tahun, Jaringan Doa Sedunia Paus berkembang menjadi sebuah gerakan internasional yang menghubungkan jutaan umat Katolik di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada tahun 2018, Paus Fransiskus mengakui organisasi ini sebagai yayasan kepausan dan menekankan perannya dalam menghadapi tantangan global. Jaringan ini tidak hanya mendorong doa, tetapi juga mengajak umat Katolik untuk bertindak berdasarkan nilai-nilai Injil dan ajaran sosial Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Misi dan Tujuan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Misi utama Jaringan Doa Sedunia Paus adalah untuk menginspirasi dan menggerakkan umat Katolik melalui doa dan tindakan, sesuai dengan niat doa bulanan yang diberikan oleh Paus. Niat doa ini mencerminkan isu-isu kemanusiaan dan sosial yang mendesak, seperti perdamaian, keadilan, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan para migran.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Setiap bulan, Paus Fransiskus menyampaikan niat doa yang khusus, yang kemudian disebarluaskan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk The Pope Video, situs web resmi, dan media sosial. Niat ini mengajak umat Katolik untuk merenungkan dan berdoa bersama, serta mengambil tindakan konkret untuk mendukung isu tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Inisiatif dan Program\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>The Pope Video:\u003C/strong> Diluncurkan pada tahun 2016, inisiatif ini merupakan video bulanan yang menampilkan Paus Fransiskus berbicara tentang niat doa bulan tersebut. Video ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan didistribusikan melalui platform media sosial Vatikan, mencapai jutaan penonton di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Eucharistic Youth Movement (EYM):\u003C/strong> Program ini mengajak kaum muda untuk berpartisipasi dalam doa dan kegiatan amal, mempromosikan spiritualitas Ekaristi dan keterlibatan sosial.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Click To Pray:\u003C/strong> Aplikasi resmi Jaringan Doa Sedunia Paus yang memungkinkan umat Katolik untuk terhubung dengan niat doa harian Paus dan berpartisipasi dalam komunitas doa global.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Dampak dan Relevansi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jaringan Doa Sedunia Paus memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran spiritual dan sosial umat Katolik di seluruh dunia. Dengan menyatukan doa dan tindakan, organisasi ini membantu umat untuk lebih memahami dan merespons tantangan-tantangan global yang kompleks, sesuai dengan ajaran Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Melalui program-programnya, Jaringan Doa Sedunia Paus tidak hanya mempromosikan spiritualitas dan solidaritas, tetapi juga mendorong perubahan sosial yang positif. Dengan mengajak umat Katolik untuk mendoakan dan bertindak bagi dunia yang lebih adil dan penuh kasih, jaringan ini membantu mewujudkan visi Gereja yang peduli terhadap semua umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jaringan Doa Sedunia Paus adalah bukti nyata dari kekuatan doa dan aksi kolektif dalam menghadapi tantangan global. Sebagai yayasan Vatikan, organisasi ini terus menginspirasi dan memobilisasi umat Katolik untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai Injil, menjadikan dunia tempat yang lebih baik untuk semua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-30T00:00:00.000Z","menggerakkan-umat-katolik-melalui-doa-dan-tindakan","https://cdn.imavi.org/articles~iL8BdHM~Logo_Pope's_Worldwide_Prayer_Network.jpg",{"title":79,"originalUrl":80,"excerpt":37,"author":60,"content":81,"publishDate":82,"slug":83,"imageLink":84},"Paus Fransiskus: \"Tuhan Menciptakan Kita, Yesus Menyelamatkan Kita, dan Roh Kudus Menemani Kita Sepanjang Hidup Kita\"","https://my.imavi.org/articles/roh-kudus-menemani-kita-sepanjang-hidup-kita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam salah satu homili yang penuh makna dan inspirasi, Paus Fransiskus menyampaikan pesan yang mendalam tentang peran sentral dari setiap pribadi dalam Tritunggal Mahakudus dalam kehidupan umat manusia. Pernyataan bahwa \"Tuhan menciptakan kita, Yesus menyelamatkan kita, dan Roh Kudus menemani kita sepanjang hidup kita\" merangkum inti dari teologi Katolik dan menawarkan panduan spiritual yang kaya bagi umat beriman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Tuhan Menciptakan Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Konsep penciptaan oleh Tuhan Bapa adalah fondasi dari iman Katolik. Tuhan sebagai Pencipta menggambarkan kekuatan dan kebesaran-Nya yang tanpa batas. Dalam Kejadian 1:1-2:3, Alkitab menjelaskan bagaimana Tuhan menciptakan langit dan bumi serta segala isinya. Ini menekankan bahwa segala sesuatu yang ada berasal dari kasih dan kehendak Tuhan. Penciptaan bukan hanya tindakan sekali jadi, tetapi juga mencerminkan kasih Tuhan yang terus menerus memelihara dan menjaga ciptaan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Yesus Menyelamatkan Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Yesus Kristus, Tuhan Anak, datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Melalui inkarnasi, kehidupan, kematian di kayu salib, dan kebangkitan-Nya, Yesus membuka jalan keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 3:16, \"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.\" Yesus adalah penebus yang mengambil alih hukuman dosa kita dan menawarkan kehidupan baru dalam persekutuan dengan Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Roh Kudus Menemani Kita Sepanjang Hidup Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Roh Kudus, Tuhan yang ketiga dalam Tritunggal, adalah penghibur dan pembimbing bagi umat beriman. Sejak Pentakosta, seperti yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 2, Roh Kudus hadir di dalam dan di antara umat percaya, memberikan mereka kekuatan, kebijaksanaan, dan keberanian untuk menjalani hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Roh Kudus adalah kehadiran Allah yang aktif dalam kehidupan sehari-hari, memberikan inspirasi dan bimbingan dalam menghadapi tantangan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pesan Paus Fransiskus ini bukan hanya sekedar pernyataan teologis, tetapi juga panggilan untuk refleksi dan aksi dalam kehidupan sehari-hari umat beriman. Dengan mengakui Tuhan sebagai Pencipta, kita dipanggil untuk menghargai dan menjaga ciptaan. Dengan menerima Yesus sebagai Penyelamat, kita diundang untuk hidup dalam kasih dan pengampunan, mengikuti teladan-Nya. Dengan menyadari kehadiran Roh Kudus, kita diajak untuk peka terhadap bimbingan ilahi, membuka diri pada inspirasi Roh, dan menjadi saksi hidup bagi kasih Allah di dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, melalui kata-katanya yang sederhana namun mendalam, mengingatkan kita akan kehadiran dan karya Tritunggal Mahakudus dalam kehidupan kita. \"Tuhan menciptakan kita, Yesus menyelamatkan kita, dan Roh Kudus menemani kita sepanjang hidup kita\" adalah rangkuman dari perjalanan iman Katolik yang penuh dengan kasih, pengorbanan, dan penghiburan ilahi. Dalam setiap aspek kehidupan, dari penciptaan hingga penebusan dan pengudusan, kita menemukan Allah yang terus hadir dan aktif, memanggil kita untuk hidup dalam cinta, iman, dan pengharapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-29T00:00:00.000Z","roh-kudus-menemani-kita-sepanjang-hidup-kita","https://cdn.imavi.org/articles~JwKArQd~cq5dam.thumbnail.cropped.1500.844.jpeg",{"title":86,"originalUrl":87,"excerpt":37,"author":60,"content":88,"publishDate":82,"slug":89,"imageLink":90},"Komitmen Antar Agama: Membawa Harapan di Tengah Kegelapan Dunia","https://my.imavi.org/articles/membawa-harapan-di-tengah-kegelapan-dunia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di tengah ketidakpastian dan tantangan yang semakin kompleks di dunia saat ini, pentingnya kerja sama antar agama menjadi semakin menonjol. Dalam pertemuan Kolokium Buddha-Kristen Ketujuh yang diadakan di Bangkok pada November lalu, para peserta yang “berakar dalam pada tradisi agama mereka masing-masing” berkomitmen “untuk bekerja sama dengan semua orang” untuk “membawa secercah harapan kepada kemanusiaan yang putus asa” di tengah “awan gelap” yang menaungi dunia saat ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Berakar dalam Tradisi Agama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Setiap agama memiliki nilai-nilai luhur yang dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia. Agama Buddha dengan ajarannya tentang karuna (belas kasih) dan agama Kristen dengan agape (cinta tanpa syarat) keduanya menawarkan panduan moral dan spiritual yang kuat untuk membangun dunia yang lebih baik. Dalam kolokium tersebut, para peserta menekankan bahwa berakar dalam tradisi agama masing-masing tidak berarti terisolasi. Sebaliknya, pemahaman mendalam tentang ajaran agama masing-masing dapat menjadi landasan kuat untuk dialog dan kerja sama lintas agama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Komitmen untuk Kerja Sama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam menghadapi masalah global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan konflik, kerja sama antar agama menjadi sangat penting. Para pemimpin agama dan komunitas beragama memiliki peran krusial dalam menggerakkan perubahan positif di masyarakat. Komitmen untuk bekerja sama dengan semua orang, termasuk pemerintah, organisasi internasional, dan masyarakat sipil, mencerminkan pemahaman bahwa tantangan global memerlukan solusi kolektif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membawa Secercah Harapan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dunia saat ini sering kali digambarkan dalam kegelapan karena berbagai krisis yang melanda. Namun, dalam kolokium tersebut, para peserta menyampaikan pesan optimisme bahwa melalui kerja sama dan dialog, kita dapat membawa secercah harapan kepada mereka yang putus asa. Harapan ini diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti proyek kemanusiaan, inisiatif lingkungan, dan program pendidikan yang mempromosikan perdamaian dan pemahaman antar budaya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Awan Gelap yang Menaungi Dunia\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berbagai konflik dan krisis kemanusiaan di dunia menciptakan \"awan gelap\" yang menaungi kehidupan banyak orang. Perang, pengungsian, dan kekerasan adalah beberapa isu yang menuntut perhatian segera dan solusi berkelanjutan. Para pemimpin agama yang berkumpul dalam kolokium tersebut mengakui bahwa tantangan ini memerlukan pendekatan holistik yang menggabungkan sumber daya dan kebijaksanaan dari berbagai tradisi agama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kolokium Buddha-Kristen Ketujuh di Bangkok menegaskan kembali pentingnya dialog dan kerja sama antar agama dalam menghadapi tantangan global. Dengan berakar dalam tradisi agama masing-masing dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua pihak, komunitas beragama dapat membawa harapan dan solusi nyata bagi kemanusiaan yang tengah dilanda berbagai krisis. Dalam semangat persatuan dan kasih, kita dapat bersama-sama menciptakan dunia yang lebih damai dan inklusif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","membawa-harapan-di-tengah-kegelapan-dunia","https://cdn.imavi.org/articles~9uYwcqL~38de558a844f7b2b85ef29dafe6527c6.jpg",{"title":92,"originalUrl":93,"excerpt":37,"author":60,"content":94,"publishDate":95,"slug":96,"imageLink":97},"Kita Membutuhkan Pria dan Wanita Beriman yang Mampu Menempatkan Senjata Mereka untuk Melayani Perdamaian dan Persaudaraan","https://my.imavi.org/articles/pria-dan-wanita-beriman-untuk-melayani-perdamaian","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam dunia yang sering kali dilanda oleh konflik dan perpecahan, seruan untuk perdamaian dan persaudaraan semakin menjadi kebutuhan mendesak. Paus Fransiskus, dalam berbagai kesempatan, telah menekankan pentingnya peran individu beriman dalam membawa pesan damai dan cinta kasih ke seluruh penjuru dunia. Salah satu pesan yang kuat adalah panggilannya kepada para pria dan wanita beriman untuk menempatkan senjata mereka demi melayani perdamaian dan persaudaraan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Perdamaian sebagai Panggilan Utama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus berulang kali menekankan bahwa perdamaian bukanlah sekadar ketiadaan perang, tetapi juga hadirnya keadilan, cinta, dan keharmonisan. Perdamaian adalah panggilan utama bagi semua orang beriman, terlepas dari latar belakang agama atau budaya. Dalam dunia yang sering kali melihat kekerasan sebagai solusi, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk menjadi agen perdamaian, membawa harapan dan penyembuhan di tengah-tengah ketidakpastian dan ketegangan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Peran Militer dalam Perdamaian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu kelompok yang secara khusus diajak oleh Paus Fransiskus untuk menempatkan senjata mereka demi melayani perdamaian adalah personel militer. Pada Ziarah Militer Internasional di Lourdes, Paus mengingatkan bahwa militer, yang sering kali dikaitkan dengan kekerasan, juga memiliki potensi besar untuk menjadi agen perdamaian. Dia mendorong para personel militer untuk tidak hanya melihat senjata sebagai alat perang, tetapi juga sebagai alat perlindungan dan pelayanan kepada umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus menekankan bahwa militer memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di berbagai belahan dunia. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, para militer dapat berkontribusi pada perdamaian global dan menunjukkan bahwa kekuatan bisa digunakan untuk melindungi dan melayani, bukan hanya untuk bertempur.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesaksian Pribadi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus juga mengajak semua orang beriman untuk memberikan kesaksian pribadi tentang perdamaian melalui tindakan sehari-hari. Ini termasuk berbicara dan bertindak dengan kasih, menghindari kekerasan dalam bentuk apapun, dan mendorong dialog serta rekonsiliasi di antara pihak-pihak yang berseteru. Dia percaya bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Mengatasi Tantangan Zaman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Panggilan untuk menjadi agen perdamaian di era modern ini menghadapi banyak tantangan. Konflik bersenjata, terorisme, ketidakadilan sosial, dan diskriminasi masih menjadi realitas yang harus dihadapi. Namun, Paus Fransiskus menekankan bahwa dengan iman yang kuat dan komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan, tantangan ini dapat diatasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pesan Paus Fransiskus untuk menempatkan senjata demi melayani perdamaian dan persaudaraan adalah panggilan universal yang relevan bagi semua orang, terutama dalam konteks dunia yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian. Dengan menempatkan nilai-nilai iman di atas kekerasan dan perpecahan, kita semua dapat berkontribusi pada dunia yang lebih damai dan harmonis. Pria dan wanita beriman, melalui tindakan dan kesaksian mereka, memiliki peran penting dalam menciptakan dunia di mana perdamaian dan persaudaraan menjadi kenyataan yang hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-26T00:00:00.000Z","pria-dan-wanita-beriman-untuk-melayani-perdamaian","https://cdn.imavi.org/articles~TB3KvXz~0fc4946efd36bf73ee9704b622b1bdac.jpg",{"title":99,"originalUrl":100,"excerpt":37,"author":60,"content":101,"publishDate":102,"slug":103,"imageLink":104},"Pendidikan: Tugas Jangka Panjang yang Membutuhkan Kesabaran","https://my.imavi.org/articles/pendidikan-tugas-jangka-panjang-yang-membutuhkan-kesabaran","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pendidikan adalah salah satu tugas paling mendasar dalam pembangunan masyarakat yang beradab dan berkelanjutan. Namun, berbeda dengan banyak upaya lain yang mungkin menunjukkan hasil langsung, pendidikan adalah proses jangka panjang yang seringkali hasilnya tidak terlihat dengan cepat. Ini membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan cinta yang mendalam seperti yang dicontohkan oleh Yesus Kristus dalam mendidik para murid-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pendidikan Sebagai Proses yang Panjang\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam menjalani proses pendidikan, baik guru maupun siswa menghadapi berbagai tantangan dan rintangan. Hasil dari proses belajar mengajar tidak selalu terlihat dalam waktu dekat. Ada kalanya, seorang guru mungkin merasa bahwa upaya mereka tidak membawa dampak yang signifikan. Namun, penting untuk diingat bahwa pendidikan adalah tentang menanam benih yang membutuhkan waktu untuk tumbuh dan berkembang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Teladan Kesabaran Yesus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Yesus Kristus memberikan contoh terbaik tentang bagaimana seharusnya seorang pendidik bersikap. Dalam Alkitab, kita melihat bahwa Yesus sering menghadapi ketidaktahuan dan kesalahpahaman dari para murid-Nya. Namun, Ia tidak pernah menyerah atau kehilangan kesabaran. Sebaliknya, Yesus terus mengajar, memberi contoh, dan mendampingi para murid dengan penuh cinta dan ketekunan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun pada awalnya para murid tampak lambat dalam memahami ajaran-Nya, Yesus tetap setia dan sabar. Akhirnya, melalui kesabaran dan kasih-Nya, para murid menjadi penyebar Injil yang berpengaruh dan berperan besar dalam menyebarkan ajaran Yesus ke seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesabaran dalam Pendidikan Modern\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kesabaran yang sama diperlukan dalam konteks pendidikan modern. Guru tidak hanya dituntut untuk menyampaikan pengetahuan, tetapi juga untuk membimbing siswa dalam pengembangan karakter dan kepribadian mereka. Hal ini memerlukan kesabaran yang luar biasa, karena perkembangan setiap siswa terjadi dengan kecepatan yang berbeda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Seorang guru mungkin tidak selalu melihat hasil dari kerja kerasnya dalam waktu singkat. Namun, setiap usaha yang dilakukan dengan cinta dan ketulusan akan membawa dampak positif bagi siswa di masa depan. Guru harus terus bertekun, percaya bahwa benih yang mereka tanam suatu hari akan bertumbuh dan berbuah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Pendekatan yang Humanis\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pendidikan juga harus berfokus pada pendekatan yang humanis, di mana siswa dipandang sebagai individu yang unik dengan kebutuhan dan potensi yang berbeda. Pendidikan bukan hanya tentang mengejar nilai akademis, tetapi juga tentang membentuk karakter, moral, dan etika siswa. Hal ini memerlukan kesabaran untuk mendampingi siswa dalam proses penemuan diri mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada akhirnya, pendidikan adalah tugas yang mulia dan penuh tantangan yang memerlukan kesabaran, ketekunan, dan cinta yang mendalam. Hasil dari pendidikan mungkin tidak selalu terlihat segera, tetapi setiap langkah kecil adalah bagian dari perjalanan panjang menuju pembentukan individu yang utuh dan berdaya. Seperti yang ditunjukkan oleh Yesus, kesabaran adalah kunci dalam mendidik, dan melalui ketekunan serta cinta yang tulus, pendidikan dapat membawa perubahan yang berarti dalam kehidupan siswa dan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-25T00:00:00.000Z","pendidikan-tugas-jangka-panjang-yang-membutuhkan-kesabaran","https://cdn.imavi.org/articles~utadHNJ~60d11012af0fc0b563cd8fc0739c1778.jpg",{"title":106,"originalUrl":107,"excerpt":37,"author":60,"content":108,"publishDate":109,"slug":110,"imageLink":111},"Pandangan Paus Fransiskus tentang Tren Bedah Plastik: Keindahan Sejati Melampaui Penampilan Fisik","https://my.imavi.org/articles/keindahan-sejati-melampaui-penampilan-fisik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus baru-baru ini menyampaikan pandangannya mengenai tren bedah plastik, menyoroti pentingnya keindahan sejati yang melampaui penampilan fisik. Dalam pidatonya kepada sekelompok ahli bedah plastik di Vatikan, Paus menekankan bahwa kecantikan sejati bukanlah sesuatu yang bisa diukur atau diubah melalui prosedur kosmetik semata, melainkan sesuatu yang lebih mendalam dan spiritual.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kecantikan yang Tidak Tergantung pada Tren\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus mengkritik tren bedah plastik yang sering kali didorong oleh industri mode dan budaya penampilan. Menurutnya, banyak orang tergoda untuk mengubah penampilan mereka demi mengikuti standar kecantikan yang terus berubah dan sering kali tidak realistis. Paus mengingatkan bahwa kecantikan sejati tidak tunduk pada tren yang diprogram oleh bisnis mode dan budaya penampilan. Sebaliknya, kecantikan ini terkait erat dengan kebenaran dan keintiman manusia yang tidak bisa dirusak oleh faktor eksternal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kebenaran dan Keintiman Manusia\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Dalam pandangannya, Paus menekankan bahwa kecantikan yang sejati terhubung dengan kebenaran manusia dan keberadaan paling intim dari setiap individu. Ini berarti bahwa kecantikan sejati berasal dari dalam diri kita, dari bagaimana kita hidup, bertindak, dan mencintai. Kecantikan ini tidak bisa dicapai melalui operasi plastik atau perubahan fisik semata, tetapi melalui penerimaan diri dan pengembangan karakter serta spiritualitas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Peran Ahli Bedah Plastik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus juga memberikan apresiasi kepada para ahli bedah plastik yang menggunakan keahlian mereka untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, seperti anak-anak yang sakit atau korban kecelakaan. Namun, ia mengingatkan bahwa sebagai dokter dan manusia, mereka memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mengutamakan kesejahteraan pasien secara keseluruhan, bukan hanya penampilan fisik mereka. Paus mendesak para ahli bedah untuk membiarkan prinsip-prinsip spiritual ini membimbing pekerjaan mereka, sehingga mereka dapat membantu pasien merasa lebih baik tentang diri mereka secara menyeluruh, bukan hanya secara estetika.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Refleksi Teologis\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Mengambil inspirasi dari ajaran agama, Paus Fransiskus juga merenungkan tentang bagaimana wajah manusia seharusnya mencerminkan kemuliaan Tuhan. Ia mengutip ajaran Santo Paulus, yang mengatakan bahwa wajah kita dimaksudkan untuk mencerminkan kemuliaan Tuhan, mengubah kita menjadi citra-Nya melalui tindakan dan cinta kita. Paus mengingatkan bahwa Yesus, yang digambarkan sebagai \"yang terindah di antara anak-anak manusia\" namun juga \"rusak melebihi rupa manusia\" karena penderitaan-Nya, menunjukkan bahwa kecantikan sejati datang dari pengorbanan, kasih, dan penerimaan diri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Pesan Paus Fransiskus mengenai tren bedah plastik menggarisbawahi pentingnya memahami dan menghargai kecantikan sejati yang melampaui penampilan fisik. Ia mengajak kita untuk fokus pada pengembangan diri yang lebih dalam dan spiritual, serta untuk melihat kecantikan sebagai refleksi dari kebenaran dan kasih Tuhan dalam hidup kita. Bagi para ahli bedah plastik, ini adalah panggilan untuk bekerja dengan hati dan jiwa, memastikan bahwa mereka membantu pasien mereka tidak hanya terlihat lebih baik tetapi juga merasa lebih baik secara keseluruhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-24T00:00:00.000Z","keindahan-sejati-melampaui-penampilan-fisik","https://cdn.imavi.org/articles~YbRFbaH~4427785879ec2b4f4af1c1a5cae41be1.jpg",{"title":113,"originalUrl":114,"excerpt":37,"author":60,"content":115,"publishDate":116,"slug":117,"imageLink":118},"Teladan dalam Diri Yesus dan Maria: Kerendahan Hati adalah Jalan Menuju Keselamatan","https://my.imavi.org/articles/kerendahan-hati-adalah-jalan-menuju-keselamatan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kerendahan hati adalah salah satu kebajikan yang paling ditekankan dalam ajaran Kristen. Dalam berbagai pengajaran dan teladan hidup, Yesus dan Maria menunjukkan kepada kita pentingnya kerendahan hati untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan sejati. Kerendahan hati bukan hanya sikap batin yang penuh rasa syukur dan pengakuan akan kebesaran Tuhan, tetapi juga merupakan jalan yang ditunjukkan oleh Yesus dan Maria untuk diikuti oleh setiap orang Kristen.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Teladan Yesus dalam Kerendahan Hati\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Yesus, Putra Allah yang turun ke dunia, memberikan contoh sempurna tentang kerendahan hati. Dalam Filipi 2:6-8, Rasul Paulus menggambarkan bagaimana Yesus, meskipun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan. Sebaliknya, Ia mengosongkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib. Ini adalah tindakan kerendahan hati yang luar biasa, di mana Tuhan sendiri rela merendahkan diri-Nya demi keselamatan manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kehidupan sehari-hari-Nya, Yesus juga menunjukkan kerendahan hati melalui pelayanan-Nya. Ia mencuci kaki murid-murid-Nya, sebuah tugas yang biasanya dilakukan oleh budak, untuk mengajarkan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani. \"Aku memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu\" (Yohanes 13:15). Dengan tindakan ini, Yesus mengajarkan bahwa kerendahan hati adalah dasar dari kasih dan pelayanan kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Teladan Maria dalam Kerendahan Hati\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Santa Perawan Maria, ibu Yesus, juga memberikan teladan yang kuat tentang kerendahan hati. Saat menerima kabar dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung dan melahirkan Yesus, Maria merespons dengan penuh kerendahan hati: \"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu\" (Lukas 1:38). Maria menerima kehendak Tuhan dengan tulus, tanpa membanggakan diri atau menuntut pengakuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kerendahan hati Maria juga tercermin dalam Magnificat (Lukas 1:46-55), di mana ia memuji Tuhan dan mengakui bahwa segala sesuatu yang terjadi padanya adalah karena kasih karunia Allah. Ia tidak mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri, tetapi memuliakan Tuhan yang \"memperhatikan kerendahan hamba-Nya.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kerendahan Hati sebagai Jalan Menuju Keselamatan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kerendahan hati, seperti yang ditunjukkan oleh Yesus dan Maria, adalah jalan yang harus ditempuh setiap orang Kristen untuk mencapai keselamatan. Dalam Matius 5:3, Yesus mengatakan, \"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.\" Menjadi miskin di hadapan Allah berarti mengakui ketergantungan kita pada-Nya dan menerima dengan rendah hati bahwa kita adalah makhluk yang terbatas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus dalam banyak kesempatan juga menekankan pentingnya kerendahan hati dalam kehidupan Kristen. Beliau mengatakan bahwa kerendahan hati membawa kedamaian dan harmoni, baik di dunia maupun dalam Gereja. Di mana ada kerendahan hati, di situ ada kasih, pelayanan, dan kesatuan. Sebaliknya, di mana kerendahan hati tidak ada, di situ timbul perang, perselisihan, dan perpecahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kerendahan hati adalah jalan menuju keselamatan yang ditunjukkan oleh Yesus dan Maria. Melalui kehidupan dan pengajaran mereka, kita belajar bahwa kerendahan hati bukanlah kelemahan, tetapi kekuatan yang memungkinkan kita untuk hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama. Dengan mengikuti teladan Yesus dan Maria, kita dapat mencapai kebahagiaan sejati dan keselamatan yang dijanjikan Tuhan. Kerendahan hati adalah kunci untuk membuka pintu Kerajaan Surga dan hidup dalam damai dan harmoni dengan Tuhan dan sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-23T00:00:00.000Z","kerendahan-hati-adalah-jalan-menuju-keselamatan","https://cdn.imavi.org/articles~87aghzy~67a53dab3c2167c1bae3bd127dcbd50b.jpg",{"title":120,"originalUrl":121,"excerpt":37,"author":60,"content":122,"publishDate":123,"slug":124,"imageLink":125},"Mengundang Kesaksian Iman melalui Karya Belas Kasih dan Amal untuk Keharmonisan Sosial","https://my.imavi.org/articles/kesaksian-iman-melalui-karya-belas-kasih-dan-amal","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, dalam pesan videonya kepada para peserta konferensi yang memperingati 100 tahun Concilium Sinense di Shanghai, mengundang umat Katolik Tiongkok untuk memberikan kesaksian tentang iman mereka melalui karya belas kasih dan amal. Ia menekankan pentingnya kontribusi ini dalam membangun keharmonisan hidup berdampingan secara sosial dan menciptakan rumah bersama yang damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menyoroti bahwa tindakan kasih dan amal bukan hanya sekedar perbuatan baik, melainkan manifestasi nyata dari iman Kristiani. Ia mengajak umat Katolik untuk menghidupi iman mereka dengan cara yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar mereka. Dengan membantu sesama yang membutuhkan dan bekerja untuk kebaikan bersama, mereka tidak hanya menjalankan ajaran Yesus Kristus, tetapi juga mempromosikan perdamaian dan keharmonisan dalam komunitas mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengapa Karya Belas Kasih dan Amal Penting?\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Karya belas kasih dan amal adalah inti dari ajaran Yesus Kristus, yang menekankan cinta kasih kepada Tuhan dan sesama. Dengan melakukan tindakan-tindakan ini, umat Katolik menunjukkan bahwa iman mereka bukan hanya tentang ritual atau doktrin, tetapi juga tentang tindakan nyata yang membawa perubahan positif dalam kehidupan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tindakan belas kasih dan amal dapat meliputi berbagai kegiatan, seperti:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Membantu mereka yang kurang beruntung: Memberikan bantuan kepada orang miskin, sakit, dan mereka yang membutuhkan bantuan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Membangun komunitas yang inklusif: Menciptakan lingkungan di mana semua orang merasa diterima dan dihargai, tanpa memandang latar belakang atau status sosial mereka.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Memperjuangkan keadilan sosial: Berdiri melawan ketidakadilan dan berupaya untuk perubahan sistemik yang membawa keadilan bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Keharmonisan Hidup Berdampingan secara Sosial\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pesannya, Paus Fransiskus menekankan bahwa dengan memberikan kesaksian iman melalui karya belas kasih dan amal, umat Katolik berkontribusi pada keharmonisan hidup berdampingan secara sosial. Keharmonisan ini tercipta ketika masyarakat hidup dalam damai, saling menghormati, dan bekerja sama untuk kebaikan bersama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Membangun rumah bersama yang damai berarti menciptakan masyarakat di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki peran dalam komunitas. Ini juga berarti menciptakan lingkungan yang adil dan setara, di mana hak-hak setiap orang dihormati dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus mengingatkan bahwa melalui tindakan belas kasih dan amal, umat Katolik dapat memberikan kesaksian yang kuat tentang iman mereka dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih harmonis dan damai. Dengan mengikuti ajaran Yesus Kristus dan menghidupi iman mereka dalam tindakan nyata, mereka dapat membantu menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-21T00:00:00.000Z","kesaksian-iman-melalui-karya-belas-kasih-dan-amal","https://cdn.imavi.org/articles~T4Air6T~Tujuh Cara Menjadi Orang yang Berbelas Kasih.jpg",{"title":127,"originalUrl":128,"excerpt":37,"author":60,"content":129,"publishDate":130,"slug":131,"imageLink":132},"Belasungkawa: Mengungkapkan Simpati dan Dukungan dalam Masa Berduka","https://my.imavi.org/articles/mengungkapkan-simpati-dan-dukungan-dalam-masa-berduka","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Belasungkawa adalah ungkapan simpati dan dukungan kepada seseorang yang sedang mengalami kehilangan akibat kematian orang yang dicintai. Ini adalah tindakan yang penuh makna dan menjadi bagian penting dari budaya sosial yang membantu meringankan beban emosional mereka yang berduka.&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Makna Belasungkawa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Belasungkawa berasal dari kata \"sungkawa\" yang berarti duka atau kesedihan, dan \"bela\" yang berarti menolong atau menghibur. Oleh karena itu, belasungkawa adalah tindakan menghibur atau menunjukkan dukungan kepada seseorang yang sedang berduka. Ungkapan belasungkawa bisa berupa kata-kata, surat, kartu, atau kehadiran fisik yang menunjukkan rasa simpati dan empati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pentingnya Dukungan dalam Masa Berduka\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dukungan dari teman dan keluarga sangat penting selama masa berduka. Kehadiran fisik dan emosional bisa membantu mereka yang berduka untuk merasa tidak sendirian dan lebih kuat menghadapi kehilangan. Berikut adalah beberapa cara memberikan dukungan:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mendengarkan:\u003C/strong>&nbsp;Terkadang, yang paling dibutuhkan oleh orang yang berduka adalah seseorang yang mau mendengarkan. Memberikan waktu untuk mendengarkan cerita atau perasaan mereka bisa sangat berarti.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Bantuan Praktis:\u003C/strong>&nbsp;Membantu dengan tugas-tugas rumah tangga, memasak, atau mengurus kebutuhan sehari-hari bisa meringankan beban keluarga yang sedang berduka.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengajak Berbicara Tentang Almarhum:&nbsp;\u003C/strong>Berbicara tentang kenangan indah bersama almarhum bisa membantu proses penyembuhan. Ini memberikan kesempatan bagi mereka yang berduka untuk merayakan kehidupan almarhum.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mendorong Mencari Bantuan Profesional:\u003C/strong>&nbsp;Jika duka terlalu berat untuk ditanggung, mendorong orang yang berduka untuk mencari bantuan profesional dari konselor atau terapis bisa sangat membantu.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Belasungkawa adalah ungkapan dukungan yang penting bagi mereka yang mengalami kehilangan. Melalui kata-kata, tindakan, dan kehadiran kita, kita bisa membantu meringankan beban mereka yang berduka dan memberikan kenyamanan di saat yang paling sulit. Dalam setiap budaya dan tradisi, menunjukkan simpati dan dukungan selama masa berduka adalah tindakan yang penuh kasih dan sangat diperlukan untuk membantu proses penyembuhan emosional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-20T00:00:00.000Z","mengungkapkan-simpati-dan-dukungan-dalam-masa-berduka","https://cdn.imavi.org/articles~bfknmQD~Ucapan_Belasungkawa_Islami-2024_02_26-12_27_13_8ca6d7c47e1ad9e9406bc905da954c7d.jpg",{"title":134,"originalUrl":135,"excerpt":37,"author":60,"content":136,"publishDate":137,"slug":138,"imageLink":139},"Hari Pentakosta: Roh Kudus yang Bekerja dengan Kuasa dan Kelembutan","https://my.imavi.org/articles/roh-kudus-yang-bekerja-dengan-kuasa-dan-kelembutan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Hari Pentakosta merupakan salah satu hari raya terpenting dalam kalender liturgi Katolik, memperingati turunnya Roh Kudus kepada para rasul dan murid-murid Yesus. Peristiwa ini terjadi lima puluh hari setelah Kebangkitan Yesus Kristus, dan menandai kelahiran Gereja Katolik yang diberdayakan oleh Roh Kudus untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Turunnya Roh Kudus: Awal yang Baru bagi Gereja\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menurut Kisah Para Rasul 2:1-4, pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun ke atas para rasul dalam bentuk lidah-lidah api yang hinggap di atas kepala mereka. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai berbicara dalam berbagai bahasa, memungkinkan mereka untuk memberitakan kabar baik kepada orang-orang dari berbagai bangsa yang berkumpul di Yerusalem saat itu.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Peristiwa ini bukan hanya sekadar manifestasi kuasa ilahi, tetapi juga tanda dari kuasa dan kelembutan Roh Kudus yang bekerja di dalam Gereja. Melalui peristiwa Pentakosta, Roh Kudus mempersatukan para rasul dan memberikan mereka keberanian dan kemampuan untuk melaksanakan misi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Roh Kudus: Kuasa dan Kelembutan yang Tidak Pernah Meninggalkan Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus sering menekankan bahwa Roh Kudus adalah pendamping yang setia bagi setiap orang Kristiani. Ia bekerja dengan kuasa dan kelembutan, selalu hadir untuk memberikan bimbingan, kekuatan, dan penghiburan. Roh Kudus tidak pernah meninggalkan kita sendirian, tetapi selalu siap membantu kita dalam setiap aspek kehidupan kita, terutama dalam menghadapi tantangan dan kesulitan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kuasa Roh Kudus:\u003C/strong> Roh Kudus memberikan kekuatan ilahi yang memampukan umat beriman untuk melakukan hal-hal yang melebihi kemampuan manusiawi mereka. Dengan kuasa-Nya, kita dapat mengatasi rintangan, bertindak dengan keberanian, dan menyebarkan kasih Kristus kepada dunia.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kelembutan Roh Kudus:\u003C/strong> Selain kuasa, Roh Kudus juga bekerja dengan kelembutan, memberikan penghiburan dan kedamaian di tengah penderitaan dan kesulitan. Ia menyembuhkan luka hati, memberikan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, dan membimbing kita menuju hidup yang lebih dekat dengan Allah.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Keberadaan Roh Kudus dalam Kehidupan Gereja\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Roh Kudus selalu hadir dan aktif dalam kehidupan Gereja, memberikan karunia-karunia-Nya kepada umat beriman untuk membangun tubuh Kristus. Beberapa karunia Roh Kudus yang penting dalam kehidupan Gereja meliputi:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Karunia Kebijaksanaan dan Pengertian:\u003C/strong> Memampukan kita untuk memahami kehendak Allah dan menghayati ajaran-ajaran-Nya dengan lebih mendalam.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Karunia Nasihat dan Keperkasaan:\u003C/strong> Membantu kita dalam membuat keputusan yang bijaksana dan memberi kita kekuatan untuk menjalani hidup sesuai dengan iman kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Karunia Pengetahuan dan Takut akan Tuhan:\u003C/strong> Menuntun kita untuk mengenal Allah lebih baik dan hidup dalam rasa hormat dan kasih kepada-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengizinkan Roh Kudus Bekerja dalam Hidup Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus mengajak umat beriman untuk membuka hati mereka kepada Roh Kudus dan mengizinkan-Nya bekerja dalam hidup mereka. Beberapa cara praktis untuk melakukannya adalah:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Doa dan Meditasi: Melalui doa yang tekun dan meditasi atas firman Allah, kita membuka diri untuk menerima bimbingan dan kekuatan Roh Kudus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Partisipasi dalam Sakramen: Melalui sakramen-sakramen, terutama Ekaristi dan Pengakuan Dosa, kita menerima rahmat Roh Kudus yang memperbarui dan menguatkan iman kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kehidupan dalam Kasih: Dengan menjalani hidup dalam kasih dan pelayanan kepada sesama, kita bekerja sama dengan Roh Kudus dalam membangun kerajaan Allah di bumi.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Hari Pentakosta mengingatkan kita akan kehadiran dan karya Roh Kudus yang terus-menerus dalam kehidupan Gereja dan umat beriman. Dengan kuasa dan kelembutan-Nya, Roh Kudus memberikan kehadiran dan karunia-Nya untuk membantu kita mencapai hal-hal yang, jika kita lakukan sendiri, tidak mungkin terjadi. Paus Fransiskus mendorong kita untuk selalu terbuka kepada Roh Kudus, membiarkan Dia memimpin dan menguatkan kita dalam setiap langkah perjalanan iman kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi yang efektif dari kasih dan kuasa Allah di dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-19T00:00:00.000Z","roh-kudus-yang-bekerja-dengan-kuasa-dan-kelembutan","https://cdn.imavi.org/articles~W78y55b~unnamed.jpg",{"title":141,"originalUrl":142,"excerpt":37,"author":60,"content":143,"publishDate":144,"slug":145,"imageLink":146},"Roh Kudus: Tokoh Utama dalam Hidup Kita","https://my.imavi.org/articles/roh-kudus-tokoh-utama-dalam-hidup-kita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus dalam banyak kesempatan menekankan peran penting Roh Kudus dalam kehidupan orang Kristiani. Baginya, Roh Kudus bukanlah entitas abstrak, tetapi pribadi yang hidup dan aktif, memimpin, membimbing, dan menguatkan umat beriman dalam perjalanan spiritual mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Peran Roh Kudus Menurut Paus Fransiskus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus sering menggambarkan Roh Kudus sebagai \"tokoh utama dalam hidup kita\" yang memainkan beberapa peran kunci, antara lain:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pembimbing dan Penghibur:\u003C/strong> Roh Kudus berfungsi sebagai pembimbing yang menuntun umat beriman pada kebenaran. Ia juga disebut sebagai Penghibur yang memberikan kedamaian dan kekuatan di tengah kesulitan. Dalam surat-suratnya, Paus mengingatkan umat untuk senantiasa terbuka terhadap bimbingan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan mereka.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pencipta dan Pemberi Hidup:\u003C/strong> Roh Kudus adalah pencipta yang memberikan kehidupan baru. Paus sering menekankan pentingnya peran Roh Kudus dalam penciptaan dunia dan kehidupan baru dalam Kristus. Baptisan dengan air dan Roh Kudus menandakan kelahiran kembali dalam iman Katolik.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pengudus:\u003C/strong> Melalui Roh Kudus, umat beriman dipanggil untuk hidup dalam kekudusan. Paus Fransiskus mengingatkan bahwa kekudusan adalah panggilan universal dan Roh Kudus adalah kekuatan yang menguduskan, yang memampukan orang Kristiani untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pembawa Persatuan:\u003C/strong> Roh Kudus adalah roh persatuan yang menyatukan gereja dan memampukan umat beriman untuk hidup dalam kesatuan meskipun ada perbedaan. Paus sering menyerukan pentingnya kesatuan dalam gereja dan peran Roh Kudus dalam menjaga harmoni dan persaudaraan di antara umat manusia.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pentingnya Roh Kudus dalam Kehidupan Sehari-hari\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menekankan bahwa Roh Kudus bukan hanya bekerja dalam acara-acara gereja yang besar atau momen-momen khusus, tetapi hadir dan aktif dalam kehidupan sehari-hari umat beriman. Beberapa poin penting yang sering diangkat oleh Paus adalah:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Doa dan Meditasi:\u003C/strong> Paus mengajak umat untuk berdoa memohon bimbingan Roh Kudus setiap hari. Doa ini penting untuk tetap peka terhadap tuntunan Roh Kudus dalam keputusan dan tindakan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kehidupan Sakramental\u003C/strong>: Dalam Ekaristi dan sakramen-sakramen lainnya, Roh Kudus bekerja untuk menguduskan dan memperbaharui iman umat. Paus menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam sakramen sebagai sarana untuk menerima rahmat Roh Kudus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kehidupan dalam Buah Roh:\u003C/strong> Paus mendorong umat untuk menumbuhkan dan menunjukkan buah-buah Roh Kudus dalam kehidupan mereka, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Ajakan Paus untuk Menyambut Roh Kudus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus sering mengajak umat Kristiani untuk membuka hati mereka bagi Roh Kudus, untuk merasakan kehadiran-Nya yang mengubah dan memperbaharui. Beberapa ajakan konkret yang sering disampaikan oleh Paus adalah:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kerendahan Hati dan Keterbukaan:\u003C/strong> Paus mendorong umat untuk bersikap rendah hati dan terbuka terhadap karya Roh Kudus. Ini termasuk kesiapan untuk berubah dan mengikuti arahan Roh Kudus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Penyerahan Diri:\u003C/strong> Paus menekankan pentingnya penyerahan diri sepenuhnya kepada Roh Kudus, mempercayakan segala aspek kehidupan kepada-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kerjasama dengan Roh Kudus:\u003C/strong> Umat Kristiani dipanggil untuk bekerjasama dengan Roh Kudus dalam menjalankan misi mereka di dunia, baik dalam tindakan nyata maupun dalam menyebarkan kasih dan kebenaran Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Roh Kudus, menurut Paus Fransiskus, adalah tokoh utama dalam kehidupan setiap orang Kristiani. Ia bukan hanya pemberi hidup dan pengudus, tetapi juga pembimbing, penghibur, dan pembawa persatuan. Dengan membuka hati dan hidup kita kepada Roh Kudus, kita dapat mengalami transformasi dan hidup sesuai dengan panggilan Allah. Paus mengajak kita semua untuk hidup dalam keterbukaan dan kerjasama dengan Roh Kudus, menjadikan-Nya sebagai pusat dan pemandu dalam perjalanan iman kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-18T00:00:00.000Z","roh-kudus-tokoh-utama-dalam-hidup-kita","https://cdn.imavi.org/articles~viKqAMX~kekuatan-oleh-roh-kudus-04040421072017.png",{"title":148,"originalUrl":149,"excerpt":37,"author":60,"content":150,"publishDate":151,"slug":152,"imageLink":153},"Di dalam Katakombe: Simbol Harapan dan Pembebasan","https://my.imavi.org/articles/di-dalam-katakombe-simbol-harapan-dan-pembebasan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Katakombe adalah jaringan pemakaman bawah tanah yang digunakan oleh orang-orang Kristen awal di Roma dan beberapa wilayah lainnya. Tempat-tempat ini bukan hanya sekadar ruang pemakaman, tetapi juga menjadi saksi bisu dari keyakinan dan harapan mereka akan kehidupan setelah kematian, serta perlindungan ilahi dari bahaya dan maut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Sejarah Singkat Katakombe\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Katakombe mulai digunakan sekitar abad ke-2 Masehi ketika umat Kristen di Roma menghadapi penganiayaan dari pemerintah Romawi. Larangan untuk mempraktikkan agama Kristen secara terbuka memaksa mereka untuk mencari tempat yang aman dan tersembunyi untuk beribadah dan menguburkan orang mati mereka. Katakombe, dengan jaringan terowongan yang kompleks dan tersembunyi, menjadi pilihan yang ideal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Simbol Harapan dan Kehidupan Setelah Kematian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Di dalam katakombe, dinding-dindingnya dipenuhi dengan lukisan, ukiran, dan simbol-simbol yang sarat makna teologis dan spiritual. Beberapa simbol yang sering ditemukan di katakombe meliputi:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Ikan (Ichthus):\u003C/strong> Merupakan salah satu simbol paling awal dan terkenal dari Kekristenan. Kata \"ichthus\" dalam bahasa Yunani adalah akronim dari \"Iesous Christos Theou Huios Soter\" yang berarti \"Yesus Kristus, Anak Allah, Juru Selamat\". Ikan melambangkan keselamatan dan kehidupan yang baru melalui Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Gembala Baik:\u003C/strong> Lukisan Yesus sebagai Gembala Baik menggambarkan perlindungan dan bimbingan ilahi, serta harapan akan kehidupan kekal bersama-Nya. Gembala Baik juga sering digambarkan dengan domba di pundaknya, melambangkan Kristus yang membawa umat-Nya ke dalam keselamatan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Burung Merpati:\u003C/strong> Simbol roh kudus dan perdamaian, sering kali membawa ranting zaitun yang melambangkan harapan dan pembaruan setelah masa penderitaan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Orant:\u003C/strong> Gambar orang dalam posisi berdoa dengan tangan terangkat ke atas, melambangkan jiwa yang telah mencapai keselamatan dan kebahagiaan abadi di surga.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Phoenix:\u003C/strong> Burung mitologis yang bangkit dari abunya sendiri, melambangkan kebangkitan dan kehidupan setelah kematian.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pembebasan dari Bahaya dan Kematian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Penggunaan katakombe sebagai tempat pemakaman dan ibadah bawah tanah juga mencerminkan keyakinan akan perlindungan dan pembebasan dari bahaya duniawi. Ketika orang-orang Kristen bersembunyi dari penganiayaan, mereka menemukan tempat yang aman di katakombe untuk berkumpul, berdoa, dan merayakan Ekaristi. Ini menjadi simbol nyata dari perlindungan ilahi di tengah-tengah ancaman dan bahaya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kisah-kisah para martir yang dikebumikan di katakombe juga memperkuat tema pembebasan dari maut. Para martir ini dianggap sebagai saksi iman yang sejati, yang melalui kematian mereka, mendapatkan kehidupan kekal dan menjadi perantara antara Tuhan dan umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Katakombe adalah lebih dari sekadar makam bawah tanah, mereka adalah monumen harapan dan iman yang mendalam dari orang-orang Kristen awal. Di dalam kegelapan terowongan-terowongan ini, terang harapan akan kehidupan setelah kematian bersinar melalui simbol-simbol religius yang menghiasi dinding-dindingnya. Dengan setiap simbol, lukisan, dan ukiran, katakombe menyampaikan pesan tentang pembebasan dari bahaya dan maut melalui karya Tuhan, dan janji kehidupan yang kekal bersama-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-17T00:00:00.000Z","di-dalam-katakombe-simbol-harapan-dan-pembebasan","https://cdn.imavi.org/articles~LQ5TZ6Q~8cbe8a05156bff394b3d0fa9d479ca7f-25886-rome-big-bus-rome-catacombs-24-hour-hop-on-hop-off-tour-04.avif",{"title":155,"originalUrl":156,"excerpt":37,"author":60,"content":157,"publishDate":158,"slug":159,"imageLink":160},"Harapan pada Generasi Muda","https://my.imavi.org/articles/harapan-pada-generasi-muda","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Bapa Suci Paus Fransiskus baru-baru ini mengungkapkan harapan besarnya terhadap generasi muda Katolik dan Kristen Ortodoks dalam konteks dunia yang semakin terpecah belah dan dilanda konflik. Dalam pidatonya, Paus menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk saling mengenali sebagai saudara dan saudari, bersatu dalam keragaman dan bersama-sama memberikan kesaksian tentang kasih Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membangun Persaudaraan di Tengah Keragaman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus percaya bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk memecahkan belenggu antagonisme, kesalahpahaman, dan prasangka yang selama berabad-abad menghambat hubungan antara umat Katolik dan Ortodoks. Dengan dukungan iman dan harapan, kaum muda dapat mengatasi perbedaan sejarah dan budaya, serta memupuk persatuan yang lebih kuat di antara komunitas mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Peran Pemuda dalam Dunia yang Terpecah Belah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pidatonya, Paus menyoroti bahwa dunia saat ini diwarnai oleh konflik dan perpecahan yang semakin parah. Namun, di tengah situasi ini, generasi muda dapat menjadi agen perubahan dengan menunjukkan kasih Kristus melalui tindakan nyata mereka. Dengan menyebarkan pesan cinta dan persaudaraan, mereka dapat membantu mengatasi perpecahan dan membawa harapan bagi masa depan yang lebih harmonis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesaksian tentang Kasih Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menekankan bahwa kesaksian tentang kasih Kristus harus menjadi inti dari upaya generasi muda dalam membangun persatuan. Melalui tindakan kasih, kepedulian, dan kerjasama lintas batas, kaum muda dapat menunjukkan bahwa kasih Kristus mampu mengatasi segala rintangan. Mereka dapat menjadi teladan bagi dunia tentang bagaimana hidup dalam damai dan harmoni meskipun berbeda latar belakang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menghadapi Tantangan Bersama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus juga mengingatkan bahwa untuk mencapai tujuan ini, dibutuhkan kerja sama dan komitmen bersama. Generasi muda diundang untuk terus belajar, bekerja, dan berdoa bersama dalam semangat persaudaraan. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan dan membangun dunia yang lebih adil dan damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Harapan Paus Fransiskus pada generasi muda Katolik dan Kristen Ortodoks adalah sebuah panggilan untuk membangun persaudaraan yang kuat di tengah keragaman. Dengan mengakui satu sama lain sebagai saudara dan saudari, serta memberikan kesaksian tentang kasih Kristus, generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan harmoni bagi dunia yang terpecah belah dan dilanda konflik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-16T00:00:00.000Z","harapan-pada-generasi-muda","https://cdn.imavi.org/articles~n3677sm~4ae416dee69e37604bc156cfa942ec66.jpg",{"title":162,"originalUrl":163,"excerpt":37,"author":60,"content":164,"publishDate":165,"slug":166,"imageLink":167},"Kebajikan Teologis: Cinta Ilahi yang Mengarahkan Kita kepada Tuhan dan Sesama","https://my.imavi.org/articles/cinta-ilahi-mengarahkan-kita-kepada-tuhan-dan-sesama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kebajikan teologis adalah konsep penting dalam teologi Kristiani yang mencakup tiga kebajikan utama: iman, harapan, dan kasih (amal). Kebajikan ini dianggap \"teologis\" karena mereka berasal langsung dari Tuhan dan mengarahkan kita kembali kepada Tuhan. Dalam artikel ini, kita akan fokus pada kebajikan kasih, yang menurut ajaran Kristiani, memungkinkan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama seperti Tuhan mengasihi kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kebajikan Kasih: Asal Usul dan Sifatnya\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih, atau amal, dalam teologi Kristiani dianggap sebagai kebajikan terbesar di antara ketiga kebajikan teologis. St. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menyatakan, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih sebagai kebajikan teologis bukanlah sekadar perasaan atau emosi manusia, tetapi merupakan pemberian ilahi yang berasal dari Tuhan dan mengalir kembali kepada-Nya. Kebajikan ini memungkinkan manusia untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran, dan untuk mengasihi sesama sebagaimana Tuhan mengasihi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kasih yang Mengatasi Semua Bentuk Kasih Manusiawi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, dalam audiensi umum pada hari Rabu, menjelaskan bahwa kasih teologis melampaui semua bentuk kasih manusiawi seperti kasih romantis, kasih kepada teman, dan kasih kepada negara atau kemanusiaan. “Tetapi ada kasih yang lebih besar,” kata Paus Fransiskus, “yang berasal dari Tuhan dan diarahkan kepada Tuhan, dan memungkinkan kita untuk mengasihi Tuhan... dan mengasihi sesama kita seperti Tuhan mengasihi mereka.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih teologis ini memungkinkan kita untuk mengasihi tidak hanya mereka yang dekat dan menyenangkan, tetapi juga mereka yang sulit dicintai. Ini adalah kasih yang menuntut pengampunan, pemberkatan kepada mereka yang mengutuk, dan kasih kepada musuh.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kasih sebagai Karya Roh Kudus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih teologis adalah hasil karya Roh Kudus dalam diri kita. Sebagai kebajikan yang diberikan oleh Tuhan, kasih ini membutuhkan keterbukaan hati untuk menerima dan bekerja sama dengan rahmat ilahi. “Ini adalah ‘teologis’,” kata Paus Fransiskus, “karena itu berasal dari Tuhan, itu adalah karya Roh Kudus dalam diri kita.”\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih ini berbeda dari bentuk kasih lainnya karena ia tidak bergantung pada perasaan atau keadaan eksternal, melainkan pada keputusan kehendak untuk mencintai seperti Tuhan mencintai. Dalam Kasih ini, kita dipanggil untuk melampaui batasan manusiawi kita dan mengambil bagian dalam cinta ilahi yang sempurna dan tak terbatas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Tantangan dalam Mempraktikkan Kasih\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun kebajikan kasih berasal dari Tuhan, mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sering kali merupakan tantangan besar. Paus Fransiskus mengakui bahwa kasih ini sulit, bahkan tidak mungkin untuk dipraktikkan jika seseorang tidak hidup dalam Tuhan. “Kasih Kristiani merangkul apa yang tidak dapat dicintai, menawarkan pengampunan, memberkati mereka yang mengutuk,” katanya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, justru karena kasih ini adalah kebajikan teologis, kita diberi kekuatan melalui Roh Kudus untuk mengasihi dalam cara yang tidak mungkin dengan kekuatan manusiawi saja. Kasih teologis memampukan kita untuk mengampuni, berbelas kasih, dan berbuat baik kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang memperlakukan kita dengan tidak adil.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih sebagai kebajikan teologis adalah panggilan tertinggi bagi setiap orang Kristiani. Ini adalah kasih yang berasal dari Tuhan, diarahkan kepada Tuhan, dan memungkinkan kita untuk mengasihi Tuhan dan sesama seperti Tuhan mengasihi mereka. Melalui kebajikan ini, kita dipanggil untuk hidup dalam cinta yang melampaui batasan manusiawi, menjadi alat kasih Tuhan di dunia, dan mencapai kesempurnaan kasih dalam kehidupan kekal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai penutup, mari kita renungkan kata-kata Yesus yang dikutip oleh Paus Fransiskus: “Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Semoga kita semua diberi rahmat untuk hidup dalam kebajikan kasih yang sejati, mengasihi Tuhan dan sesama dengan hati yang tulus dan ikhlas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-15T00:00:00.000Z","cinta-ilahi-mengarahkan-kita-kepada-tuhan-dan-sesama","https://cdn.imavi.org/articles~SMWwQxz~edc77ed6323fcf87e494dddd91e6f135.jpg",{"title":169,"originalUrl":170,"excerpt":37,"author":60,"content":171,"publishDate":172,"slug":173,"imageLink":174},"Pesan Bapa Suci: Menggantikan Sikap Egois dengan Kasih yang Setia","https://my.imavi.org/articles/menggantikan-sikap-egois-dengan-kasih-yang-setia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pesannya untuk Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia keempat, yang akan berlangsung pada 28 Juli 2024, Paus Fransiskus menyampaikan seruan mendalam yang berfokus pada pentingnya meninggalkan sikap egois demi menciptakan hubungan yang penuh kasih dan setia, terutama bagi para lansia. Bapa Suci menyoroti masalah kesepian dan penelantaran yang sering dialami oleh orang tua di berbagai belahan dunia, dan mengajak semua orang untuk menunjukkan kasih yang tulus dan komitmen untuk tidak meninggalkan mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menyikapi Kesepian dan Penelantaran\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus mengakui bahwa kesepian adalah teman suram yang sering menyertai hidup para lansia dan kakek-nenek. Ia menegaskan bahwa penelantaran terhadap lansia bukanlah kebetulan, tetapi hasil dari keputusan-keputusan politik, ekonomi, sosial, dan pribadi yang mengabaikan martabat setiap individu. Dalam konteks ini, beliau mengutip Mazmur 71 yang mencerminkan doa tulus untuk tidak dibuang pada masa tua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kisah Inspiratif dari Kitab Rut\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Bapa Suci mengambil inspirasi dari kisah Naomi dan Rut dalam Kitab Rut. Naomi, yang merasa dirinya sebagai beban, mendesak kedua menantunya untuk meninggalkannya. Namun, Rut memilih untuk tetap setia dan tidak meninggalkan Naomi, meskipun harus menentang norma dan kebiasaan yang ada. Paus Fransiskus menggunakan kisah ini untuk menekankan pentingnya keberanian dan kesetiaan dalam menghadapi kesulitan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Seruan untuk Mengambil Jalan yang Berbeda\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Mengakhiri pesannya, Paus Fransiskus mengajak umat untuk meninggalkan sikap berpusat pada diri sendiri yang hanya akan membawa pada kesepian dan pengabaian. Sebaliknya, beliau mengajak untuk menunjukkan hati yang terbuka dan wajah yang penuh sukacita, serta keberanian untuk berkata, \"Aku tidak akan meninggalkanmu.\" Bapa Suci mendorong semua orang untuk mengambil jalan yang berbeda, yaitu jalan kasih dan komitmen yang tulus kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Berkat dan Doa untuk Para Lansia\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menutup pesannya dengan menyampaikan berkat dan doa kepada semua kakek-nenek dan lansia, serta kepada semua orang yang merawat mereka. Dengan penuh kasih, beliau berharap agar pesan ini dapat menginspirasi banyak orang untuk memperhatikan dan merawat orang tua dengan kasih yang setia dan tulus, sebagai wujud nyata dari iman dan kemanusiaan kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pesan ini tidak hanya menjadi pengingat akan pentingnya kasih dan perhatian terhadap lansia, tetapi juga menjadi seruan untuk mengubah sikap dan tindakan kita dalam merawat mereka yang telah memberikan begitu banyak dalam hidup kita. Dengan hati yang terbuka dan penuh sukacita, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih penuh kasih bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-14T00:00:00.000Z","menggantikan-sikap-egois-dengan-kasih-yang-setia","https://cdn.imavi.org/articles~Tz2vYr5~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281 (1).jpeg",{"title":176,"originalUrl":177,"excerpt":37,"author":60,"content":178,"publishDate":179,"slug":180,"imageLink":181},"Mengambil Dua Dimensi Kunci dalam Kehidupan Biarawan: Doa dan Pelayanan","https://my.imavi.org/articles/dua-dimensi-kunci-dalam-kehidupan-biarawan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pertemuan dengan para biarawan, Paus Fransiskus mendorong mereka untuk menginternalisasi dua elemen penting dalam kehidupan religius mereka: doa yang dalam dan pelayanan yang penuh kasih. Dalam suasana refleksi dan dorongan rohani ini, Paus memotivasi para biarawan untuk menjadikan diri mereka sebagai hadiah bagi Tuhan dan sebagai perpanjangan kasih dan kehadiran Ilahi kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Biarawan, sebagai anggota komunitas religius yang mengejar kesucian melalui hidup kontemplatif dan pengabdian, diberi tantangan oleh Paus Fransiskus untuk merenungkan esensi dari dua aspek utama dalam panggilan mereka: doa dan pelayanan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pertama-tama, doa dianggap sebagai akar dari semua tindakan dan pelayanan. Paus menjelaskan bahwa melalui doa yang dalam, biarawan dapat membangun dan memperdalam hubungan mereka dengan Sang Pencipta. Doa menjadi landasan yang menggerakkan semua aspek kehidupan biara, memberi kekuatan dan kedalaman spiritual yang diperlukan untuk melayani Tuhan dan sesama dengan penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kedua, pelayanan diartikan sebagai ekspresi nyata dari cinta kasih dan kehadiran Allah di dunia ini. Paus mendorong para biarawan untuk tidak hanya merenungkan hubungan pribadi mereka dengan Tuhan, tetapi juga untuk memperpanjang kasih Ilahi tersebut kepada orang lain melalui pelayanan aktif. Dalam mengabdikan diri kepada sesama, para biarawan menjadikan diri mereka sebagai saluran berkat bagi kebaikan Allah, memperkuat dan memperluas dampak positif kehadiran Ilahi di dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan memberikan pesan ini kepada para biarawan, Paus Fransiskus memotivasi mereka untuk menempatkan doa dan pelayanan sebagai pijakan utama dalam setiap langkah mereka. Dalam menjalani panggilan mereka, para biarawan diharapkan untuk terus memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Tuhan melalui doa yang konsisten dan mendalam, sementara pada saat yang sama, mereka juga diharapkan untuk membawa kasih dan kehadiran Allah kepada dunia melalui pelayanan aktif dan penuh kasih kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Akhirnya, dengan menegaskan pentingnya dua dimensi ini dalam kehidupan biarawan, Paus Fransiskus mengingatkan mereka akan panggilan mereka untuk menjadi hadiah bagi Tuhan dan juga sebagai cerminan kasih Ilahi bagi dunia. Dalam memelihara doa yang dalam dan melayani dengan penuh kasih, para biarawan diberi kesempatan untuk mengalami dan menyebarkan kehadiran dan cinta Allah di dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-13T00:00:00.000Z","dua-dimensi-kunci-dalam-kehidupan-biarawan","https://cdn.imavi.org/articles~tMi8JMH~cq5dam.thumbnail.cropped.250.141.jpeg",{"title":183,"originalUrl":184,"excerpt":37,"author":60,"content":185,"publishDate":186,"slug":187,"imageLink":188},"Melaksanakan Karya-Karya Kasih Allah: Ajaran Paus Fransiskus tentang Membawa Harapan dan Kebaikan dalam Kehidupan Sehari-hari","https://my.imavi.org/articles/melaksanakan-karya-karya-kasih-allah-dalam-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam ajarannya yang terinspirasi oleh ajaran Yesus Kristus, Paus Fransiskus sering menekankan pentingnya melaksanakan karya-karya kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam salah satu pidatonya, Paus Fransiskus menguraikan lima karya kasih Allah yang harus dilakukan oleh umat manusia untuk membawa kebaikan dan harapan kepada dunia yang membutuhkan. Kelima karya tersebut adalah: memberi kehidupan, membawa harapan, menjauhkan diri dari segala kebencian dan kekejaman, menanggapi kejahatan dengan kebaikan, dan menjadi dekat dengan mereka yang menderita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pertama, memberi kehidupan merupakan tindakan yang menginspirasi orang untuk memberikan yang terbaik bagi sesama. Ini bukan hanya tentang memberikan materi atau fisik, tetapi juga tentang memberikan dukungan, kasih sayang, dan empati kepada mereka yang membutuhkan. Paus Fransiskus mengajarkan bahwa dengan memberi kehidupan, seseorang tidak hanya memperkaya dirinya sendiri tetapi juga memperkaya dunia di sekitarnya dengan cinta dan kebaikan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kedua, membawa harapan adalah tugas penting yang harus dilakukan setiap orang. Dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan kesulitan, membawa harapan kepada orang lain adalah tindakan yang luar biasa. Paus Fransiskus mendorong umatnya untuk menjadi sumber inspirasi dan dukungan bagi mereka yang merasa putus asa atau kehilangan harapan. Dengan membawa harapan, seseorang dapat mencerahkan kegelapan yang ada di sekitarnya dan membantu orang lain melihat cahaya di tengah-tengah kesulitan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketiga, menjauhkan diri dari segala kebencian dan kekejaman merupakan panggilan untuk hidup dalam kasih dan perdamaian. Paus Fransiskus menegaskan bahwa kebencian dan kekerasan tidak pernah membawa kedamaian atau kebahagiaan kepada siapa pun. Sebaliknya, dengan menjauhkan diri dari kebencian dan kekejaman, seseorang dapat menciptakan lingkungan yang penuh dengan toleransi, pengertian, dan persaudaraan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Keempat, menanggapi kejahatan dengan kebaikan adalah prinsip yang diajarkan oleh Yesus Kristus sendiri. Paus Fransiskus mengajarkan bahwa meskipun kita mungkin dihadapkan pada kesulitan atau perlakuan yang tidak adil, itu tidak boleh mengubah kita menjadi orang yang penuh dengan kebencian atau balas dendam. Sebaliknya, dengan menanggapi kejahatan dengan kebaikan, seseorang dapat memperlihatkan kasih dan belas kasih yang sejati kepada orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kelima, menjadi dekat dengan mereka yang menderita adalah panggilan untuk mengasihi sesama manusia dengan tulus. Paus Fransiskus menekankan pentingnya berbagi beban dan kesulitan bersama mereka yang membutuhkan. Dengan menjadi dekat dengan mereka yang menderita, seseorang dapat memberikan dukungan moral, emosional, dan praktis yang sangat diperlukan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan dalam hidup mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulannya, melaksanakan karya-karya kasih Allah merupakan bagian integral dari panggilan hidup sebagai orang percaya. Dengan mengikuti ajaran Paus Fransiskus ini, umat Katolik dan orang-orang dari berbagai agama dan latar belakang dapat menjadi agen perubahan positif dalam dunia ini, membawa cahaya, cinta, dan kebaikan kepada mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-12T00:00:00.000Z","melaksanakan-karya-karya-kasih-allah-dalam-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~LRvWqcp~747d079ccb8fd566286e365997c709bc.jpg",{"title":190,"originalUrl":191,"excerpt":37,"author":60,"content":192,"publishDate":193,"slug":194,"imageLink":195},"Dampak Perang pada Anak-Anak: Mereka yang Meninggal, Kehilangan Segalanya dan Terluka oleh Kenangan","https://my.imavi.org/articles/dampak-perang-pada-anak-anak","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perang adalah fenomena yang mengakibatkan dampak yang mendalam, terutama bagi anak-anak. Mereka adalah kelompok yang paling rentan dalam konflik bersenjata, menghadapi risiko kematian, kehilangan, dan trauma psikologis yang serius. Mengakui dampak ini, serta pentingnya merangkul dan membantu anak-anak yang terkena dampak perang, adalah langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Anak-anak adalah generasi masa depan, tetapi sayangnya, seringkali mereka menjadi korban terbesar dalam perang. Mereka terkena dampak langsung dari kekerasan fisik, serangan udara, dan konflik bersenjata lainnya yang terjadi di sekitar mereka. Banyak dari mereka kehilangan nyawa mereka karena bom, senjata api, atau bom bunuh diri. Bahkan yang selamat sering menghadapi cedera serius yang mempengaruhi kualitas hidup mereka secara permanen.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, dampak perang tidak hanya bersifat fisik. Anak-anak juga mengalami trauma psikologis yang mendalam akibat kekerasan, kehilangan keluarga, dan teror yang terjadi di sekitar mereka. Mereka mungkin mengalami gangguan stres pasca-trauma (PTSD), kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya yang berkepanjangan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, banyak anak yang menjadi pengungsi akibat perang, kehilangan rumah dan akses ke pendidikan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Mereka terpaksa hidup dalam kondisi yang tidak stabil dan sering kali menghadapi diskriminasi serta eksploitasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menghadapi realitas yang tragis ini, penting bagi masyarakat global untuk bersatu dalam mendukung anak-anak yang terkena dampak perang. Ini termasuk memberikan bantuan kemanusiaan yang diperlukan, seperti perlindungan, pengobatan medis, pendidikan, dan dukungan psikososial. Selain itu, upaya preventif dan diplomasi juga penting untuk mencegah terjadinya konflik bersenjata yang merusak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, lebih dari sekadar memberikan bantuan materi, penting bagi kita semua untuk merangkul dan membela hak-hak anak-anak yang terkena dampak perang. Mereka membutuhkan dukungan emosional dan keterlibatan aktif dari komunitas global untuk memulihkan dan membangun kembali kehidupan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pandangan yang lebih luas, melindungi anak-anak dari dampak perang adalah investasi dalam masa depan yang lebih baik bagi umat manusia secara keseluruhan. Dengan memberikan perlindungan dan perhatian yang pantas kepada anak-anak yang terkena dampak perang, kita membantu menciptakan dunia yang lebih damai, stabil, dan berkelanjutan untuk generasi yang akan datang. Ini adalah tanggung jawab moral kita sebagai manusia untuk memastikan bahwa anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih, karena merekalah harapan kita untuk masa depan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-11T00:00:00.000Z","dampak-perang-pada-anak-anak","https://cdn.imavi.org/articles~Lnosh4H~be27405fa8edcdb4e9906417abbef402.jpg",{"title":197,"originalUrl":198,"excerpt":37,"author":60,"content":199,"publishDate":200,"slug":201,"imageLink":202},"Sebuah Teologi Kasih: Siapa Pun yang Tidak Mengasihi Tidak Mengenal Allah, Karena Allah adalah Kasih","https://my.imavi.org/articles/siapa-tidak-mengasihi-tidak-mengenal-allah","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada pertemuan dengan anggota International Network for Societies for Catholic Theology (INSeCT), Paus Fransiskus mengajukan pandangan yang mendalam tentang pentingnya sebuah teologi yang berakar pada kasih. Dalam konteks ini, Paus menegaskan bahwa bagi orang-orang beriman, mengasihi adalah kunci untuk memahami kehadiran Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Menurut Paus Fransiskus, \"teologi kasih\" bukanlah hanya sebuah konsep abstrak, tetapi esensi dari pemahaman akan Allah. Dalam surat pertamanya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menyatakan dengan tegas bahwa \"siapa pun yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah, karena Allah adalah kasih\" (1 Korintus 8:3). Paus Fransiskus menekankan bahwa kasih adalah inti dari identitas Allah, dan untuk mengenal-Nya, seseorang harus membawa kasih dalam hidupnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks modern yang diwarnai oleh perubahan zaman dan kemajuan teknologi, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa teologi kasih memiliki implikasi yang mendalam. Ketika masyarakat menghadapi tantangan dari perkembangan pluralisme dan kemajuan ilmu pengetahuan, teologi kasih menawarkan pandangan yang memperkaya akan makna kemanusiaan. Kasih memungkinkan manusia untuk memahami nilai-nilai yang mendasari eksistensi dan menjalani kehidupan dalam hubungan yang penuh empati dan pengertian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pembahasannya, Paus Fransiskus menawarkan tiga pedoman penting bagi pengembangan teologi kasih. Pertama, ia menekankan pentingnya kesetiaan kreatif terhadap tradisi. Teologi tidak boleh terpaku pada tradisi yang kaku, tetapi harus terus berkembang dalam konteks zaman yang terus berubah. Kedua, ia menganjurkan pendekatan lintas disiplin, yang memungkinkan teologi untuk berdialog dengan hasil-hasil ilmu pengetahuan modern. Dan ketiga, Paus Fransiskus menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara teologi dan ilmu-ilmu lainnya, agar pemahaman akan kasih dapat menjadi landasan bagi pembangunan masyarakat yang lebih beradab dan berperikemanusiaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai kesimpulan, Paus Fransiskus menegaskan bahwa sebuah teologi yang autentik haruslah merangkul kasih sebagai pusat dari pemahaman akan Allah. Kasih bukan hanya sebuah konsep teologis, tetapi panggilan untuk menghidupi iman dengan cara yang mengasihi dan memperkaya kehidupan manusia secara menyeluruh. Dalam dunia yang penuh dengan tantangan dan perubahan, teologi kasih adalah cahaya yang membimbing umat manusia menuju pemahaman yang lebih dalam akan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-10T00:00:00.000Z","siapa-tidak-mengasihi-tidak-mengenal-allah","https://cdn.imavi.org/articles~bZDwsLQ~556315598322dfe7abb1b5322d5461af.jpg",{"title":204,"originalUrl":205,"excerpt":37,"author":60,"content":206,"publishDate":207,"slug":208,"imageLink":209},"Harapan: Sumber Keberanian dan Kekuatan bagi Semua","https://my.imavi.org/articles/harapan-sumber-keberanian-dan-kekuatan-bagi-semua","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam sebuah pesan yang mendalam dan penuh makna, Paus Fransiskus menyoroti peran penting harapan dalam kehidupan manusia. Menurutnya, harapan bukanlah sekadar sebuah keinginan yang kosong, tetapi merupakan sumber keberanian dan kekuatan bagi semua orang, terutama bagi kaum muda, orang tua, orang sakit, dan mereka yang menderita secara jasmani dan rohani.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus mengakui bahwa dalam dunia yang penuh dengan kesulitan dan penderitaan, harapan seringkali menjadi hal yang sulit dipertahankan. Namun, ia menegaskan bahwa dalam situasi-situasi yang paling gelap sekalipun, harapan adalah sinar terang yang menyinari jalan kita. Bagi kaum muda yang menghadapi masa depan yang tak pasti, harapan memberi mereka alasan untuk percaya bahwa segala sesuatu masih mungkin. Bagi orang tua yang mengalami tantangan besar dalam mendidik dan mengasuh anak-anak mereka, harapan memberi mereka kekuatan untuk terus melangkah maju. Bagi mereka yang sakit dan menderita, baik secara fisik maupun mental, harapan adalah obat penyembuh yang menyegarkan jiwa mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus juga menekankan bahwa harapan adalah panggilan kepada kita semua untuk tetap percaya dan bertahan, bahkan di tengah badai kehidupan. Dalam masa-masa sulit, harapan adalah tali pengikat yang menghubungkan kita dengan Tuhan dan satu sama lain. Harapan memungkinkan kita untuk melihat kemungkinan-kemungkinan baru dan menemukan kebahagiaan yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, harapan bukanlah sesuatu yang pasif. Paus Fransiskus menekankan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan menyebarkan harapan kepada orang lain. Dengan memberikan dukungan, penghiburan, dan cinta kepada sesama, kita dapat menjadi sumber harapan bagi mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam mengakhiri pesannya, Paus Fransiskus mengajak umat manusia untuk merangkul harapan sebagai anugerah dari Tuhan. Harapan adalah kekuatan yang memungkinkan kita untuk melampaui batas-batas diri kita dan mencapai potensi penuh kita sebagai anak-anak Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan demikian, pesan Paus Fransiskus tentang pentingnya harapan menjadi panggilan universal bagi semua orang, yang menawarkan keberanian, kekuatan, dan cahaya di tengah kegelapan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-09T00:00:00.000Z","harapan-sumber-keberanian-dan-kekuatan-bagi-semua","https://cdn.imavi.org/articles~G69Lm8g~532cd274129287cb0d7b7c2d3a01be67.jpg",{"title":211,"originalUrl":212,"excerpt":37,"author":60,"content":213,"publishDate":214,"slug":215,"imageLink":216},"Pentingnya Berdoa Rosario Selama Bulan Mei: Membangun Kedekatan dengan Santa Perawan Maria","https://my.imavi.org/articles/pentingnya-berdoa-rosario-selama-bulan-mei","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Bulan Mei telah lama diidentifikasi dalam tradisi Katolik sebagai bulan yang didedikasikan untuk Santa Perawan Maria. Ini adalah waktu yang istimewa bagi umat Katolik untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Bunda Allah. Salah satu praktik spiritual yang paling dihargai selama bulan Mei adalah doa Rosario.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Rosario, dengan serangkaian Doa Salam Maria, Doa Bapa Kami memungkinkan umat Katolik untuk merenungkan misteri-misteri gembira, sedih, dan kemuliaan dalam kehidupan Yesus Kristus dan Santa Perawan Maria. Bulan Mei secara khusus adalah waktu di mana umat Katolik diundang untuk memusatkan perhatian mereka pada misteri-misteri gembira (atau Luminous Mysteries), misteri-misteri yang menyoroti momen-momen penting dalam pelayanan Yesus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Mengapa Rosario menjadi begitu penting selama bulan Mei? Pertama-tama, bulan ini adalah waktu yang telah ditetapkan oleh Gereja untuk merayakan kehadiran istimewa Santa Perawan Maria dalam hidup umat Katolik. Bunda Maria, sebagai ibu Yesus Kristus dan Bunda Kudus seluruh umat manusia, adalah sumber kekuatan spiritual dan penghiburan bagi banyak orang yang percaya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, bulan Mei mencakup beberapa hari raya penting yang berkaitan dengan Santa Perawan Maria, seperti hari raya Bunda Maria dari Rosario pada tanggal 8 Mei. Pada hari ini, umat Katolik dipanggil untuk menghormati dan merayakan peran penting Maria dalam sejarah keselamatan. Doa Rosario adalah cara yang sangat tepat untuk menghargai peran dan kontribusi Maria dalam kehidupan iman kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Lebih dari sekadar perayaan tradisional, bulan Mei menawarkan kesempatan bagi umat Katolik untuk menghidupkan kembali dan memperdalam hubungan pribadi mereka dengan Santa Perawan Maria melalui doa Rosario. Doa ini memungkinkan umat Katolik untuk merenungkan misteri-misteri iman mereka sambil memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Kristus dan Gereja-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selama bulan Mei, Gereja mengundang umat Katolik untuk memprioritaskan doa Rosario dalam kehidupan spiritual mereka. Rosario bukan hanya sekadar serangkaian doa, tetapi juga sarana untuk membangun kedekatan yang lebih dalam dengan Allah melalui perantaraan Santa Perawan Maria. Doa Rosario memungkinkan umat Katolik untuk menemukan kedamaian dan kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari, serta menguatkan iman mereka dalam kasih Allah yang tak terbatas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Oleh karena itu, selama bulan Mei dan sepanjang tahun, mari bersama-sama menghargai dan merayakan kehadiran istimewa Santa Perawan Maria dalam hidup kita dengan berdoa Rosario. Melalui doa ini, kita dapat memperdalam hubungan spiritual kita dengan Bunda Allah dan merasakan kehadiran-Nya yang membimbing dan melindungi kita setiap saat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-08T00:00:00.000Z","pentingnya-berdoa-rosario-selama-bulan-mei","https://cdn.imavi.org/articles~kJg4GWp~ddcf53edb821598cb27b1e07b3612314.jpg",{"title":218,"originalUrl":219,"excerpt":37,"author":60,"content":220,"publishDate":221,"slug":222,"imageLink":223},"Membawa Kecerdasan Kembali ke dalam Pembahasan Tentang Manusia","https://my.imavi.org/articles/membawa-kecerdasan-dalam-pembahasan-tentang-manusia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kardinal Mauro Gambetti, Uskup Agung Basilika Kepausan Santo Petrus di Vatikan, dengan tegas menyuarakan kebutuhan akan kembali memasukkan kecerdasan ke dalam pembahasan tentang manusia di tengah-tengah dunia yang semakin terjerumus dalam ketidakpastian dan gejala kapitalisme finansial yang menguat, teknologi yang sering kali tidak lagi menjadi sarana tetapi tujuan, serta keserakahan yang merajalela.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gambetti menyoroti pentingnya refleksi yang menyeluruh, yang mempertimbangkan semua aspek situasi yang ada. Dalam sebuah pernyataan yang menegaskan, ia menegaskan bahwa kita harus memandang satu sama lain sebagai saudara-saudara agar dapat berjalan bersama-sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pernyataan Gambetti menyoroti krisis yang melanda dunia modern, yang sering kali terpusat pada keuntungan finansial, penyalahgunaan teknologi, dan keserakahan. Ia menekankan perlunya kembali kepada nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar, yang melibatkan pengakuan akan persaudaraan dan kolaborasi bersama dalam menghadapi tantangan-tantangan masa kini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pernyataan ini juga mencerminkan semangat pertemuan Persaudaraan Kemanusiaan Dunia yang kedua, #JadilahManusia, yang bertujuan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang isu-isu kemanusiaan yang mendesak dan membangun jalan menuju perdamaian dan persaudaraan global. Dengan melibatkan pemikir-pemikir terkemuka, aktivis hak asasi manusia, dan penerima Nobel Perdamaian, pertemuan ini berupaya untuk merumuskan solusi-solusi yang berkelanjutan dan inklusif dalam menghadapi kompleksitas tantangan masa kini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Akhirnya, panggilan Gambetti untuk memulai kembali dialog tentang esensi kemanusiaan dan mengakui satu sama lain sebagai saudara-saudara merupakan panggilan yang relevan dalam upaya membangun dunia yang lebih baik, di mana kecerdasan, kebaikan, dan kolaborasi menjadi landasan utama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-07T00:00:00.000Z","membawa-kecerdasan-dalam-pembahasan-tentang-manusia","https://cdn.imavi.org/articles~FqmxNR6~cq5dam.thumbnail.cropped.1500.844.jpeg",{"title":225,"originalUrl":226,"excerpt":37,"author":60,"content":227,"publishDate":228,"slug":229,"imageLink":230},"Menginspirasi Perdamaian: Pesan Paus Fransiskus untuk Dunia","https://my.imavi.org/articles/menginspirasi-perdamaian-pesan-paus-fransiskus-untuk-dunia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam dunia yang seringkali diwarnai oleh konflik dan ketegangan, suara yang memperjuangkan perdamaian menjadi semakin penting. Salah satu tokoh spiritual yang seringkali menyuarakan pesan perdamaian adalah Paus Fransiskus, pemimpin spiritual Katolik Roma.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sejak terpilih menjadi Paus pada tahun 2013, Paus Fransiskus telah menjadi suara yang sangat dihormati dalam mempromosikan perdamaian dan rekonsiliasi di seluruh dunia. Pesannya tidak hanya ditujukan kepada umat Katolik, tetapi juga kepada seluruh umat manusia yang menginginkan kedamaian dan keadilan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pesan perdamaian tahunannya, Paus Fransiskus secara konsisten menyoroti pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara individu, komunitas, dan negara-negara. Dia menekankan nilai-nilai seperti kasih, pengampunan, kesetiaan, dan solidaritas sebagai landasan utama dalam menciptakan perdamaian sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu aspek yang seringkali disoroti oleh Paus Fransiskus adalah pentingnya dialog antaragama dan antarbudaya. Dia memperjuangkan pemahaman saling menghormati di antara pemeluk agama yang berbeda-beda, serta mempromosikan kolaborasi antara budaya-budaya yang beragam untuk menciptakan dunia yang lebih inklusif dan damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus juga tidak ragu-ragu untuk mengangkat isu-isu kontroversial yang terkait dengan perdamaian, seperti ketidaksetaraan sosial, kemiskinan, perubahan iklim, dan perdagangan senjata. Dia menyerukan tindakan nyata dari pemerintah dan masyarakat sipil untuk mengatasi akar-akar penyebab konflik dan mewujudkan keadilan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, Paus Fransiskus secara aktif terlibat dalam upaya mediasi konflik di berbagai belahan dunia, termasuk konflik di Timur Tengah dan Amerika Latin. Dengan mengunjungi daerah-daerah yang terkena dampak konflik dan menyapa para korban, beliau menyampaikan pesan harapan dan solidaritas kepada mereka yang menderita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam menghadapi tantangan-tantangan global saat ini, pesan perdamaian Paus Fransiskus menjadi semakin relevan. Dengan mengikuti teladan beliau dalam mempromosikan perdamaian melalui kasih, keadilan, dan dialog, kita semua dapat menjadi agen perubahan untuk menciptakan dunia yang lebih damai bagi generasi mendatang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-06T00:00:00.000Z","menginspirasi-perdamaian-pesan-paus-fransiskus-untuk-dunia","https://cdn.imavi.org/articles~CAnQNGR~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281.jpeg",{"title":232,"originalUrl":233,"excerpt":37,"author":60,"content":234,"publishDate":235,"slug":236,"imageLink":237},"Melampaui Semua Harapan: Memahami Kasih Yesus yang Tak Terbatas","https://my.imavi.org/articles/memahami-kasih-yesus-yang-tak-terbatas","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam Injil hari ini, kita diajak untuk merenungkan betapa besar kasih Yesus kepada kita. Yesus menyatakan kepada para murid-Nya bahwa mereka bukan hanya hamba, tetapi teman-teman-Nya yang sangat dikasihi. Dalam ungkapan ini, kita menemukan kedalaman kasih yang melampaui segala-galanya, yang tidak terbatas oleh apapun, bahkan oleh kesalahan atau kelemahan kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kata-kata Yesus ini menyentuh hati kita dan mengingatkan kita bahwa kita tidak hanya adalah subjek dalam hubungan dengan Tuhan, tetapi juga objek dari kasih-Nya yang tak terbatas. Kasih karunia-Nya tidak terbatas oleh kesalahan kita, dosa-dosa kita, atau kelemahan kita. Sebaliknya, kasih-Nya mengalir tanpa henti, siap untuk menerima kita kapan pun kita membutuhkan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita memahami betapa besar kasih Yesus kepada kita, kita diundang untuk merespons dengan cara yang sama. Kita dipanggil untuk mengasihi satu sama lain dengan kasih yang melampaui segala-galanya, tanpa memandang dosa atau kelemahan. Kita dipanggil untuk menjangkau mereka yang membutuhkan kasih dan pengampunan, dengan tangan yang terbuka dan hati yang penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih Yesus yang tak terbatas ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang terlalu jauh atau terlalu dalam dosanya untuk dijangkau oleh kasih-Nya. Sebaliknya, kasih-Nya mencapai setiap sudut kehidupan kita, menyentuh hati yang paling terluka dan memperbaiki yang paling rusak. Kasih-Nya tidak pernah berhenti mengalir, bahkan ketika kita berbalik dari-Nya atau mengabaikan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita mengalami kasih Yesus yang tak terbatas ini dalam hidup kita sendiri, kita diundang untuk membagikannya dengan orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi dunia ini, membawa sukacita dan pengharapan kepada mereka yang membutuhkannya. Dengan melampaui batas-batas egoisme dan kebencian, kita dapat menjadi saksi kasih-Nya yang tak terbatas kepada dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Melampaui semua harapan, kasih Yesus mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Kasih-Nya mengubah hati yang paling keras dan memulihkan jiwa yang paling terluka. Dalam kasih-Nya yang tak terbatas, kita menemukan kekuatan untuk mengatasi segala-galanya dan menjadi pribadi yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-05T00:00:00.000Z","memahami-kasih-yesus-yang-tak-terbatas","https://cdn.imavi.org/articles~owEuthS~c1221091f102b2395fe1774381f1c00f.jpg",{"title":239,"originalUrl":240,"excerpt":37,"author":60,"content":241,"publishDate":242,"slug":243,"imageLink":244},"Menemukan Kembali Doa Bersama yang Penuh Sukacita","https://my.imavi.org/articles/menemukan-kembali-doa-bersama-yang-penuh-sukacita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus mendorong mereka untuk membantu keluarga-keluarga di Keuskupan mereka memahami pentingnya membantu satu sama lain dan membangun komunitas-komunitas di mana Kristus dapat \"tinggal\" di dalam rumah-rumah dan hubungan-hubungan keluarga.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus telah menggarisbawahi pentingnya doa bersama dalam komunitas iman. Dalam upaya untuk memperkuat kembali praktik ini, beliau mendorong umat Katolik di seluruh dunia untuk membantu keluarga-keluarga di Keuskupan masing-masing memahami dan menerapkan kebiasaan doa bersama yang penuh sukacita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin Keuskupan, Paus menyatakan bahwa doa bersama bukan hanya sebuah kewajiban agama, tetapi juga sarana untuk memperkuat hubungan dalam keluarga dan komunitas. Beliau menekankan bahwa dengan meluangkan waktu untuk berdoa bersama, kita dapat memperkuat ikatan kita dengan Tuhan dan satu sama lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu fokus utama dari inisiatif ini adalah membangun komunitas-komunitas di mana Kristus dapat hadir secara nyata. Paus mendorong umat Katolik untuk membuka pintu rumah mereka dan memperluas tangan mereka kepada sesama, membangun ikatan persaudaraan yang kokoh dan saling mendukung.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pidatonya, Paus menyoroti pentingnya memperjuangkan komunitas yang hangat dan inklusif, di mana setiap anggota merasa diterima dan dihargai. Beliau juga menekankan bahwa doa bersama bukan hanya tentang meraih kebutuhan pribadi kita sendiri, tetapi juga tentang mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan orang lain dalam komunitas kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan mendukung doa bersama yang penuh sukacita, Paus berharap untuk membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Katolik di seluruh dunia. Dengan meluangkan waktu untuk berdoa bersama, kita dapat memperkuat iman kita, mendukung satu sama lain dalam kebutuhan kita, dan merayakan kehadiran Kristus dalam hidup kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News&nbsp;\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-04T00:00:00.000Z","menemukan-kembali-doa-bersama-yang-penuh-sukacita","https://cdn.imavi.org/articles~bBzRXt3~1b01821f25d844bb57608eff220d46f1.jpg",{"title":246,"originalUrl":247,"excerpt":37,"author":60,"content":248,"publishDate":249,"slug":250,"imageLink":251},"Paus Fransiskus memperingatkan terhadap Godaan Teknofobia dan Teknokrasi","https://my.imavi.org/articles/paus-memperingatkan-terhadap-godaan-teknofobia-teknokrasi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam era di mana teknologi semakin mengintegrasikan dirinya ke dalam setiap aspek kehidupan manusia, Paus Fransiskus mengingatkan kita tentang bahaya dua godaan yang berlawanan: teknofobia dan teknokrasi. Dalam sebuah pidato yang menginspirasi, Paus menyoroti pentingnya sikap bijak terhadap teknologi dan kebutuhan akan keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Teknofobia dan Ancaman Terhadap Kemajuan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Teknofobia merujuk pada ketakutan atau ketidakpercayaan terhadap teknologi. Ini bisa mencakup ketakutan akan dampak negatif teknologi terhadap pekerjaan, kehidupan sosial, dan bahkan eksistensi manusia secara keseluruhan. Di sisi lain, teknokrasi adalah keyakinan bahwa teknologi secara otomatis dapat menyelesaikan semua masalah manusia. Ini adalah pandangan yang sangat optimis terhadap peran teknologi dalam menciptakan solusi untuk segala hal, bahkan di luar wilayah teknisnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus dengan bijaksana menyoroti bahwa kedua pandangan tersebut memiliki risiko yang signifikan. Teknofobia dapat menghambat kemajuan dan inovasi, sementara teknokrasi dapat mengabaikan konsekuensi sosial, moral, dan manusiawi dari penggunaan teknologi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Jawaban Paus Fransiskus: Pelatihan dan Penghargaan Terhadap Pekerjaan Manual\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menawarkan pandangan yang seimbang dan bijaksana terhadap tantangan ini. Menurutnya, satu-satunya jawaban yang tepat adalah pelatihan yang terus-menerus, kreatif, dan selalu diperbarui. Ini menunjukkan pentingnya pendidikan dan pengembangan keterampilan yang kontinu dalam menghadapi perkembangan teknologi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun demikian, Paus juga menekankan perlunya mengembalikan martabat kepada pekerjaan manual. Meskipun seringkali diabaikan secara sosial, pekerjaan manual memiliki nilai dan martabat yang sama pentingnya dengan pekerjaan lainnya. Penghargaan terhadap berbagai jenis pekerjaan adalah langkah penting dalam membangun masyarakat yang adil dan berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan: Sikap Bijak Terhadap Teknologi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam sebuah era di mana teknologi semakin mendominasi kehidupan kita, penting untuk mengadopsi sikap yang bijaksana. Melalui penghindaran dari kedua godaan teknofobia dan teknokrasi, kita dapat menemukan keseimbangan yang tepat antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus telah memberikan arahan yang berharga tentang bagaimana cara menghadapi tantangan ini. Dengan pendekatan yang terus-menerus terhadap pelatihan dan pengembangan keterampilan, serta penghargaan yang lebih besar terhadap berbagai jenis pekerjaan, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan beradab bagi semua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-03T00:00:00.000Z","paus-memperingatkan-terhadap-godaan-teknofobia-teknokrasi","https://cdn.imavi.org/articles~mcbqTFQ~6ea2ddb937563faf03bb6d272b0b2537.jpg",{"title":253,"originalUrl":254,"excerpt":37,"author":60,"content":255,"publishDate":256,"slug":257,"imageLink":258},"Memahami Pentingnya Dialog sabar dalam Kehidupan Rohani","https://my.imavi.org/articles/memahami-pentingnya-dialog-sabar-dalam-kehidupan-rohani","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dialog sabar dalam kehidupan rohani adalah suatu hal yang sangat penting namun sering terabaikan. Dalam kehidupan yang dipenuhi dengan kesibukan dan tekanan, seringkali kita cenderung untuk langsung bereaksi terhadap situasi tanpa memberikan kesempatan bagi refleksi yang dalam dan dialog yang sabar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dialog sabar dalam konteks kehidupan rohani melibatkan kemampuan untuk mendengarkan dengan hati yang terbuka, menghargai pandangan orang lain, dan mencari pemahaman yang mendalam tentang kebenaran spiritual. Ini membutuhkan ketenangan pikiran dan kesabaran yang besar, serta kesediaan untuk mengakui bahwa kita tidak selalu memiliki semua jawaban.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu aspek penting dari dialog sabar adalah kemampuan untuk menghadapi perbedaan pendapat dengan kedamaian dan pengertian. Dalam kehidupan rohani, kita sering berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki keyakinan dan pandangan yang berbeda. Daripada langsung mengecam atau mengkritik, dialog sabar mengajarkan kita untuk menghargai keragaman ini dan mencari titik persamaan dalam kepercayaan kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pentingnya dialog sabar dalam kehidupan rohani juga tercermin dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kadang-kadang kita mungkin menghadapi tantangan atau pertanyaan yang sulit dalam iman kita. Dialog sabar memungkinkan kita untuk membawa pertanyaan-pertanyaan ini kepada Tuhan dengan rendah hati dan tanpa penilaian, memungkinkan waktu bagi Tuhan untuk mengarahkan kita menuju pemahaman yang lebih dalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, dialog sabar dalam kehidupan rohani memungkinkan kita untuk tumbuh dalam kasih dan pengampunan. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita mungkin mengalami konflik atau kesalahan. Dalam situasi seperti itu, dialog sabar memungkinkan kita untuk memahami perspektif orang lain, memaafkan kesalahan mereka, dan membangun hubungan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan demikian, dialog sabar adalah suatu hal yang penting dalam memperkaya kehidupan rohani kita. Ini memungkinkan kita untuk tumbuh dalam iman, kasih, dan pengertian, serta memperkuat hubungan kita dengan Tuhan dan sesama manusia. Dengan bersikap sabar dalam dialog rohani, kita dapat mencapai kedamaian dan keselarasan yang lebih dalam dalam hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-02T00:00:00.000Z","memahami-pentingnya-dialog-sabar-dalam-kehidupan-rohani","https://cdn.imavi.org/articles~eGuZf74~5193fc6b1b9420c90413b2a49b5ae74d.jpg",{"title":260,"originalUrl":261,"excerpt":37,"author":60,"content":262,"publishDate":263,"slug":264,"imageLink":265},"Kebajikan Teologis: Fondasi Kuat dalam Kehidupan Kristen","https://my.imavi.org/articles/kebajikan-teologis-fondasi-kuat-dalam-kehidupan-kristen","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam ajaran Gereja Katolik, kebajikan teologis adalah tiga kualitas moral yang diberikan oleh Allah kepada jiwa manusia. Mereka adalah iman, harapan, dan kasih. Tanpa keberadaan ketiga kebajikan ini, kehidupan Kristen akan kehilangan landasan yang kuat dan ketinggalan dalam menjalani panggilan spiritualnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Iman adalah kepercayaan yang teguh kepada Allah dan semua yang Dia wahyukan kepada kita melalui Yesus Kristus dan Gereja-Nya. Tanpa iman, kita akan merasa terasing dalam kegelapan, tanpa arah atau panduan. Iman memberi kita \"mata yang melihat bahkan dalam kegelapan,\" membimbing kita melalui kebingungan dan ketidakpastian yang mungkin kita alami dalam kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Harapan adalah keyakinan bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya kepada kita dan bahwa hidup kita memiliki tujuan dan makna yang jauh melebihi apa yang terlihat di dunia ini. Tanpa harapan, kita cenderung terjebak dalam putus asa dan keputusasaan saat menghadapi tantangan hidup. Harapan memberi kita keberanian untuk melawan segala rintangan, karena kita tahu bahwa Allah setia dan kuasa-Nya tidak terbatas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kasih adalah cinta yang tulus dan tanpa syarat kepada Allah dan sesama manusia. Tanpa kasih, hati kita akan kering dan keras, tidak mampu mencintai bahkan ketika tidak dicintai. Kasih memungkinkan kita untuk mengatasi egoisme dan kedengkian, dan mengarahkan hidup kita untuk melayani dan mencintai orang lain dengan tulus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketiga kebajikan teologis ini saling terkait dan saling memperkuat. Mereka membentuk landasan kuat dalam kehidupan Kristen, memungkinkan kita untuk hidup sesuai dengan panggilan kita sebagai anak-anak Allah. Ketika iman, harapan, dan kasih hadir dalam hidup kita, kita menjadi saksi yang kuat bagi kasih karunia Allah di dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Oleh karena itu, mari kita berupaya untuk memperkuat kebajikan teologis ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Mari kita tumbuh dalam iman yang dalam, harapan yang kokoh, dan kasih yang tulus, sehingga kita dapat menjadi saksi yang efektif bagi kehadiran Allah yang hidup di tengah-tengah kita. Dengan k ebajikan teologis sebagai fondasi kita, kita dapat menghadapi segala tantangan dengan penuh keyakinan dan harapan, tahu bahwa Allah selalu bersama kita, bahkan dalam kegelapan terdalam pun.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-05-01T00:00:00.000Z","kebajikan-teologis-fondasi-kuat-dalam-kehidupan-kristen","https://cdn.imavi.org/articles~XD2TeYJ~bd4e9f03afb9eafd260a032c17ef8f47.jpg",{"title":267,"originalUrl":268,"excerpt":37,"author":60,"content":269,"publishDate":270,"slug":271,"imageLink":272},"Paus Fransiskus: Setiap Panggilan adalah \"Berlian Mentah\" yang Perlu Dibentuk dengan Baik","https://my.imavi.org/articles/setiap-panggilan-adalah-berlian-mentah-yang-perlu-dibentuk","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pesan terbarunya, Paus Fransiskus memperjelas pandangan uniknya tentang panggilan kehidupan religius. Menurutnya, setiap panggilan merupakan sebuah \"berlian mentah\" yang membutuhkan upaya dan pembentukan yang terus-menerus untuk mencapai kecemerlangannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks ini, Paus Fransiskus menegaskan bahwa panggilan hidup, apakah sebagai biarawan, biarawati, atau imam, tidak terwujud secara instan atau sempurna pada awalnya. Sebaliknya, seperti berlian yang belum diasah, setiap panggilan memerlukan proses pembentukan yang cermat dan berkesinambungan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\"Pembentukan adalah kunci bagi setiap panggilan,\" kata Paus Fransiskus. \"Seperti berlian mentah yang perlu diasah, dikerjakan, dan dibentuk dari setiap sisinya, begitu juga panggilan kehidupan religius membutuhkan upaya yang serius untuk mencapai potensinya yang sejati.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks pembentukan ini, Paus Fransiskus menekankan pentingnya doa, pengalaman komunitas, dan kesaksian Injil. Menurutnya, hanya melalui kombinasi kasih karunia Tuhan, dukungan komunitas, dan kesediaan untuk melayani, seseorang dapat mengembangkan panggilannya dengan baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\"Seorang biarawan, biarawati, atau imam yang baik harus menjadi pria atau wanita yang dibentuk oleh kasih karunia Tuhan,\" tambahnya. \"Mereka adalah orang-orang yang menyadari keterbatasan mereka sendiri dan bersedia untuk memimpin kehidupan dalam doa, kesaksian, dan pelayanan kepada sesama.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus juga menggarisbawahi bahwa proses pembentukan tidak berakhir pada saat ditahbiskan atau mengambil sumpah, tetapi berlanjut sepanjang hidup. \"Pembentukan tidak berhenti pada saat tertentu,\" katanya. \"Sebaliknya, itu adalah perjalanan yang berkelanjutan yang mengintegrasikan seseorang secara intelektual, manusiawi, afektif, dan spiritual.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan pesan ini, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk menghargai nilai dan pentingnya proses pembentukan dalam setiap panggilan kehidupan religius. Dengan penuh kesadaran akan kerja keras dan pengorbanan yang diperlukan, kita dapat membantu para biarawan, biarawati, dan imam dalam perjalanan mereka menuju kesempurnaan yang sejati, menjadi saksi-saksi yang kredibel dari kasih karunia Tuhan di dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-30T00:00:00.000Z","setiap-panggilan-adalah-berlian-mentah-yang-perlu-dibentuk","https://cdn.imavi.org/articles~Dcr3Hyy~4d5a7ecf1f59df9da325b6ad510afb3c.jpg",{"title":274,"originalUrl":275,"excerpt":37,"author":60,"content":276,"publishDate":277,"slug":278,"imageLink":279},"Menyelami Kedalaman \"Percakapan dalam Roh\": Mengenai Seni Pengkajian dan Praktik Sinodalitas dalam Spiritualitas Kristiani","https://my.imavi.org/articles/menyelami-kedalaman-percakapan-dalam-roh","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Percakapan dalam roh, sebuah konsep yang muncul dalam konteks spiritualitas Kristen, telah menjadi fokus perhatian dalam ajaran dan praktik Gereja Katolik baru-baru ini. Istilah ini merangkum pemahaman akan kebutuhan mendengarkan dan merespons kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun, untuk benar-benar memahami makna dan implikasi dari \"percakapan dalam roh,\" penting untuk memahami bagaimana konsep ini berakar dalam sejarah dan teologi Kristen, serta bagaimana hal itu diwujudkan dalam praktik spiritual dan komunitas gerejawi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Akar Teologis \"Percakapan dalam Roh\"\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pemahaman Kristen tentang \"percakapan dalam roh\" memiliki akar teologis yang dalam, terutama dalam pemahaman akan peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Dalam Alkitab, Roh Kudus sering diidentifikasi sebagai suara lembut yang memanggil, menghibur, dan memberikan panduan kepada umat manusia. Misalnya, dalam Kitab 1 Raja-raja 19:11-13, Elia mengalami kehadiran Tuhan melalui suara lembut yang lewat angin yang lembut. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak selalu hadir dalam kekuatan besar, tetapi seringkali dalam keheningan dan kelembutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kristen juga mengakui bahwa \"percakapan dalam roh\" bukanlah hanya tentang mendengarkan suara Tuhan, tetapi juga tentang mengembangkan hubungan pribadi yang mendalam dengan-Nya. Ini melibatkan berbagai bentuk doa, meditasi, dan refleksi yang membantu seseorang untuk terhubung dengan Tuhan secara pribadi dan mendengarkan apa yang Dia mungkin katakan kepada mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penerapan Konsep dalam Praktik Spiritual\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam praktik spiritual, \"percakapan dalam roh\" sering kali diwujudkan melalui praktik diskernmen, yang merupakan kemampuan untuk membedakan antara suara Roh Kudus dan suara-suara yang lain. Ini melibatkan pengakuan bahwa terkadang kita mungkin dipanggil untuk bertindak atau merespons secara berbeda dari apa yang mungkin diharapkan oleh dunia atau keinginan duniawi kita sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pengambilan keputusan yang bijaksana dalam kehidupan spiritual juga merupakan bagian integral dari \"percakapan dalam roh.\" Ini melibatkan refleksi mendalam tentang nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan tujuan kita, serta keterlibatan dalam doa dan konsultasi dengan figur spiritual atau komunitas iman kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Praktik Sinodalitas dalam Gereja Katolik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks Gereja Katolik, Paus Fransiskus telah menekankan pentingnya praktik sinodalitas sebagai bagian dari \"percakapan dalam roh.\" Sinodalitas mengacu pada kolaborasi dan keterlibatan umat Allah dalam pengambilan keputusan gerejawi. Ini menegaskan bahwa Gereja bukanlah struktur hierarkis semata, tetapi sebuah komunitas iman yang dilayani oleh dan melayani bersama-sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Praktik sinodalitas menekankan pentingnya mendengarkan suara semua anggota gereja, terutama yang paling rentan dan terpinggirkan. Ini menciptakan ruang untuk dialog dan diskusi yang jujur dan terbuka, di mana berbagai pandangan dan pengalaman dapat dibagikan dan dihormati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulannya, \"percakapan dalam roh\" adalah panggilan untuk mendalami hubungan kita dengan Tuhan dan satu sama lain dengan lebih dalam lagi. Ini membutuhkan keterlibatan aktif dalam praktik spiritual, termasuk diskernmen dan pengambilan keputusan yang bijaksana, serta komitmen terhadap praktik sinodalitas dalam kehidupan gerejawi kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan menjalani \"percakapan dalam roh\" dengan kesungguhan dan ketulusan, kita dapat mengalami transformasi yang mendalam dalam hidup kita dan membawa berkat dan harapan kepada dunia di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-29T00:00:00.000Z","menyelami-kedalaman-percakapan-dalam-roh","https://cdn.imavi.org/articles~5mKSoFw~dc73851387b00c2f47301237bcc6f187.jpg",{"title":281,"originalUrl":282,"excerpt":37,"author":60,"content":283,"publishDate":284,"slug":285,"imageLink":286},"Buka Hatimu kepada Tuhan: Menemukan Kecantikan dalam Kehidupan","https://my.imavi.org/articles/menemukan-kecantikan-dalam-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Buka hatimu kepada Tuhan, berterima kasihlah kepada-Nya, dan rangkullah keindahan yang ada pada dirimu; jatuh cintalah pada hidupmu.\" Tutupnya. \"Lalu pergilah! Pergilah, dan berjalanlah bersama dengan orang lain; carilah mereka yang sendirian, warnai dunia dengan kreativitas Anda, dan lukislah jalan-jalan kehidupan dengan Injil. Bangkitlah dan pergilah.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam sorotan terangnya, Paus memberikan seruan yang menggetarkan hati kepada kita semua. Ini bukan hanya sebuah panggilan untuk mengikuti Tuhan, tetapi juga sebuah undangan untuk menjalani kehidupan dengan penuh makna dan tujuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Buka hatimu kepada Tuhan. Kata-kata ini mengingatkan kita untuk membuka diri kita sepenuhnya kepada kehadiran dan kasih sayang Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita memperhatikan keberadaan-Nya di sekitar kita, kita akan melihat keajaiban dan berkat yang tak terhitung yang telah Dia curahkan kepada kita setiap hari. Melalui rasa syukur yang tulus, kita akan mengalami kedalaman hubungan dengan-Nya yang mengubah hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Berterima kasihlah kepada-Nya. Bahkan dalam kesibukan sehari-hari, kita tidak boleh melupakan untuk bersyukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan bersyukur, kita mengalihkan fokus dari kekurangan kita menuju berkat yang melimpah, dan ini membuka pintu bagi lebih banyak berkat untuk mengalir ke dalam hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Rangkullah keindahan yang ada pada dirimu; jatuh cintalah pada hidupmu. Setiap orang memiliki keunikan dan keindahan yang dimiliki. Ketika kita menerima diri kita dengan penuh kasih, kita memungkinkan keindahan yang ada dalam diri kita untuk bersinar. Cintailah hidupmu, dengan segala kegembiraan dan kesedihannya, karena setiap momen adalah bagian dari perjalanan yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pergilah! Pergilah, dan berjalanlah bersama dengan orang lain. Panggilan ini mengajak kita untuk tidak hidup dalam isolasi, tetapi untuk berbagi kehidupan kita dengan sesama. Saat kita berjalan bersama dengan orang lain, kita memperkaya pengalaman hidup kita dengan kehadiran mereka, dan pada saat yang sama, kita menawarkan dukungan dan kasih sayang kepada mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Carilah mereka yang sendirian, warnai dunia dengan kreativitas Anda. Kita tidak boleh mengabaikan mereka yang terpinggirkan atau sendirian. Sebaliknya, kita harus aktif mencari mereka, memberikan dukungan dan kebersamaan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui kreativitas kita, kita dapat memberikan cahaya dan harapan kepada mereka yang mungkin merasa terjebak dalam kegelapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Lukislah jalan-jalan kehidupan dengan Injil. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saksi Injil dalam tindakan dan kata-kata kita sehari-hari. Kita adalah panggilan hidup yang berjalan bersama Kristus, menyebarkan kasih, keadilan, dan damai sejahtera di mana pun kita berada.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Bangkitlah dan pergilah. Ini adalah panggilan terakhir Paus, sebuah seruan untuk bertindak dengan keberanian dan kegigihan, membawa cahaya dan kasih dalam dunia yang kadangkala gelap ini. Mari kita bersama-sama bangkit, berjalan bersama, dan menjadi pembawa perubahan positif dalam dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan membuka hati kita kepada Tuhan, berterima kasih kepada-Nya, dan menjalani kehidupan dengan penuh cinta dan kasih, kita dapat mengubah dunia menjadi tempat yang lebih indah dan damai bagi semua. Mari kita bersama-sama menjalani panggilan ini dengan sukacita dan keberanian, dan mewujudkan visi kehidupan yang sesuai dengan kehendak Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-28T00:00:00.000Z","menemukan-kecantikan-dalam-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~du5aZYR~0254403430c8cf3f3c7fc9ce89ad2ad7.jpg",{"title":288,"originalUrl":289,"excerpt":37,"author":60,"content":290,"publishDate":291,"slug":292,"imageLink":293},"Cinta : Angin Segar yang Menyegarkan Dunia","https://my.imavi.org/articles/cinta-angin-segar-yang-menyegarkan-dunia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta adalah kekuatan yang tak terbantahkan. Ini bukan hanya kata-kata yang manis diucapkan dalam momen-momen romantis, tetapi juga kekuatan yang mampu mengubah dunia dan masyarakat secara keseluruhan. Seperti angin segar yang menyegarkan, cinta membawa kehangatan, kebaikan, dan harapan kepada setiap sudut dunia kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam masyarakat yang seringkali dipenuhi dengan ketegangan, konflik, dan ketidakadilan, cinta hadir sebagai pemicu perubahan yang dibutuhkan. Ketika kita memilih untuk mencintai tanpa memandang perbedaan, kita melampaui batasan-batasan yang memisahkan kita satu sama lain. Cinta tidak mengenal batas-batas geografis, budaya, atau bahkan agama. Ia mengalir bebas, memperkuat ikatan-ikatan kemanusiaan yang menghubungkan kita semua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Keajaiban cinta terletak pada kemampuannya untuk memperkuat kita, melampaui ikatan keluarga. Ia membangun jembatan-jembatan empati dan pengertian di antara kita, mengajarkan kita untuk melihat orang lain sebagai saudara dan saudari kita. Ketika kita membuka hati kita untuk mencintai, kita tidak hanya memberikan kehangatan kepada mereka yang dekat dengan kita, tetapi juga kepada orang-orang yang mungkin belum kita kenal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta juga merupakan sumber kekuatan yang tak terbatas. Ia memberi kita keberanian untuk berdiri di depan ketidakadilan dan menyuarakan kebenaran. Ketika kita mencintai dengan tulus, kita menjadi lebih tangguh dalam menghadapi cobaan dan rintangan kehidupan. Cinta memberi kita kekuatan untuk bertahan, untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi kesulitan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Tentu saja, cinta bukanlah sesuatu yang mudah. Ia membutuhkan pengorbanan, kesabaran, dan komitmen yang kuat. Namun, setiap upaya yang kita lakukan untuk mencintai, baik dalam bentuk kecil maupun besar, memiliki dampak yang luar biasa. Setiap tindakan cinta membantu mencerahkan dunia yang kadang-kadang gelap dan membawa sinar kebaikan kepada mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Sebagai individu, kita masing-masing memiliki kekuatan untuk menjadi agen perubahan melalui cinta. Setiap kali kita memilih untuk bertindak dari tempat cinta, kita membantu menciptakan dunia yang lebih baik bagi kita semua. Mari bersama-sama kita biarkan cinta mengalir bebas, menyegarkan dunia ini dengan kebaikan, kehangatan, dan harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan cinta sebagai panduan kita, kita dapat melampaui ikatan-ikatan keluarga dan bersatu sebagai satu keluarga besar manusia, membangun dunia yang lebih kuat, lebih baik, dan lebih indah untuk generasi mendatang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-27T00:00:00.000Z","cinta-angin-segar-yang-menyegarkan-dunia","https://cdn.imavi.org/articles~ZJRSa8p~0b8ed847175d55454397a92b208a17f4.jpg",{"title":295,"originalUrl":296,"excerpt":37,"author":60,"content":297,"publishDate":298,"slug":299,"imageLink":300},"\"Kecerdasan Buatan dan Perdamaian: Mengembangkan Kebijaksanaan Hati dalam Era Teknologi\"","https://my.imavi.org/articles/kecerdasan-buatan-dan-perdamaian","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam era di mana kecerdasan buatan semakin mempengaruhi kehidupan kita, tantangan untuk memastikan penggunaannya sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin mendesak. Seorang tokoh yang berpengaruh di dunia teknologi, dalam sebuah wawancara yang baru-baru ini dilakukan, menegaskan bahwa pentingnya menumbuhkan kebijaksanaan hati dalam penggunaan kecerdasan buatan untuk melayani komunikasi yang sepenuhnya manusiawi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menurutnya, meskipun kemajuan teknologi membawa potensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan mempromosikan perdamaian, kita juga harus mewaspadai potensi dampak negatif yang bisa timbul. Salah satu cara untuk mengatasi ini adalah dengan mengembangkan kebijaksanaan hati, yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi dengan kesadaran moral dan empati terhadap sesama manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pentingnya kebijaksanaan hati ini menjadi semakin jelas dalam konteks komunikasi. Dengan memastikan bahwa sistem kecerdasan buatan yang kita bangun dipandu oleh nilai-nilai kemanusiaan, kita dapat menciptakan lingkungan komunikasi yang mendukung hubungan antarmanusia yang lebih dalam dan bermakna. Hal ini juga membantu mencegah terjadinya penyalahgunaan teknologi untuk tujuan yang merugikan atau memecah-belah masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam menghadapi tantangan kompleks ini, perdamaian menjadi tujuan yang mendesak bagi umat manusia. Namun, perdamaian yang sejati tidak hanya ditentukan oleh ketiadaan konflik, tetapi juga oleh adanya hubungan yang harmonis antarindividu dan antarkomunitas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa penggunaan kecerdasan buatan tidak hanya berkaitan dengan kemajuan teknologi, tetapi juga dengan pertumbuhan kita sebagai manusia yang lebih bijaksana dan peduli.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menggabungkan teknologi dengan kebijaksanaan hati, kita dapat menciptakan dunia di mana kecerdasan buatan tidak hanya menjadi alat, tetapi juga menjadi mitra dalam melayani komunikasi yang sepenuhnya manusiawi. Dengan demikian, kita dapat merangkul masa depan yang lebih terang dan damai bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-26T00:00:00.000Z","kecerdasan-buatan-dan-perdamaian","https://cdn.imavi.org/articles~Zj7D38c~08fb6cfc3057a3918550822c3242abd0.jpg",{"title":302,"originalUrl":303,"excerpt":37,"author":60,"content":304,"publishDate":305,"slug":306,"imageLink":307},"Dalam Pelukan Tuhan, Kita Belajar untuk Merangkul Orang Lain","https://my.imavi.org/articles/dalam-pelukan-tuhan-kita-belajar-untuk-merangkul-orang-lain","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perjalanan spiritual kita, seringkali kita mencari makna yang dalam dan kekuatan yang mampu mengubah hidup. Di tengah-tengah keramaian dunia yang sibuk, kita kadang-kadang lupa akan keberadaan cinta yang tak terbatas, yang terus mengalir dari Sang Pencipta. Dalam pandangan yang lebih mendalam, kita menemukan bahwa dalam pelukan Tuhan, kita belajar untuk merangkul orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pelukan Tuhan adalah sebuah metafora yang merujuk pada kehangatan dan kasih yang kita terima dari kehadiran-Nya. Dalam pelukan-Nya, kita merasa diterima apa adanya, tanpa syarat dan tanpa henti. Namun, pelukan-Nya juga mengajarkan kita sebuah pelajaran yang dalam: untuk merangkul orang lain dengan kasih yang sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika kita benar-benar merasakan pelukan Tuhan, kita memahami bahwa cinta-Nya tidak terbatas hanya untuk kita sendiri. Kita belajar untuk membuka hati kita kepada orang lain, dengan penuh pengertian, belas kasihan, dan kebaikan. Kita menyadari bahwa setiap orang di sekitar kita adalah bagian dari keluarga yang lebih besar, keluarga ciptaan Tuhan yang indah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pelukan Tuhan, kita juga belajar untuk mengatasi perbedaan dan konflik yang mungkin ada di antara kita. Kita belajar untuk melihat kebaikan dalam setiap individu, meskipun kadang-kadang kita mungkin tidak sepakat dengan mereka. Kita belajar untuk mengasihi sesama manusia sebagaimana Tuhan mengasihi kita, tanpa memandang perbedaan agama, ras, atau latar belakang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Merangkul orang lain bukanlah tugas yang mudah, tetapi dalam pelukan Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk melakukannya. Kita diperlengkapi dengan kasih karunia-Nya yang tak terbatas, yang memungkinkan kita untuk mengasihi orang lain dengan penuh kesetiaan dan ketulusan. Dalam pelukan-Nya, kita menemukan ketenangan dan keberanian untuk melewati rintangan yang mungkin muncul dalam hubungan kita dengan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Maka, mari kita membiarkan diri kita dirangkul oleh Tuhan, dan dalam pelukan-Nya, mari kita belajar untuk merangkul orang lain. Dengan melakukan hal ini, kita memperluas cinta dan kasih yang terus mengalir dari sumber yang tak terbatas. Dan dalam prosesnya, kita menjadi lebih lengkap sebagai manusia, mencerminkan cinta dan belas kasihan Tuhan kepada dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pelukan Tuhan, kita menemukan kekuatan untuk mengubah dunia, satu pelukan pada satu waktu.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-25T00:00:00.000Z","dalam-pelukan-tuhan-kita-belajar-untuk-merangkul-orang-lain","https://cdn.imavi.org/articles~4A8mrqN~01d62335e79d29b894fb868adc2b5176.jpg",{"title":309,"originalUrl":310,"excerpt":37,"author":60,"content":311,"publishDate":312,"slug":313,"imageLink":314},"\"Pengharapan dan Penyembuhan: Peran Tuhan dalam Membangkitkan Kembali Semangat\"","https://my.imavi.org/articles/peran-tuhan-dalam-membangkitkan-kembali-semangat","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam perjalanan hidup, sering kali kita mengalami tantangan yang menguji kepercayaan diri, menyebabkan putus asa, atau membuat hati kita menjadi keras. Namun, dalam momen-momen tersebut, kehadiran Tuhan memberikan harapan dan penyembuhan yang tak terduga.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita merasa kehilangan kepercayaan diri, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Sebaliknya, Dia membuka kembali pintu iman kita. Dengan kuasa-Nya, Dia menunjukkan bahwa kekuatan sejati berasal dari dalam, menghidupkan kembali kepercayaan diri kita yang melemah dan mengarahkan kita kepada pemulihan yang lebih dalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Saat putus asa merajalela di dalam hati kita, Tuhan hadir sebagai sumber harapan yang tak terbatas. Dia membangkitkan api harapan di dalam diri kita, mengingatkan kita bahwa setiap kesulitan adalah peluang untuk pertumbuhan dan perubahan. Dengan mengandalkan-Nya, kita bisa mengatasi rintangan dan menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika hati kita mengeras karena cobaan dan penderitaan, Tuhan tidak hanya menawarkan penghiburan, tetapi juga kasih-Nya yang tak terbatas. Dia bekerja melalui pengalaman-pengalaman kita, memahkotai setiap kesulitan dengan kelembutan dan belas kasihan-Nya. Melalui kasih-Nya, hati yang keras bisa menjadi lunak kembali, menerima dan memancarkan cinta kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam setiap perjalanan hidup, kita menghadapi berbagai rintangan yang menguji iman, harapan, dan kasih kita. Namun, dengan kehadiran-Nya, Tuhan membawa penyembuhan dan pembaharuan yang membawa kita menuju kekuatan yang baru. Dengan mempercayai-Nya, kita dapat melewati setiap cobaan dengan penuh keberanian dan keyakinan, karena Dia adalah sumber segala pengharapan dan kekuatan yang kita butuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-24T00:00:00.000Z","peran-tuhan-dalam-membangkitkan-kembali-semangat","https://cdn.imavi.org/articles~aWkyMGR~c6f7e16467ae052905742f93123b5dad.jpg",{"title":316,"originalUrl":317,"excerpt":37,"author":60,"content":318,"publishDate":319,"slug":320,"imageLink":321},"Mengenal St. Georgius: Sejarah dan Peringatan Santo Pelindung Surgawi","https://my.imavi.org/articles/mengenal-st-georgius-sejarah-dan-peringatan-santo-pelindung","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">St. Georgius adalah seorang martir Kristen yang dihormati sebagai salah satu santo pelindung paling terkenal di seluruh dunia. Dilahirkan di Kapadokia pada abad ke-3 M, St. Georgius mengabdikan hidupnya untuk keberanian dan kesetiaan kepada iman Kristen.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Menurut tradisi, St. Georgius lahir dari keluarga Kristen yang kaya di Kapadokia. Ia menjadi prajurit Romawi dan terkenal karena keberaniannya dalam pertempuran. Namun, lebih dari sekadar seorang prajurit, St. Georgius dikenal karena imannya yang teguh dan ketidakmampuannya untuk menyangkal Kristus, bahkan di bawah ancaman kematian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Peringatan St. Georgius jatuh pada tanggal 23 April setiap tahunnya. Tanggal ini diperingati oleh umat Kristen di seluruh dunia sebagai hari peringatan martirinya. Banyak gereja dan komunitas Kristen mengadakan upacara dan doa-doa khusus untuk menghormati dan mengenang kontribusi spiritual St. Georgius.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai santo pelindung, St. Georgius sering kali dihubungkan dengan simbol-simbol keberanian dan perlindungan. Ia sering diwakili dalam seni dan ikonografi Kristen sebagai seorang prajurit yang menaklukkan naga, sebuah gambaran dari kemenangan iman atas kejahatan dan kegelapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun terjadi debat sejarah tentang kehidupan dan kisah St. Georgius, warisan rohaninya tetap hidup dalam keyakinan umat Kristen. Penghormatan terhadap St. Georgius tidak hanya mencerminkan penghormatan terhadap sejarah gereja, tetapi juga menginspirasi umat Kristen untuk tetap setia kepada iman mereka dalam menghadapi cobaan dan penindasan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan cara itu, pengetahuan tentang St. Georgius bukan hanya tentang menghormati seorang martir Kristen yang berani, tetapi juga tentang menemukan inspirasi dan kekuatan dalam iman Kristen yang kokoh di tengah-tengah tantangan dunia modern.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-23T00:00:00.000Z","mengenal-st-georgius-sejarah-dan-peringatan-santo-pelindung","https://cdn.imavi.org/articles~ejb7e52~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281.jpeg",{"title":323,"originalUrl":324,"excerpt":37,"author":60,"content":325,"publishDate":326,"slug":327,"imageLink":328},"Gereja Sebagai Keluarga: Kerja Sama yang Sinergis","https://my.imavi.org/articles/gereja-sebagai-keluarga-kerja-sama-yang-sinergis","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja, sebagai badan rohani yang besar, diibaratkan sebagai sebuah keluarga yang bersatu. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa anggota Gereja tidak hanya terdiri dari para rohaniwan dan rohaniwati, tetapi juga umatnya yang setia. Analogi keluarga ini mencerminkan hubungan yang erat antara anggota-anggota Gereja, di mana setiap individu memiliki peran yang unik namun saling melengkapi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di dalam keluarga Gereja, kerja sama adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama dalam melayani Tuhan dan sesama. Setiap anggota memiliki peran penting dalam membangun dan memperkuat komunitas iman. Para pemimpin gereja bertanggung jawab untuk membimbing dan memberdayakan umat, sementara umat diberikan tanggung jawab untuk mendukung dan melayani satu sama lain dengan kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kerja sama yang sinergis di antara anggota Gereja tercermin dalam berbagai kegiatan dan pelayanan yang dilakukan. Mulai dari ibadah bersama, pelajaran agama, kegiatan sosial, hingga bantuan bagi yang membutuhkan, semua dilakukan dengan semangat kerja sama yang saling menguatkan. Ketika setiap anggota Gereja berkontribusi dengan penuh dedikasi dan kesetiaan, kesatuan dan kekuatan Gereja sebagai keluarga rohani semakin terwujud.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, kerja sama yang sinergis di dalam Gereja juga mencakup dukungan moral dan spiritual antaranggota. Saat seseorang mengalami kesulitan atau kebutuhan, anggota lainnya siap untuk memberikan bantuan, doa, dan dukungan yang diperlukan. Semangat gotong royong dan saling menyokong menjadi pendorong utama bagi kekuatan Gereja sebagai keluarga yang solid.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun demikian, penting untuk diingat bahwa kerja sama dalam Gereja bukanlah tanpa tantangan. Perbedaan pendapat, konflik personal, dan dinamika internal lainnya bisa menjadi hambatan bagi tercapainya kerja sama yang sejati. Oleh karena itu, penting bagi anggota Gereja untuk senantiasa membuka hati dan merangkul nilai-nilai kasih, pengampunan, dan kesabaran dalam setiap interaksi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menjunjung tinggi semangat kerja sama yang sinergis, Gereja sebagai keluarga rohani memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam masyarakat dan dunia. Dengan bersatu sebagai satu tubuh Kristus, Gereja dapat menjadi saksi nyata akan kasih dan keadilan Tuhan kepada dunia yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Sebagai kesimpulan, Gereja bukanlah sekadar sebuah organisasi, tetapi sebuah keluarga rohani yang bekerja bersama dalam kesatuan, kasih, dan kerja sama yang sinergis. Dalam setiap langkahnya, Gereja mengajak seluruh anggotanya untuk menjadi teladan kasih Kristus bagi dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-22T00:00:00.000Z","gereja-sebagai-keluarga-kerja-sama-yang-sinergis","https://cdn.imavi.org/articles~2aZNKoa~ecclesia-domestica-3.webp",{"title":330,"originalUrl":331,"excerpt":37,"author":60,"content":332,"publishDate":333,"slug":334,"imageLink":335},"Doa untuk Perdamaian di Palestina dan Israel: Harapan untuk Akhir Penderitaan","https://my.imavi.org/articles/doa-untuk-perdamaian-di-palestina-dan-israel","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam situasi konflik yang berkelanjutan antara Palestina dan Israel, banyak jiwa yang terus menderita di tengah-tengah ketidakpastian dan kekerasan. Namun, di tengah-tengah kegelapan itu, ada cahaya harapan bahwa perdamaian akhirnya akan datang. Artikel ini menggambarkan pentingnya doa untuk perdamaian di Palestina dan Israel, sambil mengekspresikan harapan bahwa kedua negara ini dapat segera mengakhiri penderitaan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menghadapi Realitas Konflik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Konflik antara Palestina dan Israel telah berlangsung selama puluhan tahun, dengan dampak yang merusak kehidupan ribuan orang di kedua belah pihak. Setiap serangan bom, serangan udara, atau serangan darat mengakibatkan lebih banyak kerugian dan penderitaan bagi warga sipil yang tidak bersalah. Di tengah-tengah keadaan ini, banyak yang kehilangan harapan akan terwujudnya perdamaian yang berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Sarana Perubahan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun mungkin terasa seperti situasi tanpa harapan, kita tidak boleh mengabaikan kekuatan doa sebagai sarana untuk menciptakan perubahan. Doa adalah cara bagi kita untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhan dan memohon untuk perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Palestina dan Israel. Doa kita memiliki kekuatan untuk meresapi hati dan pikiran pemimpin, serta mendorong mereka untuk mencari solusi damai atas konflik yang berkepanjangan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Berkumpul dalam Solidaritas:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain berdoa secara individu, kita juga dapat menyatukan kekuatan kita dengan komunitas agama dan organisasi lintas budaya untuk memperjuangkan perdamaian di Palestina dan Israel. Melalui kerjasama lintas agama dan kerja sama antarbangsa, kita dapat memperkuat suara kita dan memberikan dukungan moral kepada mereka yang berjuang untuk perdamaian di wilayah tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Harapan untuk Masa Depan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun situasinya mungkin suram saat ini, kita tidak boleh kehilangan harapan akan masa depan yang lebih baik. Setiap doa yang kita panjatkan, setiap tindakan kebaikan yang kita lakukan, membawa kita lebih dekat kepada visi perdamaian yang menjadi impian banyak orang di seluruh dunia. Kita harus tetap optimis bahwa suatu hari nanti, perdamaian akan datang kepada Palestina dan Israel, dan kedua negara itu akan hidup berdampingan dalam keharmonisan dan saling menghormati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa untuk perdamaian di Palestina dan Israel adalah ekspresi dari harapan kita akan masa depan yang lebih baik. Dengan terus memperjuangkan perdamaian melalui doa, aksi, dan solidaritas, kita dapat membantu mewujudkan impian akan dunia yang lebih damai dan adil. Mari kita bersama-sama berdoa dan berusaha untuk mengakhiri penderitaan di Palestina dan Israel, sehingga kedua negara ini dapat hidup dalam perdamaian dan kemakmuran.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-21T00:00:00.000Z","doa-untuk-perdamaian-di-palestina-dan-israel","https://cdn.imavi.org/articles~3DJJWR5~ade0c653a61c549c068a7fb8d4d8a9d6.jpg",{"title":337,"originalUrl":338,"excerpt":37,"author":60,"content":339,"publishDate":340,"slug":341,"imageLink":342},"Menemukan Ketenangan dalam Berserah Sepenuhnya kepada Tuhan dan Sesama","https://my.imavi.org/articles/menemukan-ketenangan-berserah-sepenuhnya-kepada-tuhan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern yang penuh tekanan, mencari kedamaian dan ketenangan seringkali menjadi sebuah tantangan yang besar. Namun, ada kebijaksanaan dalam berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan sesama kita yang dapat membawa ketenangan yang mendalam ke dalam hidup kita. Artikel ini akan menjelajahi makna berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan sesama, serta bagaimana hal itu dapat membantu kita menemukan kedamaian sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Berserah Sepenuhnya kepada Tuhan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berserah sepenuhnya kepada Tuhan adalah sebuah tindakan kepercayaan yang mendalam. Ini bukan hanya tentang melepaskan kendali, tetapi juga tentang mempercayai bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk kita. Ketika kita berserah sepenuhnya kepada-Nya, kita melepaskan kekhawatiran, ketakutan, dan kecemasan kita, dan menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam Alkitab, banyak contoh tentang pentingnya berserah sepenuhnya kepada Tuhan. Salah satunya adalah ayat Filipi 4:6-7 yang mengingatkan kita untuk tidak cemas tentang apa pun, tetapi dengan syukur memohonkan segala permintaan kita kepada Tuhan. Janji Tuhan adalah bahwa damai yang melampaui segala akal akan menjaga hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Berserah Kepada Sesama:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain berserah kepada Tuhan, berserah kepada sesama juga merupakan bagian penting dari hidup yang penuh damai. Ini berarti memberikan dukungan, kasih sayang, dan kepedulian kepada orang-orang di sekitar kita yang mungkin sedang menderita atau membutuhkan bantuan. Dengan melayani sesama dengan penuh kasih, kita juga menerima kedamaian dalam diri kita sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus sering mengingatkan kita untuk tidak melupakan orang-orang yang menderita di sekitar kita. Ketika kita mengarahkan perhatian dan perhatian kita kepada mereka yang membutuhkan, kita tidak hanya membantu mereka menemukan kedamaian, tetapi juga membawa kedamaian bagi diri kita sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Tantangan dan Hambatan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan sesama memiliki banyak manfaat, tidak selalu mudah untuk melakukannya. Tantangan-tantangan seperti kecemasan, egoisme, atau ketidakpastian tentang masa depan dapat menghalangi kita untuk benar-benar berserah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Untuk mengatasi hambatan ini, penting untuk memperkuat iman kita dan membangun hubungan yang kuat dengan Tuhan melalui doa, meditasi, dan pembacaan Kitab Suci. Selain itu, membuka diri untuk melayani sesama dan mempraktekkan kasih sayang setiap hari dapat membantu kita melepaskan egoisme dan menemukan kedamaian dalam melayani orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membangun Ketenangan dan Harapan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita berhasil berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan sesama, kita akan menemukan kedamaian yang melebihi pemahaman manusia. Ketenangan itu tidak bergantung pada situasi eksternal atau kondisi hidup kita, tetapi didasarkan pada keyakinan bahwa Tuhan adalah sumber segala kekuatan dan harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kedamaian yang kita temukan dalam berserah sepenuhnya membawa harapan yang menginspirasi. Bahkan di tengah-tengah penderitaan dan kesulitan, kita dapat memelihara harapan karena kita tahu bahwa Tuhan adalah Allah yang setia dan berjanji untuk selalu bersama kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berserah sepenuhnya kepada Tuhan dan sesama adalah kunci untuk menemukan kedamaian yang mendalam dalam hidup kita. Ketika kita mempercayakan segala sesuatu kepada Tuhan dan melayani sesama dengan kasih, kita akan menemukan kedamaian sejati yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Mari bersama-sama memperdalam keyakinan kita, membuka hati kita untuk melayani sesama, dan menemukan kedamaian yang melebihi segala pengertian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-20T00:00:00.000Z","menemukan-ketenangan-berserah-sepenuhnya-kepada-tuhan","https://cdn.imavi.org/articles~67LAQ5y~addc11923aaf8acfc71d72f4ba35d8d1.jpg",{"title":344,"originalUrl":345,"excerpt":37,"author":60,"content":346,"publishDate":347,"slug":348,"imageLink":349},"Anak-Anak: Pengrajin Perdamaian di Dunia yang Terluka","https://my.imavi.org/articles/anak-anak-pengrajin-perdamaian-di-dunia-yang-terluka","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam tengah-tengah konflik dan ketegangan global yang melanda berbagai belahan dunia, suara-suara anak-anak sering kali terdengar sebagai harapan dan inspirasi untuk perdamaian. Paus Fransiskus baru-baru ini mengajak anak-anak untuk menjadi \"pengrajin perdamaian\" dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian dan kekerasan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di sebuah acara di Vatikan, Paus Fransiskus bertemu dengan murid-murid dan guru-guru dari Jaringan Nasional Italia dari Sekolah-sekolah Perdamaian. Dalam pertemuan tersebut, ia tidak hanya mendorong anak-anak untuk mendoakan rekan-rekan mereka di wilayah-wilayah yang terkena konflik seperti Ukraina dan Gaza, tetapi juga mengajak mereka untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan mereka sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Menjadi pengrajin perdamaian bukanlah tugas yang mudah, terutama di tengah-tengah lingkungan yang terpengaruh oleh konflik dan ketegangan. Namun demikian, anak-anak sering kali memiliki sikap yang jauh lebih murni dan tanpa prasangka daripada orang dewasa. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat kebaikan dalam setiap orang dan untuk memahami bahwa perdamaian bukanlah sekadar ketiadaan konflik, tetapi juga keberadaan keadilan, kesetaraan, dan saling pengertian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pendidikan perdamaian di sekolah-sekolah menjadi kunci penting dalam membentuk anak-anak menjadi pengrajin perdamaian. Dengan memahami pentingnya dialog, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan, anak-anak dapat belajar bagaimana cara mengatasi konflik dengan cara yang damai dan konstruktif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Melalui inisiatif seperti Jaringan Nasional Italia dari Sekolah-sekolah Perdamaian, anak-anak diberi kesempatan untuk belajar dan berpartisipasi dalam upaya perdamaian di lingkungan mereka sendiri. Dengan didukung oleh guru-guru yang peduli dan berkomitmen, mereka dapat membentuk keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menjadi agen perdamaian yang efektif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai masyarakat global, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan memberdayakan anak-anak sebagai pengrajin perdamaian. Dengan memberikan mereka pendidikan, dukungan, dan kesempatan untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian, kita dapat menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis bagi generasi mendatang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan kata lain, setiap anak memiliki potensi untuk menjadi pengrajin perdamaian dalam dunia yang terluka ini. Melalui pendidikan, dukungan, dan inspirasi, mereka dapat membawa perubahan positif dan menginspirasi perdamaian di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-19T00:00:00.000Z","anak-anak-pengrajin-perdamaian-di-dunia-yang-terluka","https://cdn.imavi.org/articles~YCrSBTo~34b8f6912cd89230fc448fd318b0c3fc.jpg",{"title":351,"originalUrl":352,"excerpt":37,"author":60,"content":353,"publishDate":354,"slug":355,"imageLink":356},"Harapan yang Ditawarkan oleh Injil: Sumber Cahaya dan Kepercayaan","https://my.imavi.org/articles/harapan-yang-ditawarkan-injil-sumber-cahaya-dan-kepercayaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Injil Kristus tidak hanya merupakan kumpulan kisah-kisah rohani atau ajaran moral, tetapi juga merupakan sumber utama harapan bagi umat manusia. Harapan ini bukanlah sekadar harapan manusiawi yang didasarkan pada perhitungan duniawi, melainkan harapan yang muncul dari janji Allah yang setia dan kuasa penyelamatan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salah satu aspek penting dari harapan yang ditawarkan oleh Injil adalah perbedaannya dengan ilusi dunia yang seringkali hanya didasarkan pada kepentingan manusia. Injil memperkenalkan harapan yang melebihi batas-batas manusia, mengarahkan pandangan kita kepada realitas yang lebih besar dan kebenaran yang lebih tinggi. Harapan ini membebaskan kita dari belenggu kekhawatiran dan keputusasaan, dan mengarahkan kita kepada kehidupan yang penuh makna dan tujuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kaitannya dengan kehidupan religius, harapan yang ditawarkan oleh Injil menjadi landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Para biarawati dan biarawan, sebagai pembawa Injil, dipanggil untuk menjadi saksi-saksi harapan bagi dunia ini. Mereka diajak untuk menemukan cahaya dalam setiap situasi, bahkan dalam kesulitan terbesar sekalipun, karena mereka percaya bahwa Allah senantiasa menyertai mereka dan bahwa segala sesuatu akan bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perjalanan mereka menuju kesempurnaan, para religius dituntut untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan mempercayakan nasib mereka kepada-Nya. Hal ini bukanlah tanda kelemahan, tetapi merupakan ekspresi dari kepercayaan yang dalam bahwa Allah selalu mengarahkan langkah-langkah mereka menuju kebaikan yang sejati. Dengan membiarkan diri mereka terbuka terhadap kehendak Allah, para religius memungkinkan Injil untuk menyinari hidup mereka dan memberikan arah yang benar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, dalam pesannya kepada para religius, seringkali menekankan pentingnya harapan yang didasarkan pada Injil. Beliau mendorong mereka untuk tidak terjebak dalam keputusasaan atau kecemasan, tetapi untuk selalu mengandalkan kekuatan penyertaan Allah dan janji-janji-Nya yang tidak pernah berubah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pandangan Gereja, Injil bukanlah sekadar doktrin atau filsafat, tetapi merupakan sumber kehidupan dan harapan bagi umat manusia. Dengan memahami dan meresapi ajaran-ajaran Injil, kita dapat menemukan arti sejati hidup dan mengalami kebebasan yang sejati dalam Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita terus menghidupkan harapan yang ditawarkan oleh Injil dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan memperkuat iman dan mengandalkan kuasa Allah, kita dapat menghadapi segala tantangan dengan penuh keyakinan dan keberanian. Dan dengan menjadi saksi-saksi harapan bagi sesama, kita dapat berbagi cahaya Injil kepada dunia yang kelam ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-18T00:00:00.000Z","harapan-yang-ditawarkan-injil-sumber-cahaya-dan-kepercayaan","https://cdn.imavi.org/articles~zowRbcH~049fb9541eb9d2c5d85ab7f628993e1f.jpg",{"title":358,"originalUrl":359,"excerpt":37,"author":60,"content":360,"publishDate":361,"slug":362,"imageLink":363},"Kesederhanaan: Kunci Menuju Kebahagiaan yang Sejati","https://my.imavi.org/articles/kesederhanaan-kunci-menuju-kebahagiaan-yang-sejati","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh dengan godaan, konsep kesederhanaan sering kali terabaikan. Namun, Paus Fransiskus menekankan bahwa kesederhanaan sebenarnya adalah kunci menuju kebahagiaan yang sejati. Dalam pidato pada Audiensi Umumnya, beliau menyatakan bahwa kesederhanaan tidak akan merampas sukacita kita, tetapi sebaliknya, akan mengisi kita dengan kebahagiaan yang lebih mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kesederhanaan, menurut Paus Fransiskus, bukanlah tentang menolak kenikmatan hidup, tetapi tentang memoderasi hubungan kita dengan kesenangan. Ini mencakup kemampuan untuk menguasai diri sendiri, mengendalikan dorongan-dorongan yang memberontak, dan menemukan keseimbangan dalam penggunaan barang-barang duniawi. Paus menjelaskan bahwa kesederhanaan membawa kita untuk menikmati setiap momen hidup dengan penuh arti dan sukacita, seperti menikmati seteguk anggur yang baik daripada meminumnya sekaligus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus juga menyoroti bahwa kesederhanaan membantu kita untuk mengendalikan emosi dan berbicara dengan bijaksana. Orang yang kesederhanaan tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam, dan mereka memahami pentingnya mengungkapkan diri dengan cara yang tepat. Dengan demikian, kesederhanaan tidak hanya membantu kita menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain, tetapi juga membantu kita mengelola konflik dan ketegangan dengan lebih efektif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, Paus Fransiskus menekankan bahwa kesederhanaan memungkinkan kita untuk mengelola ekstrem dengan anggun. Orang yang kesederhanaan dapat menyatukan prinsip-prinsip mutlak dengan pemahaman dan empati terhadap orang lain. Mereka tidak terjerat dalam budaya konsumtif yang mendorong kelebihan, tetapi menggabungkan kesederhanaan dengan nilai-nilai Injil seperti kekecilan, kehati-hatian, dan kelembutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menegaskan bahwa kesederhanaan tidak membuat kita kehilangan sukacita hidup, tetapi sebaliknya, membantu kita menikmati kebaikan hidup dengan lebih baik. Dengan mempraktikkan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat merasakan kebahagiaan yang lebih dalam dan berkelanjutan, yang tidak tergantung pada keadaan atau materi. Oleh karena itu, mari kita adopsi kesederhanaan sebagai gaya hidup, dan biarkan kebahagiaan sejati memenuhi hati kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-17T00:00:00.000Z","kesederhanaan-kunci-menuju-kebahagiaan-yang-sejati","https://cdn.imavi.org/articles~yLz6Lqc~cq5dam.thumbnail.cropped.250.141 (1).jpeg",{"title":365,"originalUrl":366,"excerpt":37,"author":60,"content":367,"publishDate":368,"slug":369,"imageLink":370},"Indonesia: Menjadi Model Hidup Berdampingan Secara Damai di Tengah Keanekaragaman Agama","https://my.imavi.org/articles/indonesia-hidup-damai-di-tengah-keanekaragaman-agama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan keanekaragaman budaya dan agama, telah lama diakui sebagai contoh harmoni antar-agama. Dalam sebuah dunia yang sering kali terbagi oleh konflik agama, Indonesia menonjol sebagai teladan tentang bagaimana berbagai kepercayaan dapat hidup berdampingan secara damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu poin utama dari keberhasilan Indonesia dalam mempromosikan toleransi agama adalah semangat Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti \"Berbeda-beda tapi tetap satu.\" Ini bukan hanya sekadar moto nasional, tetapi juga menjadi pijakan bagi kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia menghargai perbedaan agama sebagai bagian yang tak terpisahkan dari identitas mereka, dan mereka belajar untuk saling menghormati dan bekerja sama meskipun perbedaan keyakinan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai contoh konkret, perayaan agama yang berbeda sering kali disambut dengan antusias oleh seluruh masyarakat. Lebaran, perayaan Islam yang penting, menjadi momen di mana Muslim dan non-Muslim bersatu dalam semangat saling menghormati dan berbagi sukacita. Begitu pula dengan Natal, di mana kedamaian dan persaudaraan dirayakan oleh orang-orang dari berbagai latar belakang keagamaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Tidak hanya dalam perayaan agama, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, orang Indonesia menunjukkan sikap toleransi dan kerukunan. Dalam banyak komunitas, masjid, gereja, dan kuil berdiri berdampingan, mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi yang telah tertanam dalam budaya Indonesia selama berabad-abad.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, bukan berarti Indonesia bebas dari tantangan dalam hal toleransi agama. Tidak jarang terjadi insiden yang memicu ketegangan antar-agama, terutama di tengah isu-isu politik dan ekonomi yang sensitif. Namun, respons dari pemerintah dan masyarakat sipil sering kali menunjukkan komitmen untuk menyelesaikan konflik secara damai dan memperkuat persatuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Secara keseluruhan, Indonesia terus menjadi model bagi dunia tentang bagaimana beragam agama dapat hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat saling menghormati dan kerjasama lintas-agama, Indonesia membuktikan bahwa perdamaian dan kerukunan adalah mungkin di tengah keanekaragaman agama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-16T00:00:00.000Z","indonesia-hidup-damai-di-tengah-keanekaragaman-agama","https://cdn.imavi.org/articles~4pFMBmQ~b41ff95f7d7d9d6413fd27fbeed22737.jpg",{"title":372,"originalUrl":373,"excerpt":37,"author":60,"content":374,"publishDate":375,"slug":376,"imageLink":377},"Memperkuat Peran Wanita Katolik dalam Gereja: Membangun Kesatuan dan Kesaksian Iman","https://my.imavi.org/articles/memperkuat-peran-wanita-katolik-dalam-gereja","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam Gereja Katolik, peran wanita telah menjadi pusat perhatian yang semakin mendalam dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan merangsang partisipasi yang berarti. Dengan mendorong percakapan yang berarti dan mendalam tentang peran wanita dalam kehidupan Gereja, kita dapat memperkuat kesatuan dan kesaksian iman dalam komunitas Katolik global.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\"Percakapan Dalam Roh\" adalah salah satu inisiatif yang membangun jalan bagi wanita Katolik untuk merasa didengar, dihargai, dan diberdayakan dalam Gereja mereka. Melalui platform ini, wanita Katolik dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa dapat berkumpul untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan aspirasi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pentingnya mendengarkan suara wanita dalam konteks Gereja tidak bisa diabaikan. Wanita memiliki pengalaman dan wawasan yang unik, dan partisipasi mereka dalam proses pengambilan keputusan dapat memberikan perspektif yang berharga dan memperkaya keragaman dalam Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan memberdayakan wanita Katolik untuk berperan aktif dalam kehidupan Gereja, kita memperkuat fondasi kesatuan dan kesaksian iman. Wanita adalah pilar-pilar yang kuat dalam komunitas Katolik, dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan berkontribusi akan membantu memperkuat inti iman kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam masyarakat yang terus berubah, Gereja harus tetap responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi wanita Katolik. Ini melibatkan menciptakan ruang untuk dialog terbuka, mendengarkan dengan empati, dan memberikan kesempatan yang adil untuk partisipasi dalam semua aspek kehidupan Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika wanita Katolik merasa didengar, dihargai, dan diberdayakan dalam Gereja mereka, kita menciptakan fondasi yang kokoh untuk kesatuan yang lebih dalam dan kesaksian iman yang lebih kuat dalam komunitas Katolik global. Dengan terus membangun jalan bagi partisipasi yang inklusif, kita berinvestasi dalam masa depan Gereja yang dinamis dan berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-15T00:00:00.000Z","memperkuat-peran-wanita-katolik-dalam-gereja","https://cdn.imavi.org/articles~6fLw4gZ~cq5dam.thumbnail.cropped.250.141.jpeg",{"title":379,"originalUrl":380,"excerpt":37,"author":60,"content":381,"publishDate":382,"slug":383,"imageLink":384},"Doa untuk Perdamaian: Membayangkan Dunia Tanpa Kekerasan dan Perang","https://my.imavi.org/articles/membayangkan-dunia-tanpa-kekerasan-dan-perang","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dunia kita saat ini penuh dengan penderitaan, konflik, dan kekerasan. Dari pertempuran di medan perang hingga serangan teroris di kota-kota besar, manusia sering kali menjadi korban dari kekerasan yang tak terbayangkan. Namun, di tengah-tengah semua ini, ada harapan untuk perubahan. Doa untuk perdamaian bukanlah sekadar impian kosong, tetapi panggilan untuk tindakan kolektif yang dapat membawa perubahan yang nyata dalam dunia kita yang dilanda konflik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pertama-tama, doa untuk perdamaian adalah ungkapan dari kerinduan hati manusia untuk hidup dalam harmoni dan keselamatan. Ketika kita menyaksikan penderitaan dan kekerasan di berita atau bahkan di lingkungan sekitar kita, hati kita merasa terpanggil untuk mengubah situasi tersebut. Doa adalah cara untuk menyampaikan keinginan kita kepada Tuhan untuk mengakhiri semua bentuk kekerasan dan membawa perdamaian yang abadi kepada umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, doa untuk perdamaian tidak boleh hanya menjadi ritual kosong. Hal ini juga harus diiringi dengan tindakan nyata untuk memperjuangkan perdamaian. Misalnya, kita dapat berpartisipasi dalam kampanye perdamaian, menyumbang untuk organisasi kemanusiaan, atau bahkan terlibat dalam dialog antaragama untuk mempromosikan pengertian dan toleransi. Doa harus menjadi pendorong bagi kita untuk bertindak secara positif demi menciptakan dunia yang lebih damai bagi generasi mendatang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, doa untuk perdamaian juga mencakup visi tentang apa yang bisa terjadi jika dunia kita benar-benar bebas dari kekerasan dan perang. Bayangkan dunia di mana tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban perang, tidak ada lagi orang yang menjadi pengungsi karena konflik, dan tidak ada lagi ketakutan akan serangan teroris. Doa membantu kita memvisualisasikan masa depan yang lebih baik dan memberikan motivasi untuk terus berjuang untuk mewujudkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, untuk mewujudkan visi tersebut, kita semua harus berpartisipasi aktif dalam upaya untuk membangun perdamaian. Ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan tekad yang kuat dan kerja keras bersama, kita dapat membuat perbedaan yang nyata. Doa adalah langkah pertama yang penting dalam perjalanan menuju perdamaian yang lebih baik. Mari kita bersama-sama berdoa agar tidak ada lagi perang, tidak ada lagi serangan, dan tidak ada lagi kekerasan di dunia kita yang indah ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-14T00:00:00.000Z","membayangkan-dunia-tanpa-kekerasan-dan-perang","https://cdn.imavi.org/articles~sjDuTLN~a7079ee994971712a29f4778d5f44322.jpg",{"title":386,"originalUrl":387,"excerpt":37,"author":60,"content":388,"publishDate":389,"slug":390,"imageLink":391},"Memperhatikan Masa Lalu: Fondasi Membangun Masa Depan yang Kuat","https://my.imavi.org/articles/memperhatikan-masa-lalu-fondasi-membangun-masa-depan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Masa lalu adalah cermin dari perjalanan kita yang telah membentuk siapa kita saat ini. Meskipun kita sering diberitahu untuk fokus pada masa depan, penting bagi kita untuk tidak mengabaikan pelajaran yang dapat kita ambil dari pengalaman masa lalu kita. Dalam membangun masa depan yang kuat dan berkelanjutan, kita harus memperhatikan masa lalu dengan penuh penghargaan dan belajar darinya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu alasan utama mengapa memperhatikan masa lalu penting adalah karena itu memberikan wawasan yang berharga tentang kesalahan dan keberhasilan yang telah kita alami. Dengan memahami apa yang telah berhasil dan gagal di masa lalu, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana untuk masa depan. Seperti pepatah yang mengatakan, \"Mereka yang lupa sejarahnya condong mengulanginya.\" Dengan mempelajari pengalaman masa lalu, kita dapat menghindari kesalahan yang sama dan memanfaatkan peluang yang telah terbukti efektif sebelumnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, memperhatikan masa lalu juga membantu kita untuk memahami identitas dan nilai-nilai kita yang mendasari. Kita dapat melacak akar budaya, tradisi, dan keyakinan yang membentuk kita sebagai individu dan komunitas kita. Dengan menghormati warisan masa lalu, kita dapat membangun masa depan yang lebih autentik dan berarti. Kita dapat mengintegrasikan nilai-nilai yang kita yakini dalam segala aspek kehidupan kita, termasuk dalam hubungan, pekerjaan, dan kontribusi sosial kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selanjutnya, memperhatikan masa lalu memungkinkan kita untuk menghargai perjalanan dan pencapaian yang telah kita capai. Terlalu sering, kita terjebak dalam kegelisahan tentang apa yang belum kita capai, sehingga kita lupa untuk bersyukur atas kemajuan dan prestasi yang telah kita raih. Dengan mengingat kembali momen-momen keberhasilan dan pertumbuhan dari masa lalu, kita dapat mengisi diri dengan kepercayaan diri dan motivasi untuk terus maju.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, meskipun memperhatikan masa lalu penting, kita juga harus menghindari terjebak dalam nostalgia yang berlebihan atau terlalu terikat pada kenangan masa lalu. Sementara kita menghormati dan menghargai masa lalu, kita juga harus fleksibel dan terbuka terhadap perubahan yang diperlukan untuk berkembang dan beradaptasi dengan kondisi yang berubah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulannya, memperhatikan masa lalu adalah kunci untuk membangun masa depan yang kokoh dan berkelanjutan. Dengan belajar dari pengalaman masa lalu, kita dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana, menghormati identitas dan nilai-nilai kita, serta menghargai perjalanan dan pencapaian yang telah kita raih. Dengan demikian, mari kita hadapi masa depan dengan rasa hormat dan penghargaan terhadap warisan masa lalu kita, sambil tetap terbuka terhadap potensi dan kemungkinan baru yang menanti di depan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-13T00:00:00.000Z","memperhatikan-masa-lalu-fondasi-membangun-masa-depan","https://cdn.imavi.org/articles~4Y3qsxX~d58e3fecf2daf212ddaa819565a259aa.jpg",{"title":393,"originalUrl":394,"excerpt":37,"author":60,"content":395,"publishDate":396,"slug":397,"imageLink":398},"Peran Penting Doa dalam Pekerjaan: Mengapa Kita Tidak Boleh Mengabaikannya","https://my.imavi.org/articles/peran-penting-doa-dalam-pekerjaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adalah pijakan spiritual yang menguatkan dan memberikan arah dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk dalam pekerjaan kita sehari-hari. Sayangnya, dalam kehidupan yang sibuk dan penuh tekanan, seringkali kita cenderung mengabaikan waktu untuk berdoa. Namun, penting untuk diingat bahwa doa bukanlah sesuatu yang harus diabaikan dalam pekerjaan kita, melainkan merupakan elemen penting yang membawa dampak yang signifikan dalam produktivitas dan kesejahteraan kita secara keseluruhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu alasan utama mengapa kita tidak boleh mengabaikan doa dalam pekerjaan adalah karena doa memungkinkan kita untuk terhubung dengan Tuhan dan mencari petunjuk-Nya dalam setiap langkah yang kita ambil. Ketika kita menghadapi tantangan atau keputusan sulit dalam pekerjaan, doa adalah cara untuk meminta bimbingan dan kekuatan dari Tuhan. Dengan berdoa, kita membuka diri untuk menerima hikmat dan keberanian yang kita butuhkan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul di sepanjang jalan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, doa juga membantu kita untuk tetap bersyukur dan rendah hati dalam kesuksesan yang kita capai dalam pekerjaan. Terlalu sering, kesuksesan dapat membuat kita terlena dan merasa bahwa kita bisa mengatasi segalanya sendiri tanpa campur tangan Tuhan. Namun, dengan berdoa, kita mengakui bahwa setiap keberhasilan kita adalah karunia dari-Nya, dan kita tetap mengandalkan-Nya dalam segala hal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa juga memiliki kekuatan untuk memperkuat hubungan antara rekan kerja dan mempromosikan kolaborasi yang positif di tempat kerja. Ketika kita berdoa bersama sebagai tim, kita membangun ikatan yang lebih kuat satu sama lain dan menciptakan lingkungan kerja yang penuh kasih dan pengertian. Doa memungkinkan kita untuk saling mendukung dan menguatkan satu sama lain dalam tantangan dan perjuangan yang kita hadapi dalam pekerjaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Terakhir, doa membantu kita untuk menjaga keseimbangan antara hidup kerja dan kehidupan rohani kita. Dalam dunia yang serba cepat dan sibuk, mudah bagi pekerjaan kita untuk mengambil alih segalanya dan mengesampingkan kebutuhan spiritual kita. Namun, dengan mengintegrasikan doa ke dalam rutinitas harian kita, kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita adalah makhluk rohani yang juga membutuhkan perhatian dan perawatan rohani.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulannya, doa tidak boleh diabaikan dalam pekerjaan kita. Sebaliknya, itu harus menjadi inti dari segala sesuatu yang kita lakukan, membimbing, memberdayakan, dan menginspirasi kita dalam setiap langkah perjalanan kita dalam dunia kerja. Dengan menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan melalui doa, kita akan menemukan kedamaian, kebijaksanaan, dan kekuatan yang kita butuhkan untuk menghadapi segala sesuatu yang datang di sepanjang jalan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-12T00:00:00.000Z","peran-penting-doa-dalam-pekerjaan","https://cdn.imavi.org/articles~RFbs4yE~9c284ec5bf5a9a9310ab6f1fa03ed1c5.jpg",{"title":400,"originalUrl":401,"excerpt":37,"author":60,"content":402,"publishDate":403,"slug":404,"imageLink":405},"Menemukan Kebangkitan Melalui Hubungan dan Penderitaan: Mengizinkan Transformasi Rohani dalam Hidup Kita","https://my.imavi.org/articles/menemukan-kebangkitan-melalui-hubungan-dan-penderitaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam perjalanan hidup, kita sering dihadapkan pada cobaan dan penderitaan yang sulit. Namun, di tengah-tengah kesulitan ini, kita dapat menemukan makna yang mendalam dalam hidup kita melalui hubungan dengan orang lain dan pengalaman penderitaan yang Tuhan berikan kepada kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pengalaman hidup dalam hubungan dengan orang lain adalah bagian penting dari perjalanan spiritual kita. Melalui interaksi dengan sesama manusia, kita belajar tentang kasih, pengampunan, dan solidaritas. Namun, tidak jarang cobaan datang dalam bentuk konflik, kesalahpahaman, atau kehilangan yang menyakitkan. Saat kita diuji oleh hubungan yang sulit, kita memiliki kesempatan untuk tumbuh dalam kasih dan pengertian. Tuhan memanggil kita untuk tetap setia dalam kasih, bahkan di tengah-tengah kesulitan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Penderitaan juga merupakan bagian alami dari pengalaman manusiawi. Meskipun sulit untuk diterima, penderitaan memiliki potensi untuk mengubah kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih dewasa secara spiritual. Sebagaimana emas diuji dalam api, kita juga diuji melalui penderitaan. Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sendirian dalam penderitaan. Dia hadir bersama kita, memegang tangan kita dan memberikan kekuatan yang kita butuhkan untuk menghadapinya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Saat kita mengizinkan Tuhan untuk bekerja melalui penderitaan kita, saringan yang menyaring hidup kita menjadi kesempatan untuk pertumbuhan dan transformasi rohani. Ketika kita menerima penderitaan dengan penuh iman, kita mengalami kebangkitan yang sejati dalam Kristus. Penderitaan bukanlah akhir dari cerita kita, melainkan awal dari kehidupan baru yang lebih dalam dalam Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Oleh karena itu, mari kita terbuka terhadap pengalaman hidup dan penderitaan dengan hati yang penuh kepercayaan kepada Tuhan. Melalui hubungan dengan orang lain dan kesediaan untuk menanggung cobaan, kita dapat mengalami transformasi yang membawa kita lebih dekat kepada-Nya. Saat kita membiarkan Tuhan mengubah saringan penderitaan menjadi kesempatan untuk pertumbuhan rohani, kita akan menemukan keajaiban kebangkitan dalam hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-11T00:00:00.000Z","menemukan-kebangkitan-melalui-hubungan-dan-penderitaan","https://cdn.imavi.org/articles~6ww6fof~8aa561dfca0816f26004a8208862077b.jpg",{"title":407,"originalUrl":408,"excerpt":37,"author":60,"content":409,"publishDate":410,"slug":411,"imageLink":412},"Katabahan dan Kasih Karunia: Kunci untuk Menghadapi Tantangan Hidup Sehari-hari","https://my.imavi.org/articles/katabahan-dan-kasih-karunia-kunci-menghadapi-tantangan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam perjalanan hidup, kita sering dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan ketabahan untuk kita hadapi. Namun, ketabahan itu sendiri tidaklah cukup. Diperlukan juga bantuan dari kasih karunia untuk membantu kita melewati setiap hari dengan tegar dan penuh harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketabahan adalah kemampuan untuk tetap kuat dan bertahan dalam menghadapi kesulitan, rintangan, dan penderitaan. Ini adalah sifat yang sangat dihargai dalam setiap budaya dan agama. Namun, kadang-kadang, kita menemukan diri kita sendiri merasa lemah dan putus asa di hadapan cobaan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di sinilah kasih karunia datang untuk menyelamatkan. Kasih karunia adalah anugerah dari Tuhan yang memberikan kita kekuatan, penghiburan, dan keberanian untuk melanjutkan hidup, bahkan di tengah-tengah kesulitan terbesar. Ini adalah bentuk belas kasihan dan kebaikan ilahi yang tidak pernah habis, siap membantu kita setiap kali kita membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam ajaran agama Katolik, kasih karunia dipandang sebagai hadiah dari Roh Kudus yang menguatkan iman dan memberikan kekuatan untuk menghadapi ujian hidup. Dengan mengandalkan kasih karunia, kita dapat menemukan ketabahan dalam menghadapi segala hal, mulai dari kecil hingga besar, dari masalah sehari-hari hingga penderitaan yang mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus dalam berbagai kesempatan telah menekankan pentingnya kasih karunia dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam pengajaran dan ajarannya, beliau menyoroti bagaimana kasih karunia Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi kita dalam setiap situasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan demikian, ketabahan yang ditopang oleh kasih karunia bukanlah sekadar sebuah konsep, tetapi sebuah realitas yang bisa kita alami setiap hari. Dalam menghadapi tantangan hidup, mari kita berdoa agar kita semua diberkati dengan kasih karunia yang cukup untuk tetap tegar dan tabah, dan untuk terus maju dengan harapan yang tidak pernah pudar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-10T00:00:00.000Z","katabahan-dan-kasih-karunia-kunci-menghadapi-tantangan","https://cdn.imavi.org/articles~2F7eDp5~052384500_1706463920-lifestyle-people-emotions-casual-concept-romantic-tender-korean-beautiful-girl-close-eyes-smiling-keep-memory-heart-daydreaming-thinking-about-someone-touching-chest.jpg",{"title":414,"originalUrl":415,"excerpt":37,"author":60,"content":416,"publishDate":417,"slug":418,"imageLink":419},"Aborsi : Menggugat Konsep Hak Asasi Manusia","https://my.imavi.org/articles/aborsi-menggugat-konsep-hak-asasi-manusia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Debat tentang aborsi telah lama menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam masyarakat modern, memunculkan pertanyaan tentang hak asasi manusia yang mendasar. Bagi banyak orang, aborsi dianggap sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia yang paling mendasar: hak hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Aborsi, dalam semua bentuknya, melibatkan penghentian kehidupan yang sedang berkembang. Ini menciptakan konflik moral dan etika yang mendalam, karena hak hidup dipandang sebagai hak yang paling fundamental bagi setiap individu manusia. Ide bahwa aborsi bisa dianggap sebagai hak asasi manusia bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang mengakui pentingnya dan keutamaan kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita membahas hak asasi manusia, penting untuk diingat bahwa hak-hak tersebut tidak boleh bertentangan dengan hak-hak orang lain. Hak untuk hidup adalah prasyarat bagi semua hak asasi manusia lainnya. Oleh karena itu, gagasan bahwa aborsi adalah hak asasi manusia menyiratkan penolakan terhadap hak hidup yang paling mendasar bagi individu yang belum lahir.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, mendefinisikan aborsi sebagai hak asasi manusia juga mengabaikan hak-hak individu yang belum lahir. Anak yang belum lahir adalah manusia yang hidup dan berhak untuk dilindungi. Memberikan status hak asasi manusia kepada aborsi berarti merampas hak-hak ini dari individu yang tidak dapat membela diri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk mempertahankan pandangan bahwa aborsi tidak akan pernah menjadi hak asasi manusia. Menciptakan fondasi moral dan etika yang kokoh untuk melindungi hak hidup semua individu, terutama yang paling rentan dan tak berdaya, adalah kunci untuk membangun masyarakat yang beradab dan beradil.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-09T00:00:00.000Z","aborsi-menggugat-konsep-hak-asasi-manusia","https://cdn.imavi.org/articles~uzwcNqf~Ilustrasi.webp",{"title":421,"originalUrl":422,"excerpt":37,"author":60,"content":423,"publishDate":424,"slug":425,"imageLink":426},"Seni Keputusan : Berhati-hati dalam Tindakan","https://my.imavi.org/articles/seni-keputusan-berhati-hati-dalam-tindakan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika dihadapkan dengan keputusan penting, sering kali kita merasa terdorong untuk segera bertindak. Namun, kebijaksanaan yang lebih besar terletak pada kemampuan untuk menahan diri dari tergesa-gesa dan mengambil waktu untuk mempertimbangkan semua faktor dengan hati-hati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus baru-baru ini memberikan contoh nyata dari pentingnya pendekatan ini. Dalam menghadapi penunjukan Vikar Kardinal baru untuk Keuskupan Roma, beliau memilih untuk tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, tetapi dengan hati-hati mempertimbangkan semua aspek yang terlibat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Tindakan ini menunjukkan bahwa keputusan yang diambil dengan cermat dan teliti cenderung menghasilkan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, ini berarti mengambil waktu untuk mengevaluasi pilihan kita, mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin timbul, dan mencari masukan dari berbagai sumber sebelum bertindak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika kita memilih untuk memperlambat langkah kita dan mengikuti proses pertimbangan yang hati-hati, kita memberi diri kita sendiri kesempatan untuk membuat keputusan yang lebih baik yang lebih konsisten dengan nilai-nilai dan tujuan kita. Ini adalah seni dari kebijaksanaan yang mendasari setiap tindakan kita, memastikan bahwa kita bertindak dengan integritas dan kehati-hatian yang diperlukan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-08T00:00:00.000Z","seni-keputusan-berhati-hati-dalam-tindakan","https://cdn.imavi.org/articles~ByH6BQx~Vincent_Willem_van_Gogh_022.jpg",{"title":428,"originalUrl":429,"excerpt":37,"author":60,"content":430,"publishDate":431,"slug":432,"imageLink":433},"Percayalah kepada Kristus yang Telah Bangkit: Kunci Kebahagiaan dan Harapan","https://my.imavi.org/articles/percayalah-kepada-kristus-yang-telah-bangkit","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Percaya kepada kebangkitan Yesus Kristus adalah dasar iman bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Kebangkitan-Nya bukan hanya peristiwa bersejarah, tetapi juga merupakan inti dari ajaran Kristiani yang memberikan harapan, kekuatan, dan kebahagiaan kepada orang percaya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya percaya kepada Kristus yang telah bangkit dalam kehidupan kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kebangkitan Kristus: Asal Harapan dan Kebahagiaan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Bagi umat Kristiani, kebangkitan Kristus adalah tonggak utama yang menandai kemenangan-Nya atas kematian dan dosa. Ini adalah bukti nyata bahwa cinta dan kuasa Allah melebihi segala-galanya, bahkan atas kematian itu sendiri. Melalui kebangkitan-Nya, Kristus membuka jalan bagi kita untuk hidup dalam kebahagiaan dan harapan yang abadi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menguatkan Iman dan Menyuburkan Doa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Percaya kepada Kristus yang telah bangkit memperkuat iman kita dan memberi makna pada doa kita. Ketika kita percaya bahwa Kristus telah mengalahkan kematian dan hidup kembali, itu memberi kita keyakinan bahwa Dia adalah sumber kekuatan dan pertolongan dalam setiap situasi kehidupan. Doa kita menjadi lebih berarti karena kita tahu bahwa Dia mendengarkan dan menjawab doa-doa kita dengan penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengalami Transformasi Hidup\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Percaya kepada Kristus yang telah bangkit membawa transformasi dalam hidup kita. Ketika kita mengalami kehadiran-Nya melalui iman, doa, dan persekutuan dengan sesama percaya, hati dan pikiran kita menjadi diperbarui. Kita menjadi lebih mampu menghadapi cobaan, mengatasi rasa takut, dan hidup dengan penuh kasih dan pengampunan, sesuai dengan contoh yang Dia berikan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menyebarkan Kegembiraan Paskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagaimana Paus Francis sering mengingatkan, percaya kepada Kristus yang telah bangkit juga mengundang kita untuk menyebarkan kegembiraan Paskah kepada orang lain. Dalam mengumumkan kabar baik tentang kebangkitan-Nya, kita menjadi saksi-Nya di dunia ini dan berbagi harapan serta kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Percayalah kepada Kristus yang telah bangkit adalah panggilan dan tantangan bagi setiap orang percaya. Ini bukan hanya tentang mempercayai fakta sejarah, tetapi tentang membangun hubungan hidup yang penuh dengan Dia. Melalui iman yang teguh dalam kebangkitan-Nya, kita menemukan kebahagiaan sejati, harapan yang tak tergoyahkan, dan panggilan untuk menyebarkan cahaya-Nya kepada dunia yang kelam. Semoga iman kita semakin diperkuat dan kehidupan kita menjadi saksi yang hidup atas kebangkitan Kristus yang mulia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/p>","2024-04-07T00:00:00.000Z","percayalah-kepada-kristus-yang-telah-bangkit","https://cdn.imavi.org/articles~ZRe6bm3~0f53ee9e262f8fab0ef34388ed2a92d1.jpg",{"title":435,"originalUrl":436,"excerpt":37,"author":60,"content":437,"publishDate":438,"slug":439,"imageLink":440},"Jangan Malu untuk Menangis: Merasa Tersentuh oleh Mereka yang Menderita","https://my.imavi.org/articles/merasa-tersentuh-oleh-mereka-yang-menderita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menangis adalah sebuah ekspresi alami dari perasaan kita yang paling mendalam. Kadang-kadang, itu adalah cara terbaik bagi kita untuk melepaskan beban emosional yang terlalu berat untuk ditanggung sendiri. Namun, terkadang kita menahan diri untuk menangis di depan orang lain, merasa bahwa menunjukkan kerentanan seperti itu adalah sesuatu yang memalukan atau lemah. Namun, Paus Fransiskus telah memberikan pesan yang kuat: jangan malu untuk menangis, terutama ketika kita merasa tersentuh oleh penderitaan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada suatu kesempatan, Paus Fransiskus merenungkan tentang lukisan Bunda Maria yang menangis di rumah keluarga Iannuso pada tahun 1953. Lukisan tersebut dianggap sebagai simbol dari pandangan belas kasih Bunda Maria terhadap penderitaan anak-anak-Nya. Air mata itu, katanya, bukanlah tanda lemah, tetapi adalah gambaran dari belas kasihan Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pesan ini mengingatkan kita bahwa menangis bukanlah sesuatu yang memalukan, tetapi merupakan reaksi yang alami dan manusiawi terhadap penderitaan dan kesengsaraan di dunia ini. Ketika kita merasa tergerak oleh penderitaan orang lain, itu adalah tanda dari kepekaan dan empati kita sebagai manusia. Itu menunjukkan bahwa kita peduli dan bahwa kita memiliki hati yang terbuka untuk merasakan penderitaan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Mengingat kata-kata Paus Fransiskus, mari kita belajar untuk menghargai kekuatan dalam kerentanan. Mari kita belajar untuk tidak malu untuk menangis, tetapi malah membiarkan tangisan kita menjadi aliran belas kasih yang mengalir ke dalam dunia ini. Melalui tangisan kita, kita dapat memberikan dukungan dan penghiburan kepada mereka yang menderita, dan membantu membangun dunia yang lebih berempati dan peduli.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Jadi, janganlah merasa malu untuk menangis. Biarkanlah hatimu terbuka untuk merasakan penderitaan orang lain, dan biarkanlah tangisanmu menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-06T00:00:00.000Z","merasa-tersentuh-oleh-mereka-yang-menderita","https://cdn.imavi.org/articles~4QFsY34~610dfe789b7e11f084c074c079003c42.jpg",{"title":442,"originalUrl":443,"excerpt":37,"author":60,"content":444,"publishDate":445,"slug":446,"imageLink":447},"\"Dalam Persekutuan Cinta Gereja: Penemuan Diri dalam Kasih Ilahi dan Persaudaraan\"","https://my.imavi.org/articles/penemuan-diri-dalam-kasih-ilahi-dan-persaudaraan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pengalaman kehidupan Gereja, setiap individu menemukan kembali esensi dirinya. Sebagai anak yang dicintai, diberkati, dan diperdamaikan oleh Sang Pencipta, kita dipanggil untuk menyebarkan kesaksian tentang rahmat Ilahi dan membangun persaudaraan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Gereja, sebagai persekutuan cinta yang dimaksudkan untuk memperkokoh hubungan antara manusia dengan Allah dan sesama, merupakan tempat di mana kita menemukan identitas kita yang sejati. Ini adalah tempat di mana kita merenungkan cinta dan belas kasih yang diberikan oleh Sang Pencipta kepada setiap individu.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kesadaran akan cinta Ilahi yang mendalam ini, kita memahami bahwa tugas kita bukan hanya untuk menerima kasih yang tak terhingga, tetapi juga untuk menyebarkan berkat ini kepada orang lain. Dengan demikian, kita menjadi saksi tentang keajaiban rahmat yang terus mengalir, menerangi jalan bagi mereka yang mencari kebenaran.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, kesadaran akan panggilan ini juga membawa tanggung jawab besar. Setiap orang dalam Gereja dipanggil untuk menjadi pembangun persaudaraan. Ini berarti kita harus menghargai kesamaan dan menghormati perbedaan di antara kita, menciptakan lingkungan yang mendorong pertumbuhan rohani dan kemanusiaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai pengrajin persaudaraan, kita berpartisipasi dalam upaya untuk menciptakan dunia yang lebih baik, di mana cinta dan perdamaian mendominasi. Ini adalah panggilan suci yang diperlakukan dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perjalanan ini, kita tidak pernah sendirian. Persekutuan Gereja adalah tempat di mana kita menemukan dukungan, dorongan, dan kasih sayang dari sesama umat. Bersama-sama, kita berbagi visi akan sebuah dunia di mana semua orang diterima, dihormati, dan dicintai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai anak-anak cinta Ilahi, kita dipanggil untuk menjadi pelopor transformasi yang membawa kebaikan dan harapan kepada dunia yang penuh dengan penderitaan dan ketidakadilan. Melalui persekutuan Gereja, kita menemukan kekuatan untuk melangkah maju, menyebarkan cahaya kasih Tuhan kepada semua orang yang kita jumpai dalam perjalanan hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-05T00:00:00.000Z","penemuan-diri-dalam-kasih-ilahi-dan-persaudaraan","https://cdn.imavi.org/articles~2PWmtWm~d57d8bd5c02d6cdbbc0fceaf56fb9440.jpg",{"title":449,"originalUrl":450,"excerpt":37,"author":60,"content":451,"publishDate":452,"slug":453,"imageLink":454},"Setiap Panggilan Lahir dari Cinta Kasih: Pesan Paus Fransiskus untuk Para Pembela Gereja","https://my.imavi.org/articles/setiap-panggilan-lahir-dari-cinta-kasih-pesan-paus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam sebuah pengajaran yang berkesan, Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, menggarisbawahi makna mendalam dari panggilan spiritual dan pelayanan rohani. Dengan tegas, beliau menyatakan bahwa setiap panggilan, apapun bentuknya, tumbuh dan berkembang dari inti yang paling murni: cinta kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus mengarahkan pesannya kepada semua orang yang menjalani panggilan, khususnya para imam dan pembela gereja. Beliau menekankan bahwa panggilan-panggilan ini tidak muncul secara sembarang, melainkan disertai oleh cinta yang mendalam dari Sang Pencipta. Dengan tegas, beliau menegaskan bahwa panggilan apapun, baik itu menjadi seorang imam, biarawan, biarawati, atau bahkan kehidupan berkeluarga, lahir dari kasih yang ilahi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Para pembela gereja, menurut Paus Fransiskus, adalah \"tangan-tangan terpanjang\" dari kasih yang Tuhan berikan kepada dunia. Dalam pelayanan mereka, mereka menunjukkan kasih Allah kepada orang lain melalui perbuatan-perbuatan konkret. Hal ini mencakup kesediaan untuk melayani, mendengarkan, mengasihi, dan berkorban demi kepentingan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus menekankan bahwa penting bagi setiap orang yang merespons panggilan untuk menyadari kehadiran cinta kasih di dalamnya. Cinta kasih adalah kekuatan yang menggerakkan, memimpin, dan memperkuat panggilan tersebut. Oleh karena itu, menjalani panggilan dengan cinta kasih yang sejati adalah kunci untuk memahami dan mengalami panggilan tersebut sepenuhnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam dunia yang seringkali dipenuhi dengan kekhawatiran dan kebingungan, pesan Paus Fransiskus ini menjadi cahaya harapan bagi banyak orang yang merasa terpanggil untuk melayani dan memberikan diri mereka untuk orang lain. Panggilan-panggilan tersebut tidak hanya merupakan tanggung jawab, tetapi juga merupakan kesempatan yang luar biasa untuk merasakan kehadiran Allah dan menyebarkan cinta-Nya kepada dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, dalam setiap langkah kita, baik itu dalam panggilan kita masing-masing maupun dalam pelayanan kita kepada sesama, mari kita membiarkan cinta kasih Allah menjadi panduan utama kita. Sebab, sesungguhnya, setiap panggilan lahir dari cinta kasih-Nya yang tak terbatas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-04T00:00:00.000Z","setiap-panggilan-lahir-dari-cinta-kasih-pesan-paus","https://cdn.imavi.org/articles~yAB9C9y~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281 (1).jpeg",{"title":456,"originalUrl":457,"excerpt":37,"author":60,"content":458,"publishDate":459,"slug":460,"imageLink":461},"Kejujuran, Kesederhanaan dan Kebenaran: Membongkar Topeng Kehidupan","https://my.imavi.org/articles/kejujuran-kebenaran-membongkar-topeng-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ada pepatah yang menyatakan bahwa \"Orang yang benar itu jujur, sederhana, dan lugas,\" dan \"tidak memakai topeng.\" Pernyataan ini merangkum esensi dari karakter sejati yang menghargai kejujuran dan kesederhanaan dalam setiap interaksi dan tindakan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam dunia yang seringkali dipenuhi dengan kepalsuan dan ketidakjujuran, nilai-nilai seperti kejujuran, kesederhanaan, dan ketulusan seringkali dianggap sebagai berlian yang langka. Namun, ketika seseorang mempraktikkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari, dampaknya dapat sangat signifikan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kejujuran adalah pondasi dari hubungan yang sehat dan harmonis. Ketika seseorang berbicara dengan jujur, tanpa menyembunyikan atau memanipulasi fakta, ia menciptakan dasar kepercayaan yang kokoh dengan orang lain. Ini membuka jalan bagi komunikasi yang lebih terbuka dan mendalam, yang pada gilirannya memperkuat ikatan antar individu.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kesederhanaan adalah nilai tambahan yang memperkuat karakter sejati. Ketika seseorang hidup dengan sederhana, tanpa kesombongan atau keinginan untuk memamerkan status atau kekayaan, ia menunjukkan ketulusan dalam nilai-nilai yang lebih penting daripada materi. Kesederhanaan mencerminkan kedalaman hati yang memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada barang-barang material, tetapi dalam kepuasan batin dan hubungan yang berarti.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika seseorang \"tidak memakai topeng,\" ia menolak untuk hitam atau putih, dan menunjukkan dirinya apa adanya. Ini adalah sikap yang langka di dunia yang sering dipenuhi dengan ketidakjujuran dan kepalsuan. Dengan tidak menyembunyikan diri di balik topeng atau kepalsuan, seseorang memberikan dirinya dalam keadaan yang paling murni dan jujur, sehingga memungkinkan orang lain untuk berinteraksi dengan dirinya dalam cara yang paling otentik dan berarti.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam akhirnya, menjadi \"orang yang benar\" tidaklah mudah, tetapi nilainya sangat besar. Kejujuran, kesederhanaan, dan ketulusan adalah pilar-pilar yang mendukung fondasi karakter yang kokoh. Ketika seseorang mempraktikkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, ia tidak hanya memperkaya dirinya sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi yang berharga untuk menciptakan dunia yang lebih jujur, sederhana, dan berarti bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-03T00:00:00.000Z","kejujuran-kebenaran-membongkar-topeng-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~zi3vCgj~3e2e89158a6b95fc310fdb1575bec56c.jpg",{"title":463,"originalUrl":464,"excerpt":37,"author":60,"content":465,"publishDate":466,"slug":467,"imageLink":468},"Mengakui Martabat dan Harga Diri Perempuan di Setiap Budaya: Memerangi Diskriminasi Global","https://my.imavi.org/articles/mengakui-martabat-perempuan-memerangi-diskriminasi-global","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Perempuan di seluruh dunia terus menghadapi tantangan dalam upaya mereka untuk diakui secara setara dan dihargai dengan layak. Dalam budaya-budaya yang beragam, mereka sering kali menghadapi diskriminasi yang menghambat kemajuan mereka dalam berbagai bidang kehidupan. Dalam upaya untuk mempromosikan kesetaraan gender dan mengakhiri diskriminasi, penting bagi masyarakat global untuk bersatu dan bertindak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di setiap budaya, perempuan memainkan peran penting dalam keluarga, masyarakat, dan ekonomi. Namun, mereka sering kali diberikan perlakuan yang tidak adil dan diabaikan dalam keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka. Pendidikan, akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, kesempatan kerja yang setara, dan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan seringkali terbatas bagi perempuan. Ini bukan hanya masalah lokal, tetapi juga menjadi masalah global yang mempengaruhi kesejahteraan dan perkembangan seluruh masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Penting untuk mendorong perubahan budaya yang menghargai perempuan sebagai individu yang berharga dengan hak yang sama dengan pria. Pendidikan tentang kesetaraan gender dan pemahaman tentang hak-hak perempuan harus diperluas di seluruh dunia. Langkah-langkah konkret juga diperlukan, termasuk pembentukan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, perlindungan hukum terhadap hak-hak perempuan, dan upaya untuk memastikan akses yang setara terhadap sumber daya dan peluang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, untuk mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan, diperlukan lebih dari sekadar tindakan hukum dan kebijakan. Perubahan dalam kesadaran budaya dan norma sosial juga harus terjadi. Perempuan harus dilihat sebagai mitra sejati dalam pembangunan masyarakat dan memiliki hak yang sama untuk berkontribusi dan berkembang. Pemberdayaan perempuan tidak hanya bermanfaat bagi mereka secara individual, tetapi juga bagi seluruh masyarakat dalam mencapai kemajuan yang berkelanjutan dan inklusif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam era globalisasi ini, penting bagi komunitas internasional untuk bekerja sama dalam upaya mengakhiri diskriminasi terhadap perempuan. Melalui kerja sama lintas budaya dan perbatasan, kita dapat memperkuat dukungan untuk perempuan di seluruh dunia dan membangun masyarakat yang lebih adil dan inklusif bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan mengakui martabat dan harga diri perempuan di setiap budaya, kita tidak hanya menciptakan dunia yang lebih baik bagi generasi sekarang, tetapi juga bagi generasi mendatang. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa setiap perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi secara penuh dalam masyarakat global yang beragam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-02T00:00:00.000Z","mengakui-martabat-perempuan-memerangi-diskriminasi-global","https://cdn.imavi.org/articles~8o67Nf2~518d115dc7acb9f04d65ae20c51f2083.jpg",{"title":470,"originalUrl":471,"excerpt":37,"author":60,"content":472,"publishDate":473,"slug":474,"imageLink":475},"Kebangkitan Yesus: Transformasi Hidup yang Abadi","https://my.imavi.org/articles/kebangkitan-yesus-transformasi-hidup-yang-abadi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kebangkitan Yesus tidak hanya merupakan sebuah kabar gembira atau akhir cerita yang bahagia, tetapi lebih dari itu, ia adalah sebuah peristiwa yang mengubah hidup kita secara sepenuhnya dan selamanya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sejak zaman kuno, Kebangkitan Yesus telah menjadi pusat iman Kristen. Bagi umat Kristiani, Kebangkitan bukan hanya sekadar peristiwa sejarah yang terjadi dua ribu tahun lalu, tetapi juga sebuah realitas yang terus hidup dalam kehidupan mereka saat ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika Yesus bangkit dari kematian pada hari Paskah, itu bukan hanya kebangkitan-Nya semata, tetapi juga janji bagi umat-Nya bahwa kehidupan kita bisa berubah secara radikal. Kebangkitan Yesus memberikan harapan yang tak terbatas, menawarkan keselamatan bagi yang percaya, dan mengubah nasib manusia secara abadi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika seseorang memahami arti Kebangkitan, mereka menyadari bahwa ini bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada masa lalu, tetapi juga sebuah kebenaran yang hidup dan relevan bagi kehidupan kita saat ini. Kebangkitan Yesus adalah kabar baik yang membawa transformasi yang mendalam dalam kehidupan setiap orang yang menerima-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kebangkitan Yesus mengajarkan kita bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar, tidak ada kesalahan yang tak terampuni, dan tidak ada kegelapan yang tak bisa disinari oleh cahaya-Nya. Ia adalah bukti cinta Allah yang tak terbatas dan kuasa-Nya yang mengatasi kematian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan memahami dan merayakan Kebangkitan Yesus, kita diingatkan bahwa kita adalah umat yang dipanggil untuk hidup dalam kemenangan-Nya. Kita dipanggil untuk menjadi saksi-saksi sukacita dan harapan yang datang dari kebangkitan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, Kebangkitan Yesus tidak hanya sebuah peristiwa dalam sejarah Kristen, tetapi juga sebuah kebenaran yang mengubah hidup kita sepenuhnya dan selamanya. Ia memperlihatkan kepada kita bahwa dalam setiap kegelapan dan keputusasaan, ada cahaya yang terang, ada harapan yang abadi, dan ada kasih yang tak pernah berkesudahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai umat Kristiani, mari kita hidup dalam kebenaran dan kekuatan Kebangkitan Yesus, dan menjadi saksi-saksi berani akan kuasa-Nya yang mengubah hidup kita dan dunia ini secara sempurna.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-04-01T00:00:00.000Z","kebangkitan-yesus-transformasi-hidup-yang-abadi","https://cdn.imavi.org/articles~FJcTRx7~69c4642bf6dcf92ab8524ef7356086e5.jpg",{"title":477,"originalUrl":478,"excerpt":37,"author":60,"content":479,"publishDate":480,"slug":481,"imageLink":482},"Paskah: Memperingati Kehidupan, Cinta dan Harapan","https://my.imavi.org/articles/paskah-memperingati-kehidupan-cinta-dan-harapan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paskah, sebuah perayaan yang dihormati oleh umat Kristiani di seluruh dunia, tidak hanya menjadi momen religius, tetapi juga menjadi peringatan yang mendalam tentang nilai-nilai universal: kehidupan, cinta, dan harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pertama-tama, Paskah adalah waktu yang mengundang kita untuk merayakan kehidupan dalam segala bentuknya. Di tengah-tengah kehidupan sehari-hari yang seringkali penuh dengan kesibukan dan tantangan, Paskah menawarkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan merenungkan betapa berharganya setiap momen yang kita miliki. Perayaan ini mengajak kita untuk mensyukuri kehadiran kita di dunia ini, serta untuk menghargai kehidupan sesama manusia dan makhluk hidup lainnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selanjutnya, Paskah juga mengajarkan kita tentang kekuatan cinta yang tak terbatas. Kisah tentang pengorbanan dan penebusan yang diwujudkan melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus memperlihatkan kepada kita bahwa cinta memiliki kekuatan yang mampu mengatasi segala rintangan. Dalam Paskah, kita diajak untuk memperluas cinta kita kepada sesama, untuk memberikan kasih sayang dan pengertian kepada orang lain, serta untuk memperbaiki hubungan yang retak dengan penuh pengampunan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Terakhir, Paskah adalah simbol harapan yang abadi. Kemenangan atas kematian yang dirayakan dalam peristiwa kebangkitan memberikan kita keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil dan bahwa terang selalu dapat mengalahkan kegelapan. Dalam masa-masa sulit dan penuh tantangan, Paskah mengajak kita untuk tidak pernah menyerah dan untuk selalu memelihara harapan akan masa depan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, Paskah bukan hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga panggilan universal untuk menghormati kehidupan, mencurahkan cinta, dan memelihara harapan. Semoga perayaan Paskah tahun ini membawa kedamaian, sukacita, dan berkat bagi kita semua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-31T00:00:00.000Z","paskah-memperingati-kehidupan-cinta-dan-harapan","https://cdn.imavi.org/articles~eQzxth8~5d1e15add3438dde17168989fcbb3810.jpg",{"title":484,"originalUrl":485,"excerpt":37,"author":60,"content":486,"publishDate":487,"slug":488,"imageLink":489},"\"Mari Kita Memandang Yesus, Paskah Kita\": Refleksi dalam Perayaan Paskah","https://my.imavi.org/articles/mari-kita-memandang-yesus-paskah-kita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perayaan Paskah adalah momen yang penuh sukacita bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Ini adalah saat di mana kita merayakan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, menandai kemenangan-Nya atas dosa dan kematian. Dalam tema \"Mari Kita Memandang Yesus, Paskah Kita,\" kita diundang untuk mengarahkan pandangan kita kepada Kristus, yang merupakan sumber harapan dan kehidupan abadi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pandangan ke Dalam Karya Penebusan Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perayaan Paskah, kita diminta untuk memandang Yesus Kristus dengan penuh penghormatan dan kekaguman. Ini adalah saat di mana kita merenungkan karya penebusan yang luar biasa yang dilakukan oleh Kristus bagi umat manusia. Di kayu salib, Kristus menanggung dosa-dosa dunia dan mengalahkan kuasa kematian. Oleh karena itu, pandangan kita haruslah tertuju pada karya penyelamatan yang besar ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengalami Kebangkitan dalam Hidup Kita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pandangan kita kepada Yesus Kristus tidak hanya merupakan sebuah tindakan refleksi, tetapi juga sebuah tindakan iman. Ketika kita memandang Kristus, kita mengalami kehadiran-Nya dalam hidup kita secara nyata. Kebangkitan Kristus bukanlah hanya sebuah peristiwa sejarah, tetapi juga sebuah realitas spiritual yang mempengaruhi kehidupan kita saat ini. Dalam persekutuan dengan Kristus, kita mengalami kebangkitan dari kegelapan dosa menuju kehidupan yang penuh makna dan kekal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Paskah sebagai Sumber Harapan dan Kebenaran\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perayaan Paskah adalah sumber harapan bagi umat Kristiani Kemenangan Kristus atas kematian memberikan kita keyakinan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dalam kebangkitan-Nya, kita menemukan janji akan kehidupan yang kekal bersama-Nya. Oleh karena itu, dalam perayaan Paskah, kita diingatkan untuk memandang kepada Kristus sebagai sumber harapan yang pasti, bahkan di tengah tantangan dan penderitaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Panggilan untuk Menyebarkan Kabar Kebangkitan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai umat Kristiani yang merayakan Paskah, kita juga dipanggil untuk menyebarkan kabar kebangkitan kepada dunia. Seperti para rasul yang memberitakan kebangkitan Kristus kepada semua bangsa, kita juga dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di dunia ini. Dengan memandang Kristus sebagai Paskah kita, kita dipanggil untuk hidup sebagai orang-orang yang menerangi dunia dengan kasih dan kebenaran-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kesimpulan: Paskah Sebagai Pusat Iman Kristiani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perayaan Paskah, kita menemukan pusat iman Kristiani yang paling penting: kebangkitan Yesus Kristus. Dengan memandang Kristus, kita mengalami kehadiran-Nya dalam hidup kita dan menerima harapan yang abadi. Mari kita rayakan Paskah dengan penuh sukacita dan iman, memandang kepada Kristus sebagai Paskah kita dan menyebarkan kabar kebangkitan-Nya kepada seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-30T00:00:00.000Z","mari-kita-memandang-yesus-paskah-kita","https://cdn.imavi.org/articles~5o24BMK~48aa267ec4c5041ec85571639cb0be12.jpg",{"title":491,"originalUrl":492,"excerpt":37,"author":60,"content":493,"publishDate":494,"slug":495,"imageLink":496},"Marilah Kepada-Ku, Semua yang Berbeban Berat: Refleksi pada Perayaan Jumat Agung","https://my.imavi.org/articles/refleksi-pada-perayaan-jumat-agung","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perayaan Jumat Agung adalah saat yang sakral bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Ini adalah hari di mana umat Kristiani merenungkan penderitaan, kematian, dan pengorbanan Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa dunia. Dalam konteks teks Alkitab \"Marilah kepada-Ku, semua yang berbeban berat\" (Matius 11:28), kita menemukan panggilan Yesus kepada semua orang yang memikul beban-beban hidup mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Panggilan untuk Membawa Beban kepada Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Frasa \"Marilah kepada-Ku, semua yang berbeban berat\" adalah panggilan Yesus kepada umat-Nya untuk datang kepada-Nya dengan segala beban hidup yang mereka pikul. Ini adalah undangan untuk meletakkan beban-beban kita, kekhawatiran, dan penderitaan kepada-Nya, karena hanya Dia yang dapat memberikan ketenangan dan kelegaan yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam konteks Jumat Agung, panggilan ini memperoleh makna yang mendalam. Yesus sendiri, dalam kesetiaan kepada kehendak Bapa-Nya, memikul beban dosa-dosa seluruh umat manusia di kayu salib. Penderitaan dan kematian-Nya adalah pengorbanan yang menghapuskan dosa-dosa kita dan membawa keselamatan yang abadi. Oleh karena itu, di Jumat Agung, kita dipanggil untuk mengingat pengorbanan Kristus dan membawa semua beban kita kepada-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Temuan Ketenangan dalam Pengorbanan Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Saat kita merenungkan penderitaan Kristus di kayu salib, kita diingatkan akan kasih-Nya yang luar biasa. Dalam pengorbanan-Nya, kita menemukan kesempurnaan kasih yang memberikan harapan dan penghiburan. Ketika kita menghadapi tantangan, kecemasan, atau penderitaan dalam hidup, panggilan Kristus untuk datang kepada-Nya mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian. Dia adalah sahabat yang setia yang siap memikul beban kita bersama-sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengalami Penebusan dan Kebangkitan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perayaan Jumat Agung tidak berakhir dengan kematian Kristus di kayu salib, tetapi mencapai puncaknya dalam kebangkitan-Nya. Dalam kesaksian kebangkitan Kristus, kita menemukan harapan baru dan kehidupan yang abadi. Kematian Kristus tidaklah sia-sia; itu adalah jalan menuju keselamatan kita. Oleh karena itu, saat kita merayakan Jumat Agung, kita juga merayakan kemenangan Kristus atas kematian dan dosa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Panggilan untuk Membawa Kebenaran Kristus kepada Dunia\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai umat Kristiani yang merayakan Jumat Agung, kita juga dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus di dunia ini. Dengan membawa beban-beban kita kepada-Nya, kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan keadilan bagi sesama. Dalam tindakan kita, kita dapat menjadi cermin dari kasih Kristus yang memancar kepada semua yang berada dalam kebutuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kesimpulan: Mengambil Bagian dalam Misteri Penebusan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perayaan Jumat Agung, kita diundang untuk mengambil bagian dalam misteri penebusan yang luar biasa ini. Mari kita datang kepada Kristus dengan segala beban kita, memohon pengampunan dan menerima kasih-Nya yang tak terbatas. Dan sebagai umat Kristiani, marilah kita menjadi saksi kasih Kristus bagi dunia, memancarkan cahaya dan harapan kepada semua yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-29T00:00:00.000Z","refleksi-pada-perayaan-jumat-agung","https://cdn.imavi.org/articles~k5eGBJP~425d43705c799b6c95b4c541f3a5713d.jpg",{"title":498,"originalUrl":499,"excerpt":37,"author":60,"content":500,"publishDate":501,"slug":502,"imageLink":503},"Yesus Tidak Pernah Lelah Mengampuni: Kita yang Lelah Meminta Pengampunan","https://my.imavi.org/articles/yesus-tidak-pernah-lelah-mengampuni-kita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika kita merenungkan kehidupan Yesus Kristus, satu hal yang jelas adalah sikap-Nya yang penuh kasih dan belas kasihan terhadap manusia, terutama ketika berbicara tentang pengampunan. Dalam Injil, kita melihat bahwa Yesus selalu siap untuk mengampuni orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang tulus dan menyesal. Bahkan di saat-saat terakhir-Nya di dunia ini, ketika Dia disalibkan, Dia masih menunjukkan kemurahan hati-Nya dengan memaafkan orang yang menyiksanya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pesan ini sangat relevan bagi kita hari ini. Kita hidup dalam dunia yang penuh dengan kesalahan, dosa, dan konflik. Namun, dalam kekacauan ini, kita tidak boleh melupakan ajaran Yesus tentang pengampunan. Dia mengajarkan kepada kita bahwa kita harus memaafkan tidak hanya sekali, tetapi berulang kali. Dia mengatakan kepada Petrus, \"Bukan tujuh kali, tetapi tujuh puluh kali tujuh kali\" (Matius 18:22), menegaskan bahwa tidak ada batasan bagi kasih dan pengampunan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, seringkali kita cenderung lupa bahwa tidak hanya kita yang memerlukan pengampunan, tetapi kita juga harus belajar untuk meminta pengampunan dengan tulus. Kita sering kali merasa bahwa kita tidak perlu meminta maaf atau bahwa kesalahan kita tidaklah begitu besar. Namun, sejatinya, sikap ini justru menghambat pertumbuhan rohani kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika kita sadar akan dosa-dosa kita dan dengan rendah hati meminta pengampunan dari Tuhan, kita mengalami pemurnian hati yang mendalam. Pengakuan dosa adalah langkah pertama menuju pertobatan yang sejati dan pemulihan hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Yesus memberikan contoh yang sempurna dengan sikap-Nya yang rendah hati dan penuh belas kasihan terhadap orang berdosa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita belajar dari ajaran dan teladan Yesus Kristus. Mari kita tidak lelah meminta pengampunan kepada-Nya, karena Dia tidak pernah lelah mengampuni. Mari kita belajar untuk merendahkan hati dan mengakui kesalahan kita, sehingga kita dapat merasakan sukacita dan kedamaian yang diberikan oleh kasih dan pengampunan-Nya. Sejalan dengan kata-kata Paus Fransiskus, \"Tuhan tidak pernah lelah memaafkan. Kita yang lelah meminta pengampunan.\" Inilah panggilan kita: untuk terus berusaha menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih, dan siap memaafkan seperti Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-28T00:00:00.000Z","yesus-tidak-pernah-lelah-mengampuni-kita","https://cdn.imavi.org/articles~LNqb9ry~f3ebdac3c39475e9503f248e0fa62113.jpg",{"title":505,"originalUrl":506,"excerpt":37,"author":60,"content":507,"publishDate":508,"slug":509,"imageLink":510},"Paus Fransiskus Mengajak Umat untuk Menjadi Lebih Sabar dan Kudus di Pekan Suci","https://my.imavi.org/articles/menjadi-lebih-sabar-dan-kudus-di-pekan-suci","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada saat memasuki Pekan Suci, Paus Fransiskus dengan tulus mengajak umat Katolik dan seluruh umat manusia untuk merenungkan makna kesabaran dan kesucian dalam kehidupan mereka. Dalam khotbah terbarunya, Paus Fransiskus menyoroti pentingnya kesabaran sebagai bagian dari kesucian yang diwujudkan dalam cinta dan pelayanan kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\"Di dalam Pekan Suci ini, marilah kita semua berusaha untuk menjadi lebih sabar,\" kata Sang Paus dengan suara tulus. \"Dengan kesabaran, kita dapat memahami lebih dalam cinta dan belas kasih Tuhan kepada kita.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus mengingatkan umat bahwa kesabaran adalah salah satu bukti cinta sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kesabaran seringkali diuji oleh situasi-situasi sulit dan tantangan-tantangan yang timbul. Namun, menurut Sang Paus, kesabaran adalah kunci untuk memperluas hati dan menerima kehadiran Tuhan dalam setiap momen.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\"Dengan kesabaran, kita dapat memperlihatkan cinta Kristus kepada dunia,\" tambahnya. \"Ketika kita bersabar, kita menyatakan kasih Kristus kepada sesama kita.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menutup khotbahnya dengan sebuah doa, memohon agar seluruh umat manusia dapat menemukan kekuatan dalam kesabaran dan kesucian di dalam Pekan Suci ini. \"Semoga kita semua, melalui anugerah kesabaran, menjadi lebih kudus dalam hidup kita sehari-hari,\" ujarnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Doa ini menggugah umat untuk merenungkan makna Pekan Suci secara lebih mendalam dan mengambil inspirasi dari contoh sabar dan kesucian Kristus sendiri. Dengan berdoa dan bertindak sesuai dengan panggilan kesabaran dan kesucian, umat Katolik dan umat manusia di seluruh dunia diharapkan dapat menjalani Pekan Suci dengan hati yang terbuka dan penuh dengan cinta kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-27T00:00:00.000Z","menjadi-lebih-sabar-dan-kudus-di-pekan-suci","https://cdn.imavi.org/articles~LAA37C8~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281.jpeg",{"title":512,"originalUrl":513,"excerpt":37,"author":60,"content":514,"publishDate":515,"slug":516,"imageLink":517},"Merenungkan Jalan Salib: Persiapan Menuju Jumat Agung Bersama Yesus","https://my.imavi.org/articles/persiapan-menuju-jumat-agung-bersama-yesus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai umat Kristiani memasuki masa-masa menuju Jumat Agung, saat di mana kita merayakan kematian dan pengorbanan Yesus Kristus, adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merenungkan Jalan Salib bersama-Nya. Jalan Salib merupakan perjalanan penderitaan dan pengorbanan yang dijalani oleh Yesus sebelum wafat-Nya di kayu salib, dan memahami arti dan makna dari setiap stasiun di Jalan Salib dapat membantu kita mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk memahami dan menghargai pengorbanan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Memahami Penderitaan Yesus:\u003C/strong>&nbsp;Merenungkan Jalan Salib memungkinkan kita untuk memahami penderitaan yang dialami oleh Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa kita. Setiap langkah yang Dia ambil, setiap pukulan yang Dia terima, dan setiap titik air mata-Nya adalah bagian dari pengorbanan yang tak terbayangkan yang Dia lakukan untuk menyelamatkan umat manusia. Merenungkan hal ini dapat membantu kita menghargai kasih-Nya yang tak terbatas.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menyertai Yesus dalam Penderitaan:\u003C/strong>&nbsp;Saat kita merenungkan Jalan Salib, kita diundang untuk menyertai Yesus dalam penderitaan-Nya. Meskipun kita tidak dapat merasakan secara langsung apa yang Dia alami, kita dapat mengikuti jejak-Nya dengan hati yang rendah dan penuh rasa syukur. Ini adalah saat untuk mengenang bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan kita sendiri dalam penderitaan kita, tetapi Dia selalu bersama kita, menguatkan kita dalam iman dan pengharapan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menyadari Makna Pengorbanan:&nbsp;\u003C/strong>Setiap stasiun di Jalan Salib mengajarkan kepada kita tentang makna sejati dari pengorbanan dan penebusan. Dari Getsemani hingga Kalvari, Yesus menunjukkan kepada kita contoh pengorbanan yang sempurna dan kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada kehendak Bapa-Nya. Merenungkan setiap momen ini mengajarkan kita tentang nilai kesetiaan, pengampunan, dan kasih tanpa syarat.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mendapatkan Kekuatan dan Harapan: \u003C/strong>Merenungkan Jalan Salib tidak hanya tentang mengingat penderitaan, tetapi juga tentang mendapatkan kekuatan dan harapan dari pengorbanan Yesus. Di setiap langkah-Nya, kita melihat bukti kasih-Nya yang tak terukur dan janji-Nya untuk membebaskan kita dari dosa dan kematian. Ini adalah waktu yang tepat untuk memperkuat iman kita dan mengambil keberanian dari pengorbanan Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam persiapan menuju Jumat Agung, marilah kita merenungkan Jalan Salib dengan hati yang terbuka dan penuh kasih. Biarkan kita berjalan bersama Yesus dalam penderitaan-Nya, menghargai pengorbanan-Nya, dan menemukan kekuatan dan harapan dalam kasih-Nya yang tak terbatas. Sebagai umat Kristiani, mari kita siapkan hati kita untuk merayakan kemenangan atas dosa dan kematian melalui karya penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus di kayu salib.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-26T00:00:00.000Z","persiapan-menuju-jumat-agung-bersama-yesus","https://cdn.imavi.org/articles~bjn2EaH~3e1e9aa6b42fac3954542a3206330d81.jpg",{"title":519,"originalUrl":520,"excerpt":37,"author":60,"content":521,"publishDate":522,"slug":523,"imageLink":524},"Pekan Suci: Memperingati Momen-Momen Penting Dalam Kehidupan Kristus","https://my.imavi.org/articles/pekan-suci-memperingati-momen-penting-kehidupan-kristus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pekan Suci adalah periode yang sangat penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Dimulai dengan Minggu Palma dan berakhir dengan Minggu Paskah, Pekan Suci adalah saat untuk merenungkan dan merayakan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Minggu Palma:\u003C/strong> Pekan Suci dimulai dengan Minggu Palma, yang memperingati kedatangan Yesus ke Yerusalem, di mana rakyat memberikan sambutan yang meriah dengan daun-daun palma. Peristiwa ini secara simbolis menandai awal dari perjalanan Yesus menuju pengorbanan-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kamis Putih:\u003C/strong> Hari Kamis Putih atau Kamis Kudus merupakan hari di mana umat Kristiani mengenang Perjamuan Terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya, di mana Dia memberikan sakramen Ekaristi dan ketaatan sebagai teladan dengan mencuci kaki para murid-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Jumat Agung:\u003C/strong> Jumat Agung adalah hari penghormatan dan pengingatan akan penderitaan dan kematian Yesus di salib. Umat Kristiani biasanya menghadiri ibadah Jumat Agung di gereja dan merenungkan Jalur Salib serta Kematian Kristus untuk menebus dosa-dosa umat manusia.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Sabtu Suci:\u003C/strong> Sabtu Suci adalah hari kesunyian dan pengharapan bagi umat Kristiani, ketika mereka merenungkan kematian Kristus dan menantikan kebangkitan-Nya. Banyak gereja mengadakan ibadah malam Sabtu Suci untuk merayakan kebangkitan Yesus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Minggu Paskah:\u003C/strong> Pekan Suci berakhir dengan Minggu Paskah, hari kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Minggu Paskah merupakan puncak dari perayaan Kristen, di mana umat merayakan kemenangan Kristus atas kematian dan dosa.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pekan Suci adalah periode yang sangat berarti bagi umat Kristiani, di mana mereka merenungkan dan merayakan keselamatan yang diberikan oleh Yesus Kristus melalui karyaNya yang besar. Dalam setiap peristiwa dan ibadah selama Pekan Suci, umat Kristen dipanggil untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan merenungkan makna yang dalam dari pengorbanan-Nya bagi umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-25T00:00:00.000Z","pekan-suci-memperingati-momen-penting-kehidupan-kristus","https://cdn.imavi.org/articles~XFcojP7~ca36632264495e6eb6f47f56c59cc80e.jpg",{"title":526,"originalUrl":527,"excerpt":37,"author":60,"content":528,"publishDate":529,"slug":530,"imageLink":531},"Mendekat kepada Yesus Selama Hari-Hari Pekan Suci untuk Meraih Sukacita Kebangkitan","https://my.imavi.org/articles/mendekat-kepada-yesus-selama-hari-hari-pekan-suci","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Hari-Hari Pekan Suci adalah momen yang sangat penting dalam kalender liturgis Katolik. Mulai dari Minggu Palma hingga Minggu Paskah, umat Kristiani di seluruh dunia merenungkan dan merayakan peristiwa-peristiwa yang membentuk dasar iman mereka. Di tengah kebaktian, refleksi, dan ibadah, satu tema yang terus menerus mengemuka: mendekat kepada Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Mendekat kepada Yesus bukanlah sekadar upaya untuk mengenang sejarah, tetapi sebuah panggilan untuk menghidupkan kembali hubungan personal yang mendalam dengan-Nya. Pekan Suci mempersembahkan kepada kita kesempatan untuk merenungkan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus dengan cara yang lebih dalam. Melalui pertobatan, pemujaan, dan pengorbanan, kita diundang untuk mengikuti jejak-Nya dan mendekat kepada-Nya dengan hati yang tulus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada Hari Minggu Palma, kita mengenang kedatangan Yesus ke Yerusalem, disambut sebagai raja oleh orang banyak yang bersorak dengan daun-daun palma. Namun, kegembiraan itu segera berubah menjadi penderitaan saat kita menyaksikan penyaliban-Nya yang dahsyat pada Jumat Agung. Melalui penderitaan-Nya, Yesus menunjukkan kepada kita kasih-Nya yang tak terhingga dan kehendak-Nya untuk mengorbankan diri-Nya bagi keselamatan umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Saat kita berjalan bersama-Nya dalam kesengsaraan-Nya, kita juga diundang untuk merenungkan penderitaan yang ada di dunia kita saat ini. Kita dipanggil untuk menyatukan diri dengan yang menderita dan menjadi instrumen kasih dan keadilan dalam dunia yang penuh dengan penderitaan dan ketidakadilan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, Pekan Suci tidak berakhir dengan kematian Yesus. Pada hari ketiga, kita merayakan Kebangkitan-Nya yang membawa sukacita dan harapan bagi seluruh umat manusia. Kebangkitan-Nya adalah bukti kekuatan Allah atas kematian dan dosa, serta janji bagi kita semua akan kehidupan yang kekal bersama-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Inilah inti dari Pekan Suci: mengalami penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus sebagai bagian dari perjalanan iman kita. Dengan mendekat kepada Yesus selama Hari-Hari Pekan Suci, kita dapat merasakan kehadiran-Nya yang hidup dalam kehidupan kita saat ini. Dan ketika kita meraih sukacita Kebangkitan, kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih dan kehidupan yang baru dalam dunia yang penuh dengan kegelapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita manfaatkan momen-momen berharga ini untuk mendekat kepada Yesus dengan hati yang terbuka dan penuh kasih. Dengan demikian, kita dapat merasakan kehadiran-Nya yang mendalam dalam hidup kita dan menjadi saksi sukacita Kebangkitan bagi dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-24T00:00:00.000Z","mendekat-kepada-yesus-selama-hari-hari-pekan-suci","https://cdn.imavi.org/articles~PqPhGfr~42267be71d588da22459c427fd7e3d30.jpg",{"title":533,"originalUrl":534,"excerpt":37,"author":60,"content":535,"publishDate":536,"slug":537,"imageLink":538},"Paus Fransiskus: Melayani dalam Bidang Informasi untuk Mencari dan Mempromosikan Kebenaran","https://my.imavi.org/articles/melayani-bidang-informasi-untuk-mempromosikan-kebenaran","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada pertemuan terbarunya dengan para wartawan, Paus Fransiskus menyoroti pentingnya melayani dalam bidang informasi dengan mencari dan mempromosikan kebenaran. Beliau menekankan bahwa dalam era di mana berita palsu dan disinformasi menyebar luas, peran para wartawan dan media menjadi semakin krusial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menyatakan bahwa melayani dalam bidang informasi bukan hanya tentang menyampaikan berita atau menghasilkan konten, tetapi lebih pada upaya aktif untuk menegakkan kebenaran. Dalam dunia yang serba cepat dan serba digital saat ini, upaya untuk memerangi penyebaran berita palsu adalah suatu bentuk pelayanan yang sangat penting.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Beliau juga menggarisbawahi bahwa para wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat. Ini menuntut ketelitian ekstra dalam memverifikasi fakta sebelum menyebarkan berita, serta keberanian untuk menentang narasi palsu atau tendensius yang mungkin mempengaruhi pandangan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus juga menyoroti pentingnya pendidikan media di kalangan masyarakat. Menurutnya, dengan meningkatkan literasi media, individu dapat lebih mampu membedakan antara informasi yang benar dan yang palsu, serta memahami implikasi sosial dari apa yang mereka konsumsi secara online.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam dunia yang penuh dengan tantangan informasi, kata-kata Paus Fransiskus memberikan dorongan dan arahan yang berarti. Menegaskan bahwa melayani dalam bidang informasi tidak hanya tentang menghasilkan konten, tetapi juga tentang mempromosikan kebenaran dan memerangi penyebaran berita palsu, Paus Fransiskus memanggil semua pihak yang terlibat dalam dunia informasi untuk bertindak dengan integritas dan tanggung jawab.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan memperhatikan pernyataan Paus Fransiskus ini, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menjadi agen perubahan positif dalam dunia informasi, dengan memperjuangkan kebenaran dan menentang segala bentuk disinformasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-23T00:00:00.000Z","melayani-bidang-informasi-untuk-mempromosikan-kebenaran","https://cdn.imavi.org/articles~aPXAzfZ~PF-hongri.jpeg",{"title":540,"originalUrl":541,"excerpt":37,"author":60,"content":542,"publishDate":543,"slug":544,"imageLink":545},"Persiapan dan Dampak Aksi Puasa Pembangunan bagi Orang yang Membutuhkan","https://my.imavi.org/articles/persiapan-dan-dampak-aksi-puasa-pembangunan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Aksi puasa pembangunan merupakan suatu bentuk pengorbanan yang dilakukan oleh umat Katolik sebagai bagian dari praktik agama. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, aksi ini juga memberikan dampak yang signifikan bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai persiapan untuk aksi puasa pembangunan, umat Katolik seringkali melakukan refleksi mendalam tentang kondisi orang-orang yang kurang beruntung di masyarakat. Mereka mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk menghadapi rasa lapar dan rasa sakit fisik yang mungkin mereka alami selama puasa. Selain itu, mereka juga mempersiapkan diri secara praktis dengan menyediakan sumbangan makanan atau dana bagi mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dampak dari aksi puasa pembangunan bagi orang-orang yang membutuhkan sangatlah besar. Melalui sumbangan yang diberikan oleh umat Katolik selama aksi puasa, banyak orang yang dapat merasakan bantuan nyata dalam pemenuhan kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan perawatan kesehatan. Selain itu, aksi ini juga membantu memperluas kesadaran akan masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan di masyarakat, serta mendorong tindakan konkret untuk mengatasi masalah tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Bagi orang-orang yang menerima bantuan, aksi puasa pembangunan juga memberikan harapan dan dorongan untuk terus bertahan dalam menghadapi kesulitan hidup. Mereka merasa didukung dan dihargai oleh komunitas mereka, serta percaya bahwa tidak sendirian dalam perjuangan mereka. Hal ini memperkuat solidaritas dan saling mendukung di antara anggota masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli terhadap sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain memberikan bantuan langsung kepada mereka yang membutuhkan, aksi puasa pembangunan juga membuka pintu bagi dialog dan kolaborasi yang lebih luas dalam menangani masalah kemiskinan dan ketidaksetaraan. Melalui kesadaran dan kepedulian yang dipicu oleh aksi ini, masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dan berdampak jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, persiapan dan pelaksanaan aksi puasa pembangunan tidak hanya memberikan manfaat spiritual bagi umat Katolik, tetapi juga memiliki dampak yang nyata dan positif bagi orang-orang yang membutuhkan. Melalui aksi ini, kita dapat memperkuat ikatan kemanusiaan dan membangun masyarakat yang lebih adil dan berempati bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-22T00:00:00.000Z","persiapan-dan-dampak-aksi-puasa-pembangunan","https://cdn.imavi.org/articles~vGGg7fE~APP-2021.jpg",{"title":547,"originalUrl":548,"excerpt":37,"author":60,"content":549,"publishDate":550,"slug":551,"imageLink":552},"Orang Kecil: \"Wajah Kristus\" dalam Pelayanan Kasih Gereja","https://my.imavi.org/articles/orang-kecil-wajah-kristus-dalam-pelayanan-kasih-gereja","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam pandangan Gereja Katolik, panggilan untuk melayani orang-orang kecil dan terpinggirkan tidak hanya sekadar tugas, tetapi sebuah panggilan suci yang memandang mereka sebagai \"wajah Kristus\" yang hadir di tengah-tengah kita. Dalam setiap anak kecil yang menderita, setiap orang miskin yang terpinggirkan, dan setiap orang sakit yang membutuhkan penghiburan, Gereja melihat hadirnya Kristus. Dengan penuh kasih, Gereja menawarkan bantuan dan harapan kepada orang-orang kecil ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, dalam ajarannya yang hangat dan penuh belas kasihan, seringkali menekankan pentingnya melayani orang-orang kecil dalam masyarakat. Dalam banyak kesempatan, beliau telah menyebutkan bahwa kita harus melihat orang-orang miskin dan terpinggirkan sebagai saudara dan saudari kita dalam Kristus. Mereka adalah \"wajah Kristus\" yang membutuhkan cinta dan perhatian kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika Gereja berbicara tentang pelayanan kepada orang-orang kecil, hal ini tidak terbatas pada kata-kata semata, tetapi ditunjukkan melalui tindakan nyata. Di seluruh dunia, Gereja memiliki berbagai program dan lembaga amal yang berusaha untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, mulai dari penyediaan makanan dan tempat tinggal hingga perawatan medis dan pendidikan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Namun, pelayanan kepada orang-orang kecil tidak hanya terbatas pada bantuan materi. Lebih dari itu, Gereja juga berupaya memberikan harapan kepada mereka yang merasa putus asa dan terpinggirkan. Melalui doa, penghiburan, dan pendampingan spiritual, Gereja ingin meneguhkan keyakinan bahwa setiap orang memiliki martabat yang tak tergoyahkan di mata Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kitab suci, kita dapat melihat bagaimana Yesus sendiri melayani orang-orang kecil dalam masyarakat-Nya. Dia menyembuhkan yang sakit, makan bersama orang miskin, dan menghibur yang berduka. Dengan contoh-Nya, Dia mengajarkan kepada kita semua arti sejati dari pelayanan kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita semua merespons panggilan Gereja untuk melayani orang-orang kecil di sekitar kita dengan penuh kasih dan belas kasihan. Dalam setiap tindakan pelayanan kita, mari kita lihat \"wajah Kristus\" yang membutuhkan kita untuk menyampaikan bantuan dan harapan, sehingga kasih Kristus dapat terpancar melalui tindakan-tindakan kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-21T00:00:00.000Z","orang-kecil-wajah-kristus-dalam-pelayanan-kasih-gereja","https://cdn.imavi.org/articles~MHPvN5i~c69d6eb9e34cc13519268f2dcc0e57aa.jpg",{"title":554,"originalUrl":555,"excerpt":37,"author":60,"content":556,"publishDate":557,"slug":558,"imageLink":559},"Kecerdasan dan Kutulusan dalam Kehidupan Kristiani: Pelajaran dari Perumpamaan \"Cerdik seperti Ular dan Tulus seperti Merpati\"","https://my.imavi.org/articles/kecerdasan-dan-kutulusan-dalam-kehidupan-kristiani","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam ajaran Yesus Kristus, terdapat banyak perumpamaan yang memberikan petunjuk tentang cara hidup yang bijaksana dan penuh kasih. Salah satu perumpamaan yang terkenal adalah pernyataan-Nya kepada para murid-Nya: \"Karena itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.\" (Matius 10:16)\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Perumpamaan ini menekankan pentingnya memiliki keseimbangan antara kecerdikan dan ketulusan dalam menjalani kehidupan Kristiani. Kecerdikan seperti ular mengajarkan kita untuk bijaksana dalam memahami situasi dan menghadapi tantangan yang mungkin datang. Ini menegaskan bahwa sebagai pengikut Kristus, kita perlu memiliki kepekaan terhadap dunia di sekitar kita, serta kemampuan untuk merencanakan langkah-langkah yang bijaksana dalam menghadapi berbagai situasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun, kecerdikan tersebut haruslah dipadukan dengan ketulusan seperti merpati. Ketulusan adalah tentang memiliki hati yang murni dan niat yang baik dalam segala hal yang kita lakukan. Ini mengajarkan kita untuk berlaku jujur, baik, dan tulus dalam hubungan dengan orang lain, tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip moral dan nilai-nilai Kristiani.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam konteks kehidupan Kristiani, kecerdikan seperti ular dan ketulusan seperti merpati saling melengkapi satu sama lain. Kita tidak hanya harus bijaksana dalam menghadapi dunia ini, tetapi juga harus bertindak dengan integritas dan kasih dalam segala hal. Ketika kita menggabungkan kecerdikan dan ketulusan ini, kita dapat menjadi saksi Kristus yang efektif dalam dunia ini, memberikan kasih dan kebijaksanaan kepada orang lain serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Oleh karena itu, mari kita terus mengembangkan kecerdikan dan ketulusan dalam hidup kita sebagai pengikut Kristus. Dengan menjadi cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati, kita dapat memberikan dampak positif yang besar dalam dunia ini dan memuliakan nama Tuhan melalui tindakan dan perilaku kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-20T00:00:00.000Z","kecerdasan-dan-kutulusan-dalam-kehidupan-kristiani","https://cdn.imavi.org/articles~ENp3J6p~Pelita-Hati-14-Juli-2023-696x522.jpg",{"title":561,"originalUrl":562,"excerpt":37,"author":60,"content":563,"publishDate":564,"slug":565,"imageLink":566},"Peran Petani Keluarga dalam Pembangunan Masyarakat: Tantangan Kemiskinan dan Kelangkaan Peluang","https://my.imavi.org/articles/peran-petani-keluarga-dalam-pembangunan-masyarakat","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Petani keluarga telah lama menjadi tulang punggung dalam pembangunan masyarakat di seluruh dunia. Mereka bukan hanya menghasilkan makanan bagi populasi global, tetapi juga memainkan peran kunci dalam menjaga ketahanan pangan, mempromosikan keadilan sosial, dan menciptakan ikatan komunitas yang kuat. Namun, meskipun kontribusi mereka yang tak ternilai, petani keluarga sering kali terpengaruh oleh kemiskinan dan kelangkaan peluang, menghadapi tantangan serius dalam upaya mereka untuk berkembang dan berkontribusi lebih lanjut pada pembangunan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Di banyak negara, petani keluarga berjuang untuk bertahan hidup di tengah-tengah tekanan ekonomi dan sosial yang berat. Mereka sering kali menghadapi akses terbatas terhadap sumber daya, seperti lahan pertanian yang subur, air bersih, dan modal finansial yang cukup untuk meningkatkan produktivitas mereka. Selain itu, birokrasi yang rumit dan kurangnya dukungan dari pemerintah juga sering membuat mereka kesulitan mengakses pasar yang adil dan menguntungkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kemiskinan adalah salah satu masalah utama yang dihadapi oleh petani keluarga. Mereka sering kali hidup di bawah garis kemiskinan, dengan pendapatan yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarga mereka. Kurangnya akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas juga menjadi masalah serius bagi banyak petani keluarga, menghambat kemampuan mereka untuk meningkatkan taraf hidup mereka sendiri dan generasi mendatang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tidak hanya itu, tetapi petani keluarga juga sering kali menghadapi kelangkaan peluang untuk meningkatkan keterampilan mereka dan mengembangkan usaha pertanian mereka. Program pelatihan dan pendidikan yang relevan sering kali tidak tersedia atau sulit diakses, meninggalkan petani keluarga tanpa akses ke teknologi dan praktik pertanian terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam menghadapi tantangan ini, penting bagi pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat secara keseluruhan untuk memberikan dukungan yang lebih besar kepada petani keluarga. Langkah-langkah untuk meningkatkan akses terhadap sumber daya, menyediakan pelatihan dan pendidikan yang relevan, serta menciptakan kebijakan yang mendukung pertanian berkelanjutan dan inklusif perlu diprioritaskan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan memberikan dukungan yang tepat kepada petani keluarga, kita dapat memastikan bahwa mereka dapat terus berperan dalam pembangunan masyarakat, sambil meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri dan kontribusi mereka terhadap kemajuan global. Hanya dengan mengatasi kemiskinan dan kelangkaan peluang, kita dapat memastikan bahwa petani keluarga memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan mencapai potensi penuh mereka dalam mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan dan inklusif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Ci>Disarikan dari Vatican News\u003C/i>\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-19T00:00:00.000Z","peran-petani-keluarga-dalam-pembangunan-masyarakat","https://cdn.imavi.org/articles~qdh6n5L~a186decdba470e298cdd38c0cf3b9917.jpg",{"title":568,"originalUrl":569,"excerpt":37,"author":60,"content":570,"publishDate":571,"slug":572,"imageLink":573},"Peran Wanita dalam Gereja Katolik: Sebuah Refleksi","https://my.imavi.org/articles/peran-wanita-dalam-gereja-katolik-sebuah-refleksi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam Gereja Katolik, peran wanita telah menjadi subjek perdebatan dan refleksi yang berkelanjutan selama bertahun-tahun. Meskipun tradisi Katolik memiliki struktur hierarkis yang kuat dan sering kali menempatkan pria dalam posisi kepemimpinan tertinggi, wanita telah memegang peran penting dalam kehidupan gerejawi sepanjang sejarah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pertama-tama, perlu dicatat bahwa wanita memiliki peran yang signifikan dalam Gereja sebagai anggota umat, pengajar, pembina iman keluarga, dan pelayan di berbagai kapasitas. Mereka sering kali menjadi tulang punggung komunitas gerejawi dalam pengajaran agama kepada anak-anak, dukungan moral bagi anggota keluarga, dan penggerak kegiatan sosial dan kemanusiaan di tingkat lokal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun, perdebatan yang paling sering muncul adalah seputar partisipasi wanita dalam hierarki gerejawi yang formal, terutama dalam posisi yang dianggap sebagai tertutup bagi mereka, seperti penahbisan imam atau uskup. Gereja Katolik Romawi mempertahankan kebijakan penahbisan yang membatasi imamat dan episkopat hanya untuk pria. Argumen yang sering diajukan oleh otoritas gerejawi adalah berdasarkan pada tradisi teologis dan interpretasi kitab suci yang mengikat penahbisan hanya kepada laki-laki.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun demikian, terdapat gerakan dan kelompok dalam Gereja yang mendukung partisipasi lebih besar wanita dalam struktur dan pengambilan keputusan gerejawi. Beberapa kelompok advokasi menyerukan peningkatan peran wanita dalam pelayanan liturgis dan pengambilan keputusan pastoral di tingkat lokal dan universal. Ada juga upaya untuk merevisi kebijakan penahbisan secara khusus, dengan beberapa pihak menekankan pentingnya mengakui dan menghormati peran historis wanita dalam Gereja serta memperhatikan kebutuhan pastoral saat ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, kehadiran wanita dalam pengembangan teologi dan refleksi agama semakin diakui dan dihargai dalam lingkungan akademis dan pastoral. Wanita teolog dan ahli agama telah memberikan kontribusi yang berharga dalam memperdalam pemahaman gereja tentang berbagai isu teologis, etika, dan pastoral yang relevan dengan peran wanita dalam Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, meskipun peran wanita dalam hierarki gerejawi formal masih menjadi titik perdebatan, wanita terus berperan penting dalam kehidupan dan misi Gereja Katolik melalui pengabdiannya dalam pelayanan, pengajaran, dan kepemimpinan di tingkat lokal dan universal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">&nbsp;\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Disarikan dari Vatican News\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-18T00:00:00.000Z","peran-wanita-dalam-gereja-katolik-sebuah-refleksi","https://cdn.imavi.org/articles~fyNjuWz~ef623d93692af7f46041607d681132eb.jpg",{"title":575,"originalUrl":576,"excerpt":37,"author":60,"content":577,"publishDate":578,"slug":579,"imageLink":580},"Menggali Arti Sejati dari Kemuliaan Menurut Perspektif Rohani","https://my.imavi.org/articles/menggali-arti-sejati-dari-kemuliaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kemuliaan, dalam konteks spiritual, seringkali dipahami secara berbeda dari citra dunia tentang keberhasilan, ketenaran, atau popularitas. Bagi banyak orang, pencapaian materi atau posisi yang dihormati mungkin tampak sebagai tanda-tanda kemuliaan. Namun, perspektif yang diajarkan oleh agama-agama, termasuk Kekristenan, seringkali menantang pandangan dunia tersebut. Bagi Tuhan, kemuliaan adalah tentang mengasihi hingga memberikan nyawa seseorang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pesan ini tergambar jelas dalam ajaran Yesus Kristus, yang memberikan teladan nyata tentang apa yang sebenarnya menjadi sumber kemuliaan. Dalam Injil, kita melihat bagaimana Yesus menolak godaan kekuasaan dan kekayaan duniawi, memilih jalan pengorbanan dan pelayanan kepada sesama. Bagi Yesus, kemuliaan tidak terletak pada kemegahan materi atau pujian manusia, tetapi pada pengorbanan yang dilakukan dengan cinta yang tulus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pada saat-saat terakhir hidupnya, khususnya saat di Salib, Yesus memperlihatkan makna sejati dari kemuliaan. Ia menunjukkan kepada kita bahwa kemuliaan yang sesungguhnya terletak dalam pengorbanan diri demi cinta dan kasih karunia kepada orang lain. Ketika Yesus menyerahkan nyawanya untuk menebus dosa-dosa umat manusia, Ia menunjukkan kepada kita bahwa kehidupan yang dipersembahkan demi cinta adalah sumber utama kemuliaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kemuliaan menurut perspektif rohani tidaklah berkaitan dengan pencapaian duniawi atau pujian manusia semata. Sebaliknya, itu berkaitan dengan ketulusan hati, pengorbanan diri, dan pelayanan kepada sesama. Bagi Tuhan, kemuliaan terwujud dalam kasih yang tulus dan pengorbanan yang tanpa pamrih. Oleh karena itu, sebagai umat beriman, kita dipanggil untuk meneladani ajaran Kristus dengan mengutamakan cinta dan pelayanan dalam hidup kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menginternalisasi makna sejati dari kemuliaan menurut perspektif rohani, kita dapat membimbing hidup kita menuju jalan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Mari kita tinggalkan keinginan akan kesuksesan duniawi dan popularitas manusia, dan mari kita fokuskan perhatian kita pada pengorbanan yang didasari oleh kasih yang tulus. Dalam hal ini, kita akan menemukan kemuliaan sejati yang hanya dapat ditemukan dalam mengasihi hingga memberikan nyawa sesorang.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-17T00:00:00.000Z","menggali-arti-sejati-dari-kemuliaan","https://cdn.imavi.org/articles~v9afTM5~21cf6ebe6de7dc9e2d87e032eb6ba510.jpg",{"title":582,"originalUrl":583,"excerpt":37,"author":60,"content":584,"publishDate":585,"slug":586,"imageLink":587},"Mempersiapkan Hati untuk Pekan Suci: Sebuah Panggilan untuk Refleksi Mendalam","https://my.imavi.org/articles/mempersiapkan-hati-untuk-pekan-suci","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pekan Suci, yang dimulai dengan Minggu Palma dan berakhir dengan Paskah, merupakan waktu yang sakral bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Ini adalah periode di mana umat percaya merenungkan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Namun, untuk benar-benar mengalami makna spiritual dari Pekan Suci, kita perlu mempersiapkan hati kita dengan penuh perhatian dan refleksi mendalam. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu kita dalam mempersiapkan diri untuk Pekan Suci dengan tepat:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Doa dan Meditasi:\u003C/strong> Mulailah dengan mengalokasikan waktu setiap hari untuk berdoa dan merenungkan arti Pekan Suci. Dalam doa, berbicaralah dengan Tuhan tentang kekhawatiran, ketakutan, dan kebutuhan Anda. Jadikan waktu meditasi sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri pada Allah dan memperkuat hubungan spiritual Anda.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Membaca dan Mempelajari Kitab Suci\u003C/strong>: Telusuri kisah-kisah Pekan Suci dalam Alkitab. Baca dan refleksikan tentang penderitaan, pengorbanan, dan kasih karunia yang ditunjukkan oleh Yesus Kristus selama masa ini. Ini akan membantu kita memahami secara lebih mendalam makna teologis dari peristiwa-peristiwa yang terjadi selama Pekan Suci.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Partisipasi dalam Liturgi Gereja:\u003C/strong> Ikutlah dalam misa dan liturgi-liturgi khusus yang diadakan selama Pekan Suci. Ini termasuk misa pada Kamis Putih (Kenaikan Tuhan Yesus Kristus), Jumat Agung (Pengorbanan Yesus Kristus), dan Vigil Paskah (Kebangkitan Yesus Kristus). Partisipasi aktif dalam liturgi gereja membantu kita merasakan kehadiran langsung Tuhan dalam hidup kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pengakuan dan Penyesalan Diri:\u003C/strong> Gunakan waktu sebelum Pekan Suci untuk melakukan pengakuan dosa dan merenungkan kesalahan Anda. Pembersihan hati dan jiwa adalah bagian penting dari persiapan spiritual untuk mengalami misteri Paskah.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Praktik Kebajikan dan Pelayanan\u003C/strong>: Gunakan Pekan Suci sebagai kesempatan untuk meningkatkan praktik kebajikan Anda dan melayani sesama. Melalui pelayanan kepada orang lain, kita dapat menghidupkan ajaran kasih Kristus dalam tindakan nyata.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Mempersiapkan hati untuk Pekan Suci bukanlah tugas yang mudah, namun dengan tekad dan dedikasi yang tepat, kita dapat mengalami peristiwa-peristiwa yang mengubah hidup ini dengan lebih mendalam dan bermakna. Semoga kita semua dapat merenungkan penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus dengan hati yang terbuka dan penuh pengabdian.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-16T00:00:00.000Z","mempersiapkan-hati-untuk-pekan-suci","https://cdn.imavi.org/articles~TrjE5LL~df23550c42961f924b37e5a995871eb0.jpg",{"title":589,"originalUrl":590,"excerpt":37,"author":60,"content":591,"publishDate":592,"slug":593,"imageLink":594},"Memahami Cara Mengatasi Perpecahan dalam Transmisi Iman","https://my.imavi.org/articles/memahami-cara-mengatasi-perpecahan-dalam-transmisi-iman","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam era modern yang semakin sekuler dan individualistik, tantangan terbesar yang dihadapi oleh umat Kristiani adalah bagaimana mengatasi perpecahan dalam transmisi iman. Perpecahan ini telah menyebabkan berbagai masalah, mulai dari hilangnya rasa memiliki terhadap komunitas Kristen hingga ketidakpedulian terhadap ajaran dan nilai-nilai iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pertama-tama, penting untuk memahami akar dari perpecahan ini. Secularisme yang semakin merajalela telah mengubah pandangan masyarakat terhadap agama dan spiritualitas. Nilai-nilai sekuler seperti individualisme, materialisme, dan hedonisme sering kali bertentangan dengan ajaran agama. Hal ini menyebabkan banyak orang merasa tidak relevan atau bahkan menolak iman mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, perkembangan teknologi, terutama internet dan media sosial, telah memberikan akses yang luas terhadap berbagai pandangan dan informasi. Sementara hal ini bisa menjadi peluang untuk menyebarkan ajaran agama, namun pada saat yang sama juga membawa risiko menyebarnya pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Ini membuat transmisi iman menjadi semakin rumit dan terkadang terdistorsi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Untuk mengatasi perpecahan dalam transmisi iman, langkah-langkah konkret perlu diambil. Pertama-tama, penting untuk memperkuat hubungan antara individu dengan komunitas iman mereka. Gereja dan komunitas keagamaan lainnya harus menjadi tempat yang ramah dan mendukung bagi individu untuk memperdalam iman mereka. Ini bisa dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti kelompok doa, pelatihan rohani, dan program pelayanan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, pendidikan agama dan rohani harus diperkuat, terutama di tingkat keluarga dan sekolah. Keluarga adalah tempat pertama di mana anak-anak mempelajari tentang iman dan spiritualitas, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memainkan peran aktif dalam membimbing anak-anak mereka dalam iman. Di sekolah, pendidikan agama harus menjadi bagian integral dari kurikulum, dan guru harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengajar agama dengan cara yang relevan dan menarik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, gereja juga harus mengadopsi pendekatan yang inklusif dan terbuka terhadap orang-orang yang mencari makna dan tujuan dalam hidup mereka. Ini berarti tidak hanya menyambut orang-orang yang telah kuat dalam iman mereka, tetapi juga mereka yang meragukan atau bahkan menolak agama. Gereja harus menjadi tempat di mana setiap individu merasa diterima dan didukung dalam perjalanan mereka menuju iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan mengambil langkah-langkah ini, kita dapat berharap mengatasi perpecahan dalam transmisi iman dan memperkuat fondasi iman bagi generasi yang akan datang. Ini bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan kerjasama antara individu, komunitas, dan gereja, ini adalah tujuan yang dapat dicapai.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-15T00:00:00.000Z","memahami-cara-mengatasi-perpecahan-dalam-transmisi-iman","https://cdn.imavi.org/articles~PcENLxb~00516b82d7356092ed50059279cf1060.jpg",{"title":596,"originalUrl":597,"excerpt":37,"author":60,"content":598,"publishDate":599,"slug":600,"imageLink":601},"Pernikahan Sesama Jenis dalam Perspektif Gereja Katolik: Tidak Mungkin dan Tidak Sah","https://my.imavi.org/articles/pernikahan-sesama-jenis-dalam-perspektif-gereja-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pernikahan sesama jenis telah menjadi topik yang kontroversial dalam berbagai agama, termasuk Gereja Katolik. Meskipun masyarakat modern semakin menerima dan mengakui hubungan sesama jenis, pandangan resmi Gereja Katolik tetap teguh dalam menentang pernikahan sesama jenis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pandangan Gereja Katolik, pernikahan adalah ikatan sakramental antara seorang pria dan seorang wanita, ditujukan untuk membentuk keluarga yang stabil dan menghasilkan keturunan. Keyakinan ini didasarkan pada ajaran dan tradisi Gereja yang berasal dari Kitab Suci dan pengajaran para Bapa Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun adanya tekanan dari beberapa pihak untuk mengubah pandangan Gereja terkait pernikahan sesama jenis, Paus Fransiskus telah menegaskan bahwa Gereja tetap mempertahankan pandangannya yang tradisional tentang pernikahan. Dalam berbagai kesempatan, Paus Fransiskus menyatakan bahwa pernikahan sesama jenis tidak mungkin diakui dalam Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pendekatan yang lebih inklusif terhadap komunitas LGBTQ+ telah diambil oleh Paus Fransiskus, yang menekankan pentingnya menerima dan mengasihi semua orang tanpa kecuali. Namun, ini tidak mengubah pandangan Gereja tentang pernikahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan demikian, dalam Gereja Katolik, pernikahan sesama jenis tetap dianggap tidak mungkin dan tidak sah. Meskipun terdapat perbedaan pendapat di kalangan umat Katolik tentang isu ini, doktrin resmi Gereja tetap tidak berubah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Artikel ini mengulas tentang pandangan Gereja Katolik terkait pernikahan sesama jenis, menyoroti posisi resmi Gereja dan pernyataan Paus Fransiskus dalam konteks ini. Meskipun masyarakat terus berubah, Gereja Katolik tetap teguh dalam keyakinannya terhadap pernikahan tradisional antara seorang pria dan seorang wanita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-14T00:00:00.000Z","pernikahan-sesama-jenis-dalam-perspektif-gereja-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~S39bbiJ~d788baa23c17a445693dbdad70eef7e5.jpg",{"title":603,"originalUrl":604,"excerpt":37,"author":60,"content":605,"publishDate":606,"slug":607,"imageLink":608},"Kekuatan Doa Rosario dalam Mengatasi Segala Hal","https://my.imavi.org/articles/kekuatan-doa-rosario-dalam-mengatasi-segala-hal","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa Rosario telah menjadi pusaka spiritual bagi umat Katolik selama berabad-abad, menjadi sumber kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi berbagai peristiwa dalam hidup. Meskipun sederhana dalam bentuknya, doa ini mengandung kekuatan luar biasa untuk mengatasi segala hal, dari kesulitan pribadi hingga tantangan global. Mari kita telaah bagaimana doa Rosario mampu menjadi alat yang kuat dalam menghadapi segala hal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Pemersatu:\u003C/strong> Doa Rosario merupakan cara bagi umat Katolik untuk bersatu dalam doa, terlepas dari perbedaan budaya, bahasa, atau keadaan sosial. Dalam doa ini, umat Katolik dari berbagai belahan dunia dapat bersatu dalam merenungkan misteri-misteri kehidupan Kristus dan Bunda Maria. Dalam persatuan doa ini, mereka menemukan kekuatan dalam solidaritas spiritual untuk mengatasi berbagai tantangan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penghiburan dan Ketenangan:\u003C/strong> Saat menghadapi cobaan, kesedihan, atau kecemasan, doa Rosario dapat menjadi sumber penghiburan dan ketenangan. Melalui repetisi mantra-mantra doa dan meditasi pada misteri-misteri, para pendoa menemukan kedamaian batin yang memperkuat mereka dalam menghadapi segala hal.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Keberanian dan Kekuatan:\u003C/strong> Doa Rosario memperkuat iman dan memberikan keberanian kepada umat Katolik untuk menghadapi ujian kehidupan. Dalam renungan atas misteri-misteri penyelamatan, mereka menemukan teladan iman yang menginspirasi dan memberi mereka kekuatan untuk mengatasi rintangan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penyembuhan dan Perlindungan:\u003C/strong> Banyak umat Katolik yang menyaksikan kuasa penyembuhan dan perlindungan melalui doa Rosario. Mereka menyaksikan bagaimana doa ini membawa kesembuhan fisik dan rohani dalam hidup mereka atau orang-orang terkasih. Doa Rosario juga dianggap sebagai benteng spiritual yang melindungi dari bahaya dan kejahatan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kedekatan dengan Allah dan Bunda Maria:\u003C/strong> Doa Rosario memperdalam hubungan spiritual dengan Allah dan Bunda Maria. Melalui doa ini, umat Katolik dapat merasakan kedekatan yang intim dengan Sang Bapa Surgawi dan menerima bantuan dan perantaraan dari Bunda Maria, yang selalu siap membantu anak-anaknya dalam segala hal.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa Rosario bukan sekadar rangkaian kata-kata, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang membawa umat Katolik melintasi misteri-misteri penyelamatan. Dalam perjalanan ini, mereka menemukan kekuatan, penghiburan, dan perlindungan untuk mengatasi segala hal yang mereka hadapi dalam kehidupan. Oleh karena itu, marilah kita terus memperdalam praktik doa Rosario dalam kehidupan kita dan membiarkan kekuatan spiritualnya membimbing kita dalam setiap langkah perjalanan iman kita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-13T00:00:00.000Z","kekuatan-doa-rosario-dalam-mengatasi-segala-hal","https://cdn.imavi.org/articles~6J2NzAS~08c68f4dc3381c095f9620e2b6cdec1b.jpg",{"title":610,"originalUrl":611,"excerpt":37,"author":60,"content":612,"publishDate":613,"slug":614,"imageLink":615},"Membangun Hubungan yang Manusiawi dalam Masyarakat: Peran Gereja dan Pembentukan Individu Dewasa","https://my.imavi.org/articles/peran-gereja-dan-pembentukan-individu-dewasa","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam setiap masyarakat, termasuk di dalamnya Gereja, penting untuk memperkuat hubungan yang memuliakan dan memanusiakan. Hal ini melibatkan upaya tanpa lelah untuk membentuk individu yang dewasa dan bertanggung jawab. Gereja sebagai lembaga yang memiliki pengaruh besar dalam komunitas memiliki peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan individu-individu yang dewasa secara emosional, spiritual, dan moral.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pertama-tama, penting untuk mengakui bahwa memanusiakan hubungan dalam masyarakat melibatkan penghormatan terhadap martabat setiap individu. Ini berarti tidak hanya menghormati hak asasi manusia, tetapi juga menghargai perbedaan, mempromosikan inklusi, dan mengatasi ketidaksetaraan. Gereja, sebagai pembawa pesan cinta dan kedamaian, memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan dalam mempromosikan kesetaraan dan keadilan dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selanjutnya, untuk mencapai hubungan yang sehat dan manusiawi, Gereja harus memberikan perhatian khusus pada pembentukan individu-individu yang dewasa. Ini melibatkan pendidikan moral yang kuat, pembinaan spiritual, dan pemberdayaan dalam membangun keterampilan interpersonal yang memadai. Gereja dapat menyediakan wadah untuk pertumbuhan pribadi dan sosial melalui berbagai program pembinaan, kelompok doa, dan kegiatan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, Gereja juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keluarga sebagai unit dasar dalam masyarakat. Keluarga yang sehat dan berfungsi dengan baik membentuk fondasi bagi pembentukan individu yang dewasa. Oleh karena itu, Gereja harus memberikan dukungan yang kuat kepada keluarga melalui program-program pemberdayaan keluarga, konseling perkawinan, dan bimbingan orang tua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Penting untuk diingat bahwa memanusiakan hubungan dalam masyarakat adalah suatu proses yang membutuhkan kerja keras dan komitmen yang berkelanjutan. Gereja, bersama dengan seluruh masyarakat, harus terus bekerja tanpa lelah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu-individu yang dewasa secara emosional, spiritual, dan moral. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun masyarakat yang lebih manusiawi, penuh kasih, dan adil bagi semua.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-12T00:00:00.000Z","peran-gereja-dan-pembentukan-individu-dewasa","https://cdn.imavi.org/articles~9DmWX64~01ca98c47777a6702dc78e8ba51a68b2.jpg",{"title":617,"originalUrl":618,"excerpt":37,"author":60,"content":619,"publishDate":620,"slug":621,"imageLink":622},"Seni untuk Merekrontruksi Kehidupan: Sebuah Pandangan Kreatif dalam Menhadapi Tantangan","https://my.imavi.org/articles/seni-untuk-merekrontruksi-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Seni telah lama dianggap sebagai sarana ekspresi yang kuat, tidak hanya untuk mengungkapkan keindahan, tetapi juga untuk merenungkan, menyembuhkan, dan bahkan merekonstruksi kehidupan. Dalam dunia yang sering kali diwarnai oleh perubahan, kesulitan, dan penderitaan, seni dapat menjadi alat yang sangat berharga untuk memahami dan menghadapi tantangan tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Di tengah-tengah kekacauan dan kebingungan, seni menawarkan ruang bagi refleksi yang mendalam dan pencarian makna. Lukisan, patung, musik, sastra, dan berbagai bentuk seni lainnya memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menghibur, dan merangsang pemikiran kita. Mereka tidak hanya menyajikan realitas yang ada, tetapi juga membawa kita melampaui batas-batasnya, mengajak kita untuk melihat dunia dengan mata yang baru.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salah satu kekuatan utama seni adalah kemampuannya untuk merekonstruksi kehidupan. Dalam seni, kita sering menemukan narasi tentang penderitaan yang diubah menjadi keindahan, kekacauan yang diubah menjadi harmoni, dan keputusasaan yang diubah menjadi harapan. Seni memberikan ruang bagi kreativitas yang tak terbatas, memungkinkan kita untuk melihat potensi dan kemungkinan di mana sebelumnya kita hanya melihat keputusasaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Bahkan dalam momen-momen tergelap kita, seni hadir sebagai teman setia yang membantu kita mengatasi kesulitan dan menghadapi tantangan dengan keberanian. Dalam karya seni, kita dapat menemukan cermin bagi pengalaman kita sendiri, serta inspirasi untuk melangkah maju dan merekonstruksi kehidupan kita dengan cara yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita jadikan seni sebagai mitra dalam perjalanan hidup kita. Mari kita memanfaatkan kekuatannya untuk merenungkan, menyembuhkan, dan merekonstruksi kehidupan kita, sehingga kita dapat berkembang dan menghasilkan karya-karya yang indah, bermakna, dan menginspirasi bagi diri kita sendiri dan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-11T00:00:00.000Z","seni-untuk-merekrontruksi-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~KsBd29g~670fb0179ca1eac7c428f29dfe6469d0.jpg",{"title":624,"originalUrl":625,"excerpt":37,"author":60,"content":626,"publishDate":627,"slug":628,"imageLink":629},"Menghormati Martabat Semua Wanita: Panggilan Universal dalam Kehidupan Manusia","https://my.imavi.org/articles/menghormati-martabat-semua-wanita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Martabat wanita adalah aspek penting dalam masyarakat yang adil dan beradab. Di seluruh dunia, wanita telah memainkan peran yang tak tergantikan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan nasional. Namun, seringkali martabat mereka diabaikan atau bahkan dilanggar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, sebagai pemimpin Gereja Katolik, telah secara konsisten menekankan pentingnya menghormati martabat semua wanita dalam setiap aspek kehidupan. Bagi Gereja Katolik, setiap individu, tanpa memandang gender, diciptakan sebagai citra Allah dan memiliki martabat yang tak terpisahkan dari hak asasi manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menghormati martabat wanita berarti mengakui keberadaan mereka sebagai subjek yang setara dalam masyarakat dan menghargai kontribusi mereka dalam semua bidang kehidupan. Ini juga berarti menentang segala bentuk diskriminasi, eksploitasi, dan kekerasan terhadap wanita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam banyak pidatonya, Paus Fransiskus telah menegaskan perlunya melindungi dan memperjuangkan hak-hak wanita. Dia membangkitkan kesadaran akan pentingnya memberdayakan wanita secara sosial, ekonomi, dan politik agar mereka dapat mencapai potensi penuh mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Hari Perempuan Internasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan kita semua akan pentingnya menghormati martabat wanita. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mempertimbangkan bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam memastikan bahwa wanita diperlakukan dengan adil dan setara dalam semua lapisan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, Gereja Katolik juga terus berupaya untuk memperkuat peran wanita dalam gereja dan masyarakat. Melalui pendidikan, pemberdayaan, dan dukungan, gereja berusaha untuk memberikan ruang bagi wanita untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan dan pengambilan keputusan gerejawi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kesimpulannya, menghormati martabat semua wanita bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga tanggung jawab sosial dan moral yang harus diemban oleh semua anggota masyarakat. Hanya dengan mengakui dan menghargai martabat wanita, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil, damai, dan berkelanjutan bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-10T00:00:00.000Z","menghormati-martabat-semua-wanita","https://cdn.imavi.org/articles~JNbHnZT~0f3d40aa283da2eefeceb1e280a22958.jpg",{"title":631,"originalUrl":632,"excerpt":37,"author":60,"content":633,"publishDate":634,"slug":635,"imageLink":636},"Yesus dan Kasih Tak terbatas dalam Ajaran Katolik: Membebaskan dari Penghakiman dan Kesehatan","https://my.imavi.org/articles/yesus-dan-kasih-tak-terbatas-dalam-ajaran-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam ajaran Katolik, sosok Yesus Kristus dianggap sebagai titik pusat kasih dan belas kasih ilahi. Salah satu aspek yang sangat dipahami dalam ajaran ini adalah sikap kasih dan pembebasan Yesus terhadap umat manusia, yang berbeda jauh dari sikap penghakiman yang keras.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam ajaran agama Katolik, Yesus tidak dilihat sebagai hakim yang berdiri di atas semua orang untuk menghakimi dosa-dosa mereka. Sebaliknya, dia adalah penolong dan penyelamat yang mengasihi setiap individu tanpa pandang bulu. Seperti yang diajarkan dalam Injil, Yesus sering kali ditemui berbicara dengan penuh kasih kepada mereka yang dianggap berdosa atau terpinggirkan oleh masyarakat pada saat itu.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, pemimpin spiritual Gereja Katolik saat ini, secara konsisten menekankan ajaran ini dalam pidatonya dan ajaran-ajaran Gereja. Dia menyoroti bahwa tujuan utama Yesus bukanlah untuk mengadili dan menghukum, tetapi untuk memberikan kasih, pengampunan, dan pembebasan kepada umat manusia. Dalam banyak kesempatan, Paus Fransiskus telah menggarisbawahi bahwa tidak ada seorang pun yang terlalu jauh dari rahmat Allah untuk diselamatkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika kita meninjau ajaran Katolik, terutama melalui tulisan-tulisan para santo dan dokumen Gereja, tema kasih dan belas kasih Tuhan yang tidak terbatas terus terlihat. Kasih ini membebaskan manusia dari beban dosa dan kesesatan, mengarahkan mereka menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kasih ilahi yang penuh pengampunan dan belas kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, dalam kerangka ajaran Katolik, pesan tentang kasih dan belas kasih Yesus Kristus tidak hanya meneguhkan iman umat, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menjalani hidup dengan penuh harapan dan pengampunan. Semoga kasih ini terus mengalir ke dalam hati setiap individu dan membawa kedamaian yang abadi.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-09T00:00:00.000Z","yesus-dan-kasih-tak-terbatas-dalam-ajaran-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~9Bvxu2h~d1504d8573466dcbb5ee414b7d5c92a9.jpg",{"title":638,"originalUrl":639,"excerpt":37,"author":60,"content":640,"publishDate":641,"slug":642,"imageLink":643},"Sakramen: Pusat dan Fondasi Kehidupan Katolik","https://my.imavi.org/articles/sakramen-pusat-dan-fondasi-kehidupan-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sakramen merupakan elemen esensial dalam kehidupan Gereja Katolik. Mereka tidak hanya dianggap sebagai ritual keagamaan semata, tetapi sebagai sumber kekuatan rohani yang memberikan kesempatan bagi umat Katolik untuk merasakan hadirat Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Katolik, sakramen dianggap sebagai sarana di mana rahmat ilahi mengalir kepada umat, membantu mereka untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salah satu aspek penting dari ajaran Katolik tentang sakramen adalah keyakinan bahwa sakramen adalah dasar kehidupan Kristen. Mereka tidak hanya merupakan simbol atau tanda-tanda, tetapi pembawa rahmat dan berkat Allah yang mengubah hidup umat. Melalui sakramen, umat Katolik mengalami pertemuan yang nyata dengan Kristus dan menerima pengampunan serta pemurnian dari dosa-dosa mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salah satu sakramen yang dianggap sebagai dasar kehidupan Katolik adalah Sakramen Pembaptisan. Dalam Pembaptisan, umat Katolik menerima pengampunan dosa asal, dibersihkan dari dosa, dan dimasukkan ke dalam tubuh mistis Kristus. Ini adalah awal dari perjalanan iman yang terus-menerus, di mana umat dipanggil untuk hidup sesuai dengan ajaran dan contoh Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sakramen Pengakuan Dosa, atau Tobat, juga memainkan peran penting sebagai dasar kehidupan Katolik. Dalam Tobat, umat Katolik mengakui dosa-dosa mereka kepada seorang imam dan menerima pengampunan dari Allah. Ini adalah kesempatan bagi umat untuk membersihkan hati dan jiwa mereka, memperbaharui hubungan mereka dengan Allah dan sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain Pembaptisan dan Tobat, sakramen lainnya seperti Ekaristi dan Krisma juga dianggap sebagai dasar kehidupan Katolik. Melalui Ekaristi, umat Katolik menyatu dengan Kristus dalam perayaan Misa, menerima tubuh dan darah-Nya untuk mendapatkan kekuatan rohani dan makanan spiritual. Krisma, atau Sakramen Penguatan, memberikan umat kekuatan untuk menjadi saksi Kristus di dunia, menguatkan iman dan memberikan karunia-karunia rohani yang diperlukan untuk melayani Allah dan sesama dengan setia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, dalam ajaran Katolik, sakramen dipandang sebagai dasar yang membangun dan menghidupkan kehidupan iman umat. Mereka bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi sarana yang nyata untuk mengalami kasih dan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hidup dalam persekutuan dengan sakramen, umat Katolik dipanggil untuk terus-menerus bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, menjadi saksi Kristus di dunia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-08T00:00:00.000Z","sakramen-pusat-dan-fondasi-kehidupan-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~Ea9eboW~Sakramen-dalam-gereja-katolik-1.png",{"title":645,"originalUrl":646,"excerpt":37,"author":60,"content":647,"publishDate":648,"slug":649,"imageLink":650},"Pria dan Wanita: Subjek Cinta Kasih Allah dalam Pelayanan Keadilan dan Kebaikan Bersama","https://my.imavi.org/articles/pria-dan-wanita-subjek-cinta-kasih-allah","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam berbagai agama, pria dan wanita dianggap sebagai objek cinta kasih Allah yang tak terbatas. Namun, sebagai penerima cinta kasih ilahi, mereka juga dipanggil untuk menjadi subjek yang mencerminkan cinta kasih tersebut melalui pelayanan keadilan dan kebaikan bersama. Konsep ini melibatkan pemahaman mendalam tentang tanggung jawab moral dan etika yang diemban oleh setiap individu, tidak peduli jenis kelaminnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pada hakikatnya, ajaran agama mengajarkan bahwa cinta kasih Allah kepada manusia bukanlah sesuatu yang pasif, tetapi dinamis dan melibatkan tanggapan aktif dari setiap individu. Pria dan wanita, sebagai subjek cinta kasih Allah, diundang untuk merefleksikan cinta kasih tersebut melalui tindakan nyata dalam pelayanan kepada sesama manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pelayanan keadilan dan kebaikan bersama merupakan wujud konkret dari cinta kasih yang dipanggil untuk diperlihatkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup berbagai bentuk pelayanan, mulai dari membantu mereka yang membutuhkan, memperjuangkan hak-hak manusia, hingga memperbaiki kondisi sosial yang tidak adil dan tidak seimbang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pria dan wanita, sebagai subjek cinta kasih Allah, memiliki peran yang sama pentingnya dalam mewujudkan pelayanan keadilan dan kebaikan bersama. Mereka dipanggil untuk bekerja bersama-sama dalam semangat kolaborasi dan kesetaraan, mengatasi segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan yang mungkin ada dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pemahaman ini menempatkan pria dan wanita dalam posisi yang setara dalam menjalankan tugas-tugas moral dan sosial mereka. Tidak ada perbedaan yang ditekankan dalam kemampuan mereka untuk mencerminkan cinta kasih Allah melalui pelayanan keadilan dan kebaikan bersama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, pria dan wanita diundang untuk menjadikan cinta kasih Allah sebagai sumber inspirasi utama dalam setiap tindakan dan pelayanan mereka kepada sesama manusia. Melalui kerja sama yang kokoh dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai agama, mereka dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan bermartabat bagi semua.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-07T00:00:00.000Z","pria-dan-wanita-subjek-cinta-kasih-allah","https://cdn.imavi.org/articles~Pvg9cfi~c771255ed33d4c1088af83b47406bdb0.jpg",{"title":652,"originalUrl":653,"excerpt":37,"author":60,"content":654,"publishDate":655,"slug":656,"imageLink":657},"Penghormatan terhadap Kesetaraan dan Martabat yang Melengkapi Antara Perempuan dan Laki-laki","https://my.imavi.org/articles/kesetaraan-dan-martabat-antara-perempuan-dan-laki-laki","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pada era modern ini, upaya untuk memperjuangkan kesetaraan dan martabat antara perempuan dan laki-laki telah menjadi perhatian utama di banyak bidang kehidupan. Hal ini bukan hanya menjadi tuntutan moral, tetapi juga merupakan fondasi bagi pembangunan yang berkelanjutan dan harmonis dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kesetaraan antara perempuan dan laki-laki bukan hanya sekedar konsep, tetapi juga sebuah kebutuhan mendesak yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk pengakuan dan penghargaan terhadap hak-hak yang sama bagi perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan partisipasi dalam pengambilan keputusan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pentingnya menghormati kesetaraan dan martabat antara perempuan dan laki-laki juga tercermin dalam nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Setiap individu, baik perempuan maupun laki-laki, diciptakan dalam citra Tuhan dan memiliki nilai yang sama di hadapan-Nya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengakui dan menghargai kontribusi unik yang dibawa oleh perempuan dan laki-laki dalam membangun dunia yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam konteks agama, banyak ajaran mengajarkan pentingnya menghormati perempuan dan laki-laki sebagai mitra yang saling melengkapi dalam menciptakan keseimbangan dan keharmonisan dalam kehidupan. Hal ini menekankan perlunya pengakuan akan peran yang berbeda tetapi sama-sama berharga yang dimainkan oleh perempuan dan laki-laki dalam keluarga, masyarakat, dan gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pemerintah, lembaga internasional, organisasi non-pemerintah, dan individu-individu punya peran penting dalam mempromosikan penghormatan terhadap kesetaraan dan martabat yang melengkapi antara perempuan dan laki-laki. Langkah-langkah konkret seperti pembuatan kebijakan yang mendukung kesetaraan gender, penghapusan diskriminasi, dan pemberdayaan perempuan secara ekonomi dan sosial merupakan bagian dari upaya bersama untuk mencapai tujuan ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menghormati kesetaraan dan martabat antara perempuan dan laki-laki, kita tidak hanya memperjuangkan hak-hak asasi manusia, tetapi juga menciptakan dunia yang lebih adil, berkelanjutan, dan sejahtera bagi semua. Semua pihak, baik individu maupun institusi, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap orang, tanpa memandang jenis kelaminnya, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-06T00:00:00.000Z","kesetaraan-dan-martabat-antara-perempuan-dan-laki-laki","https://cdn.imavi.org/articles~mLs2ag6~052dc9a61f925cda608813661f5b7858.jpg",{"title":659,"originalUrl":660,"excerpt":37,"author":60,"content":661,"publishDate":662,"slug":663,"imageLink":664},"Menerima Salib: Mengikuti Jejak Misi Yesus","https://my.imavi.org/articles/menerima-salib-mengikuti-jejak-misi-yesus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menerima Salib bukanlah tanda kegagalan, bukanlah pekerjaan yang sia-sia, melainkan menyatukan diri kita dengan misi Yesus. Konsep ini sering kali dipahami secara keliru dalam masyarakat modern yang cenderung menghindari penderitaan dan kesulitan. Namun, Paus Fransiskus telah memberikan penekanan bahwa menerima Salib sebenarnya adalah langkah penting dalam perjalanan rohani seseorang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Mengapa menerima Salib begitu penting? Pada dasarnya, ini adalah tentang mengikuti teladan Kristus. Yesus sendiri menerima Salib-Nya dengan penuh pengabdian dan cinta kepada umat manusia. Dalam penderitaan-Nya, Dia tidak hanya menunjukkan kesetiaan kepada Bapa-Nya, tetapi juga menunjukkan contoh bagi kita untuk mengikuti jalan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menerima Salib bukanlah tanda kelemahan, tetapi sebaliknya, itu adalah tindakan keberanian dan iman yang mendalam. Ketika kita menerima Salib, kita menunjukkan bahwa kita siap untuk mengambil bagian dalam misi Yesus untuk menyelamatkan dunia. Itu adalah bentuk pengabdian yang sungguh-sungguh, di mana kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada kehendak Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam dunia yang sering kali didominasi oleh pencarian kenyamanan dan kepuasan pribadi, menerima Salib menantang pandangan tersebut. Ini mengingatkan kita bahwa hidup Kristen tidaklah selalu mudah, tetapi memiliki arti yang mendalam. Ketika kita menerima Salib, kita menyatakan kesiapan kita untuk mengikuti Yesus di setiap langkah hidup kita, baik dalam sukacita maupun penderitaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menerima Salib juga membawa pemahaman yang lebih dalam tentang cinta dan pengampunan. Ketika kita mampu menerima penderitaan dan kesulitan dengan hati yang terbuka, kita mengikuti teladan kasih yang ditunjukkan oleh Yesus. Dalam menerima Salib, kita mengalami transformasi rohani yang membebaskan kita dari belenggu egoisme dan mengarahkan kita pada pelayanan yang lebih besar kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Akhirnya, menerima Salib adalah panggilan untuk hidup dalam persekutuan dengan Kristus. Ini adalah momen di mana kita menyadari bahwa kita tidak sendirian dalam perjalanan kita; Yesus selalu bersama kita, membimbing dan menguatkan kita di setiap langkahnya. Dengan menerima Salib, kita memperkuat hubungan kita dengan-Nya dan menegaskan kembali komitmen kita untuk mengikuti jalan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam kesimpulan, menerima Salib bukanlah sesuatu yang harus kita takuti atau hindari. Sebaliknya, itu adalah panggilan yang indah dan mulia untuk mengikuti jejak Misi Yesus. Dengan penuh keyakinan dan keberanian, mari kita terima Salib kita masing-masing, karena di dalamnya terdapat kehidupan baru yang penuh berkat dan makna.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-05T00:00:00.000Z","menerima-salib-mengikuti-jejak-misi-yesus","https://cdn.imavi.org/articles~FjqH6ui~19909ef856910760846d504b49003c62.jpg",{"title":666,"originalUrl":667,"excerpt":37,"author":60,"content":668,"publishDate":669,"slug":670,"imageLink":671},"Berjalan dalam Hidup yang Baru Menuju Paskah","https://my.imavi.org/articles/berjalan-dalam-hidup-yang-baru-menuju-paskah","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paskah tidak hanya merupakan sebuah perayaan keagamaan, tetapi juga merupakan sebuah perjalanan spiritual yang membawa umat percaya pada suatu pengalaman pemulihan dan pencerahan. Di tengah-tengah kesibukan dunia modern, berjalan di jalur kehidupan baru menuju Paskah adalah sebuah tantangan yang membutuhkan refleksi, pertobatan, dan dedikasi yang mendalam. Inilah saatnya untuk merenungkan kembali nilai-nilai spiritual dan meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada masa Prapaskah, umat percaya dipanggil untuk melakukan persiapan secara spiritual. Ini adalah waktu untuk introspeksi, mengidentifikasi kelemahan kita, dan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, pertobatan, dan amal. Selama 40 hari ini, kita diundang untuk mengikuti jejak Yesus Kristus dalam perjalanan-Nya ke padang gurun, di mana Dia menghadapi pencobaan dan kemenangan-Nya atas godaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berjalan di jalur kehidupan baru menuju Paskah juga melibatkan pengorbanan dan pengendalian diri. Sebagian besar, ini melibatkan penolakan terhadap godaan duniawi dan fokus pada hal-hal yang memiliki nilai abadi. Ini mungkin berarti mengurangi penggunaan media sosial, membatasi kegiatan yang tidak bermanfaat, atau mengorbankan waktu dan energi untuk melayani mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, perjalanan menuju Paskah juga membawa harapan dan kegembiraan. Ini adalah saat kita mengingat kemenangan Kristus atas kematian dan dosa, dan pengharapan akan kebangkitan yang baru. Ini adalah waktu untuk memperkuat iman kita, menghidupkan kembali cinta kasih kita, dan menyebarkan sukacita Injil kepada semua orang di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selama perjalanan ini, kita juga dipanggil untuk mendampingi sesama umat percaya. Melalui doa, dukungan, dan kasih sayang, kita dapat membantu mereka yang berjuang dalam iman mereka atau yang membutuhkan bantuan praktis. Dengan menjadi saluran berkat bagi orang lain, kita juga akan merasakan berkat yang melimpah dalam hidup kita sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai umat percaya, mari kita manfaatkan masa Prapaskah ini dengan sungguh-sungguh. Mari kita gunakan waktu ini untuk memperdalam hubungan kita dengan Tuhan, meningkatkan kesadaran akan kebutuhan sesama, dan menumbuhkan harapan akan kebangkitan yang baru dalam hidup kita. Dengan demikian, kita akan berjalan dengan keyakinan dan sukacita menuju perayaan Paskah yang penuh makna.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-04T00:00:00.000Z","berjalan-dalam-hidup-yang-baru-menuju-paskah","https://cdn.imavi.org/articles~JT9G8nf~0b294a505583c3344232c98d9d55b8c7.jpg",{"title":673,"originalUrl":674,"excerpt":37,"author":60,"content":675,"publishDate":676,"slug":677,"imageLink":678},"Membangun Rumah Kita Bersama Tuhan: Fondasi Iman yang Kokoh","https://my.imavi.org/articles/membangun-rumah-kita-bersama-tuhan-fondasi-iman-yang-kokoh","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kehidupan yang bergerak cepat dan penuh dengan tantangan, seringkali kita merasa kebutuhan akan tempat yang aman dan nyaman. Rumah menjadi simbol keselamatan, tempat di mana kita bisa merasa tenang dan dihargai. Namun, ada satu rumah yang lebih dari sekadar tempat fisik: rumah kita bersama Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Membangun rumah kita dengan Tuhan bukanlah sekadar membangun struktur fisik, tetapi lebih dari itu, itu adalah tentang membangun fondasi iman yang kokoh. Ini adalah proses yang melibatkan hubungan yang dalam dan berkelanjutan dengan Sang Pencipta. Seperti pembangunan rumah, kita perlu membangun setiap langkah dengan hati-hati dan kesabaran.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Langkah pertama dalam membangun rumah kita dengan Tuhan adalah melalui doa. Doa adalah jembatan yang menghubungkan kita dengan-Nya, tempat di mana kita bisa berbicara dengan-Nya dengan bebas dan memperkuat hubungan kita. Setiap doa adalah langkah kecil dalam membangun fondasi iman kita yang kokoh.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selanjutnya, kita perlu memperkuat hubungan kita dengan Tuhan melalui firman-Nya. Alkitab adalah panduan yang sempurna untuk hidup kita, memandu kita dalam setiap langkah kita menuju kehidupan yang lebih baik. Dengan mempelajari dan merenungkan firman-Nya, kita dapat memperdalam pemahaman kita tentang kehendak-Nya bagi hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, membangun rumah kita dengan Tuhan juga melibatkan pelayanan kepada sesama. Ketika kita melayani orang lain dengan kasih dan belas kasihan, kita membangun kerajaan-Nya di bumi dan menyebarkan cahaya kasih-Nya kepada dunia. Pelayanan adalah cara kita mengungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan membangun komunitas yang kuat di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Terakhir, penting bagi kita untuk terus memelihara hubungan kita dengan Tuhan melalui persekutuan dengan Gereja. Gereja adalah rumah spiritual kita, tempat di mana kita bisa bersatu dengan sesama percaya untuk menyembah dan menerima pengajaran firman-Nya. Dalam persekutuan ini, kita saling menguatkan dan mendukung satu sama lain dalam iman kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan membangun rumah kita bersama Tuhan, kita menemukan kedamaian dan kekuatan yang hanya bisa ditemukan di dalam-Nya. Melalui doa, firman, pelayanan, dan persekutuan, kita membangun fondasi iman yang kokoh yang akan menopang kita melalui segala badai kehidupan. Mari kita bersama-sama membangun rumah kita dengan Tuhan, tempat di mana kasih-Nya selalu hadir dan kita selalu merasa di rumah.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-03T00:00:00.000Z","membangun-rumah-kita-bersama-tuhan-fondasi-iman-yang-kokoh","https://cdn.imavi.org/articles~QhRsEQd~743d53bd614f4e45d500aa434a845951.jpg",{"title":680,"originalUrl":681,"excerpt":37,"author":60,"content":682,"publishDate":683,"slug":684,"imageLink":685},"Mengalami Pelukan Tuhan: Kasih Sayang Pribadinya dan Kehadiran Gereja yang Menghibur","https://my.imavi.org/articles/mengalami-pelukan-tuhan-dan-kehadiran-gereja-yang-menghibur","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kehidupan yang sering kali penuh dengan kesulitan dan penderitaan, kita sering kali merasa kesepian dan terpisah. Namun, di tengah semua itu, ada janji yang tidak pernah berubah: pelukan Tuhan yang penuh kasih. Ketika kita hadir di hadapan-Nya, kita mengalami kehangatan dan kelembutan-Nya yang tak tergantikan. Inilah kehadiran-Nya yang memenuhi hati kita dengan kedamaian dan penghiburan yang luar biasa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika kita merasa kehilangan, tersesat, atau terluka, Tuhan hadir untuk menghibur kita. Kasih sayang-Nya yang pribadi menyentuh setiap bagian dari keberadaan kita, memulihkan jiwa yang terluka dan memberikan kekuatan bagi yang lemah. Dia adalah sumber penghiburan yang tak terpisahkan, memeluk kita dalam pelukannya yang hangat bahkan di tengah badai kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tidak hanya itu, kehadiran-Nya juga tercermin melalui Gereja-Nya, komunitas iman yang menyambut kita dengan tangan terbuka. Gereja bukan hanya sekadar bangunan atau institusi, tetapi adalah keluarga besar yang menghibur dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan iman. Di sini, kita menemukan saudara dan saudari seiman yang siap untuk berbagi sukacita dan dukacita, memperkuat satu sama lain dalam kasih Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, saat kita berkumpul di dalam Gereja, kita tidak hanya hadir untuk menyembah, tetapi juga untuk mengalami pelukan Tuhan dan kasih sayang pribadinya melalui komunitas iman kita. Dalam persekutuan yang hangat dan bersemangat ini, kita merasakan kehadiran-Nya yang menghibur dan memperbaharui jiwa kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Oleh karena itu, mari kita hadir dengan penuh keyakinan dalam setiap kesempatan bersama Gereja. Mari kita terbuka untuk menerima pelukan Tuhan dan kasih sayang-Nya yang tak terbatas melalui komunitas iman kita. Dengan demikian, kita akan mengalami kehadiran Gereja yang sungguh menghibur dan memenuhi hati kita dengan sukacita yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-02T00:00:00.000Z","mengalami-pelukan-tuhan-dan-kehadiran-gereja-yang-menghibur","https://cdn.imavi.org/articles~pXyXGEP~0cb0f5fc96fbccc8c2b4434957708321.jpg",{"title":687,"originalUrl":688,"excerpt":37,"author":60,"content":689,"publishDate":690,"slug":691,"imageLink":692},"Kita Dipanggil untuk Kebahagiaan: Memahami Panggilan Kita dalam Rencana Tuhan","https://my.imavi.org/articles/memahami-panggilan-kita-dalam-rencana-tuhan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Setiap manusia lahir dengan keinginan mendalam untuk mencari kebahagiaan dan kepenuhan hidup. Namun, terkadang dalam kehidupan yang penuh dengan kebingungan dan tantangan, kita mungkin kehilangan arah dan tujuan. Namun, menurut keyakinan agama, kita dipanggil untuk sesuatu yang lebih besar, yang telah ditakdirkan Tuhan bagi kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tuhan menciptakan setiap individu dengan rencana yang unik. Ini bukanlah sekadar keberadaan tanpa tujuan, tetapi sebuah panggilan untuk menjalani hidup dengan penuh makna dan kebahagiaan. Ketika kita menyadari panggilan ini, kita menemukan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada kesuksesan materi atau kekayaan, tetapi pada hubungan yang dalam dengan Tuhan dan pelayanan kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pentingnya memahami panggilan Tuhan dalam hidup kita tidak boleh diabaikan. Melalui doa, meditasi, dan refleksi yang mendalam, kita dapat menggali lebih dalam rencana yang telah ditakdirkan Tuhan bagi kita. Ini mungkin membutuhkan kesabaran dan ketaatan, tetapi hasilnya akan memberikan kedamaian dan kepuasan yang tidak terlukiskan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Panggilan Tuhan untuk kebahagiaan dan kepenuhan hidup juga mencakup peran dalam membangun dunia yang lebih baik. Ketika kita mengabdi kepada kebaikan, keadilan, dan kasih, kita tidak hanya memenuhi panggilan kita, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai individu yang mencari arti hidup, mari kita terus mencari dan mengikuti panggilan Tuhan dalam kehidupan kita. Kita tidak akan pernah merasa puas sampai kita menemukan dan menjalani panggilan tersebut dengan sepenuh hati. Dalam perjalanan ini, mari kita percayai bahwa Tuhan selalu bersama kita, membimbing dan mendukung kita melalui setiap langkah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan demikian, marilah kita hidup sesuai dengan panggilan kita, untuk kebahagiaan, untuk kepenuhan hidup, dan untuk sesuatu yang besar yang telah ditakdirkan Tuhan bagi kita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-03-01T00:00:00.000Z","memahami-panggilan-kita-dalam-rencana-tuhan","https://cdn.imavi.org/articles~ByxzvB8~d5332302cbf8a3dce2599ca2fce63ae6.jpg",{"title":694,"originalUrl":695,"excerpt":37,"author":60,"content":696,"publishDate":697,"slug":698,"imageLink":699},"Menyambut Pekan Suci dan Paskah: Memahami Makna dan Tradisi","https://my.imavi.org/articles/pekan-suci-dan-paskah-memahami-makna-dan-tradisi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pekan Suci dan Paskah adalah momen penting dalam kalender liturgis Katolik yang dirayakan secara luas di seluruh dunia. Ini adalah periode yang sarat dengan makna spiritual dan memiliki tradisi yang kaya, memungkinkan umat Kristiani untuk merenungkan kembali kisah penyelamatan Kristus dan menerima berkat keselamatan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Makna Pekan Suci dan Paskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pekan Suci dimulai dengan Minggu Palma, yang mengenang kedatangan Yesus ke Yerusalem yang diiringi oleh pujian dan cemoohan. Kemudian, Kamis Suci menandai Perjamuan Terakhir Yesus dengan murid-muridnya, termasuk institusi Sakramen Ekaristi dan Tahbisan Imam. Jumat Agung adalah hari di mana umat Kristen merenungkan penderitaan, kematian, dan salib Yesus Kristus. Akhirnya, Paskah adalah perayaan puncak, memperingati kebangkitan Kristus dari kematian, menandai kemenangan atas dosa dan kematian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tradisi Pekan Suci dan Paskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Minggu Palma:\u003C/strong> Umat Katolik mengikuti prosesi dengan daun palma, mengenang kedatangan Yesus ke Yerusalem.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kamis Suci:\u003C/strong> Banyak gereja melakukan Misa Kudus dan Misa Makan Malam Tuhan, yang mengingatkan kita pada perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Jumat Agung:\u003C/strong> Hari ini ditandai dengan ibadah yang khusus, termasuk liturgi Perjamuan Terakhir, pemeringkatan salib, dan liturgi Penderitaan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Sabtu Suci:\u003C/strong> Banyak gereja melakukan upacara Vigili Paskah pada malam ini, yang menandai tungguan pengharapan sebelum perayaan kebangkitan Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Paskah:\u003C/strong> Perayaan puncak umat Katolik, di mana kebangkitan Kristus dirayakan dengan sukacita melalui Misa Paskah dan tradisi lain seperti pencarian telur Paskah.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Merayakan Pekan Suci dan Paskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Merayakan Pekan Suci dan Paskah bukan hanya tentang mengikuti tradisi atau upacara liturgis, tetapi juga tentang merenungkan kembali kisah penyelamatan dan mendalami iman kita dalam Kristus. Ini adalah waktu yang tepat untuk introspeksi, pertobatan, dan pembaharuan iman. Dengan menghayati kembali peristiwa-peristiwa yang terjadi selama Pekan Suci, umat Katolik diingatkan akan kasih Allah yang besar dan harapan yang diberikan melalui kebangkitan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pekan Suci dan Paskah mengundang kita untuk mengalami kembali keajaiban penebusan, menguatkan iman kita, dan merayakan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian. Sebagai momen penting dalam kalender liturgis Katolik, Pekan Suci dan Paskah menyediakan kesempatan berharga bagi umat Katolik untuk memperdalam hubungan mereka dengan Kristus dan memperkaya kehidupan spiritual mereka.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-29T00:00:00.000Z","pekan-suci-dan-paskah-memahami-makna-dan-tradisi","https://cdn.imavi.org/articles~AHvxfqY~8f96d17cbeb444dc5cb27625c7cc2023.jpg",{"title":701,"originalUrl":702,"excerpt":37,"author":60,"content":703,"publishDate":704,"slug":705,"imageLink":706},"Mengatasi Sikap Iri Hati dan Kesombongan dengan Teladan Yesus","https://my.imavi.org/articles/mengatasi-iri-hati-dan-kesombongan-dgn-teladan-yesus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kehidupan sehari-hari, sikap iri hati dan kesombongan seringkali merintangi pertumbuhan spiritual dan hubungan antarmanusia. Dalam ajaran agama Kristen, Yesus Kristus adalah teladan yang sempurna dalam mengatasi sikap-sikap negatif ini. Kita dapat mengatasi iri hati dan kesombongan dengan mengikuti teladan dan ajaran Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Teladan Yesus dalam Mengatasi Iri Hati\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kasih Tanpa Batas\u003C/strong>: Yesus mengajarkan tentang kasih tanpa batas kepada semua orang, termasuk kepada mereka yang mungkin menjadi objek iri hati kita. Dengan menerima kasih-Nya dan memperluas kasih kepada sesama, kita dapat melampaui perasaan iri hati dan merangkul kedamaian dalam hati.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Ketergantungan Penuh pada Allah:\u003C/strong> Yesus menunjukkan ketergantungan total kepada Bapa Surgawi-Nya dalam setiap aspek hidup-Nya. Dengan mengikuti teladan ini, kita bisa mengatasi iri hati dengan mempercayakan segala sesuatu kepada kehendak Allah yang sempurna.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Teladan Yesus dalam Mengatasi Kesombongan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kerendahan Hati:\u003C/strong> Yesus adalah gambaran yang sempurna dari kerendahan hati. Meskipun sebagai Tuhan, Dia rela menuruni diri-Nya dan menjadi manusia, bahkan sampai mati di kayu salib. Dengan meniru kerendahan hati-Nya, kita bisa melepaskan sikap kesombongan dan hidup dalam keterbukaan dan kerendahan hati.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pelayanan kepada Sesama:\u003C/strong> Yesus mengajar kita untuk menjadi hamba bagi sesama, bukan pemimpin yang sombong. Melalui pelayanan yang rendah hati dan kasih kepada sesama, kita dapat mengatasi kesombongan dan meneladani Kristus yang mengabdi.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Panduan Praktis Berdasarkan Teladan Yesus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Doa:\u003C/strong> Berdoa untuk bimbingan dan kekuatan dalam mengatasi iri hati dan kesombongan, serta meminta kasih dan belas kasih Kristus yang mengubah hati kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Studi Kitab Suci:\u003C/strong> Mendalami cerita dan ajaran Yesus dalam Kitab Suci untuk mendapatkan wawasan dan inspirasi dalam mengatasi sikap-sikap negatif.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Meditasi:\u003C/strong> Merenungkan kehidupan dan ajaran Yesus melalui meditasi yang teratur untuk memperkuat iman dan karakter kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Mengatasi sikap iri hati dan kesombongan bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan mengikuti teladan dan ajaran Yesus Kristus, kita dapat menemukan jalan untuk membebaskan diri dari belenggu sikap-sikap negatif tersebut. Dengan kasih dan belas kasih-Nya yang tak terbatas, Yesus menunjukkan kepada kita jalan menuju perdamaian dalam hati dan kesempurnaan spiritual.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai pengikut Kristus, marilah kita berusaha untuk meneladani teladan-Nya dalam semua aspek kehidupan kita, termasuk dalam mengatasi iri hati dan kesombongan. Dengan memperkuat iman kita dalam Yesus Kristus, kita dapat melampaui diri kita sendiri dan hidup dalam kasih dan kerendahan hati seperti Dia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-28T00:00:00.000Z","mengatasi-iri-hati-dan-kesombongan-dgn-teladan-yesus","https://cdn.imavi.org/articles~euS4TL3~ad7d7ce8e289fe45f86d621543ebf407.jpg",{"title":708,"originalUrl":709,"excerpt":37,"author":60,"content":710,"publishDate":711,"slug":712,"imageLink":713},"Menjaga Kesetiaan sebagai Umat Katolik dalam Situasi Minoritas","https://my.imavi.org/articles/menjaga-kesetiaan-sebagai-umat-katolik-dalam-minoritas","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam dunia yang semakin kompleks dan beragam ini, menjadi minoritas sebagai umat Katolik bisa menjadi suatu tantangan yang besar. Di banyak bagian dunia, Katolik mungkin menemukan diri mereka menjadi minoritas dalam masyarakat yang didominasi oleh agama atau kepercayaan lain. Namun, penting untuk diingat bahwa panggilan untuk tetap setia kepada Tuhan Yesus tidak tergantung pada jumlah atau kekuatan relatif dari komunitas kita. Berikut adalah beberapa panduan untuk menjaga kesetiaan sebagai umat Katolik dalam situasi minoritas:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>1. Pertahankan Komitmen pada Iman Katolik Anda:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Tetap teguh pada ajaran dan nilai-nilai iman Katolik, meskipun berada di tengah-tengah masyarakat yang mungkin memiliki pandangan yang berbeda. Pelajari dan pahami ajaran Gereja Katolik, dan hiduplah sesuai dengan ajaran moralnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>2. Dukungan dari Komunitas Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Temukan dan bergabunglah dengan komunitas Katolik lokal yang kuat. Komunitas ini dapat memberikan dukungan spiritual, kesempatan untuk ibadah bersama, dan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pertumbuhan iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>3. Pengamalan Doa dan Sakramen:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa pribadi dan sakramen-sakramen Gereja, terutama Ekaristi, adalah sumber kekuatan dan keberkahan. Tetaplah konsisten dalam kehidupan doa pribadi Anda dan ikuti perayaan Ekaristi secara teratur untuk mendapatkan makanan rohani yang diperlukan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>4. Jadilah Saksi Kasih Kristus:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jadilah saksi kasih Kristus dalam segala hal yang Anda lakukan. Tunjukkan kasih dan belas kasihan kepada semua orang, bahkan kepada mereka yang mungkin memiliki pandangan atau keyakinan yang berbeda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>5. Bersatu dengan Tuhan dalam Penderitaan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jika Anda menghadapi penganiayaan atau penindasan karena iman Anda, bersatu dengan penderitaan Kristus. Ingatlah bahwa penderitaan adalah bagian dari panggilan Kristen, dan Tuhan selalu menyertai kita dalam segala situasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>6. Pendidikan dan Dialog Antaragama:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selalu berusaha untuk memahami dan berdialog dengan orang-orang dari berbagai keyakinan. Pendidikan dan dialog yang baik dapat memecah ketakutan dan prasangka, serta membangun jembatan kasih dan pengertian.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>7. Berdoa untuk Keberanian dan Kekuatan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selalu berdoa untuk keberanian dan kekuatan dalam menjalani iman Anda. Mintalah Santo-santo dan Bunda Maria untuk memberikan perlindungan dan bimbingan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Menjadi minoritas sebagai umat Katolik tidak selalu mudah, tetapi dengan tetap berpegang pada iman dan nilai-nilai kita, serta dengan bantuan dari komunitas dan sakramen Gereja, kita dapat tetap setia kepada Tuhan Yesus dalam segala situasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kasus perasaan terisolasi atau putus asa, penting untuk menghubungi dan mencari bantuan dari pastor atau pemimpin rohani setempat. Mereka dapat memberikan bimbingan dan dukungan yang diperlukan untuk tetap teguh dalam iman. Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi umat Katolik di mana pun mereka berada, dan memberikan mereka keberanian dan kekuatan untuk tetap setia kepada-Nya dalam segala situasi. Amin.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-27T00:00:00.000Z","menjaga-kesetiaan-sebagai-umat-katolik-dalam-minoritas","https://cdn.imavi.org/articles~3SkZ2gk~719d158822e67bff1c6ea0571c70665a.jpg",{"title":715,"originalUrl":716,"excerpt":37,"author":60,"content":717,"publishDate":718,"slug":719,"imageLink":720},"Pentingnya Menjaga Kesehatan selama Masa Pantang dan Puasa","https://my.imavi.org/articles/pentingnya-menjaga-kesehatan-selama-masa-pantang-dan-puasa","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa pantang dan puasa merupakan waktu yang khusus bagi umat Katolik untuk merenungkan, berdoa, dan mempersiapkan diri untuk perayaan penting dalam agama mereka. Namun, sementara fokus spiritual adalah aspek utama, menjaga kesehatan fisik juga menjadi penting. Berikut adalah artikel yang membahas pentingnya menjaga kesehatan selama masa pantang dan puasa Katolik:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>1. Memahami Makna Sehat secara Holistik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa pantang dan puasa Katolik bukan hanya tentang menahan diri dari makanan tertentu, tetapi juga tentang pertumbuhan spiritual dan kesejahteraan holistik. Kesehatan fisik, mental, dan emosional merupakan bagian integral dari kesejahteraan keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan secara menyeluruh memungkinkan seseorang untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan masa pantang ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>2. Pola Makan yang Seimbang\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selama masa pantang dan puasa, penting untuk memperhatikan pola makan yang seimbang. Hindari makanan berlemak tinggi atau makanan berat yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan perut atau penurunan energi. Sebaliknya, pilihlah makanan yang ringan dan mudah dicerna untuk menjaga kesehatan pencernaan Anda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>3. Tetap Terhidrasi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Meskipun Anda mungkin menahan diri dari makanan tertentu selama masa pantang, jangan lupa untuk tetap terhidrasi dengan baik. Minumlah air dalam jumlah yang cukup untuk menjaga tubuh Anda tetap segar dan menghindari dehidrasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>4. Aktivitas Fisik yang Tepat\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Aktivitas fisik yang teratur juga penting untuk menjaga kesehatan selama masa pantang. Meskipun puasa dapat membuat Anda merasa lemah atau kurang berenergi, tetaplah aktif dengan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan atau berolahraga ringan lainnya. Aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan suasana hati Anda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>5. Istirahat yang Cukup\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Terakhir, pastikan untuk memberikan tubuh Anda istirahat yang cukup selama masa pantang dan puasa. Kurang tidur dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit. Cobalah untuk tidur yang cukup setiap malam agar tubuh Anda dapat pulih dengan baik dan menjaga kesehatan secara optimal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, kita dapat memastikan bahwa masa pantang dan puasa Katolik tidak hanya menjadi waktu spiritual yang bermakna, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang positif bagi kita semua. Semoga kita dapat merayakan masa pantang ini dengan penuh keberkahan dan kesehatan yang baik.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-26T00:00:00.000Z","pentingnya-menjaga-kesehatan-selama-masa-pantang-dan-puasa","https://cdn.imavi.org/articles~3Wqo5yz~9bbbb5cdfc06eaaf651d86a975d9346d.jpg",{"title":722,"originalUrl":723,"excerpt":37,"author":60,"content":724,"publishDate":725,"slug":726,"imageLink":727},"Menyambut Musim Prapaskah: Resolusi Spiritual bagi Umat Katolik","https://my.imavi.org/articles/resolusi-spiritual-bagi-umat-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Musim Prapaskah adalah periode persiapan rohani yang sangat penting bagi umat Katolik di seluruh dunia. Prapaskah adalah waktu di mana umat Katolik mempersiapkan diri secara khusus untuk merayakan Paskah, peristiwa puncak dalam agama Kristen yang mengingatkan akan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Dalam tradisi Katolik, Prapaskah adalah waktu di mana umat Kristen diundang untuk berpuasa, berdoa, dan melakukan pertobatan secara lebih intensif. Berikut adalah beberapa resolusi Prapaskah yang umat Katolik dapat pertimbangkan:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>1. Meningkatkan Kualitas Doa Pribadi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu resolusi yang paling penting selama Prapaskah adalah meningkatkan kualitas doa pribadi. Ini bisa berarti menyediakan waktu yang lebih banyak setiap hari untuk berdoa, membaca Kitab Suci, atau merenungkan kehidupan dan ajaran Yesus Kristus. Umat Katolik dapat mencoba menciptakan rutinitas doa yang lebih konsisten dan mendalam untuk menguatkan hubungan mereka dengan Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>2. Berpartisipasi dalam Perayaan Misa secara Teratur:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selama Prapaskah, umat Katolik diundang untuk mengikuti perayaan Misa secara teratur, khususnya pada hari-hari yang istimewa seperti Rabu Abu dan Jumat Agung. Perayaan Misa adalah pusat kehidupan rohani umat Katolik, di mana mereka menerima Ekaristi, Tubuh dan Darah Kristus, serta memperbarui komitmen mereka untuk mengikuti ajaran Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>3. Melakukan Pertobatan secara Intensif:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk melakukan pertobatan secara lebih intensif. Umat Katolik diundang untuk merenungkan dosa-dosa mereka, mengakui kelemahan mereka, dan mencari pengampunan dan penyucian melalui sakramen Rekonsiliasi. Melalui pertobatan, umat Katolik memperbarui hubungan mereka dengan Tuhan dan mempersiapkan hati mereka untuk menerima kasih dan pengampunan-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>4. Berpuasa dan Berbagi dengan Orang Lain:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Berpuasa adalah praktik spiritual yang umum selama Prapaskah. Umat Katolik diundang untuk menahan diri dari makanan atau kebiasaan lain yang mereka nikmati sebagai bentuk pengorbanan dan keterhubungan dengan penderitaan Kristus. Selain itu, umat Katolik juga dapat menggunakan waktu dan sumber daya yang mereka hemat dari berpuasa untuk membantu mereka yang membutuhkan melalui pelayanan dan amal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>5. Mendidik Diri Sendiri tentang Ajaran Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Prapaskah adalah waktu yang baik untuk mendalami pemahaman kita akan ajaran Katolik. Umat Katolik dapat memilih untuk membaca literatur rohani, mengikuti kelas-kelas agama, atau bergabung dalam kelompok diskusi keagamaan untuk memperdalam pemahaman mereka akan iman Katolik dan persiapan mereka untuk merayakan Paskah dengan lebih bermakna.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>6. Meningkatkan Kualitas Hubungan dengan Sesama:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Prapaskah juga merupakan kesempatan bagi umat Katolik untuk memperbaiki hubungan mereka dengan sesama. Ini bisa berarti meminta maaf kepada orang yang telah kita lukai, memperbaiki konflik dalam hubungan, atau mengambil langkah-langkah konkret untuk memperkuat persaudaraan dan persatuan di antara semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Resolusi Prapaskah yang diambil oleh umat Katolik dapat membantu mereka memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan, memperkuat iman mereka, dan mempersiapkan hati mereka untuk merayakan Paskah dengan sukacita dan penghormatan yang sesungguhnya. Dengan komitmen untuk berdoa, berpuasa, bertobat, dan melayani sesama dengan kasih, umat Katolik dapat mengalami kebangunan rohani yang bermakna selama Musim Prapaskah dan melestarikan tradisi spiritual yang kaya dalam iman Katolik.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-25T00:00:00.000Z","resolusi-spiritual-bagi-umat-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~yknXR9Q~16f49404b99ef4660878c19437b6135c.jpg",{"title":729,"originalUrl":730,"excerpt":37,"author":60,"content":731,"publishDate":732,"slug":733,"imageLink":734},"Mempertahankan Hak Pendidikan di Tengah Konflik: Memastikan Tidak Ada yang Dikecualikan","https://my.imavi.org/articles/mempertahankan-hak-pendidikan-di-tengah-konflik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di tengah konflik, perang, dan kekerasan, hak atas pendidikan sering kali menjadi salah satu yang paling terancam. Namun, penting untuk mengingat bahwa dalam situasi apapun, setiap orang berhak atas pendidikan, tanpa terkecuali. Bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun, upaya untuk memastikan akses pendidikan bagi semua menjadi lebih penting dari sebelumnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Konflik bersenjata sering kali mengakibatkan terganggunya rutinitas sehari-hari, termasuk sistem pendidikan. Sekolah dapat menjadi target langsung serangan, guru dan siswa dapat menjadi korban, dan infrastruktur pendidikan dapat hancur. Dalam keadaan seperti itu, upaya untuk memastikan kelangsungan pendidikan menjadi sangat menantang, tetapi juga sangat penting.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Sebagai prinsip dasar hak asasi manusia, tidak boleh ada pengecualian atas hak atas pendidikan, bahkan di tengah-tengah konflik. Ini adalah hak yang harus dihormati dan dipertahankan oleh semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah, kelompok bersenjata, dan masyarakat internasional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu tantangan terbesar dalam memastikan akses pendidikan di tengah konflik adalah keamanan. Sekolah dan sarana pendidikan sering kali menjadi sasaran serangan atau konflik bersenjata dapat mengakibatkan siswa dan guru kesulitan dalam mengakses sekolah dengan aman. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan perlindungan infrastruktur pendidikan dan menyediakan lingkungan yang aman bagi siswa dan staf pendidik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, penting juga untuk mengadopsi pendekatan yang inovatif dan fleksibel dalam penyediaan pendidikan di tengah konflik. Hal ini dapat mencakup penggunaan teknologi untuk pendidikan jarak jauh, pendidikan informal di tempat-tempat yang aman, atau program pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan khusus para pengungsi atau korban konflik lainnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Organisasi kemanusiaan dan lembaga internasional juga memainkan peran penting dalam memastikan bahwa hak atas pendidikan dihormati di tengah konflik. Mereka dapat memberikan bantuan langsung untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan yang rusak, menyediakan bantuan keuangan kepada siswa dan keluarga mereka, dan memberikan pelatihan kepada guru dan staf pendidikan untuk bekerja di lingkungan yang penuh tantangan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun, untuk mencapai perubahan yang signifikan, diperlukan juga komitmen politik dari semua pihak yang terlibat dalam konflik. Ini mencakup komitmen untuk menghormati hak atas pendidikan, menghentikan serangan terhadap infrastruktur pendidikan, dan memfasilitasi akses pendidikan bagi semua individu, tanpa terkecuali.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di tengah-tengah kekacauan konflik, penting untuk mengingat bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, upaya untuk memastikan akses pendidikan bagi semua individu, bahkan di tengah-tengah konflik dan kekerasan, adalah suatu keharusan yang tak bisa diabaikan. Hanya dengan memenuhi komitmen ini, kita dapat memastikan bahwa hak atas pendidikan tetap dihormati dan dipertahankan untuk semua.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-24T00:00:00.000Z","mempertahankan-hak-pendidikan-di-tengah-konflik","https://cdn.imavi.org/articles~mDmiEL8~52d421d3b167bfcc8b317816a00f54b1.jpg",{"title":736,"originalUrl":737,"excerpt":37,"author":60,"content":738,"publishDate":739,"slug":740,"imageLink":741},"Berdoa kepada Tuhan untuk Memberi Kekuatan dalam Kesedihan","https://my.imavi.org/articles/berdoa-kepada-tuhan-memberi-kekuatan-dalam-kesedihan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Ketika menghadapi masa-masa kesedihan yang mendalam, banyak orang mencari kekuatan dan hiburan dari berbagai sumber. Bagi sebagian, salah satu cara terpenting untuk mengatasi kesedihan adalah melalui doa kepada Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Doa merupakan sarana spiritual yang kuat bagi banyak individu dalam menghadapi kesedihan. Dalam keadaan seperti itu, banyak orang mencari hiburan dan ketenangan dalam komunikasi langsung dengan Tuhan mereka. Doa tidak hanya menjadi cara untuk memohon bantuan, tetapi juga menjadi wadah untuk mengekspresikan emosi yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Ketika seseorang berdoa dalam kesedihan, mereka sering kali mencari kekuatan, penghiburan, dan harapan. Mereka mungkin memohon kepada Tuhan untuk memberi mereka kekuatan untuk bertahan dan melewati masa sulit ini. Doa juga dapat menjadi wadah untuk mengekspresikan rasa give up dan kebingungan kepada Tuhan, meminta petunjuk dan pengertian dalam menghadapi kesedihan yang mereka alami.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam banyak tradisi agama, doa adalah bagian integral dari proses penyembuhan. Orang percaya bahwa Tuhan mendengarkan doa mereka dan memberikan dukungan serta kekuatan yang diperlukan untuk melalui masa-masa sulit. Oleh karena itu, doa sering menjadi pijakan kuat bagi mereka yang sedang berduka untuk tetap tegar dan berharap pada masa depan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun demikian, berdoa dalam kesedihan juga bisa menjadi tantangan. Beberapa orang mungkin merasa kesulitan untuk berdoa karena emosi yang mendominasi pikiran mereka. Namun, dalam hal seperti itu, banyak yang percaya bahwa bahkan upaya kecil untuk berdoa dapat membuka pintu bagi penghiburan dan kekuatan yang lebih besar.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam kesimpulan, doa kepada Tuhan dalam masa kesedihan adalah cara bagi banyak orang untuk menemukan kekuatan, penghiburan, dan harapan. Meskipun tantangan mungkin timbul, banyak yang percaya bahwa doa adalah sarana yang kuat untuk tetap teguh dan menghadapi kesulitan dengan penuh keyakinan pada Tuhan mereka.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-23T00:00:00.000Z","berdoa-kepada-tuhan-memberi-kekuatan-dalam-kesedihan","https://cdn.imavi.org/articles~iWKLEwX~ee08c9ca807e54a0b1f845e34712393c.jpg",{"title":743,"originalUrl":744,"excerpt":37,"author":60,"content":745,"publishDate":746,"slug":747,"imageLink":748},"Mengenali Kehadiran Tuhan Yesus yang Berjalan Bersama Umat-Nya dalam Tradisi Katolik","https://my.imavi.org/articles/mengenali-kehadiran-tuhan-yesus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam tradisi Katolik, konsep kehadiran Tuhan Yesus yang berjalan bersama umat-Nya adalah landasan iman yang penting. Keyakinan ini bukan hanya sekadar aspek doktrin, tetapi juga pengalaman spiritual yang mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu cara utama yang umat Katolik kenali kehadiran Yesus adalah melalui Ekaristi. Dalam Sakramen Mahakudus, keyakinan Katolik adalah bahwa Yesus Kristus hadir secara nyata dalam roti dan anggur yang dikuduskan. Melalui Komuni Kudus, umat Katolik memperoleh kesempatan untuk bersatu secara intim dengan Yesus dalam persekutuan rohani yang mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, umat Katolik juga mengenali kehadiran Yesus melalui Sakramen Tobat dan Rekonsiliasi. Dalam pengakuan dosa, umat Katolik percaya bahwa Yesus hadir melalui imam dan memberikan pengampunan serta kesembuhan kepada jiwa yang bertobat dengan tulus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di luar Sakramen, umat Katolik mengenali kehadiran Yesus melalui doa pribadi, liturgi, dan pembacaan Kitab Suci. Melalui praktik keagamaan ini, umat Katolik dapat merasakan kehadiran Yesus dalam kehidupan sehari-hari mereka, menguatkan iman dan memperdalam hubungan mereka dengan Dia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pentingnya mengenali kehadiran Yesus juga tercermin dalam ajaran sosial Katolik. Umat Katolik dipanggil untuk melihat dan melayani Kristus dalam sesama, terutama dalam orang-orang yang menderita, tertindas, dan terpinggirkan. Dengan demikian, kehadiran Yesus tidak hanya dirasakan dalam ibadah, tetapi juga dalam tindakan kasih dan pelayanan kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam menyadari kehadiran Yesus yang berjalan bersama umat-Nya, umat Katolik juga diingatkan akan panggilan mereka untuk menjadi saksi Kristus di dunia ini. Dengan membawa kasih dan keadilan-Nya kepada dunia, umat Katolik dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain, mencerminkan kehadiran Yesus dalam tindakan dan perkataan mereka sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan merenungkan konsep ini, mari kita semua, sebagai umat Katolik, memperdalam pengalaman kita akan kehadiran Tuhan Yesus yang hidup di tengah-tengah kita. Dalam menerima-Nya dalam Ekaristi, bertobat di hadapan-Nya dalam Sakramen Tobat, dan mengasihi sesama-Nya, mari kita menjadikan kehadiran-Nya sebagai sumber kekuatan dan inspirasi bagi hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-22T00:00:00.000Z","mengenali-kehadiran-tuhan-yesus","https://cdn.imavi.org/articles~YyZfZef~0b294a505583c3344232c98d9d55b8c7.jpg",{"title":750,"originalUrl":751,"excerpt":37,"author":60,"content":752,"publishDate":753,"slug":754,"imageLink":755},"Satu Gereja: Refleksi Masa Prapaskah 2024","https://my.imavi.org/articles/satu-gereja-refleksi-masa-prapaskah-2024","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah 2024 menandai periode penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Sebagai persiapan menuju perayaan Paskah, waktu ini memberikan kesempatan bagi umat Kristiani untuk merenungkan tema \"Satu Gereja\" dengan lebih mendalam. Dalam refleksi ini, kita akan mengeksplorasi makna dari konsep gereja yang satu dan bagaimana itu tercermin dalam ajaran dan praktik keagamaan selama masa Prapaskah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Satu dalam Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pemahaman tentang gereja yang satu didasarkan pada ajaran Yesus Kristus dan prinsip-prinsip kesatuan yang diajarkan-Nya kepada para pengikut-Nya. Dalam Injil Yohanes 17:20-23, Yesus berdoa kepada Bapa untuk kesatuan umat-Nya: \"Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya mereka juga di dalam Kita, agar dunia percaya bahwa Engkau yang telah mengutus Aku.\" Kesatuan ini tidak hanya merujuk kepada kesatuan dalam keyakinan, tetapi juga kesatuan dalam kasih dan persekutuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kebutuhan akan Kesatuan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam dunia yang sering kali terpecah belah oleh perbedaan-perbedaan, tema gereja yang satu menjadi semakin penting. Di tengah konflik, ketidaksetaraan, dan perpecahan, gereja dipanggil untuk menjadi teladan kesatuan yang memperkuat dan menyatukan umat manusia. Masa Prapaskah menyerukan umat Kristiani untuk merefleksikan panggilan ini dengan sungguh-sungguh, memperhatikan bagaimana mereka dapat menjadi agen perdamaian dan persatuan dalam dunia yang terbagi ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pengorbanan dan Pembebasan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salib, sebagai simbol puncak pengorbanan Kristus, menjadi pusat dari refleksi kita selama masa Prapaskah. Kristus mengorbankan diri-Nya untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan mempersembahkan keselamatan bagi semua. Dalam pengorbanan-Nya, kita melihat bukan hanya cinta yang besar, tetapi juga panggilan kepada umat-Nya untuk mengorbankan diri demi orang lain. Ini mencakup komitmen untuk bekerja bersama, melepaskan egoisme dan ambisi yang menghalangi kesatuan, serta berjuang untuk keadilan dan perdamaian di dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Perayaan Kekeluargaan Rohani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah juga merupakan waktu di mana umat Kristiani berkumpul dalam kekeluargaan rohani untuk berdoa, berpuasa, dan mempersiapkan hati mereka untuk merayakan kebangkitan Kristus. Dalam kebersamaan ini, gereja mengalami kesatuan yang dalam, memperkuat ikatan iman dan kasih di antara sesama. Ini mengingatkan kita bahwa sebagai anggota satu tubuh Kristus, kita semua saling bergantung satu sama lain dan dipanggil untuk hidup dalam persaudaraan yang erat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Panggilan untuk Aksi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Tema gereja yang satu selama masa Prapaskah tidak hanya merupakan bahan refleksi, tetapi juga panggilan untuk bertindak. Ini adalah panggilan untuk mengatasi perpecahan, merajut kembali ikatan yang terputus, dan membawa damai dan keadilan ke dalam dunia yang penuh dengan penderitaan. Ini adalah panggilan untuk menjadi agen transformasi sosial yang mengikuti teladan Kristus dalam memberikan kasih kepada sesama dan memperjuangkan keadilan bagi semua.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam masa Prapaskah 2024, mari kita bersama-sama merenungkan tema gereja yang satu dengan penuh pengharapan dan komitmen untuk menjadi pembawa terang dan kasih di dunia yang membutuhkan. Sebagai umat Kristiani, mari kita bergerak maju bersama dalam kesatuan, mengikuti jejak Kristus yang mengajarkan kita untuk menjadi satu dalam-Nya.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-21T00:00:00.000Z","satu-gereja-refleksi-masa-prapaskah-2024","https://cdn.imavi.org/articles~nqk29mn~77e0eef048ee9d8e28e5d08ec2b12b3a.jpg",{"title":757,"originalUrl":758,"excerpt":37,"author":60,"content":759,"publishDate":760,"slug":761,"imageLink":762},"Merayakan Hari Keadilan Sosial: Pemahaman Penting dan Tindakan untuk Masa Depan yang Lebih Adil","https://my.imavi.org/articles/merayakan-hari-keadilan-sosial","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Hari Keadilan Sosial adalah momen penting di kalender global yang menyoroti pentingnya kesetaraan, martabat, dan keadilan bagi semua anggota masyarakat. Diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Februari, Hari Keadilan Sosial memberikan kesempatan bagi individu dan organisasi di seluruh dunia untuk merefleksikan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat saat ini dan untuk mengadvokasi perubahan yang berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Keadilan sosial merupakan prinsip yang menuntut agar semua individu memiliki akses yang sama terhadap sumber daya, kesempatan, dan perlakuan yang adil tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya mereka. Ini mencakup upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan ekonomi, kesenjangan pendapatan, diskriminasi rasial, gender, dan ketidakadilan lainnya yang dapat menghambat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam era globalisasi ini, tantangan keadilan sosial semakin kompleks dan meluas. Ketidaksetaraan yang meningkat dalam distribusi kekayaan dan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, perawatan kesehatan, dan perumahan menjadi perhatian utama bagi banyak negara di seluruh dunia. Sementara itu, isu-isu seperti perubahan iklim, konflik bersenjata, dan migrasi massal juga memperumit upaya untuk mencapai keadilan sosial yang berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di tengah tantangan ini, penting bagi individu, kelompok, dan pemerintah untuk bersatu dalam upaya menciptakan perubahan positif. Ini termasuk mengadvokasi kebijakan publik yang progresif, memperjuangkan hak asasi manusia, mendukung inisiatif pengentasan kemiskinan, dan mempromosikan inklusi sosial yang lebih luas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Namun, upaya untuk mencapai keadilan sosial tidak hanya terbatas pada level nasional atau global. Setiap individu juga memiliki peran penting dalam mempromosikan nilai-nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari mereka. Mulai dari memperlakukan orang lain dengan hormat dan empati hingga berpartisipasi dalam aksi sosial dan penggalangan dana untuk mendukung mereka yang membutuhkan, setiap tindakan kecil dapat memiliki dampak yang signifikan dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan memperingati Hari Keadilan Sosial, kita diingatkan akan pentingnya terus berjuang untuk menciptakan dunia di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mencapai potensi penuh mereka. Dengan kerjasama yang kokoh dan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai keadilan dan solidaritas, kita dapat membangun masa depan yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-20T00:00:00.000Z","merayakan-hari-keadilan-sosial","https://cdn.imavi.org/articles~uQEHdRg~293519db1836a3daa3afdb29e6018f84.jpg",{"title":764,"originalUrl":765,"excerpt":37,"author":60,"content":766,"publishDate":767,"slug":768,"imageLink":769},"Peran Umat Katolik dalam Membangun Perdamaian","https://my.imavi.org/articles/peran-umat-katolik-dalam-membangun-perdamaian","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Umat Katolik telah menjadi kekuatan yang penting dalam upaya membangun perdamaian di berbagai belahan dunia. Dari konflik lokal hingga konflik internasional, komunitas Katolik telah aktif terlibat dalam menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu aspek utama dari peran umat Katolik dalam membangun perdamaian adalah melalui doa dan ibadah. Gereja Katolik secara teratur mengadakan doa bersama, misa perdamaian, dan novena untuk mendorong kesatuan, rekonsiliasi, dan kedamaian di tengah-tengah ketegangan sosial dan politik. Doa menjadi landasan spiritual bagi upaya perdamaian, membawa harapan, kekuatan, dan keberanian kepada mereka yang terkena dampak konflik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selain doa, umat Katolik juga terlibat dalam aksi nyata untuk mempromosikan perdamaian. Mereka mendirikan organisasi kemanusiaan, lembaga sosial, dan program-program pembangunan untuk membantu korban konflik, memperjuangkan hak asasi manusia, dan memfasilitasi dialog antar pihak yang berselisih. Melalui pelayanan praktis ini, umat Katolik mendedikasikan diri untuk memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang mendorong terjadinya konflik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Tidak hanya itu, pemimpin gereja Katolik juga berperan penting dalam mengadvokasi perdamaian. Dari uskup lokal hingga Sri Paus, pemimpin gereja menggunakan otoritas moral mereka untuk menyerukan dialog, negosiasi, dan penyelesaian damai atas konflik yang sedang berlangsung. Mereka berbicara atas nama orang-orang yang terpinggirkan, memperjuangkan keadilan, dan mengajak semua pihak untuk mengedepankan kepentingan bersama demi perdamaian yang berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Secara keseluruhan, peran umat Katolik dalam membangun perdamaian meliputi dimensi spiritual, praktis, dan advokasi. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai iman dengan tindakan konkret, umat Katolik berkomitmen untuk menjadi pembawa damai di dunia yang penuh dengan konflik dan ketegangan. Melalui kerja sama, kolaborasi, dan doa yang tekun, mereka berharap dapat membantu menciptakan dunia yang lebih aman, adil, dan damai bagi semua umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-19T00:00:00.000Z","peran-umat-katolik-dalam-membangun-perdamaian","https://cdn.imavi.org/articles~M2EgQvW~43fd6952b4101d5ed6645529d8d3dfcc.jpg",{"title":771,"originalUrl":772,"excerpt":37,"author":60,"content":773,"publishDate":774,"slug":775,"imageLink":776},"Keheningan dan Doa: Memahami Pikiran dan Perasaan yang Diilhami oleh Tuhan selama Masa Prapaskah","https://my.imavi.org/articles/memahami-pikiran-yang-diilhami-oleh-tuhan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah merupakan periode penting dalam kalender liturgis Katolik yang mengundang umat untuk merenungkan, berdoa, dan mempersiapkan hati mereka untuk merayakan Paskah, puncak dari tahun liturgis. Dalam suasana hening dan doa yang mendalam, umat dipanggil untuk memperdalam pemahaman mereka akan pikiran dan perasaan yang diilhami oleh Tuhan. Di bawah ini, kita akan menjelajahi pentingnya keheningan dan doa selama Masa Prapaskah untuk meraih pemahaman spiritual yang lebih dalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>1. Refleksi Diri dan Kebenaran Spiritual\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah menawarkan waktu yang tepat bagi umat untuk mundur sejenak dari kehidupan sehari-hari yang sibuk dan membenamkan diri dalam keheningan. Dalam ketenangan tersebut, kita memiliki kesempatan untuk merenungkan diri, mengevaluasi hubungan kita dengan Tuhan, dan memperdalam pemahaman akan kebenaran spiritual yang diilhami oleh Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>2. Mendengarkan Suara Batin\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam keheningan, suara batin kita menjadi lebih jelas. Masa Prapaskah mengajarkan kita untuk meresapi firman Tuhan melalui doa dan meditasi, serta untuk membuka diri terhadap pesan-pesan yang Allah ingin sampaikan kepada kita. Dengan merenungkan pikiran dan perasaan yang diilhami oleh Tuhan, kita dapat menemukan arahan dan inspirasi untuk hidup yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>3. Mengenali Kebutuhan Spiritual\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah memungkinkan kita untuk mengenali kebutuhan spiritual yang mendalam dalam diri kita. Dalam keheningan, kita dapat menghadirkan segala keraguan, ketakutan, dan kekhawatiran kita kepada Tuhan melalui doa. Dengan berdoa secara penuh kesadaran, kita dapat menemukan kedamaian dalam iman dan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>4. Mendalami Makna Penderitaan dan Pengorbanan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pengorbanan Kristus selama masa Prapaskah mengajarkan kita tentang makna sejati dari penderitaan dan pengorbanan. Dalam doa dan keheningan, kita dapat menghayati penderitaan Kristus secara lebih dalam, merenungkan arti pengorbanan-Nya bagi keselamatan dunia, dan meresapi kasih-Nya yang tiada tara bagi umat manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>5. Persiapan untuk Kebangkitan dan Kemenangan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah bukan hanya tentang penderitaan dan pengorbanan, tetapi juga tentang kebangkitan dan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian. Dengan memperdalam doa dan keheningan selama masa ini, kita mempersiapkan hati dan jiwa kita untuk merayakan kebangkitan Kristus dengan sukacita dan kegembiraan yang sejati pada hari Paskah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Masa Prapaskah adalah waktu yang sangat penting bagi umat Kristiani untuk menenggelamkan diri dalam keheningan dan doa, memperdalam pemahaman mereka akan pikiran dan perasaan yang diilhami oleh Tuhan. Dengan menyadari kebutuhan akan refleksi diri, mendengarkan suara batin, mengenali kebutuhan spiritual, mendalami makna penderitaan dan pengorbanan, serta mempersiapkan hati untuk kebangkitan dan kemenangan, umat Kristiani dapat meraih pemahaman spiritual yang lebih dalam dan mengalami pertumbuhan rohani yang nyata selama Masa Prapaskah.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-18T00:00:00.000Z","memahami-pikiran-yang-diilhami-oleh-tuhan","https://cdn.imavi.org/articles~3XgZqyP~cb16710280a577621831f398db264a39.jpg",{"title":778,"originalUrl":779,"excerpt":37,"author":60,"content":780,"publishDate":781,"slug":782,"imageLink":783},"Iman yang Dikhotbahkan Harus Selalu Menjadi Doa: Pesan dari Kata-kata Paus","https://my.imavi.org/articles/iman-yang-dikhotbahkan-harus-selalu-menjadi-doa","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus sebagai pemimpin spiritual dalam Gereja Katolik sering kali memberikan arahan dan pandangan tentang pentingnya iman yang hidup dalam doa. Dalam berbagai kesempatan, kata-kata Paus telah menggarisbawahi betapa pentingnya menyatukan pengajaran iman dengan praktik doa yang berkesinambungan. Inilah beberapa pesan penting yang dapat diambil dari kata-kata Paus tentang hubungan antara iman yang dikhotbahkan dan doa:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>1. Memperdalam Hubungan Pribadi dengan Tuhan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus sering menekankan pentingnya memperdalam hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa. Iman yang dikhotbahkan haruslah menjadi pendorong untuk memperdalam hubungan pribadi ini, bukan sekadar konsep intelektual. Dalam doa, kita mengalami hadirat Tuhan secara pribadi dan meresapi kebenaran iman dalam kehidupan kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>2. Membawa Kebenaran Iman ke dalam Pengalaman Hidup\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus menekankan bahwa iman yang sejati tidak hanya berbicara tentang konsep-konsep teologis, tetapi juga tentang membawa kebenaran iman ke dalam pengalaman hidup kita. Doa membantu kita menginternalisasi pengajaran iman sehingga menjadi pedoman dalam tindakan dan keputusan kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>3. Menyatu dengan Misteri-Misteri Iman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam kata-kata Paus, kita sering diingatkan bahwa iman adalah tentang menyatu dengan misteri-misteri iman kita. Doa membantu kita meresapi dan menghayati misteri-misteri ini secara pribadi, sehingga iman tidak hanya menjadi intelektual, tetapi juga menggerakkan hati dan jiwa kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>4. Menghadapi Tantangan dan Kesulitan dengan Doa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus secara konsisten mendorong umat Katolik untuk menghadapi tantangan dan kesulitan hidup dengan doa. Iman yang dikhotbahkan harus mempersiapkan kita untuk menghadapi cobaan dengan doa yang berkelanjutan, memperkuat keyakinan bahwa Tuhan selalu menyertai kita dalam setiap situasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>5. Menjadi Saksi Iman dalam Dunia Ini\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Terakhir, Paus mengajarkan bahwa iman yang hidup harus tercermin dalam kesaksian kita di dunia ini. Doa membantu kita menjaga komitmen kita terhadap iman, sehingga kita dapat menjadi saksi yang efektif bagi kasih dan kebenaran Kristus di tengah-tengah dunia yang penuh dengan tantangan dan kegelapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menggabungkan pengajaran iman yang kokoh dengan doa yang berkesinambungan, kita dapat memperkuat fondasi spiritual kita dan menjadi saksi yang hidup bagi kasih Kristus di dunia ini. Inilah pesan yang terus diulang oleh Paus melalui kata-kata dan tindakan beliau, yang mengingatkan kita bahwa iman yang dikhotbahkan harus selalu menjadi doa yang hidup dalam kehidupan kita sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-17T00:00:00.000Z","iman-yang-dikhotbahkan-harus-selalu-menjadi-doa","https://cdn.imavi.org/articles~XsK9SQz~cq5dam.thumbnail.cropped.250.141.jpeg",{"title":785,"originalUrl":786,"excerpt":37,"author":60,"content":787,"publishDate":788,"slug":789,"imageLink":790},"Persaudaraan: Kesaksian Terbesar yang Dapat Kita Berikan Kepada Dunia","https://my.imavi.org/articles/persaudaraan-kesaksian-terbesar-kita-berikan-kepada-dunia","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Persaudaraan adalah salah satu nilai fundamental yang terus dipegang teguh oleh berbagai budaya, agama, dan masyarakat di seluruh dunia. Dalam konteks global yang sering kali dipenuhi dengan konflik, ketegangan, dan perpecahan, penting bagi kita untuk mengakui peran penting persaudaraan dalam membangun perdamaian, harmoni, dan kesatuan di antara manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam banyak agama, konsep persaudaraan merujuk pada pengakuan bahwa kita semua adalah bagian dari satu keluarga manusia yang sama, dengan hak-hak, kebutuhan, dan aspirasi yang sama. Ini mengajarkan kita untuk menghormati, menghargai, dan mendukung satu sama lain, tanpa memandang perbedaan agama, ras, budaya, atau latar belakang sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus, pemimpin spiritual Katolik Roma, telah menekankan pentingnya persaudaraan dalam banyak kesempatan. Dia mengajukan visi tentang \"budaya pertemuan\" di mana kita semua berbagi dalam solidaritas, kepedulian, dan penghargaan terhadap keberagaman. Dalam pesan-pesannya, Paus Fransiskus menekankan bahwa persaudaraan adalah salah satu kesaksian terbesar yang dapat kita berikan kepada dunia saat ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Persaudaraan bukan hanya tentang memberi dukungan dalam waktu sulit, tetapi juga tentang membangun hubungan yang berkelanjutan berdasarkan rasa hormat dan penghargaan. Ini menuntut kita untuk mendengarkan satu sama lain, belajar dari satu sama lain, dan bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan konflik bersenjata, kita membutuhkan persaudaraan lebih dari sebelumnya. Ini membutuhkan komitmen bersama untuk memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi semua orang. Sebagai individu dan komunitas, kita memiliki tanggung jawab untuk memperkuat hubungan persaudaraan, membangun jembatan, dan mengatasi perbedaan yang memecah belah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kita tidak boleh melupakan bahwa dalam mengamalkan persaudaraan, kita juga menerapkan nilai-nilai seperti empati, kasih sayang, dan pengampunan. Ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan merasakan penderitaan orang lain, bersedia untuk membantu ketika diperlukan, dan memiliki hati yang terbuka untuk memaafkan kesalahan dan kelemahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Sebagai individu, kita dapat menyumbangkan bagian kita dalam membangun dunia yang lebih persaudaraan dengan menjadi contoh yang hidup dan menginspirasi orang lain melalui tindakan dan sikap kita sehari-hari. Kita juga dapat bergabung dengan berbagai inisiatif lokal, nasional, dan internasional yang bertujuan untuk mempromosikan persaudaraan dan solidaritas di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menghidupkan nilai-nilai persaudaraan dalam kehidupan kita, kita tidak hanya menguatkan hubungan antar manusia, tetapi juga menyampaikan pesan yang kuat kepada dunia bahwa perdamaian, kesatuan, dan keadilan adalah mungkin ketika kita bersatu sebagai satu keluarga besar manusia. Dengan demikian, persaudaraan tetap menjadi salah satu kesaksian terbesar yang dapat kita berikan kepada dunia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-16T00:00:00.000Z","persaudaraan-kesaksian-terbesar-kita-berikan-kepada-dunia","https://cdn.imavi.org/articles~mZobQBv~7ffbb6a80c25e6f0c97f09967061d2ed.jpg",{"title":792,"originalUrl":793,"excerpt":37,"author":60,"content":794,"publishDate":795,"slug":796,"imageLink":797},"Kehidupan Bersama: Menggali Makna dalam Kutipan 'Tidak Baik Bagi Manusia untuk Hidup Seorang Diri'","https://my.imavi.org/articles/tidak-baik-bagi-manusia-untuk-hidup-seorang-diri","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kutipan dari Kitab Kejadian 2:18, \"Tidak baik bagi manusia untuk hidup seorang diri,\" merangkum esensi dari hubungan manusia yang saling melengkapi dan kebutuhan akan komunitas yang kokoh. Pesan ini mencerminkan kebijaksanaan spiritual yang telah dipegang oleh banyak budaya dan agama selama berabad-abad.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kehidupan manusia tidak dimaksudkan untuk dijalani dalam isolasi. Meskipun ada nilai dalam introspeksi dan penyendiri yang terkontrol, kehidupan yang penuh makna sering kali ditemukan dalam hubungan dengan orang lain. Kita melihat dalam keluarga, teman, dan komunitas bahwa kita dapat menemukan dukungan, cinta, dan pertumbuhan yang diperlukan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam konteks agama, konsep ini mengilhami nilai-nilai seperti kasih sayang, empati, dan pelayanan terhadap sesama. Di dalam banyak tradisi keagamaan, perintah untuk mengasihi sesama dan berbagi beban saling bertautan dengan pemahaman bahwa kita semua adalah bagian dari satu kesatuan manusia. Dengan memperluas cinta dan perhatian kita kepada orang lain, kita memperkaya pengalaman hidup kita sendiri dan memperkuat jalinan sosial yang mendasari keberlangsungan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun demikian, realitas modern sering kali menantang pemahaman ini. Dalam era teknologi yang terhubung secara digital namun seringkali terasa jauh secara emosional, banyak yang merasa kesepian meskipun dikelilingi oleh orang-orang. Kebanyakan orang sibuk dengan kehidupan yang padat, meninggalkan sedikit waktu untuk berinteraksi dengan orang lain secara mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kutipan tersebut mengingatkan kita bahwa hubungan yang bermakna memerlukan investasi waktu, perhatian, dan empati. Ini menyeru kita untuk membangun komunitas yang kuat di sekitar kita, tempat di mana kita dapat saling mendukung dan tumbuh bersama. Di tengah kesibukan modern, penting bagi kita untuk secara sadar menciptakan ruang untuk hubungan yang berarti, karena dalam kebersamaan kita menemukan kekuatan, kegembiraan, dan makna sejati dari hidup.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-15T00:00:00.000Z","tidak-baik-bagi-manusia-untuk-hidup-seorang-diri","https://cdn.imavi.org/articles~Wa8uM39~4464e6a6a51a2adce12dfc56abf46214.jpg",{"title":799,"originalUrl":800,"excerpt":37,"author":60,"content":801,"publishDate":802,"slug":803,"imageLink":804},"Segalanya Mungkin dengan Kesabaran dan Iman: Kunci Menuju Kesuksesan dan Kepuasan Hidup","https://my.imavi.org/articles/menuju-kesuksesan-dan-kepuasan-hidup","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kehidupan ini, kita seringkali dihadapkan pada tantangan dan rintangan yang sulit. Kadang-kadang, segalanya tampak seperti berada di luar kendali kita, dan kita mungkin merasa putus asa atau kehilangan harapan. Namun, ada satu kualitas yang dapat membantu kita mengatasi semua halangan itu: kesabaran iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kesabaran iman bukanlah sekadar menunggu dengan sabar tanpa tindakan atau percaya tanpa usaha. Sebaliknya, ia adalah kombinasi dari dua hal yang penting: kesabaran dan iman yang kuat. Kesabaran adalah kemampuan untuk tetap tenang dan sabar di tengah-tengah kesulitan, sementara iman adalah keyakinan yang kuat akan kemampuan kita untuk mengatasi tantangan tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Banyak orang yang telah membuktikan bahwa dengan kesabaran iman, segala sesuatu menjadi mungkin. Di bawah ini adalah beberapa alasan mengapa kesabaran iman merupakan kunci menuju kesuksesan dan kepuasan hidup:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membangun Ketahanan Mental:\u003C/strong> Dalam menghadapi rintangan dan kegagalan, kesabaran iman membantu kita untuk tetap tenang dan fokus pada solusi daripada terjebak dalam keputusasaan atau kecemasan. Ini memungkinkan kita untuk membangun ketahanan mental yang kuat, sehingga kita dapat menghadapi tantangan dengan lebih baik.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Mendorong Kreativitas dan Inovasi:\u003C/strong> Ketika kita memiliki kesabaran iman, kita tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, kita menggunakan tantangan tersebut sebagai kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan mencari solusi baru. Hal ini mendorong kreativitas dan inovasi, yang dapat membawa kita menuju jalan kesuksesan yang baru.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membangun Hubungan yang Kokoh:\u003C/strong> Kesabaran iman juga penting dalam hubungan interpersonal. Ketika kita memiliki kesabaran iman, kita lebih mampu untuk memahami dan menghargai orang lain, serta membangun hubungan yang kokoh dan saling mendukung.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menumbuhkan Rasa Syukur:\u003C/strong> Kesabaran iman membantu kita untuk melihat hal-hal positif dalam setiap situasi, bahkan di tengah-tengah kesulitan. Ini membantu kita untuk menumbuhkan rasa syukur atas semua berkah yang kita miliki, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepuasan hidup kita secara keseluruhan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Mencapai Tujuan Jangka Panjang:\u003C/strong> Kesabaran iman juga diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang. Kebanyakan kesuksesan tidak terjadi secara instan, tetapi membutuhkan waktu, usaha, dan ketekunan. Dengan kesabaran iman, kita dapat tetap termotivasi dan berusaha keras untuk mencapai tujuan kita, meskipun menghadapi rintangan di sepanjang jalan.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulan, kesabaran iman adalah kunci menuju kesuksesan dan kepuasan hidup. Dengan memiliki kesabaran untuk tetap tenang di tengah-tengah kesulitan dan iman yang kuat akan kemampuan kita untuk mengatasi tantangan tersebut, kita dapat mengubah segalanya menjadi mungkin. Oleh karena itu, mari kita latih dan kembangkan kesabaran iman kita setiap hari, sehingga kita dapat mencapai potensi penuh kita dan hidup dengan lebih berarti dan memuaskan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-14T00:00:00.000Z","menuju-kesuksesan-dan-kepuasan-hidup","https://cdn.imavi.org/articles~AAeZ9nN~6b66fadaf1a2f4f8124f7795eee36ffb.jpg",{"title":806,"originalUrl":807,"excerpt":37,"author":60,"content":808,"publishDate":809,"slug":810,"imageLink":811},"Mengundang Semua Orang untuk Menatap Mata Orang Lain: Menemukan Kemanusiaan di Balik Status Sosial","https://my.imavi.org/articles/menemukan-kemanusiaan-di-balik-status-sosial","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali terjebak dalam penilaian sosial dan stereotip yang mungkin memisahkan kita dari orang lain. Namun, sebuah panggilan untuk menatap mata orang lain secara langsung, melebihi status sosial mereka, telah diungkapkan sebagai jalan untuk menemukan kemanusiaan yang mendasari setiap individu. Paus Fransiskus telah menjadi suara yang mendorong panggilan ini, mengajak kita semua untuk melihat satu sama lain sebagai manusia, bukan sekadar gelar atau kedudukan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, melalui berbagai kesempatan, telah menyoroti pentingnya bertemu dengan orang lain secara langsung dan penuh kasih, tanpa memandang latar belakang atau status sosial mereka. Dia memotivasi kita untuk melampaui dinding-dinding yang memisahkan kita dan untuk menciptakan budaya pertemuan, di mana setiap individu dihargai dan dihormati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Panggilan ini diperkuat oleh berbagai inisiatif sosial dan keagamaan di seluruh dunia yang berupaya membangun jembatan antara beragam kelompok masyarakat. Salah satu aspek yang penting adalah memahami bahwa setiap individu memiliki cerita hidupnya sendiri, penuh dengan tantangan, keberhasilan, dan pengalaman unik. Dengan menatap mata mereka secara langsung, kita mengakui keberadaan mereka sebagai manusia yang berharga.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Tentu saja, menatap mata seseorang bukanlah tindakan sederhana. Ini melibatkan kesadaran dan keberanian untuk menempatkan diri kita dalam posisi kerentanan, menghapus penghalang-penghalang yang mungkin kita bangun sebagai bentuk pertahanan diri. Namun, di balik langkah ini terbuka peluang besar untuk membangun hubungan yang lebih dalam dan berarti dengan sesama manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam sebuah dunia yang seringkali terpaku pada perbedaan-perbedaan yang memisahkan, panggilan untuk menatap mata orang lain secara langsung menjadi semakin penting. Itu mengingatkan kita bahwa di balik semua perbedaan, kita semua adalah bagian dari keluarga kemanusiaan yang sama, dan bahwa kita semua layak dihormati dan dihargai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Oleh karena itu, mari kita terus merespons panggilan Paus Fransiskus dan mengundang semua orang untuk menatap mata orang lain secara langsung, melihat melampaui status sosial mereka, dan dengan demikian, menemukan kemanusiaan yang sejati dalam diri kita dan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-13T00:00:00.000Z","menemukan-kemanusiaan-di-balik-status-sosial","https://cdn.imavi.org/articles~ntJ5Zb8~bulu-matajpg-20220104101824.jpg",{"title":813,"originalUrl":814,"excerpt":37,"author":60,"content":815,"publishDate":816,"slug":817,"imageLink":818},"Mempertahankan Integritas Iman Katolik di Era Kemajuan Teknologi","https://my.imavi.org/articles/integritas-iman-katolik-di-era-kemajuan-teknologi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam era di mana teknologi berkembang dengan cepat, Gereja Katolik dihadapkan pada tantangan untuk memastikan bahwa kemajuan tersebut tidak menyebabkan penyimpangan dari ajaran dan nilai-nilai iman Katolik. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi beberapa langkah yang dapat diambil untuk menghindari penyimpangan iman Katolik dari kemajuan teknologi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>1. Pendidikan dan Pembinaan Rohani:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu cara terpenting untuk menghindari penyimpangan adalah dengan memberikan pendidikan dan pembinaan rohani yang kuat kepada umat Katolik. Ini mencakup pengajaran tentang nilai-nilai iman Katolik, etika Kristen, dan tuntunan moral yang relevan dengan penggunaan teknologi modern.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>2. Pandangan Gereja tentang Teknologi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Gereja Katolik memiliki pandangan yang kaya dan beragam tentang peran dan penggunaan teknologi dalam kehidupan manusia. Menggunakan panduan dari Katekismus Katolik dan doktrin sosial Gereja, umat Katolik dapat memahami bagaimana mereka dapat menggunakan teknologi secara bertanggung jawab sesuai dengan ajaran iman Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>3. Etika dalam Pengembangan Teknologi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pengembangan teknologi yang berlandaskan etika Kristen sangat penting untuk menghindari penyimpangan iman Katolik. Ini mencakup memastikan bahwa teknologi yang dikembangkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai fundamental iman Katolik, seperti hormat terhadap martabat manusia dan kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>4. Kolaborasi antara Gereja dan Ahli Teknologi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kolaborasi antara Gereja dan ahli teknologi dapat membantu memastikan bahwa perkembangan teknologi berada dalam keselarasan dengan ajaran Gereja. Ini melibatkan dialog terbuka dan konstruktif antara kedua belah pihak untuk memahami implikasi moral dari teknologi yang sedang dikembangkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>5. Pembentukan Kebijakan Gereja yang Relevan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Gereja Katolik perlu mempertimbangkan dan merumuskan kebijakan yang relevan untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh kemajuan teknologi. Ini dapat mencakup pernyataan dan pedoman pastoral yang memberikan bimbingan kepada umat Katolik tentang penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan mengambil langkah-langkah ini, Gereja Katolik dapat menghindari penyimpangan iman dari kemajuan teknologi dan memastikan bahwa umatnya dapat menggunakan teknologi modern dengan bijaksana sesuai dengan ajaran dan nilai-nilai iman Katolik. Dengan demikian, Gereja dapat tetap relevan dan memberikan bimbingan moral dalam era teknologi yang terus berkembang.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-12T00:00:00.000Z","integritas-iman-katolik-di-era-kemajuan-teknologi","https://cdn.imavi.org/articles~bRYEhLp~Aplikasi-Alkitab-di-Gereja-Ide-Baik-atau-Buruk.jpg",{"title":820,"originalUrl":821,"excerpt":37,"author":60,"content":822,"publishDate":823,"slug":824,"imageLink":825},"Mengenal Sosok Mama Antula","https://my.imavi.org/articles/mengenal-sosok-mama-antula","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Maria Antonia de Paz y Figueroa, yang lebih dikenal sebagai \"Mama Antula\", adalah seorang tokoh yang penting dalam sejarah Gereja Katolik di Argentina. Dia dikenal karena pengabdian dan dedikasinya dalam menyebarkan iman Katolik di negaranya, terutama setelah pengusiran para Yesuit dari Argentina pada abad ke-18.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Lahir pada tahun 1730 di Silipica, Santiago del Estero, Maria Antonia menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk melayani Tuhan dan sesama. Dia menjadi terkenal karena mendirikan Rumah Latihan Rohani di Buenos Aires, tempat orang bisa datang untuk mengalami pembinaan rohani dan pertumbuhan iman. Dia juga dikenal karena melakukan perjalanan jauh ke berbagai wilayah di Argentina untuk mengajar dan mendukung umat Katolik di sana.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu aspek yang membuat Mama Antula begitu dihormati adalah kualitasnya sebagai teladan iman dan ketekunan. Meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan dalam misinya, dia tetap setia pada panggilan Tuhan dan melayani dengan penuh semangat. Dia juga dikenal karena kebijaksanaannya dan karunia rohaninya, yang dia gunakan untuk membantu orang lain dalam perjalanan spiritual mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada tanggal 7 Maret 1799, Mama Antula meninggal di Buenos Aires, meninggalkan warisan kekudusan dan pengabdian yang menginspirasi banyak orang. Meskipun tidak diakui sebagai santa oleh Gereja Katolik pada zamannya, pengakuan atas kontribusinya terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pada tahun 2024, Paus Fransiskus mengumumkan kanonisasi Mama Antula sebagai santa, menjadikannya santo pertama dari Argentina.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kanonisasi Mama Antula merupakan momen penting dalam sejarah Gereja Katolik di Argentina dan merupakan pengakuan atas pengabdian dan pengaruhnya yang luar biasa dalam memperkuat iman dan membangun komunitas Katolik di negara tersebut. Sebagai santo, Mama Antula tetap menjadi teladan bagi umat Katolik di Argentina dan di seluruh dunia, menginspirasi mereka untuk hidup dalam kasih dan pengabdian kepada Tuhan dan sesama.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-11T00:00:00.000Z","mengenal-sosok-mama-antula","https://cdn.imavi.org/articles~qNtJivy~cq5dam.thumbnail.cropped.500.281.jpeg",{"title":827,"originalUrl":828,"excerpt":37,"author":60,"content":829,"publishDate":830,"slug":831,"imageLink":832},"Kesedihan Bisa Dilawan dengan Mengingat Pemikiran tentang Kebangkitan Kristus","https://my.imavi.org/articles/kesedihan-bisa-dilawan-dengan-kebangkitan-kristus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kesedihan adalah bagian alami dari kehidupan manusia. Namun demikian, dalam momen-momen kesedihan tersebut, kita sering kali merasa hampa dan putus asa. Pada saat-saat seperti itu, mengingat pemikiran tentang Kebangkitan Kristus dapat menjadi sumber penghiburan dan kekuatan yang luar biasa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam ajaran Katolik, Kebangkitan Kristus dianggap sebagai inti dari iman Kristen. Ini adalah momen yang menandai kemenangan Kristus atas kematian, dan janji bagi umat manusia akan kehidupan yang kekal. Paus Fransiskus, dalam berbagai kesempatan, telah menekankan pentingnya mengingat dan merenungkan Kebangkitan Kristus sebagai cara untuk melawan kesedihan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam pidato-pidatonya, Paus Fransiskus sering menyoroti bahwa Kebangkitan Kristus bukanlah sekadar peristiwa sejarah yang terjadi pada waktu lampau, tetapi sebuah realitas yang hidup dan berpengaruh dalam kehidupan kita saat ini. Dia mengajak umat Kristiani untuk menjadikan pemikiran tentang Kebangkitan sebagai sumber harapan dan kekuatan di tengah tantangan dan kesedihan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pemikiran tentang Kebangkitan Kristus membawa makna yang mendalam bagi kita yang merasakan kesedihan. Ketika kita menghadapi kehilangan yang menyakitkan atau kesulitan yang menghimpit, kita dapat mengingat bahwa Kristus telah mengalahkan kematian dan memberikan harapan baru bagi kita semua. Ini adalah pengingat bahwa tidak ada kesedihan yang begitu besar sehingga tidak bisa diatasi oleh kekuatan kasih dan kebangkitan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Mengingat pemikiran tentang Kebangkitan Kristus juga membantu kita untuk melihat situasi kita dengan perspektif yang lebih besar. Ini mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah tempat terakhir bagi kita, tetapi hanya sementara. Ada janji kehidupan yang kekal bagi mereka yang percaya pada-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam praktiknya, mengingat pemikiran tentang Kebangkitan Kristus dapat dilakukan melalui doa, meditasi, dan refleksi atas Kitab Suci. Ini adalah cara untuk memperkuat iman kita dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Kristus, Sang Penyelamat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Jadi, saat kita merasa terpuruk oleh kesedihan, marilah kita mengingat pemikiran tentang Kebangkitan Kristus. Dalam momen-momen tersebut, mari kita temukan penghiburan, harapan, dan kekuatan baru dalam iman pada Kristus yang hidup dan bekerja dalam hidup kita saat ini.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-10T00:00:00.000Z","kesedihan-bisa-dilawan-dengan-kebangkitan-kristus","https://cdn.imavi.org/articles~HypxSCD~610dfe789b7e11f084c074c079003c42.jpg",{"title":834,"originalUrl":835,"excerpt":37,"author":60,"content":836,"publishDate":830,"slug":837,"imageLink":838},"Setiap Orang Harus Diakui Martabatnya sebagai Seorang Pekerja","https://my.imavi.org/articles/setiap-orang-diakui-martabatnya-sebagai-seorang-pekerja","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di tengah perbincangan tentang ekonomi, seringkali manusia dilupakan dan hanya angka-angka yang menjadi fokus utama. Namun, di balik setiap angka dalam statistik ekonomi, ada manusia yang memiliki martabat dan nilai yang harus diakui.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pekerja adalah tulang punggung dari setiap masyarakat dan ekonomi. Mereka yang melakukan pekerjaan dengan penuh dedikasi, terlepas dari jenis pekerjaan yang mereka lakukan, layak dihormati dan diakui martabatnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Setiap orang, tanpa terkecuali, memiliki hak untuk bekerja dalam kondisi yang layak dan menghasilkan pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka dan keluarga mereka. Pekerja harus diakui sebagai individu yang memiliki kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual yang harus dipenuhi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pentingnya mengakui martabat pekerja terutama terlihat dalam perlakuan dan perlindungan yang mereka terima di tempat kerja. Setiap pekerja berhak bekerja dalam lingkungan yang aman dan sehat, bebas dari pelecehan dan diskriminasi, dan memiliki akses yang sama terhadap peluang dan hak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, pengakuan terhadap martabat pekerja tidak hanya terbatas pada lingkungan kerja. Hal ini juga mencakup penghargaan terhadap kontribusi mereka terhadap masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan. Tanpa pekerja, tidak akan ada kemajuan atau kemakmuran yang dapat dinikmati oleh semua orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, pengakuan martabat pekerja juga harus tercermin dalam kebijakan publik dan legislasi yang adil dan progresif. Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya harus bekerja sama untuk menciptakan sistem yang mendukung hak-hak pekerja dan memastikan kesejahteraan mereka diutamakan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan mengakui martabat setiap pekerja, kita membangun masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Setiap orang harus memiliki kesempatan yang sama untuk hidup dan bekerja dengan martabat, tanpa memandang status sosial, jenis pekerjaan, atau latar belakang mereka. Ini adalah prinsip yang harus kita pertahankan dan perjuangkan bersama-sama untuk masa depan yang lebih baik bagi semua orang.\u003C/span>\u003C/p>","setiap-orang-diakui-martabatnya-sebagai-seorang-pekerja","https://cdn.imavi.org/articles~HK5JGW7~katekese_22_01_23_01.jpg",{"title":840,"originalUrl":841,"excerpt":37,"author":60,"content":842,"publishDate":843,"slug":844,"imageLink":845},"Membantu Semua Orang Menemukan Keindahan Mengikuti Kristus","https://my.imavi.org/articles/membantu-semua-orang-menemukan-keindahan-mengikuti-kristus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Di tengah-tengah kehidupan yang sering kali dipenuhi dengan kegelapan dan kebingungan, para pengikut Kristus dipanggil untuk menjadi sumber cahaya dan kebaikan bagi dunia. Misi utama kita adalah untuk membawa orang lain kepada Kristus, yang adalah sumber sejati keindahan dan harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Satu cara yang kuat untuk melakukan hal ini adalah dengan membantu semua orang menemukan keindahan dalam mengikuti Kristus. Ini bukan hanya tentang mengajak orang untuk bergabung dengan agama tertentu atau mengadopsi doktrin-doktrin tertentu, tetapi tentang membimbing mereka untuk mengalami kehadiran Kristus dalam kehidupan sehari-hari mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pertama-tama, ini melibatkan menyediakan teladan yang hidup bagi orang lain. Ketika orang melihat betapa hidup kita tercermin dalam kasih, kerendahan hati, kesetiaan, dan ketabahan dalam iman, mereka akan tertarik untuk mengetahui sumber kekuatan dan keindahan yang memotivasi kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, kita juga dapat membantu orang menemukan keindahan mengikuti Kristus dengan memperkenalkan mereka pada ajaran dan kehidupan-Nya. Ini bisa dilakukan melalui diskusi yang terbuka dan jujur tentang iman kita, melalui studi Alkitab bersama, atau melalui partisipasi dalam komunitas doa dan pengajaran gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Namun, membantu orang menemukan keindahan mengikuti Kristus juga melibatkan mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Kita perlu memahami kekhawatiran, kebutuhan, dan kegembiraan orang lain, dan kemudian mengarahkan mereka kepada Kristus sebagai sumber kehidupan yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, sebagai pengikut Kristus, kita juga harus siap untuk memberikan dukungan praktis kepada orang-orang yang membutuhkannya. Ini bisa berarti memberi makan orang yang lapar, memberikan tempat perlindungan bagi yang terlantar, atau memberikan dukungan moral bagi yang putus asa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki keindahan yang unik dan berharga di mata Allah. Tugas kita adalah untuk membantu mereka menemukan keindahan ini dalam hubungan pribadi mereka dengan Kristus, yang merupakan jalan kehidupan yang sejati dan kekekalan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan membantu semua orang menemukan keindahan mengikuti Kristus, kita dapat menjadi pembawa cahaya dan harapan bagi dunia yang gelap dan penuh kebingungan ini. Ini adalah panggilan yang suci dan berharga yang harus kita ambil dengan tekad dan antusiasme.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-09T00:00:00.000Z","membantu-semua-orang-menemukan-keindahan-mengikuti-kristus","https://cdn.imavi.org/articles~TasxZCL~𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐌𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐁𝐢𝐚𝐬𝐚 𝐈𝐈_ 𝐌𝐞𝐧𝐜𝐚𝐫𝐢, 𝐁𝐞𝐫𝐣𝐮𝐦𝐩𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐈𝐤𝐮𝐭.jpg",{"title":847,"originalUrl":848,"excerpt":37,"author":60,"content":849,"publishDate":850,"slug":851,"imageLink":852},"Melawan Perdagangan Manusia: Panggilan untuk Aksi dan Kesadaran","https://my.imavi.org/articles/melawan-perdagangan-manusia-panggilan-aksi-kesadaran","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Perdagangan manusia telah menjadi salah satu bencana terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Setiap tahun, jutaan orang, termasuk wanita, anak-anak, dan pria, menjadi korban perdagangan manusia untuk tujuan eksploitasi seksual, kerja paksa, perdagangan organ, dan bentuk eksploitasi lainnya. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan memerlukan respons global yang tangguh.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, dalam upayanya untuk memberikan suara bagi yang tak terdengar, telah memperjuangkan isu ini secara konsisten. Dalam pesannya yang terbaru, beliau menekankan bahwa melawan perdagangan manusia bukanlah tugas yang bisa diabaikan. Ini adalah panggilan untuk bertindak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Perjuangan Melawan Perdagangan Manusia\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Perjuangan melawan perdagangan manusia membutuhkan kesadaran yang luas dan tindakan nyata dari semua lapisan masyarakat. Gereja Katolik telah memimpin upaya ini, dengan mengadakan Hari Doa dan Kesadaran Dunia melawan Perdagangan Manusia setiap tahunnya sejak 2015. Peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya perdagangan manusia dan mendorong tindakan konkret.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu hal yang penting adalah memahami akar penyebab perdagangan manusia. Kemiskinan, ketidaksetaraan gender, konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, dan kurangnya perlindungan hukum adalah beberapa faktor yang memperkuat perdagangan manusia. Oleh karena itu, untuk memerangi perdagangan manusia dengan efektif, diperlukan langkah-langkah yang mencakup pemenuhan hak asasi manusia, pemberdayaan perempuan dan anak-anak, penegakan hukum yang kuat, dan pembangunan ekonomi yang inklusif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Tanggung Jawab Bersama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menegaskan bahwa tanggung jawab untuk melawan perdagangan manusia tidak hanya terletak pada pemerintah atau lembaga internasional, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Setiap orang memiliki peran penting dalam upaya ini. Dalam memerangi perdagangan manusia, kita tidak boleh menjadi bagian dari masalah, tetapi bagian dari solusi. Kita harus bersatu dalam membangun kesadaran, mengadvokasi kebijakan yang lebih baik, mendukung korban, dan melaporkan kegiatan mencurigakan kepada pihak berwenang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pesan dari Santo Bakhita\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai inspirasi, Paus mengajak kita untuk mengikuti jejak Santo Yusufina Bakhita, pelindung Sudan dan korban perdagangan manusia. Kehidupan beliau yang penuh penderitaan tetapi juga penuh kekuatan dan harapan adalah sumber inspirasi bagi kita semua. Seperti yang dikatakan Paus, \"Santa Bakhita mendorong kita untuk membuka mata dan telinga kita untuk melihat mereka yang tidak terlihat dan mendengar mereka yang tidak memiliki suara.\"\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Melawan perdagangan manusia bukanlah tugas yang mudah, tetapi dengan kesadaran yang ditingkatkan, tindakan nyata, dan kerja sama global, itu adalah tujuan yang dapat dicapai. Saat kita merayakan Hari Doa dan Kesadaran Dunia melawan Perdagangan Manusia, mari kita bersatu sebagai satu keluarga global untuk mengakhiri bencana ini dan mengembalikan martabat kepada semua korban. Karena, seperti yang dikatakan oleh Paus Fransiskus, \"Jika kita menutup mata dan telinga kita, jika kita tidak melakukan apa-apa, kita akan bersalah karena keterlibatan.\"\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-08T00:00:00.000Z","melawan-perdagangan-manusia-panggilan-aksi-kesadaran","https://cdn.imavi.org/articles~XJbaBot~Untitled-1-01.png",{"title":854,"originalUrl":855,"excerpt":37,"author":60,"content":856,"publishDate":857,"slug":858,"imageLink":859},"Perlindungan bagi Anak-Anak yang Terlantar, Miskin dan Menderita dengan Kasih Tuhan","https://my.imavi.org/articles/perlindungan-bagi-anak-anak-yang-terlantar","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Ketika kita melihat ke sekitar kita, terdapat banyak anak-anak yang terlantar, hidup dalam kemiskinan, dan menderita. Dalam realitas ini, perlindungan dan kasih sayang menjadi landasan penting untuk memastikan bahwa masa depan mereka diarahkan ke arah yang lebih baik. Kasih Tuhan menjadi sumber inspirasi utama dalam memberikan perlindungan kepada anak-anak ini, menunjukkan kepedulian dan komitmen untuk menciptakan perubahan positif dalam kehidupan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Perlindungan Anak\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Anak-anak yang terlantar sering kali berada dalam situasi yang penuh tantangan. Mereka mungkin kehilangan orang tua, tinggal di lingkungan yang tidak aman, atau mengalami kesulitan ekonomi yang signifikan. Perlindungan bagi mereka menjadi imperatif untuk menjamin hak-hak dasar, seperti hak untuk hidup, hak untuk pendidikan, dan hak untuk tumbuh dan berkembang dengan layak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Perlindungan anak tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga mencakup aspek-emotional dan spiritual. Kasih Tuhan memandu kita untuk melihat setiap anak sebagai anugerah yang bernilai tinggi, pantas untuk dicintai, dihargai, dan dilindungi. Inilah panggilan moral dan agamawi kita untuk memberikan perhatian khusus kepada mereka yang berada dalam kondisi rentan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kasih Tuhan sebagai Panduan Utama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Dalam melibatkan diri dalam perlindungan anak-anak yang terlantar, kasih Tuhan menjadi panduan utama. Hal ini tercermin dalam tindakan nyata, kepedulian, dan upaya nyata untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Membangun kasih sayang yang tulus dan mendalam terhadap anak-anak ini adalah bentuk nyata dari pelayanan sesama yang didorong oleh kasih Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Banyak organisasi non-pemerintah, gereja, dan lembaga amal yang terlibat dalam upaya perlindungan anak-anak. Mereka menciptakan program-program pendidikan, pelayanan kesehatan, tempat perlindungan, dan dukungan psikososial untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi perkembangan anak-anak tersebut. Dengan memberikan kasih sayang dan bimbingan yang diberkati oleh Tuhan, kita membantu membentuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Pendidikan dan Dukungan Psikososial\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yang terlantar. Melalui pendidikan, mereka dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri yang diperlukan untuk memecahkan lingkaran kemiskinan. Kasih Tuhan mengajarkan kita untuk memberikan hak pendidikan kepada setiap anak tanpa memandang status sosial atau ekonomi mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Selain itu, dukungan psikososial juga menjadi penting dalam menyembuhkan luka-luka emosional yang mungkin dialami oleh anak-anak yang terlantar. Kasih Tuhan memanggil kita untuk menjadi penghibur dan penyembuh, memberikan dukungan yang diperlukan untuk membangun kembali rasa harga diri dan kepercayaan diri mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menyebarkan Kasih dan Menyuarakan Keadilan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Perlindungan bagi anak-anak yang terlantar tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau kelompok tertentu, tetapi juga suatu panggilan kolektif untuk menyuarakan keadilan. Kasih Tuhan menuntun kita untuk menjadi suara bagi yang tidak bersuara, membela hak-hak anak-anak, dan memperjuangkan perubahan sosial yang diperlukan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Dalam menginspirasi dan melibatkan komunitas, gereja, dan masyarakat luas, kita dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dengan penuh kasih Tuhan. Melalui tindakan bersama, kita dapat menciptakan perubahan yang berkelanjutan dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, perlindungan anak-anak yang terlantar, miskin, dan menderita dengan kasih Tuhan bukan hanya tugas moral, tetapi juga panggilan spiritual untuk menciptakan dunia yang lebih baik, di mana setiap anak dapat tumbuh dan berkembang dalam kehadiran kasih sayang Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-07T00:00:00.000Z","perlindungan-bagi-anak-anak-yang-terlantar","https://cdn.imavi.org/articles~cugAm4M~4dd89d05db7c0c55f12cfd8b60f97412.jpg",{"title":861,"originalUrl":862,"excerpt":37,"author":60,"content":863,"publishDate":857,"slug":864,"imageLink":865},"Memahami Pentingnya Kecerdasan Budaya dalam Menghargai Keanekaragaman Budaya","https://my.imavi.org/articles/memahami-pentingnya-kecerdasan-budaya","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kecerdasan budaya adalah kemampuan untuk memahami, menghargai, dan berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang budaya dengan bijaksana dan terbuka. Di dunia yang semakin terhubung secara global, kecerdasan budaya menjadi keterampilan yang sangat berharga bagi individu dan masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu aspek utama dari kecerdasan budaya adalah kemampuan untuk menghargai budaya seseorang. Ini melibatkan pengakuan akan keunikan, tradisi, norma, dan nilai-nilai yang dimiliki oleh suatu kelompok atau individu. Menghargai budaya seseorang berarti mengakui dan menghormati perbedaan-perbedaan tersebut tanpa memandang rendah atau menilai negatif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Terkadang, kita cenderung terpaku pada pandangan dan nilai-nilai budaya kita sendiri, tanpa menyadari bahwa cara pandang dan praktik dari budaya lain juga memiliki nilai dan kearifan yang sama pentingnya. Kecerdasan budaya membantu kita untuk melampaui batasan-batasan ini dan membuka pikiran kita untuk menghargai keberagaman budaya di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pentingnya menghargai budaya seseorang tidak hanya berkaitan dengan keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, tetapi juga dengan kemampuan untuk berinteraksi secara efektif dalam masyarakat yang semakin multikultural. Ketika kita dapat menghargai dan memahami budaya orang lain, kita membangun jembatan komunikasi dan kerjasama yang kuat antarbudaya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kecerdasan budaya juga melibatkan kemampuan untuk mengakui bahwa tidak ada budaya yang sempurna atau tanpa cacat. Setiap budaya memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Dengan mengakui kerentanan dan kelemahan dalam budaya kita sendiri, kita dapat lebih terbuka untuk belajar dari budaya lain dan melakukan perubahan positif di dalam budaya kita sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Di dunia yang semakin terhubung, kecerdasan budaya bukanlah hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga menjadi tuntutan. Kita hidup dalam masyarakat yang semakin multikultural dan global, di mana kita sering berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam konteks ini, kecerdasan budaya menjadi kunci untuk membangun hubungan yang harmonis, saling menghormati, dan saling mendukung di antara individu dan kelompok-kelompok budaya yang berbeda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kecerdasan budaya kita melalui pendidikan, pengalaman, dan kesadaran diri. Dengan cara ini, kita dapat menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat yang semakin beragam dan terhubung secara global.\u003C/span>\u003C/p>","memahami-pentingnya-kecerdasan-budaya","https://cdn.imavi.org/articles~KNmmiKC~33aa740f83a7e4c4932edfabb7a4b3d9.jpg",{"title":867,"originalUrl":868,"excerpt":37,"author":60,"content":869,"publishDate":870,"slug":871,"imageLink":872},"Dinamika Perbedaan Pendapat dalam Komunitas Umat Katolik Menjelang Pemilu 2024","https://my.imavi.org/articles/dinamika-perbedaan-pendapat-menjelang-pemilu-2024","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menjelang Pemilu 2024, umat Katolik dihadapkan pada tantangan untuk memahami dan mengatasi perbedaan pendapat dalam konteks demokrasi. Artikel ini akan mengulas dinamika perbedaan pendapat di antara umat Katolik, menekankan pentingnya dialog terbuka, nilai-nilai keyakinan, dan partisipasi aktif dalam proses demokrasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pluralitas Keyakinan dalam Umat Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Umat Katolik mencakup beragam pandangan dan keyakinan dalam berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik. Menjelang pemilihan, penting bagi komunitas Katolik untuk mengakui dan menghormati pluralitas ini, sambil tetap memelihara inti nilai-nilai kekristenan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Dialog Terbuka untuk Pemahaman Bersama:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Perbedaan pendapat di antara umat Katolik dapat menciptakan ketegangan, namun dialog terbuka dapat menjadi jalan keluar. Menghargai perbedaan dan mendengarkan dengan penuh pengertian dapat menciptakan pemahaman bersama dan mendorong solidaritas di antara umat Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pandangan Gereja dan Kebebasan Berpendapat:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Meskipun umat Katolik dapat memiliki perbedaan pendapat, pandangan resmi Gereja Katolik dapat memberikan arahan moral yang kuat. Penting bagi umat Katolik untuk memahami ajaran Gereja dan mencari cara untuk menyampaikan pendapat mereka dalam batas-batas kebebasan berpendapat yang diakui oleh iman Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tanggung Jawab Pemilih Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pemilihan umum adalah momen di mana umat Katolik dapat menerapkan nilai-nilai iman mereka dalam memilih pemimpin. Dalam menghadapi perbedaan pendapat, umat Katolik memiliki tanggung jawab untuk memilih dengan bijak, berdasarkan prinsip-prinsip moral dan sosial yang ditanamkan oleh ajaran Gereja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Mengatasi Pemecahan dalam Komunitas:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Penting untuk menghindari konflik dan pemecahan dalam komunitas umat Katolik akibat perbedaan pendapat politik. Fokus pada kesatuan dalam keragaman, doa bersama, dan mendukung satu sama lain dapat membantu menjaga persatuan dalam komunitas di tengah perbedaan politik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Perbedaan pendapat dalam komunitas umat Katolik dapat dianggap sebagai peluang untuk tumbuh dan memperkaya pemahaman bersama. Dengan berpegang pada nilai-nilai keyakinan, menjalani dialog terbuka, dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, umat Katolik dapat menjelang Pemilu 2024 dengan penuh kebijaksanaan, keberanian, dan cinta kasih.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-04T00:00:00.000Z","dinamika-perbedaan-pendapat-menjelang-pemilu-2024","https://cdn.imavi.org/articles~uXbRyjS~84ac5c8ccbbb4fd03b35fc086e74ba4c.jpg",{"title":874,"originalUrl":875,"excerpt":37,"author":60,"content":876,"publishDate":877,"slug":878,"imageLink":879},"Kerja Rohani dan Amal: Tantangan dan Harapan Bagi Para Seminaris","https://my.imavi.org/articles/tantangan-dan-harapan-bagi-para-seminaris","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Para seminaris memasuki perjalanan rohaniah yang mendalam, di mana kerja rohani dan amal menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan diri mereka untuk tugas pastoral. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi pentingnya kerja rohani dan amal bagi para seminaris, serta tantangan dan harapan yang melekat dalam perjalanan mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kerja Rohani: Fondasi Kehidupan Seminaris\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Seminaris diundang untuk merenung dan memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Tuhan. Melalui doa, meditasi, dan pembacaan kitab suci, mereka membangun fondasi rohaniah yang kuat. Kerja rohani ini membantu mereka memahami panggilan ilahi mereka dan memperkaya spiritualitas mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Amal: Mewujudkan Kasih Kristus dalam Tindakan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Amal adalah bentuk nyata dari iman. Para seminaris diajak untuk mengaktualisasikan kasih Kristus melalui pelayanan kepada sesama. Dengan terlibat dalam kegiatan amal, mereka tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga membentuk karakter pastoral yang mendalam dan peka terhadap kebutuhan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tantangan dalam Kerja Rohani dan Amal\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Perjalanan rohaniah tidak pernah tanpa tantangan. Para seminaris mungkin mengalami kesulitan dalam memahami panggilan mereka atau merasa terkendala dalam mempertahankan kehidupan rohaniah di tengah kesibukan. Tantangan juga muncul dalam melibatkan diri dalam amal, seperti mengatasi kelelahan fisik dan emosional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Harapan untuk Masa Depan: Membangun Karakter Pastoral yang Kokoh\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Meskipun dihadapkan pada tantangan, kerja rohani dan amal membuka pintu bagi pengembangan karakter pastoral yang kokoh bagi para seminaris. Mereka diharapkan dapat menjadi pemimpin rohaniah dan pelayan yang penuh kasih, siap mendedikasikan diri mereka untuk melayani umat Allah dengan tulus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pesan Paus: Percayalah dan Bangun Kuil Allah di Diri Sendiri\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Seperti yang disampaikan Paus Fransiskus kepada seminaris Madrid, percayalah pada panggilan ilahi Anda. Melalui penyembahan dan kerja rohani, bawalah kedekatan Tuhan kepada orang-orang di sekitar Anda. Bangunlah kuil Allah di dalam diri Anda dan komunitas Anda dengan penuh kerendahan hati dan kepatuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kerja rohani dan amal merupakan pilar utama dalam pembentukan para seminaris. Dengan melibatkan diri dalam perjalanan rohaniah yang mendalam dan pelayanan aktif kepada sesama, mereka dapat membangun fondasi yang kokoh untuk menjadi pemimpin rohaniah yang penuh kasih dalam gereja.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-03T00:00:00.000Z","tantangan-dan-harapan-bagi-para-seminaris","https://cdn.imavi.org/articles~jYD6TbY~7503cbe73f71e86afbb3d291650a279e.jpg",{"title":881,"originalUrl":882,"excerpt":37,"author":60,"content":883,"publishDate":884,"slug":885,"imageLink":886},"Gereja Harus Menjadi Misionaris: Menyebarkan Kasih dan Kebenaran","https://my.imavi.org/articles/gereja-menjadi-misionaris-menyebarkan-kasih-dan-kebenaran","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja, sebagai tubuh Kristus di dunia ini, memegang tanggung jawab besar untuk menyebarkan kasih dan kebenaran Injil kepada semua orang. Menjadi misionaris bukanlah sekadar panggilan, tetapi merupakan inti dari identitas dan misi Gereja. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Gereja harus bersifat misionaris:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>1. Perintah Kristus untuk Pergi dan Mewartakan Injil\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kristus sendiri memberikan perintah kepada para murid-Nya untuk pergi dan mewartakan Injil kepada segala bangsa (Matius 28:19-20). Gereja, sebagai penerus misi ini, memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran Kristus kepada seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>2. Kasih Terhadap Sesama sebagai Landasan Misi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kasih adalah esensi dari ajaran Kristus. Gereja, melalui misinya, mengajak umatnya untuk mengasihi dan melayani sesama. Menjadi misionaris berarti menyebarkan kasih Allah kepada semua orang, tanpa memandang latar belakang, status, atau keadaan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>3. Menjangkau Mereka yang Membutuhkan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja harus mengarahkan perhatiannya kepada mereka yang belum mengenal Kristus atau yang membutuhkan dukungan fisik, emosional, dan rohaniah. Misinya bukan hanya untuk yang percaya, tetapi juga untuk mereka yang membutuhkan penyembuhan dan harapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>4. Sinodalitas dalam Misi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja harus membangun sinodalitas, yaitu hidup bersama dalam iman dan penginjilan. Misi bukanlah tanggung jawab sekelompok kecil, tetapi seluruh umat Allah. Dengan berkolaborasi secara sinodal, Gereja dapat mencapai lebih banyak orang dan menyebarkan ajaran Injil dengan lebih efektif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>5. Membangun Komunitas yang Menerima dan Mengundang\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja yang misionaris menciptakan komunitas yang terbuka, menerima, dan mengundang. Ini menciptakan lingkungan di mana setiap orang merasa diterima dan diundang untuk mengalami kasih Kristus. Misi bukanlah sekadar menyebarkan doktrin, tetapi juga membangun komunitas yang penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>6. Menyebarkan Harapan dan Keadilan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Misi Gereja melibatkan pekerjaan untuk menyebarkan harapan dan keadilan di dunia. Gereja harus menjadi suara bagi mereka yang tidak memiliki suara, memperjuangkan hak asasi manusia, dan berdiri di sisi yang tertindas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja yang misionaris bukan hanya berkutat di dalam dinding gereja, tetapi keluar untuk melayani dunia. Ini adalah panggilan untuk menyebarkan kasih Allah, mengajak orang untuk mengenal Kristus, dan membangun komunitas yang penuh harapan dan keadilan. Dengan menjadi misionaris, Gereja melanjutkan misi Kristus untuk menyelamatkan dan membawa terang kepada dunia yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-02T00:00:00.000Z","gereja-menjadi-misionaris-menyebarkan-kasih-dan-kebenaran","https://cdn.imavi.org/articles~Zs3uJzr~f30913bb3ab5749d83a3e97614a841a7.jpg",{"title":888,"originalUrl":889,"excerpt":37,"author":60,"content":890,"publishDate":891,"slug":892,"imageLink":893},"Menyambut Prapaskah: Masa Persiapan dan Pertobatan","https://my.imavi.org/articles/menyambut-prapaskah-masa-persiapan-dan-pertobatan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Prapaskah, musim yang penuh makna dalam kalender liturgis Kristen, memberikan umat kesempatan untuk merenung, bertobat, dan mempersiapkan diri menjelang perayaan Paskah. Ini adalah waktu di mana umat diajak untuk memperdalam hubungan dengan Allah, memfokuskan diri pada nilai-nilai spiritual, dan melibatkan diri dalam tindakan pelayanan kepada sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pesan Paus Fransiskus untuk Prapaskah tahun ini menyoroti pentingnya pertobatan dan kebebasan. Dalam pesannya, Paus mengajak umat untuk \"berhenti sejenak\" dalam doa dan membantu sesama sebagai langkah untuk mengubah hidup pribadi dan komunitas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Mengapa Prapaskah Penting?\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Prapaskah bukan hanya sekadar waktu untuk menahan diri dari beberapa kebiasaan atau makanan tertentu. Ini adalah periode intens refleksi, di mana umat Kristisni diundang untuk merenung tentang kehidupan mereka, mengenali kebutuhan akan pertobatan, dan menata ulang prioritas spiritual. Prapaskah juga merupakan cara untuk mempersiapkan diri menghadapi kebangkitan Kristus pada perayaan Paskah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Ritual dan Tradisi Prapaskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selama Prapaskah, umat Kristiani melibatkan diri dalam berbagai ritual dan tradisi yang mendukung perjalanan spiritual mereka. Ini mungkin melibatkan doa harian khusus, pertimbangan tentang tindakan amal, dan pemberian waktu untuk merenungkan Kitab Suci. Selain itu, banyak gereja menyelenggarakan ibadah khusus dan kegiatan bersama untuk memperkuat ikatan komunitas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Memahami Makna Simbol-simbol Prapaskah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Simbol-simbol Prapaskah, seperti abu, salib, dan lambang-lambang lainnya, memiliki makna mendalam. Mempahami makna simbol-simbol ini dapat memperkaya pengalaman Prapaskah dan membantu umat lebih mendalam meresapi pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Bagaimana Kita Dapat Mengambil Bagian?\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Artikel ini juga akan menjelaskan cara umat Kristiani dapat mengambil bagian aktif dalam perjalanan Prapaskah. Ini dapat melibatkan keterlibatan dalam ibadah gereja, pengabdian kepada sesama, dan penerapan nilai-nilai Prapaskah dalam kehidupan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan merangkum pesan Paus, menjelaskan makna Prapaskah, dan memberikan panduan praktis untuk partisipasi umat, artikel ini bertujuan untuk membimbing pembaca menuju pengalaman Prapaskah yang bermakna dan mendalam.\u003C/span>\u003C/p>","2024-02-01T00:00:00.000Z","menyambut-prapaskah-masa-persiapan-dan-pertobatan","https://cdn.imavi.org/articles~LAt9mH6~198392fecce11ee204d3cb0e957afdf5.jpg",{"title":895,"originalUrl":896,"excerpt":37,"author":60,"content":897,"publishDate":898,"slug":899,"imageLink":900},"Menyalakan Kembali Karunia Tuhan yang ada di Dalammu","https://my.imavi.org/articles/menyalakan-kembali-karunia-tuhan-yang-ada-di-dalammu","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Konferensi Internasional yang akan diadakan di Roma pada awal Februari ini membawa tema yang menginspirasi: \"Menyalakan Kembali Karunia Tuhan yang Ada di Dalammu.\" Acara ini bertujuan untuk mempelajari cara pembentukan imam dalam pelayanan dan akan dihadiri oleh sekitar seribu peserta dari seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu fokus utama konferensi ini adalah menggali kembali dan memperkuat karunia-karunia rohaniah yang dimiliki oleh setiap individu. Dengan demikian, konferensi ini berusaha membawa pemahaman lebih dalam tentang panggilan imamat dan peran penting yang dimainkan oleh para imam dalam Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Makna Menyalakan Kembali:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Menyalakan kembali\" mencerminkan usaha untuk membangkitkan kembali atau menghidupkan kembali sesuatu yang mungkin pernah redup atau kurang diperhatikan. Dalam konteks ini, hal tersebut mengacu pada upaya untuk mengaktifkan kembali potensi dan karunia spiritual yang ada di dalam diri setiap orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Karunia Tuhan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Karunia Tuhan\" merujuk kepada anugerah atau bakat khusus yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap individu. Dalam konteks konferensi ini, fokusnya adalah pada karunia-karunia rohaniah, seperti panggilan imamat, kasih sayang, pengabdian, dan kebajikan lainnya yang diberikan oleh Tuhan kepada setiap orang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Di Dalammu:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Frasa \"di dalammu\" menunjukkan bahwa karunia-karunia ini tidak hanya bersifat eksternal atau terlihat oleh orang lain, tetapi juga mendalam dan melekat dalam hati nurani dan jiwa individu. Konferensi ingin mengajak setiap peserta untuk menjelajahi dan memahami lebih dalam tentang karunia-karunia ini yang ada di dalam diri mereka sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tujuan Konferensi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Konferensi ini bertujuan untuk mempelajari cara pembentukan imam dalam pelayanan, dengan fokus pada pengembangan karunia-karunia rohaniah. Pendekatan sinodal dan partisipatif dipilih untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan terlibat bagi peserta, sehingga mereka dapat merasakan kembali karunia-karunia Tuhan yang ada dalam diri mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Metodologi Konferensi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Metodologi konferensi mencakup presentasi singkat, sesi berbagi praktik baik, dan diskusi dalam kelompok bahasa kecil. Dengan demikian, diharapkan tercipta lingkungan workshop yang memungkinkan partisipasi aktif dan pertukaran pengalaman antar peserta.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Basis Dokumen:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Konferensi menggunakan \"Ratio Fundamentalis Institutionis Sacerdotalis\" sebagai landasan diskusi. Dokumen ini memberikan panduan tentang pembentukan imam dan memegang peran kunci dalam refleksi tentang panggilan imamat dan pemberian karunia oleh Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan demikian, tema konferensi mencerminkan dorongan untuk menjalani proses pembentukan imam yang lebih mendalam dan berkelanjutan, sambil menghargai dan mengaktifkan kembali karunia-karunia rohaniah yang menjadi bagian dari panggilan setiap individu.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-31T00:00:00.000Z","menyalakan-kembali-karunia-tuhan-yang-ada-di-dalammu","https://cdn.imavi.org/articles~unCvN8D~ef7bc73cd807437d2e4eb6ef6434ab64.jpg",{"title":902,"originalUrl":903,"excerpt":37,"author":60,"content":904,"publishDate":905,"slug":906,"imageLink":907},"Doa untuk Kesembuhan Orang Sakit: Kekuatan dan Harapan dalam Keberdoaan","https://my.imavi.org/articles/doa-untuk-kesembuhan-orang-sakit-kekuatan-dalam-keberdoaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam perjalanan kehidupan ini, banyak di antara kita atau orang yang kita kenal mungkin mengalami sakit parah atau penyakit yang menantang. Di tengah kesulitan ini, doa untuk kesembuhan menjadi sumber kekuatan dan harapan yang tak ternilai. Keberdoaan untuk kesembuhan tidak hanya menunjukkan pengabdian spiritual, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dan solidaritas antarumat manusia. Artikel ini menggali makna mendalam dari doa untuk kesembuhan orang sakit dan bagaimana hal ini dapat memberikan kenyamanan dan dukungan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Ekspresi Kepercayaan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adalah bentuk ekspresi kepercayaan kepada kekuatan yang lebih tinggi. Dalam konteks kesembuhan, doa adalah cara untuk menyampaikan keyakinan kita bahwa Tuhan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan memberikan rahmat-Nya. Doa menjadi pintu hati yang terbuka untuk menerima keajaiban kesembuhan yang mungkin melampaui pemahaman manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Solidaritas dan Penghiburan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika seseorang mengalami sakit, doa adalah tanda solidaritas dari komunitas atau keluarga. Keberadaan doa dari orang-orang yang peduli menyampaikan pesan bahwa orang yang sakit tidak sendirian. Doa bukan hanya kata-kata, tetapi juga bentuk nyata dari kasih sayang dan perhatian. Dalam momen sulit ini, doa membawa penghiburan kepada orang yang sakit dan juga kepada keluarga mereka yang merasakan beban yang sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Transformasi Diri dan Kesabaran\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa untuk kesembuhan tidak hanya berdampak pada orang yang sakit, tetapi juga pada mereka yang berdoa. Proses keberdoaan membentuk karakter dan membuka diri kita terhadap kebutuhan orang lain. Kesabaran adalah kunci, karena doa tidak selalu memberikan jawaban instan. Proses kesembuhan mungkin memerlukan waktu, dan doa membantu kita untuk tetap teguh dalam keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana-Nya sendiri.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Sarana Pengobatan Holistik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pendekatan holistik terhadap kesehatan melibatkan tubuh, pikiran, dan roh. Doa dapat menjadi salah satu elemen penting dalam pengobatan holistik ini. Dengan berdoa, seseorang dapat merasakan kehadiran Tuhan yang menguatkan jiwa, menyembuhkan pikiran, dan memberikan ketenangan hati. Pengalaman ini menciptakan keseimbangan yang diperlukan untuk kesembuhan menyeluruh.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menggali Harapan dan Kekuatan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam momen ketika kesehatan memudar, harapan menjadi kunci untuk melanjutkan perjuangan. Doa adalah sumber kekuatan yang tidak terlihat namun nyata. Ini adalah pijakan spiritual yang memberikan energi positif untuk menghadapi tantangan dan membangkitkan semangat untuk sembuh.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulan, doa untuk kesembuhan orang sakit membawa kekuatan spiritual yang dapat memperkuat dan menyatukan komunitas. Ini adalah bentuk cinta dan solidaritas yang melampaui batas-batas fisik. Di tengah tantangan penyakit, doa menjadi alat yang mempersatukan kita dalam keyakinan akan keajaiban dan rahmat kesembuhan yang datang dari kekuatan yang lebih tinggi.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-30T00:00:00.000Z","doa-untuk-kesembuhan-orang-sakit-kekuatan-dalam-keberdoaan","https://cdn.imavi.org/articles~X3hyH8S~8e9d69c17548837b50f93259dd9da7de.jpg",{"title":909,"originalUrl":910,"excerpt":37,"author":60,"content":911,"publishDate":912,"slug":913,"imageLink":914},"Selalu Mengandalkan Hadirat Tuhan dalam Kehidupan","https://my.imavi.org/articles/selalu-mengandalkan-hadirat-tuhan-dalam-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Hadirat Tuhan memiliki peran sentral dalam membimbing dan memberikan makna dalam setiap aspek kehidupan. Ketika seseorang selalu mengandalkan hadirat Tuhan, mereka menciptakan landasan spiritual yang kuat untuk menghadapi tantangan dan merayakan keberhasilan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam setiap langkah hidup, kepercayaan kepada Tuhan dapat menjadi sumber ketenangan dan harapan. Kesadaran akan hadirat-Nya memberikan kekuatan di saat-saat sulit dan merangsang rasa syukur di saat-saat berkecukupan. Hal ini menciptakan kesadaran bahwa hidup bukanlah perjalanan yang dilalui sendirian, tetapi dalam keterhubungan dengan Yang Maha Kuasa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Mengandalkan hadirat Tuhan tidak hanya sebatas pada momen-momen sulit, tetapi juga dalam pengambilan keputusan sehari-hari. Keyakinan bahwa Tuhan adalah sumber kebijaksanaan dan panduan moral membimbing individu untuk membuat keputusan yang benar. Ini membentuk dasar etika dan nilai-nilai yang dapat membimbing seseorang melalui berbagai pilihan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika menghadapi ketidakpastian dan tantangan yang tak terduga, mengandalkan hadirat Tuhan dapat menjadi sumber ketenangan batin. Ini bukan hanya tentang meminta bantuan, tetapi juga tentang membuka diri untuk menerima rencana Tuhan yang lebih besar. Terkadang, apa yang tampak sebagai kegagalan atau kekecewaan dapat menjadi bagian dari rencana yang lebih besar yang sulit dipahami oleh akal manusia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain itu, hidup dengan mengandalkan hadirat Tuhan membangun sikap rendah hati dan rasa syukur. Mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya menginspirasi rasa syukur yang mendalam untuk setiap anugerah dan kesempatan. Hal ini membantu seseorang untuk tidak terlalu terpaku pada materi atau pencapaian duniawi, tetapi lebih fokus pada nilai-nilai spiritual dan kehidupan yang berkelimpahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam menjalani hidup dengan mengandalkan hadirat Tuhan, seseorang dapat mengalami transformasi pribadi yang mendalam. Hubungan yang erat dengan-Nya membentuk karakter yang lebih baik, lebih penyayang, dan lebih penuh kasih. Dengan demikian, kehidupan seseorang tidak hanya menjadi pencarian kesuksesan materi, tetapi juga perjalanan rohaniah yang kaya dan bermakna.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulannya, selalu mengandalkan hadirat Tuhan dalam kehidupan ini membentuk dasar yang kokoh untuk menghadapi tantangan, membuat keputusan, dan merayakan kehidupan dengan rasa syukur. Ketika seseorang membiarkan Tuhan menjadi panduan utama dalam hidupnya, mereka menemukan arti yang mendalam dan kebahagiaan yang tahan lama dalam setiap langkah perjalanan mereka.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-29T00:00:00.000Z","selalu-mengandalkan-hadirat-tuhan-dalam-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~fopmvFJ~42cd77c161ec36c3e28557089ae53d05.jpg",{"title":916,"originalUrl":917,"excerpt":37,"author":60,"content":918,"publishDate":919,"slug":920,"imageLink":921},"Jangan Berdialog dengan Iblis: Menghindari Godaan yang Merugikan","https://my.imavi.org/articles/jangan-berdialog-dengan-iblis","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam berbagai tradisi keagamaan, Iblis atau setan sering dianggap sebagai entitas yang jahat dan memburuk yang berusaha menyesatkan manusia. Berdialog dengan Iblis dianggap sebagai tindakan yang sangat berisiko, karena dapat membawa dampak negatif pada spiritualitas dan moralitas seseorang. Artikel ini akan membahas mengapa sebaiknya kita menghindari berdialog dengan Iblis dan bagaimana cara melawan godaan tersebut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Sumber Kegelisahan Spiritual\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berdialog dengan Iblis dapat menjadi sumber kegelisahan spiritual. Dalam tradisi keagamaan tertentu, Iblis dianggap sebagai penipu ulung yang mampu memutarbalikkan kebenaran dan merayu manusia agar melakukan perbuatan yang melanggar aturan moral dan agama. Melibatkan diri dalam percakapan dengan entitas semacam itu dapat merusak kestabilan spiritual seseorang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Godaan Pembenaran Diri\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berbicara dengan Iblis bisa menjadi bentuk pembenaran diri terhadap perbuatan yang tidak benar. Iblis dapat menggoda seseorang dengan memberikan alasan atau justifikasi untuk tindakan-tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral dan etika. Menyadari bahaya pembenaran diri ini dapat membantu seseorang untuk menghindari berdialog dengan Iblis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pengaruh Negatif pada Pikiran dan Perilaku\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Berinteraksi dengan Iblis dapat memberikan pengaruh negatif pada pikiran dan perilaku seseorang. Godaan yang dihadirkan oleh Iblis mungkin merayu manusia untuk melakukan perbuatan jahat atau melibatkan diri dalam praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Mempertahankan jarak dari percakapan semacam itu dapat membantu mempertahankan pikiran dan perilaku yang sehat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Risiko Kesesatan dan Pengaruh Manipulatif\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Iblis dikenal sebagai penggoda yang pandai memanipulasi pikiran dan perasaan manusia. Berbicara dengan Iblis dapat membuka pintu bagi kesesatan dan manipulasi yang merugikan. Memahami risiko ini dapat menjadi langkah awal untuk menjaga integritas spiritual dan moral seseorang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Solusi: Perkuat Hubungan dengan Tuhan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Cara terbaik untuk melawan godaan Iblis adalah dengan memperkuat hubungan dengan Tuhan atau kekuatan spiritual yang diyakini. Doa, meditasi, dan mendalami ajaran agama dapat membantu seseorang membangun pertahanan spiritual yang kuat. Meningkatkan kesadaran akan kebaikan dan menjaga integritas moral dapat menjadi pondasi yang kokoh untuk menolak godaan Iblis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam kesimpulan, menghindari berdialog dengan Iblis adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan spiritual dan moral seseorang. Fokus pada kebaikan, kejujuran, dan pertumbuhan spiritual akan membantu mengatasi godaan yang merugikan dari kekuatan yang bersifat jahat.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-28T00:00:00.000Z","jangan-berdialog-dengan-iblis","https://cdn.imavi.org/articles~J3cAZfP~f3f2e5fbce68afbdc9cfb2992470ff06.jpg",{"title":923,"originalUrl":924,"excerpt":37,"author":60,"content":925,"publishDate":926,"slug":927,"imageLink":928},"Sakramen Krisma dan Pentingnya Bagi Kaum Muda","https://my.imavi.org/articles/sakramen-krisma-dan-pentingnya-bagi-kaum-muda","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sakramen Krisma, juga dikenal sebagai Sakramen Krisma atau Sakramen Krisman, adalah salah satu dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik yang sering diadakan sebagai kelanjutan dari Sakramen Pembaptisan. Sakramen ini menandai langkah penting dalam perjalanan rohaniah seseorang, khususnya bagi kaum muda. Berikut adalah artikel yang membahas pentingnya Sakramen Krisma bagi generasi muda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penguatan Rohani dan Kematangan Iman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sakramen Krisma memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk mengukuhkan iman mereka sendiri. Proses ini bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga saat-saat di mana pemuda diundang untuk menyadari pentingnya iman mereka dalam kehidupan sehari-hari. Krisma menghadirkan momen penguatan rohani yang memungkinkan pemuda untuk tumbuh dan berkembang dalam iman mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pemahaman Lebih Mendalam tentang Roh Kudus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam Sakramen Krisma, umat Katolik muda menerima tanda salib yang diurapi dengan minyak krisma oleh imam. Minyak krisma ini melambangkan hadirat Roh Kudus. Proses ini membantu pemuda untuk memahami peran Roh Kudus dalam kehidupan mereka, memberikan mereka kebijaksanaan dan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pertalian yang Lebih Kuat dengan Gereja\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sakramen Krisma juga menandai pertalian yang lebih kuat dengan Gereja. Kaum muda diperkenalkan ke dalam komunitas Gereja secara lebih penuh dan bertanggung jawab. Ini mendorong mereka untuk aktif dalam kehidupan gerejawi, seperti berpartisipasi dalam liturgi, melayani dalam komunitas, dan terlibat dalam program-program katekese.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Misi untuk Menjadi Saksi Iman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan menerima Sakramen Krisma, kaum muda dipanggil untuk menjadi saksi iman Kristiani di tengah-tengah dunia. Mereka diajak untuk menyebarkan kasih, keadilan, dan kebenaran melalui tindakan dan kata-kata mereka sehari-hari. Sakramen ini membangkitkan semangat misi dan pengabaran kabar baik di antara generasi muda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Persiapan untuk Menjalani Hidup Kristen Dewasa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sakramen Krisma juga menciptakan fondasi bagi pemuda untuk menjalani hidup Kristen sebagai orang dewasa. Ini memberikan landasan kuat untuk menghadapi tantangan moral dan spiritual yang mungkin dihadapi dalam kehidupan dewasa. Krisma memberdayakan mereka untuk membuat keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai iman mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan semua elemen ini, Sakramen Krisma membawa arti mendalam dan penting bagi kaum muda dalam perjalanan mereka menuju kedewasaan rohaniah. Melalui sakramen ini, mereka tidak hanya menerima karunia rohaniah, tetapi juga diundang untuk aktif dalam membangun Kerajaan Allah di dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-27T00:00:00.000Z","sakramen-krisma-dan-pentingnya-bagi-kaum-muda","https://cdn.imavi.org/articles~Heq7bfC~konsultasi-iman-ilustrasi-wali-dan-nama-krisma-september-2017-hidup-katolik-696x431.jpg",{"title":930,"originalUrl":931,"excerpt":37,"author":60,"content":932,"publishDate":933,"slug":934,"imageLink":935},"Perjalanan Menuju Persatuan Hubungan Katolik-Ortodoks","https://my.imavi.org/articles/perjalanan-menuju-persatuan-hubungan-katolik-ortodoks","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Hubungan antara Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks telah mengalami sejarah yang panjang dan kompleks. Meskipun keduanya berasal dari akar Kristiani yang sama, perbedaan teologis, sejarah, dan budaya telah menyebabkan perpecahan yang terjadi sejak Abad Pertengahan. Artikel ini akan menjelaskan perjalanan hubungan Katolik-Ortodoks, mencakup perubahan signifikan, tantangan, dan harapan untuk masa depan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>1. Latar Belakang Sejarah:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks pernah bersatu selama periode awal sejarah Kekristenan. Namun, perpecahan besar yang dikenal sebagai Skisma Timur-Barat pada tahun 1054 menyebabkan pemisahan antara kedua Gereja tersebut. Perbedaan teologis, termasuk isu-isu seperti otoritas kepausan dan pemahaman akan Roh Kudus, menjadi pemicu perpecahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>2. Perubahan Positif:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selama beberapa dekade terakhir, terutama setelah Konsili Vatikan II pada tahun 1960-an, terjadi perubahan positif dalam hubungan antara Gereja Katolik dan Ortodoks. Keduanya mulai berpartisipasi dalam dialog teologis yang bertujuan untuk memahami perbedaan mereka dan mencari titik-titik persamaan. Langkah-langkah konkret, seperti pertemuan antara para pemimpin gereja, pertukaran kunjungan, dan dialog interreligius, telah memperkuat hubungan ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>3. Tantangan dan Perbedaan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Meskipun ada perbaikan, masih ada tantangan signifikan yang harus diatasi. Beberapa isu teologis seperti peran paus dalam Gereja dan konsep pengajaran dogma masih menjadi perdebatan. Selain itu, faktor-faktor sejarah dan politik di beberapa wilayah tertentu juga memengaruhi hubungan antara komunitas Katolik dan Ortodoks.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>4. Dialog Ekumenis:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Salah satu aspek penting dari perjalanan ini adalah dialog ekumenis yang sedang berlangsung. Para teolog dari kedua Gereja terlibat dalam diskusi mendalam untuk mencapai pemahaman bersama tentang doktrin dan praktik keagamaan. Dialog ini tidak hanya berfokus pada perbedaan, tetapi juga pada nilai-nilai bersama dan persatuan dalam iman Kristen.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>5. Harapan Masa Depan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pandangan masa depan, banyak pemimpin Gereja, baik Katolik maupun Ortodoks, berharap untuk mencapai persatuan penuh antara kedua Gereja tersebut. Meskipun tantangan besar masih ada, semangat untuk mencapai persatuan dalam keragaman dan keberagaman gereja Kristen tetap hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Hubungan Katolik-Ortodoks adalah perjalanan panjang yang mencerminkan dinamika kompleks dalam sejarah dan teologi Kristen. Meskipun ada perubahan positif, tantangan masih ada, dan perjalanan menuju persatuan penuh terus menjadi fokus bagi para pemimpin gereja dan teolog dari kedua tradisi.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-26T00:00:00.000Z","perjalanan-menuju-persatuan-hubungan-katolik-ortodoks","https://cdn.imavi.org/articles~3wbY5uq~main-qimg-d8cdd5cba6b5a504ca24179d3fd1cd8e-lq.jfif",{"title":937,"originalUrl":938,"excerpt":37,"author":60,"content":939,"publishDate":940,"slug":941,"imageLink":942},"Fr. Jacques Hamel: Mengenang Sosok Imam yang Damai","https://my.imavi.org/articles/fr-jacques-hamel-mengenang-sosok-imam-yang-damai","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Fr. Jacques Hamel, seorang imam Katolik Prancis, tetap menjadi sosok yang dikenang karena damainya dalam menghadapi kekerasan buta. Lahir pada 30 November 1930 di Darnetal, Prancis, Fr. Hamel menjadi lambang perjuangan melawan kekerasan agama dan menonjol sebagai tokoh yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kehidupan Awal dan Pelayanan Pastoral\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Fr. Jacques Hamel dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama. Setelah menyelesaikan pendidikan keagamaan dan teologinya, ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1958. Sejak saat itu, Fr. Hamel aktif dalam melayani berbagai paroki di sekitar Rouen, Prancis.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sosoknya yang ramah, lembut, dan bersahaja membuatnya dicintai oleh jemaatnya. Fr. Hamel terkenal karena keprihatinannya terhadap orang miskin dan keinginannya untuk membangun komunitas yang inklusif. Pelayanannya yang penuh kasih membuatnya menjadi figur yang dihormati oleh beragam kelompok dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pembunuhan Tragis pada 2016\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pada tanggal 26 Juli 2016, kisah hidup damai Fr. Jacques Hamel mendapat pukulan tragis. Saat sedang memimpin misa di gereja parokinya, Saint-Étienne-du-Rouvray, dua ekstremis Islamis memasuki gereja tersebut dan membunuhnya di depan jemaat yang terkejut.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pembunuhan ini mengguncang tidak hanya warga Prancis, tetapi juga dunia internasional. Fr. Hamel menjadi lambang ketahanan terhadap kekerasan atas nama agama dan perdamaian di tengah-tengah konflik agama yang semakin meningkat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penghargaan dan Kenangan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai penghormatan terhadap warisannya, Paus Fransiskus mengirimkan pesan ke upacara penghargaan di Lourdes yang didedikasikan untuk Fr. Jacques Hamel. Penghargaan tersebut bertujuan untuk mempromosikan perdamaian dan dialog antaragama, serta menghargai kontribusi individu atau kelompok yang bekerja menuju dunia yang lebih bersaudara.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Tahun ini, Penghargaan Ayah Jacques Hamel diberikan kepada dua jurnalis, Sarah-Christine Bourihane dari Kanada dan Romina Gobbo dari Italia. Penghargaan ini mencerminkan upaya untuk merayakan individu yang bekerja untuk memahami dan mengatasi konflik serta mendorong dialog antarbudaya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pesan Paus tentang Kebenaran dan Kehatian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam pesannya, Paus Fransiskus menegaskan pentingnya kebenaran dan otentisitas dalam profesi jurnalistik. Dia mengajak para jurnalis untuk membawa pembaca melihat dunia dengan kepala dan hati, menawarkan pembacaan Kristen tentang peristiwa, dan mempromosikan perdamaian melalui kebaikan dan keadilan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Mengingat peran penting media dalam membentuk opini dan pandangan masyarakat, Paus juga menyoroti tanggung jawab para komunikator untuk menyebarluaskan informasi yang benar dan membantu membentuk pemikiran masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Warisan Damai Fr. Jacques Hamel\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Fr. Jacques Hamel mungkin telah meninggalkan dunia ini secara fisik, tetapi warisannya tetap hidup. Kehidupannya yang didedikasikan untuk cinta, perdamaian, dan pelayanan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Semangatnya yang mendorong dialog antaragama dan penolakan terhadap kekerasan atas nama agama terus membimbing kita untuk menciptakan dunia yang lebih bersaudara dan berdamai.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-25T00:00:00.000Z","fr-jacques-hamel-mengenang-sosok-imam-yang-damai","https://cdn.imavi.org/articles~zrKMLMt~9ac36a18eadeeaac6a8edfa8878cdc00.jpg",{"title":944,"originalUrl":945,"excerpt":37,"author":60,"content":946,"publishDate":947,"slug":948,"imageLink":949},"Menemukan Kesejahteraan dalam Keberlanjutan Kasih","https://my.imavi.org/articles/menemukan-kesejahteraan-dalam-keberlanjutan-kasih","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kualitas kemanusiaan kita tercermin dalam sejauh mana kita bersedia untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Dalam dinamika kehidupan sehari-hari, seringkali kita tenggelam dalam tuntutan rutinitas dan kehidupan yang sibuk, hingga kita lupa akan kekuatan dan kebahagiaan yang dapat ditemukan dalam tindakan sederhana bermurah hati. Artikel ini mengajak kita untuk merenung tentang pentingnya menjadi murah hati kepada semua orang dan bagaimana hal ini dapat membawa kesejahteraan baik bagi penerima maupun pemberi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Memahami Arti Sejati dari Murah Hati:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Marilah kita pertama-tama memahami konsep murah hati. Ini bukan sekadar tentang memberikan materi atau uang, tetapi juga melibatkan pemberian waktu, perhatian, dan kasih sayang kepada sesama. Murah hati membuka pintu untuk membentuk ikatan manusiawi yang kuat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesejahteraan Dalam Memberi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebuah penelitian psikologi positif menunjukkan bahwa tindakan memberi dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ketika kita memberikan, terutama kepada mereka yang membutuhkan, kita merasakan kepuasan dan makna hidup yang mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Membangun Masyarakat yang Lebih Baik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Ketika setiap individu bersedia untuk berbagi dengan orang lain, itu menciptakan lingkungan sosial yang lebih ramah dan peduli. Tindakan-tindakan kecil seperti membantu tetangga, menyumbangkan barang bekas, atau memberikan dukungan moral kepada yang sedang mengalami kesulitan, semuanya berkontribusi untuk membentuk masyarakat yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Murah Hati dalam Beragam Bentuk:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Murah hati tidak hanya terbatas pada pemberian materi. Memberikan semangat, pengertian, atau sekadar mendengarkan dapat menjadi bentuk murah hati yang sangat berarti. Keberagaman cara kita memberi menunjukkan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk membuat perbedaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Mengatasi Tantangan Kekikiran:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Kekikiran, atau keinginan berlebihan untuk memiliki, sering kali menjadi hambatan bagi kemurahan hati. Melalui refleksi tentang nilai sejati kehidupan dan keberlanjutan, kita dapat melawan dorongan untuk terus-menerus mengumpulkan tanpa menyadari potensi besar yang dimiliki untuk membantu orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Menjadi Agen Perubahan Positif:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Membangun kebiasaan bermurah hati membuat kita menjadi agen perubahan positif dalam masyarakat. Ketika orang-orang melihat dan merasakan efek positif dari tindakan kebaikan kita, ini dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk bergabung dalam upaya memberikan dampak positif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Marilah kita bersama-sama menggali potensi besar dalam tindakan bermurah hati kepada semua orang. Dalam setiap kebaikan yang kita berikan, kita tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan orang lain, tetapi juga membangun dunia yang lebih penuh kasih dan pengertian. Sebuah hidup yang diwarnai oleh murah hati adalah langkah menuju masyarakat yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-24T00:00:00.000Z","menemukan-kesejahteraan-dalam-keberlanjutan-kasih","https://cdn.imavi.org/articles~Qf7ZpKo~0a9c8e39c811da38b0cbd3ba4e292848.jpg",{"title":951,"originalUrl":952,"excerpt":37,"author":60,"content":953,"publishDate":954,"slug":955,"imageLink":956},"Doa Sebagai Ekspresi Paling Tepat untuk Mendekatkan Diri dengan Tuhan","https://my.imavi.org/articles/doa-ekspresi-paling-tepat-untuk-mendekatkan-diri-dgn-tuhan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa, sebagai praktik rohani yang mendalam, sering dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan manusia dengan kehadiran ilahi. Dalam perspektif keagamaan, doa dianggap sebagai ekspresi paling tepat untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Pemikiran ini tercermin dalam ajaran dan pandangan spiritual dari berbagai tradisi keagamaan, di mana doa dianggap sebagai sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dan merasakan kehadiran yang ilahi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, dalam ajaran Katoliknya, menekankan pentingnya doa sebagai cara paling efektif untuk menjalin komunikasi dengan Tuhan. Dalam konteks ini, doa dianggap sebagai bentuk ekspresi pribadi yang memungkinkan seseorang menyampaikan kebutuhan, harapan, dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Doa bukan hanya sekadar kata-kata yang diucapkan, tetapi merupakan jendela batin yang membuka diri untuk menerima kasih dan petunjuk ilahi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa juga dianggap sebagai wadah untuk refleksi pribadi dan introspeksi spiritual. Melalui doa, seseorang dapat merenungkan makna hidup, mengevaluasi tindakan dan keputusan, serta mencari arah yang benar dalam kehidupan. Dengan demikian, doa menjadi alat penting dalam proses pertumbuhan rohani dan pencarian makna yang mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam sebuah artikel terbaru, Paus Fransiskus mendorong umat Katolik untuk memahami doa sebagai ekspresi tulus hati yang membuka diri kepada kehadiran Tuhan. Beliau menekankan bahwa doa adalah cara paling tepat untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, tidak hanya dalam kebahagiaan dan kelimpahan, tetapi juga dalam kesulitan dan kebingungan. Doa memberikan penghiburan, kekuatan, dan harapan ketika menghadapi tantangan kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus juga menyatakan bahwa doa bukanlah kewajiban berat, melainkan sebuah anugerah yang memungkinkan manusia untuk bersentuhan dengan keilahian. Dalam kehidupan sehari-hari, di tengah kesibukan dan tantangan, doa dianggap sebagai titik pusat yang mengingatkan akan kehadiran Tuhan yang selalu siap mendengar dan menjawab.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Sebagai ungkapan iman dan kehendak untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, doa menjadi pendorong spiritualitas yang memperkaya kehidupan seseorang. Dengan membawa doa ke dalam setiap aspek kehidupan, seseorang dapat merasakan kedamaian batin, kebijaksanaan, dan kehadiran ilahi yang memandu langkah-langkahnya. Oleh karena itu, melalui doa, seseorang dapat merasakan hubungan yang mendalam dan penuh makna dengan Sang Pencipta.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-23T00:00:00.000Z","doa-ekspresi-paling-tepat-untuk-mendekatkan-diri-dgn-tuhan","https://cdn.imavi.org/articles~axrnhR3~42cd77c161ec36c3e28557089ae53d05.jpg",{"title":958,"originalUrl":959,"excerpt":37,"author":60,"content":960,"publishDate":961,"slug":962,"imageLink":963},"Pentingnya Rasa Hormat dan Keteguhan dalam Merawat Bumi dan Sesama","https://my.imavi.org/articles/rasa-hormat-dan-keteguhan-dalam-merawat-bumi-dan-sesama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik, telah menyoroti pentingnya rasa hormat dan keteguhan dalam merawat bumi dan sesama dalam berbagai kesempatan. Ini bukan hanya pesan keagamaan, tetapi juga panggilan universal untuk melibatkan diri dalam tindakan yang peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan bersama. Paus Fransiskus mengajarkan bahwa kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan menghormati ciptaan Tuhan, termasuk bumi tempat kita tinggal dan sesama manusia yang menemani kita dalam perjalanan hidup ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Rasa Hormat terhadap Bumi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus menekankan bahwa rasa hormat terhadap bumi mencerminkan penghargaan kita terhadap keindahan alam, sumber daya alam, dan keseimbangan ekosistem. Ini adalah wujud tanggung jawab kita terhadap generasi mendatang, memastikan bahwa warisan alam kita tetap utuh. Melibatkan diri dalam praktik-praktik berkelanjutan, seperti pengelolaan limbah yang bijaksana, pelestarian hutan, dan pemeliharaan keanekaragaman hayati, adalah langkah-langkah konkrit yang mencerminkan rasa hormat terhadap bumi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Keteguhan dalam Merawat:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Keteguhan, menurut Paus Fransiskus, adalah kunci dalam merawat bumi dan sesama. Ini mencakup komitmen yang kuat untuk menjaga keseimbangan ekologi, menghormati hak asasi manusia, dan mendukung keadilan sosial. Dalam konteks pertanian dan industri anggur, keteguhan dapat diartikan sebagai praktik bertanggung jawab, seperti penggunaan pestisida yang bijaksana, praktik pertanian organik, dan pembangunan keberlanjutan dalam produksi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pelajaran dari Alam dan St. Fransiskus:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus mengaitkan rasa hormat dan keteguhan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari alam, tanaman anggur, dan penggarapan tanah. Hal ini mencerminkan kebijaksanaan alam dalam menjaga keseimbangan dan keberlanjutan. Selain itu, Paus mengutip ajaran St. Fransiskus dari Asisi, yang mengajarkan pentingnya harmoni, bantuan kepada yang lemah, dan rasa hormat terhadap ciptaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Pesan Paus Fransiskus tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Para pembuat anggur, sebagai contoh, diminta untuk tidak hanya menerapkan teknik-teknik spesifik dan logika komersial tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek pekerjaan mereka. Berbagi pengalaman praktis dan menjalin hubungan yang menginspirasi dapat menjadi sarana untuk mentransmisikan nilai-nilai ini kepada generasi selanjutnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Penutup:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dengan menginternalisasi rasa hormat dan keteguhan, kita dapat menjadi pelaku perubahan positif dalam merawat bumi dan menciptakan masyarakat yang lebih berkelanjutan. Pesan Paus Fransiskus menunjukkan bahwa nilai-nilai ini bukan hanya relevan dalam konteks keagamaan, tetapi juga merupakan prinsip-prinsip universal yang dapat membimbing kita menuju masa depan yang lebih baik untuk semua makhluk hidup di bumi ini.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-22T00:00:00.000Z","rasa-hormat-dan-keteguhan-dalam-merawat-bumi-dan-sesama","https://cdn.imavi.org/articles~wqvSkTu~artikel 22.jpg",{"title":965,"originalUrl":966,"excerpt":37,"author":60,"content":967,"publishDate":968,"slug":969,"imageLink":970},"Pentingnya Firman Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari","https://my.imavi.org/articles/pentingnya-firman-tuhan-dalam-kehidupan-sehari-hari","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Firman Tuhan, terwujud dalam kitab suci, memegang peranan sentral dalam memberikan arah dan makna bagi kehidupan manusia. Artikel ini akan menggali pentingnya Firman Tuhan dalam konteks kehidupan sehari-hari, mengapa ajaran-ajaran ini tidak hanya relevan secara rohaniah, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada setiap aspek kehidupan kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pemandu Etika dan Moral:&nbsp;\u003C/strong>Firman Tuhan menyajikan prinsip-prinsip etika yang kokoh dan moralitas yang jelas. Dalam situasi-situasi sulit dan saat dihadapkan pada pilihan-pilihan moral, ajaran-ajaran ini menjadi pegangan yang memberikan panduan dalam membuat keputusan yang benar dan bertanggung jawab.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Landasan untuk Pengambilan Keputusan:\u003C/strong>&nbsp;Dalam keputusan-keputusan hidup yang kompleks, Firman Tuhan menyediakan panduan yang jelas. Ajaran-ajaran ini membantu membentuk landasan pengambilan keputusan, membimbing kita untuk membuat pilihan yang bijak dan sesuai dengan nilai-nilai rohaniah.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Sumber Ketenangan dan Harapan:&nbsp;\u003C/strong>Firman Tuhan menyuguhkan janji-janji, hikmah, dan nasehat yang memberikan ketenangan dalam setiap situasi. Dalam saat-saat sulit, Firman Tuhan menjadi sumber harapan yang menguatkan, mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian dan bahwa ada jalan keluar dari setiap kesulitan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pembentuk Karakter yang Kuat:&nbsp;\u003C/strong>Ajaran-ajaran dalam Firman Tuhan membantu membentuk karakter yang kuat dan integritas yang kokoh. Menerapkan nilai-nilai seperti kesabaran, kasih, dan kejujuran membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan sekitar.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Hubungan yang Mendalam dengan Tuhan: \u003C/strong>Firman Tuhan adalah sarana untuk memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan. Melalui doa, meditasi, dan penerapan ajaran-ajaran tersebut, kita dapat membangun hubungan yang erat dengan Sang Pencipta, memberikan makna mendalam pada kehidupan kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Firman Tuhan bukan hanya sekadar petunjuk rohaniah, tetapi juga pemandu yang praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam setiap kata dan ajarannya, kita menemukan jalan menuju kehidupan yang bermakna dan penuh tujuan. Penting bagi kita untuk merenungkan dan mengaplikasikan Firman Tuhan dalam setiap langkah kita, karena di situlah kita dapat menemukan makna sejati dalam hidup.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-21T00:00:00.000Z","pentingnya-firman-tuhan-dalam-kehidupan-sehari-hari","https://cdn.imavi.org/articles~nJWJbkH~artikel 21.jpg",{"title":972,"originalUrl":973,"excerpt":37,"author":60,"content":974,"publishDate":975,"slug":976,"imageLink":977},"Doa Adorasi: Menyembah Hadirat Ilahi dalam Gereja Katolik","https://my.imavi.org/articles/doa-adorasi-menyembah-hadirat-ilahi-dalam-gereja-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adorasi adalah bentuk ibadah yang mendalam dalam Gereja Katolik, di mana umat Katolik bersatu dalam penyembahan dan penghormatan terhadap hadirat Ilahi, terutama dalam Sakramen Mahakudus. Praktik ini memberikan kesempatan bagi umat untuk meresapi kehadiran langsung Tuhan dalam Ekaristi dan mendalami rasa kagum mereka terhadap kasih karunia-Nya. Berikut adalah eksplorasi lebih lanjut mengenai doa adorasi dalam konteks Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Signifikansi Doa Adorasi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adorasi memiliki signifikansi yang mendalam dalam spiritualitas Katolik. Praktik ini berasal dari keyakinan bahwa Ekaristi adalah kehadiran nyata Yesus Kristus dalam roti dan anggur. Selama doa adorasi, umat Katolik menyatakan penghormatan, rasa syukur, dan ketaatan mereka kepada Tuhan. Ini bukan hanya ritual, melainkan suatu bentuk penyembahan yang intens, menciptakan kesempatan untuk merenung dan mendekatkan diri pada Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Bentuk Doa Adorasi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adorasi bisa berbentuk pribadi atau komunal. Pada tingkat paroki atau gereja, adorasi umumnya diadakan secara teratur, memberikan kesempatan bagi umat untuk berkumpul bersama dan merayakan iman mereka. Sementara itu, adorasi pribadi memungkinkan setiap individu untuk memiliki momen pribadi dengan Tuhan dalam keheningan dan refleksi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Bentuk doa adorasi mencakup doa-doa pujian, syukur, dan pengakuan dosa. Selain itu, momen keheningan sering kali diperkenankan untuk memberikan ruang bagi umat merenung dan mendengarkan firman Tuhan. Adorasi juga melibatkan nyanyian rohani yang mendukung atmosfer penyembahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Pengajaran Gereja\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Gereja Katolik secara konsisten mengajarkan pentingnya doa adorasi sebagai bagian integral dari kehidupan rohani. Paus dan uskup sering mengimbau umat untuk lebih mendalam dalam praktik doa adorasi, menekankan betapa kehadiran Tuhan dalam Ekaristi merupakan sumber kekuatan dan inspirasi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Tujuan Doa Adorasi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adorasi memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk menyatakan pengakuan akan kehadiran nyata Tuhan dalam Ekaristi. Kedua, untuk mendekatkan diri pada-Nya melalui doa dan penyembahan. Ketiga, untuk merenungkan kasih karunia Tuhan dan bersyukur atas segala anugerah-Nya. Dan terakhir, untuk memperdalam iman dan memperkukuh persekutuan umat Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Doa adorasi adalah suatu cara bagi umat Katolik untuk meresapi kehadiran Tuhan dalam Ekaristi dan mengalami kekudusan-Nya secara mendalam. Dalam kesibukan dunia modern, praktik ini mengingatkan umat akan pentingnya merenung dan menyembah, membawa mereka ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan Sang Pencipta. Dengan doa adorasi, umat Katolik merayakan kasih karunia Tuhan dan menemukan ketenangan dalam hadirat-Nya.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-20T00:00:00.000Z","doa-adorasi-menyembah-hadirat-ilahi-dalam-gereja-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~4z8L7im~artikel 20.jpg",{"title":979,"originalUrl":980,"excerpt":37,"author":60,"content":981,"publishDate":982,"slug":983,"imageLink":984},"Tantangan Sosial Kontemporer: Ketidaksetaraan, Dehumanisasi, Intoleransi dan Ketidakpedualian dalam Masyarakat","https://my.imavi.org/articles/tantangan-sosial-kontemporer-ketidaksetaraan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Ketidaksetaraan, dehumanisasi, intoleransi, dan ketidakpedulian adalah fenomena kompleks yang seringkali merajalela dalam masyarakat kontemporer. Isu-isu ini tidak hanya menimbulkan dampak negatif terhadap individu yang terkena dampak, tetapi juga merongrong dasar-dasar keberagaman dan keadilan sosial. Mari kita telaah masing-masing isu ini untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh masyarakat modern.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Ketidaksetaraan: Jurang yang Memperdalam Kesenjangan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Ketidaksetaraan ekonomi, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya mendasar adalah tantangan yang terus membesar. Perbedaan ini menciptakan ketidakadilan dalam distribusi peluang dan hak, menyebabkan kelompok-kelompok tertentu terpinggirkan secara sistematis. Dampak ketidaksetaraan ini meluas ke sektor kesehatan, pekerjaan, dan kesempatan hidup, menggiring masyarakat ke jurang sosial yang semakin dalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Dehumanisasi: Menghadapi Kehilangan Kemanusiaan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dehumanisasi merujuk pada perlakuan atau persepsi yang merendahkan martabat manusia, menganggap individu atau kelompok sebagai objek atau entitas tanpa nilai kemanusiaan. Melalui stereotip, prasangka, atau diskriminasi, dehumanisasi merusak hubungan antarindividu dan kelompok, menciptakan konflik dan ketegangan yang dapat mengancam kerukunan sosial.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Intoleransi: Ancaman terhadap Keanekaragaman dan Harmoni\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Intoleransi menciptakan tembok antara kelompok-kelompok sosial dengan cara menolak perbedaan, baik berdasarkan agama, ras, gender, atau orientasi seksual. Sikap intoleran merusak keanekaragaman budaya dan pemikiran, menghambat pertukaran ide dan pengalaman yang mampu memperkaya masyarakat. Akibatnya, muncul konflik sosial yang dapat membahayakan kedamaian dan stabilitas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Ketidakpedulian: Kegagalan Menanggapi Penderitaan Sosial\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Ketidakpedulian mencerminkan keengganan untuk mengakui atau bertindak terhadap penderitaan dan ketidaksetaraan di sekitar kita. Baik disebabkan oleh apatis personal maupun kebutuhan untuk mempertahankan status quo, ketidakpedulian dapat menjadi penghambat utama perubahan positif dalam masyarakat. Ini menciptakan lingkungan di mana ketidaksetaraan dapat berkembang tanpa tindakan yang memadai untuk mengatasi akar permasalahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menghadapi Tantangan Bersama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Mengatasi ketidaksetaraan, dehumanisasi, intoleransi, dan ketidakpedulian memerlukan kerjasama masyarakat, pemerintah, dan lembaga sosial. Pendidikan yang inklusif, advokasi untuk keadilan sosial, dan pembentukan kesadaran akan pentingnya keberagaman adalah langkah-langkah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, manusiawi, dan peduli. Melalui upaya bersama, masyarakat dapat membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-19T00:00:00.000Z","tantangan-sosial-kontemporer-ketidaksetaraan","https://cdn.imavi.org/articles~jqwdyLW~d2f39188c7efebd9ccb8f4a6344e60fb.jpg",{"title":986,"originalUrl":987,"excerpt":37,"author":60,"content":988,"publishDate":989,"slug":990,"imageLink":991},"Kerendahan Hati dan Kemurahan Hati: Kunci Keseimbangan dan Kebaikan","https://my.imavi.org/articles/kerendahan-hati-dan-kemurahan-hati-kunci-kebaikan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kerendahan hati dan kemurahan hati adalah dua sifat yang tidak hanya memberikan keindahan pada karakter seseorang, tetapi juga membawa dampak positif pada lingkungan sekitarnya. Kedua nilai ini bukan hanya konsep filosofis, melainkan pilar-pilar utama bagi individu yang ingin menciptakan dunia yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kerendahan hati adalah sikap yang mengakui dan menerima dengan rendah hati keterbatasan dan kekurangan diri sendiri. Ini bukanlah bentuk merendahkan diri, melainkan suatu kebijaksanaan yang membangun. Seseorang yang rendah hati mampu belajar dari pengalaman hidup, mengakui kesalahan, dan terus berkembang sebagai individu yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kemurahan hati, di sisi lain, adalah tindakan memberikan tanpa mengharapkan balasan. Kemurahan hati melibatkan kepedulian terhadap kebutuhan orang lain dan kesiapan untuk memberikan bantuan atau dukungan. Orang yang memiliki hati yang murah akan mencari kesempatan untuk memberikan kontribusi positif dalam kehidupan orang lain, bahkan dalam tindakan kecil sekalipun.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kombinasi kerendahan hati dan kemurahan hati membentuk fondasi yang kuat untuk karakter yang baik. Kerendahan hati membantu seseorang tetap rendah hati di tengah-tengah prestasi, sementara kemurahan hati memungkinkan mereka untuk berbagi keberuntungan dan kebaikan dengan orang lain. Bersama-sama, keduanya menciptakan lingkungan yang penuh dengan rasa saling menghargai dan peduli.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pentingnya kerendahan hati dan kemurahan hati juga tercermin dalam banyak nilai budaya dan agama. Banyak ajaran agama mengajarkan nilai-nilai ini sebagai jalan menuju kedamaian dan kebahagiaan sejati. Kerendahan hati membawa kesadaran akan keberadaan yang lebih besar, sementara kemurahan hati menggambarkan penghargaan terhadap sesama manusia sebagai saudara.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mencoba menerapkan kerendahan hati dengan mendengarkan dengan penuh perhatian, belajar dari pengalaman, dan mengakui bahwa setiap individu memiliki nilai uniknya. Kemurahan hati dapat kita tunjukkan dengan memberikan waktu, perhatian, atau bantuan kepada mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kerendahan hati dan kemurahan hati bukanlah sifat yang lemah, melainkan kekuatan yang sejati. Mereka membawa kita ke arah kebijaksanaan, memperkaya hidup kita, dan memberikan dampak positif pada dunia di sekitar kita. Dengan menjadikan kerendahan hati dan kemurahan hati sebagai panduan hidup, kita dapat menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi positif dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-18T00:00:00.000Z","kerendahan-hati-dan-kemurahan-hati-kunci-kebaikan","https://cdn.imavi.org/articles~XWgLxGA~a827a6151fec95da4130befd7d11adfa.jpg",{"title":993,"originalUrl":994,"excerpt":37,"author":60,"content":995,"publishDate":996,"slug":997,"imageLink":998},"Cinta Murni: Kilauan yang Tak Terjamah oleh Kejahatan atau Dosa","https://my.imavi.org/articles/cinta-murni-kilauan-yang-tak-terjamah-oleh-kejahatan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta murni adalah suatu keindahan yang tak ternilai, tanpa cela dari kejahatan atau dosa. Dalam dunia yang seringkali penuh dengan keguguran moral, artikel ini akan mengulas keagungan dan kekuatan cinta murni, serta bagaimana cinta ini dapat menjadi pilar yang kokoh dalam membangun hubungan yang sehat dan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Keagungan Cinta Murni:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta murni memancarkan keagungan yang luar biasa. Tanpa tercemar oleh kejahatan atau dosa, cinta ini mengalir dengan kejujuran, kesetiaan, dan kebaikan. Pada dasarnya, cinta murni adalah ekspresi paling tulus dari kasih sayang yang bersih dan tanpa pamrih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Cinta Murni dalam Hubungan Manusia:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam konteks hubungan antarmanusia, cinta murni menjadi pondasi yang kokoh. Hubungan yang dibangun di atas cinta murni memiliki daya tahannya sendiri, karena tidak terpengaruh oleh hasrat atau godaan kejahatan. Pasangan yang saling mencintai dengan tulus menciptakan ikatan yang kuat, membangun kepercayaan dan kedalaman emosional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kebebasan dari Dosа:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta murni membebaskan individu dari belenggu dosa. Dalam keadaan cinta yang benar, individu cenderung membuat keputusan yang baik dan bertanggung jawab, tanpa terpengaruh oleh keinginan yang merugikan atau dosa yang menghancurkan. Kebebasan yang diperoleh dari cinta murni memberikan kekuatan untuk menjalani hidup dengan integritas dan moral yang tinggi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Cinta Murni dan Spiritualitas:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam konteks spiritual, cinta murni mencerminkan kasih sayang ilahi. Keyakinan akan kebaikan mutlak dan kebersihan Tuhan menjadi dasar bagi cinta yang tanpa cela. Dalam merayakan cinta murni, individu dapat mendekatkan diri kepada keberadaan yang lebih tinggi, menciptakan hubungan yang mendalam dengan spiritualitas yang bersih dan suci.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Cinta murni adalah berkah yang diberikan oleh Tuhan, suatu cahaya yang tak terjamah oleh kejahatan atau dosa. Dalam merayakan dan memelihara cinta murni, manusia dapat membangun hubungan yang kuat, menjauh dari pengaruh negatif, dan menciptakan kehidupan yang penuh dengan makna dan keindahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Artikel ini menekankan pentingnya menghargai dan merayakan cinta murni sebagai landasan utama untuk membangun kehidupan yang bermakna dan berharga. Cinta yang bebas dari kejahatan dan dosa bukan hanya suatu keinginan, tetapi juga panggilan untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-17T00:00:00.000Z","cinta-murni-kilauan-yang-tak-terjamah-oleh-kejahatan","https://cdn.imavi.org/articles~yhWnRBy~6ae61844629faa3bdb6bb732590927ec.jpg",{"title":1000,"originalUrl":1001,"excerpt":37,"author":60,"content":1002,"publishDate":1003,"slug":1004,"imageLink":1005},"Persiapan Hati untuk Perjalanan Rohani Menyambut Paskah","https://my.imavi.org/articles/persiapan-hati-untuk-perjalanan-rohani-menyambut-paskah","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Masa Prapaskah adalah saat yang tepat bagi umat Kristen untuk merenung dan mempersiapkan hati secara mendalam menyambut peristiwa Paskah, puncak kegembiraan bagi umat Kristiani. Persiapan hati bukan hanya sekadar mengikuti ritual keagamaan, tetapi sebuah perjalanan rohani yang melibatkan pertobatan, doa, dan refleksi. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mempersiapkan hati secara rohani menjelang Paskah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Doa Pribadi yang Mendalam: \u003C/strong>Mulailah setiap hari dengan doa pribadi yang mendalam. Jangan hanya membacakan kata-kata, tetapi jalinlah hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa-doa yang muncul dari hati Anda sendiri.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Membaca dan Merenung Kitab Suci:&nbsp;\u003C/strong>Temukan waktu untuk membaca dan merenungkan kisah-kisah Paskah dalam Kitab Suci. Renungkan arti penebusan dan kasih karunia Tuhan yang termanifestasi dalam kisah-kisah tersebut.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Sakramen Tobat:&nbsp;\u003C/strong>Gunakan kesempatan untuk menerima Sakramen Tobat. Bertobatlah dengan sungguh-sungguh, mengakui dosa-dosa Anda, dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Puasa dan Pengorbanan:&nbsp;\u003C/strong>Praktikkan puasa dan pengorbanan sebagai bentuk pertobatan dan ketaatan. Bukan hanya dalam hal makanan, tetapi juga dalam hal-hal lain yang dapat membantu Anda mendekatkan diri pada Tuhan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengikuti Liturgi Gereja: \u003C/strong>Hadir dan aktif berpartisipasi dalam liturgi gereja selama musim Prapaskah. Ikuti Misa, Khotbah, dan Kebaktian yang dirancang khusus untuk memandu umat dalam mempersiapkan hati menyambut Paskah.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pertimbangkan Retret Rohani: \u003C/strong>Sempatkan waktu untuk mengikuti retret rohani. Ini dapat membantu Anda meningkatkan kesadaran spiritual dan mendalamkan hubungan dengan Tuhan melalui doa dan meditasi.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Refleksi dan Perbaikan Diri: \u003C/strong>Manfaatkan waktu Prapaskah untuk merenung dan merefleksikan kehidupan Anda. Identifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki dan pertumbuhan rohani yang perlu dicapai.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Ketaatan dan Kasih Sesama: \u003C/strong>Bangun ketaatan dan kasih kepada sesama sebagai bagian dari persiapan hati. Sebarkan kasih dan kebaikan kepada orang di sekitar Anda sebagai respon atas kasih Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menciptakan Suasana Hati yang Penuh Syukur:&nbsp;\u003C/strong>Fokus pada rasa syukur atas segala kasih karunia Tuhan. Luangkan waktu untuk bersyukur dan menghargai anugerah-anugerah yang telah diberikan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Bersiap Menyambut Kebangkitan:&nbsp;\u003C/strong>Akhiri masa Prapaskah dengan antisipasi dan kegembiraan menyambut Kebangkitan Yesus. Persiapkan hati Anda untuk merayakan kemenangan atas dosa dan kematian.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Mengambil langkah-langkah ini dalam persiapan hati akan membantu Anda memasuki musim Paskah dengan batin yang diperbaharui dan kesadaran spiritual yang lebih dalam. Paskah bukan hanya perayaan sejarah, tetapi juga momen nyata dari kehadiran Kristus yang hidup di tengah-tengah kita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-16T00:00:00.000Z","persiapan-hati-untuk-perjalanan-rohani-menyambut-paskah","https://cdn.imavi.org/articles~vqt7bG2~bcdee89b3039357175b7d4e7a81a5508.jpg",{"title":1007,"originalUrl":1008,"excerpt":37,"author":60,"content":1009,"publishDate":1010,"slug":1011,"imageLink":1012},"Memahami dan Menghidupi Firman Allah","https://my.imavi.org/articles/memahami-dan-menghidupi-firman-allah","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Firman Allah, seperti yang terkandung dalam Kitab Suci, memiliki kedalaman dan kebijaksanaan yang dapat membimbing kehidupan rohaniah seseorang. Paus Fransiskus dengan tekun memberikan arahan tentang bagaimana kita dapat memahami dan menghidupi Firman Allah dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini akan menjelajahi pandangan Paus Fransiskus dan memberikan inspirasi tentang bagaimana kita dapat memperkaya hidup kita melalui Firman Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kedalaman Iman Sederhana:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus mendorong umatnya untuk mendekati Firman Allah dengan iman sederhana. Ia menekankan bahwa pemahaman tentang kebenaran ilahi tidak selalu memerlukan kecerdasan yang tinggi, tetapi lebih kepada hati yang tulus dan iman yang sederhana. Dengan merendahkan hati, kita dapat membuka diri untuk menerima makna mendalam dari Firman Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Kunci Pemahaman:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam ajarannya, Paus Fransiskus menegaskan pentingnya doa dalam memahami Firman Allah. Melalui doa yang tulus, kita dapat membuka diri untuk menerima petunjuk dan pencerahan dari Tuhan. Doa menjadi jembatan yang menghubungkan kita dengan pemahaman yang lebih dalam tentang Firman-Nya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Firman Allah sebagai Panduan Moral:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus mengajarkan bahwa Firman Allah bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupi. Ia menekankan bahwa pengetahuan akan Firman-Nya harus menciptakan perubahan nyata dalam perilaku dan moral kita sehari-hari. Firman Allah dapat menjadi panduan moral dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kombinasi Studi dan Keimanan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus memberikan penghargaan khusus pada Studium Biblicum Franciscanum yang menggabungkan studi Kitab Suci dengan penelitian arkeologi. Ini menunjukkan betapa pentingnya memahami konteks sejarah dan kebudayaan untuk memperkaya pemahaman akan Firman Allah. Artikel ini menyoroti konsep ini sebagai model yang dapat diikuti dalam memperdalam hubungan kita dengan Firman Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menyuarakan Firman Allah dalam Tindakan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kita dapat menghidupi Firman Allah melalui tindakan nyata. Paus Fransiskus mendorong kita untuk menjadi \"orang baik\" dan untuk mencerminkan ajaran Injil dalam kehidupan kita sehari-hari. Ini menciptakan pemahaman bahwa memahami Firman Allah tidak hanya sekadar pengetahuan, tetapi panggilan untuk berperilaku sesuai dengan nilai-nilai kehidupan Kristiani.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Memahami dan menghidupi Firman Allah adalah perjalanan spiritual yang tak pernah berakhir. Melalui kombinasi iman sederhana, doa yang tulus, studi mendalam, dan tindakan nyata, kita dapat mengintegrasikan Firman Allah dalam setiap aspek kehidupan kita. Panduan Paus Fransiskus memberikan inspirasi dan arahan bagi umat untuk menjadikan Firman Allah sebagai pedoman utama dalam hidup bermakna.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-15T00:00:00.000Z","memahami-dan-menghidupi-firman-allah","https://cdn.imavi.org/articles~SCcnfTF~d98b7a2ecc07fd03d7c4967ae7e503fc.jpg",{"title":1014,"originalUrl":1015,"excerpt":37,"author":60,"content":1016,"publishDate":1017,"slug":1018,"imageLink":1019},"Mengasah Keinginan untuk Mencari Tuhan Yesus","https://my.imavi.org/articles/mengasah-keinginan-untuk-mencari-tuhan-yesus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pencarian akan Tuhan Yesus merupakan perjalanan rohaniah yang mendalam dan penuh makna. Paus Fransiskus, melalui ajaran-ajarannya, sering kali mendorong umatnya untuk merenung tentang keinginan mereka untuk mencari Tuhan dan menemukan arti sejati dalam hidup. Berikut adalah poin-poin yang mencerminkan keinginan untuk mencari Tuhan Yesus:\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pertanyaan-pertanyaan Hati :&nbsp;\u003C/strong>Pertanyaan yang mendasar dan mendalam tentang arti hidup, eksistensi, dan kebenaran adalah langkah awal dalam keinginan untuk mencari Tuhan. Paus mengajak umatnya untuk tidak takut merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini, karena di dalamnya terletak potensi untuk menemukan Tuhan yang sejati.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Doa dan Kontemplasi :&nbsp;\u003C/strong>Doa menjadi sarana utama dalam mencari Tuhan Yesus. Paus Fransiskus mengajarkan bahwa melalui doa yang tulus dan kontemplasi, seseorang dapat membuka hati mereka untuk mendengarkan pesan Tuhan. Doa bukan hanya sarana berbicara kepada Tuhan, tetapi juga pendengaran hati terhadap petunjuk-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Membaca Firman Tuhan :&nbsp;\u003C/strong>Paus menggarisbawahi pentingnya membaca dan merenungkan Firman Tuhan, Alkitab. Dalam ayat-ayat suci, seseorang dapat menemukan petunjuk, hikmah, dan kehadiran Tuhan. Pencarian akan Tuhan Yesus juga melibatkan penelusuran makna dan ajaran-Nya dalam kitab suci.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Berbagi Pengalaman Iman :&nbsp;\u003C/strong>Komunitas iman juga menjadi bagian penting dalam mencari Tuhan. Berbagi pengalaman iman dengan sesama dapat memperkaya perjalanan rohaniah dan memberikan dukungan spiritual. Paus mendorong pembentukan komunitas yang memperkuat iman dan mendorong satu sama lain untuk terus mencari Tuhan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Meresapi Keindahan Ciptaan :&nbsp;\u003C/strong>Mencari Tuhan Yesus juga dapat dilakukan melalui pemaparan diri terhadap keindahan ciptaan-Nya. Paus Fransiskus menekankan keajaiban penciptaan sebagai manifestasi kehadiran Tuhan. Alam, seni, dan kehidupan sehari-hari dapat menjadi jendela yang membuka keinginan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus terus mendorong umatnya untuk tidak hanya menjalani kehidupan rohaniah secara mekanis, tetapi untuk meresapi dan merayakan setiap langkah pencarian akan Tuhan Yesus. Keinginan untuk mencari Tuhan bukanlah perjalanan yang harus diambil sendirian; melainkan sebuah undangan untuk bersama-sama menjelajahi kebenaran dan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-14T00:00:00.000Z","mengasah-keinginan-untuk-mencari-tuhan-yesus","https://cdn.imavi.org/articles~jfJ8uDg~8083e3aa36fbb0a229a885502cd40ca4.jpg",{"title":1021,"originalUrl":1022,"excerpt":37,"author":60,"content":1023,"publishDate":1024,"slug":1025,"imageLink":1026},"Orang Sakit, Orang yang Rentan dan Orang Miskin adalah Jantung Gereja","https://my.imavi.org/articles/orang-yang-rentan-dan-orang-miskin-adalah-jantung-gereja","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus telah dengan tegas menyatakan bahwa orang sakit, orang yang rentan, dan orang miskin menduduki tempat sentral dalam perhatian Gereja. Dalam berbagai kesempatan, termasuk dalam pesan-pesannya dan saat meresmikan Hari Sakit Sedunia, Paus menekankan pentingnya mengutamakan pelayanan dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Gereja, sebagai wadah nilai-nilai kasih, belas kasihan, dan keadilan, dianggap Paus sebagai tempat di mana perhatian khusus harus diberikan kepada orang-orang yang berada dalam situasi rentan. Berikut beberapa poin yang mencerminkan keyakinan Paus mengenai peran sentral orang sakit, orang yang rentan, dan orang miskin dalam konteks Gereja:\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Keseimbangan dalam Pelayanan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus menekankan pentingnya keseimbangan dalam pelayanan Gereja. Selain memperhatikan aspek rohani, Gereja juga diharapkan untuk merespons kebutuhan fisik dan sosial mereka yang sakit, rentan, dan miskin. Ini mencakup memberikan perhatian medis, bantuan materi, serta dukungan emosional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Solidaritas dan Keadilan Sosial\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Solidaritas merupakan konsep yang sering kali diulang oleh Paus dalam konteks perhatian terhadap orang sakit, rentan, dan miskin. Gereja diingatkan untuk menjalani prinsip keadilan sosial dan membangun solidaritas dengan mereka yang membutuhkan, mengakui bahwa mereka adalah bagian integral dari masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pemberdayaan dan Penghargaan Terhadap Martabat\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus merangsang Gereja untuk tidak hanya memberikan bantuan sosial tetapi juga mendorong pemberdayaan mereka yang rentan. Hal ini melibatkan memberikan pendidikan, pelatihan, dan dukungan yang memungkinkan mereka untuk hidup secara mandiri dan menghargai martabat mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Call to Action\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam pesan-pesan dan ajaran-ajaran Paus, terdapat panggilan nyata untuk bertindak. Gereja diingatkan untuk tidak hanya mengucapkan nilai-nilai keadilan dan kasih, tetapi untuk menerapkannya melalui tindakan konkret. Ini mencakup partisipasi dalam program kesejahteraan sosial, dukungan terhadap organisasi amal, dan keterlibatan langsung dalam membantu mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Bagi Paus Fransiskus, fokus pada orang sakit, orang yang rentan, dan orang miskin bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan juga inti dari identitas dan misi Gereja. Mendorong para umatnya untuk menjadi \"Gereja yang keluar,\" Paus mengingatkan bahwa kepedulian dan kasih kepada mereka yang membutuhkan adalah cermin dari cinta Kristus yang tanpa batas.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-13T00:00:00.000Z","orang-yang-rentan-dan-orang-miskin-adalah-jantung-gereja","https://cdn.imavi.org/articles~oWan88P~8285208c8b28f720b102a6cc75c55c16.jpg",{"title":1028,"originalUrl":1029,"excerpt":37,"author":60,"content":1030,"publishDate":1031,"slug":1032,"imageLink":1033},"Mengejar Mimpi: Perjalanan Wujudkan Impian","https://my.imavi.org/articles/mengejar-mimpi-perjalanan-wujudkan-impian","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Setiap orang memiliki mimpi, tetapi tidak semua orang memiliki tekad dan keberanian untuk mengubah mimpi itu menjadi kenyataan. Mewujudkan sebuah mimpi memerlukan komitmen, kerja keras, dan keyakinan diri. Artikel ini akan membahas pentingnya mengejar mimpi serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mewujudkannya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Identifikasi Mimpi Anda:\u003C/strong> Sebelum memulai perjalanan, penting untuk mengidentifikasi dengan jelas apa yang menjadi mimpi Anda. Apakah itu mencapai sukses dalam karier, menjalani gaya hidup yang sehat, atau memberikan kontribusi positif pada masyarakat, mengenalinya adalah langkah awal menuju wujudnya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tetapkan Tujuan yang Jelas:\u003C/strong> Setelah mengidentifikasi mimpi, tetapkan tujuan yang jelas dan terukur. Tujuan ini harus dapat dipecah menjadi langkah-langkah kecil yang dapat dijalankan secara bertahap. Menentukan tujuan akan memberikan arah dan fokus pada perjalanan Anda.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Buat Rencana Tindakan:\u003C/strong> Rencana tindakan adalah peta jalan yang akan membimbing Anda mencapai tujuan. Tentukan langkah-langkah konkret yang perlu diambil dan tetapkan tenggat waktu untuk masing-masing. Dengan rencana yang baik, Anda akan memiliki panduan yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Atasi Hambatan dan Tantangan:\u003C/strong> Proses mewujudkan mimpi tidak selalu berjalan mulus. Anda mungkin menghadapi hambatan dan tantangan di sepanjang jalan. Penting untuk memiliki sikap pantang menyerah dan menanggapi setiap rintangan sebagai peluang untuk belajar dan tumbuh.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Cari Dukungan dan Inspirasi:\u003C/strong> Mengejar mimpi tidak harus dilakukan sendiri. Cari dukungan dari teman, keluarga, atau mentor yang dapat memberikan dorongan dan nasihat berharga. Seringkali, inspirasi dapat ditemukan di pengalaman orang lain yang telah berhasil mewujudkan mimpi serupa.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pelajari dari Gagal\u003C/strong>: Kegagalan bukan akhir dari perjalanan. Sebaliknya, itu adalah kesempatan untuk memahami lebih baik, tumbuh, dan memperbaiki strategi. Terima kegagalan sebagai bagian alami dari proses menuju kesuksesan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Nikmati Setiap Langkah:\u003C/strong> Terkadang, kita terlalu fokus pada tujuan akhir sehingga melupakan keindahan perjalanan. Nikmati setiap langkah, setiap pencapaian kecil, dan belajar menilai proses itu sendiri.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Mewujudkan sebuah mimpi memerlukan dedikasi dan ketekunan. Tetapi di balik setiap usaha yang dilakukan, ada kepuasan dan kebahagiaan yang tak ternilai. Jangan ragu untuk mengambil langkah pertama menuju mewujudkan impian Anda, karena di sanalah awal dari perjalanan luar biasa yang akan membawa Anda menuju kehidupan yang Anda impikan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-12T00:00:00.000Z","mengejar-mimpi-perjalanan-wujudkan-impian","https://cdn.imavi.org/articles~jv9EC2b~08af57228c722fede484505bd036a353.jpg",{"title":1035,"originalUrl":1036,"excerpt":37,"author":60,"content":1037,"publishDate":1038,"slug":1039,"imageLink":1040},"Berproses Bersama dalam Kehidupan: Menggali Makna dalam Keterhubungan","https://my.imavi.org/articles/berproses-bersama-dalam-kehidupan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kehidupan seringkali diibaratkan sebagai perjalanan yang panjang, penuh dengan liku-liku dan pengalaman yang membentuk diri kita. Dalam perjalanan ini, kita tidak pernah berjalan sendiri; kita selalu terhubung dengan orang-orang di sekitar kita. Konsep berproses bersama dalam kehidupan adalah pengakuan bahwa perjalanan ini lebih bermakna ketika kita mengalami, tumbuh, dan berbagi bersama dengan orang lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Salah satu bentuk nyata dari berproses bersama adalah melibatkan diri dalam kegiatan sosial, keluarga, atau masyarakat. Ini bisa menjadi momen ketika kita memahami bahwa kebahagiaan, kesedihan, dan pencapaian terbesar kita tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh interaksi dengan orang-orang di sekitar kita. Dalam era yang semakin terhubung secara digital, penting untuk tidak kehilangan esensi keterhubungan manusiawi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Proses bersama juga dapat ditemukan dalam hubungan interpersonal. Kita semua memiliki kisah hidup yang berbeda-beda, tetapi kemampuan untuk berproses bersama memungkinkan kita merasakan empati, memahami perjuangan orang lain, dan memberikan dukungan saat dibutuhkan. Hubungan yang kokoh dan saling mendukung adalah hasil dari proses bersama yang terus-menerus, di mana kita bersama-sama menghadapi cobaan hidup dan merayakan kebahagiaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Penting untuk diingat bahwa berproses bersama juga dapat mencakup momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan sehari-hari, seperti makan bersama keluarga, berbicara dengan teman, atau bahkan berbagi tawa dengan rekan kerja, kita menciptakan ikatan yang memperkaya kehidupan kita. Ini adalah proses kecil yang, seiring waktu, membentuk jalinan keterhubungan yang lebih dalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Seringkali, tantangan dan kesulitan dapat menjadi bagian dari perjalanan bersama ini. Namun, dengan bersama-sama mengatasi hambatan dan menjalani proses tersebut, kita membangun ketahanan, kekuatan, dan ikatan yang kuat. Berproses bersama melibatkan komitmen untuk saling mendukung, tumbuh bersama, dan belajar satu sama lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus, dalam pertemuan dengan sodalitas \"Pembawa St. Rose,\" mengingatkan kita bahwa prosesi keagamaan adalah usaha besar yang tidak dapat diwujudkan sendirian, serupa dengan kehidupan kita. Dia mendorong untuk menjaga hidup tradisi dan warisan rohaniah bersama-sama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam dunia yang terus berubah, berproses bersama dalam kehidupan menawarkan kita fondasi yang kuat, mengajarkan kita arti keterhubungan, dan memperkaya makna perjalanan kita. Melalui pengalaman bersama ini, kita tidak hanya menemukan diri kita sendiri, tetapi juga menyadari bahwa kehidupan yang bermakna adalah kehidupan yang dijalani bersama-sama.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-11T00:00:00.000Z","berproses-bersama-dalam-kehidupan","https://cdn.imavi.org/articles~WjSfiav~f82c970f8b95a3444154cd3e240d03ad.jpg",{"title":1042,"originalUrl":1043,"excerpt":37,"author":60,"content":1044,"publishDate":1045,"slug":1046,"imageLink":1047},"Solidaritas Pondasi Kemanusiaan yang Kuat","https://my.imavi.org/articles/solidaritas-pondasi-kemanusiaan-yang-kuat","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Solidaritas adalah prinsip moral dan sosial yang menuntut persatuan, saling peduli, dan keberlanjutan hubungan manusiawi. Prinsip ini mendasari pembentukan masyarakat yang adil dan inklusif di mana setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan bersama. Artikel ini akan membahas makna solidaritas, peran pentingnya dalam membentuk masyarakat yang berkelanjutan, serta bagaimana solidaritas dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Solidaritas dalam Konteks Sosial\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Solidaritas menciptakan dasar bagi hubungan yang bermakna dalam masyarakat. Ini melibatkan saling mendukung, saling memahami, dan bertanggung jawab satu sama lain. Dalam konteks sosial, solidaritas menekankan keadilan dan kesetaraan, mengatasi perbedaan dan kesenjangan yang mungkin muncul di masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Peran Solidaritas dalam Membentuk Masyarakat\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Keadilan dan Kesetaraan:\u003C/strong> Solidaritas menciptakan landasan bagi keadilan sosial. Ketika masyarakat berdiri bersama untuk melawan ketidakadilan, solidaritas memberdayakan mereka untuk menciptakan perubahan positif.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Tanggung Jawab Bersama:\u003C/strong> Solidaritas mendorong tanggung jawab bersama terhadap kesejahteraan umum. Setiap individu dianggap sebagai bagian integral dari suatu keseluruhan, sehingga tanggung jawab terhadap satu sama lain menjadi sebuah kewajiban moral.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Penanggulangan Ketidaksetaraan:\u003C/strong> Solidaritas bertindak sebagai kekuatan untuk melawan ketidaksetaraan ekonomi dan sosial. Melalui kolaborasi dan dukungan bersama, masyarakat dapat mengurangi kesenjangan yang ada.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Mewujudkan Solidaritas dalam Kehidupan Sehari-hari\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesadaran Sosial:\u003C/strong> Penting untuk meningkatkan kesadaran sosial agar individu dapat memahami tantangan dan kesulitan yang dihadapi oleh sesama. Ini menciptakan dasar untuk respons solidaritas.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Partisipasi Aktif:\u003C/strong> Masyarakat yang solidaritas memerlukan partisipasi aktif dari setiap individu. Ini dapat mencakup pengabdian diri pada kegiatan sukarela, mendukung organisasi amal, atau secara langsung membantu mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pendidikan Solidaritas:\u003C/strong> Mengintegrasikan nilai-nilai solidaritas dalam sistem pendidikan membantu membentuk generasi yang peduli dan responsif terhadap kebutuhan sesama.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Solidaritas dalam Krisis\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Solidaritas sering kali menjadi pendorong utama dalam menghadapi krisis. Dalam situasi sulit, masyarakat yang solidaritas bersatu untuk memberikan dukungan, bantuan, dan harapan kepada mereka yang terkena dampak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Solidaritas adalah pilar masyarakat yang adil dan berkelanjutan. Ini memerlukan komitmen kolektif untuk menciptakan dunia di mana setiap individu diakui, dihargai, dan dilibatkan dalam proses pembangunan. Dengan mewujudkan nilai solidaritas dalam tindakan sehari-hari, kita dapat berkontribusi pada perubahan positif menuju masyarakat yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-10T00:00:00.000Z","solidaritas-pondasi-kemanusiaan-yang-kuat","https://cdn.imavi.org/articles~7Tyc6vv~d9918886a8b2db5f24c3b1b61f48d7b6.jpg",{"title":1049,"originalUrl":1050,"excerpt":37,"author":60,"content":1051,"publishDate":1052,"slug":1053,"imageLink":1054},"Novena dalam Gereja Katolik: Tradisi Doa Sembilan Hari","https://my.imavi.org/articles/novena-dalam-gereja-katolik-tradisi-doa-sembilan-hari","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Novena merupakan praktik doa yang telah lama menjadi bagian integral dari tradisi Katolik. Dalam konteks Gereja Katolik, novena adalah serangkaian sembilan hari doa dan refleksi rohaniah yang seringkali diucapkan sebagai bentuk devosi terhadap orang kudus, Maria, atau niat tertentu. Artikel ini akan menjelaskan makna, cara pelaksanaan, dan pentingnya novena dalam konteks Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Makna Novena dalam Konteks Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Novena berasal dari kata Latin \"novem,\" yang berarti sembilan. Tradisi ini memiliki akar sejarah yang kuat dalam Gereja Katolik dan seringkali terkait dengan peristiwa-peristiwa rohaniah yang signifikan. Novena dianggap sebagai cara untuk mengekspresikan iman, harapan, dan devosi umat Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Cara Pelaksanaan Novena:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pemilihan Tujuan Novena:\u003C/strong> Novena dapat dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti kesehatan, pertolongan, atau devosi terhadap santo atau santa tertentu.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Doa Harian:\u003C/strong> Setiap hari selama sembilan hari, umat Katolik berdoa doa-doa tertentu yang terkait dengan niat novena. Ini bisa melibatkan doa rosario, doa-doa spesifik untuk santo atau santa tertentu, atau doa-doa tradisional lainnya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Refleksi Rohaniah:\u003C/strong> Novena memberikan kesempatan untuk merenungkan makna niat dan mendekatkan diri pada Tuhan melalui doa dan refleksi rohaniah.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Partisipasi dalam Misa:\u003C/strong> Beberapa novena mungkin melibatkan partisipasi dalam misa, terutama jika terkait dengan peringatan orang kudus tertentu.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Contoh Novena dalam Gereja Katolik:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Novena Santo Yudas Tadeus:\u003C/strong> Umat Katolik sering merayakan novena ini ketika menghadapi situasi sulit, karena Santo Yudas Tadeus dianggap sebagai santo pemberi harapan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Novena Rosario:\u003C/strong> Melibatkan serangkaian doa rosario yang diucapkan selama sembilan hari berturut-turut, seringkali terkait dengan peristiwa-peristiwa kehidupan Maria.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Novena Bunda dari Perpetual Pertolongan:\u003C/strong> Novena ini didedikasikan kepada Bunda Maria sebagai penolong dalam kesulitan.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Novena dalam Kehidupan Rohaniah:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Novena memberikan momen-momen spiritual yang mendalam dalam kehidupan umat Katolik. Praktik ini memperkuat devosi dan koneksi umat dengan tradisi agama mereka. Novena juga menciptakan kesempatan untuk memohon pertolongan, menyatakan rasa syukur, dan mendekatkan diri pada Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam kesimpulan, novena adalah bagian penting dari warisan rohaniah Gereja Katolik. Praktik ini tidak hanya menjadi wadah untuk berdoa, tetapi juga merupakan bentuk ekspresi iman dan harapan umat Katolik dalam perjalanan kehidupan rohaniah mereka.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-09T00:00:00.000Z","novena-dalam-gereja-katolik-tradisi-doa-sembilan-hari","https://cdn.imavi.org/articles~DZ5B48b~c992a9acdc39b684566b2eef180ca8b1.jpg",{"title":1056,"originalUrl":1057,"excerpt":37,"author":60,"content":1058,"publishDate":1059,"slug":1060,"imageLink":1061},"Tahun Kudus: Masa Penyucian dan Pertobatan dalam Tradisi Katolik","https://my.imavi.org/articles/thn-kudus-masa-penyucian-and-pertobatan-dlm-tradisi-katolik","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tahun Kudus merupakan sebuah periode istimewa dalam Gereja Katolik yang ditetapkan oleh Paus sebagai waktu khusus untuk merayakan keagamaan, pertobatan, dan pembaharuan spiritual. Keputusan untuk mengumumkan Tahun Kudus biasanya didasarkan pada pertimbangan pastoral dan kebutuhan rohani umat Katolik di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Latar Belakang Tahun Kudus:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Konsep Tahun Kudus dalam Gereja Katolik berasal dari tradisi Alkitab. Dalam Kitab Imamat, konsep Jubileum dijelaskan sebagai periode 50 tahun di mana tawanan dibebaskan, harta diperbarui, dan keseluruhan masyarakat merayakan keadilan dan belas kasihan Tuhan. Gereja Katolik mengadopsi konsep ini dalam bentuk Tahun Kudus untuk memberikan umatnya kesempatan untuk menyucikan diri, merayakan kasih Tuhan, dan mengokohkan iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Tujuan Tahun Kudus:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pertobatan dan Pengampunan:\u003C/strong> Tahun Kudus adalah momen penyucian di mana umat Katolik dipanggil untuk bertobat dan mencari pengampunan dosa mereka. Penerimaan sakramen rekonsiliasi (pengakuan dosa) menjadi bagian integral dari perayaan Tahun Kudus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kesempatan Ibadah Bersama:\u003C/strong> Tahun Kudus seringkali menawarkan peluang untuk perayaan ibadah bersama, baik di tingkat lokal maupun di pusat-pusat keagamaan, seperti Roma. Umat Katolik diundang untuk merayakan iman mereka dalam persekutuan dengan sesama umat di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Perbuatan Kebaikan dan Karya Kasih:\u003C/strong> Selama Tahun Kudus, umat Katolik juga didorong untuk lebih aktif dalam perbuatan kebaikan dan karya kasih. Paus sering menetapkan tugas-tugas khusus, seperti pelayanan sosial atau kegiatan amal, sebagai bagian dari perayaan Tahun Kudus.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Tahun Kudus Agung:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salah satu bentuk Tahun Kudus yang paling mencolok adalah Tahun Kudus Agung. Pada tahun 1983, Paus Yohanes Paulus II mengumumkan Tahun Kudus Agung sebagai bagian dari persiapan menuju milenium kedua Masehi. Tahun Kudus Agung diadakan setiap 25 tahun sekali dan memiliki makna yang lebih mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Konsep Pengampunan dan Indulgensi:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tahun Kudus sering kali terkait dengan konsep indulgensi, di mana umat Katolik diyakini dapat menerima pengampunan dosa dan hukuman akibat dosa. Hal ini dianggap sebagai pemahaman lebih mendalam tentang rahmat Tuhan dan pertobatan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Penutupan Tahun Kudus:\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Setelah berlangsung selama setahun, Tahun Kudus diakhiri dengan sebuah upacara penutupan yang diadakan oleh Paus. Momentum ini memberikan umat Katolik kesempatan untuk merenungkan perjalanan rohaniah mereka selama Tahun Kudus dan meneguhkan tekad untuk terus hidup dalam iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Tahun Kudus adalah suatu periode istimewa dalam kalender liturgis Gereja Katolik yang membawa berkah dan peluang pertumbuhan rohani bagi umatnya. Melalui ibadah, pertobatan, dan karya kasih, umat Katolik merayakan rahmat Tuhan dan memperkuat fondasi iman mereka dalam Kristus.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-08T00:00:00.000Z","thn-kudus-masa-penyucian-and-pertobatan-dlm-tradisi-katolik","https://cdn.imavi.org/articles~sjCfGAT~5bb74bb671293cea47063c0a813396c9.jpg",{"title":1063,"originalUrl":1064,"excerpt":37,"author":60,"content":1065,"publishDate":1066,"slug":1067,"imageLink":1068},"Pembaptisan: Hidup Baru sebagai Anak-Anak Allah yang Dikasihi","https://my.imavi.org/articles/pembaptisan-hidup-baru-sebagai-anak-anak-allah-yang-dikasihi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan dalam tradisi Katolik bukan hanya sekadar upacara ritual, tetapi merupakan sakramen penting yang membawa orang masuk ke dalam keluarga Allah sebagai anak-anak yang dikasihi.&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Makna Mendalam Pembaptisan Katolik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan Katolik diakui sebagai pintu gerbang ke dalam kehidupan beriman. Melalui pembaptisan, seseorang disucikan dari dosa asal dan menerima anugerah hidup rohaniah yang baru dalam Kristus. Sakramen ini juga menandai perjanjian dengan Allah dan pengakuan sebagai anggota Gereja Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Anak-Anak Allah yang Dikasihi oleh Bapa Surgawi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan membawa seseorang ke dalam keluarga Allah. Dengan menerima sakramen ini, seseorang diangkat sebagai anak Allah yang dikasihi oleh Bapa Surgawi. Ini bukan hanya status keagamaan, tetapi hubungan pribadi yang mendalam dengan Sang Pencipta, yang melibatkan kasih dan pertolongan-Nya sepanjang kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Simbolisme Air dan Kematian-Rangkit dalam Pembaptisan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Air yang digunakan dalam pembaptisan memiliki makna simbolis yang kaya. Air mencerminkan pembersihan dari dosa dan menggambarkan hidup baru dalam Kristus. Ketika seseorang dicelupkan ke dalam air, itu mencerminkan kematian terhadap dosa, dan ketika muncul kembali, itu menandakan kebangkitan dalam hidup baru bersama Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Komitmen untuk Menyusuri Jalan Kehidupan Kristen\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan Katolik bukanlah akhir dari perjalanan iman, tetapi awal dari kehidupan Kristen yang menyusuri jalan kekudusan. Sebagai anak-anak Allah yang dikasihi, umat Katolik diundang untuk menghayati ajaran Kristus, mengembangkan kehidupan doa, dan terlibat dalam praktik kebajikan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pentingnya Pendidikan Agama dalam Pembentukan Rohani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan memicu tanggung jawab orang tua dan komunitas Katolik untuk memberikan pendidikan agama yang kokoh kepada anak-anak yang baru dibaptis. Ini melibatkan pengajaran nilai-nilai Katolik, etika, dan pembentukan rohani untuk memastikan bahwa mereka tumbuh sebagai individu yang berakhlak dan beriman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Peran Orang Tua dan Wali Baptis\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Orang tua dan wali baptis memiliki peran penting dalam mendampingi anak-anak mereka dalam perjalanan kehidupan beriman. Mereka diundang untuk menjadi teladan iman, membimbing anak-anak mereka dalam doa, dan mendukung pertumbuhan rohani mereka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Hidup sebagai Saksi Kasih Kristus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan Katolik memanggil umat untuk hidup sebagai saksi kasih Kristus di dunia. Dengan mengembangkan karakteristik seperti kebaikan, kesabaran, dan kerendahan hati, anak-anak Allah yang baru dibaptis dapat menjadi terang dan garam dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Hidup Baru dalam Kasih dan Iman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Pembaptisan Katolik bukan hanya suatu upacara awal, tetapi pondasi hidup baru dalam kasih dan iman. Dengan menyadari identitas sebagai anak-anak Allah yang dikasihi, umat Katolik diundang untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus, mengembangkan kekudusan, dan menyebarkan kasih-Nya kepada dunia. Dengan demikian, pembaptisan menjadi peristiwa yang meresapi seluruh perjalanan hidup seorang Katolik.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-07T00:00:00.000Z","pembaptisan-hidup-baru-sebagai-anak-anak-allah-yang-dikasihi","https://cdn.imavi.org/articles~RiS49PE~6e71db8e21034d6f49c8cb4776cd98a9.jpg",{"title":1070,"originalUrl":1071,"excerpt":37,"author":60,"content":1072,"publishDate":1073,"slug":1074,"imageLink":1075},"Perayaan Hari Raya Epifani: Momen Penting dalam Kalender Liturgi","https://my.imavi.org/articles/perayaan-hari-raya-epifani-momen-penting","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Hari Raya Epifani, yang juga dikenal sebagai Perayaan Penampakan atau Pengungkapan Tuhan, adalah salah satu momen penting dalam kalender liturgi Kristen. Perayaan ini dirayakan pada tanggal 6 Januari setiap tahunnya, mengingat peristiwa ketika Yesus Kristus, sebagai bayi yang baru lahir, pertama kali \"ditampakkan\" kepada dunia oleh para Magi atau Tiga Raja.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Mengenang Kunjungan Tiga Raja\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Peristiwa Epifani mengacu pada cerita dalam Injil Matius di Alkitab, di mana tiga orang bijak dari Timur datang mencari \"Raja yang baru lahir\" setelah melihat tanda bintang yang muncul di langit. Mereka mengikuti bintang itu hingga tiba di Bethlehem, tempat Yesus lahir. Ketika mereka tiba, mereka memberikan hadiah emas, kemenyan, dan mur kepada Yesus sebagai tanda penghormatan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Simbolisme dan Arti Penting\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Hari Raya Epifani memiliki simbolisme yang mendalam. Kedatangan Tiga Raja melambangkan bahwa Yesus bukan hanya Raja bagi bangsa Israel, tetapi juga bagi seluruh umat manusia. Bintang yang mereka ikuti juga melambangkan terang Allah yang membimbing orang percaya kepada Yesus sebagai Terang Dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa Yesus Kristus datang untuk menyelamatkan semua orang, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi. Ini merupakan momen penting dalam pengungkapan identitas dan misi Yesus sebagai Juruselamat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Ritual dan Tradisi Perayaan Epifani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Selama perayaan Hari Raya Epifani, banyak umat Kristen menghadiri misa khusus yang menekankan arti kedatangan Tiga Raja. Gereja mungkin menyelenggarakan prosesi, membaca kisah Epifani dari Alkitab, dan memberikan pencerahan tentang pesan universal keselamatan yang dibawa oleh kelahiran Yesus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Beberapa tradisi juga melibatkan pembagian dan konsumsi kue khusus, seperti rosca de reyes di beberapa budaya. Kue ini sering kali berbentuk cincin dan dihiasi dengan buah kering atau gula warna-warni.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Makna Spiritual dan Pesan untuk Umum\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Hari Raya Epifani mengajarkan umat Kristen untuk membuka diri terhadap terang kebenaran, mengikuti contoh Magi yang mencari Tuhan dengan penuh semangat. Perayaan ini juga mengingatkan kita bahwa pesan keselamatan Yesus tidak terbatas pada satu kelompok atau budaya, melainkan untuk semua orang di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan merayakan Hari Raya Epifani, umat Kristen diingatkan untuk terus mencari Tuhan dalam hidup mereka, membawa hadiah kasih dan pengabdian kepada sesama, serta menyambut terang kebenaran yang terus dinyatakan kepada mereka melalui iman.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-06T00:00:00.000Z","perayaan-hari-raya-epifani-momen-penting","https://cdn.imavi.org/articles~thj4HJv~a1a7f5248ff333affb95c5b2c134ab2a.jpg",{"title":1077,"originalUrl":1078,"excerpt":37,"author":60,"content":1079,"publishDate":1080,"slug":1081,"imageLink":1082},"Memahami Dimensi Kehidupan Melalui Tindakan Nyata","https://my.imavi.org/articles/memahami-dimensi-kehidupan-melalui-tindakan-nyata","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Memahami dimensi kemanusiaan bukan hanya tentang refleksi dan pengertian, tetapi juga tentang tindakan nyata yang memberikan dampak positif pada kehidupan orang lain. Artikel ini akan mengulas bagaimana kita dapat memperdalam pemahaman terhadap kemanusiaan dengan melakukan sesuatu untuk orang lain, membuka pintu menuju kesempatan untuk saling berbagi dan memberdayakan satu sama lain.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Memberikan Waktu sebagai Investasi Kemanusiaan:\u003C/strong> memberikan waktu kita untuk membantu orang lain merupakan langkah konkret untuk memahami dan merasakan kehidupan mereka. Mulai dari relawan di panti asuhan hingga mendukung komunitas lokal, investasi waktu kita dapat menjadi sumber kegembiraan dan pengertian yang mendalam.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Proyek Kolaboratif untuk Masyarakat:\u003C/strong> Mengusung proyek kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup komunitas adalah cara lain untuk merasakan dimensi kemanusiaan. Artikel ini akan menggali contoh-contoh proyek yang melibatkan masyarakat dalam pembangunan bersama, menciptakan ikatan yang kuat dan saling membantu.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menginspirasi Melalui Pendidikan:\u003C/strong> Menyebarkan pengetahuan dan keterampilan kepada orang lain adalah bentuk pemberdayaan kemanusiaan. Dengan menjadi mentor, mengajar, atau mendukung program pendidikan, kita dapat membuka pintu bagi kemungkinan baru dan meningkatkan kesempatan bagi individu untuk berkembang.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Membangun Jaringan Kemanusiaan Melalui Bantuan Darurat:\u003C/strong> Situasi darurat seringkali menjadi ujian nyata dalam memahami dimensi kemanusiaan. Seperti peran kita dalam memberikan bantuan darurat saat bencana atau krisis, dan bagaimana tindakan cepat dapat meresapi rasa solidaritas dan keterlibatan langsung dengan penderitaan sesama.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menyebarkan Kebaikan Melalui Kreativitas:\u003C/strong> Kreativitas bisa menjadi alat kuat untuk memahami dimensi kemanusiaan. Melalui seni, tulisan, atau inisiatif kreatif lainnya, kita dapat menyebarkan pesan positif, menyentuh hati orang lain, dan memotivasi perubahan positif dalam masyarakat.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan melakukan sesuatu untuk orang lain, kita tidak hanya mendekati pemahaman yang lebih dalam terhadap dimensi kemanusiaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang dapat membentuk dunia menjadi tempat yang lebih baik. Dengan tindakan nyata, kita membuka pintu menuju pencerahan kemanusiaan yang tidak terlupakan.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-05T00:00:00.000Z","memahami-dimensi-kehidupan-melalui-tindakan-nyata","https://cdn.imavi.org/articles~hrueP6Q~6d2230b767bdf890788e054a7dc811da.jpg",{"title":1084,"originalUrl":1085,"excerpt":37,"author":60,"content":1086,"publishDate":1087,"slug":1088,"imageLink":1089},"Kasih Tuhan sebagai Pilar Utama Kepercayaan Fondasi Kuat dalam Kehidupan Spiritual","https://my.imavi.org/articles/kasih-tuhan-sebagai-pilar-utama-kepercayaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kasih Tuhan merupakan konsep sentral dalam banyak kepercayaan dan agama. Sebagai pilar utama kepercayaan, kasih Tuhan tidak hanya menjadi landasan spiritual, tetapi juga memberikan arah dan makna dalam perjalanan kehidupan. Artikel ini akan membahas peran kasih Tuhan sebagai pilar kepercayaan, bagaimana konsep ini memberi kekuatan dan harapan dalam kehidupan rohaniah seseorang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kasih Tuhan: Sumber Kekuatan dan Harapan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam setiap keyakinan, kasih Tuhan dianggap sebagai sumber kekuatan yang tak terhingga. Keyakinan bahwa Tuhan senantiasa memberikan kasih-Nya menciptakan fondasi yang kokoh, menjadi pijakan ketika menghadapi cobaan, dan sumber keberanian dalam menghadapi ketidakpastian. Kasih Tuhan menjadi aliran energi spiritual yang memberi kekuatan di saat-saat sulit.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pengampunan dan Pemulihan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kasih Tuhan juga menciptakan jalan menuju pengampunan dan pemulihan. Dalam banyak agama, konsep pengampunan Tuhan menjadi landasan bagi umat-Nya untuk melakukan introspeksi, bertaubat, dan mengalami pemulihan spiritual. Kasih Tuhan menjadi jembatan yang menghubungkan manusia dengan kemungkinan pembaruan dan kehidupan yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Panduan Moral dalam Kehidupan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Konsep kasih Tuhan memberikan panduan moral yang kuat. Keyakinan bahwa Tuhan adalah sumber kebaikan mendorong para penganutnya untuk berbuat baik, mempraktikkan etika yang benar, dan menghormati sesama manusia. Kasih Tuhan bukan hanya teori kepercayaan, tetapi menjadi katalisator untuk bertindak adil dan menjadi manusia yang berbudi luhur.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Keseimbangan dan Ketenangan dalam Hidup\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kasih Tuhan juga memberikan keseimbangan dan ketenangan dalam kehidupan spiritual. Keyakinan bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah dan kasih-Nya senantiasa hadir membawa kedamaian hati. Ini menjadi pilar kepercayaan yang memberikan ketenangan di tengah kerasnya kehidupan dan tantangan yang dihadapi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Menyaksikan Kasih Tuhan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Sebagai pilar kepercayaan, kasih Tuhan bukan hanya dipegang, tetapi juga disaksikan. Para penganut diundang untuk menjadi saksi kasih Tuhan melalui tindakan, sikap, dan cinta terhadap sesama. Menyebarkan kasih Tuhan melalui kehidupan sehari-hari menjadi tanggung jawab setiap individu yang menjadikan-Nya sebagai pilar kepercayaan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Kasih Tuhan, sebagai pilar utama kepercayaan, memberikan fondasi spiritual yang kuat. Kasih-Nya menjadi sumber kekuatan, pengampunan, panduan moral, dan ketenangan dalam kehidupan. Dengan menghayati kasih Tuhan, setiap individu dapat merasakan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan, membawa harapan, kedamaian, dan makna yang mendalam dalam perjalanan kehidupan rohaniah mereka.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-04T00:00:00.000Z","kasih-tuhan-sebagai-pilar-utama-kepercayaan","https://cdn.imavi.org/articles~44wytcc~113f230e244295b3da31beb881e9c967.jpg",{"title":1091,"originalUrl":1092,"excerpt":37,"author":60,"content":1093,"publishDate":1094,"slug":1095,"imageLink":1096},"Membuka Pintu Hati: Kunci Menuju Kepedulian yang Mendalam terhadap Sesama","https://my.imavi.org/articles/kunci-menuju-kepedulian-yang-mendalam-terhadap-sesama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam keseharian yang serba sibuk dan penuh dengan dinamika kehidupan, kita seringkali terjebak dalam kegiatan rutin dan tuntutan pekerjaan sehingga terlupa akan esensi kemanusiaan kita. Namun, Paus Francis mengajarkan kita bahwa membuka pintu hati adalah langkah pertama yang krusial untuk menumbuhkan kepedulian yang mendalam terhadap sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Membuka Pintu Hati: Tindakan Sederhana, Makna Besar\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Membuka pintu hati tidak selalu melibatkan tindakan besar atau dramatis. Sebaliknya, ini adalah tindakan sederhana yang melibatkan kesediaan untuk meresapi pengalaman orang lain, merasakan kegembiraan mereka, dan meratapi kesedihan mereka. Ini adalah tentang menjadi lebih peka terhadap realitas hidup orang di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesadaran Akan Kebutuhan Lain\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan membuka pintu hati, kita menjadi lebih sadar akan kebutuhan orang lain. Paus Francis menekankan pentingnya meresapi realitas dunia di sekitar kita, termasuk mereka yang mungkin terpinggirkan, terlupakan, atau sedang dalam kesulitan. Ini bukan hanya tentang mendengar, tetapi juga tentang mendengarkan dengan hati yang terbuka.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Doa sebagai Sarana Pembuka Hati\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam ajarannya, Paus Francis menekankan bahwa doa adalah sarana yang sangat penting untuk membuka pintu hati. Doa membantu kita untuk terhubung dengan dimensi spiritual dan meresapi kasih Tuhan, yang pada gilirannya, memampukan kita untuk merasakan kebutuhan dan penderitaan sesama.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Pemberdayaan Melalui Kepedulian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Membuka pintu hati bukan hanya tentang perasaan simpati, tetapi juga tindakan nyata. Paus mengajak kita untuk melangkah lebih jauh dengan memberdayakan mereka yang membutuhkan bantuan, sejahtera, dan keadilan. Kepedulian yang mendalam mendorong tindakan konkrit untuk menciptakan perubahan positif.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kontribusi Kita untuk Dunia yang Lebih Baik\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan membuka pintu hati, kita menjadi bagian dari solusi. Paus Francis mengajarkan bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Dengan bersama-sama membuka pintu hati, kita dapat membentuk masyarakat yang lebih peduli dan berempati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">\u003Cstrong>Kesimpulan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Membuka pintu hati adalah sebuah panggilan untuk menjadi manusia sejati. Ini adalah kunci untuk membuka mata, pikiran, dan tangan kita terhadap kebutuhan sesama. Dengan langkah sederhana ini, kita dapat menumbuhkan kepedulian yang mendalam dan merajut jaringan kasih yang mewarnai kehidupan kita serta memberi makna pada eksistensi kita sebagai manusia.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-03T00:00:00.000Z","kunci-menuju-kepedulian-yang-mendalam-terhadap-sesama","https://cdn.imavi.org/articles~XguqrFE~7086fa504b0b9f9ae592b48aed5b50d8.jpg",{"title":1098,"originalUrl":1099,"excerpt":37,"author":60,"content":1100,"publishDate":1101,"slug":1102,"imageLink":1103},"Kesempatan untuk Bersukacita dalam Kekayaan Rohani","https://my.imavi.org/articles/kesempatan-untuk-bersukacita-dalam-kekayaan-rohani","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Keberagaman dalam konteks gereja bukanlah tantangan yang harus dihindari, melainkan kesempatan yang diberikan oleh Roh Kudus untuk bersukacita dalam kekayaan rohani. Paus Fransiskus dengan tegas menyatakan bahwa melalui panduan Roh Kudus, keberagaman dapat menjadi sumber kekayaan dan persatuan yang memperdalam iman umat Kristiani.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kekayaan dalam Keberagaman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Gereja, sebagai tubuh Kristus, diperkaya oleh keberagaman dalam bentuk pengakuan iman, tradisi liturgis, dan praktik keagamaan. Setiap anggota Gereja membawa karunia-karunia uniknya sendiri, menciptakan warna dan keindahan dalam perjalanan iman bersama. Paus mengajak umatnya untuk melihat keberagaman sebagai anugerah yang memperkaya persekutuan iman.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Dialog Ekumenis sebagai Sarana Memperdalam Persatuan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam menghadapi keberagaman, Paus menekankan pentingnya dialog ekumenis dengan komunitas-komunitas Kristen lain. Dialog ini bukan hanya tentang menghormati perbedaan, tetapi juga memahami, menghargai, dan memperdalam persatuan di dalam iman. Keberagaman menjadi sarana untuk memperkaya persekutuan dan membangun hubungan yang erat antar-konfesi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Contoh Keberagaman yang Diberkati: Gereja-Gereja Timur\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus menunjuk Gereja-Gereja Timur sebagai contoh nyata keberagaman yang diberkati. Meskipun memiliki tradisi dan ritus liturgis yang berbeda, Gereja-Gereja ini tetap menjaga kesatuan iman. Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman dapat menjadi sumber kekuatan, ketahanan, dan keberlanjutan dalam tubuh Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Salib sebagai Simbol Persatuan dalam Keberagaman\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Salib dianggap sebagai simbol persatuan dalam keberagaman oleh Paus. Ia menyatakan bahwa salib adalah misteri kasih di bawah mana semua orang Kristiani berdiri. Terlepas dari perbedaan dalam pengakuan, tradisi, atau ritus, salib mengingatkan umat Kristiani bahwa mereka semua setara dalam kasih Allah.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Bersukacita dalam Keberagaman melalui Panduan Roh Kudus\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus mengajak umat Kristiani untuk membiarkan diri mereka dipandu oleh Roh Kudus dalam merayakan keberagaman. Ketika umat bersatu di bawah panduan Roh Kudus, keberagaman tidak lagi menjadi sumber konflik, tetapi menjadi panggilan untuk bersukacita. Roh Kudus mengingatkan umat akan kasih Allah yang menyatukan semua orang Kristen, meskipun berbeda-beda.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Keberagaman sebagai Karunia dan Panggilan Bersama\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Keberagaman dalam gereja bukanlah penghalang, melainkan karunia yang memperkaya dan panggilan untuk bersukacita dalam persatuan rohani. Melalui panduan Roh Kudus, umat Kristiani diundang untuk menghargai dan merayakan keberagaman sebagai manifestasi kekayaan iman yang diberikan oleh Allah untuk memperdalam persekutuan dalam tubuh Kristus.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-02T00:00:00.000Z","kesempatan-untuk-bersukacita-dalam-kekayaan-rohani","https://cdn.imavi.org/articles~YLe3boN~ab38d3fd3cfc59a073a8dbc82b1176b1.jpg",{"title":1105,"originalUrl":1106,"excerpt":37,"author":60,"content":1107,"publishDate":1108,"slug":1109,"imageLink":1110},"Merenungi Kasih Bunda Maria di Setiap Langkah Awal yang Baru","https://my.imavi.org/articles/merenungi-kasih-bunda-maria-di-setiap-langkah-awal-yang-baru","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus Fransiskus, dalam pidatonya di Misa Tahun Baru, mengajak kita untuk memulai tahun baru dengan merayakan kasih dan kelembutan Bunda Maria. Beliau mengingatkan bahwa merenungkan kasih-Nya dapat menjadi fondasi yang kuat untuk melangkah ke dalam setiap langkah awal yang baru.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kasih yang Abadi dalam Keibuan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus menyoroti kasih yang tak terbatas dalam keibuan Bunda Maria. Sebagai Bunda Allah, Maria menjadi lambang kasih yang abadi dan kelembutan dalam setiap tindakan dan nasihat-Nya. Merenungkan kasih-Nya adalah cara yang indah untuk memulai setiap hari dengan hati yang penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Bimbingan Bunda Maria di Setiap Langkah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus mengajak umat untuk merayakan awal yang baru dengan membawa Bunda Maria sebagai penuntun setia. Dalam kebaikan hati-Nya, Maria memberikan bimbingan yang lembut dan bijaksana di setiap langkah perjalanan hidup. Merayakan awal yang baru berarti meminta panduan-Nya untuk menjalani setiap tahap dengan kebijaksanaan dan kelembutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kelembutan dalam Kehidupan Sehari-hari\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Mengingat kasih Bunda Maria juga mengajarkan kita untuk membawa kelembutan itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Dalam tindakan kasih sayang kepada sesama, kita dapat merefleksikan kelembutan dan kepedulian Maria, menciptakan lingkungan yang penuh dengan harmoni dan persatuan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Doa dan Pengabdian pada Awal yang Baru\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Paus mengingatkan bahwa doa kepada Bunda Maria adalah langkah awal yang kuat dalam merayakan awal yang baru. Memohon pertolongan-Nya dan merendahkan hati di hadapan-Nya adalah bentuk pengabdian yang membantu kita melewati setiap rintangan dan mencapai puncak kesuksesan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Merajut Kasih dan Kelembutan di Setiap Langkah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan merayakan awal yang baru dengan kasih dan kelembutan Bunda Maria, kita merajut kisah hidup kita dengan benang emas cinta ilahi. Mari bersama-sama memulai setiap langkah dengan hati penuh kasih, membiarkan kasih dan kelembutan Maria membimbing kita di setiap langkah hidup.\u003C/span>\u003C/p>","2024-01-01T00:00:00.000Z","merenungi-kasih-bunda-maria-di-setiap-langkah-awal-yang-baru","https://cdn.imavi.org/articles~NNzpryT~c41259a7873b3f1dcdb51718156f6b2f.jpg",{"title":1112,"originalUrl":1113,"excerpt":37,"author":60,"content":1114,"publishDate":1115,"slug":1116,"imageLink":1117},"Menyanyi adalah Kesenangan yang Menyentuh Hati dan Memperdalam Doa","https://my.imavi.org/articles/menyanyi-adalah-kesenangan-yang-menyentuh-hati","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam kehidupan spiritual, kegiatan menyanyi dapat menjadi sarana yang kuat untuk menyentuh hati dan memperdalam doa. Kesenangan yang didapat dari melibatkan diri dalam nyanyian bukan hanya sekadar bentuk ekspresi seni, tetapi juga sebuah cara untuk menyampaikan perasaan, kekaguman, dan rasa syukur kepada Tuhan.&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Bahasa yang Menyentuh Hati\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menyanyi memungkinkan ekspresi perasaan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata biasa. Saat kita menyanyi, kita dapat mengekspresikan sukacita, kegembiraan, duka cita, atau bahkan rasa kagum kepada Tuhan. Lirik-lirik lagu rohani atau pujian menyediakan bahasa yang dapat menyentuh hati dan menghubungkan jiwa dengan yang Ilahi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menghubungkan Jiwa dan Tubuh\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Melalui melodi dan ritme, menyanyi memungkinkan kita untuk menghubungkan jiwa dan tubuh. Ini menciptakan sebuah pengalaman yang menyeluruh, di mana pikiran, hati, dan tubuh bekerja bersama-sama dalam keharmonisan. Saat menyanyi, kita dapat merasakan getaran suara yang mengalir melalui tubuh, menciptakan ikatan yang kuat antara spiritualitas dan keberadaan fisik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mendalamkan Pengalaman Doa\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menyanyi dapat menjadi sarana untuk memperdalam pengalaman doa. Dalam persekutuan beribadah atau saat berdoa sendiri, nyanyian menciptakan atmosfer yang mendalam dan khusyuk. Lirik-lirik yang dihayati dapat membantu seseorang memasuki kedalaman rohaniah dan memperkuat hubungan pribadi dengan Tuhan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Komunitas dan Kekompakan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menyanyi bersama dengan komunitas gereja atau kelompok doa membawa kekompakan dan kebersamaan yang unik. Saat suara-suaranya bersatu, terciptalah energi positif yang menghubungkan setiap individu dalam satu kesatuan rohaniah. Ini menciptakan rasa solidaritas dan dukungan spiritual di antara para penyanyi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Meningkatkan Atmosfer Ibadah\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam konteks peribadatan, menyanyi memegang peran penting dalam meningkatkan atmosfer ibadah. Lagu-lagu pujian dan penyembahan tidak hanya memberikan keindahan musikal, tetapi juga membawa ke hadirat Tuhan dengan cara yang unik dan penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Memperdalam Refleksi Diri\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Melalui menyanyi, seseorang dapat merenungkan makna lirik-lirik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini membuka peluang untuk refleksi diri, pemurnian hati, dan peningkatan spiritualitas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menyanyi adalah lebih dari sekadar aktivitas artistik; itu adalah sebuah bentuk ibadah yang menyentuh hati dan merangkul dimensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan membuka hati melalui nyanyian, seseorang dapat merasakan kedekatan yang lebih dalam dengan Tuhan dan mengalami kegembiraan yang mendalam dalam doa.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-30T00:00:00.000Z","menyanyi-adalah-kesenangan-yang-menyentuh-hati","https://cdn.imavi.org/articles~Ws4eaq3~64fc8e6ebd1d985c38fc5e4dd824322c.jpg",{"title":1119,"originalUrl":1120,"excerpt":37,"author":60,"content":1121,"publishDate":1122,"slug":1123,"imageLink":1124},"Perdamaian yang Adil bagi Kita Semua : Sebuah Panggilan untuk Kesatuan dan Harmoni","https://my.imavi.org/articles/perdamaian-yang-adil-bagi-kita-semua","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perdamaian adalah cita-cita yang diagungkan oleh seluruh umat manusia. Di tengah-tengah gejolak dan konflik yang terus berkecamuk di dunia ini, terdengar suara-suara yang mendesak untuk membangun perdamaian yang adil bagi kita semua. Perdamaian yang sejati tidak hanya menghilangkan kekerasan, tetapi juga menciptakan landasan keadilan, kesetaraan, dan persatuan di antara berbagai komunitas dan negara.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Konsep perdamaian yang adil melibatkan upaya bersama untuk menyelesaikan konflik dan ketidaksetaraan, serta mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pada intinya, perdamaian yang adil berarti memberikan setiap individu dan kelompok kesempatan yang sama untuk berkembang, hidup dalam keamanan, dan mengembangkan potensi mereka sepenuhnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Penting untuk memahami bahwa perdamaian bukan hanya keadaan ketiadaan perang, tetapi juga hasil dari pembangunan fondasi sosial, ekonomi, dan politik yang kuat. Dalam menciptakan perdamaian yang adil, kita perlu bekerja sama dalam semangat kerjasama dan saling pengertian, mengatasi perbedaan dan mencari solusi yang menguntungkan semua pihak.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perjalanan menuju perdamaian yang adil sering kali melibatkan mediasi, dialog, dan diplomasi. Negosiasi yang jujur ​​dan terbuka memungkinkan pihak yang terlibat untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Sementara itu, masyarakat sipil, organisasi non-pemerintah, dan individu dapat memainkan peran penting dalam membangun gerakan perdamaian yang kuat dan berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan ekonomi, dan ketidakadilan sosial, perdamaian yang adil menjadi semakin penting. Kita perlu membangun jembatan, bukan tembok, antara berbagai kelompok dan bangsa. Solidaritas internasional dan komitmen bersama untuk mengatasi akar penyebab konflik adalah kunci menuju dunia yang lebih damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Melibatkan generasi muda dalam upaya perdamaian juga krusial. Pendidikan yang mendorong pemahaman antarbudaya, toleransi, dan resolusi konflik akan membentuk pemimpin masa depan yang mampu memimpin dunia menuju perdamaian yang berkelanjutan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam merangkai narasi perdamaian, kita tidak boleh melupakan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasari prinsip-prinsip tersebut. Kesetaraan, keadilan, dan kebebasan harus menjadi pilar dalam membangun masyarakat yang damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Jika kita bersatu dalam tekad dan tindakan untuk menciptakan perdamaian yang adil, kita dapat memberikan warisan yang berharga bagi generasi mendatang. Sebab, perdamaian bukan hanya impian, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk mewujudkannya.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-29T00:00:00.000Z","perdamaian-yang-adil-bagi-kita-semua","https://cdn.imavi.org/articles~XBuTFvx~5b2e40bfbf83a2ebe9a4a36685bddb23.jpg",{"title":1126,"originalUrl":1127,"excerpt":37,"author":60,"content":1128,"publishDate":1129,"slug":1130,"imageLink":1131},"Pengalaman Indah Persahabatan dengan Allah dan Sesama","https://my.imavi.org/articles/pengalaman-indah-persahabatan-dengan-allah-dan-sesama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Persahabatan adalah inti dari kehidupan manusia, dan pengalaman indah persahabatan dengan Allah dan sesama membawa kekayaan spiritual dan kepuasan batin yang mendalam. Dalam perjalanan spiritual dan hubungan antarmanusia, persahabatan dapat menjadi sumber kekuatan dan inspirasi. Kita akan mengeksplorasi pengalaman indah persahabatan dengan Allah dan sesama, menggali makna kekayaan spiritual yang terkandung di dalamnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menemukan Tuhan dalam Persahabatan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pentingnya merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan antarmanusia adalah fokus utamanya. Melalui doa, refleksi, dan kebersamaan dengan sesama, orang dapat merasakan kehangatan dan kehadiran Allah dalam setiap momen kehidupan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Keindahan Kebersamaan dan Solidaritas\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Persahabatan dengan sesama tidak hanya tentang menerima dukungan, tetapi juga memberikannya. Membahas pengalaman indah ketika orang menemukan keindahan dalam memberikan bantuan, dukungan emosional, dan solidaritas kepada sesama manusia, menciptakan ikatan yang kuat dan mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mendengarkan dan Menghargai\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Persahabatan yang sejati membutuhkan seni mendengarkan dan menghargai. Melalui pengalaman mendengarkan dengan penuh perhatian, orang dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam cerita dan pengalaman hidup sesama, menciptakan ikatan persahabatan yang kuat dan bermakna.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menemukan Kekuatan dalam Kelemahan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pengalaman indah persahabatan dengan Allah seringkali melibatkan periode kelemahan dan ketidakpastian. Menyoroti cara persahabatan dengan Tuhan dan sesama dapat menjadi sumber kekuatan dan keberanian dalam menghadapi tantangan hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Membangun Komunitas yang Melayani\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Persahabatan dengan Allah dan sesama mengilhami untuk berkontribusi pada pembangunan komunitas yang melayani. Pengalaman persahabatan dapat menjadi dasar untuk tindakan kebajikan dan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan, menciptakan lingkungan yang penuh kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pengalaman indah persahabatan dengan Allah dan sesama adalah perjalanan spiritual yang memberikan makna dan tujuan. Mari merenung tentang keindahan persahabatan, dan bagaimana melalui persahabatan, manusia dapat merasakan kasih sayang Tuhan dan menciptakan dunia yang lebih baik.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-28T00:00:00.000Z","pengalaman-indah-persahabatan-dengan-allah-dan-sesama","https://cdn.imavi.org/articles~LETqBsy~dc731b7610461b0294195d0b8339bf45.jpg",{"title":1133,"originalUrl":1134,"excerpt":37,"author":60,"content":1135,"publishDate":1136,"slug":1137,"imageLink":1138},"Dihadapkan dengan Pencobaan, Tetap Menjaga Hati: Mengatasi Godaan untuk Pemeliharaan Kesejahteraan Rohani","https://my.imavi.org/articles/dihadapkan-dengan-pencobaan-tetap-menjaga-hati","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pencobaan merupakan bagian tak terelakkan dalam perjalanan hidup, dan bagaimana kita meresponsnya dapat membentuk karakter dan kesejahteraan rohani kita. Saat dihadapkan dengan godaan, menjaga hati merupakan kunci untuk mempertahankan integritas dan kebahagiaan dalam hidup.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengenali Pencobaan sebagai Bagian dari Hidup :&nbsp;\u003C/strong>Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa pencobaan adalah bagian alami dari kehidupan. Tidak ada yang terkecuali dari menghadapi ujian, dan melihatnya sebagai peluang untuk tumbuh dan berkembang akan membantu kita menjaga perspektif yang positif.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pentingnya Pemantauan Diri :&nbsp;\u003C/strong>Menjaga hati melibatkan pemantauan diri secara konstan. Mengenali potensi pencobaan dan mengidentifikasi faktor-faktor pemicu membantu kita mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah preventif.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kuatkan Integritas Pribadi :&nbsp;\u003C/strong>Integritas adalah pondasi yang kuat untuk menjaga hati. Saat dihadapkan dengan godaan, ingatkan diri sendiri pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang kita pegang teguh. Pertahankan komitmen terhadap kejujuran dan kebenaran.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Berkomunikasi dengan Diri Sendiri :&nbsp;\u003C/strong>Membangun hubungan yang kuat dengan diri sendiri adalah kunci untuk menjaga hati. Berkomunikasi secara terbuka dengan diri sendiri tentang godaan dan dampaknya membantu kita mengatasi tantangan dengan lebih baik.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Berkumpul dengan Lingkungan Positif :&nbsp;\u003C/strong>Lingkungan sosial berperan besar dalam bagaimana kita merespons pencobaan. Bergaul dengan orang-orang yang mendukung dan memberikan inspirasi positif dapat menjadi kekuatan tambahan untuk menjaga hati kita tetap utuh.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pertahankan Kesehatan Fisik dan Mental :&nbsp;\u003C/strong>Kesehatan fisik dan mental yang baik dapat membantu kita lebih tangguh dalam menghadapi pencobaan. Olahraga, meditasi, dan menjaga keseimbangan hidup membantu menciptakan fondasi yang kokoh untuk kesejahteraan rohani.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Temukan Kekuatan dalam Kepercayaan Spiritual :&nbsp;\u003C/strong>Untuk banyak orang, kepercayaan spiritual adalah sumber kekuatan yang besar. Berdoa, merenung, dan mendalami keyakinan rohani dapat memberikan ketenangan dan arahan di tengah godaan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Belajar dari Pencobaan Sebelumnya :&nbsp;\u003C/strong>Pencobaan sebelumnya dapat menjadi guru yang berharga. Mempelajari dari pengalaman masa lalu membantu kita mengenali pola-pola yang mungkin mengarah pada pencobaan, sehingga kita dapat mengambil tindakan yang tepat.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Berbagi Pengalaman dengan Orang Lain :&nbsp;\u003C/strong>Berbagi pengalaman dengan orang-orang yang kita percayai dapat memberikan perspektif baru dan dukungan yang diperlukan. Terkadang, mendengar cerita orang lain yang berhasil mengatasi pencobaan dapat memberi kita motivasi dan inspirasi.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam menghadapi pencobaan, menjaga hati adalah langkah penting untuk memastikan kita tidak tersesat dari jalan yang benar. Dengan mengenali pencobaan, membangun integritas pribadi, dan merawat kesehatan fisik dan mental, kita dapat melawan godaan dan tetap menjaga kesejahteraan rohani. Penting juga untuk mencari dukungan dari lingkungan sosial yang positif dan, bagi yang beragama, mengandalkan kekuatan spiritual untuk memandu langkah-langkah kita. Dengan menjaga hati, kita mampu tumbuh dan berkembang bahkan di tengah-tengah pencobaan.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-27T00:00:00.000Z","dihadapkan-dengan-pencobaan-tetap-menjaga-hati","https://cdn.imavi.org/articles~cvks3eR~b02a43432e83249349d4548df8da3206.jpg",{"title":1140,"originalUrl":1141,"excerpt":37,"author":60,"content":1142,"publishDate":1143,"slug":1144,"imageLink":1145},"Kasih Karunia yang Mengubah Hati: Keajaiban Transformasi Dalam Kelemahan","https://my.imavi.org/articles/kasih-karunia-yang-mengubah-hati","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam perjalanan hidup ini, sering kali kita dihadapkan pada tantangan dan kelemahan yang dapat membuat hati kita rapuh. Namun, melalui kasih karunia, keajaiban transformasi dapat terjadi, mengubah hati yang terluka menjadi sumber kekuatan dan kedamaian. Kasih karunia membawa harapan, penyembuhan, dan kemampuan untuk melihat keindahan dalam setiap kelemahan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Penerimaan Diri\u003C/strong>&nbsp;\u003Cstrong>:\u003C/strong> Kasih karunia memulai proses transformasi dengan memberikan kita penerimaan diri. Terkadang, kita terjebak dalam standar yang tidak realistis atau menyalahkan diri sendiri atas kelemahan yang kita miliki. Namun, melalui kasih karunia, kita belajar untuk menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan, membuka pintu untuk transformasi yang lebih dalam.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pemberian Tanpa Syarat :\u003C/strong> Kasih karunia tidak memandang kesalahan atau kelemahan sebagai hambatan untuk dicintai. Sebaliknya, kasih karunia memberikan cinta tanpa syarat, membebaskan kita dari beban merasa tidak layak atau tidak dicintai. Dalam suasana yang penuh kasih, hati kita menjadi terbuka untuk menerima perubahan positif.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Penyembuhan Hati yang Terluka :&nbsp;\u003C/strong>Hati yang terluka memerlukan kasih karunia untuk menyembuhkan. Ketika kita menerima kasih tanpa syarat dari diri sendiri dan orang lain, luka-luka tersebut mulai sembuh. Kasih karunia menciptakan lingkungan yang mendukung untuk memulihkan hati dan meresapi kelemahan kita dengan kekuatan penyembuhan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Memahami Kekuatan dalam Kelemahan :&nbsp;\u003C/strong>Kasih karunia membuka mata kita untuk melihat kekuatan yang tersembunyi dalam kelemahan. Bukanlah sesuatu yang buruk untuk memiliki kekurangan atau kesalahan, tetapi bagaimana kita tumbuh dan belajar dari mereka. Kasih karunia mengajarkan kita untuk melihat kelemahan sebagai peluang untuk berkembang dan mengembangkan potensi tersembunyi.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Memberikan Kasih Karunia Kepada Orang Lain :&nbsp;\u003C/strong>Sama seperti kita menerima kasih karunia, memberikannya kepada orang lain juga merupakan bentuk kekuatan. Melalui tindakan kecil seperti mendengarkan, memberikan dukungan, atau memberikan kata-kata penyemangat, kita dapat menjadi agen transformasi bagi hati orang lain. Kasih karunia yang kita berikan dapat menciptakan lingkaran positif transformasi.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Membangun Hubungan yang Kokoh :&nbsp;\u003C/strong>Kasih karunia memperkuat ikatan antarmanusia. Dalam hubungan yang didasarkan pada kasih karunia, kita belajar untuk saling mendukung dan memahami satu sama lain. Transformasi hati terjadi secara alami ketika kita merasakan keberadaan kasih yang mengalir dalam hubungan kita.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan memahami dan merangkul kasih karunia, kita dapat mengalami transformasi yang luar biasa dalam hati kita. Melalui penerimaan diri, penyembuhan, dan pemberian kasih tanpa syarat kepada orang lain, kita membuka pintu menuju keajaiban transformasi yang dapat mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan hati yang terluka menjadi sumber kebahagiaan yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-26T00:00:00.000Z","kasih-karunia-yang-mengubah-hati","https://cdn.imavi.org/articles~wBm9bZ4~9a62209fe9f5ccebe988b21a09ce4f2c.jpg",{"title":1147,"originalUrl":1148,"excerpt":37,"author":60,"content":1149,"publishDate":1150,"slug":1151,"imageLink":1152},"Mengubah Dukacita Menjadi Sukacita: Pesan Natal yang Mencerahkan Hati","https://my.imavi.org/articles/mengubah-dukacita-menjadi-sukacita","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal adalah saat yang penuh sukacita dan kegembiraan, di mana keluarga dan teman-teman berkumpul untuk merayakan kehadiran kasih dan perdamaian. Namun, bagi beberapa orang, Natal juga dapat menjadi waktu yang sulit karena kehilangan, kesepian, atau kesulitan hidup. Meskipun begitu, semangat Natal dapat menjadi alat yang kuat untuk mengubah dukacita menjadi sukacita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal mengajarkan kita tentang kasih, pengampunan, dan harapan. Inilah saat yang tepat untuk merenung tentang pesan-pesan positif yang terkandung dalam perayaan ini, dan bagaimana kita dapat mengubah dukacita menjadi sukacita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kasih yang Tak Terbatas\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal mengajarkan kita bahwa kasih tidak mengenal batas. Meskipun seseorang mungkin merasa sendirian atau kehilangan, Natal memberikan kesempatan untuk merangkul orang-orang di sekitarnya. Melalui tindakan kecil seperti memberikan hadiah atau berkunjung ke rumah tetangga, kita dapat merasakan kebahagiaan sejati yang berasal dari memberikan kasih.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pengampunan dan Perdamaian\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal adalah waktu yang tepat untuk memaafkan dan mencari perdamaian dalam hati. Mengubah dukacita menjadi sukacita melibatkan kemampuan untuk melepaskan beban pikiran dan merayakan kehadiran orang-orang yang masih bersama kita. Meminta maaf dan memberi maaf adalah langkah penting menuju sukacita yang sejati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Harapan yang Abadi\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal membawa pesan harapan yang abadi. Bagi mereka yang sedang mengalami masa sulit, Natal dapat menjadi sumber inspirasi untuk melihat masa depan dengan optimisme. Memahami bahwa setiap masalah memiliki solusi dan bahwa hidup penuh dengan kesempatan baru adalah kunci untuk mengubah dukacita menjadi sukacita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Berbagi dengan Mereka yang Membutuhkan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Satu cara yang efektif untuk mengubah dukacita adalah dengan memberikan kepada mereka yang membutuhkan bantuan. Melibatkan diri dalam kegiatan amal, menyumbang makanan, atau memberikan waktu untuk melayani orang lain dapat memberikan perasaan sukacita yang mendalam.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menciptakan Kenangan Positif\u003C/strong>&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal adalah waktu untuk menciptakan kenangan yang indah. Meskipun situasi mungkin sulit, mencoba fokus pada momen-momen positif dan menciptakan kenangan yang akan diingat sebagai bagian dari perjalanan hidup dapat membantu mengubah persepsi terhadap situasi sulit.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada akhirnya, Natal bukan hanya tentang hadiah-hadiah fisik, tetapi juga tentang hadiah-hadiah emosional dan spiritual. Dengan mengadopsi pesan-pesan positif Natal dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat mengubah dukacita menjadi sukacita, menciptakan atmosfer kehangatan dan kasih sayang yang sesungguhnya mewakili makna sejati Natal.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-25T00:00:00.000Z","mengubah-dukacita-menjadi-sukacita","https://cdn.imavi.org/articles~EHHihs4~367bf71c49a3c67d4ad12eb243dac4ff.jpg",{"title":1154,"originalUrl":1155,"excerpt":37,"author":60,"content":1156,"publishDate":1157,"slug":1158,"imageLink":1159},"Puncak Perayaan Natal : Merenungkan Kedatangan Sang Juru Selamat","https://my.imavi.org/articles/perayaan-natal-merenungkan-kedatangan-sang-juru-selamat","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Setiap tahun, Natal menjadi puncak perayaan bagi umat Katolik di seluruh dunia. Misa Malam Natal, yang terjadi pada malam 24 Desember, menandai momen sakral dan kegembiraan tertinggi dalam rangkaian perayaan Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Antisipasi Selama Masa Advent :\u003C/strong> Perayaan Natal dimulai sejak masa Advent, periode empat minggu yang penuh antisipasi dan persiapan rohani. Umat Katolik menggunakan waktu ini untuk merenungkan arti kedatangan Sang Juru Selamat dan mempersiapkan hati mereka menyambut-Nya.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kebersamaan dan Kehangatan Natal :&nbsp;\u003C/strong>Pada Misa Malam Natal, gereja dipenuhi dengan kehangatan dan kebersamaan. Lilin-lilin yang bersinar, hiasan Natal, dan nyanyian pujian menciptakan atmosfer yang penuh arti dan keharuan. Umat merayakan kebersamaan iman mereka dalam cahaya Natal.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Khotbah Natal yang Mencerahkan :\u003C/strong> Pastor memberikan khotbah Natal yang mencerahkan, merenungkan arti kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Khotbah ini mengajak umat untuk merenungkan makna pesan Natal dan menyambut kasih Allah yang termanifestasi dalam kelahiran Sang Juru Selamat.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Ekaristi sebagai Pusat Perayaan :\u003C/strong> Ekaristi menjadi pusat Misa Malam Natal. Umat Katolik merayakan Sakramen Mahakudus sebagai cara untuk memperingati kelahiran Yesus dan merasakan kehadiran-Nya yang hidup di antara mereka. Momen pemberian komuni juga menjadi ekspresi kesatuan dan kebersamaan rohani.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pemberian Damai\u003C/strong> : Pemberian damai di tengah-tengah umat adalah momen simbolis yang mencerminkan damai Kristus yang lahir ke dunia. Umat bertukar salam damai sebagai tanda solidaritas dan kasih di dalam Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Nyanyian Natal yang Menggetarkan Hati :\u003C/strong> Nyanyian pujian dan kegembiraan Natal melengkapi Misa Malam Natal. Lagu-lagu yang membawakan kisah kelahiran Yesus memberikan kekuatan dan kehangatan kepada umat, membangkitkan rasa sukacita dan syukur.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Berkumpul dalam Kehadiran Tuhan :\u003C/strong> Misa Malam Natal juga adalah waktu untuk berkumpul dalam kehadiran Tuhan sebagai komunitas iman. Umat merayakan bersama-sama sebagai keluarga rohani, merasakan kehadiran Tuhan dalam kebersamaan dan cinta sesama.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Sentuhan Kebajikan dan Kepedulian :\u003C/strong> Perayaan Natal memberikan kesempatan bagi umat Katolik untuk menunjukkan kebajikan dan kepedulian mereka. Banyak umat terlibat dalam kegiatan amal dan berbagi kegembiraan Natal dengan sesama yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Misa Malam Natal adalah puncak perayaan Natal bagi umat Katolik. Lebih dari sekadar upacara keagamaan, ini adalah saat spiritual yang mendalam yang membangkitkan sukacita, kehangatan, dan rasa syukur. Melalui Misa Malam Natal, umat Katolik merenungkan kembali misteri kedatangan Sang Juru Selamat dan merayakan kasih Allah yang menyelamatkan. Semoga setiap Misa Malam Natal membawa sukacita rohani dan damai Natal bagi semua umat Katolik.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-24T00:00:00.000Z","perayaan-natal-merenungkan-kedatangan-sang-juru-selamat","https://cdn.imavi.org/articles~Grrfmpt~4339b48e6040e8c389f28e1a5c79978b.jpg",{"title":1161,"originalUrl":1162,"excerpt":37,"author":60,"content":1163,"publishDate":1164,"slug":1165,"imageLink":1166},"Menuju Natal: Mengenang Makna Sejati Perayaan","https://my.imavi.org/articles/menuju-natal-mengenang-makna-sejati-perayaan","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal, momen yang dinanti-nanti setiap tahun, semakin mendekat. Lampu-lampu berwarna-warni menghiasi kota, toko-toko dipenuhi dengan dekorasi Natal, dan suasana kehangatan merayakan kebahagiaan menyelubungi sekitar kita. Di tengah kesibukan persiapan, apakah kita tidak boleh melupakan makna sejati di balik perayaan ini?\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal bukan hanya tentang pohon cemara yang indah, hadiah-hadiah yang terbungkus rapi, atau hidangan lezat di meja makan. Ini adalah saat untuk merenungkan kelahiran Yesus Kristus, sosok yang membawa pesan damai dan kasih sayang ke dunia ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Sebagai umat manusia, kita terkadang terpesona oleh hiruk-pikuk belanja dan persiapan pesta. Namun, menjelang Natal adalah waktu yang baik untuk merenung dan bersyukur. Bersama keluarga dan teman-teman, kita dapat membagikan cerita, kenangan, dan rasa terima kasih atas semua berkat yang telah diterima selama tahun ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selain itu, Natal juga merupakan kesempatan untuk memberikan kepada mereka yang membutuhkan. Banyak organisasi amal dan gereja mengadakan kegiatan amal di musim ini. Apakah itu memberikan bantuan makanan kepada yang lapar, memberikan mainan kepada anak-anak kurang mampu, atau memberikan dukungan kepada komunitas setempat, tindakan kebaikan ini mengingatkan kita pada esensi kasih sayang dan solidaritas.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Saat kita bersiap-siap untuk merayakan kelahiran Kristus, mari juga kita membuka hati dan pikiran kita kepada sesama. Mungkin kita dapat memaafkan mereka yang pernah menyakiti kita, memberikan cinta kepada mereka yang merasa kesepian, atau memberikan harapan kepada mereka yang merasa putus asa.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Natal adalah waktu untuk merayakan cinta kasih, kedamaian, dan kegembiraan bersama orang-orang tercinta. Meskipun adakalanya kita terjebak dalam kegaduhan dunia, marilah kita merenung dan mengingatkan diri kita sendiri bahwa Natal adalah peringatan tentang cahaya yang terang di tengah-tengah kegelapan.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Saat kisah kelahiran Yesus dibagikan di gereja-gereja dan keluarga-keluarga, mari kita semua menemukan inspirasi untuk menjalani hidup dengan penuh kasih dan pengertian. Sehingga, di tengah segala keberkahan dan kesulitan, kita dapat merayakan Natal dengan hati yang bersyukur dan penuh damai.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan berbagai persiapan dan kerumitan menjelang Natal, janganlah kita lupa untuk merayakan kasih Allah yang telah hadir dalam diri Yesus Kristus. Selamat menyambut Natal, semoga damai Natal mengisi hati kita dan menerangi perjalanan kita menuju tahun baru.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-23T00:00:00.000Z","menuju-natal-mengenang-makna-sejati-perayaan","https://cdn.imavi.org/articles~ojmN8vK~5af9f24c1832de2db0970ddf5c16168d.jpg",{"title":1168,"originalUrl":1169,"excerpt":37,"author":60,"content":1170,"publishDate":1171,"slug":1172,"imageLink":1173},"Memperingati Kedatangan Kristus: Advent dan Malam Natal yang Sama","https://my.imavi.org/articles/advent-dan-malam-natal-yang-sama","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Advent dan Malam Natal merupakan dua perayaan keagamaan yang memiliki keterkaitan erat dan secara khusus dirayakan dalam kegembiraan Natal oleh umat Katolik di seluruh dunia. Tidak jarang, momen-momen bersejarah ini bersamaan pada hari yang sama, menambah keistimewaan dan kegembiraan dalam perayaan Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Advent: Masa Penantian dan Persiapan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Advent, yang berasal dari kata Latin \"adventus\" yang berarti kedatangan, adalah periode empat minggu penantian dan persiapan menuju perayaan kelahiran Yesus Kristus pada hari Natal. Dimulai pada akhir November atau awal Desember, Advent mengajak umat Katolik untuk merenung, bersiap, dan menyucikan diri mereka menjelang kedatangan Sang Juru Selamat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Masing-masing minggu Advent memiliki tema khusus, seperti harapan, damai, sukacita, dan kasih, yang tercermin dalam pembacaan Kitab Suci dan liturgi gereja. Seiring berjalannya waktu, lilin-lilin pada lingkaran Advent dinyalakan satu per satu, menandai perjalanan penantian yang semakin mendalam hingga mencapai malam Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Malam Natal: Kelahiran Sang Juru Selamat\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Malam Natal, yang dirayakan pada tanggal 24 Desember setiap tahunnya, adalah puncak dari periode Advent. Pada malam ini, umat Katolik merayakan kelahiran Yesus Kristus sebagai wujud kasih Allah yang dinyatakan dalam Perjanjian Baru. Gereja-gereja di seluruh dunia mengadakan misa khusus dan perayaan liturgi untuk memperingati momen penting ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Selama misa malam Natal, gereja dihiasi dengan indah, lilin-lilin dinyalakan, dan paduan suara memenuhi ruangan dengan nyanyian Natal yang merdu. Berbagai elemen simbolis, seperti pohon Natal dan kerangka kisah kelahiran Kristus, ikut menciptakan atmosfer yang penuh makna.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kedua Perayaan yang Bersatu: Penantian dan Kebahagiaan\u003C/strong>\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Ketika Advent dan Malam Natal jatuh pada hari yang sama, momen tersebut menjadi lebih istimewa. Penantian selama empat minggu yang diisi dengan harapan, doa, dan penuh kegembiraan mencapai puncaknya pada malam Natal. Lilin terakhir di lingkaran Advent dinyalakan, melambangkan terang Kristus yang menyinari dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kesatuan Advent dan Malam Natal pada hari yang sama mengajarkan umat Katolik tentang makna sejati Natal. Ini bukan hanya tentang kehadiran fisik Yesus 2000 tahun yang lalu, tetapi juga kehadiran-Nya dalam hidup kita saat ini. Momen-momen ini merangkum perjalanan iman, dari penantian yang penuh harapan hingga sukacita yang meriah saat merayakan kelahiran Sang Juruselamat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam persiapannya yang cermat, Advent mempersiapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Kristus. Malam Natal, pada gilirannya, membawa kegembiraan dan sukacita sebagai ungkapan syukur akan kasih Allah yang dinyatakan dalam kelahiran Yesus Kristus. Bersama-sama, keduanya membentuk rangkaian spiritual yang memperdalam penghayatan umat Kristiani terhadap misteri Natal, menjadikan hari itu sebagai perayaan yang luar biasa dalam iman Katolik.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-22T00:00:00.000Z","advent-dan-malam-natal-yang-sama","https://cdn.imavi.org/articles~TXk6prw~d3c6ee6c05a5ef939aa632c13b98401e.jpg",{"title":1175,"originalUrl":1176,"excerpt":37,"author":1177,"content":1178,"publishDate":1179,"slug":1180,"imageLink":1181},"Mempersiapkan Hati untuk Kedatangan Kristus","https://my.imavi.org/articles/mempersiapkan-hati-untuk-kedatangan-kristus","admin IMAVI","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Musim Advent dalam tradisi Katolik adalah periode yang disiapkan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus pada hari Natal. Selain persiapan fisik dan liturgis, pengakuan dosa memiliki peran khusus dalam mempersiapkan hati umat Katolik untuk merayakan misteri Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pengakuan Dosa sebagai Bagian dari Persiapan Advent : \u003C/strong>Pengakuan dosa menjadi bagian penting dalam persiapan Advent, periode empat minggu yang menandai awal tahun liturgis Katolik. Umat Katolik diundang untuk merefleksikan dosa-dosa mereka, bertobat, dan merayakan sakramen pengakuan dosa sebagai cara mempersiapkan hati untuk kedatangan Kristus.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Mengalami Pertobatan dan Pembersihan Rohani : \u003C/strong>Pengakuan dosa dalam tradisi Katolik bukan hanya sekadar mengakui kesalahan, tetapi juga merupakan bentuk pertobatan. Melalui sakramen pengakuan dosa, umat Katolik membawa dosa-dosa mereka kepada Tuhan dan mengalami pembersihan rohani, mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Sang Juru Selamat.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Peran Sakramen Pengakuan Dosa : \u003C/strong>Sakramen Pengakuan Dosa adalah sarana khusus di mana umat Katolik dapat mengakui dosa mereka, menerima nasihat rohani, dan menerima pengampunan Tuhan. Menjelang Natal, banyak umat Katolik memilih untuk merayakan sakramen ini sebagai cara konkret untuk membersihkan hati dan jiwa mereka.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Merayakan Pengampunan dan Kasih Karunia Natal : \u003C/strong>Pengakuan dosa adalah jalan menuju pengampunan dan kasih karunia Tuhan, dan menjelang Natal, umat Katolik diberikan kesempatan untuk merayakan pengampunan ini. Ini menjadi momen di mana mereka dapat menyambut kelahiran Kristus dengan hati yang murni dan terbebas dari beban dosa.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Persiapan Spiritual Bersama Komunitas Gereja : \u003C/strong>Beberapa paroki Katolik menawarkan pengakuan dosa bersama menjelang Natal. Pertobatan bersama ini memperkuat rasa komunitas dan menjadi kesempatan untuk merayakan pertumbuhan rohani bersama sebagai umat Gereja.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Pengakuan Dosa Sebagai Langkah Menuju Kesucian : \u003C/strong>Pengakuan dosa dalam tradisi Katolik bukan hanya tentang menghadapi kegagalan, tetapi juga langkah aktif menuju kesucian. Menjelang Natal, umat Katolik diberikan kesempatan untuk merenung, bertobat, dan memulai perjalanan spiritual yang baru.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dengan mengintegrasikan pengakuan dosa dalam persiapan spiritual menjelang Natal, umat Katolik dapat merayakan kehadiran Tuhan dengan hati yang siap menerima kasih dan pengampunan-Nya. Pengakuan dosa menjadi salah satu aspek penting dari perjalanan rohani yang mempersiapkan umat Katolik untuk merayakan misteri kehadiran Tuhan dalam diri Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-21T00:00:00.000Z","mempersiapkan-hati-untuk-kedatangan-kristus","https://cdn.imavi.org/articles~5CBY9c4~b012f526b31a2c34f40a99d1e9d45d36.jpg",{"title":1183,"originalUrl":1184,"excerpt":37,"author":1185,"content":1186,"publishDate":1187,"slug":1188,"imageLink":1189},"Menyambut Natal dengan Hati yang Dipersiapkan dan Merenungkan Makna Natal","https://my.imavi.org/articles/menyambut-natal-dengan-hati-yang-dipersiapkan","Admin Imavi","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Natal bukan sekadar perayaan yang datang setiap tahunnya; itu adalah waktu yang penuh makna yang mengundang kita untuk mempersiapkan hati dan merenungkan signifikansinya. Paus Fransiskus, dalam peringatan ulang tahunnya yang ke-87, memberikan pesan yang mendalam tentang pentingnya mempersiapkan diri dengan hati yang terbuka untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam momen singkat di mana Paus berbagi kebahagiaan ulang tahunnya, dia tidak hanya mengucapkan terima kasih atas ucapan selamat yang diterimanya, tetapi juga mengajak umat Katolik untuk memandang lebih dalam ke dalam diri mereka sendiri. \"Kita perlu mempersiapkan diri untuk perayaan besar Natal yang akan datang minggu depan,\" katanya, menyampaikan urgensi persiapan spiritual di tengah hiruk-pikuk perayaan Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa Natal bukan hanya tentang merayakan peristiwa sejarah, tetapi juga tentang merenungkan arti mendalam dari kedatangan Yesus ke dunia ini. \"Ini adalah perayaan di mana kita memikirkan dan mengenang ketika Yesus datang di antara kita. Dia datang untuk bersama-sama dengan kita,\" tambahnya, menegaskan tujuan kedatangan Kristus yang membawa kedamaian dan kasih sayang.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Dalam panggilan pribadi kepada anak-anak dan keluarga yang hadir, Paus Fransiskus mengajak mereka untuk menutup mata dan memikirkan anugerah khusus yang ingin mereka minta kepada Yesus pada Natal ini. Hal ini mencerminkan keinginan untuk mengarahkan hati pada nilai-nilai spiritual dan memahami bahwa Natal adalah saat yang tepat untuk merenungkan hubungan pribadi dengan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Selain dari Paus, Presiden Italia, Sergio Mattarella, mengirimkan harapan terbaiknya untuk kesejahteraan Paus dan kelanjutan pelayanannya yang produktif. Sementara itu, Konferensi Uskup Italia melihat kesempatan ulang tahun Paus sebagai panggilan untuk berdoa bersama demi perdamaian di dunia yang tengah dilanda konflik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">\"Merry Christmas to you all,\" kata Paus, mengakhiri kata-katanya, membagikan berkat Natal kepada semua yang hadir. Dia menginginkan agar senyum tetap bersinar di wajah mereka, sekaligus berdoa agar Tuhan mengabulkan segala keinginan hati.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Tahoma, Geneva, sans-serif;\">Jadi, pada musim Natal ini, mari bersiap-siap dengan hati yang dipersiapkan, merenungkan makna sejati Natal, dan menggenggam erat nilai-nilai kasih, kedamaian, dan pengorbanan yang diwakili oleh kelahiran Yesus Kristus.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-18T00:00:00.000Z","menyambut-natal-dengan-hati-yang-dipersiapkan","https://cdn.imavi.org/articles~ooNtfte~873edab407433f55056d5a51f4a4e44f.jpg",{"title":1191,"originalUrl":1192,"excerpt":1193,"author":1194,"content":1195,"publishDate":1196,"slug":1197,"imageLink":1198},"Mengisi Kekurangan Kita dalam Kesederhanaan Tindakan Kecil Kasih","https://my.imavi.org/articles/mengisi-kekurangan-dalam-kesederhanaan-tindakan-kecil-kasih","Setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta membawa dampak besar, menerangi kegelapan dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita","Admin IMAVI","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Kehidupan sering kali dipenuhi dengan tantangan dan kekurangan, namun dalam kesederhanaan tindakan kecil kasih, kita menemukan kekuatan untuk mengatasi keterbatasan kita. Setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan cinta membawa dampak besar, menerangi kegelapan dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita.\u003C/span>\u003C/p>\u003Col style=\"list-style-type:decimal;\">\u003Cli style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kecil Bukan Berarti Tidak Bermakna : \u003C/strong>Terkadang, kita merasa bahwa upaya kecil yang kita lakukan tidak akan membuat perbedaan yang signifikan. Namun, dalam kenyataannya, tindakan kecil itu memiliki daya magis untuk mengisi kekurangan dalam kehidupan kita. Senyum tulus, kata-kata semangat, atau bantuan sederhana bisa menjadi sinar kebaikan yang menerangi kegelapan seseorang.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kebajikan dalam Kesederhanaan : \u003C/strong>Kebajikan yang diilustrasikan dalam tindakan kecil kasih menciptakan dunia yang lebih baik. Memperhatikan kebutuhan orang lain, bahkan dalam hal-hal kecil, adalah bentuk kebajikan yang sesungguhnya. Ketenangan dan ketulusan dalam memberikan diri kita untuk membantu menciptakan iklim cinta dan penghargaan.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Menyinari Dunia dengan Cinta : \u003C/strong>Ketika kita mengisi kekurangan kita dengan kasih sayang, kita, tanpa sadar, menyinari dunia di sekitar kita. Tindakan-tindakan kecil ini, seperti membantu tetangga, mendengarkan teman, atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, menciptakan lingkungan di mana cinta dan perhatian menjadi nilai yang dihargai.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Kesederhanaan Sebagai Kekuatan : \u003C/strong>Tindakan kecil kasih mencerminkan kekuatan kesederhanaan. Terkadang, dalam kesederhanaan itulah kekuatan sejati terletak. Menawarkan bahu untuk menangis, memberikan dukungan moral, atau hanya berbagi waktu dengan seseorang adalah cara-cara di mana kita bisa menjadi agen perubahan positif dalam hidup orang lain.\u003C/span>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">\u003Cstrong>Merayakan Kecil Dalam Setiap Hari : \u003C/strong>Mengisi kekurangan kita dengan tindakan kecil kasih memerlukan kesadaran untuk merayakan momen-momen kecil dalam setiap hari. Setiap tindakan kecil, sekecil apa pun, memberi kita kesempatan untuk memperkaya kehidupan kita dan memberikan nilai yang luar biasa pada kehidupan orang lain.\u003C/span>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Dalam keberlimpahan kasih sayang, kita menemukan bahwa kekuatan terbesar terletak dalam tindakan-tindakan kecil. Oleh karena itu, mari kita terus mengisi kekurangan kita dengan kesederhanaan tindakan kecil kasih, karena dalam kebaikan itulah kita menemukan makna sejati hidup.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-15T00:00:00.000Z","mengisi-kekurangan-dalam-kesederhanaan-tindakan-kecil-kasih","https://cdn.imavi.org/articles~jy6tNaP~8e31e1a2a9aa9d548ade8f43b46fc6e1.jpg",{"title":1200,"originalUrl":1201,"excerpt":37,"author":1202,"content":1203,"publishDate":1204,"slug":1205,"imageLink":1206},"Pentingnya Menjaga Kesehatan","https://my.imavi.org/articles/pentingnya-menjaga-kesehatan","Admin IMAVI ","\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Kesehatan adalah aspek vital dalam kehidupan setiap individu, yang menggambarkan keseimbangan dan kualitas hidup. Namun, sayangnya, kesehatan sering diabaikan, dan ketidakpedulian terhadapnya dapat membuat tubuh rentan terhadap kerapuhan. Artikel ini akan membahas mengapa kesehatan yang kurang terurus dapat menjadi faktor risiko serius.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Pertama-tama, penting untuk menyadari bahwa kesehatan bukan hanya tentang ketiadaan penyakit, tetapi juga melibatkan perawatan dan perhatian terus-menerus terhadap tubuh. Ketidakpedulian terhadap aspek ini dapat menyebabkan penumpukan masalah kesehatan, yang pada akhirnya dapat mengarah pada kerapuhan fisik dan mental.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Ketidakpedulian terhadap kesehatan mencakup berbagai perilaku merugikan, seperti pola makan yang buruk, kurangnya olahraga, kurang tidur, dan stres yang tidak diatasi. Semua faktor ini dapat menyebabkan berbagai kondisi kesehatan, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan gangguan mental.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Pentingnya perawatan kesehatan preventif tidak boleh diabaikan. Melibatkan diri dalam pencegahan penyakit dengan mengadopsi gaya hidup sehat dapat menghindarkan seseorang dari banyak risiko kesehatan. Paus Fransiskus, dalam pertemuannya dengan peserta seminar tentang \"Etika dalam Manajemen Kesehatan,\" menyampaikan nilai pengobatan preventif dan bagaimana mencegah suatu kejadian sebelum itu terjadi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; &nbsp;Kesehatan yang baik juga mencakup perawatan mental. Stigma terhadap masalah kesehatan mental seringkali membuat orang enggan mencari bantuan. Namun, merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan tekanan mental, depresi, dan kelesuan emosional.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; Penting untuk diingat bahwa upaya memelihara kesehatan tidak hanya tentang menyembuhkan ketika sakit tetapi juga tentang mempertahankan keseimbangan dan kebugaran setiap hari. Paus Fransiskus menekankan bahwa merawat kesehatan adalah tanggung jawab bersama, mencakup pencarian solusi medis saat sakit dan menjaga kesehatan ketika sehat.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"margin-left:40px;text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">&nbsp; &nbsp; Dalam dunia yang terus berubah dan stresor yang semakin kompleks, menjaga kesehatan menjadi sebuah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memberikan perhatian khusus pada kesehatannya, karena kesehatan yang kurang terurus dapat mengakibatkan kerapuhan yang bisa dihindari melalui perawatan yang tepat dan kesadaran akan pentingnya kesehatan holistik.\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-07T00:00:00.000Z","pentingnya-menjaga-kesehatan","https://cdn.imavi.org/articles~FrEboTF~e628a4522c7611e30502fefabcbb0a5a.jpg",{"title":1208,"originalUrl":1209,"excerpt":1210,"author":1194,"content":1211,"publishDate":1212,"slug":1213,"imageLink":1214},"Kepedulian Kepada Sesama Selama Advent","https://my.imavi.org/articles/kepedulian-kepada-sesama-selama-advent","Kepedulian dan persiapan untuk menyambut Kristus","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Musim Advent, yang dimulai pada Minggu keempat sebelum Natal, merupakan waktu khusus dalam tahun liturgi Kristen yang ditandai oleh persiapan dan pengharapan akan kedatangan Kristus. Paus Fransiskus dengan tegas menekankan pentingnya sikap kewaspadaan dan kepedulian pada orang lain selama masa ini.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam katekese untuk Minggu pertama Advent, Paus Fransiskus memusatkan perhatiannya pada tema kewaspadaan. Ia menyoroti suatu bagian dalam Injil Minggu itu di mana Yesus tiga kali menyerukan kepada kita untuk 'Berjaga-jagalah'. Namun, Bapa Suci dengan tegas menegaskan bahwa kewaspadaan ini tidak boleh dipahami sebagai sikap yang dipicu oleh ketakutan akan hukuman yang dekat. Sebaliknya, kewaspadaan Kristen adalah antisipasi penuh kasih terhadap kedatangan Yesus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus menjelaskan bahwa kewaspadaan seharusnya tidak membuat kita hidup dalam ketakutan, melainkan menunggu dengan antisipasi kasih akan kedatangan Yesus. Dalam suatu perumpamaan, Yesus menggambarkan pelayan-pelayan yang menantikan kepulangan tuan mereka dengan semangat dan kasih sayang, bukan dengan ketakutan. Mereka bersiap dengan sungguh-sungguh, ingin menyambut kedatangan tuan mereka dengan hangat dan sukacita, seperti keluarga yang bahagia menantikan pertemuan khusus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Paus Fransiskus mendorong umatnya untuk mempersiapkan hati mereka dengan cermat selama Advent ini. \"Mari kita persiapkan rumah hati kita, agar tertata rapi dan ramah,\" ujarnya. Kewaspadaan, menurutnya, berarti menjaga hati agar selalu siap menerima kedatangan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Tidak hanya itu, Bapa Suci juga mengajak umat untuk berbagi dengan sesama selama musim Advent. Ia mendorong mereka untuk memberikan pendengaran, waktu, dan bantuan nyata kepada saudara-saudari yang membutuhkan. Paus menekankan bahwa kepedulian ini adalah bentuk konkret dari kewaspadaan dan persiapan untuk menyambut Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dalam mengakhiri pesannya, Paus Fransiskus memotivasi umatnya untuk menjalani Advent ini dengan harapan yang penuh kasih tanpa teralihkan oleh kekhawatiran yang tidak berguna. Ia mengajak mereka agar menjaga hati agar tetap waspada, selalu siap, dan tak sabar untuk bertemu dengan Kristus.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;font-family:Georgia, serif;\">Dengan menggabungkan kewaspadaan hati dan kepedulian pada sesama selama Advent, umat Kristen diingatkan untuk hidup dalam sikap pengharapan dan kasih, menjadikan musim ini sebagai kesempatan untuk mempersiapkan hati mereka dengan baik dan berbagi cinta kepada orang lain.&nbsp;\u003C/span>\u003C/p>","2023-12-04T00:00:00.000Z","kepedulian-kepada-sesama-selama-advent","https://cdn.imavi.org/articles~cbmtpDK~12273663_10153826807233793_8373285976665126639_o.jpg",{"title":1216,"originalUrl":1217,"excerpt":1218,"author":1177,"content":1219,"publishDate":1220,"slug":1221,"imageLink":1222},"Perayaan Liturgis Paus untuk Musim Natal di Takhta Suci","https://my.imavi.org/articles/perayaan-liturgis-paus-untuk-musim-natal-di-takhta-suci","Perayaan liturgis yang kaya makna dan kegembiraan di musim Natal","\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Musim Natal di Takhta Suci selalu diwarnai dengan perayaan liturgis yang kaya makna dan kegembiraan. Paus Fransiskus, sebagai pemimpin Gereja Katolik memimpin serangkaian perayaan yang menggambarkan kerendahan hati dan kegembiraan Natal.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada tanggal 24 Desember, Paus Fransiskus memimpin Misa Perayaan Kelahiran Tuhan Yesus pada Malam Hari di Basilika Santo Petrus pukul 19.30. Tradisi ini telah dijaga dengan ketat, termasuk waktu awal yang diperkenalkan pada tahun 2020 akibat pembatasan Covid-19. Paus meneruskan kebijakan waktu awal ini pada tahun-tahun berikutnya sebagai langkah untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan umatnya.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada hari Natal, 25 Desember Paus memberikan berkat Urbi et Orbi dari Loggia Pusat Basilika Santo Petrus pukul 12:00 siang. Berkat ini, yang berarti \"Untuk kota dan dunia\" menyampaikan pesan perdamaian dan harapan untuk seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Puncak perayaan liturgis di bulan Desember adalah pada 31 Desember, ketika Paus Fransiskus memimpin Vesper Pertama dan Te Deum di Basilika Santo Petrus pukul 17.00 sebagai tanda syukur untuk tahun yang berakhir. Ini adalah momen introspeksi dan rasa syukur bersama sebagai umat Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Menjelang awal tahun baru, Paus juga merayakan perayaan-perayaan penting lainnya. Pada 1 Januari, yang juga merupakan Hari Perdamaian Sedunia ke-57, beliau memimpin Misa untuk Peringatan Santa Maria, Bunda Allah Yang Maha Kudus, di Basilika Santo Petrus pukul 10:00 pagi.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Beberapa hari kemudian, pada 6 Januari, Paus memimpin Misa untuk Peringatan Epifani pada pukul 10:00 pagi. Perayaan Epifani memperingati kunjungan orang-orang bijak yang datang untuk menghormati Yesus, membawa hadiah emas, kemenyan, dan mur.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Pada tanggal 7 Januari, Paus Francis melanjutkan perayaan liturgis dengan memimpin perayaan Ekaristi di Kapel Sistina untuk Perayaan Pembaptisan Tuhan pada pukul 9:30 pagi. Pada acara ini, beliau akan membaptis beberapa anak sebagai simbol kesucian dan awal baru dalam iman Katolik.\u003C/span>\u003C/p>\u003Cp style=\"text-align:justify;\">\u003Cspan style=\"background-color:transparent;color:#000000;\">Perayaan liturgis Paus untuk Musim Natal bukan hanya serangkaian upacara keagamaan, tetapi juga sebuah peristiwa yang menggambarkan kegembiraan, perdamaian, dan kasih di tengah-tengah komunitas Katolik. Kesederhanaan dan kehangatan Natal di Takhta Suci tidak hanya mencerminkan nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi sumber inspirasi dan harapan bagi umat di seluruh dunia.\u003C/span>\u003C/p>","2023-11-30T00:00:00.000Z","perayaan-liturgis-paus-untuk-musim-natal-di-takhta-suci","https://cdn.imavi.org/articles~DkRHuJZ~5fe59d7134d5a.jpg",{"title":1224,"originalUrl":1225,"excerpt":1226,"author":1227,"content":1228,"publishDate":1229,"slug":1230},"Komunikasi Gereja di Era Digital","smtb.net/articles/komunikasi-gereja-di-era-digital","Bagaimanakah gereja saling berkomunikasi di era digital?","komso ssmtb net","\u003Cp>Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan menggereja. Di era yang serba digital ini, apakah komunikasi dalam kehidupan menggereja terjalin dengan baik? Mari kita bedah bersama.\u003C/p>","2022-01-21T00:00:00.000Z","komunikasi-gereja-di-era-digital",{"title":1232,"originalUrl":37,"excerpt":1233,"author":1234,"content":1235,"publishDate":1236,"slug":1237,"imageLink":1238},"Surat Gembala Ardas 2022","Bersatu Dengan Kristus Dalam Perjalanan Bersama","Admin","\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cb>\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Para Romo, Suster, Bruder, Frater, Katekis, dan saudara sekalian umat Allah di Keuskupan Surabaya yang terkasih. \u003C/span>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kita menyaksikan bahwa sampai saat ini pandemi covid 19 di negara kita masih berlangsung, oleh karena itu tidak sedikit umat yang menjalankan aktivitas agamanya dengan perasaan ragu-ragu, dan penuh kehati-hatian. Hal tersebut bukan merupakan sikap yang salah demi kesehatan dan keselamatan. Namun demikian bila kita berjalan dalam keragu-raguan terus menerus justru malah menambah kekeringan rohani bagi hidup kita. Maka marilah berjalan dengan penuh kepastian, dengan perilaku yang baru, yaitu dengan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kita perlu mengakui selama masa pandemi ini kehidupan beragama dan kehidupan beriman, serta pelayanan Gereja sangat terganggu. Dalam penerimaan sakramen-sakramen pun banyak diantara kita yang merasa terganggu. Sakramen Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan menggereja, kekuatan Ilahi, makanan surgawi, terpaksa kita lakukan secara daring, dan kita menerima komuni batin yang bagi banyak umat menjadikan kurang mantab.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Demikian juga penerimaan Sakramen dan pelayanan lainnya, misalnya sakramen pengurapan orang sakit bagi penderita covid 19 yang mestinya dibutuhkan kehadiran seorang pastor tidak bisa dilakukan dengan semestinya. Anak-anak yang baru sambut komuni, setelahnya tidak boleh ke gereja karena harus menaati aturan umur. Mungkin masih banyak lagi pelayanan-pelayanan yang tidak bisa dilakukan dengan baik dan maksimal. Seperti penerimaan Sakramen Krisma selama tahun 2020 terpaksa saya batalkan. Memang situasinya darurat atau tidak normal, tetapi semuanya membuat ada sesuatu yang kurang dalam mengungkapkan iman sebagai umat katolik. Akibatnya tidak sedikit umat yang merasa kecewa, sedih, merasa kekeringan rohani dalam menjalani hidup sebagai umat beriman dimasa pandemi ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Maka saya mengajak para Romo dan seluruh umat Allah di Keuskupan Surabaya, marilah di tahun 2022 kita bertekad bersama-sama untuk memulihkan kembali kehidupan rohani kita yang &ldquo;terluka&rdquo;, kehidupan rohani yang kering akibat virus covid 19. Marilah kita kembali dan semakin mencintai Ekaristi. Saya tidak mengatakan bahwa saat ini Anda tidak mencintai Ekaristi, tetapi saya mendengar hanya dengan melihat \u003Ci>Youtube \u003C/i>di acara misa, Anda sudah merasa merayakan misa. Apalagi acara misa yang Anda lihat di \u003Ci>Youtube \u003C/i>itu merupakan siaran tunda. Hal seperti itulah yang kurang tepat. Untuk itu marilah kita merayakan Ekaristi dengan benar, dan seandainya Anda masih ada kekawatiran, cemas, takut, sehingga Anda terpaksa harus mengikuti Ekaristi dengan cara \u003Ci>live streaming \u003C/i>atau daring hal itu haruslah dilakukan dalam waktu yang sama, maksudnya bukan merupakan siaran tunda. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Demikian juga marilah membangkitkan kembali dinamika persekutuan di paroki, lingkungan, dan komunitas. Kita tahu bahwa Gereja bukan sekedar organisasi saja, tetapi merupakan kumpulan anggota Umat Allah yang hidup bersekutu, bersatu dalam nama Tuhan. Kehidupan menggereja terbangun dalam semangat kebersamaan berusaha menolong anggotanya yang mengalami kesulitan atau kesusahan karena kita adalah satu kesatuan keluarga Allah (Gereja). Gambaran mengenai persekutuan model jemaat perdana dapat menjadi cermin bagi kita untuk membangun persekutuan umat di lingkungan. Cara hidup umat perdana ini tetap menjadi cita-cita yang terus menerus diupayakan, diperjuangkan, dan diwujudkan sepanjang waktu \u003Ci>(bdk Kis 4: 32-37; Buku 1, seri Mupas hal. 7)\u003C/i>. Lima hal di dalam membangkitkan persekutuan adalah persaudaraan, mendengarkan sabda, solidaritas, perayaan iman atau doa, dan memberi kesaksian iman. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cb>\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Para Romo, saudara/i umat Allah yang terkasih. \u003C/span>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Sebagaimana direkomendasikan oleh Musyawarah Pastoral Tahun 2019, pada Tahun 2022 merupakan Tahun Bersatu dengan Yesus. Dalam buku 3, seri Mupas 2019 direncanakan untuk empat tahun dari 2021 sampai 2024, prioritas kebijakan pastoral Keuskupan kita difokuskan pada \u003Cb>&ldquo;Hidup Berlingkungan&rdquo;\u003C/b>, agar terjadi penguatan akar jati diri Gereja bagi warga lingkungan, baik sebagai pribadi, keluarga, dan sebagai lingkungan dalam membangun persekutuan yang kokoh. Ada nilai yang harus dihayati, instrument pastoral, dan agenda \u003Ci>(Lihat Buku 3, seri Mupas, hal. 22, 23). \u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Buku Pedoman Pastoral Pengurus Lingkungan menjelaskan bahwa lingkungan adalah cara hidup menggereja murid-murid Kristus dalam persekutuan teritorial berakar keluarga dengan jumlah tertentu, hidupnya berdekatan, memiliki pengurusnya sendiri, dan menghayati imannya secara mendalam melalui lima aspek hidup menggereja: pewartaan, persekutuan, peribadatan, kesaksian, dan pelayanan masyarakat. Persekutuan para murid Kristus ini menjadi bagian dari reksa pastoral paroki. \u003Ci>(lih Pedoman Pastoral Pengurus Lingkungan, hal. 1). \u003C/i>Dengan demikian umat beriman di lingkungan mempunyai ruang gerak luas untuk membuat Gereja menjadi bermakna dalam masyarakat. Sembari berfokus pada \u003Cb>Hidup Berlingkungan\u003C/b>, saya mengajak kepada Paroki-paroki di Keuskupan Surabaya untuk melengkapi data yang diperlukan bagi karya pastoral kita. Karena dengan mempertimbangkan data-data tersebut, program pastoral bisa direncanakan dengan tepat sehingga pelaksanaannya pun membawa dampak positif bagi perkembangan umat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cb>\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Para Romo, saudara/i Umat Allah yang terkasih, \u003C/span>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Di tahun 2021 ini, kita juga dipanggil untuk terlibat mengikuti Sinode oleh Bapa Suci Fransiskus. Bapa Suci Paus Fransiskus mengajak seluruh Gereja merenungkan tema yang menentukan bagi hidup dan misi Gereja, setelah kurang lebih lima puluh tahun berjalan bersama dari Konsili Vatikan kedua. Tema yang diangkat adalah, \u003Cb>&ldquo;Bagi Gereja Sinodal : Persekutuan, Partisipasi, dan Misi&rdquo;. \u003C/b>Persiapan Sinode Para Uskup Ke XVI \u003Ci>(Sidang Umum Biasa Ke XVI) \u003C/i>ini sudah dibuka pada tanggal 9 sampai 10 Oktober dengan sebuah upacara di Roma. Tahapan berikutnya akan melibatkan seluruh Umat Allah di seluruh dunia melalui Gereja partikular atau Keuskupan, melibatkan umat Eikumene, dan umat antar agama. Baru kemudian pada bulan Oktober tahun 2023, yang disebut Sidang Umum Biasa ke XVI, akan diikuti tahap implementasi yang kembali akan melibatkan Gereja-Gereja Partikular. Dengan acara ini Bapa Suci Paus Fransiskus sedang memanggil Gereja untuk menemukan kembali sifat sinodal yang mendalam. Penemuan kembali akar sinodal Gereja ini akan mencakup proses belajar bersama dengan rendah hati bagaimana Allah memanggil kita menjadi Gereja pada milenium ketiga. Proses Sinodal ini tidak perlu dipandang sebagai beban berat yang bersaing dengan Proses Ardas Keuskupan kita, justru meneguhkan Ardas kita dan saya berpendapat keduanya saling mendukung dalam kerangka pelayanan pastoral. Maka saya memberi tema Surat Gembala Ardas ini, \u003Cb>&ldquo;Bersatu dengan Kristus Dalam Perjalanan Bersama&rdquo;\u003C/b>. Apalagi proses Sinode Gereja Universal ini hampir mirip Musyawarah Pastoral tahun 2009 dan tahun 2019 seperti yang pernah kita lakukan, mendengarkan suara dari bawah yang akhirnya menghasilkan Arah Dasar Berpastoral di Keuskupan kita. Marilah kita dukung bersama, semoga kesempatan &ldquo;bersama&rdquo; ini menggerakkan pertobatan dan berbuah dalam misi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Bersama Yesus, Bunda Maria, dan Bapa Yosef marilah kita berdoa agar proses Sinodal boleh berjalan dengan baik dan lancar. Demikian juga perwujudan Ardas di &ldquo;Tahun Bersatu Dengan Yesus dalam Ekaristi&rdquo; Tahun 2022, boleh menghasilkan buah-buah yang bermanfaat bagi persekutuan umat di Kesuskupan Surabaya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"text-align:justify; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Akhirnya Selamat Merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, dan mempersiapkan Natal Tahun 2021. Salam sehat selalu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Surabaya, 8 Nopember 2021, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Berkat Tuhan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cb>\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono \u003C/span>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Uskup Surabaya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cdiv style=\"border-bottom:solid windowtext 1.0pt; padding:0cm 0cm 1.0pt 0cm\">\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"border:none; padding:0cm; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\u003C/div>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cb>\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">DOA ARDAS 2022\u003C/span>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Allah Bapa, Engkaulah asal dan tujuan peziarahan kehidupan Gereja \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kami bersyukur telah melewati masa sulit karena pandemi Covid-19. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kini kami menjalani tahun kedua melaksanakan hasil Mupas kedua \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">dalam mewujudkan Arah Dasar Keuskupan Surabaya \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">sebagai persekutuan murid-murid Kristus\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">&nbsp;yang semakin dewasa dalam iman, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">guyub, penuh pelayanan dan misioner.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Tuhan Yesus Kristus, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">bukalah pintu hati-Mu agar kami semakin mengenal-Mu \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">dan bersatu lebih erat dengan hidup-Mu \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">khususnya melalui Sakramen Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Setelah dua tahun perjumpaan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">dan kegiatan hidup menggereja terhambat, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">kini pulihkanlah kembali semangat penggembalaan umat \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">serta cinta kami akan Ekaristi-Mu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kami berdiri di hadapan-Mu, ya Roh Kudus, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">bersama dengan proses Sinode para Uskup sedunia,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">bimbinglah kami dalam berjalan bersama di jalan yang benar \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">mewujudkan persekutuan, partisipasi dan misi Gereja. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Bersama Bunda Maria, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">semoga kami dikuatkan dalam iman, harapan, dan kasih. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Semoga Bunda Maria selalu mendampingi perjalanan Gereja \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">menabur benih Kerajaan Allah di dunia saat ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Doa ini kami panjatkan, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp align=\"center\" class=\"Default\" style=\"text-align:center; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Arial,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Amin\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/media/document/Surat_Gembala_Ardas_2022.pdf\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_CxIE9Mi.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-11-10T00:00:00.000Z","surat-gembala-ardas-2022","images/Surat-Gembala-Ardas-2022-1--Kop2_xN23NI1.jpg",{"title":1240,"originalUrl":37,"excerpt":1241,"author":1234,"content":1242,"publishDate":1243,"slug":1244,"imageLink":1245},"Ibadat Pendalaman Iman Bulan Rosario Untuk Remaja Katolik Tahun 2021","Mengenal Yesus Dalam Peristiwa Gembira","\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Salam damai dalam Kristus ,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kakak-kakak pendamping yang terkasih, pada bulan Oktober ini kami menyediakan bahan doa bulan Rosario yang dapat digunakan pada pertemuan Remaja Katolik di tiap paroki. Bahan ini dibuat dalam kerangka fokus pastoral 2 tahunan (2021-2022) yakni tahun Kemuridan. Secara khusus fokus pastoral di tahun 2021 adalah Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Tema Bahan Bulan Rosario bagi Rekat ini melanjutkan tema sepanjang tahun yakni Mengenal Yesus dalam Peristiwa Gembira. Pemilihan Peristiwa Gembira disesuaikan dengan kerangka bahan katekese yang sudah ditetapkan. Remaja diharapkan dapat semakin mengenal Yesus lewat tiap peristiwa yang ada dalam peristiwa gembira rosario suci. Secara khusus bahan doa bulan Rosario bagi Rekat ini dibuat dalam format berdoa rosario bersama yang diawali dengan membaca surat sukacita dari Ibu Maria. Dalam empat pertemuan, para remaja diajak untuk mendengarkan surat sukacita dari Ibu Maria. Kemudian pada pertemuan kelima, para remaja diajak menulis surat sukacita pada Ibu Maria. Surat sukacita ini juga dibuat dalam format audio yang sudah disediakan. Model surat tersebut diharapkan dapat semakin menekankan kesan relasi yang personal dan dekat antara Ibu Maria dengan para remaja dalam kerangka mengenal Yesus. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kita bersama-sama belajar semakin mengenal Yesus melalui 5 peristiwa gembira dalam rosario. Rangkaian pengenalan akan Yesus bagi remaja diawali dengan menerima Yesus sebagai Sang Sukacita, membagikan sukacita tersebut, menghidupi semangat kesederhanaan dalam sukacita, mau mempersembahkan diri dengan sukacita hingga akhirnya memiliki hidup yang penuh sukacita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Adapun tema pertemuan tersebut adalah \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin-left:36.0pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">1) Yesus Sukacitaku \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin-left:36.0pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">2) Kubagikan Sukacitaku \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin-left:36.0pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">3) Bersukacita dalam Kesederhanaan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin-left:36.0pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">4) Kupersembahkan diriku dengan sukacita \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin-left:36.0pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">5) Hidup penuh sukacita. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Kakak-kakak pendamping yang terkasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Bahan Bulan Rosario ini dapat dikembangkan sesuai situasi Remaja Katolik di paroki masing-masing. Anda boleh mengkreasikan lagu, permainan, dan sebagainya sepanjang sejalan dengan tema untuk semakin membantu Remaja Katolik mendalami tema. Bentuk pelaksanaan pertemuannya pun dapat disesuaikan dengan situasi di paroki masing-masing, entah \u003Ci>online \u003C/i>maupun \u003Ci>offline\u003C/i>. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Akhirnya, kami mengajak kakak-kakak sekalian untuk terus bersemangat mendampingi Remaja Katolik dan tetap jaga kesehatan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Berkah dalem. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-remaja-katolik-tahun-2021/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_qxsYJqQ.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>","2021-09-28T00:00:00.000Z","ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-remaja-katolik-tahun-2021","images/Bahan-Doa-Bulan-Rosario-Rekat-KS-2021-1.jpg",{"title":1247,"originalUrl":37,"excerpt":1248,"author":1234,"content":1249,"publishDate":1243,"slug":1250,"imageLink":1251},"Ibadat Pendalaman Iman Bulan Rosario Untuk Omk Tahun 2021","Mengenal Yesus dalam Peristiwa Gembira","\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Hai teman muda. Saat ini kita memasuki bulan Oktober yaitu bulan rosario. Gereja secara khusus mengajak kita menghormati Bunda Maria dengan berdoa rosario. Mengapa berdoa rosario? Santo Yohanes Paulus II mengatakan bahwa rosario adalah doa yang mengagumkan. Mengagumkan dalam kesederhanaan dan kedalamannya. Dalam katakata &ldquo;Salam Maria&rdquo; peristiwaperistiwa hidup Yesus yang pokok nampak di hadapan jiwajiwa yang mendoakannya. Pada saat yang sama hati kita dapat memeluk-Nya, melalui rangkaian puluhan butir rosario. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Tema pendalaman iman tahun ini adalah &ldquo; mengenal Yesus sebagai guru dan Tuhan&rdquo;. Dari situ kita mengambil tema rosario mengenal Yesus melalui peristiwa gembira. Kita diajak untuk semakin mengenal Tuhan Yesus melalui permenungan peristiwa gembira rosario. Oleh karena itu, modul ini mengajak teman muda untuk berdoa rosario diawali dengan membaca peristiwa gembira Injil. Untuk menambah kedalaman memasuki misteri peristiwa gembira, teman-teman diajak membaca surat untuk Bunda Maria. Surat pada Bunda Maria kita baca dengan disposisi seseorang yang sungguh rindu pada Maria. Kita berharap mengalami peristiwa gembira secara personal sekaligus mendapatkan insight iman akan Maria. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Dalam modul ini ada 5 tema yang akan kita dalami dan doakan. Adapun tema itu sebagai berikut. Pertama, The Rejoice (sukacita).&nbsp; Dalam tema pertama ini, teman-teman diajak untuk bersukacita karena Allah sendiri mau menjadi manusia dan lahir untuk kita. Kedua, Share the Love (Berbagi kasih). Tema kedua ini mengingatkan kita bahwa sukacita bukanlah milik kita sendiri. Sukacita baik untuk bisa dibagikan melalui perjumpaan dengan orang lain. Ketiga, Man for others (menjadi &ldquo;roti&rdquo; untuk sesama). Dalam tema ketiga ini teman-teman diharapkan mau jadi berkat untuk yang lain. Meskipun ada penderitaan dan perjuangan, hidup kita akan selalu bermakna untuk orang lain. Keempat, Give the Best (berikan yang terbaik). Bunda Maria telah memberikan contoh yang sangat luar biasa. Dia mempersembahkan Yesus, buah hatinya yang sangat berharga. Kelima, Come Home! (kembali ke Rumah Bapa). Jika Yesus tahu bagaimana menjadi Putera BapaNya di Bait Suci, teman-teman diajak untuk mencari Bapa di hati teman-teman. Carilah, temukan dan bersukacitalah! \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Semoga modul ini dapat membawa orang muda pada pengenalan yang semakin dalam akan Tuhan Yesus melalui misteri peristiwa gembira. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Tuhan memberkati.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; text-align:justify\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-omk-tahun-2021/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_qxsYJqQ.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>","ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-omk-tahun-2021","images/2609-Buku-PI-Bulan-Rosario-2021-1-komkep.jpg",{"title":1253,"originalUrl":37,"excerpt":1254,"author":1234,"content":1255,"publishDate":1256,"slug":1257,"imageLink":1258},"Ibadat Pendalaman Iman Bulan Rosario Untuk Biak Tahun 2021","Mengenal Yesus, Guru dan Tuhan Dalam Peristiwa Gembira Ibadat","\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Pendamping BIAK ytk, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Materi Bulan Oktober 2021 kami susun berdasarkan Buku Berjumpa dengan Yesus Tahun B, dilengkapi dengan Program Dua Menit Ajaran Iman. Pada beberapa pertemuan kami tambahkan aktivitas untuk BIAK Online yaitu, aktivitas yang dapat dipandu secara online oleh Kakak Pendamping dan dikerjakan oleh anak sendiri, tanpa mengirim lembar kerja. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Khusus untuk Bulan Oktober 2021 (Bulan Rosario), untuk doa penutup anak-anak diajak mendoakan doa Salam Maria 10 x dengan pengenalan lima Peristiwa Gembira dalam Rosario, setiap pertemuan satu peristiwa dalam Peristiwa Gembira. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Pendamping dapat mengemasnya agar anak-anak dapat terpanggil untuk rajin berdoa rosario dan berdevosi kepada Bunda Maria. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Selamat Melayani! Berkah Dalem \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Arial Rounded MT Bold&quot;,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">12 September 2021 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">Komisi Anak Keuskupan Surabaya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-biak-tahun-2021/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_kS6dZUr.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-09-25T00:00:00.000Z","ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-untuk-biak-tahun-2021","images/MATERI-BIAK--OKTOBER-2021_Final-1.jpg",{"title":1260,"originalUrl":37,"excerpt":1261,"author":1234,"content":1262,"publishDate":1256,"slug":1263,"imageLink":1264},"Ibadat Pendalaman Iman Bulan Rosario Di Lingkungan Dan Stasi Untuk Umat Katolik Tahun 2021","Mengenal Yesus, Guru dan Tuhan Dalam Peristiwa Gembira","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Syukur kepada Tritunggal yang Mahakudus,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">situasi hidup kita pelan-pelan membaik setelah sejak awal tahun 2020 kita berada dalam masa pandemi yang berat dan memprihatinkan. Saat ini kita masuk dalam taraf pemulihan dan penyesuaian dengan kebiasaan baru, termasuk di dalamnya pemulihan hidup rohani kita. Sebagian dari saudara-saudara kita masih membutuhkan solidaritas kita untuk memulihkan kehidupan mereka sehari-hari. Kita selalu mohon kepada Tritunggal yang Mahakudus agar keadaan semakin membaik. Meski demikian, sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang hidup di tengah masyarakat, kita harus tetap waspada dengan selalu mentaati protokol kesehatan yang masih berlaku. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tahun 2021-2022, oleh Mgr. V. Sutikno Wisaksono, Uskup Keuskupan Surabaya, telah ditetapkan sebagai Tahun Kemuridan. Ada dua hal penting yang perlu disadari sebagai murid, yaitu: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli style=\"margin-bottom:5.55pt; margin:0cm 0cm 0.0001pt 36pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Mengenal Yesus, Guru dan Tuhan, yang dijalani tahun 2021. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\u003Cli style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt 36pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Bersatu dengan Yesus, Guru dan Tuhan yang akan dijalani tahun 2022 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Dengan segala keterbatasan karena pandemi Covid19, selama tahun 2021 ini, kita melakukan perjalanan rohani dengan merenungkan dan memperdalam kembali pengenalan pada Yesus, Guru dan Tuhan; mulai dari Masa Adven, Prapaska (APP), Bulan Maria (Mei), Bulan Kitab Suci (September) sampai Bulan Rosario (Oktober) yang akan kita lalui beberapa hari lagi. Adapun tema Bulan Rosario 2021 adalah Mengenal Yesus, Guru dan Tuhan dalam Peristiwa Gembira. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Sesuai dengan 5 misteri iman dalam Peristiwa Gembira, maka Komisi Kateketik Keuskupan Surabaya menyediakan 5 kali ibadat Rosario dalam sebulan bagi umat Lingkungan dan Stasi. Ada satu hal yang agak khusus dalam ibadat Rosario kali ini, bahwa sebagai ganti renungan, disediakan surat untuk bunda Maria yang dibacakan setelah mendengarkan Sabda Allah, kemudian dilanjutkan doa Rosario peristiwa Gembira. Agar sesuai dengan misteri iman yang direnungkan, maka 5 kali doa Rosario itu semuanya menggunakan Peristiwa Gembira. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Selamat berdoa Rosario bersama Bunda Maria di bulan Rosario ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Gusti tansah paring berkah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Surabaya, 21 September 2021 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:115%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Open Sans&quot;,&quot;sans-serif&quot;\">\u003Cspan style=\"color:black\">Komisi Kateketik Keuskupan Surabaya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 10pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-di-lingkungan-dan-stasi-untuk-umat-katolik-tahun-2021/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_qxsYJqQ.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","ibadat-pendalaman-iman-bulan-rosario-di-lingkungan-dan-stasi-untuk-umat-katolik-tahun-2021","images/BULAN-ROSARIO-2021-FINAL-A4-1.jpg",{"title":1266,"originalUrl":37,"excerpt":1267,"author":1234,"content":1268,"publishDate":1269,"slug":1270,"imageLink":1271},"Kesan Pertama Berlatih BISINDO","Pelatihan Bahasa Isyarat bagi Frater Seminari Tinggi Providentia Dei","\u003Cp>Akses pewartaan bagi seluruh umat, termasuk kaum difabel menjadi salah satu program dalam reksa pastoral Keuskupan Surabaya. Itulah mengapa Pastoral Difabel Keuskupan Surabaya membekali para Frater Seminari Tinggi Providentia Dei (STPD) dengan pelatihan bahasa isyarat sebanyak 13 pertemuan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pertemuan I berlangsung Sabtu, 14 April 2021, jam 10-13 WIB. Pertemuan II berlangsung pada hari Sabtu, jam 17.000-18.45 WIB. Pelatihan angkatan pertama ini diikuti oleh sepuluh Frater, yang terdiri dari tujuh Frater Tingkat 1, satu Frater Tingkat 3, satu Frater Tingkat 4, dan satu Frater Tingkat 5.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Sesi pertama Pertemuan I dipandu oleh Melania Safirista Sofiarti, Katekis Pastoral Difabel Keuskupan Surabaya. Melani mengawali sesi dengan penjelasan istilah difabel yang merupakan kata serapan dari bahasa Inggris \u003Ci>&lsquo;different ability&rsquo; \u003C/i>(kemampuan berbeda. \u003Ci>-red\u003C/i>). Istilah ini digunakan untuk menyebut orang yang memiliki kemampuan yang berbeda dengan orang pada umumnya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Lebih lanjut, Melani menyampaikan kembali 2 pesan Paus Fransiskus terkait dengan kaum difabel. Pada Konferensi \u003Ci>Katekese dan Penyandang Disabilitas\u003C/i>, 21 Oktober 2017, Paus Fransiskus menyatakan kehadiran penyandang disabilitas di kalangan katekis, sesuai dengan karunia dan talenta mereka masing masing, adalah sumber daya bagi komunitas. Perlu diupayakan pelatihan yang tepat, sehingga mereka memperoleh pengetahuan yang lebih mendalam di bidang teologi dan katekese. Lebih lanjut, jika banyak penyandang difabel yang menjadi katekis dalam komunitas paroki, mereka dapat meneruskan iman secara efektif dengan kesaksian mereka sendiri.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Sedangkan pada pada peringatan Hari Disabilitas Internasional, 3 Desember 2020 lalu, Paus Fransiskus mengatakan bahwa banyak penyandang difabel merasa mereka tidak dilibatkan dalam banyak hal. Banyak yang masih menghalangi mereka untuk mendapatkan hak sepenuhnya. Perhatian kita seharusnya tidak hanya untuk mempedulikan mereka, tetapi juga untuk memastikan &#39;partisipasi aktif&#39; mereka, baik secara kemasyarakatan maupun gerejawi. Itu merupakan proses yang mungkin melelahkan, namun secara bertahap berkontribusi dalam pembentukan hati nurani yang mampu mengakui setiap individu sebagai unik.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Komisi_Difabel_-_Kesan_Pertama_Berlatih_BISINDO._Foto_2.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Komisi_Difabel_-_Kesan_Pertama_Berlatih_BISINDO._Foto_3.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada sesi kedua, Josephine Kintan (Koordinator Umat Tuli Katolik Keuskupan Surabaya) dan Gabriella Novena Cantika Putri (Pengajar BISINDO) menjelaskan bagaimana pemahaman mengenai Tuli.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Menurut Cantika Putri, sebaiknya kita memanggil teman-teman Tuli dengan menggunakan &lsquo;T&rsquo; kapital. Sebab &lsquo;T&rsquo; kapital lebih sopan, lebih menghormati dan menghargai ketimbang menggunakan &lsquo;t&rsquo; kecil. Huruf &lsquo;t&rsquo; kecil dianggap sebagai orang yang mengalami keterbatasan pendengaran. Sedangkan &lsquo;T&rsquo; besar ialah cara berkomunikasi dan juga menunjukkan eksistensi mereka ataupun identitas kelompok.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Secara bergantian, Gaby dan Kintan menjelaskan budaya dan seputar bahasa isyarat. Di Indonesia terdapat 2 versi bahasa isyarat, yaitu SIBI (Sistem Bahasa Isyarat) dan BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia). Versi SIBI lebih ke tata cara mempresentasikan bahasa lisan Indonesia ke dalam gestur tertentu. Sedangkan BISINDO adalah bahasa isyarat yang berkembang secara alami di kelompok Masyarakat Tuli Indonesia. SIBI lebih memiliki komplesitas tata bahasa dibandingkan BISINDO. Pada sesi ini, 2 narasumber memandu praktek BISINDO pada para peserta pelatihan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cdiv style=\"text-align:center\">\n\u003Cfigure class=\"image\" style=\"display:inline-block\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"607\" src=\"/media/contents/Komisi_Difabel_-_Kesan_Pertama_Berlatih_BISINDO._Foto_4.jpg\" width=\"800\" />\n\u003Cfigcaption>\u003Cem>Peragaan kata &lsquo;Allah&rsquo; dalam bahasa isyarat SIBI (gambar 1 &amp; 2), dan Bisindo (gambar 3). Oleh Melania Safirista Sofiarti, Katekis Pastoral Difabel Keuskupan Surabaya (Dok.: JUB/Yung)\u003C/em>\u003C/figcaption>\n\u003C/figure>\n\u003C/div>\n\n\u003Cp>Dari pelatihan ini, diharapkan nantinya para peserta mampu memberikan pendampingan iman pada teman-teman atau umat Tuli, sehingga mereka juga memperoleh kesempatan yang sama untuk menerima warta keselamatan. Bagi penulis hal yang penting adalah bagaimana kita yang &lsquo;mendengar&rsquo; secara normal juga dapat berkomunikasi dengan teman-teman Tuli.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cu>(\u003C/u>\u003Cu>Fr. Yustinus Yubileo\u003C/u>\u003Cu>/\u003C/u>\u003Cu>Frater Tingkat I Seminari Tinggi Providentia Dei\u003C/u>\u003Cu>) \u003C/u>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cb>Artikel dimuat dalam Majalah \u003C/b>\u003Ca href=\"https://static.imavi.org/komunio/jubileum/JUBILEUM_XXI_252.pdf\" target=\"_blank\">\u003Ci>Jubileum edisi 252. Tahun XXII. Agustus 2021\u003C/i>\u003C/a>\u003C/p>","2021-09-04T00:00:00.000Z","kesan-pertama-berlatih-bisindo","images/Komisi-Difabel---Kesan-Pertama-Berlatih-BISINDO_9W4McpG.jpg",{"title":1273,"originalUrl":37,"excerpt":1274,"author":1234,"content":1275,"publishDate":1276,"slug":1277,"imageLink":1278},"Bahan Pendalaman Iman Bulan Kitab Suci Nasional 2021","Untuk Anak Katolik","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-pendalaman-iman-bulan-kitab-suci-nasional-2021-untuk-anak-katolik/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_lQ5G85R.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-08-20T00:00:00.000Z","bahan-pendalaman-iman-bulan-kitab-suci-nasional-2021-mpjalcapqc","images/Materi-BKSN-2021-Komisi-Anak-1.jpg",{"title":1273,"originalUrl":37,"excerpt":1280,"author":1234,"content":1281,"publishDate":1276,"slug":1282,"imageLink":1283},"Untuk Remaja Katolik","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-pendalaman-iman-bulan-kitab-suci-nasional-2021-untuk-remaja-katolik/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_qsHaVIN.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-pendalaman-iman-bulan-kitab-suci-nasional-2021-bavheeiikc","images/Materi-BKSN-2021-Komisi-Rekat-1.jpg",{"title":1285,"originalUrl":37,"excerpt":1286,"author":1234,"content":1287,"publishDate":1288,"slug":1289,"imageLink":1290},"Ketentuan Pastoral (III/2021) Keuskupan Surabaya","Tentang Perayaan Ekaristi Dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ketentuan-pastoral-iii-2021-keuskupan-surabaya/\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_ZVURwNy.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>","2021-08-09T00:00:00.000Z","ketentuan-pastoral-iii2021-keuskupan-surabaya","images/LOGO_KEUSKUPAN_3LvUqVO.jpg",{"title":1292,"originalUrl":37,"excerpt":37,"author":1234,"content":1293,"publishDate":1294,"slug":1295,"imageLink":1296},"Diseminasi TATA PERAYAAN EKARISTI 2020","\u003Cul>\n\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 36.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">&bull; Buku TPE 2020 telah dilaunching pada tanggal 7 Mei 2021 untuk digunakan di seluruh Indonesia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 36.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">&bull; Kan 838: &sect; 3.&nbsp;Konferensi para uskup agar dengan setia mempersiapkan terjemahan buku-buku liturgi ke dalam bahasa-bahasa setempat, sesuai dengan batas-batas yang ditentukan, dan untuk menyetujui dan menerbitkan buku-buku liturgi untuk daerah tempat mereka bertanggung jawab setelah dikonfirmasi (post-confirmationem Apostolicae Sedis) oleh Tahta Apostolik.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 36.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">&bull; Kepercayaan bahwa Tim Penerjemah KWI telah bekerja keras untuk menerjemahkannya. Dua pendekatan yang dipakai:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\n\t\u003Cul style=\"list-style-type:circle\">\n\t\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 72.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">Ad litteram\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 72.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">Ad sensum\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\u003C/ul>\n\t\u003C/li>\n\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 36.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">&bull; TPE Baru, perlu semangat dan kesadaran baru:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\n\t\u003Cul style=\"list-style-type:circle\">\n\t\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 72.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">Untuk membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 72.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">Tidak menambah hal yang tidak ada, dan mengurangi hal yang seharusnya ada.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\t\u003Cli style=\"margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"tab-stops:list 72.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Candara&quot;,sans-serif\">Missale Romawi &hellip; Bukan Misane Romo ini&hellip;itu&hellip; (Dimensi Universalitas dan Unitas)\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/li>\n\t\u003C/ul>\n\t\u003C/li>\n\u003C/ul>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://static.imavi.org/komunio/dokumen/Diseminasi TATA PERAYAAN EKARISTI 2020 Keuskupan Surabaya Editted.pdf\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_OBHg7lt.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-06-06T00:00:00.000Z","diseminasi-tata-perayaan-ekaristi-2020","images/Tata-Perayaan-Ekaristi-TPE-2020-ok.jpeg",{"title":1298,"originalUrl":37,"excerpt":1299,"author":1234,"content":1300,"publishDate":1301,"slug":1302,"imageLink":1303},"Melindungi keluarga Memulihkan masyarakat","Protokol New Normal Keluarga Katolik Keuskupan Surabaya","\u003Cp style=\"margin-left:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Keluarga adalah sel masyarakat yang terpenting dalam membangun kesejahteraan. Keluarga yang sehat membentuk masyarakat yang sehat pula. Sebagaimana dikatakan oleh Paus Fransiskus , bahwa sementara kita mengupayakan penanganan bagi virus yang menjangkiti semua orang tanpa perbedaan, iman mendorong kita untuk melibatkan diri secara sungguh dan secara aktif melawan sikap tidak peduli berhadapan dengan penodaan martabat pribadi manusia. Budaya tidak peduli ini yang menyertai kultur menyingkirkan: hal-hal yang tidak mempengaruhi saya, yang tidak menarik bagi saya, yang tidak merugikan keluarga saya... Dianggap bukanlah tanggungjawabnya. Iman senantiasa mengundang kita agar kita membiarkan diri disembuhkan dan dipertobatkan dari individualisme kita, entah pribadi ataupun bersama. Protokol NewNormal Keluarga yang diluncurkan oleh Komisi Keluarga Keuskupan Surabaya ini merupakan bentuk kepedulian dan panggilan iman keluarga Katolik bagi kesehatan masyarakat dan partisipasi pada upaya pemerintah memulihkan bangsa dari pandemi covid-19 ini.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0cm; text-align:justify; margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0cm; margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cb>\u003Cu>\u003Cspan style=\"font-size:13.5pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">RD. Ag. Tri Budi Utomo \u003C/span>\u003C/span>\u003C/u>\u003C/b>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0cm; margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Komisi Keluarga Keuskupan Surabaya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:0cm; margin:0cm 0cm 0cm 21.25pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1FVGOD4ORPjw0WbHW_EkG0nORrri1qZp1/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-05-18T00:00:00.000Z","melindungi-keluarga-memulihkan-masyarakat-nuvatkyyzl","images/protokol-Keluarga-Katolik--2021--MELINDUNGI-KELUARGA-MEMULIHKAN-MASYARAKAT-1-cover.jpg",{"title":1305,"originalUrl":37,"excerpt":1306,"author":1234,"content":1307,"publishDate":1308,"slug":1309,"imageLink":1310},"Bahan Katekese Bulan Maria","Minggu Gembira Anak Berkebutuhan Khusus","\u003Cp style=\"margin:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:150%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan lang=\"EN-GB\" style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:150%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">Halo adik-adik, apa kabarnya? Pastinya luar biasa yaa. Kita berjumpa di Bulan Maria untuk berdoa kepada Bunda Maria dan semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Siapa yang tahu Bunda Maria? Yaa Bunda Maria adalah ibu dari Tuhan Yesus. Hari ini kita mau belajar bersama tentang cerita Bunda Maria menerima kabar dari malaikat Ga\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; text-align:justify\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:150%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan lang=\"EN-GB\" style=\"font-size:12.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:150%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">briel. Kita mulai dengan bernyayi bersama lagu &ldquo;O Sukacitaku&rdquo; . \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; text-align:justify\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; text-align:justify\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-katekese-bulan-maria-minggu-gembira-anak-berkebutuhan-khusus/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_OFQQDv4.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>","2021-05-01T00:00:00.000Z","bahan-katekese-bulan-maria","images/Untitled-1.jpg",{"title":1312,"originalUrl":37,"excerpt":1313,"author":1234,"content":1314,"publishDate":1315,"slug":1316,"imageLink":1317},"Maria Influencer Imanku","Bahan Pendalaman Iman Bulan Maria Orang Muda Katolik - Keuskupan Surabaya 2021","\u003Cp>&nbsp;Teman-teman muda yang terkasih Sejarah Gereja mencatat bahwa bulan Mei ditetapkan sebagai bulan untuk menghormati Bunda Maria. Spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria salah satunya didasarkan pada tradisi negara-negara barat yang mengalami bulan Mei musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja merefleksikan siklus alam ini di dalam peristiwa iman yang dialami oleh Bunda Maria, yaitu di mana ia mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Bunda Maria mempersembahkan diri untuk menjadi bagian dari rencana Allah yang mengutus Putera-Nya ke dunia sebagai jalan, kebenaran, hidup (bdk. 14:6).\u003C/p>\n\n\u003Cp>Teman-teman muda yang terkasih Bunda Maria menghadirkan pula contoh hidup seorang muda mau hidup dan memperjuangkan imannya. Ia melaksanakan misi hidupnya yang tidak mudah dengan tetap setia, patuh pada rencana Allah, dan mengisi setiap hari dengan antusiasme. Maka, adalah suatu hal yang tepat bahwa Paus Fransiskus menempatkan Bunda Maria sebagai influencer bagi hidup orang muda di sepanjang masa (bdk. Christus Vivit, 44). Hidup Bunda Maria adalah suatu pancaran bagi setiap orang muda yang ingin bertumbuh dalam iman, yaitu iman yang semakin mengenal dan mencintai Kristus sebagai Guru dan Tuhan. Teman-teman muda yang terkasih Modul pertemuan bulan Maria ini dibuat agar kita semakin mengenal Bunda Maria serta dapat semakin mengimani Yesus Kristus. Di samping itu, kita hendak bersama-sama mengenal hidup iman Bunda Maria melalui inspirasi dari dokumen Christus Vivit, surat cinta Paus Fransiskus untuk kita semua. Di dalam modul ini juga terdapat beberapa ilustrasi kreatif dari @mikaul.id (teman-teman OMK Paroki St. Maria Jombang) yang memberi sentuhan estetika pada modul ini. Mari berproses bersama, berjalan bersama Bunda Maria, dan bertumbuh sebagai orang muda yang memiliki cinta yang mendalam akan Yesus Kristus. Tuhan menyertai kita semua.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cul>\n\t\u003Cli>Sidoarjo, 19 April 2021\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cstrong>Rm. Agustinus Ferdian Dwi Prastiyo Romo\u003C/strong>\u003C/li>\n\t\u003Cli>Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya\u003C/li>\n\u003C/ul>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/maria-influencer-imanku/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_W62z0CT.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-04-27T00:00:00.000Z","maria-influencer-imanku","images/Buku-Pendalaman-Iman-Bulan-Maria-Komkep-2021-1.jpg",{"title":1319,"originalUrl":37,"excerpt":1320,"author":1234,"content":1321,"publishDate":1322,"slug":1323,"imageLink":1324},"Bersama Bunda Maria Mengenal Yesus, Guru, dan Tuhan","Buku Pendalaman Iman Bulan Maria Umat  Lingkungan/ Stasi","\u003Cp>Tahapan kerangka pastoral 2 tahunan Arah Dasar Keuskupan Surabaya 10 tahun ke depan mengamanatkan bahwa pada tahun 2021-2022 sebagai tahun Kemuridan. Di tahun 2021 yang menjadi fokus kemuridan adalah Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Mengenal Yesus Guru dan Tuhan tidak mungkin tanpa mengikuti dan menjadi muridNya. Untuk itu di tahun 2021 ini kita diajak berjalan mengikuti Yesus bersama para tokoh Gereja yang sejak awal mereka telah dipanggil untuk mengikutiNya. Pada masa Prapaska yang lalu, kita bersama Petrus mengikuti Yesus mulai dari perjumpaanNya dengan Yesus di pinggir pantai yang mengajak: Mari, ikutlah Aku sampai perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit dan mengubah hidupnya. Di bulan Mei ini, bersama tokoh penting yang tidak dapat dipisahkan dari Yesus, yaitu bunda Maria, kita mengikuti Yesus, Guru dan Tuhan. BULAN MARIA Oleh Gereja, bulan Mei dikhususkan sebagai bulan Maria. Sudah sekian lama tradisi ini dihidupi umat Katolik di seluruh dunia. Dan pada tanggal 30 April 1965, Paus Paulus VI dalam ensiklik Mense Maio (Dalam bulan Mei), menetapkan bulan Mei dipersembahkan secara khusus untuk menghormati bunda Maria. Setiap bulan Mei, umat keuskupan Surabaya berdoa rosario baik secara pribadi maupun dalam keluarga, lingkungan, stasi. Di paroki-paroki, selama bulan Mei, sebelum Misa didoakan rosario setiap hari. Untuk mendewasakan iman kita, maka bulan Maria tahun 2021 ini, komisi Kateketik keuskupan Surabaya menyediakan bahan pendalaman iman dengan tema BERSAMA BUNDA MARIA MENGENAL YESUS, GURU DAN TUHAN. Tema ini kita renungan dalam pertemuan-pertemuan yang disatukan oleh pernyataan bunda Maria: SESUNGGUHNYA, AKU INI ADALAH HAMBA TUHAN, TERJADILAH PADAKU MENURUT PERKATAANMU ITU. Bunda Maria mewujudkan pernyataannya itu dengan mengikuti Yesus dalam seluruh hidupnya.\u003C/p>","2021-04-25T00:00:00.000Z","bersama-bunda-maria-mengenal-yesus-guru-dan-tuhan","images/Pendalaman-iman-bulan-Maria_rev-1.jpg",{"title":1326,"originalUrl":37,"excerpt":1299,"author":1234,"content":1327,"publishDate":1328,"slug":1329,"imageLink":1330},"Melindungi Keluarga Memulihkan Masyarakat","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/protokol-Komisi-Keluarga-2021-1.jpg\" width=\"415\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://static.imavi.org/komunio/komisi keluarga/protokol Komisi Keluarga 2021.pdf\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_g82gHAD.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-04-14T00:00:00.000Z","melindungi-keluarga-memulihkan-masyarakat","images/Komisi_Keluarga.jfif",{"title":1332,"originalUrl":37,"excerpt":1333,"author":1234,"content":1334,"publishDate":1335,"slug":1336,"imageLink":1337},"Bahan BKSN 2020","Bulan Kitab Suci Nasional 2020 Keuskupan Surabaya","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-bulan-kitab-suci-nasional-2020-keuskupan-surabaya/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_w1YnEd4.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"885\" src=\"/media/contents/Surat_BKSN_Ww1QO78.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-03-28T00:00:00.000Z","bahan-bksn-2020","images/Cover_Bahan_BKSN_2020_-_Keuskupan_Surabaya-1.jpg",{"title":1339,"originalUrl":37,"excerpt":1340,"author":1234,"content":1341,"publishDate":1342,"slug":1343,"imageLink":1344},"Amoris Laetitia Keluarga","Tahun Khusus Untuk Bertumbuh Dalam Kasih","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"382\" src=\"/media/contents/01-Edisi-Khusus-Tahun-Keluarga-AL-1_1LHZSVO.jpg\" width=\"500\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"371\" src=\"/media/contents/01-Edisi-Khusus-Tahun-Keluarga-AL-2_01_OgZKuV2.jpg\" width=\"500\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"337\" src=\"/media/contents/01-Edisi-Khusus-Tahun-Keluarga-AL-2_02.jpg\" width=\"500\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://static.imavi.org/komunio/komisi keluarga/01 Edisi Khusus Tahun Keluarga AL.pdf\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_4yVQUxP.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-03-22T00:00:00.000Z","amoris-laetitia-keluarga","images/cover.jpg",{"title":1346,"originalUrl":37,"excerpt":1347,"author":1234,"content":1348,"publishDate":1349,"slug":1350,"imageLink":1351},"Ketentuan Pastoral (II/2021) Keuskupan Surabaya","Perayaan Pekan Suci 2021","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://static.imavi.org/komunio/dokumen/10 Ketentuan Pastoral II-2021 Tentang Perayaan Pekan Suci plus lampiran.pdf\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_ZVURwNy.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-03-12T00:00:00.000Z","ketentuan-pastoral-ii2021-keuskupan-surabaya","images/LOGO_KEUSKUPAN_ApBdLaI.jpg",{"title":1353,"originalUrl":37,"excerpt":1354,"author":1234,"content":1355,"publishDate":1356,"slug":1357,"imageLink":1358},"Renungan Harian Anak (REHAN) - Juli","Edisi Juli 2020","\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2dff9deb-4585-471a-905d-b24cd86bd12d.jpg\" width=\"1067\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/1df25c36-ff9b-4deb-903e-15c1b9ea5e54.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200630-WA0063_EsfNRYF.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_Juli_2020_2.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200721-WA0041.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/393eb483-d106-4580-a02d-fca838a7264d.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200714-WA0002.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200714-WA0004.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"width: 50%;\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Audio REHAN\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oSgMyTFu6Rw80sMxpiJIDFLr9GDa5EFU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Kata Pengantar\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oSgMyTFu6Rw80sMxpiJIDFLr9GDa5EFU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Rubrik Tema Injil Markus Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qZo9ntWeCkqgkDcJLD2A3JlEGm19ESNG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Doa Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1rNduAClvxS7qZzolU5fB_pqrWBMWNReQ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">01 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1jX6tlmpRelV30GTWm0aTZWe10rg8hPHE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1gJeyQ2vzLd63sGYuws80NDDJa0zKLlUE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">03 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oXDkH2tyP6XWKU4zifMHTIKGW2_V4ldU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ZtDtrcyXPK4_HjtM4L6qdE0WJhhbxaQA/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1UbB23Ul3C7QIUCAI2LuVDLvCVNJSw9sc/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1v-rRL7vfI4eEWuPXT6LnRLQpv9mKPawv/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1xbcLJHpbOESpthwle-y4CfESc-JyvRLX/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1xbcLJHpbOESpthwle-y4CfESc-JyvRLX/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15XDYuQfnZhSBCEgt6w97O4EOSbvwmLU3/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">10 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15XDYuQfnZhSBCEgt6w97O4EOSbvwmLU3/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">11 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1wOmLAUx20JfLIvRG1mxG_SJzwtbz92dK/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">12 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1tGMsKgf8UANnX74qQNED-bprzf7i2tMy/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1rRuQo_jIXjfkGJSwxpuxMpOQIO2KCUg1/view?usp=sharing\">14 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oxMIDy9EQGHaDxXFlIPpatemSp70S1mU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1238sQZcXLjZwvK9WHq9WW6bfe0QDJZm9/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/11yzPshodmb0UmDUHFPTFkKOmoh6sTqqu/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Ggeyom4JZluccqYrZJzpQFaEC_Hbcd7T/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Mmpu3PEj5Qhj1-fVFwSVJDZUosd1uWR6/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qM7N7UQ7ARJLVrSZs6IIqrK_BApN6rLL/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">20 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ptrjfivyIxRdHoFYc-R16qAAovjRrpBH/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">21 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16ghd44u6zy497aVCBWSelakY4H71RCq5/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">22 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16ZoA-IL8Qgl3xyU-Q26M4o-4H8BrVXbT/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">23 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1H_ke-FPaZ2b4IhuTSnDvCL_lRHfgTi8P/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">24 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1AfdYR9Da67O7rxqmBHX2rdQ5rfyxj504/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">25 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1LhZNN7L2o_BMUgvPGNfBSK4lDhmHk-Mn/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">26 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ganoBeVFsbw9pElPIGzkv0TkKa7BhlgF/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">27 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Yiuu95RSXrrR8W12ojDJyTKzbeX2ov1I/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">28 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1wHnXMDLlzDIEBv--WTsjIEfnRj9OoWDx/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">29 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qhGzzYl1o-IWkNvOqTNalFFRNqO8KE0l/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;30 Juli 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-03-02T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-juli","images/Tema_Juli_2020.jpg",{"title":1353,"originalUrl":37,"excerpt":1354,"author":1234,"content":1355,"publishDate":1356,"slug":1357,"imageLink":1360},"images/REHAN__Audio_Juli2020_webversion.jpg",{"title":1362,"originalUrl":37,"excerpt":1363,"author":1234,"content":1364,"publishDate":1356,"slug":1365,"imageLink":1366},"FRATELLI TUTTI","Ensiklik dari Bapa Suci Fransiskus Tentang Persaudaraan Dan Persahabatan Sosial","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ZnVmGrdGBP5Lx6FALO-QU-3uR__bN8Wp/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_H7SCw1H.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&ldquo;FRATELLI TUTTI&rdquo;. Dengan kata-kata tersebut, Santo Fransiskus Assisi menyapa saudara-saudarinya dan mengajukan kepada mereka suatu cara hidup yang ditandai dengan aroma Injil. Berangkat dari nasehat yang Fransiskus sampaikan, saya ingin memilih satu nasehat, di mana dia mengundang pada kasih yang mengatasi hambatan geografis dan jarak, dan menyatakan berbahagialah semua yang mengasihi saudaranya, &ldquo;baik ketika dia jauh darinya demikian juga saat bersama dengannya&rdquo;. Dengan cara yang sederhana dan langsung ini, Santo Fransiskus mengungkapkan hakekat dari keterbukaan persaudaraan yang memungkinkan kita untuk mengakui, menghargai dan mencintai setiap pribadi, tanpa tergantung pada kedekatan fisik, tanpa memperhatikan di mana dia dilahirkan atau berada.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","fratelli-tutti","images/Fratelli-Tutti-Franciscus.jpg",{"title":1368,"originalUrl":37,"excerpt":1369,"author":1234,"content":1370,"publishDate":1371,"slug":1372,"imageLink":1373},"Peran Keluarga Sebagai Pendukung Utama","Panduan Kesehatan Jiwa pada Masa Pandemi COVID-19","\u003Cp>Kesehatan bukan hanya menyangkut kondisi fisik melainkan juga kondisi jiwa. Kesehatan jiwa merupakan bagian integral tiap individu. Kesehatan jiwa yang baik yakni saat berada dalam keadaan tenteram dan tenang. Wabah penyakit yang disebut Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) tidak hanya menyerang kesehatan fisik, melainkan juga berdampak pada kesehatan jiwa. Dalam situasi darurat kesehatan ini, mau tidak mau, suka tidak suka semua masyarakat harus mengikuti dan mematuhi berbagai aturan yang ditetapkan pemerintah dalam rangka penyelamatan ancaman COVID-19. Kondisi ini berdampak pada berbagai aspek kehidupan yang mungkin dapat menimbulkan tekanan bagi masyarakat. Upaya-upaya peningkatan (promotif) dan pencegahan (preventif) merupakan hal penting guna mencegah masalah kesehatan jiwa. Keduanya bisa dilakukan melalui keterlibatan (intervensi) berbasis keluarga. Keluarga sebagai lingkungan terdekat memiliki peranan sangat penting dalam mendidik dan membentuk generasi kuat dan sehat. Keluarga dapat menjadi pendorong perubahan perilaku dalam menerapkan protokol kesehatan 3M dan juga menjaga kesehatan jiwa. Panduan Kesehatan Jiwa pada Masa Pandemi COVID-19: Peran Keluarga sebagai Pendukung Utama kiranya menjadi sumber informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Jakarta, 22 Desember 2020 \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kepala BNPB Selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19\u003C/p>\n\n\u003Cp>ttd\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Letnan Jenderal TNI Doni Monardo\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/peran-keluarga-sebagai-pendukung-utama-panduan-kesehatan-jiwa-pada-masa-pandemi-covid-19/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"60\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_ILBqGr5.jpg\" width=\"250\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-02-25T00:00:00.000Z","peran-keluarga-sebagai-pendukung-utama","images/Panduan-Kesehatan-Jiwa-di-Masa-Pandemi---Satgas-Penanganan-Covid-19-1.jpg",{"title":1375,"originalUrl":37,"excerpt":1376,"author":1234,"content":1377,"publishDate":1378,"slug":1379,"imageLink":1380},"Minggu Gembira Istimewa - Masa Pra Paskah","Panduan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus","\u003Cp>Saudara-saudari, para pemandu Minggu Gembira Istimewa dan peserta pendalaman Iman masa prapaskah yang terkasih, Selama 40 hari kita mempersiapkan diri menyambut trihari suci (kamis Putih-Jumat Agung dan Paskah Tuhan) dalam suatu proses rohani, yang disebut masa Prapaskah.\u003Cbr />\nPada tahun 2021 seluruh Umat Katolik Keuskupan Surabaya, termasuk kalian semua, diajak mengenal Tuhan Yesus sebagai Guru dan Tuhan kita. Khusus untuk di Masa Prapaskah ini pendalaman iman kita mengambil tema BERSAMA PETRUS KITA MENGENAL YESUS SEBAGAI GURU DAN TUHAN.\u003Cbr />\nAgar kita lebih percaya kepada Tuhan Yesus, marilah kita menjadi murid-Nya dan mengenal diri-Nya. Supaya mengenal Yesus lebih dekat, maka kita belajar dari Santo Petrus lebih dahulu. Dia adalah nelayan biasa dengan segala kelemahan namun dipanggil menjadi murid-Nya, bahkan dikehendaki Tuhan Yesus menjadi pemimpin para Rasul.\u003Cbr />\nBagi Minggu Gembira istimewa, kita mengadakan pendalaman sebanyak tiga kali, pada minggu prapaskah pertama, ketiga dan kelima. Selamat mengikuti Minggu Gembira Istimewa masa Prapaskah ini dengan penuh semangat dan terbuka sehingga kita semua menjadi murid Tuhan Yesus yang setia. Tuhan memberkati kalian.\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/minggu-gembira-istimewa-masa-pra-paskah-panduan-bagi-anak-berkebutuhan-khusus/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_FNecvjg.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-02-19T00:00:00.000Z","minggu-gembira-istimewa-masa-pra-paskah","images/MATERI-APP-Februari-Maret-2021--MINGGU-GEMBIRA-ABK-1.jpg",{"title":1382,"originalUrl":37,"excerpt":1383,"author":1234,"content":1384,"publishDate":1385,"slug":1386,"imageLink":1387},"Panduan Jalan Salib Orang Muda - Online","19 Februari - 2 April 2021","\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"background-color:#e6e6fa;border-style:hidden;\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Sekapur Sirih\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cem>Salam semangat muda dalam Kristus!\u003C/em>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cbr />\n\t\t\t\u003Cem>Teman-teman muda yang terkasih\u003C/em>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cem>Hari Raya Paskah di tahun 2021 sudah di depan mata. Kita sudah berdiri sangat dekat dengan puncak iman kita, yaitu kebangkitan Kristus. Santo Paulus menyatakan bahwa tanpa kebangkitan-Nya maka sia-sialah iman kita (1 Kor 15:17). Iman kita sungguh hidup dan menjadi tumpuan masa depan kita oleh karena Ia yang telah bangkit dan memberi kita janji keselamatan kekal. Bagi kita orang muda, kebangkitan-Nya adalah cahaya yang menerangi masa muda kita dan membuka segala pengharapan untuk masa yang akan datang. Yesus yang telah bangkit merupakan tanda nyata bahwa Ia hidup dan mengundang kita agar menjadi orang muda yang hidup penuh semangat iman, kasih dan pengharapan.\u003Cbr />\n\t\t\tTeman-teman muda yang terkasih\u003C/em>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cem>Kebangkitan yang dialami Yesus tidak ditempuh-Nya dengan jalan ringan apalagi santai. Kebangkitan itu ditempuh-Nya dengan jalan salib! Tidak ada keselamatan tanpa salib, tidak ada hidup kekal tanpa perjuangan iman, dan tidak ada paskah tanpa pertobatan. Jalan salib yang ditempuh Yesus adalah tanda nyata bagaimana kita memiliki Allah yang berbelas kasih, mau memikul keberdosaan kita, dan menebus hidup kita. Sebagai orang muda, kita dipanggil untuk mewarnai hidup setiap hari dengan komitmen cinta seperti Yesus sendiri, yaitu mau mewujudkan dan memperjuangkan iman serta memberikan diri agar menjadi berkat bagi orang lain. Dengan itulah masa muda kita akan menjadi berwarna dan bermakna!\u003C/em>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cem>Teman-teman muda yang terkasih\u003C/em>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>\u003Cbr />\n\t\t\t\u003Cem>Buku panduan jalan salib ini merupakan buah kerjasama antara Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya, Komunitas Tritunggal Mahakudus, BPK PKK Keuskupan Surabaya, Heman Salvation Ministry, PMKRI, Pemuda Katolik, dan Serikat Sosial Vincensius. Saya secara pribadi merasa begitu bahagia dan bangga atas proses dan hasil kerjasama ini. Bagi saya, melihat orang muda Katolik bekerjasama adalah sama seperti melihat masa depan Gereja yang indah dan meyakinkan. Sembari terus berdoa dan menguasahakan aksi nyata di masa pandemi ini, semoga kegiatan jalan salib orang muda menjadi sarana pertobatan bagi semua orang muda di Keuskupan Surabaya. Tuhan Yesus senantiasa berkati kita semua.\u003C/em>\u003C/p>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255); text-align: right; vertical-align: middle;\">\u003Cem>Minggu, 14 Februari 2021\u003Cbr />\n\t\t\tGereja St. Maria Annuntiata, Sidoarjo\u003C/em>\u003Cbr />\n\t\t\t\u003Cstrong>Rm. Agustinus Ferdian DP\u003C/strong>\u003Cbr />\n\t\t\t\u003Cem>Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Surabaya\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\n\t\t\t\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/panduan-jalan-salib-orang-muda-online/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_Y62rrjd.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\t\t\t\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-02-16T00:00:00.000Z","panduan-jalan-salib-orang-muda-online","images/1602-Buku-Jalan-Salib-OMK-2021-1.jpg",{"title":1389,"originalUrl":37,"excerpt":1390,"author":1234,"content":1391,"publishDate":1392,"slug":1393,"imageLink":1394},"Bahan Pendalaman Iman Masa Pra Paskah Keuskupan Surabaya 2021 - Umat Lingkungan dan Stasi","buku pegangan pemandu","\u003Cp>Rasanya baru saja kita meninggalkan perayaan Natal, namun ternyata tinggal beberapa hari lagi sudah memasuki masa Prapaska. Sementara itu pandemi Covid 19 masih membelenggu kita. Entah sampai kapan. Sudah banyak yang kehilangan orangtua, anak-anak, suami maupun istri, para tenaga medis, para imam, suster dan bruder, teman, tetangga. Itu semua sangat menyedihkan. Masih banyak pula yang masih dirawat dan sedang dalam pemulihan. Kita selalu berdoa untuk mereka semua.\u003Cbr />\nMeski situasi pandemi belum hilang, namun iman kita harus tetap tumbuh dan berkembang. Dengan pertolongan dan rahmat Allah kita selalu dikuatkan dalam menjalani situasi yang tidak mudah ini, tetap memiliki kekuatan untuk mengembangkan dan menumbuhkan iman. Iman kita semakin dimurnikan dalam setiap kesulitan yang kita hadapi.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>2021: Tahun Mengenal Kristus, Guru dan Tuhan.\u003C/strong>\u003Cbr />\nTahun 2021 ini, dalam rangkaian Gerak Pastoral Keuskupan Surabaya 10 tahun ke depan dikhususkan sebagai tahun Mengenal Yesus, Guru dan Tuhan. Dalam kehidupan iman, mengenal itu berarti mengikuti dan menjadi murid Yesus, Guru dan Tuhan. Tanpa kesediaan yang tulus untuk mengikuti dan menjadi muridNya, pengenalan kita hanya dari kejauhan saja. Mengikuti dan menjadi murid adalah berjalan di belakang Guru dan Tuhan, mendengarkan sabdaNya dan menempuh jalan yang ditempuhNya. Hanya dengan demikianlah sebagai murid-muridNya kita dibentuk oleh Guru dan Tuhan untuk semakin dewasa dalam iman, guyub, penuh pelayanan dan misioner.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>Simon Petrus.\u003C/strong>\u003Cbr />\nUntuk menemani perjalanan kita mengenal Yesus, Tuhan dan Guru, kita mengundang Simon. Simon adalah salah seorang yang pertama kali dipilih sendiri oleh Yesus untuk mengikutiNya dan dikemudian hari oleh Yesus diberi nama Petrus. Dalam perjalanan selanjutnya, Simon Petrus memiliki peran yang menonjol di antara murid Yesus. Dengan pembawaan yang reaktif, spontan dan terus terang, Simon Petrus sering mewakili teman-temannya dalam menyampaikan perasaan dan pendapatnya kepada Yesus. Bersama Yakobus dan Yohanes, Simon Petrus selalu diajak Yesus mengalami peristiwa-peristiwa yang khusus, berada di atas gunung menyaksikan kemuliaan Yesus, bersama Yesus ketika berdoa di taman Getsemani, bahkan diberi kuasa oleh Yesus untuk memegang kunci Kerajaan Surga. Ia juga pernah dimarahi Yesus karena sikapnya terhadap Yesus. Dia pulalah murid Yesus satu-satunya yang melakukan penyangkalan Yesus di depan orang-orang lain. Dan kemudian kita tahu, bahwa Petruslah yang memimpin Gereja pada masa awal perkembangannya setelah kenaikan Yesus ke sorga. Oleh karena itu, Petrus adalah Paus yang pertama. Tentu dinamika perjalanan hubungan Petrus dengan Yesus, sang Guru sangat menarik untuk kita renungkan bersama&nbsp;Tema APP 2021: Bersama Simon Petrus Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan.\u003Cbr />\nDalam proses mempersiapkan bahan pendalaman APP 2021 ini ditetapkan temanya adalah Bersama Simon Petrus Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Tema ini dibagi dalam 6 pertemuan yang merupakan sebuah proses perjalanan mengikuti dan menjadi murid Yesus.\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli>&nbsp;Ikulah Aku\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;Pengakuan Petrus\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;Enyahlah iblis\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;Dengarkanlah Dia\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;Penyangkalan\u003C/li>\n\t\u003Cli>&nbsp;Apakah engkau mengasihi Aku?\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp>Yang dimaksud dengan proses adalah bahwa kita diajak berjalan bersama Simon Petrus yang diawali dari peristiwa di pantai ketika Yesus menjumpai Petrus dan Andreas, Yakobus dan Yohanes untuk diajak mengikutiNya. Mereka mengikuti Yesus melalui dinamika relasi yang semakin hari semakin mendalam dan berpuncak pada pengalaman kebangkitan Yesus di pantai. Berawal dari pantai dengan ajakan Yesus: ikutlah Aku, dan setelah melalui perjalanan yang tidak mudah kembali lagi ke pantai dengan ajakan yang sama: ikutlah Aku. Dari pantai hingga sampai ke pantai lagi, berbagai pengalaman pembentukan Petrus dan para murid lainnya oleh Yesus, Guru dan Tuhan. Maka untuk mengenal Yesus, sebagai Guru dan Tuhan merupakan sebuah proses perjalanan yang panjang, bukan sekedar peristiwa yang terjadi begitu saja.\u003Cbr />\nHal yang perlu diperhatikan.\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli>Sebuah Perjalanan: Karena bahan pendalaman iman APP 2021 merupakan sebuah perjalanan mengikuti Yesus, maka sebaiknya diikuti dengan urutan yang ada, dari pertemuan 1 sampai 6.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Bersumber dari Injil Markus: Bahan yang disediakan bersumber dari Injil Markus, karena tahun 2021 merupakan tahun Markus (B) dan Injil Markus paling lugas dalam penulisannya sehingga lebih mudah dirasakan dan dimengerti oleh pembacanya. Tetapi dalam pertemuan ke-6, digunakan Injil Yohanes untuk lebih membantu mengalami peristiwa kebangkitan Yesus.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Hadir dan Mengalami Peristiwa: Hal penting yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa ketika membaca teks Injil sangat diharapkan untuk tidak membaca secara tergesa-gesa, tetapi dirasakan dengan hati. Kita sungguh membayangkan ikut hadir dalam setiap peristiwa yang terjadi dalam Injil yang kita baca, sehingga kita dapat mengalami peristiwanya dengan lebih dekat.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Kreatif: Bahan yang disediakan ini berupa narasi yang panjang. Maka dipersilakan para romo paroki bersama seksi dan tim katekese paroki untuk menyajikan bahan ini dengan lebih kreatif agar umat lebih mudah mengikutinya sesuai dengan situasinya. Misalnya: membuat dengan animasi atau melalui YouTube yang dikemas bersama seksi Komsos atau melakukannya secara daring (online) melalui media zoom meeting, dsb.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Pribadi dan kelompok: bahan yang ditawarkan ini dapat digunakan secara pribadi atau dalam keluarga, dapat juga dipergunakan dalam lingkungan atau stasi, baik pertemuan secara luring (offline) maupun daring (online), menyesuaikan situasi dan kondisi paroki masing-masing.\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>Susunan Pendalaman Iman Prapaska 2021.\u003C/strong>\u003Cbr />\nBahan Pendalaman Iman Prapaska 2021 ini tidak dicantumkan tujuan dan pengantar masing-masing pertemuan. Sebelum pelaksanaan pendalaman iman, diharapkan para pemandu sudah mempelajari secara keseluruhan tiap pertemuan. Jika diperlukan sebuah pengantar, dipersilahkan membuat sendiri, yang sebaiknya tidak terlalu panjang, cukup 3-4 kalimat.\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli>Doa Pembukaan: dapat didoakan bersama atau oleh pemandu atau salah satu peserta. Jika ditugaskan salah satu peserta, sebaiknya dipersiapkan terlebih dahulu.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Bacaan Injil: dapat dibacakan seseorang atau dibaca secara bergiliran. Jika pertemuan dilakukan dalam lingkup keluarga, anak-anak pun dapat dilibatkan untuk membacakannya. Sebelum Injil dibacakan, peserta dapat diajak terlebih dahulu untuk mempersiapkan diri dengan membayangkan ikut hadir dalam peristiwa Injil tersebut.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Pemahaman Teks: disediakan beberapa pertanyaan untuk membantu peserta aktif dalam pertemuan.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Renungan: disampaikan oleh pemandu atau fasilitator atau yang ditugaskan. Sangat diharapkan dibaca dengan tidak tergesa-gesa.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Pertanyaan Pribadi: disediakan beberapa pertanyaan untuk mengajak peserta merenungkan pengalaman iman pribadinya. Jika diperlukan, bisa saling sharing antar peserta untuk memperkaya, tetapi perlu diperhatikan durasi dan waktunya.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Doa APP: didoakan bersama\u003C/li>\n\t\u003Cli>Bapa Kami: didoakan bersama\u003C/li>\n\t\u003Cli>Doa Penutup: dapat didoakan bersama.\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSelamat menjalani masa Pra Paskah 2021\u003Cbr />\n\u003Cem>Gusti tansah paring berkah!\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Tuhan Memberkati!\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Surabaya, 10 Januari 2021, Pesta Pembaptisan Tuhan\u003Cbr />\n\u003Cstrong>Tim Komisi Kateketik Keuskupan Surabaya.\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-app-2021-keuskupan-surabaya/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_e8yD7b2.jpg\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2021-02-10T00:00:00.000Z","bahan-pendalaman-iman-masa-pra-paskah-keuskupan-surabaya-2021-umat-lingkungan-dan-stasi","images/BAHAN_PENDALAMAN_IMAN_APP_2021_Final-1.jpg",{"title":1396,"originalUrl":37,"excerpt":1390,"author":1234,"content":1397,"publishDate":1392,"slug":1398,"imageLink":1399},"Bahan Pendalaman Iman Masa Pra Paskah Keuskupan Surabaya 2021 - Komisi Kepemudaan","\u003Cp>Salam semangat muda dalam Kristus!\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nTeman-teman muda yang dikasihi oleh Tuhan, semoga kamu semua senantiasa sehat dan sukacita. Semoga Kristus selalu ada dan menjadi nomor satu dalam hidup hati kita, seperti nasihat St. Benedictus Abas, &lsquo;jangan ada sesuatu yang diutamakan melebihi Kristus&rsquo;. Hal itu merupakan dasar panggilan kemuridan yang selalu perlu untuk diperbaharui setiap waktu. Oleh karena itu, pada pertemuan APP di tahun 2021 ini kita akan bersama-sama merenungkan kembali relasi pribadi kita dengan Kristus. Kita bersama-sama memperdalam sekaligus memperbaharui pengenalan personal akan Kristus yang adalah Guru dan Tuhan kita. Ia adalah Guru yang mengajar dan membawa kita pada hidup sejati. Ia adalah Tuhan yang menjadi tempat kita untuk mempercayakan hidup dan pengharapan kita. Pada pertemuan APP pada tahun ini kita akan berjalan bersama dengan Simon Petrus untuk mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Tuhan Yesus sendiri mempercayakan panggilan yang khas kepada Simon Petrus yaitu untuk memegang kunci Kerajaan Allah (bdk. Matius 16:19).\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSebuah rahmat yang luar biasa! Akan tetapi, perjalanan kemuridan Simon Petrus untuk memaknai dan memperjuangkan panggilan tersebut tidaklah mudah. Ia pernah begitu gembira, jatuh, bangun, kecewa, sampai akhirnya ia dipanggil kembali untuk menggembalakan dombadomba- Nya. Simon Petrus adalah gambaran nyata dari kita semua,&nbsp;orang-orang muda yang masih terus berusaha mencari dan mencintai- Nya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nMelalui perjalanan kita bersama Petrus, semoga kita semua dapat menemukan pribadi dan kasih-Nya dalam hidup kita. Paus Fransiskus dalam Christus Vivit menyegarkan dan menegaskan kepada kita bahwa kemudaan seorang muda Katolik terletak pada hati yang mengasihi (bdk. CV 9). Kasih sejati adalah Yesus sendiri maka kita perlu untuk selalu mengenal-Nya. Sembari berdoa untuk dunia agar segera dipulihkan dari pandemi Covid-19, marilah kita juga berdoa agar Yesus sendiri yang menuntun kita menemukan Dia yang adalah cahaya kehidupan. Paus Fransiskus juga menegaskan bahwa kita selalu dipanggil untuk bermisi yaitu untuk membawa Kristus, cahaya itu sendiri, untuk menerangi malam-malam gelap orang-orang muda lainnya (bdk. CV 33).\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSidoarjo, 12 Januari 2021\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-app-2021-untuk-omk/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_e8yD7b2.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-pendalaman-iman-masa-pra-paskah-keuskupan-surabaya-2021-komisi-kepemudaan","images/Modul-APP-OMK--2021-1.jpg",{"title":1401,"originalUrl":37,"excerpt":1402,"author":1234,"content":1403,"publishDate":1392,"slug":1404,"imageLink":1405},"Pedoman Liturgis -Penerimaan Abu Di Dalam Dan Di Luar Perayaan Ekaristi Dalam Masa Pandemi","Komisi Liturgi","\u003Cp>Masa Prapaskah mempunyai dua ciri khas, yakni mengenang atau mempersiapkan pembaptisan dan membina tobat. Kedua ciri khas ini hendaknya ditampilkan dengan lebih jelas dalam liturgi maupun dalam katekese liturgi. Lewat kedua sarana itu kaum beriman yang tekun mendengarkan sabda Allah dan meluangkan waktu untuk berdoa disiapkan oleh Gereja untuk merayakan misteri Paskah. Karena itu:\u003Cbr />\na) Unsur-unsur pembaptisan yang khas bagi liturgi Prapaskah hendaknya dimanfaatkan secara lebih luas; beberapa unsur yang berasal dari tradisi purba kalau perlu hendaknya dipugar.\u003Cbr />\nb) Hal yang sama berlaku bagi unsur-unsur tobat. Dalam katekese hendaknya ditegaskan kepada kaum beriman, baik dampak sosial dari dosa maupun hakikat khas dari tobat, yakni mencampakkan dosa yang merupakan penghinaan terhadap Allah. Peranan Gereja dalam laku tobat janganlah diabaikan, dan doa-doa untuk orang berdosa hendaknya sangat dianjurkan.\u003Cbr />\nTobat selama Masa Prapaskah itu tidak boleh hanya bersifat batin dan perorangan, tetapi hendaknya bersifat lahir dan mempunyai aspek sosial yang cocok untuk zaman sekarang dan untuk masing-masing wilayah, pun pula seturut keadaan kaum beriman; pimpinan gerejawi .... hendaknya melanjutkan hal ini.\u003Cbr />\nAkan tetapi puasa Paskah harus dipandang keramat dan dilaksanakan di mana-mana pada hari Jumat Agung, malah bila mungkin diperpanjang sampai hari Sabtu Suci, supaya kita dapat menikmati kegembiraan kebangkitan Tuhan dengan hati yang riang dan lapang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n(Konstitusi Liturgi No. 109-110)\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/pedoman-liturgis-penerimaan-abu-di-dalam-dan-di-luar-perayaan-ekaristi-dalam-masa-pandemi/\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_e8yD7b2.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","pedoman-liturgis-penerimaan-abu-di-dalam-dan-di-luar-perayaan-ekaristi-dalam-masa-pandemi","images/PANDUAN_MISA_RABU_ABU_2021_Revisi-1.jpg",{"title":1407,"originalUrl":37,"excerpt":1390,"author":1234,"content":1408,"publishDate":1392,"slug":1409,"imageLink":1410},"Bahan Pendalaman Iman Masa Pra Paskah Keuskupan Surabaya 2021 - Biak","\u003Cp>Masa Prapaskah adalah masa untuk merenungkan pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia melalui sengsara dan wafat di kayu salib dan kebangkitan-Nya. Kasih yang menyelamatkan manusia dari belenggu dosa.\u003Cbr />\nMasa Prapaskah adalah masa retret agung Gereja, selama 40 hari kita diajak untuk memperbaharui diri dengan semangat tobat melalui puasa dan pantang. Sikap tobat tidak hanya secara batiniah saja tetapi diwujudkan dan mempunyai dampak pada sesama.\u003Cbr />\nAksi Puasa Pembangunan 2021 bertema: Bersama Simon Petrus, Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan. Pengalaman Petrus, jatuh bangun dalam beriman pada Yesus dapat menjadi permenungan bagi kita juga untuk tetap beriman dan mengenal Tuhan Yesus. Pengalaman Petrus bersama Yesus tersebut dapat menjadi teladan hidup kita dalam mengenal-Nya lebih dalam.\u003Cbr />\nTema ini sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Surabaya yang menetapkan tahun 2021 sebagai Tahun Mengenal Yesus Kristus dan program Komisi Anak tahun 2021 yaitu Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tema ini dijabarkan dalam 5 Sub Tema yakni:\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli>BERJUMPA DAN MENGIKUT YESUS\u003C/li>\n\t\u003Cli>BERJALAN BERSAMA YESUS\u003C/li>\n\t\u003Cli>SIAPAKAH YESUS BAGI SAYA?\u003C/li>\n\t\u003Cli>KEMULIAAN YESUS\u003C/li>\n\t\u003Cli>MENGASIHI YESUS DENGAN SEPENUH HATI\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp>Semoga bahan yang kami susun dapat membantu anak-anak untuk mengenal Tuhan Yesus sebagai Guru dan Tuhan seperti Simon Petrus, sehingga dapat menyiapkan diri merayakan kebangkitan Kristus. Bahan ini dapat diperkaya dengan kreatifitas pendamping dan disesuaikan dengan tempat dan paroki, serta situasi anak, di mana BIAK dilaksanakan, terutama di masa pandemi, dengan tetap memperhatikan tujuan dalam setiap pertemuan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSelamat Melayani! Tuhan Yesus memberkati!\u003C/p>","bahan-pendalaman-iman-masa-pra-paskah-keuskupan-surabaya-2021-biak","images/MATERI-APP-2021-UNTUK-BIAK-1.jpg",{"title":1412,"originalUrl":37,"excerpt":1390,"author":1234,"content":1413,"publishDate":1392,"slug":1414,"imageLink":1415},"Bahan Pendalaman Iman Masa Pra Paskah Keuskupan Surabaya 2021 - Rekat & SMP","\u003Cp>Syalom,\u003Cbr />\nKakak-kakak pendamping remaja yang terkasih pada tahun 2021 ini fokus pastoral Gereja Katolik Keuskupan Surabaya menitikberatkan pada tema &ldquo;Mengenal Yesus Kristus&rdquo;. Mendasarkan diri pada fokus pastoral tersebut, maka pendalaman APP Remaja di tahun ini bertemakan &ldquo;Bersama Simon Petrus, Mengenal Yesus sebagai Guru dan Tuhan&rdquo;.\u003Cbr />\nMengapa mengambil tokoh Petrus? Kita mengambil figur Petrus karena dapat terlihat dengan jelas bagaimana perjalanan Petrus dari awal bersama dengan Yesus, jatuh bangun dan pergulatan imannya serta pada akhirnya kesediaannya untuk mencintai Yesus lebih dari segala sesuatu, serta perutusannya untuk menggembalakan domba-domba Kristus, itu semua karena didasari kesetiaan Petrus sebagai murid untuk semakin mengenal pribadi Yesus secara lebih mendalam. Petrus sang batu karang itu sungguh-sungguh menjadi teladan dalam pengenalan dan cintanya kepada Yesus selaku Guru dan Tuhan baginya.\u003Cbr />\nPendalaman APP ini dibagi dalam 5 kali pertemuan, yang masing-masing pertemuan memiliki penekanannya tersendiri, namun demikian tetaplah berkesinambungan antara pertemuan yang satu dengan pertemuan yang lain. Di halaman berikutnya setelah pengantar ini, akan saya sampaikan matriks bahan pendalaman APP 2021 yang dapat dijadikan acuan untuk pendalaman di tingkat paroki/ stasi.\u003Cbr />\nKakak-kakak pendamping yang terkasih, dalam situasi keprihatinan pada wabah covid-19 yang melanda tanah air kita ini tentu akan berdampak pada pola pastoral saat ini. Kalau biasanya perjumpaan secara fisik dapat dilakukan, kini perjumpaan hanya dapat dilakukan melalui sarana media sosial seperti zoom meeting, google meet, whatsapp, video call dan lain-lain. Kami menyadari akan hal ini, namun saya tetap mengajak kakak-kakak pendamping untuk tetap mengupayakan pendalaman APP kepada adik-adik remaja di paroki, agar di tengah situasi seperti ini iman mereka tetap terpelihara. Maka jangan sampai karena situasi seperti ini menjadi alasan untuk tidak melakukan sesuatu pun untuk mendampingi adik-adik remaja kita.\u003Cbr />\nAkhirnya saya mengajak kita semua untuk tetap bersemangat dan setia dalam melayani adik-adik remaja di paroki. Selamat memasuki masa Prapaskah, semoga kita semakin mengenal dan mencintai Tuhan Yesus di dalam hidup kita.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSurabaya, 21 Januari 2021\u003Cbr />\nBerkat Tuhan.\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-app-2021-untuk-rekat-smp/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_e8yD7b2.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-pendalaman-iman-masa-pra-paskah-keuskupan-surabaya-2021-rekat-smp","images/MATERI-APP-2021-UNTUK-REKAT-1.jpg",{"title":1417,"originalUrl":37,"excerpt":1418,"author":1234,"content":1419,"publishDate":1420,"slug":1421,"imageLink":1422},"Seruan Moral Untuk  Pilkada 2020","Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"802\" src=\"/media/contents/SERUAN_MORAL_UNTUK__PILKADA_2020-1.jpg\" width=\"500\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"796\" src=\"/media/contents/SERUAN_MORAL_UNTUK__PILKADA_2020-2.jpg\" width=\"500\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-12-04T00:00:00.000Z","seruan-moral-untuk-pilkada-2020","images/Logo-KWI_LvpqKwp.jpg",{"title":1424,"originalUrl":37,"excerpt":1425,"author":1234,"content":1426,"publishDate":1427,"slug":1428,"imageLink":1429},"Ketentuan Pastoral (Vii) Keuskupan Surabaya","Merayakan Hari Raya Natal 2020 Di Masa New Normal","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/ketentuan-pastoral-vii-keuskupan-surabaya-merayakan-hari-raya-natal-2020-di-masa-new-normal-xjuxl8v330/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_51jcGdz.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Para Romo, Suster, Bruder, Frater, Katekis, dan seluruh Umat Allah di Keuskupan Surabaya yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Col>\n\t\u003Cli>Sambil terus mengucap syukur karena Keuskupan kita telah memulai proses &ldquo;membuka kembali&rdquo; gereja-gereja, dan berkat kerjasama para Pastor Paroki, DPP, dan Tim Tugas di paroki-paroki semua proses itu dapat berjalan dengan baik, Saya terus mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum selesai. Oleh karena itu, saya menghimbau para Romo dan umat di Keuskupan Surabaya agar tetap mematuhi protokol Kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari untuk menjaga kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan sesama.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Sebentar lagi kita merayakan Hari Raya Natal. Memang, pada masa-masa tanpa pandemi perayaan Hari Raya Natal ini biasa kita rayakan secara meriah. Namun, di masa pandemi/ new normal ini hendaknya kita rayakan secara sederhana, karena kemeriahan sejati perayaan itu tidak terletak pada lagu-lagu yang dinyanyikan atau dekorasi-dekorasi lahiriah tetapi justru bagaimana sikap batin kita dalam menyambut Kelahiran Yesus Kristus, Sabda Allah yang menjadi manusia bagi keselamatan kita.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Dalam Ketentuan Pastoral VI Keuskupan Surabaya, tertanggal 14 Juni 2020, saya telah menghimbau agar semua paroki membuka kembali gereja dan merayakan ekaristi secara offline/tatap muka secara bertahap. Hingga saat ini, hampir semua paroki sudah merayakan ekaristi secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang cukup. Di samping itu, demi pelayanan kepada umat yang berusia lanjut dan sakit, ada paroki-paroki yang mengusahakan pelayanan rohani bagi mereka dengan penayangan live streaming misa kudus.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Melalui pertimbangan-pertimbangan, antara lain : pertemuan para Uskup Regio Jawa secara virtual tanggal 7 November 2020, dan pertemuan Kuria tanggal 11 November 2020, maka saya memutuskan bahwa Perayaan Hari Raya Natal 2020, bisa dilakukan secara offline/tatap muka dengan tetap menjaga protokol Kesehatan. Jika ada kesulitan bagaimana menghimpun umat supaya tidak terjadi kerumunan, para romo bisa menambah jumlah jadwal pelaksaan misa, atau bisa juga memanfaatkan lahan yang pantas, terbuka, dengan sirkulasi udara segar untuk perayaan Ekaristi di luar ruangan (dengan tetap mempertimbangkan kemungkinan terjadinya hujan). Untuk melayani umat yang masih merasa takut datang ke gereja secara langsung, para romo dapat menayangkan live streaming salah satu perayaan ekaristi yang dirasa cocok bagi kebutuhan umat. Pelaksanaan secara teknis tentang hal ini diserahkan kepada paroki masing-masing.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Tentang bagaimana perayaan Hari Raya Natal seharusnya dilaksanakan, para Romo bisa melihat kembali lampiran Ketentuan Pastoral Keuskupan Surabaya (VI), yang berjudul&nbsp;Ketentuan Umum Peribadatan dan Pelayanan Sakramen Keuskupan Surabaya dalam masa pandemi hal 12, tertanggal 14 Juni 2020.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Pengakuan dosa bagi umat beriman hendaknya tetap diadakan dan sedapat mungkin dilaksanakan di ruang yang cukup luas dan memiliki sirkulasi udara bebas. Jadwal penerimaan pengakuan dosa diserahkan pada paroki disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tiap paroki.\u003C/li>\n\t\u003Cli>Demikian surat ketentuan ini saya buat untuk dilaksanakan. Marilah kita senantiasa memohon berkat Tuhan, agar perayaan Hari Raya Natal 2020 bisa berjalan dengan baik dan lancar, serta membawa suka cita bagi kita.\u003C/li>\n\u003C/ol>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Surabaya, 11 November 2020\u003Cbr />\nBerkat Tuhan,\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono\u003C/strong>\u003Cbr />\nUskup Surabaya\u003C/p>","2020-12-01T00:00:00.000Z","ketentuan-pastoral-vii-keuskupan-surabaya","images/Ketentuan_Pastoral_VII_plus_lampiran-3.jpg",{"title":1431,"originalUrl":37,"excerpt":1432,"author":1234,"content":1433,"publishDate":1427,"slug":1434,"imageLink":1435},"Surat Edaran Kemenag No: Se. 23 Tahun 2020","Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di masa Pandemi Covid-19","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/surat-edaran-kemenag-no-se-23-tahun-2020/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_H7SCw1H.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Bahwa kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebiljakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi COVID-l9.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Berdasarkan pertimbangan tersebut dipandang perlu menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi COVID-19. Penerapan panduan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko akibat terjadinya kerumunan tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas umat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Natai.\u003C/p>","surat-edaran-kemenag-no-se-23-tahun-2020","images/Panduan_Dari_Kemenag_ttg_Natal_di_masa_Pandemi-1.jpg",{"title":1437,"originalUrl":37,"excerpt":1438,"author":1234,"content":1439,"publishDate":1440,"slug":1441,"imageLink":1442},"Buku Ibadat Harian Adven Untuk Keluarga","Berdoa Bersama Bunda Maria dan Santo Yosep Menantikan Kedatangan Tuhan","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/buku-ibadat-harian-adven-untuk-keluarga/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_HlsJnkx.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Berdoa Bersama Bunda Maria dan Santo Yosep Menantikan Kedatangan Tuhan.\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>Musyawarah Pastoral 2019 menghasilkan gerak langkah pastoral Keuskupan Surabaya untuk 10 tahun, yang dibagi dalam tema dua tahunan. Dua tahun ke depan yaitu tahun 2021-2022, kita merenungkan dan mendalami tema: Kemuridan. Dalam tema kemuridan ini kita diajak untuk menegaskan kembali jati diri kita sebagai murid-murid Kristus, Sang Guru dan Tuhan. Untuk itu ada dua hal penting yang perlu kita renungkan kembali selama dua tahun kedepan: sejauh mana kita mengenal dan bersatu dengan Kristus, Sang Guru dan Tuhan.\u003Cbr />\nTahun 2021, ditentukan sebagai tahun mengenal Kristus, Guru dan Tuhan. Selama satu tahun ini, kita merenungkan dan menyegarkan kembali pengenalan kita terhadap Kristus, Sang Guru dan Tuhan yang kita imani. Perjalanan rohani Tahun 2021 ini, dilanjutkan pada tahun berikutnya, Tahun 2022 dengan tema, bersatu dengan Kristus, Sang Guru dan Tuhan. Selama setahun kita diajak merenungkan dan menyegarkan kembali kesatuan kita sebagai murid-murid dengan Kristus, Sang Guru dan Tuhan kita.\u003Cbr />\nMasa Adven merupakan pembukaan tahun liturgi Gereja yang baru. Maka di masa Adven tahun ini menjadi pembuka perjalanan rohani kita bersama dalam merenungkan dan menyegarkan kembali&nbsp;pengenalan kita terhadap Kristus, Guru dan Tuhan yang kita imani. Kekhasan masa Adven adalah mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan, dan lebih khusus mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan dalam peristiwa kelahiranNya. Dua orang suci yang pertama kali yang paling mengenal dan paling dekat dengan Tuhan Yesus, terlebih dalam peristiwa kelahiranNya, adalah Bunda Maria dan Santo Yosep. Dalam arti tertentu mereka berdua adalah murid-murid Tuhan Yesus yang pertama. Mereka berdua mengikuti Tuhan Yesus dengan seluruh hidup mereka, maka dalam masa Adven ini, kita berdoa bersama Bunda Maria dan Santo Yosep menantikan kedatangan Tuhan.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>Ibadat Keluarga.\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>Sampai hari ini kita masih ada dalam situasi pandemi. Tentu situasi yang serba terbatas ini juga akan sangat mewarnai perayaan Natal kita nanti. Ini berarti, persiapan kita menyambut kedatangan Tuhan, khususnya dalam peristiwa Natal juga masih terbatas. Dalam situasi pandemi ini kita mungkin masih belum dapat mengadakan pertemuan-pertemuan bersama di lingkungan dan stasi, berkumpul secara meriah merayakan Ekaristi seperti halnya sebelum pandemi, apalagi di daerah-daerah yang masih dalam zona merah pandemi. Situasi hidup yang sudah kita jalani lebih dari 8 bulan terakhir ini, yang tidak diketahui kapan berakhirnya, mengajak kita untuk kembali pada rumah dan keluarga kita masing-masing sebagai Gereja Rumah Tangga (Ecclesia Domestica).\u003Cbr />\nOleh karena itu untuk mengisi perjalanan rohani kita di masa Adven ini, kita beribadat di rumah dan keluarga kita masing-masing. Komisi Keteketik Keuskupan Surabaya menyediakan bahan ibadat keluarga dengan mengikuti bacaan-bacaan Misa harian dan Mingguan selama masa Adven, mulai tanggal 29 November sampai 23 Desember 2020. Dengan ibadat keluarga ini, diharapkan para orangtua menciptakan suasana ibadat yang layak, misalnya memasang salib, lilin Adven, sikap hormat, hening, dll. Selain itu, seluruh anggota keluarga&nbsp;diberi peran yang sesuai, termasuk anak-anak, misalnya membacakan Injil, memimpin doa, mendoakan litani, dll.\u003Cbr />\nTentu ibadat Adven Keluarga tahun 2020 ini dapat juga dipergunakan dalam ibadat Lingkungan dan Stasi. Dan jika ada yang memberi tambahan dalam bahan ini, misalnya dengan doa rosario, doa-doa lainnya atau nyanyian-nyanyian yang sesuai dengan masa Adven, sangat diperbolehkan.\u003Cbr />\nSelamat memasuki Masa Adven, menyiapkan diri serta menghidupkan iman bersama dan dalam keluarga.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cem>Gusti tansah paring berkah.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Surabaya, 18 November 2020\u003Cbr />\nKomisi Kateketik Keuskupan Surabaya\u003C/em>\u003C/p>","2020-11-23T00:00:00.000Z","buku-ibadat-harian-adven-untuk-keluarga","images/IBADAT-HARIAN-ADVEN-2020-Keuskupan-Surabaya-1.jpg",{"title":1444,"originalUrl":37,"excerpt":1445,"author":1234,"content":1446,"publishDate":1447,"slug":1448,"imageLink":1449},"Renungan Harian Anak (REHAN) - November","Edisi November 2020","\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Doa_November_2020-1.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_November2020_1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_November2020_2.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_November2020_3_USnk6mW.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_November2020_3_USnk6mW.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Nov2020_webversion.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/Santo_November_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Intro_02-1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Intro_03.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/Tema_November_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Intro_05.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Intro_04.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Audio REHAN\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1-UuXfStDPr7B7t8KoggEXssAQNoIV3AF/view?usp=sharing\" target=\"blank\">Kata Pengantar&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1JhvrGv79clrSNIjljn-cv9OciwvfIwWt/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Doa November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1a_tpthowwznozgiOOJdAwhdZLCc7pngP/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">01 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ne48O8wCq2SN9clO7AFTBJCgIygwa075/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1XfaPA9Hf1QZMB_t5Lh7WxaM1ZnlHgz0L/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">03 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qlE94k4u03j4bDTHgUS9uKYyWJvL7mvT/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1TT1sTp1F13PRtw0WcV8yNLGojZPtwSoJ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1kRiEoCsmE_vtKBdf3iSMXmdEbWb9Z7gt/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/12zCX9BeYT4z71KREyu-dvgelUaDrgEIX/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1gp-ED36d6MulIkzZBTayev-oYB3DSZWq/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1W5gOVoSoJaVX5z_VJ37TV3t0ukdTyr5x/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1LHocofN2MSyotNt4l-URtN737wWQqa4S/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">10 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1uqPHcszRcV5YPp8gu6bV2onxbZ5FqkPz/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">11 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1blpvMwRNe6xvCknZHGENhLg-V5n_sBaS/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">12 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1eF7ONSpIE9FGrymWVktnlEqlWmJ8BlZ6/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ABYDCYl0N8bsNhrJGlMYVMj18Pd1ZCcG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">14 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ABYDCYl0N8bsNhrJGlMYVMj18Pd1ZCcG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ABYDCYl0N8bsNhrJGlMYVMj18Pd1ZCcG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1j9Vpytz4BJ5tHHGUF0FrqIB1mKXwpwe-/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1vgkRtYELsDQm9mX0ZiaVl-eXOmKYHU2Y/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/19RN2CPooaDpniT-k7zvQtBZQ4Itt2U32/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1O5OSSpih_Dg_om6rHs9NeLfQUUonpxCF/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">20 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1tlkEf1G-GUGumL4Z-8kuf7tQOa8SkdJS/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">21 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1kuGtbMVrtWpHt59wW3H0okPjcWN2VnQE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">22 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1MioLiHXigFtejyVJe1j5XGfT9EN9FZxN/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">23 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1A4ztix-ppl2l3DFpcapAZ1DYeGyEoCjw/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">24 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1yySl8qPw3AGNxwSQ_dP8ivf5L2zYDqjn/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">25 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/18M27WHQSw8oOXUyqMybgzoTxqRqlwGxa/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">26 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle; background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qjNp3fjNqX985nEI0dWBC64ym6I9rm8Z/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">27 November&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-11-01T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-november","images/Tema_November_2020.jpg",{"title":1451,"originalUrl":37,"excerpt":1452,"author":1234,"content":1453,"publishDate":1454,"slug":1455,"imageLink":1456},"Renungan Harian Anak (REHAN) - Oktober","Edisi Oktober 2020","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_Oktober2020_1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_Oktober2020_2.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_Oktober2020_3.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN_Audio_Okt2020_webversion_nqRBCEh.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1898\" src=\"/media/contents/Story_REHAN_Audio_02.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1898\" src=\"/media/contents/Story_REHAN_Audio_03.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1898\" src=\"/media/contents/Story_REHAN_Audio_04.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1898\" src=\"/media/contents/Story_REHAN_Audio_05.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Team_Oktober_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/Tema_Oktober_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/Santo_Oktober_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/IMG-20201015-WA0045.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/IMG-20201015-WA0044.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/IMG-20201015-WA0046.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/IMG-20201015-WA0043.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"1066\" src=\"/media/contents/IMG-20201015-WA0047.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Audio REHAN\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1sQnaDzi0pWsn-8a87XPrUxT2LogEeevb/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Kata Pengantar&nbsp;\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1m279ZasKytgadI-9xRmWz2ob03M6tQur/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Doa Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1KfjhnHuo2rWyS9kf1rCIDuOf2imajGmw/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">01 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1hWbGTiWEUEJxuGXCzIRh7dZlh7wkYRJU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1TCFiknpq4KoQI377WAntj7grOZ60whhu/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">03 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ISMxO8ZkXOoAkNwdqKYCaqbGHSveq2Yk/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1hXcyRrt_rFe8FGhdYgKnTjcTwqeVquZC/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1bpuWc6zjLRJQ4A-IjdGO7bZ7tNUxks3y/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1orOHfWPvjBM1TH4_uW4CjrlCyLr3K0rR/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/114DZ8SLQ2BrGsSgsrhOgNmqTIAc_d6Ro/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ctyXtkqGkmdzfTpmoo5gZRfMGlr9mMAw/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16U3fS5gwxkbsx14KQfyAA8aJZVuP1HGa/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">10 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16U3fS5gwxkbsx14KQfyAA8aJZVuP1HGa/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">11 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/11Q3ukxGVcznwTlaFBTzsyqdjvQ5ejLWj/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">12 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ZXhay15pGWnAoLGy2_arGwvYkBljlipk/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/18Shkm8r_P0Jta-FCoSnZF5gtw0T7p3YE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">14 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1V80aGZxjN7ckhPqsI_T2Y7e_1-rdr6jb/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oQwwmL6YPXMAMLzipWAiX5v_VWtzWvyG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1eQDaxkNZKxO2J1YGS549A63RD2muU0f0/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1WY-bSINZmw6F_ONx6dyREUiSIHn5bera/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Kit7e1dqfALZmN1kopFsaTcazhnxs01o/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1zFTV0o5SZax2bgWJKsJpXtvHbjxhOCBr/view?usp=sharing\">20 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/11eRj9pWU4JZvDGXcRLT33xVFP-to3bAR/view?usp=sharing\">21 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/18e7QoEQxxwapINVXnvcpFjx7xBz16WqK/view?usp=sharing\">22 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/12MtAOB7fXRvsq0WrH7vqT265GeBmLapt/view?usp=sharing\">23 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/16VYpHOJpbOlD-QJi73YLA9dNkxBywMMI/view?usp=sharing\">24 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1zSJmto8I68ZkmEbppgxteo3CF6hCtmr7/view?usp=sharing\">25 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/10rPC6hRszULfTT7Ni2TRWALFm4PM6xfO/view?usp=sharing\">26 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca _blank=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1JPMkRbP94pQE4IxTFv6aEo5imUXxU4gP/view?usp=sharing\">27 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca 137nt5ayy27fmedk7gxgntpshsmahjbco=\"\" _blank=\"\" d=\"\" drive.google.com=\"\" file=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/137nT5Ayy27fmeDk7GxgnTpshsMAhJBcO/view?usp=sharing\" https:=\"\" target=\"_blank\" view=\"\">28 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca 137nt5ayy27fmedk7gxgntpshsmahjbco=\"\" _blank=\"\" d=\"\" drive.google.com=\"\" file=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1yEZ7eQNmRowO_Rbwq3ehuOTYDlGf5IOY/view?usp=sharing\" https:=\"\" target=\"_blank\" view=\"\">29 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca 137nt5ayy27fmedk7gxgntpshsmahjbco=\"\" _blank=\"\" d=\"\" drive.google.com=\"\" file=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1xYLoM0znFIvrP1gn7zgAjZUefqYOjrg6/view?usp=sharing\" https:=\"\" target=\"_blank\" view=\"\">30 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca 137nt5ayy27fmedk7gxgntpshsmahjbco=\"\" _blank=\"\" d=\"\" drive.google.com=\"\" file=\"\" href=\"https://drive.google.com/file/d/1IfxyXsUYMYHhnFSJZMkQO7I_DFjzAzpx/view?usp=sharing\" https:=\"\" target=\"_blank\" view=\"\">31 Oktober 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>","2020-10-01T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-oktober","images/Santo_Oktober_2020.jpg",{"title":1451,"originalUrl":37,"excerpt":1452,"author":1234,"content":1453,"publishDate":1454,"slug":1455,"imageLink":1458},"images/Tema_Oktober_2020.jpg",{"title":1460,"originalUrl":37,"excerpt":1461,"author":1234,"content":1462,"publishDate":1463,"slug":1464,"imageLink":1465},"Renungan Harian Anak (REHAN) - September","Edisi September 2020","\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2dff9deb-4585-471a-905d-b24cd86bd12d.jpg\" width=\"1067\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/1df25c36-ff9b-4deb-903e-15c1b9ea5e54.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_September2020_1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200920-WA0051.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/393eb483-d106-4580-a02d-fca838a7264d.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/11jd4K4hAY_GqHpmnHMlDNvRBUH7IQ_HY/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Rubrik_Tema_September_2020.jpg\" width=\"600\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1juBDqTixrRFATbKdBq17hIi3OMemou6p/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Santo_September_2020.jpg\" width=\"600\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/09-2020_Kuis_kelas_kecil_soal.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/09-2020_Kuis_kelas_kecil_jawaban.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/09-2020_Kuis_kelas_besar_soal.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/09-2020_Kuis_kelas_besar_jawaban.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/09-2020_pengumpulan_kuis.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200920-WA0054.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200920-WA0053.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200920-WA0052.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/IMG-20200920-WA0055.jpg\" width=\"599\" />\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Audio REHAN\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1eqPCiVlPCVCbAMOvZvrDxs5yRqzwUp-O/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Kata Pengantar September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1pzE0O0M0O-tp7DE4wDh9Cawl9-3U8g6D/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Doa September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1KH46M2geMWQvh_uI_tJEfkORX6749hyo/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">01 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1N4thgduwaaRDjm2AnWLxH5HuSQHlO9A-/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1shsb-R-xmbsvm-q3tW32jeOAqWRXT9UF/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">03 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/17PLSdVqeMSV1U9CBWpMTUi3qZoHDv9UH/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Qh7W5xovAb1UshnRJ0mgfRuipf6Kx3x4/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1nbkHtMQMh2N-9jxQJ_ouY-_TaKM_rg4R/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1kq-Zi8V0lBesmbtj4Hc44zY17gunrxx2/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/18KMP9Iq4jDcXfiwgLZDw4RWWG8vqFsgS/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1wqlq8SrrteU3kZml_-I7T7x8ftFSRtGG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1eePJLD8xBw7hy40Ep90zAfYhDL8Ce9qz/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">10 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1RqqSTMsAbEKaY0hEI-3jTnBreIvlC83L/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">11 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1JRQ0iUm4dBruRKlx-R0hoS0hrOSlp-sk/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">12 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1K5s8lAaYPaWAKdE9sCHU72Lhhw0OGtM_/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/10rMIxkX0JJgyjwWWe5msiDdBnU_MWp6s/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">14 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1s7pFvlOMUs6kzI2cG7UG9GhDbO9lPmFZ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1s7pFvlOMUs6kzI2cG7UG9GhDbO9lPmFZ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1s7pFvlOMUs6kzI2cG7UG9GhDbO9lPmFZ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1YlWLZwjDN55mjppv-KOTcQPWdil5nHwJ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1KSrGie6Fk226OJEO1Wz7RlUbS2VcL2Od/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1-erjx18OJxLvkHJz3JIXRGjnj7QrSvGN/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">20 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1KGUthy-RFgJMfbQO0gv-q5rxeaEDGTPk/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">21 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1KGUthy-RFgJMfbQO0gv-q5rxeaEDGTPk/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">22 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/10JmLiOjj3dCwMOvKKchDlxBtzDBlbh1j/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">23 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1hQplU07RncFVBY8iOJ5b2d3P0djf6fYO/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">24 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1mGLeIE1g02AprW3Rt7aka-fYLUtfXXrh/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">25 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/17HtCtPk5iR5-2OR01yAnKvITmWZivp6z/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">26 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1PWua9El8rEF1uqAaLBiuPz5Fe_p6NRJj/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">27 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1M1i2DsxxraNcQuGlZLSSYYw-qf81OS2n/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">28 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1nybuELbYBNjsZiciRQohZBr7_KTF3wBM/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">29 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1nybuELbYBNjsZiciRQohZBr7_KTF3wBM/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">30 September 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-09-30T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-september","images/Tema_September_2020.jpg",{"title":1467,"originalUrl":37,"excerpt":1468,"author":1234,"content":1469,"publishDate":1470,"slug":1471,"imageLink":1472},"Buku Panduan PILKADA 2020","Keterlibatan Umat Katolik Dalam Pilkada","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/buku-panduan-pilkada-2020/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_K82dzf5.jpg\" width=\"400\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Sejak tahun 2015 hampir setiap tahun ada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pada tahun 2020 ini juga ada pilkada. Pada tahun ini pilkada akan berlangsung di 270 daerah yang terdiri dari 9 provinsi, 37 kota dan 224 kabupaten. Berdasarkan pengalaman selama ini, pemilihan kepala daerah bukan sekedar memilih seorang pemimpin atau pejabat tetapi merupakan kesempatan bagi warga bangsa ini untuk menghidupi nilai-nilai demokrasi dan menjunjung tinggi moral serta etika berpolitk. Umat Katolik sebagai bagian dari masyarakat diharapkan terlibat aktif dengan berbagai macam cara sehingga pesta demokrasi dapat berjalan jujur, adil, lancar, dan damai. Di tengah kehidupan berbangsa yang sedang menghadapi pandemi virus korona yang telah meluluhlantakan berbagai bidang kehidupan dan beragam tantangan lainnya seperti Pancasila yang dirongrong oleh para radikalis dan ekstrimis, Bhinneka Tunggal Ika yang digerogoti oleh kekuatan intoleran, umat Katolik bersama dengan elemen masyarakat yang lain turut meringankan beban bangsa tersebut. Dengan terlibat aktif dalam pilkada masyarakat berkesempatan&nbsp;untuk menggunakan hak politiknya tetapi juga turut membidani lahirnya para kepala daerah yang mempunyai wawasan luas dan terobosan untuk membuat masyarakat bangkit dari keterpurukan karena virus korona ini, berani memperjuangkan nilai-nilai keindonesiaan, mengarusutamakan Pancasila dalam berbagai kebijakan, dan menjaga keutuhan bangsa. Terkait dengan pilkada pada tahun ini, Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (Kerawam KWI) mengeluarkan buku panduan dengan judul Keterlibatan Umat Katolik Dalam Pilkada. Buku kecil ini sebagai bacaan dan pegangan para Ketua Kerawam Keuskupan, Paroki, dan umat Katolik pada umumnya dalam menyongsong Pemilihan Kepala Daerah.\u003C/em>\u003C/p>","2020-09-16T00:00:00.000Z","buku-panduan-pilkada-2020","images/Buku-Panduan-PILKADA-1.jpg",{"title":1474,"originalUrl":37,"excerpt":1475,"author":1234,"content":1476,"publishDate":1477,"slug":1478,"imageLink":1479},"BKSN 2020 for Deaf - Mewartakan Kabar Baik Dalam Kesulitan Pahami Iman Dan Diri Sendiri","Untuk Umat Tuli","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"96\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_AvIPVg6.jpg\" width=\"400\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Dalam BKSN untuk Umat Tuli bekerjasama dengan Pastoral Difabel Keuskupan Surabaya yang didalamnya juga ada komunitas PETRUS (Persekutuan Ekaristi Tunarungu Surabaya) juga bekerjasama dengan Frans Dwi Susanto Juru Bahasa Isyarat Jakarta. BKSN untuk umat Tuli ini menjawabi kerinduan Umat Tuli untuk pendalaman iman yang tidak bisa dilaksanakan secara offline dalam masa ini. Maka setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak tentunya yang utama dari Umat Tuli (Surabaya) sendiri, maka terjadilah kesepakatan untuk mengadakan temu virtual zoom.\u003Cbr />\nDalam pelaksanaakan ini kami menggunakan dua cara pertama dengan pertemuan virtual dan yang kedua dengan membuat video Isyarat tiap pertemuan oleh Umat Tuli Surabaya.\u003Cbr />\nHarapan dari kegiatan ini supaya Gereja semakin ramah Difabel dan Umat Tuli semakin terlibat. Selain mengoreksi bahan dan membuat video isyarat, mereka juga akan memandu dalam pendalaman Kitab Suci Virtual ini. Harapan selanjutnya mereka juga terlibat dalam pembinaan lainnya, misalnya menjadi pengajar BIAK Tuli, menjadi pemandu pendalaman iman lainnya, menjadi petugas Liturgi dan sebagainya. Maka diperlukan dukungan dari semua pihak dalam membangun Gereja yang inklusi.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Tema Mewartakan Kabar Baik di tengah Kesulitan pahami iman dan diri sendiri ini mengajak semua memahami bahwa dimasa-masa seperti ini seringkali terutama orang muda mengalami kesulitan memahami imannya dan bahkan juga tentang diri sendiri. Seringkali orang ingin mengikuti trend tanpa\u003Cbr />\nmelihat dampak dan manfaatnya. Kegelisahan iman juga dihadapi dalam masa sekarang, hal ini sama seperti bangsa Israel yang dulu mengalami kesulitan memahami iman dan diri sendiri, sebab mereka menjado bangsa yang di buang ke daerah Babel dan menjadi budak disana. Tetapi dalam kesulitan mereka dan ditempat lain, mereka terus berusaha tunjukan diri mereka kalau mereka bangsa Israel. Dalam perjalanannya tentunya bukanlah mudah, mereka alami penyiksaan, tidak adil, dan lain-lain tetapi mereka berusaha bertahan. Kita juga diajak untuk bertahan dalam situasi zaman yang tidak menentu. Semoga melalui pendalaman Iman Kitab Suci, iman kita jadi kuat dan bisa wartakan kabar baik kepada siapapun.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\nSurabaya, 16 Agustus 2020 Pastoral Difabel &ndash;\u003Cbr />\nKeuskupan Surabaya dan Tim\u003C/p>","2020-09-02T00:00:00.000Z","bksn-2020-for-deaf-mewartakan-kabar-baik-dalam-kesulitan-pahami-iman-dan-diri-sendiri","images/Cover_Bahan_BKSN_2020_-_Keuskupan_Surabaya-1_jVFzUOi.jpg",{"title":1481,"originalUrl":37,"excerpt":1482,"author":1234,"content":1483,"publishDate":1484,"slug":1485,"imageLink":1486},"Renungan Harian Anak (REHAN) - Agustus","Edisi Agustus 2020","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2dff9deb-4585-471a-905d-b24cd86bd12d.jpg\" width=\"1067\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/1df25c36-ff9b-4deb-903e-15c1b9ea5e54.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/KL_Agustus_2020_1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/393eb483-d106-4580-a02d-fca838a7264d.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Team_Agustus_2020.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>\u003Cstrong>Audio REHAN\u003C/strong>\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1oSgMyTFu6Rw80sMxpiJIDFLr9GDa5EFU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Kata Pengantar Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Crp65X9u3e0s38Ol-i-hJ-0IfzO9GlAs/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Doa Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1HI9y2kki7DO3vwDlNWfTCS2jRzcy-qn1/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Santo Lukas\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1ggzJJfHAuDWgcZMnEwy-OVgCQ3GbfWoF/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">01 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1E5RdYI7kxZ0Q-EoG6wOJMkOCiAGv_xee/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1OcIhGfQIRm8McOv3YVYnT8NWMHAQ0sVb/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">03 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1WfFHPUNTplCgZY5n5MIrrIXgFXK_txj4/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1h3o5ExE10ch6MSZ1yYuPIxvlPZugMr__/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1WV7qHfVXktPAk4FKWn2gbG4YmXyyd6lL/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16qWIwSL5eoO2EVTfOYSlcxdkFK5YTqMT/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16qWIwSL5eoO2EVTfOYSlcxdkFK5YTqMT/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1SfAv2bofmKNmUc2Icf1xIDL3KLoBECXD/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1hFthEMkHgbi_jVK7NHSecKfevv00eUz1/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;10 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1pmxzElfU5IET3dHOCzYRBKcmErmHO99m/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;11 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1aHW7_cr7UY_Hfc8Y3A7ejXPl7gKU4ST7/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;12 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1_E8TGvDQ_lkAzlJtxlVLR1jzQXNo91lL/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;13 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Y4UXp_yWf9Evyw0rW8_eViTkZ21nADNb/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;14 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1LgBUV39mqX8B1_wDxpIh9WlYjs3WihB5/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;15 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1NgE2VWCSUP8v-Y7r1cXhp3fuuAnCHuQO/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;16 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Ma2YtIjex7q18X3ZWPsg8MkFMSNp3SEy/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;17 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1fK_vS5L0d1kNOc4gjL5bZNNP-mYveefi/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;18 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1cYF8uML2B-QCZ1EeeJD6Jhc-XnHT5Gnd/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;19 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1eVY6b6FyIYpOlkiISjMPCPxj61nT0FvX/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;20 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1fawPoCXGQNlPhRlmpI5QxzvT7Mr88dI_/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;21 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1n9Wr09hiQhXvNj4l7Kzhy7NwXiCVEP36/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;22 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Jp6i4WH7OQzL823HhEpsfd-yRemX4dDc/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;23 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1hlqPzM2_VW9u-Lna3RHdn6mLfABkDRWs/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;24 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1PTtpmAooHQHLgOalsmzh6vW5dePL53Kv/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;25 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/121Ncbb6eSA13NpKhuQwxy6OyTY30Nmxg/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;26 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1PqDPV1VVy9GSN0oGHypd5AYfM9k5gWwO/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;27 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15FzHnQkEm8VrOJ6a0I6Yqg2P15A2qKCD/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;28 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1_z_8b2YRmHN85g_B_CNhe5aUoGaTGM1h/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">29 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1LRUEFFsrLhM13k2lZU0XUmdeRc1y1THl/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">&nbsp;30 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1wzOgcGhzpQ00QG84PRQU778QdNLiTJbH/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">31 Agustus 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">&nbsp;\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-08-01T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-agustus","images/REHAN_Audio_Agt2020_webversion.jpg",{"title":1488,"originalUrl":37,"excerpt":1489,"author":1234,"content":1490,"publishDate":1491,"slug":1492,"imageLink":1493},"Kebijakan Peribadatan","Paroki-Paroki Di Keuskupan Surabaya","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/kebijakan-peribadatan-paroki-paroki-di-keuskupan-surabaya/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_0I0lJUU.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-07-01T00:00:00.000Z","kebijakan-peribadatan","images/LOGO_KEUSKUPAN_LUbaJGR.jpg",{"title":1495,"originalUrl":37,"excerpt":1496,"author":1234,"content":1497,"publishDate":1498,"slug":1499,"imageLink":1500},"Renungan Harian Anak (REHAN) - Juni","Edisi Juni 2020","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2dff9deb-4585-471a-905d-b24cd86bd12d.jpg\" width=\"1067\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/1df25c36-ff9b-4deb-903e-15c1b9ea5e54.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Doa_Juni_2020_kGwg5Jw.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2020-05-31_at_19.30.52_rYzZk78.jpeg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/393eb483-d106-4580-a02d-fca838a7264d.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/REHAN__Audio_Intro_Juni2020_06_rev1.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"width: 80%;\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>Audio REHAN\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">Kata Pengantar\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">Rubrik Rehan\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">01 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">02 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">03 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">04 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">05 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">06 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">07 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">08 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">09 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">10 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">11 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">12 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15tl8wsHnlf_fc_dr7GtyEFBut3jZrGAq/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1pWfTOP5YBm97cAUezKArZNOnlQABcFqE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">14 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/18yhCmffv_al0wHBnFCbci_AINHxmM-FU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1_79FW6LzteB7VbQrFUEhDmQaTMtNDZ0s/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1saVjGKvwHwV4Yds4IRza8s1gUKvt0833/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1U06Wi1LuzYA_x1RxJBZLb340w9Rbwcvh/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1cE-qySksziltokTA9gz-T5syEgxvwIiE/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1b0OeI9BLytgs2rgGoUsfhzitBCrD6Hbu/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">20 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1s6m06EQcVy0-Vt7I9tbHSuE_WFcWNivM/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">21 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1CUGCT6Lk7NZbYywDxGUiR8XxtFCUArA-/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">22 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1qT9QyO_K-LuqJcgRm6U_uqQOF4J4YfsW/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">23 Juni 202\u003C/a>0\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/14DivOnHWBc7zyn4cglNP_4xyXbl9xG-Y/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">24 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1EPGCNZVG86Td55FhgPNmeqKzMNIeICFC/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">25 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/16ws7nfnHrWIrdJTdBfX95ZelAHkf-inX/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">26 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1lD82heVCkLJisVe2_ERlGGTULYhjw90l/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">27 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/19HdgIMzjSxa5GPvp9EdrZA2EYYYPPWA-/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">28 Juni 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">29 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">30 Juni 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-06-01T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-juni","images/Santo_Juni_2020_0G8iT3A.jpg",{"title":1502,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1504,"publishDate":1505,"slug":1506,"imageLink":1507},"HARI KOMUNIKASI SEDUNIA","Ruang Hening Refleksi Atas Keselamatan Hidup Abadi","\u003Ch3>1. Skala Jarak 5\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Seorang tukang becak dengan satu penumpangnya telah tiba di satu rumah sakit daerah. Jalanan seputaran rumah sakit itu penuh dengan kendaraan. Ia hampir tidak bisa masuk. Ia berusaha terus sampai di depan pintu gerbang masuk rumah sakit itu dengan bebarapa orang tukang becak yang menolong setelah tahu bahwa ia membawa seorang penumpang yang sedang sakit itu. Sampai di depan instalasi gawat darurat, seorang petugas mengataklan bahwa ia tidak bisa memasukkan seirang pasien. Rumah sakit itu sudah penuh; tidak ada ruangan lagi untuk pasien. Dengan rasa kecewa, ia kembali bersama orang-orang tukang becak yang lain yang membawa penumpang itu ke becaknya. Mereka mengikutinya. Penumpang itu masih tidak sadarkan diri. Ia masih bernafas, namun sangat pelan, hampir tak ada denyutnya. Ia mengayuh becaknya ke rumah sakit kedua, diikuti oleh tukang becak yang lain. Rumah sakit itu penuh, demikian pula rumah sakit yang ketiga. Semua rumah sakit yang mereka kunjungi penuh. Rumah sakit berikutnya penuh. Namun, penumpag-pasien itu sempat di periksa oleh petugas medis rumah sakit itu. Pasien itu dinyatakan sudah tidak bernafas lagi. Tanpa mereka sadari, air mata menetes di pipi. Sekujur kaki hingga naik ke kepala terasa lemah. Tugas akhir belumlah selesai. Mereka bangkit. Mereka mengayuh becaknya membawa jenazah dengan kain putih lusuh berkibar di atas becak mereka.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Hari Komunikasi Sedunia: Yesus Berdoa dan Memuliakan Bapa-Nya\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Tahun A/II. Minggu Paskah VII. Warna Putih. Kisah Para Rasul 1:12-14; Mazmur 27:1.4.5-8.9a; I Petrus 4:13-16; Injil Yohanes 17:1-11a.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih, Hari ini adalah hari komunikasi Sedunia...\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yesus berdoa kepada Bapa-Nya. Yesus mempermuliakan Bapa-Nya, supaya Ia dipermuliakan Bapa bagi dunia. Yesus hadir ke dunia mendamaikan semua orang kepada Bapa dalam ikatan cinta kasih Roh Kudus. Yesus mengangkat kembali martabat manusia ke dalam kehidupan kekal. Allah menciptakan Adam dan Hawa. Mereka hidup dalam cinta kasih Allah. Mereka mengenali kehadiran Allah dalam cinta kasih yang menghidupkan sebagai pasangan yang setara dan sepadan. Dosa Adam-Hawa membuat mereka jatuh dalam keterasingan cinta kasih Allah. Mereka tidak lagi mampu mengenali Allah yang setia dan mencintai mereka. Mereka terlempar dari kehidupan kekal: cinta kasih Allah Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Allah adalah Roh. Allah Bapa, Allah Putera, Allah Roh Kudus adalah Roh. Allah Tritunggal Mahakudus menciptakan manusia dengan daya kehidupan cinta kasih. Allah Pencipta mengatasi segalanya: alam semesta seisinya , dan manusia. Yesus Kristus, Allah Putera, yang menjadi manusia mengembalikan kita semua dalam hubungan dengan Allah Bapa-Nya dalam ikatan cinta kasih Roh itu. Hari ini adalah hari komunikasi sedunia. Yesus berdoa untuk keselamatan kita. Yesus berdoa supaya kemuliaaan Allah dinyatakan dalam diri-Nya. Kita ini menjadi milik-Nya. Kemuliaan kita merupakan partisipasi dalam kemuliaan Yesus. Martabat kita dikembalikan di dalam nama Yesus. Cinta kasih pelayanan kurban diri kepada Gereja. Cinta kasih hidup bhakti. Cinta kasih suami-isteri dalam perkawinan dan persetubuhan. Cinta kasih pelayaan kemanusiaan. Cinta kasih dan kesetian itu dinyatakan sebagai ungkapan kehadiran Allah. Sukacita menjadi nyata. Kita menjadi milik Allah. Kita telah disatukan ke dalam ikatan cinta kasih Allah. Kita diberi diberi setetes kemulian Allah. Kita menerima keabadian: mengenal Bapa, melalui Yesus Kristus, dalam kehendak Roh. Dalam Roh, kita berdoa. Dalam Roh, kita menerima kebenaran itu. Roh memampukan kita masuk dalam persekutuan umat beriman sehingga bertumbuh dalam kedewasaan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Komunikasi Mengungkapkan Pesan\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Kemuliaan Allah dinyatakan dalam kebenaran iman. Allah Bapa menciptakan manusia dan mengasihinya. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dalam kemuliaan Roh demi keselamatan seluruh umat manusia. Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus sebagai Penolong Yang Lain menghibur para murid untuk meneruskan pekerjaanpekerjaan ilahi bagi dunia. Maria menerima kabar dari Malaikat Tuhan. Maria memberi nama Anak-nya, Imanuel, yang berarti Allah beserta kita. Maria sungguh bersukacita. Ia bersama Yosef, suaminya, mendidik dan membesarkan Yesus hingga menyelesaikan tugas akhirnya. Maria mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Allah. Para Rasul berkumpul, berdoa, dan saling berbagi. Para Rasul mewartakan Yesus Kristus. Saulus bertobat, namanya menjadi Paulus, dan ia mewartakan Yesus Kristus kepada bangsa-bangsa di luar Yahudi. Komunikasi mengungkapkan pesan keabadian. Pesan kehidupan yang bermula dari surga yang mendamaikan kehidupan dunia. Kebenaran iman dinyatakan bagi dunia. Allah yang menjadi manusia, Yesus Kristus, memberikan cinta kasih-Nya dan menyelamatkan kehidupan di dunia bagi manusia dalam kurban salib. Gereja mewartakan kebenaran iman itu terus-terus menerus sampai akhir jaman. Gereja menghidupkan kenangan itu dalam Perayaan Ekaristi. Gereja hadir menguduskan umat beriman. Inilah kebenaran iman yang kita warisi dari para rasul, murid-murid Yesus Kristus. Sebagaimana Roh menyertai Maria ketika mengandung, ketika Gereja berkarya, ketika Para Rasul memberitakan Injil, Roh yang sama akan menjadi penolong bagi kita dalam hidup, tugas, pelayanan, dan kerjasama saling membantu bagi sesama kita dalam situasi apapun. Bagaimana mewujudkan operasional komunikasi di tengah situasi dewasa ini? Tinggal di rumah. Mengenakan masker. Mengenakan helm ketika naik sepeda motor. Mengenakan jaket dan sarung tangan. Cuci tangan sesering mungkin. Mandi setelah bepergian ke luar rumah. Mendoakan para relawan medis supaya tetap semangat dan tidak menyerah menangani pasien Covid-19. Berbagi rejeki tanpa pamrih. Mengkomunikasikan pesan kehidupan ini perlu terus menerus didengungkan.\u003C/p>","2020-05-26T00:00:00.000Z","hari-komunikasi-sedunia","images/WhatsApp_Image_2020-05-24_at_20.58.05.jpeg",{"title":1509,"originalUrl":37,"excerpt":1510,"author":1234,"content":1511,"publishDate":1512,"slug":1513,"imageLink":1514},"Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus Pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia Yang Ke 54","“Supaya Engkau Dapat Menceritakan Kepada Anak Cucumu” (Kel 10:2)","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"471\" src=\"/media/contents/cerita_kita_Bxw9M7q.jpg\" width=\"1597\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-pada-hari-komunikasi-sosial-sedunia-yang-ke-54/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_Uzfexyj.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-05-25T00:00:00.000Z","pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-pada-hari-komunikasi-sosial-sedunia-yang-ke-54","images/pesan-paus-fransiskus-dan-liturgi-hari-komunikasi-sosial-sedunia-ke-54-minggu-24-mei-2020-2.j",{"title":1516,"originalUrl":37,"excerpt":1517,"author":1234,"content":1518,"publishDate":1519,"slug":1520,"imageLink":1521},"Kuis REHAN 2020","Kelas Kecil & Kelas Besar","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/05-2020_Kuis_kelas__besar_jawaban.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/05-2020_Kuis_kelas__kecil_jawaban_Ikhle5z.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/05-2020_Kuis_kelas_besar_soal.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/05-2020_Kuis_kelas_kecil_soal.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/05-2020_pengumpulan_kuis.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-05-18T00:00:00.000Z","kuis-rehan-2020","images/WhatsApp_Image_2020-04-30_at_11.02.53_oPmaIOf.jpeg",{"title":1523,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1524,"publishDate":1525,"slug":1526,"imageLink":1527},"Yesus Mengutus Penolong Yang Lain","\u003Ch3>1. Skala Jarak 4\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Ia mengambil masker yang terletak di dalam kotak di belakang bangku becaknya. Ia kenakan dan putar balik menuju rumahnya. Sebelum masuk gang jalan menuju rumah ia berpapasan dengan seorang calon penumpang yang ingin belanja. Ia langsung menerima calon penumpang itu ketika bertanya berapa harga naik becak ke tujuannya. Niatan batinnya bukan karena hampir seharian tidak ada penumpang sehingga tidak terjadi transaski. Bukan karena asal dapat pemasukan. Bukan pula karena kasihan. Namun, ia ingin membantu penumpangnya itu karena tidak ada angkutan lain yang berjalan. Ia mangayuh becaknya dengan satu penumpang. Siang itu tidak terlalu panas. Udara segar. tak banyak kendaraan bermotor. Jalanan rame namun tak sebising dan sepadat bulan-bulan sebelumnya. Ia mengayuh semakin cepat karena hampir dekat tujuannya. Ia berhenti di pinggir jalan, dan memberitahu penumpangnya. Tak ada balasan suara, dan penumpangnya tidak turun. Lalu ia turun dari sadelnya dan menyampaikan bahwa sudah sampai. Ia tak bergeming, mata tertutup, dengan cara duduk tegang pada bangku becak, dan kepala agak ke belakang. Tukang becak itu heran. Apakah ia tertidur?! Ia bingung. Lalu ia memberanikan diri untuk menyentuh lengan penumpangnya itu dan membangunkannya. Ia masih diam dan tiadk mau bangun. Tukang becak itu panik dan menduga penumpangnya itu pingsan. Ia berteriak minta tolong namun tidak ada yang berani mendekat. Lalu, ia mengenakan maskernya lalu pergi membawanya ke rumah sakit terdekat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Yesus Mengutus Penolong Yang Lain\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Tahun A/II. Minggu Paskah VI. Warna Putih. Kisah Para Rasul 8:5-8; Mazmur 66:1- 33a.4-5.6-7.16.20; I Petrus 3:15-18; Injil Yohanes 14:15-21.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih, Yesus berjanji kepada para murid... Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, &ldquo;Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia...&rdquo; Yesus mengetahui bahwa para murid kecewa, takut, dan lari ketika ditinggalkan. Yesus menyadari sungguh bahwa para murid akan lari dari kenyataan dan kebenaran ilahi: Ia menderita, wafat, dan bangkit. Yesus menyadari bahwa para murid-Nya belum siap ditinggalkan. Yesus mengetahui iman para murid-Nya. Yesus mengetahui bahwa bakalan para murid akan mengalami ketakutan untuk mewartakan kebenaran iman.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih, Roh Penolong adalah Roh Bapa dan Roh Yesus ... Penolong yang lain adalah Roh Kebenaran. Penolong yang lain adalah Roh Bapa dan Roh Kristus. Yesus berjanji mengutus Roh Penolong kepada para murid untuk melanjutkan karya ilahi. Roh Penolong akan membuka pikiran dan hati para rasul dalam perutusan ilahi di tengah dunia. Roh Penolong membantu para rasul untuk melanjutkan karya-karya Yesus di dunia. Sehingga, para rasul semakin dikuatkan dan berani mewartakan karya penebusan Yesus bagi semua orang. Ketika Yesus pergi, pada saatnya Roh Penolong yang lain menyertai para rasul dalam tugas perutusan dan pewartaan akan kebangkitan Kristus. Roh Penolong memberi kuasa mengajar. Roh penolong memberi kuasa penyembuhan. Roh Penolong memberi kuasa kehidupan bagi para rasul. Roh Penolong memberi penghiburan bagi para rasul. Penolong yang lain itu akan hidup di dalam hati para rasul, demikian pula setelah Yesus pergi, maka Ia tinggal di dalam diri mereka. Paskah itu berarti kehidupan dan kebangkitan iman. Roh Penolong memberi kuasa menguduskan dunia. Kita dipilih menjadi kudus. Kita mewartakan kekudusan. Kita semakin kuat dalam penderitaan. Kita semakin terhibur di dalam kesedihan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Maria Menerima Mesias Mengalami Sukacita\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Orang menerima kabar kesehatan baik secara medis, tak terjangkit wabah covid19, hatinya bergembira. Orang menerima masker hatinya bergembira. Orang menerima sarung tangan hatinya bergembira. Orang menerima nasi bungkus hatinya bergembira. Orang menerima paket sembilan bahan pokok (sembako) makanan sehari-hari hatinya bergembira. Orang yang suka memberi dan berbagi terhadap sesamanya juga mengalami hal yang sama dalam kegembiraan hidup. Orang bergembira karena suatu hal yang terjadi dalam hidupnya ketika saling memberi dan saling menerima. Orang beriman bersukacita berkat kasih karunia Allah yang diterimanya dan takkan pernah hilang dari dalam hidupnya sendiri. Mesias, Sang Juru Selamat, hadir ke dunia melalui Perawan Maria. Maria menerima Allah dalam hidupnya. Berkat Roh Kudus, Maria mengandung Yesus. Maria bersukacita. Sukacita Maria membawa iman bagi semua orang. Maria taat dan setia kepada Allah seumur hidupnya. Kisah para rasul 8:5-8. Filipus memberitakan Mesias di suatu kota di Samaria. Mereka mengalami tanda-tanda dan roh-roh jahat keluar, serta banyak orang menjadi sembuh dari sakitnya. Kota itu bersukacita mengalami pewartaan Mesias dalam hidup Filipus. Mesias adalah Sang Juru Selamat kita semua. Ia hidup dan tinggal di dalam diri kita sebagaimana pengalaman Sang Bunda Maria dan Para Rasul yang diwartakan terus menerus oleh Gereja Katolik. Kita patut berbahagia menerima kegembiraan hidup dalam relasi perjumpaaan dengan sesama: saling berbagi dari kelebihan. Kita juga patut bersyukur menerima sukacita ilahi dalam relasi iman warisan para rasul kepada Allah melalui Sabda, Ekaristi, Komuni Rindu, perjumpaan iman dalam keluarga. Sukacita batin menggerakkan kita saling memberi meskipun sedang berkekurangan. Secara global-dunia, kita mengalami penderitaan diserang wabah penyakit yang mematikan. Secara nasional, kita juga mengalami pandemi Covid19. Sang Mesias yang tinggal di dalam diri kita menggerakkan kita untuk saling berdoa, berdoa, dan berdoa...semoga wabah ini segera berlalu. Sembari demikian, kita juga berbagi dari apa yang kita punya: menjaga diri baik-baik dan menolong sesama.\u003C/p>","2020-05-17T00:00:00.000Z","yesus-mengutus-penolong-yang-lain","images/WhatsApp_Image_2020-05-17_at_13.15.06.jpeg",{"title":1529,"originalUrl":37,"excerpt":1530,"author":1234,"content":1531,"publishDate":1532,"slug":1533,"imageLink":1534},"Kenali Tolak Lapor","Cara untuk tetap aman pada anak","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"5408\" src=\"/media/contents/KENAL-TOLAK-LAPOR-WEB.jpg\" width=\"732\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-05-16T00:00:00.000Z","kenali-tolak-lapor","images/logo_komisi_anak_oiC6Qxc.jpeg",{"title":1536,"originalUrl":37,"excerpt":1537,"author":1234,"content":1538,"publishDate":1539,"slug":1540,"imageLink":1541},"Renungan Harian Anak (REHAN)","Edisi Mei 2020","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2dff9deb-4585-471a-905d-b24cd86bd12d.jpg\" width=\"1067\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/1df25c36-ff9b-4deb-903e-15c1b9ea5e54.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/2c2422fe-7466-43bd-ad76-bc33c771e86a.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/5f8a8415-6a19-46a2-ac62-8ef4b124553c_OQ50ctc.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/393eb483-d106-4580-a02d-fca838a7264d.jpg\" width=\"1066\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2020-05-06_at_12.40.24.jpeg\" width=\"1074\" />\u003C/p>\n\n\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"width: 80%;\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\n\t\t\t\u003Ch3>Audio REHAN\u003C/h3>\n\t\t\t\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">01 Mei 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Pp-IKz5pe0aapLfcoZuvM-SOFiFbKbwU/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">02 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">03 Mei 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1NzN8kgJcsBgYqfHP70Yp5nPqhqKPniRK/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">04 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1GsLqYm9VKXu9v-tcw_8tKUo9aD785Kfh/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">05 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1QMUk_zVqt_0EWL0I1HX5CRRLGgvdGJ0N/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">06 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1rmalPxw1S1tIpXD80-_gtL8xs1zQa6iS/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">07 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15GMzsa7DuNZXX13lBXwDGW_cXSWvkn14/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">08 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1aBgMh8fRUFUjEXKCGTFVg_WnYVKf1mAz/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">09 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/127XF5KU6UsBcRXmEBS9Fqou2XZgfLsJO/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">10 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/17tLKRtgG7oRUBmDm_jw2V6DZHUzyvWHd/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">11 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/19y9_HqsWnHq3Yba5o9KGLa0EdhutRxO8/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">12 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1bO4K0zfJfwYN7XPZKC-i5jmQVDbl-dS3/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">13 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/13Mj8BQkk2o0HgKTWJKopxOBS3JCb4I0C/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">14 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1E34FoXAwlu7bQDKEoI2k342ZuGgpKVCM/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">15 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1UPTS1O09H-CSZEyBaEfJFh_M2USpjM4C/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">16 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/120W281VeSesdVxZeY0D70MIkv6EW8vpO/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">17 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1XFU_jCQlSPMo8X1Pjn0jIlisoA1a89TV/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">18 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/17wm7oXh2pI32RE8treB9xnZ4e9pViziQ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">19 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/15KnqqrGbG1Yuy9KJezhRNR64cNIFrK5L/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">20 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Kvz124jQL8O99-aw1ZpjxePP0nAkQqtg/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">21 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/19_CLRuYibvfyKlwiPZlwvuzkJRwLB6Q4/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">22 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1R5NdJ4kiaRQoKERaxa4PtYSYj6tuJiPy/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">23 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1wkllZg8HvLU1OflBB1Bx1CfCC-crqura/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">24 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1bBCmnfx_YGZQkocQ1Xo6sNXJSsthWdFJ/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">25 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1tQRcYVBZ7sx8wO0mIk6RNlsEtZhY_Lb8/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">26 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/18JntLcJ6gOIlpsr8sWdSsaC4daZa9ax5/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">27 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1vAJofQfnxedj8pee9lU9YXMlR4tPRfi7/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">28 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1kBvB9GE3Gsun8uPg96tv33jIia-SUqz2/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">29 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1lOfVsW6CQrbUUu0TMWwGwndKEngaQ2hs/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">30 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align: center; vertical-align: middle;\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/170PPrI2kyXkqF-k-_zW81PwzuWQN9OQG/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">31 Mei 2020\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>","2020-05-01T00:00:00.000Z","renungan-harian-anak-rehan-bm0htdojaa","images/WhatsApp_Image_2020-04-30_at_11.02.53_t5VmFEO.jpeg",{"title":1543,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1545,"publishDate":1546,"slug":1547,"imageLink":1548},"Senin, 30 Maret 2020  (Ketika dunia dilanda pandemi covid19..)","RD. A. Kurdo Irianto","\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ketika dunia dilanda pandemi covid19,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">&nbsp;sebagian orang berpandangan bahwa virus ini merupakan kutukan Tuhan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">hukuman Tuhan kepada manusia karena dosa-dosa yang telah dilakukannya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Aku sama sekali tidak setuju dengan pandangan ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan itu mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tidak mungkin Sang Mahakasih memberi kutukan atau hukuman. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jika Tuhan senang memberi kutukan atau hukuman, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">pasti sebagian orang yang baik padaNya, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">selalu diberi sinar matahari pasti sebagian orang yang baik padaNya, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">selalu diberi udara yang cukup pasti sebagian orang yang baik padaNya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">&nbsp;selalu diberi peredaran darah yang lancar dalam tubuhnya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tetapi ternyata semua manusia diberi sinar matahari, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">udara, peredaran darah yang lancar, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang baik padaNya maupun yang berdosa padaNya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sekali lagi, aku tidak setuju dengan pandangan covid19 merupakan kutukan dari Tuhan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski demikian, kita dapat belajar tentang dosa dari covid19 ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 tidak terlihat oleh mata manusia, bahkan yang membawa virus itu pun tidak tahu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Demikian pula dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 merusak hidup manusia, bahkan mematikan manusia. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Demikian pula dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 bukan hanya merusak manusia secara pribadi, namun juga merugikan kehidupan keluarga dan banyak orang. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Demikian pula dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 penularannya sangat cepat dan mudah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Demikian pula dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 mempengaruhi sistim ekonomik masyarakat sehingga banyak orang kecil kehilangan nafkahnya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Demikian pula dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita berjuang untuk memutus rantai penyebaran covid19 dengan berbagai cara. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita berjuang dengan berbagai cara melindungi diri dari covid19. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita berjuang begitu keras agar dapat sembuh dari virus covid19.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mengapa kita tidak berjuang memutus rantai penyebaran dosa?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mengapa kita tidak berjuang untuk melindungi diri dari dosa? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mengapa kita tidak berjuang untuk sembuh dari dosa? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan Yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bukalah hati kami agar kami dapat belajar lebih beriman dari situasi pandemi ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sadarkanlah kami setiap waktu bahwa dosa adalah pandemi yang jauh lebih tua dari covid19. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bantulah kami untuk tidak menjadi pembawa dan penyebar dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bantulah kami untuk melindungi diri dari dosa.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bantulah kami untuk sembuh dari dosa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sehingga kami tidak masuk dalam kematian kekal. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>","2020-04-30T00:00:00.000Z","senin-30-maret-2020-ketika-dunia-dilanda-pandemi-covid19","images/pexels-photo-551590.jpeg",{"title":1550,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1551,"publishDate":1552,"slug":1553,"imageLink":1554},"Jumat, 17 April 2020 (Roda ekonomi yang tidak memiliki hati akan tetap terus berputar...)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jumat, 17 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Roda ekonomi yang tidak memiliki hati akan tetap terus berputar.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Karena covid19, putarannya mulai melambat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidak ada belaskasihan dalam dirinya. Apalagi iman.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Semakin lambat dia berputar, semakin banyak yang menjerit kesakitan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka yang menjalankan usaha besar, merasa cemas, selaras dengan melambatnya perputaran\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">roda ekonomi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka yang menjalankan usaha menengah, lebih cemas.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka yang menjalankan usaha kecil, sangat cemas dan mulai lemas.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dari mana mereka dapat menghidupi tenaga kerja yang ikut menjalankan usaha itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sebagian tenaga kerja mulai kehilangan pekerjaannya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukan hanya cemas dan lemas,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">juga gelap pandangan mata harapan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para pekerja keras yang membawa penumpang dan barang di jalanan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">lebih cemas, lebih lemas dan gelap pandangan mata ke depan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Entah sudah berapa ratus ribu, atau mungkin jutaan para pedagang gurem\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">telah lemas jatuh terduduk di pinggiran hidup yang semakin lengang.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di banyak jalan mereka dilarang masuk.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di banyak sekolah, nafkah mereka berhenti ketika anak-anak sekolah dirumahkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mobilitas semakin sempit, bahkan tertutup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Perjumpaan semakin sulit, bahkan sepi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yang dapat diharapkan belaskasih dan solidaritas.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas menjadi kekuatan yang menyatukan dan menggerakkan untuk berjalan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sekalipun tidak secepat dalam keadaan biasa,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">namun menjadi kekuatan yang menyatukan dan menggerakkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas merupakan buah dari iman,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">buah dari takwa kepada Allah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas tidak akan rela sesamanya lapar.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas mengalami, dalam sepiring nasi ada kehendak Allah untuk dibagikan pada\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang lapar.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan Solidaritas tidak akan rela sesamanya tidak terlindungi dari covid19.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas mengalami bahwa dalam selembar kain ada kehendak Allah\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">untuk membuat masker bagi yang tidak mampu mengadakannya untuk diri sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas tidak akan bertahan tanpa kekuatan Allah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas mengalami bahwa dalam setiap doa ada kekuatan Allah,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang menggerakkan untuk mengulurkan pertolongan bagi yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas bermata jernih dan bening.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas tidak pernah menghitung untung rugi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas tidak pernah takut untuk repot dan lelah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Belaskasih dan solidaritas selalu terbuka untuk menjadi saudara bagi siapapun.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">berilah kami rahmatMu sehingga kami memiliki secuil hatiMu yang melimpah belaskasih.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dengan belaskasihMu itu kami dapat mewujudkan solidaritas secata nyata dalam sebungkus nasi,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">selembar masker, sejumlah dana atau apa pun yang lain.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan kami melakukan belaskasih dan solidaritas demi saleh dan baik di mata manusia,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan yang Mahakasih, meski kami sedang berjalan bersama di jalan yang sulit dan susah,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jangan biarkan kami kehilangan ketulusan CintaMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-17T00:00:00.000Z","jumat-17-april-2020-roda-ekonomi-yang-tidak-memiliki-hati-akan-tetap-terus-berputar","images/photo-1526168637801-e9f490d6bc04.jpg",{"title":1556,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1557,"publishDate":1558,"slug":1559,"imageLink":1560},"Kamis, 16 April 2020 (Memang tidak mudah untuk bertahan dalam isolasi diri...)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kamis, 16 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Memang tidak mudah untuk bertahan dalam isolasi diri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sudah berhari-hari berjuang menundukkan kesendirian, kejenuhan, kebingungan dan ketidakjelasan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hidup manusia memiliki aspek yang melekat pada dirinya:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">perjumpaan dengan sesamanya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Allah tidak menciptakan manusia dalam isolasi diri,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tetapi dalam kontak, relasi dan interaksi dengan sesamanya;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">berjumpa dengan banyak orang, meski seringkali menjengkelkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bicara dengan banyak orang, meski seringkali hanya omong kosong, bahkan tidak jujur.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berada di tengah keramaian, kerumunan, meski seringkali terasa sepi dan sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bersama banyak orang dalam peribadatan, meski seringkali dengan wajah dingin dan kaku.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Menghadiri pertemuan, rapat, diskusi, meski seringkali tidak jelas tujuannya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berada dalam kelas bersama guru dan teman-teman, meski seringkali ingin lari dari sekolah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Melakukan transaksi jual beli, meskipun seringkali mengalami kerugian.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hidup manusia pada dasarnya juga merupakan peziarahan, perjalanan yang selalu bergerak.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Rumah seakan menjadi terminal atau tempat pengisian bahan bakar dalam perjalanan panjang.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Selalu menempuh perjalanan, meski sering kali melelahkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berada di jalanan, meski seringkali menghadapi kemacetan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berada dalam kendaraan umum yang berdesakan, meski seringkali asing satu sama lain.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Menunggu giliran perjalanan yang seringkali membosankan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dua hal mendasar dalam hidup manusia:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Perjumpaan dengan sesama dan perjalanan bersama sesama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Namun sekarang harus membatasi diri untuk kedua hal itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Harus tinggal di rumah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dan banyak hal harus dilakukan di rumah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukan hanya sebatas tinggal di rumah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tetapi manusia dipaksa tinggal dalam dirinya sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berhadapan dengan dirinya sendiri,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dengan keaslian dirinya dan segala harapan, kegelisahan, kejenuhan dan luka-luka hidupnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pandemi covid19 mengurung manusia untuk merenungkan ulang,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tentang siapa dirinya dan untuk apa hidupnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Manusia seolah dikunci dari sesamanya yang selama ini memberi makna pada hidupnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Anak-anak yang mestinya tumbuh dalam pergaulan dengan teman-temannya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kini berhadapan dengan ayah ibunya yang tidak selalu menggembirakannya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ayah ibu berhadapan dengan anak-anak, buah cintanya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang tidak jarang menambah tumpukan kejengkelan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berada dalam dirinya sendiri,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">manusia juga berhadapan dengan Tuhannya sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mau mengikuti Tuhan seperti yang diinginkannya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">atau\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mau mengikuti apa yang diinginkan oleh Tuhannya pada dirinya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pilihan yang tidak mudah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dalam kesempitan dan kesumpekan isolasi diri ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sadarkanlah kami bahwa hidup ini merupakan perjalanan kami menuju diriMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hidup ini adalah perjalanan kami pulang kembali kepadaMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Rahmatilah kami, sehingga dalam perjalanan yang tidak mudah ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kami sungguh menemukan kehendakMu atas diri kami.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Nyalakanlah harapan dalam diri kami bahwa kami tidak berjalan sendiri di jalan ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tetapi selalu Kaudampingi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-16T00:00:00.000Z","kamis-16-april-2020-memang-tidak-mudah-untuk-bertahan-dalam-isolasi-diri","images/photo-1559816827-cd6130a58bf7.jpg",{"title":1562,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1563,"publishDate":1564,"slug":1565,"imageLink":1566},"Senin, 13 April 2020 (Dua wajah sekaligus muncul dalam peristiwa kebangkitan....)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Senin, 13 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dua wajah sekaligus muncul dalam peristiwa kebangkitan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Wajah pertama, cahaya yang bersinar dari wajah para perempuan yang menjenguk makam Yesus.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka berjumpa Yesus yang berkata: &ldquo;Jangan takut&rdquo;.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka membawa dan membagikan cahaya itu kepada para murid Yesus lainnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Wajah ke dua, gelap karena ketakutan yang nampak pada wajah para imam kepala dan tua-tua\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yahudi. Mereka diliputi ketakutan yang demikian besar sehingga menyogok para serdadu penjaga\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">makam untuk menyebarkan berita bohong: &ldquo;Kamu harus menyatakan bahwa murid-murid Yesus\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">datang malam-malam dan mencuri jenasahNya ketika kamu sedang tidur&rdquo;.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dua wajah itu tumbuh dan berkembang bersama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Wajah cahaya itu kemudian tampak sangat jelas dalam diri Petrus yang memberi kesaksian tentang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yesus yang bangkit.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Wajah gelap ketakutan ini tampil dalam diri para imam dan pemuka agama Yahudi, yang kemudian\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menindas, mengejar dan menganiaya pengikut Yesus.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski di tengah ancaman ketakutan dan kegelapan, wajah cahaya itu terus berkembang melintasi\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">segala bentuk ancaman dan hambatan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Wajah cahaya itu tidak takut akan kematian.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya itu dibagikan terus menerus tanpa henti melintasi puluhan, ratusan dan ribuan tahun.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dibagikan pada puluhan, ratusan, ribuan, jutaan dan milyaran manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Karena itulah sekarang ini kita merayakan Paskah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Situasi karena pandemi covid19 saat ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">juga berwajah dua.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pertama, ketakutan yang melumpuhkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ke dua, cahaya harapan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski tetap harus mengikuti ketentuan perlindungan diri dengan segala perlengkapannya serta jaga\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jarak, wajah cahaya harapan tetap terus membagikan cahayanya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">30 an anak muda, pada Minggu Paska, setelah mengenakan perlindungan diri seperlunya dan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ketentuan yang telah ditegaskan, mereka pergi keluar memasuki lorong-lorong untuk membagikan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">cahaya harapan bagi mereka yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahwa masih banyak yang memiliki kebaikan yang tidak dilumpuhkan oleh ketakutan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu dibagikan kepada seorang perempuan yang membuka warung di dekat balai RW.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dari warung sederhana itu, dia harus menghidupi kedua anak dan ibunya yang buta. Warung itu\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mendadak sepi. Tidak ada pembeli. Tidak ada pendapatan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu dibagikan kepada seorang penambal ban dan cuci sepeda motor yang juga sepi\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">karena jarang sekali yang lewati jalan itu sekarang ini.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu dibagikan juga kepada seorang ibu yang menumpang di rumah anaknya yang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bekerja sebagai buruh dan mengalami pengurangan jam kerja sehingga tidak dapat lagi membantu\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ibunya itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu dibagikan kepada keluarga-keluarga yang hidupnya dari jualan kecil-kecilan dan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sudah sebulan ini tutup karena tidak ada pembeli.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dan masih banyak lagi yang lain.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu bersinar di mata para ibu dan bapak itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cahaya harapan itu bersinar di senyum tulus para ibu dan bapak itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Paskah yang bebas dari belenggu ketakutan yang melumpuhkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan Terang yang Kaupercayakan kepada kami, padam.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Gerakkanlah kami untuk tidak berhenti membagikan Terang Paskah kepada yang membutuhkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam sinar mata dan senyum tulus mereka, kami berjumpa denganMu yang bangkit.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-13T00:00:00.000Z","senin-13-april-2020-dua-wajah-sekaligus-muncul-dalam-peristiwa-kebangkitan","images/photo-1492176273113-2d51f47b23b0.jpg",{"title":1568,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1569,"publishDate":1570,"slug":1571,"imageLink":1572},"Minggu, 12 April 2020 (Para imam dan pemuka agama sepuhan....)","\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Minggu, 12 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para imam dan pemuka agama sepuhan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">30 keping perak menjadi uang pembelinya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Agama rapuh.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Politik lumpuh.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Masyarakat keruh.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kebenaran runtuh.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Salibkanlah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Salibkanlah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Salibkanlah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia mau menerima kehancuran yang paling hancur.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di ujungnya, ada Keutuhan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia mau mengalami kematian yang paling mengerikan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di ujungnya, ada Hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia mau menyusuri kegelapan yang paling pekat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di ujungnya, ada Terang.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita masih berjalan menjuju Golgotha pandemi covid19.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sebagian teman seperjalanan kita terjatuh dan tidak bangun lagi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Simon Kirene tidak sanggup membangunkannya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Vironika tidak sanggup membersihkan wajahnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di tengah tengah perjalanan menuju Golgotha pandemi covid19,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita merayakan Sang Terang.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dari dalam kematian yang gelap,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">lahir terang yang pelan-pelan usir gelap pekatnya kematian.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pada mulanya Cahaya itu kecil bila dibandingkan dengan luasnya gelap kematian.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski kecil, merasuk perlahan mengusir gelap.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada satu yang ambil terang itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada satu lagi yang juga ambil terang itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dari terang yang diambil itu, dibagikan pada yang lain.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dibagikan, dibagikan, dibagikan pelan-pelan ke semuanya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pekat gelap kematian makin terusir, berganti terang Hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Paskah itu percaya yang membuahkan hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Paskah itu harapan yang memberikan hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Paskah itu kasih yang membawa hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Nyalakanlah Terang itu dalam dirimu dan biarkan bersinar dalam hatimu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di tengah perjalanan mengusir kegelapan covid19,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita bagikan terang percaya itu dalam tindakan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita bagikan terang harapan itu dalam kemurahan hati untuk berkurban,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita bagikan terang kasih itu dalam keberanian yang tulus untuk memberi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan sang Terang Sejati,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">terimakasih karena kami boleh menerima terangMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski kecil, tapi itu TerangMu sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berilah kami rahmatMu sehingga kami mampu membagikan TerangMu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dalam tindakan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dalam kemurahan hati untuk berkurban,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dalam keberanian yang tulus untuk memberi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan TerangMu menyala sebatas lilin belaka.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-12T00:00:00.000Z","minggu-12-april-2020-para-imam-dan-pemuka-agama-sepuhan","images/photo-1528825539566-2bcb5882445c.jpg",{"title":1574,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1575,"publishDate":1576,"slug":1577,"imageLink":1578},"Sabtu, 11 April 2020 (Kita sedang berada dalam budaya kematian:..)","\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Sabtu, 11 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Kita sedang berada dalam budaya kematian:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">ketakutan, sendirian, dingin, duka dan gelap.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Gusti ora sare.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Dia diam-diam pergi keluar meninggalkan rumah ibadat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Dia tidak mau lagi diisolasi dalam agama tertentu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Dengan diam pula Dia bekerja di tengah budaya kematian:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Dalam diri para dokter, perawat, relawan dan para donatur.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi beras, minyak dan gula yang memberi kelangsungan hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi nasi bungkus yang menjadi makanan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi vitamin yang menguatkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi masker yang melindungi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi sanitizer dan disinfektan yang membersihkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi uang yang mengalir sebagai rahmat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan menjelma menjadi apa saja dari mereka yang berbelaskasih dengan tulus.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tuhan tidak berdiri jauh-jauh dari surga.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Tetapi Dia masuk dalam budaya kematian\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Merawat dan menggendong setiap kurban.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Pelan-pelan lahir sinar budaya Hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Gusti ora sare\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Gusti kawula ingkang Mahatresna,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">kawula nyuwun mugi tansah kaparingan berkah kamirahan nDalem.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Sampun kawula tinebihaken saking Panjenengan ingkang tansah makarya tanpa kendhat,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">lan makarya kanthi mendel.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Kersaa ngluwari kawula\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">saking dosa amargi mboten nderek makarya kalian Panjengan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Kersaa Panjenengan tansah ngulungaken asta ingkang suci,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">lan ngentas kawula supados mboten kelep ing budaya kematian,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">ananging nampi Gesang Panjenengan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Lan saget makarya sesarengan Panjenengan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">nyebaraken pepadang sunaring budaya kehidupan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Indonesianya:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Allah kami yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">kami mohon semoga selalu diberi berkat kemurahanMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Jangan sampai kami dijauhkan dariMu yang selalu berkarya tanpa henti\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">dan berkarya dengan diam.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Berkenanlah membebaskan kami\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">dari dosa karena tidak ikut berkarya bersamaMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Berkenanlah Engkau selalu mengulurkan tangan suciMu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">dan mengambil kami agar tidak tenggelam dalam budaya kematian,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">tetapi menerima HidupMu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">Dan dapat berkarya bersamaMu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-left:2.0cm; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Ci>\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">menyebarkan sinar terang budaya kehidupan.)\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/i>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Century&quot;,serif\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-11T00:00:00.000Z","sabtu-11-april-2020-kita-sedang-berada-dalam-budaya-kematian","images/photo-1476873282730-9018f17bdf4e.jpg",{"title":1580,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1581,"publishDate":1582,"slug":1583,"imageLink":1584},"Selasa, 7 April 2020 (Pandemi covid19 ini menyebar kemana-mana,..)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Selasa, 7 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pandemi covid19 ini menyebar kemana-mana,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">lintas desa, kota, negara, benua,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">seolah semua tempat terselimut covid19.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di balik pandemi covid19 ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ada pesan:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersatulah manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Lucuti segala perhiasan agama, ritual dan simbolnya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">temukan hakekatnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Lucuti segala pakaian ideologi, dengan segala sablonan bunga-bunga indah dan jargon-jargonnya,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">temukan nilai dasar yang diperjuangkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Lepaskan segala lapisan identitas dengan segala bungkus dan parfum kepongahannya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">temukan isinya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kelupas segala kulit kepentingan dengan segala tatoo keserakahan dan kerakusan,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">temukan hati nuraninya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kembali masuk dalam hening diri dan dengarkan:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">suara Allah,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">suara hati,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">hati nurani\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi bukan berarti menutup rapat dengan egoisme.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di dalam isolasi ada keheningan yang altruis.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi bukan berarti menutup rapat telinga hati.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di dalam isolasi ada keheningan yang peka suara sesama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi bukan berarti kehilangan Allah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di dalam isolasi ada keheningan untuk mendengarkan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">suara Allah\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">suara hati\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">hati nurani\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang membentuk kita semakin menjadi manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi membuat siang dan malam menjadi gelap,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jika kita berada dalam ketakutan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi membuat ruang gerak terasa pengap,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jika kita berada dalam timbunan emosi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Isolasi membuat lelah,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jika kita mengulang-ulang litani keluhan yang tak putus.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apa artinya berTuhan jika situasi membuat kita menjadi semakin takut, semakin egois, semakin\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">rapuh dan lumpuh.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Lakukanlah tindakan nyata demi:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bangsa yang satu: bangsa manusia\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dengan bahasa yang satu: bahasa cinta manusia\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dengan kesadaran bertanah air satu: bumi manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan yang Mahapengasih\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">di tengah bencana ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">jernihkanlah hati nurani kami\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sehingga kami mampu mendengarkan suaraMu dan menemukan wajahMu pada wajah sesama kami\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-07T00:00:00.000Z","selasa-7-april-2020-pandemi-covid19-ini-menyebar-kemana-mana","images/photo-1527525443983-6e60c75fff46.jpg",{"title":1586,"originalUrl":37,"excerpt":1587,"author":1234,"content":1588,"publishDate":1589,"slug":1590,"imageLink":1591},"YESUS MEMASUKI KOTA YERUSALEM","(Ruang Hening Refleksi Atas Keselamatan Hidup Abadi)","\u003Ch3 style=\"margin: 0cm 0cm 8pt;\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">1. Zona Merah Kota\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/h3>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Kota menjadi sunyi sepanjang hari. Suara-suara buatan menjadi senyap. Alam\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">binatang dan alam tanamanan terdengar sayup-sayup melakukan percakapan yang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">berdesir melalui angin.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Setiap pagi. Kita tahu aktivitas riuh ramai di rumah dan di setiap jalan. Anak-anak\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">terkejut di tempat tidurnya karena dibangunkan secara mendadak. Anak-anak\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">berebut ingin segera ke kamar mandi dengan saudaranya dan ibunya. Suara\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">bersaing saling teriak dari luar maupun dari dalam kamar mandi. Bunyi air yang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">digebyur dengan tergesa-gesa, sampai terkadang lupa meyeka tubuh dengan sabun\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">mandi. Meskipun sudah bersih, namun ketika keluar kamar mandi masih terlontar\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">caci tanpa disengaja, karena suasa terhimpit waktu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Keluar rumah susana jalan sudah ramai aktivitas. Anak-anak saling menyapa\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">ketika mereka saling berjumpa. Canda dan tawa meledak seketika. Apapun bisa\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">bicarakan. Apapun bisa menjadi. Apapun bisa ditertawakan. Wajah-wajah yang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">menghadirkan surga di jalanan menuju ke sekolah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Mereka tak tahu dan bisa jadi tak begitu peduli dengan orang-orang dewasa yag\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">berlalu saling kebut motor untuk segera sampai di tempat mereka bekerja.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Mereka sangat santai menyeberang di jalanan yang semakin padat. Mereka tak\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">menghiraukan deru kendaraan. Mereka tak peduli asap yang semakin tak sehat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Mereka tetap terus berjalan sampai ke tujuan. Kegembiraan anak-anak tak bisa\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">direbut. Di dalam kelas mereka baru duduk tenang karena diperintahkan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Zona merah kota berlaku. Sekarang suasana itu sudah tidak ada.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3 style=\"margin: 0cm 0cm 8pt;\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">2. Minggu Palma: Umat Bersukacita &amp; Mengenang Penderitaan Salib \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/h3>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Tahun A/II. Minggu Palma. Warna Merah. Matius 21:1-11. Yesaya 50:4-7; Mazmur 22:8-9.17-18.19-20.23-24; Filipi 2:6-11; Injil Matius 26:14-27:66 atau 27:11-55. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">kita bersorak, Yeusalem, lihatlah, rajamu... Allah sangat mencintai umat manusia. Yesus menyatakan cinta kasih Allah itu dengan hidup dan ajaran-Nya. Ia sudi menjadi Anak Manusia dan berkenan hadir di dunia dan hidup bersama manusia. Minggu Palma berarti awal pekan suci. Gereja mengenangkan kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus. Gereja mengenangkan cinta kasih Allah yang begitu besar kepada umat manusia. Gereja bersukacita, bersorak-sorai, memuliakan, dan menyembah Yesus Sang Raja yang hadir secara sederhana. Yesus memasuki kota Yerusalem dengan keledai. Penduduk Yerusalem menyambut Yesus sebagai Raja bagi mereka. Mereka melemparkan jubah dan pakaiannya sepanjang jalan dimana Yesus akan melewatinya. Mereka juga membawa daun palma di tangan dan melambailambaikan sebagai tanda sukacita dan harapan mereka telah tiba. Penduduk Yerusalem membenci dan menolak Yesus, di sisi lain. Mengapa? Karena Yesus tidak hadir sebagai raja yang akan memimpin mereka di dunia. apalagi ketika mereka tahu bahwa Yesus dituduh menghujat Allah, dijatuhi hukuman mati, dan memikul salib-Nya ke bukit Golgota (bukit Tengkorak). \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">&nbsp;Yesus lebih dahulu memberikan hidup-Nya ... Yesus lebih dahulu mencintai kita semua. Ia lebih dulu menjadi Hamba yang taat. Ia lebih dahulu setia mewujudkan cinta kasih dan keaatan-Nya. Sehingga, Ia berkenan menjadi Raja yang mulia di kayu salib. Menyembah Yesus dan merayakan bersama Gereja, kita semakin diteguhkan dalam iman yang dewasa, cinta, taat, dan setia kepada-Nya. Iman kita semakin diperbaharui dalam Liturgi Minggu Palma. Sehingga berbuah dalam gerakan iman. Berbuah dalam gerakan iman yang dewasa secara aktual dan sesuai konteks kita sekarang. Artinya? Kita hidup karena Allah di dalam diri kita. Kita hidup untuk orang orang lain dan bukan untuk diri kita sendiri. Masyarakat kita hidup dalam zona merah (COVID-19): tinggal di rumah, bening pikiran, murni hati, jaga jarak pergaulan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3 style=\"margin: 0cm 0cm 8pt;\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">3. Minggu Palma, Umat Tetap Berdoa Melalui Live Streaming \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/h3>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">Yesus memasuki kota Yerusalem, dan bangsa Israel menyambut-Nya sebagai Raja dan Juru Selamat. Yesus menderita siksaan, menderita dengan memikul salib, dan disalibkan, setelah menjalani penderitaan memikul salib, Yesus wafat dan Yesus bangkit. Kita sedang merayakan cinta kasih Allah yang begitu besar kepada umat. Minggu Palma berarti kita menyambut Yesus dengan sorak-sorai memasuki kota Yerusalem. Minggu Palma, sekaligus, kita merayakan dalam duka dan keprihatan bawah Yesus memanggul salib mulai dari Yerusalem hingga wafat-Nya di di bukit Golgota sebagai penyelamatan jiwa-jiwa seluruh umat manusia. Dalam upacara suci, Imam mendoakan dan memberkati daun palma yang kita bawa dari rumah. Kita juga mengenangkan Yesus sebagai Sang Raja dan Sang Juru Selamat. Kita melambai-lambaikan daun Palma di tangan, bernyanyi dengan meriah, menuju ke dalam gereja sebagai kota Yerusalem. Setelah upacara suci, kita membawa pulang dan diselipkan di salib yang ada di ruang tamu. Daun Palma hijau, segar, dan sudah diberkati, mengungkapkan iman akan Yesus. Daun Palma yang lama, kering, dan pudar warnanya melambangkan pudarnya iman dan kesetian kita kepada Yesus Sang Raja dan Juru Selamat kita. Daun palem yang masih segar adalah lambang kesetiaan kita kepada yesus yang diperbaharui. Pada tanggal 05 April 2020, para imam merayakan Ekaristi Maha Kudus tanpa kehadiran umat beriman. Karena situasi zona merah virus COVID-19. Keluargakeluarga berkumpul dan berdoa di rumah di rumah masing-masing; menghindari kerumunan dan semakin cepat menularnya wabah pandemi virus itu . Umat mengikuti Misa Minggu Palma melalui Live Streaming Komsos Keuskupan Surabaya. Ruang Ibadat hendaknya dihias dengan sepantasnya: meja ibadat, salib yang diapit 2 buah lilin bernyala. Salib dan patung ditudungi dengan kain ungu (atau warna lain). Warna Liturgi: merah. Umat merayakan Ekaristi dengan duduk. Keluarga mempersiapkan beberapa helai daun palma atau daun apapun asalkan tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar dan sudah dibersihkan/dicuci untuk digunakan dalam peribadatan. Melalui live streaming, daun palma dipegang, seakanakan sudah diberkati, mendengarkan sabda, meresapi sabda, menerima komuni (rindu), dan berkat perutusan untuk mewartakan sabda penuh sukacita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-04-05T00:00:00.000Z","yesus-memasuki-kota-yerusalem","images/WhatsApp_Image_2020-04-04_at_17.00.11.jpeg",{"title":1593,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1594,"publishDate":1589,"slug":1595,"imageLink":1596},"Minggu, 5 April 2020 (Sabtu sore,....)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Minggu, 5 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sabtu sore,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ada sebuah video menggambarkan para dokter dan tenaga medis yang kelelahan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada yang tidur sambil duduk dengan seperangkat lengkap alat pelindung diri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada pula yang tidur sambil duduk dengan kepala diletakkan di meja.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sebagian lagi tidur dalam semacam rak yang tersusun, masing-masing tidur di raknya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada yang tidur di lantai di atas selembar tikar.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada yang tidur dengan muka ditutupi map.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada lagi yang tidur dengan kepala disandarkan tembok.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dan masih banyak lagi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Menyaksikan itu semua,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">meluap rasa haru, rasa kagum, rasa hormat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hati teriris membayangkan orang-orang yang mencintai mereka menyaksikan perjuangan mereka.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Air mata menetes.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para dokter dan tenaga medis tahu bahwa dengan memasuki medan itu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">nyawa mereka terancam.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tetapi mereka mau demi keselamatan orang lain dan orang banyak.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka tidak mengenal siapa yang dirawat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukan suami, bukan istri, bukan anak, bukan orang tua, bukan saudara sekandung, bukan kerabat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yang mereka tahu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mereka menyelamatkan manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Siapa pun dia, apa pun agamanya, sukunya, status sosialnya, pilihan politiknya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam diri mereka bersinar kekuatan Illahi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Merekalah para beriman:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">memuliakan Allah dengan berkurban demi menolong manusia.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Memuliakan Allah tidak cukup dengan kata-kata doa, ibadat dan kidung haru.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Memuliakan Allah adalah hidup.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hidup yang menemukan mereka yang menderita memiliki martabat yang sama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Karena itu, berani solider dengan mereka yang menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Merasakan apa yang mereka derita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Karena itu, para dokter dan tenaga medis bertindak menyelamatkan mereka.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahkan dengan kehilangan nyawa.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Solidaritas para dokter dan tenaga medis,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">adalah undangan untuk melakukan hal yang sama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidak perlu berbondong-bondong ke rumah sakit.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di sekitar kita, di dekat kita, di depan mata kita,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ada saudara-saudara kita yang juga menderita: kehilangan nafkah dan kesulitan makanan sehari-hari.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidakkah kita merasakannya?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidakkah kita melihatnya?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Solidaritas menolak segala sikap tidak mau tahu dan tidak peduli,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menolak sikap hanya mencari selamatnya sendiri dengan segala alasannya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Solidaritas bukanlah kata-kata wacana indah.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Solidaritas adalah tindakan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Solidaritas menyatukan semua manusia dalam satu iman:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahwa manusia memiliki martabat yang sama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bantulah kami semua menjadi saudara yang bertindak bagi mereka yang menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukalah hati kami menjadi ruang yang mengalirkan belaskasih.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Gerakanlah tangan dan kaki kami untuk berbuat.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","minggu-5-april-2020-sabtu-sore","images/photo-1584467735871-8e85353a8413_3uwf30d.jpg",{"title":1598,"originalUrl":37,"excerpt":1599,"author":1234,"content":1600,"publishDate":1601,"slug":1602,"imageLink":1603},"Panduan Pekan Suci 2020 (Buku Umat)","(Buku Umat)","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/panduan-pekan-suci-2020-buku-umat/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_v2KBAq8.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-04-03T00:00:00.000Z","panduan-pekan-suci-2020-buku-umat","images/01_PANDUAN_PEKAN_SUCI_2020_BUKU_UMAT_Versi_A5-1.jpg",{"title":1605,"originalUrl":37,"excerpt":1606,"author":1234,"content":1607,"publishDate":1601,"slug":1608,"imageLink":1609},"Tata Perayaan Sabda Tanpa Imam","untuk umat yang tidak bisa ikut live streaming","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/tata-perayaan-sabda-tanpa-imam-untuk-umat-yang-tidak-bisa-ikut-live-streaming/\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_HioVhdH.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","tata-perayaan-sabda-tanpa-imam","images/03_TATA_PERAYAAN_SABDA_TANPA_IMAM_untuk_umat_yang_tidak_bisa_ikut_live_streaming-1.jpg",{"title":1611,"originalUrl":37,"excerpt":1612,"author":1234,"content":1613,"publishDate":1601,"slug":1614,"imageLink":1615},"Panduan Pekan Suci 2020 (Buku Imam)","(Buku Imam)","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/panduan-pekan-suci-2020-buku-imam/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_v2KBAq8.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>","panduan-pekan-suci-2020-buku-imam","images/00_PANDUAN_PEKAN_SUCI_2020_BUKU_IMAM_Versi_A4-1.jpg",{"title":1617,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1618,"publishDate":1601,"slug":1619,"imageLink":1620},"Jumat, 3 April 2020 (Di jalan salib, dari rumah Pilatus sampai Golgotha...)","\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">&nbsp;Jumat, 3 April 2020 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di jalan salib, dari rumah Pilatus sampai Golgotha, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yesus berjalan membelah kerumunan manusia yang berdiri di pinggir jalan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pasti ada yang berteriak-teriak membenarkan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahwa yang diderita Yesus itu adalah hukuman dari Allah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada juga yang meratapi, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Karena tahu pasti bahwa Yesus menanggung semuanya itu \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukan karena kesalahanNya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Namun tentu sebagian besar orang yang ada di pinggir jalan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berdiri dalam ketakutan yang besar. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di jalan itu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ada seorang laki-laki sederhana, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bernama Simon dari Kirene. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia dipaksa oleh para serdadu Romawi untuk menggantikan Yesus memanggul salibNya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Simon tidak sanggup menolak paksaan itu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apakah keterpaksaan Simon itu bukan perbuatan baik? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apakah perbuatan baik Simon yang terpaksa itu bernilai bagi Yesus? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Toh Yesus tetap menderita, tetap disiksa, tetap jatuh lagi tertindih salib. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di jalan itu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">juga ada seorang perempuan. Namanya Veronika. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia perempuan tulus dan pemberani. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam kehidupan budaya keagamaan dan kemasyarakatan Yahudi, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">seorang perempuan tidak boleh berdekatan dengan laki-laki yang bukan suami, bukan saudaranya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Lebih dari itu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">peristiwa prosesi hukuman salib Yesus merupakan peristiwa kekerasan politik dan keagamaan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ini merupakan urusan laki-laki. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apa yang dilakukan Veronika sangat besar resikonya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tetapi karena ketulusan belas kasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Veronika menolak tunduk pada ketakutan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dia berani bertindak: Mengusap wajah Yesus yang berdarah dengan sehelai kain. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apakah ketulusan perbuatan baik Veronika itu bernilai bagi Yesus? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Toh Yesus tetap menderita, tetap disiksa, tetap jatuh tertindih salib. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jika perbuatan mereka berdua tidak ada artinya, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mengapa selalu kita doakan dalam ibadat jalan salib? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Perbuatan baik entah dipaksa maupun dengan ketulusan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meskipun kecil, sangat bernilai bagi Yesus yang sekarang ini sedang menderita dalam diri sesama kita. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berilah kami rahmatMu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Agar di jalan salib pandemi ini, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Engkau menemukan kami yang telah menjadi \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Simon dan Veronika yang bertindak mengambil bagian \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">memikul beban dan memberikan selembar belaskasih \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bagi Yesus yang menderita dalam diri saudara-saudara di sekitar kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan kami hanya diam ketakutan tanpa melakukan apapun. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan, tambahkanlah iman kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>","jumat-3-april-2020-di-jalan-salib-dari-rumah-pilatus-sampai-golgotha","images/photo-1573458515702-f2b600bf3f26.jpg",{"title":1622,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1623,"publishDate":1624,"slug":1625,"imageLink":1626},"Rabu, 1 April 2020 (Setiap hari mereka memunguti remah-remah untuk bisa makan hari ini...)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">&nbsp;Rabu, 1 April 2020 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Setiap hari mereka memunguti remah-remah untuk bisa makan hari ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Kebetulan saja hari ini masih bisa memunguti remah-remah nafkah, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">peluang semakin sedikit, makin sempit menghimpit. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Karena dimana-mana ditutup, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">tidak boleh orang keluar masuk. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tanpa perlindungan diri dari covid19 mereka tetap memilih memunguti remah remah nafkah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jika ada fasilitas umum untuk melindungi diri, mereka baru menggunakan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Ingin mengenakan masker namun langka dan harga tak terjangkau. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Ingin memakai hand sanitizer dan disinfektan, juga tak terjangkau. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Ingin buat sendiri bersama-sama yang lain, dimana dapat bahan bakunya? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Yang dapat melindungi diri dari covid19 bukanlah mereka. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tanpa perlindungan diri dari covid19 mereka tetap memilih memunguti remah remah nafkah \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Itu jika masih ada sisa remah-remah nafkah yang dapat dipungut. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jika tidak lagi dapat memungut sisa remah-remah nafkah, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">mereka tinggal di rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Memandang sendu dan nanar anak-anak, istri, suami atau orangtua mereka \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">dengan wajah dan perut yang kosong. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Pasti mereka akan bisa tertolong, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">jika ada yang bersedia mengajak \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">keluarga-keluarga yang masih punya beras 1 kg, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">untuk menyisihkan 1 genggam. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apalagi lebih dari 1 genggam, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">lalu dikumpulkan bersama, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">dan dibagikan kepada mereka, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">pasti mereka akan sangat berterimakasih. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Pasti mereka akan bisa tertolong \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jika ada yang bersedia mengajak \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">keluarga-keluarga memasak 1 nasi bungkus, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">apalagi lebih dari 1 bungkus, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">lalu dikumpulkan bersama, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">dan dibagikan kepada mereka, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">pasti mereka akan sangat berterimakasih. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Terjadilah mujijat penggandaan 5 roti dan 2 ikan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tuhan yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">berkenanlah Engkau mengetuk pintu hati kami lebih keras. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Berilah kami rahmatMu agar kami mendengar ketokanMu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Gerakkan kami untuk membuka hati. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Meskipun rumah kami tertutup, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">jangan biarkan ketakutan-ketakuan menutup hati kami, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga tidak mendengar ketokanMu dalam diri mereka yang membutuhkan bantuan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Bebaskanlah kami dari ketakutan yang membelenggu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga kami berani mengulurkan bantuan alat perlindungan diri bagi mereka dari covid19, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga kami berani mengulurkan beberapa bungkus makan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga kami berani mengulurkan beberapa kilogram beras bagi mereka. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jadikanlah kami 5 roti dan 2 ikan di tanganMu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp cke-list-id=\"0\" cke-list-level=\"1\" style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp cke-list-id=\"0\" cke-list-level=\"1\" style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp cke-list-id=\"0\" cke-list-level=\"1\" style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">A. Kurdo Irianto \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>","2020-04-01T00:00:00.000Z","rabu-1-april-2020-setiap-hari-mereka-memunguti-remah-remah-untuk-bisa-makan-hari-ini","images/pexels-photo-68812.jpeg",{"title":1628,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1629,"publishDate":1630,"slug":1631,"imageLink":1632},"Selasa 31 Maret 2020 (Covid19 memaksa kita untuk mengubah pandangan dan cara hidup...)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">&nbsp;Selasa 31 Maret 2020 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Covid19 memaksa kita untuk mengubah pandangan dan cara hidup. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Yang tadinya dapat dikerjakan di luar rumah, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sekarang harus dikerjakan di dalam rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Yang tadinya berpusat pada suatu lokasi tempat orang berkumpul, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sekarang berubah pusatnya di dalam rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Yang tadinya jumlah berkumpulnya banyak orang menjadi kekuatan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sekarang jumlah akses internet yang menjadi kekuatan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Anak-anak belajar tidak lagi di sekolah, tetapi di rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Para guru juga mengajar dari rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Belanja tidak lagi di tempat belanja, tetapi dari rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Bekerja tidak lagi di kantor, tetapi dari rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Pedagang tidak lagi menawarkan dagangannya di toko-toko, tetapi melalui layar komputer. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Banyak kurban yang harus berjatuhan tanpa tahu salahnya apa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Bahkan ada yang mengatakan: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Kehadiran Tuhan Allah sekarang ini tidak dapat lagi di lockdown di dalam gedung Gereja. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tentu ada sebagian yang menerima dengan terbuka perubahan ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tetapi ada pula yang meratapi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Semua membayangkan apa yang akan terjadi setelah pandemi ini berlalu? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Lepas dari itu semua, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">perubahan ini memberikan tekanan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Semua ada di dalam rumah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Rumah bisa meledak karena berbagai tekanan: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Terutama ekonomis dan psikologis. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Diperlukan kelenturan hati dan kedalaman batin agar dapat mengolah tekanan-tekanan ini. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jika hati keras, akan mudah patah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Jika batin dangkal, akan mudah dan cepat dipenuhi tekanan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Dalam situasi seperti ini, iman kita ditantang. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apa artinya iman dalam situasi penuh tekanan seperti sekarang ini? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman adalah resep untuk menghilangkan tekanan hidup? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman adalah kekuatan untuk mengolah tekanan hidup menjadi energi harapan? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman adalah kepasrahan akan apa yang terjadi? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman adalah kekuatan yang menyatukan untuk berjuang menghadapi segala tekanan hidup? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman menjadi sikap indivudual yang memiliki ribuan alasan pembenar? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Apakah iman itu? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tuhan yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">dalam situasi penuh tekanan ini, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">bantulah kami untuk membentuk rumah kami menjadi rumah iman. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Lembutkanlah hati kami dengan kekuatan IlahiMu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga menjadi ruang yang damai bagi setiap anggota keluarga. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Perdalamlah batin kami dengan kekuatan IlahiMu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">sehingga menjadi ruang yang tenang bagi setiap anggota keluarga. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Tuhan yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">dalam situasi penuh tekanan ini, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">jadikanlah keluarga kami bagian dari masyarakat di sekitar kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">Melalui keluarga kami mengalirlah rahmat belakasihMu ke tengah masyarakat, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">terutama bagi mereka yang menderita dan membutuhkan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp cke-list-id=\"0\" cke-list-level=\"1\" style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp cke-list-id=\"0\" cke-list-level=\"1\" style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">\u003Cspan style=\"color:black\">A. Kurdo Irianto \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>","2020-03-31T00:00:00.000Z","selasa-31-maret-2020-covid19-memaksa-kita-untuk-mengubah-pandangan-dan-cara-hidup","images/pexels-photo-276259.jpeg",{"title":1634,"originalUrl":37,"excerpt":1635,"author":1234,"content":1636,"publishDate":1637,"slug":1638,"imageLink":1639},"Kerinduan Yesus","RD A. Kurdo Irianto","\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tentu Yesus juga ikut merasakan kerinduan umatNya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan yang menyakitkan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pasti Dia juga meneteskan air mata\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Merasakan kerinduan umatNya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Namun Yesus akan lebih sedih Jika umatNya mengabaikan tangisNya bersama: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para penderita covid19 dalam kesendirian dan kesunyian \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para perawat yang kelelahan dan tidak berani pulang ke rumah \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Para dokter yang kelelahan dan tidak berani pulang ke rumah \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">anggota keluarga yang kehilangan kerabatnya karena covid19\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">keluarga para dokter dan perawat yang kehilangan kerabatnya karena covid19 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yesus juga menangis bersama keluarga: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">pedagang kecil di luar pagar halaman sekolah yang telah sekian lama diliburkan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">penjual mainan anak-anak di halaman sekolah yang telah sekian lama diliburkan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">penjual makanan di kantin-kantin sekolah dan kampus yang telah sekian lama diliburkan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">pedagang makanan keliling di kampung dan perumahan yang telah sepi pembeli \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">pedagang sayur, lauk pauk di pasar tradisional mulai sepi pembeli \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">pekerja sederhana di warung-warung kopi dan makan yang ditutup sementara \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sopir angkot, tukang becak, dan ojek online yang semakin sepi meminta jasanya\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dan masih banyak yang lain Penderitaan dan tangis warga masyarakat khususnya yang kehilangan nafkah \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">adalah penderitaan dan tangis Yesus. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Terdengar jelas perintah Yesus: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kamu harus memberi mereka makan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan Yesus yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Engkau merasakan kerinduan kami, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Engkau ikut menangis bersama kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berilah kami kekuatan ilahiMu,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sehingga kami tidak hanya meratap karena kerinduan Ekaristik. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Namun ubahlah kerinduan kami menjadi kekuatan Kasih \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan kerinduan dan ketakuan ini membekukan hati kami.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan doa dan permohonan melumpuhkan hati kami. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukalah telinga hati kami mendengarkan tangisMu \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersama mereka yang ada dalam kesendirian,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersama mereka yang kelelahan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersama mereka yang dirundung kedukaan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersama mereka yang kehilangan nafkahnya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Berilah kami kekuatan ilahiMu, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">untuk menghadirkan Engkau yang penuh kasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">untuk bekerja bersamaMu: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Memberi mereka &ldquo;makan&rdquo;.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>","2020-03-28T00:00:00.000Z","kerinduan-yesus","images/woodland-road-falling-leaf-natural-38537.jpeg",{"title":1641,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1642,"publishDate":1643,"slug":1644,"imageLink":1645},"Jumat 27 Maret 2020 (Saat-saat berada dalam isolasi karena pandemi covid 19...)","\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Saat-saat berada dalam isolasi karena pandemi covid 19 sekarang ini, yang entah sampai kapan, semakin banyak ditawarkan perayaan Ekaristi streaming. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Covid19 ternyata juga mengisolasi perayaan Ekaristi dari kehadiran umat. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Semakin banyak yang mengungkapkan: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sedih dan sakit rasanya tidak bisa secara nyata hadir dalam perayaan Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahkan banyak yang menitikan air mata. Mereka yang merasakan sakit dan sampai menangis adalah mereka yang memiliki kerinduan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang membentuk mereka untuk selalu dan selalu menyiapkan diri dalam merayakan Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang selalu dan selalu membuka telinga hati bagi SabdaNya dalam Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang selalu dan selalu membuka mata hati menatap kehadiranNya dalam Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang selalu dan selalu menyatukan dengan intim hidup sehari-hari dengan kurbanNya yang menyelamatkan jiwa. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang terluka ketika mereka terganggu dengan ketidaksiapan sebagian imam dan umat, ketidakseriusan sebagian imam dan umat, keterlambatan sebagian imam dan umat, ketidakhormatan sebagian imam dan umat terhadap perayaan Ekaristi yang dirayakan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu yang menggerakkan mereka untuk setiap minggu Bahkan setiap hari hadir dalam perayaan surgawi yang dilaksanakan di bumi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Rindu itu sakit, bahkan sampai mengalirkan air mata. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kerinduan itu adalah Rahmat Allah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam isolasi seperti itu, Semakin terasa sakit kerinduan akan Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Semakin terasa menggetarkan Ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yesus yang penuh belaskasih, berilah kami semua rahmat rindu Ekaristi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam situasi isolasi seperti ini, jangan biarkan kami mengisolasi diri dari Ekaristi. Satukan hati kami semua dengan kerinduan yang sama. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam keheningan yang dalam, Terdengar senandung lagu: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Aku rindu akan Tuhan Dalam sakramen terkudus Aku rindu menerima Yesus, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cem>\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Allah manusia.........\u003C/span>\u003C/span>\u003C/em>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:&quot;Times New Roman&quot;,serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt; margin-right:0cm; margin-left:0cm\">&nbsp;\u003C/p>","2020-03-27T00:00:00.000Z","jumat-27-maret-2020-saat-saat-berada-dalam-isolasi-karena-pandemi-covid-19","images/pexels-photo-1264438.jpeg",{"title":1647,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1648,"publishDate":1649,"slug":1650,"imageLink":1651},"Kamis 26 Maret 2020 (Entah sudah berapa dokter, tenaga medis dan relawan..)","\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kamis 26 Maret 2020 \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Entah sudah berapa dokter, tenaga medis dan relawan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang meninggal dunia dalam kesendirian dan kesunyian isolasi karena covid19. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahkan mereka diisolasi dari anggota keluarga yang sangat mencintainya. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Cobalah ikut merasakannya sejenak saja. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tentu mereka mengalami sesak nafas sampai nafasnya terhenti. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mengaduh, siapa yang mendengar? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kesakitan, siapa yang menemani? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Siapa yang mengantar dia melangkah menuju gerbang keabadian? Siapa yang memandikan dia? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Siapa yang dari dekat mendekap dan menangisi dia? Siapa yang memilihkan tempat pemakaman \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">untuk dia? Siapa yang mengantar dia dengan doa ke pemakaman? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidak bisa dibayangkan jika para dokter, perawat dan relawan \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menolak untuk melakukan pengabdiannya itu. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apa yang akan terjadi? \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apa yang menggerakkan mereka sehingga \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mereka bersedia sepenuh hati mempersembahkan dirinya sampai habis dalam isolasi. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bagi mereka, tidak penting apa agama dan apa yang diimani para pasien; tidak penting apa etnis para pasien; tidak penting bagaimana status sosial ekonomi para pasien; tidak penting apakah para pasien pejabat atau penjahat; tidak penting pilihan politik para pasien; tidak penting moralitas para pasien; tidak penting tingkat pendidikan para pasien. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bagi mereka, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang terpenting adalah martabat kemanusiaan para pasien. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam kesendirian isolasi, mereka mencapai puncak hidup beragama. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam keheningan isolasi, mereka memperoleh gemerlap ilahi mahkota hidup beriman: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menghargai martabat manusia, memuliakan Allah. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan Yesus Yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dalam diri para dokter, perawat dan relawan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">aku menyaksikan Engkau bekerja. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam diri mereka, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">aku mengalami: Ekaristi bagi dunia yang dilanda covid19. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski mereka tidak mengenal Ekaristi \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bagiku mereka telah menjadi Ekaristi: \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">hidup mereka dipecah dan dibagikan sampai habis untuk kehidupan banyak orang. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan Yesus Yang Mahakasih, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sekarang ini para imam bersama umatMu merayakan Ekaristi melalui jaringan internet, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menerima komuni dalam kerinduan. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski demikian, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dengan tetap melindungi diri dari virus corona, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dan taat pada ketentuan-ketentuan yang telah ditegaskan, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bantulah para imam dan umatMu menjadi roti yang dipecah dan dibagikan untuk banyak orang, \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang meminta pertolongan tanpa sanggup bersuara; \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang memanggil tanpa kekuatan melambaikan tangan; \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang menangis dalam kesunyian. \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp class=\"Default\" style=\"margin:0cm 0cm 0.0001pt\">\u003Cspan style=\"font-size:12pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"color:black\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto \u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>","2020-03-26T00:00:00.000Z","kamis-26-maret-2020-entah-sudah-berapa-dokter-tenaga-medis-dan-relawan","images/078317300_1583136309-20200301-Kondisi-Rumah-Sakit-Palang-Merah-Wuhan-AFP-3_zK1Jti6.jpg",{"title":1653,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1654,"publishDate":1655,"slug":1656,"imageLink":1657},"Rabu, 25 Maret 2020 (Hari Raya Kabar Sukacita..)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Rabu, 25 Maret 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Hari Raya Kabar Sukacita\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Seminggu yang lalu, 19 Maret, sebagai Gereja, kita merayakan Santo Yusuf.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dan hari ini, 25 Maret kita merayakan Kabar Sukacita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam seminggu ini kita diajak untuk merayakan sepasang kasih tak terpisahkan:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Yusuf dan Maria.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam kesatuan kasih mereka yang suci,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersinarlah Terang pembawa harapan dan sukacita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ketulusan Yusuf memancarkan harapan dan sukacita,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kesetiaan Maria memancarkan harapan dan sukacita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ketulusan menolak segala bentuk ketakutan yang menutup rapat diri sendiri,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dan kesetiaan menolak segala bentuk ketidakpercayaan yang menghancurkan orang lain.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tidak ada ketulusan tanpa kesetiaan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dan tidak ada kesetiaan tanpa ketulusan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ketulusan dan kesetiaan merupakan pintu harapan dan sukacita\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">yang terbuka lebar bagi banyak orang.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Di tengah situasi hidup yang diselimuti pandemi sekarang ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita menyaksikan martir-martir ketulusan dan kesetiaan:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">para perawat, dokter, relawan yang berjuang menembus batas isolasi untuk merawat,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menyembuhkan bahkan mempersembahkan nyawa dalam isolasi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka menjadi lilin yang menyinarkan ketulusan dan kesetiaan yang melelehkan diri sendiri.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Mereka ini dilahirkan oleh kesetiaan Maria dan dirawat dengan ketulusan Yusuf.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Marilah kita tetap mengalirkan ketulusan di sekitar kita,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bagi mereka yang sedang dalam situasi yang terjepit akibat wabah ini: para pedagang sangat\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kecil di seputar sekolah-sekolah atau tempat-tempat umum yang sekarang libur atau kosong;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mereka yang usia lanjut dan sendirian di rumah; mereka yang mengandalkan kerja jasa dan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tidak berpenghasilan tetap; dan masih banyak lagi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Marilah kita tetap melangkah ke depan dengan kesetiaan mengikuti anjuran-anjuran yang\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bernilai bagi banyak orang; setia dengan doa dan ibadat kita meski terasa pedih karena tidak\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">seperti biasanya; berdoa bagi mereka yang terbaring terkena virus dan yang meninggal\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sendirian dalam isolasi; setia menimba rahmat Allah secara pribadi dan dalam keluarga; setia\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tetap belajar di rumah meski tidak mudah; setia melindungi diri dan orang lain dari wabah; dan\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">masih banyak lagi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ketulusan dan kesetiaan memiliki sumber dan asal yang sama:\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"text-autospace:none\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tuhan Allah yang Mahakasih.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:14.0pt\">\u003Cspan style=\"line-height:107%\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2020-03-25T00:00:00.000Z","rabu-25-maret-2020-hari-raya-kabar-sukacita","images/hope_400x400.jpg",{"title":1659,"originalUrl":37,"excerpt":1660,"author":1234,"content":1661,"publishDate":1662,"slug":1663,"imageLink":1664},"Sosial Distancing","Mengapa kita perlu melakukan?","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-1_nMOVMDH.jpg\" width=\"599\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-2_copy_M3WW4EN.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-3_copy_3yC6pCR.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-4_copy_fLKuit2.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-5_copy_0GQCFvD.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-6_copy_JjhyQUw.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-7_copy_X54qff7.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-8_copy_9USKjYh.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-9_copy_GvvIGo7.jpg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Mengapa_Kita_Perlu_Melakukan_Pembatasan_Sosial_Social_Distancing_by_Komkep_KS-10_copy_US1sKre.jpg\" width=\"599\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-03-23T00:00:00.000Z","sosial-distancing","images/logo_komket_keciil_pXGnGKd.jpg",{"title":1666,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1667,"publishDate":1668,"slug":1669,"imageLink":1670},"YESUS SANG TERANG KEHIDUPAN","\u003Ch3>1. Anak-anak Menabung 5\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Bel tanda masuk kelas berbunyi. Anak-anak antri di depan kelas untuk cuci tangan. Riuh ramai sambil bermain air. Bahkan ada anak yang ambil air setangkup di tangan lalu melemparkan air itu kepada teman-temannya. Anak yang lain pun tak mau kalah. Mereka berebut air di kran itu, lalu saling melemparkannya. Ibu guru melihat ulah mereka yang sedang bermain air itu dari jauh. Ia menghampiri mereka. Spontan semburat masuk kelas, meskipun ibu guru tidak menegur mereka. Setelah anak terakhir masuk kelas, ibu guru masuk dan berdiri persis di depan mereka. Ia bertanya siapa yang memulai acara bermain air dan mengguyurkannya kepada teman-teman yang lain. Suara anak-anak kembali ramai dan saling menuding. Kakak angkat tangan dan menyampaikan bahwa ia melakukannya juga dan itu terjadi karena ada yang lebih dulu melemparkan air itu kepadanya sampai kena mukanya. Ibu guru diam, tak menanggapi. Lalu di bagian belakang, terdengar suara, bukan saya bu guru... suara-suara mulai bermunculan dari anak-anak saling membela diri. Ibu guru menengahi mereka. Ia mengatakan cukup untuk saling membela diri. Sekarang, kita harus mulai menyadari bahwa bermain air sebaiknya tidak dilakukan lagi. Air ini masih bisa dipakai untuk mencuci tangan, cuci kaki setelah olah raga, cuci muka bagi yang ngantuk di kelas, untuk cuci lap yang kotor. Kita harus menghemat penggunaan air. Kita beli supaya ada air, maka minimkanlah biaya &amp; berhematlah!\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Prapaskah IV: Yesus Sang Terang Kehidupan Tahun A/II.\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Hari Minggu Prapaskah IV. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: I Samuel 16:1b.6-7.10-13a; Mazmur 23: 1-3a.3b-4.5.6; Efesus 5:8-14; Injil Yohanes 9:1-41.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>kita membutuhkan cahaya dalam hidup... Fajar pagi tanpa matahari, maka dunia menjadi gelap. Malam hari tanpa cahaya bulan dan lampu, maka dunia dan seisi rumah akan menjadi gelap. Memasak, mencuci, mandi, dan membersihkan seluruh ruangan rumah, kita sangat membutuhkan adanya penerangan dari sinar matahari atau cahaya lampu rumah. Membaca buku, tulisan bisa terbaca karena ada cahaya. Betapa kita sangat membutuhkan sinar dan cahaya dalam kehidupan kita. Sehingga, kita bisa melakukan aktivitas keseharian dibawah terang cahaya.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Yesus adalah cahaya terang hidup rohani kita... Yesus bersabda bahwa Akulah terang dunia. Yesus menyembuhkan orang yang sakit buta sejak lahir. Orang buta itu sembuh. Ia bisa melihat terang di sekitarnya. Orang buta yang sembuh itu juga bisa melihat Yesus. Lalu orang itu bersaksi tentang Yesus. Ia percaya Yesus. Namun, orang-orang Farisi menolak itu dan tidak percaya. Orang-orang Farisi mencari-cari kesalahan Yesus. Mereka menentang Yesus. Mereka membenci Yesus. Mereka menolak Yesus menyembuhkan orang buta itu. Orang Farisi menyatakan tindakan Yesus adalah pelanggaran berat terhadap hari Sabat dalam hukum agama Yahudi. Yesus telah menyembuhkan orang yang sakit buta sejak lahir. Orang yang disembuhkan itu menjadi percaya kepada Yesus, bahkan ia menyebut Yesus sebagai Tuhan dalam imannya. Yesus menegaskan bahwa aku datang ke dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>orang yang percaya mendapatkan terang itu... Orang yang hidup dalam terang maka ia akan sampai iman kepada Yesus. Orang yang hidup dalam kegelapan, maka ia tidak akan bisa menerima Yesus. Penghakiman dan hukum itu sudah terjadi dengan sendirinya. Orang yang menerima terang cahaya itu menyinari hidupnya, demikian pula sebaliknya.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Ketentuan Pastoral Keuskupan Surabaya Terkait Virus Corona&nbsp;(Covid 19)\u003C/h3>\n\n\u003Cp>MISA UMAT Misa Harian &amp; Misa Mingguan 21 Maret 2020 &ndash; 3 April 2020 DITIADAKAN\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Romo, Suster, Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, Salam Damai Kristus.. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Berdasarkan surat edaran dari Kesukupan Surabaya yang diterbitkan pada 21 Maret 2020, maka; Meniadakan Perayaan Ekaristi harian dan mingguan serta kegiatan lain yang mengumpulkan keluarga-keluarga atau pribadi umat dalam satu tempat, gedung gereja, atau kapel di wilayah Keuskupan Surabaya. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Keputusan ini berlaku mulai hari ini tanggal 21 Maret 2020 sampai 3 April 2020. Sekian. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Terima kasih. Salam dan Doa. Tuhan Yesus memberkati. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>Doa Komuni Batin Yesus,\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Maha Kudus, Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurang secara rohani ke dalam hatiku. Seolah-olah Engkau telah datang, aku memeluk-Mu dan mempersatukan dirikusepenuhnya kepada-Mu; jangan biarkan aku terpisah dari pada-Mu. Amin.\u003C/em>\u003C/p>","2020-03-22T00:00:00.000Z","yesus-sang-terang-kehidupan","images/WhatsApp_Image_2020-03-22_at_10.18.44.jpeg",{"title":1672,"originalUrl":37,"excerpt":1673,"author":1234,"content":1674,"publishDate":1675,"slug":1676,"imageLink":1677},"Panduan untuk mengikuti misa live streaming","petunjuk misa online","\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2020-03-21_at_21.16.18.jpeg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2020-03-21_at_21.16.20.jpeg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2020-03-21_at_21.16.21.jpeg\" width=\"600\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-03-21T00:00:00.000Z","panduan-untuk-mengikuti-misa-live-streaming","images/logo_komket_keciil_mN5pjya.jpg",{"title":1679,"originalUrl":37,"excerpt":1680,"author":1234,"content":1681,"publishDate":1682,"slug":1683,"imageLink":1684},"Standar Pendampingan Anak","Level, struktur, dan formasi dari praktek / tindakan dan kualitas pendampingan anak","\u003Cdiv class=\"WordSection1\">\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-1.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-4_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"360\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-5_copy_BUiT1vX.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-6_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-7_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-8_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-9_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-10_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-11_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"345\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-12_copy_lgqyGkD.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-13_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-14_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-15_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-17_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-18_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-19_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-20_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-21_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-22_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-23_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-24_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-25_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-26_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-27_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-28_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-29_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-30_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-34_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-35_copy.jpg\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-36_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-37_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-38_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-40_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-41_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-42_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-43_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-44_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-45_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-46_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-47_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-49_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-50_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-51_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/BUKU_STANDAR_PENDAMPINGAN_ANAK-52_copy.jpg\" width=\"422\" />\u003C/p>\n\u003C/div>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1sjpxRlxqKJEwP9uBPipBBbWuSKJPYzDc/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"98\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_XkAeVHK.jpg\" width=\"408\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-03-18T00:00:00.000Z","standar-pendampingan-anak","images/logo_komisi_anak_dbAwlNS.jpeg",{"title":1686,"originalUrl":37,"excerpt":1687,"author":1234,"content":1688,"publishDate":1689,"slug":1690,"imageLink":1691},"Hallo namaku Corona Virus..","Penjelesan pada anak- anak mengenai Corona Virus","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-1.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-2.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-3.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-4.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-5.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-6.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-7.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-8.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-9.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-10.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-11.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"600\" src=\"/media/contents/Child_Friendly_Explanation_of_Coronavirus_ID-12.jpg\" width=\"376\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-03-16T00:00:00.000Z","hallo-namaku-corona-virus","images/korona.jpg",{"title":1693,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1694,"publishDate":1689,"slug":1695,"imageLink":1696},"YESUS SANG AIR KEHIDUPAN","\u003Ch3>Anak-anak Menabung 4\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Jam istirahat sekolah, anak-anak keluar kelas. Ada yang langsung berhamburan menuju lapangan. Ada yang pergi ke toilet. Ada pula yang pergi ke perpustakaan. Ada juga yang sedang berjalan dengan santai menuju kantin. Kakak bersama dengan dua sahabatnya menuju bangku di bawah pohon. Mereka duduk sambil bercerita. Sahabat pertama membuka nasi bungkus yang telah dibawanya sejak dari rumah. Ia menawarkan kepada dua sahabat yang lain, namun menerak tidak mau. Justru mereka mempersilahkan dia untuk makan apa yang telah dibuka dan disantapnya satu kali masuk ke mulut. Sahabat kedua memberi masukan sebelum makan sebaiknya cuci tangan lebih dulu, supaya bersih tangan dari kuman dan bakteri. Kakak mengiyakan dan menegaskan, karena sumber penyakit, kata guru dan orang tua, bersumber dari kebersihan kita sendiri. Jika tidak bersih, tubuh mudah terkena penyakit. Sebelum melanjutkan makannya, maka ia pergi untuk cuci tangan. Kakak ditanya mengapa tidak makan di jam istirahat. Ia menceritakan bahwa ia masih kenyang karena sarapan, lalu pulang sekolah baru makan siang. Ia tidak lagi ke kantin karena semua uangnya ditabung. Kakak belajar berhemat. Baginya sudah cukup sarapan pagi. Tubuh juga masih kuat menahan lapar sampai makan siang. Ia menceritakan komitmennya itu bersama dengan adiknya: menabung uang jajan di celengan rumah, setelah penuh dibagikan untuk orang yang tidak punya.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>Prapaskah III: Yesus sang Air Kehidupan\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Tahun A/II. Hari Minggu Prapaskah III. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: Keluaran 17:3-7; Mazmur 95: 1-2.6-7.8-9; Roma 5:1-2.5-8; Injil Yohanes 4:5-42. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Para murid sedang membeli makanan di kota, sedangkan Yesus karena lelah berhenti di suatu sumur untuk minta minum kepada perempuan Samaria. Perempuan itu terkejut karena ia seorang samaria, sedangkan Yesus orang Yahudi. Dua suku ini tidak saling menyapa. Yesus justru memberikan tempat bagi orang Samaria dan bagi perempuan itu. Ia mau bergaul dan mau meminta air kepadanya. Yesus membongkat sekat-sekat keagamaan dan kesukuan. Perempuan itu berbicara tentang air yang bisa menghilangkan dahaga. Sedangkan, Yesus berbicara air yang takkan membuat orang mati setelah dia meminumnya. Yesus adalah air kehidupan. Dalam percakapan itu, perempuan itu mengenal siapakah Yesus ketika Yesus meminta supaya suaminya diminta datang. Yesus mengatakan dulu ia mempunyai lima suami, dan sekarang yang ada padanya bukan suaminya. Perempuan Samaria mengalami transformasi dalam dirinya. Ia mengetahui Yesus, dan percaya kepadanya. Maka, perempuan itu tidak segan-segan menceritakan pengalaman dirinya dan bahkan meminta air kehidupan kepada Yesus.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Allah sungguh mengasihi semua orang. Yesus sangat ramah kepada perempuan Samaria itu. Yesus memutus sekat-sekat laki-laki dengan perempuan. Yesus menyatukan pergaulan orang Samaria dan orang Yahudi. Dalam teks Yohanes 7:38 Gereja mewartakan bahwa &ldquo;Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.&rdquo; Yesus selalu menunggu kita bertobat. Orang yang percaya kepada Yesus, maka ia akan bertumbuh dalam iman. Ia akan bertumbuh sebagai murid-murid Kristus yang hidup dalam kedewasaan: tidak egois, namun terbuka dalam setiap pergaulan dan persekutuan hidup menggereja. Ia mengalirkan air kehidupan bagi yang lain.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>Seteguk Air, Menghadirkan Kehidupan\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Seteguk air di padang gurun, cukuplah melepaskan dahaga. Surga terasa di bumi. Tenaga diupulihkan untuk kembali melakukan perjalanan sebagai musafir di bumi merasakanan nikmat kehadiran Allah Sang Sumber Air Kehidupan ilahi bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Tanpa air kita bisa mati. Tanpa Allah yang campur tangan dalam kehidupan kita, maka kita pun bisa mati selamanya, sehingga hidup tanpa cinta dan kasih sayang Allah. Allah bisa murka bila kita mengabaikan campur tangan-Nya dalam kehidupan kita. kita menyadari hal itu dalam kehidupan manusia, seperti pengalaman Musa, Harun, dan Bangsa Israel di padang gurun. Dalam teks Kitab Bilangan 20:1-13.22-29 dan teks Kitab Ulangan 29:5. Bangsa Israel dipimpin oleh Musa pergi dari tanah Mesir menuju tanah perjanjian, Kanaan. Mereka melewati padang gurun. Mereka berada di padang gurun selama 40 tahun. Mereka kehausan. Mereka mulai lelah dan payah. Mereka merasakan kehausan begitu luar biasa, hampir mati. Mereka bersungut-sungut. Mereka marah kepada Musa, dan harun, dan meminta tanda kehadiran Allah yang menolong mereka. Musa dan harun berdoa di hadapan Bait Allah. Allah mengabulkan doa-doa mereka. Allah meminta semua bangsa Israel berkumpul di depan bukit batu dan berkata cukup air akan keluar dari padanya untuk memberi minum umat itu serta ternaknya. Kemudian Musa dan harun melakukannya. Setelah peristiwa itu terjadi, Allah murka kepada Musa dan Harun, dan bukan kepada bangsa Israel. Mengapa demikian? Musa dan berdosa kepada Allah. Tuhan Allah berfirman: karena kamu tidak percaya kepada-ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan umat Israel ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka. Masa Prapaskah merupakan masa pertobatan. Kita berbalik kepada Allah supaya semakin percaya, semakin beriman, dan bertumbuh. Yesus Sang Air Kehidupan mengalir dalam diri kita melalui Sakramen. Daya rahmat ilahi mengalir dalam tubuh kita melalu Sakramen yang telah kita terima dan tinggal tetap pada tubuh kita. Sakramen menjernihkan pikiran, memurnikan batin, kehendak tulus menurut Allah.\u003C/em>\u003C/p>","yesus-sang-air-kehidupan","images/WhatsApp_Image_2020-03-14_at_22.54.02.jpeg",{"title":1698,"originalUrl":37,"excerpt":1699,"author":1234,"content":1700,"publishDate":1701,"slug":1702,"imageLink":1703},"Protokol Aksi Kesiapsiagaan COVID-19","Caritas Indonesia","\u003Ch3>\u003Cstrong>I. Pengantar\u003C/strong>\u003Cbr />\n&nbsp;\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Pada 30 Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan COVID-19 sebagai kondisi darurat kesehatan masyarakat secara internasional. Tersebarnya virus Corona secara global ini diakibatkan karena penularan dari manusia ke manusia yang terus meningkat di luar wilayah China tempat pertama kali virus ini ditemukan di wilayah Wuhan. Maka dari itu, WHO mendeklarasikan virus ini sebagai pandemik di level global.\u003Cbr />\nSampai dengan saat ini, Pemerintah Indonesia masih memandang COVID-19 sebagai penyakit yang berpotensi mewabah. Hal itu didasarkan bahwa penyebaran penyakit ini masih bisa ditanggulangi di level nasional. Melihat banyaknya temuan kasus baru di Indonesia, maka tidak menutup kemungkinan level penyebaran COVID-19 akan dinaikkan menjadi level yang lebih tinggi.\u003Cbr />\nMelihat kondisi sebaran COVID-19 secara global dan nasional, serta belum adanya pengobatan atas virus ini, maka Caritas Indonesia menimbang situasi terburuk yang mungkin terjadi di Indonesia seperti:\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cul>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Dilarangnya kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar di ruang publik dan adanya pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah.\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Dilarangnya individu dengan gejala mirip flu (misalnya batuk dan demam) berada di tempat umum.\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Tidak beroperasinya berbagai moda transportasi transportasi umum karena berpotensi memperluas penyebaran COVID-19;\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Pelayanan dan penanganan kesehatan tidak lagi mampu mengantisipasi penyebaran COVID-19;\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Seluruh staf Caritas Indonesia diwajibkan bekerja dari rumah masing-masing karena dikhawatirkan terpapar oleh COVID-19;\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>- Siklus perekonomian dan pasar sebagai pemasok rantai kebutuhan hidup masyarakat terganggu, dan\u003C/em>\u003C/li>\n\t\u003Cli>\u003Cem>\u003Cem>- Ketersediaan alat perlindungan diri terhadap COVID-19 yang semakin menipis karena diprioritaskan untuk kepentingan medis.\u003C/em>\u003C/em>\u003C/li>\n\u003C/ul>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka Caritas Indonesia menyusun Protokol Aksi Kesiapsiagaan ini dengan maksud mengantisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan kerja Caritas Indonesia dan memberikan sebaran informasi yang baik dan akurat tentang COVID-19 kepada jaringan Caritas Keuskupan di Indonesia. Dengan langkah antisipatif ini, diharapkan Caritas Indonesia memberikan informasi dan perlindungan yang maksimal kepada Anggota Yayasan Caritas Indonesia, para staf, keluarga, staf dan relawan di jaringan Caritas Keuskupan di Indonesia dan mereka yang kita layani.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Ch3>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>II. Protokol Kesiapsiagaan\u003C/strong>\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>1. Tindakan Manajemen Kantor Caritas Indonesia\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cem>a. Mengidentifikasi staf yang memiliki risiko tinggi keterpaparan yang dilihat dari riwayat perjalanan, riwayat kesehatan, dan kegiatan sosial di luar kantor yang berisiko melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan memberikan ijin untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila dirasa ada tanda-tanda terpapar COVID-19.\u003Cbr />\nb. Memastikan semua staf yang beroperasi di kantor dan yang sedang atau kembali dari perjalanan dinas tidak memiliki gejala COVID-191.\u003Cbr />\nc. Mengidentifikasi dan memantau berita yang terkait dengan pembatasan perjalanan internasional, regional, nasional, dan lokal termasuk di dalamnya pembatalan penerbangan, penutupan perbatasan (lockdown), dan indikator lain yang dapat mempengaruhi pelayanan Caritas Indonesia.\u003Cbr />\nd. Menunjuk Staf Komunikasi dari Unit ER-DRR untuk menanggapi pertanyaan perihal wilayah risiko tinggi, individu berisiko tinggi (penularan, pencegahan, gejala, dan perawatan di rumah, ke mana mencari perawatan, dan kesiapsiagaan) ketika berada di luar jam kerja, atau wilayah pelayanan.2\u003Cbr />\ne. Kantor wajib menyediakan alat perlindungan diri, seperti hand sanitizer dan masker, bagi staf untuk mencegah penyebaran COVID-19 utamanya di lingkungan kantor.\u003Cbr />\nf. Mengidentifikasi Rumah Sakit rujukan beserta nomor telpon darurat / hotline di sekitar kantor Caritas Indonesia atau daerah lain ketika staf sedang berada dalam perjalanan dinas dan tidak diperbolehkan untuk kembali ke kantor karena alasan-alasan di atas.\u003Cbr />\ng. Merekomendasikan staf kantor Caritas Indonesia untuk memeriksakan diri ke Rumah Sakit setelah melakukan perjalanan dinas internasional dan domestik utamanya ke daerah terpapar dan memberikan waktu isolasi/karantina untuk tidak berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari dan bekerja dari rumah\u003Cbr />\nh. Meningkatkan frekuensi untuk membersihkan lingkungan kantor dan memastikan staf kebersihan menggunakan cairan desinfektan dan perlengkapan penunjang kebersihan lainnya.\u003Cbr />\ni. Staf Komunikasi ER-DRR memberikan informasi-informasi terkini tentang COVID-19 dan kegiatan kesiapsiagaannya di Indonesia, melalui berbagai macam media komunikasi dan informasi, kepada para mitra di Jaringan Caritas Keuskupan di Indonesia dan jaringan Caritas Asia serta Caritas Internationalis secara regular.\u003Cbr />\nj. Staf Komunikasi ER-DRR memberikan informasi-informasi terkini tentang COVID-19 dan kegiatan kesiapsiagaannya di Indonesia, melalui berbagai macam media komunikasi dan informasi, kepada para mitra di Jaringan Caritas Keuskupan di Indonesia dan jaringan Caritas Asia serta Caritas Internationalis secara regular.\u003Cbr />\nk. Unit ER-DRR melalui staf Komunikasi Unit memberikan rekomendasi kepada manajemen berdasar keputusan Pemerintah Pusat maupun Provinsi apabila ada potensi penyebaran yang masif sehingga manajemen bisa mempersiapkan administrasi dan kepentingan kantor/Yayasan lain agar tetap bisa beroperasi secara remote.\u003Cbr />\nl. Manajemen memberikan protokol remote working ketika lockdown diberlakukan.\u003C/em>\u003Cbr />\n&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>2. Perlengkapan Kesehatan\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>Kantor Caritas Indonesia wajib untuk menyediakan perlengkapan kesehatan untuk mencegah tersebarnya COVID-19, seperti : cairan pembersih tangan (Hand sanitizer), masker, sarung tangan, vitamin untuk daya tahan tubuh dan perlengkapan lainnya yang dianggap penting untuk disediakan.\u003Cbr />\na. Perlengkapan seperti Hand sanitizer, masker dan sarung tangan disediakan di kantor dan dapat dibawa sewaktu-waktu apabila staf diperlukan untuk melakukan perjalanan dinas.\u003Cbr />\nb. Hand sanitizer tersedia di seluruh ruangan lantai 1 s/d 4 dan bagi staf yang menggunakan perlengkapan di luar cairan pembersih tangan/Hand sanitizer diwajibkan untuk mengisi logbook yang disediakan.\u003Cbr />\nc. Perlengkapan tersebut selalu diperiksa kondisinya, terkait dengan tanggal kadaluwarsa, dan segera diisi kembali apabila sudah habis digunakan.\u003C/em>\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cstrong>3. Kesiapsiagaan Staf (Orang per Orang)\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>a. Setiap staf wajib mencuci tangannya dengan sabun selama minimal 20 detik dengan air mengalir sebelum mulai bekerja dan sebelum menyentuh perangkat kerja kantor yang berpotensi menjadi media penyebaran COVID-19.\u003Cbr />\nb. Staf yang mengalami batuk, flu dan demam sebaiknya memeriksa kesehatannya ke fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan kebijakan dan ketentuan yang berlaku.\u003Cbr />\nc. Staf yang sedang batuk dan flu, harus menggunakan masker selama jam kerja/kantor.\u003Cbr />\nd. Wajib menutup mulut ketika sedang bersin dan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang disekitarnya ketika sedang bersin.\u003Cbr />\ne. Saling mengingatkan, terutama bagi staf yang tidak menjalankan etiket yang benar ketika batuk atau bersin.\u003Cbr />\nf. Mengurangi kontak fisik, seperti berjabat tangan secara langsung, untuk meminimalisir penyebaran COVID-19.\u003Cbr />\ng. Menjaga kebersihan lingkungan kerja dengan membuang sampah di tempat sampah.\u003Cbr />\nh. Tidak meludah di sembarang tempat dan meludahlah di toilet. Kemudian air ludah harus diguyur sampai bersih.\u003Cbr />\ni. Hindari menyentuh area wajah jika tidak perlu.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>4. Kesiapsiagaan Saat Bertugas di Luar Kantor\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>a. Memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan fit sebelum dan sesudah bertugas ke luar kota/kantor. Apabila kondisi tubuh tidak fit sekembali dari perjalanan dinas, staf diharapkan untuk memeriksakan diri ke dokter dan melaporkan hal ini kepada HR.\u003Cbr />\nb. Mengajukan permohonan fasilitas kesehatan berupa masker, hand sanitizer, tisu, sarung tangan, maupun suplemen peningkatan imunitas tubuh, ketika akan melakukan dinas ke luar kota/kantor.\u003Cbr />\nc. Memastikan mendapat akses informasi yang cukup untuk mengetahui tingkat risiko lokasi dan populasi yang dituju terhadap sebaran COVID-19.\u003Cbr />\nd. Meminimalisir berpergian ke tempat umum seperti mall, bioskop, pasar dan lain-lain pada saat melakukan perjalanan dinas.\u003Cbr />\ne. Menghindari penggunaan transportasi umum pada jam sibuk dan menggunakan transportasi lain yang lebih aman jika memungkinkan. Apabila terpaksa harus menggunakan transportasi umum, gunakanlah masker atau sarung tangan sebagai alat perlindungan diri.\u003Cbr />\nf. Menghindari kontak fisik langsung dengan orang lain. Jika bertemu dengan orang lain hindari untuk berjabat tangan, cukup dengan memberikan salam atau menunjukkan sikap hormat.\u003Cbr />\ng. Selalu membersihkan tangan dengan cairan pembersih (Hand sanitizer) atau cuci dengan sabun selama minimal 20 detik dengan air mengalir setelah memegang fasilitas umum, uang atau benda lain yang berpotensi sebagai media penyebaran COVID-19.\u003Cbr />\nh. Pastikan kartu asuransi kesehatan dibawa serta dan ada layanan kesehatan yang bekerjasama dengan vendor asuransi di lokasi tujuan.\u003Cbr />\ni. Segera melakukan pemeriksaan kesehatan ketika pimpinan/staf selesai menjalankan tugas kelembagaan baik di luar negeri maupun di dalam negeri jika daerah yang dikunjungi mempunyai riwayat penyebaran Covid-19. Jika memungkinkan staf/pimpinan menjalakankan tugas kelembagaan dari rumah selama 14 hari, sesuai dengan standar masa inkubasi Covid-19.\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Ch3>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>III. Penutup\u003C/strong>\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cem>Dokumen Protokol Kesiapsiagaan COVID-19 Caritas Indonesia ini dikembangkan dari berbagai macam sumber seperti Protokol Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Protokol Caritas Internationalis, dan dokumen CIMO&rsquo;s yang dianggap relevan. Dengan disahkannya dokumen ini maka protokol ini menjadi pegangan dan panduan bagi Caritas Indonesia dalam aksi kesiapsiagaan terhadap penyebaran COVID-19 di Indonesia. Kiranya protokol ini dapat dipakai dan dimanfaatkan juga oleh para mitra di Jaringan Caritas Keuskupan di Indonesia untuk memberikan edukasi dan kewaspadaan terhadap sebaran COVID-19 di wilayahnya masing-masing.\u003Cbr />\nProtokol ini dapat direvisi dan akan direview enam bulan sekali atau sesuai dengan kebutuhan dan kondisi terkini. Protokol ini dinyatakan tidak berlaku apabila kondisi sudah dinyatakan aman dari sebaran COVID-19 atau sudah ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut dan dinyatakan tidak diperlukan kembali oleh Caritas Indonesia (Yayasan KARINA).\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ctable border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"background-color: rgb(230, 230, 250); border-style: hidden; width: 50%;\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd colspan=\"2\" style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Cem>Disahkan pada\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Cem>Hari\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">Jumat\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Cem>Tanggal\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">13 Maret 2020\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Cem>Tempat \u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">Jakarta\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">\u003Cem>Disahkan oleh\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color: rgb(255, 255, 255); border-color: rgb(255, 255, 255);\">Fredy Rante Taruk, Pr&nbsp;\u003Cem>(Direktur Eksekutif)\u003C/em>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>\u003Cem>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1zmSWl1jube1Yym-6fUX_zFoDCQ9WxluA/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">Protokol Aksi Kesiapsiagaan COVID-19 - Caritas Indonesia. pdf\u003C/a>\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n&nbsp;\u003C/p>","2020-03-14T00:00:00.000Z","protokol-aksi-kesiapsiagaan-covid-19","images/karitas_surabaya_1Gfqquw.jpg",{"title":1705,"originalUrl":37,"excerpt":1706,"author":1234,"content":1707,"publishDate":1701,"slug":1708,"imageLink":1709},"Standar Perlindungan Anak","Pedoman dalam Perlindungan Anak","\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"4352\" src=\"/media/contents/standart-perlindungan-anak-web_CEFafYR.jpg\" width=\"342\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","standar-perlindungan-anak","images/logo_komisi_anak_UlySPw1.jpeg",{"title":1711,"originalUrl":37,"excerpt":1712,"author":1234,"content":1713,"publishDate":1714,"slug":1715,"imageLink":1716},"Pertolongan Psikologis Pertama","Panduan bagi Relawan Bencana","\u003Cp>Ketika peristiwa bencana atau krisis terjadi di komunitas, negara kita, atau di suatu tempat lain di dunia, maka kita ingin memberikan bantuan pada orang-orang yang terdampak oleh bencana/krisis tersebut. Panduan ini berisi mengenai bagaimana memberikan Pertolongan Psikologis Pertama atau Psychologycal First Aid (PFA) dengan cara yang manusiawi dan suportif, serta cara memberikan pertolongan praktis untuk membantu orang terdampak bencana. Panduan ini ditulis untuk orang-orang yang mau dan mampu berperan untuk menolong dengan cara-cara yang manusiawi, tetap menghormati harga diri, budaya, dan kemampuan orang-orang terdampak bencana.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Buku Panduan PFA mencakup layanan awal dalam konteks bencana/krisis di ranah sosial dan psikologis. Buku ini dapat digunakan untuk menghadapi berbagai peristiwa bencana/krisis, misalkan: jika Anda adalah relawan yang ditugaskan membantu di sebuah bencana alam besar atau Anda kebetulan berada di lokasi suatu kecelakaan dan banyak orang-orang yang terluka. Jika Anda adalah seorang pengajar atau tenaga kesehatan yang berbicara untuk komunitas yang telah menjadi saksi atas tragisnya kematian orang yang dia sayangi, maka buku panduan PFA ini akan membantu Anda untuk memahami apa saja yang bisa Anda katakan dan lakukan untuk membantu orang-orang yang sedang terguncang. Buku Panduan PFA ini juga akan memberikan informasi tentang cara-cara membantu yang turut mengutamakan keamanan bagi Anda dan orang lain, serta menghindari bahaya yang dapat ditimbulkan dari suatu tindakan pertolongan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>PFA telah digunakan oleh banyak organisasi bantuan kemanusiaan internasional, termasuk IASC (Inter-Agency Standing Committee) dan Sphere Project. PFA adalah sebuah upaya pemulihan psikologis bagi orang-orang terdampak bencana/krisis. Pada 2009, World Health Organization (WHO) telah mengevaluasi bukti-bukti empiris dan menjelaskan bahwa PFA lebih penting daripada intervensi psikologis dan harus segera dilakukan untuk orang-orang yang tertekan karena baru saja mengalami kejadian traumatis. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan menjadi dasar munculnya kesepakatan internasional dalam tata cara pemberian pertolongan psikologis untuk orang-orang terdampak bencana/krisis sesegera mungkin. Panduan PFA ini juga disusun sedemikian rupa agar mudah diterapkan di berbagai negara. Namun, perlu dipahami bahwa informasi dalam panduan PFA ini adalah sebuah model upaya menolong secara umum. Relawan perlu melakukan pencocokan dan penyesuaian pada konteks lokal dan budaya untuk orang-orang yang hendak dibantu.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tim WHO 2011\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"text-align:center\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1dxatuu2Qg8TsaxrrnIuoqgswLzyHVHUD/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" height=\"72\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_ROUuTgK.jpg\" width=\"300\" />\u003C/a>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-03-13T00:00:00.000Z","pertolongan-psikologis-pertama","images/Panduan_Pertolongan_Pertama-ind-1.jpg",{"title":1718,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1719,"publishDate":1714,"slug":1720,"imageLink":1721},"LIHATLAH, ANAK DOMBA ALLAH","\u003Ch3>1. Mencari Bintang Tiga (3)\u003C/h3>\n\n\u003Cp>&ldquo;Tidak apa-apa. Ini juga sukacita.&rdquo; Jawab Ramuni. &ldquo;Bagaimana bisa dikatakan sukacita! Bukankah yang ini juga bagian dari karya ngawulo?&rdquo; &ldquo;Kita harus tetap menghargai prioritas orang lain. Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada mereka.&rdquo; &ldquo;Mari belajar dari Tiga Raja. Mereka berjalan jauh yang tidak mudah. Mereka rindu akan Sang Terang. Seharusnya, kita juga bisa melakukan hal yang sama. Kita tidak perlu melihat siapa di sekitar kita. Tak usah melihat dia atau mereka. Mari, melihat diri. Seberapa jauh kita mencintai Sang Terang yang sudah lahir, dan sudah mengurbankan diri untuk menyelamatkan kita.&rdquo; &ldquo;Mencari bintang tak perlu melihat bagaimana orang lain melakukannya. Lakukan itu dengan segenap kecintaanmu kepada Sang Guru Sejati. Jangan karena kita merasa menanggung beban ngawulo itu sendiri, maka kita menebar kedengkian pada orang lain. Diri sendiri tidak bisa menjadi dasar melayani. Cinta kepada Sang Terang menjadi dasar gerakan melayani. Orang Jangan seolah-olah karena kamu sudah melakukannya sendiri, maka kamu sudah merasa melakukan hal yang besar bagi orang lain. Kalau seperti itu perjuanganmu, itu berarti bukan rasa cinta, tapi pujian orang lain yang ingin kamu dapat. &ldquo; &ldquo;Terus, aku harus bagaimana?&rdquo; tanya Ratrimo merasa bersalah. &ldquo;Kamu mengasihi Dia, maka lakukanlah...&rdquo; \u003Cem>(Rudi Duck. Jombang).\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Yohanes Pembaptis Bersaksi Tahun A/II.\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Yesaya 49:3.5-6; Mazmur 40:2.4ab.7- 8a.8b-9.10; I Korintus 1:1-3; Injil Yohanes 1:29-34. Saudara-Saudari yang terkasih,... Kita mengenal Yohanes Pembaptis. Yohanes membaptis orang-orang yang datang kepadanya. Pembaptisan itu sebagai tanda pertobatan. Orang-orang Yahudi yang dibaptis menyediakan diri masuk dalam perjanjian Allah dan melayani Allah. Ketika Yohanes sedang membaptis, Yesus datang kepadanya dan meminta supaya dibaptis olehnya. Yohanes mengatakan, &ldquo;Lihatlah, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.Dan aku sendiripun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.&quot; Kesaksian Yohanes itu sekaligus kerendahan hatinya dalam iman dan kepercayaan kepada Allah di hadapan banyak orang. Yohanes menyadari bahwa Yesus ada lebih dulu sebelum dirinya. Yesus bersama dengan Allah dan Dia adalah Allah yang turun ke dunia untuk menghapus dosa dunia. Anak Domba Allah, Yesus, tak bercacat dan tak bernoda. Yesus adalah Putera Allah yang menjadi manusia. Yesus tidak berdosa, namun Ia rela menghapus dosa-dosa umat manusia. Yohanes datang untuk menyiapkan kedatangan-Nya, namun Yesus memiliki kuasa menghapus dosa dunia. Yesus, Anak Domba Allah, Perjanjian Allah yang menghapus dosa dengan darah-Nya sendiri. Kepada Yesus, Yohanes justru minta dibaptis oleh-Nya. Yesus menjawab Yohanes bahwa seharusnya aku yang dibaptis. Mengapa? Kehadiran Yesus semakin menegaskan baptisan Yohanes sebagai cara pertobatan, menjadi anak-anak Allah kembali, menjadi murid-murid Kristus, dan persiapan bagi kita mengalami Yesus berkuasa atas maut, wafat, dan bangkit menyelamatkan jiwa-jiwa. Dengan demikian, menjadi murid Yesus berarti berjumpa dengan Allah dan sesama. Menjadi murid Yesus berarti mau tinggal di dalam Dia dan mau dibaptis. Menjadi murid Yesus beraarti mau ikut serta dalam karya solidaritas pelayanan. Sehingga, kita diutus menempuh perjalanan menuju salib-Nya dan bangkit bersama.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Akar-akar menjalar\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Pohon itu menjadi semakin hidup tanpa terlihat akar-akarnya baik serabut maupun tunggang menjalar mencari makan dan minum di tanah yang lembab. Akar-akar semakin kuat mencari makan dan minum. Akar-akar itu akan memberikan asupan yang berguna bagi batang pohon supaya kokoh dan tahan terhadap segala cuaca dan hempasan angin. Tak mudah goyah dan goyang. Bertumbuh dan semakin kuat batang pohonnya. Jika berdaun, asupan yang cukup akan membuat daun semakin lebat. Jika berbuah, asupan yang cukup memberikan asupan sehingga buah semakin bermafaat. Akar-akar menjalar tanpa kelihatan. Namun gerakkannya ada, halus, lembut b dan memberikan asupan yang kuat pada atasannya, batang, daun, bua-buah, dan menjadi satu-kesatuan pohon. Bagaimana jika pengalaman akan pohon ini dikaitkan dengan kehidupan Paroki, Lingkungan, dan Keluarga? Keuskupan Surabaya telah meluncurkan tema Musyawarah Pastoral 2019 (Mupas). Dalam Semangat ARDAS mendewasakan Paroki yang berakar pada Lingkungan yang hadir di tengah Masyarakat. Bagaimana kita menemukan dan menghadirkan nilai-nilai akar kehidupan dalam Keluarga? Dalam Lingkungan? Paroki? Serta menjadi sumber kesaksian hidup ditengah masyarakat? Dari pijakan reflektif itulah, kita berangkat, mencari, dan menemukan nilai-nilai keabadian yang tersembunyi untuk dihadirkan supaya bisa dirasakan dalam kehidupan bersama sebagai ungkapan cinta dan tanggungjawab. Kita beriman kepada Allah yang selalu mengasihi, berbelaskasih, dan menyertai pertobatan kita: jatuh dalam dosa, mohon ampun, dan kembali dalam kasih persaudaraan mewujudkan iman yang nyata dalam perbuatan. Keluarga terbentuk atas dasar cinta kasih dan tanggungjawab hidup bersama dalam suka dan duka sampai mati. Cinta kasih membutuhkan kurban sebagai pagar kesetiaan meskipun suka, kadang kering, bahkan panas membara terasa membakar, namun cinta dan tanggungjawab menghidupkan seperti pohon yang berakar kuat. Realitas cinta kasih menggerakan suami isteri bertanggungjawab menjaga keutuhan keluarga dengan mendidik anak-anak hingga dewasa dan berbuah kasih.\u003C/p>","lihatlah-anak-domba-allah","images/WhatsApp_Image_2020-01-18_at_16.02.50.jpeg",{"title":1723,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1724,"publishDate":1725,"slug":1726,"imageLink":1727},"PRAPASKAH I: PERJUMPAAN DENGAN TUHAN","\u003Ch3>1. Anak-anak Menabung 2\u003C/h3>\n\n\u003Cp>2Setelah sarapan pagi bersama, ayah pamit berangkat lebih dulu untuk bekerja. Ia mengecup kening satu-satu anggota keluarganya. ibu dan anak-anak mengecup punggung suami dan ayah mereka. Setelah itu, anak-anak mengambil piring-piring sarapan dan meletakkannya di tempat cucian. Mereka pamit kepada ibunya pergi ke sekolah. Tas dan isinya sudah dichek lalu mereka bawa di punggungnya masing-masing. Mereka pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Ketika berada di halaman depan rumahnya, adiknya nyeletuk teringat sesuatu, &ldquo;Kakak, apakah sudah menabung di celengan?&rdquo; &ldquo;Oh iya, aku hampir lupa, aku belum menabungkan uang ku di celengan. Apakah Adik sudah menabung juga?!&rdquo; Segera kakaknya berlari menuju ke ruang tengah, mendekati celengannya yang berada di samping televisi. &ldquo;Kakak, kenapa kog berlari-lari?!&rdquo; Seru Ibu yang sedang mencuci piring, dan perlengakapan makan lainnya. Kakak berseru lebih keras kepada Ibunya, &ldquo;Saya hampir lupa memasukkan uang ke celengan, Buuuu..!!!&rdquo; &ldquo;Iya, itu baik, kalau bicara dengan orang tua jangan keras-keras kayak di sawah saja. Lalu, kalau masuk rumah jangan berlari-lari, dan jangan lupa melepaskan sepatunya dulu..&rdquo; Jawab Ibu dengan lembutnya. &ldquo;Minta maaf, Bu. Saya tidak akan mengulanginya lagi.&rdquo; Kakak bergegas pergi.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Prapaskah I: Perjumpaan dengan Tuhan di Padang Gurun\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Tahun A/II. Hari Minggu Prapaskah I. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: \u003Cem>Kejadian 2:7- 9.3:1-7; Mazmur 51:3-4.5-6a. 12-13.14-17; Roma 5:12-19; Injil Matius 4:1-11. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Gereja memasuki Prapaskah I. Kita melakukan pertobatan dengan penyesalan diri, mohon pengampunan, bersyukur dengan meningkatkan doa, pantang, puasa, derma dalam partisipasi penderitaan Yesus. Yesus tidak berdosa, namun Dia mau menebus dosa-dosa kita. Yesus berkenan turun ke padang gurun. Dia merasakan lapar dan dahaga. Perjalanan Yesus itu menjadi cermin ujian iman kita.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yesus dibawa oleh Roh untuk dicobai Iblis. Yesus mengalahkan Iblis dengan mematahkan cobaan-cobaan itu. Yesus berkuasa atas cobaa-cobaan Iblis itu. Iblis kalah, dan Iblis menunggu saat yang tepat untuk mengalahkan-Nya. Iblis mencobai Yesus mengubah batu menjadi roti dengan kuasa Allah. Iblis merayu Yesus supaya menggunakan kuasa Allah-Nya untuk melakukan mukjizat perubahan batu menjadi roti. Yesus memang lapar luar biasa sebab tidak makan dan minum selama 40 hari. Yesus tidak mau menggunakan kuasa itu, tidak mau dianggap berprestasi, dan tidak mau menghindar dari kebutuhan fisik dan tuntutan perut. Yesus menerima kenayataan itu. Makanan-Nya adalah melakukan kehendak Bapa-Nya. Kehendak Bapa harus terwujud dalam kehidupan manusia. Iblis sangat licik dan licin. Iblis merayu Yesus supaya juga menjatuhkan diri-Nya dari bubungan Bait Allah. Yesus diminta menyembah Iblis, maka akan diberi kemuliaan dan keindahan dunia. Yesus menolak dan melawan Iblis. Iblis kalah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Melalui hidup Yesus, kita ditobatkan dan didamaikan dengan Allah. Yesus mampu mengatasi pantang dan puasa. Kita digerakkan untuk mampu mengatasi perut yang melilit karena kelaparan dan kerongkongan yang tercekik karena dahaga. Lapar dan haus menjadi godaan bagi kita untuk meminta-minta. Lapar dan haus bisa membuat kita lupa diri. Lapar dan haus bisa mencelakai diri kita dan orang lain. Nyawa terancam karena kelaparan. Namun, mampukah bertahan dalam kehendak Allah? Pantang dan puasa ini menggerakkan kita untuk semakin menyatu dengan-Nya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Padang Gurun Itu Tempat Bertumbuhnya Iman\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Padang gurun itu hampir pasti dipenuhi dengan pasir, bebatuan, bukit gersang. Di padang gurun sangatlah minim kehidupan. Tidak ada sungai. Tidak ada air mengalir. Pohon hampir tidak ada yang mampu hidup; yang mampu hidup dan bertahan lama itu tanaman kaktus yang menyimpan air. Hampir pasti pula jarang ada pemukiman dan kehidupan manusia. Cuaca di padang gurun sangat ekstrim. Ketika hari menjelang siang, hawanya sangat panas dengan sinar matahari bersinar kuat menyengat. Ketika hari menjelang malam, hawanya dingin sekali. Iman diuji dalam sunyi dan sepi. Siapakah tokoh-tokoh Kitab Suci yang pernah hidup di padang gurun? Nabi Elia pernah pergi ke padang gurun. Ia menghindar dari bangsa Israel supaya tidak dibunuh. Elia menghancurkan dewa-dewa Baal, sehingga ia dimusuhi, sebab ia mengakkan perintah Allah supaya hanya percaya kepada Allah saja. Dalam pengasingan itu, Elia berjumpa dengan Tuhan Allah. Nabi Elia mendapatkan bimbingan dari Tuhan Allah ketika ia berada dalam kesendirian (I Raja 19:1-15). Nabi Musa menuntun bangsa Israel ke tanah perjanjian melalui padang gurun. Ketika berada di padang gurun, kelaparan, kehausan, bangsa Israel bersungutsungut kepada Allah melalui Musa. Bangsa Israel menolak dan tidak percaya bimbingan Allah. Nabi Musa mengalami kesendirian di tengah keramaian orangorang yang bersungut-sungut itu (Keluaran 3:1-17. 4:1-13). Musa tidak makan dan tidak minum. Musa hidup bersama Tuhan selama empat puluh hari empat puluh malam. Musa menuliskan pada loh batu segala perjanjian, yakni Kesepuluh Perintah Allah (Kel 24:28). Yohanes Pembaptis seorang nabi pengantara Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru. Yohanes hidup di padang gurun dengan makan belalang dan madu hutan. Ia diutus mempersiapkan jalan bagi Tuhan Allah dan menyerukan pertobatan bagi bangsa Israel. Yohanes datang bersaksi menjadi saksi Terang itu, yaitu Yesus, Sang Mesias (Matius 3:1-8. Yohanes 1:7) Yesus telah dibaptis oleh Yohanes. Yesus dibimbing Roh untuk dicobai Iblis di padang gurun. Yesus dibaptis sebagai tanda solidaritas melawan roh kejahatan. Kita dibaptis berarti siap tempur melawan Iblis dan terbebas dari kematian dalam Yesus.\u003C/p>","2020-03-04T00:00:00.000Z","prapaskah-i-perjumpaan-dengan-tuhan","images/WhatsApp_Image_2020-03-01_at_09.20.13.jpeg",{"title":1729,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1730,"publishDate":1731,"slug":1732,"imageLink":1733},"HENDAKLAH KAMU SEMPURNA SEPERTI BAPA","\u003Ch3>1. Anak-anak Menabung\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Pagi itu, seorang Ibu bersama dengan dua anaknya, laki-laki dan perempuan, pergi belanja ke pasar pada hari Minggu. Ibu itu bergeser dari lapak ke lapak untuk membeli kebutuhan pokok sepanjang hari itu. tawar menawar barang dilakukannya dengan tekun supaya sesuai dan tidak terlalu mengeluarkan biaya belanja. Di saat sedang terjadi membeli cobek, anak-anaknya sangat tertarik dengan celengan berbentuk ayam jago dan ayam betina. Mereka berdua mengamat-amati dan bahkan menyentuhnya dengan hati-hati. Penjual celengan itu tersenyumsenyum melihat meraka. Lalu menawarkannya untuk dipegang. &ldquo;Hati-hati, nanti jatuh dan pecah!&rdquo; Seru ibunya ketika melihat itu. &ldquo;Gag-pa-pa, Ibu...&rdquo; Kata penjualnya. Anak-anak mengembalikan celengan itu ke tempatnya, karena takut jatuh dan pecah, lalu dimarahi ibunya. &ldquo;Adik, mau?!&rdquo; Kata ibunya. &ldquo;Kami mau, Bu!!!&rdquo; Seru Kakaknya dengan riang gembira, berharap dibelikan. &ldquo;Baik Pak, saya beli dua celengan itu dua.&rdquo; Kata Ibu kepada penjualnya. &ldquo;Celengan ayam jago ini untuk Kakak. Celengan ayam betina ini untuk adik. Celengan ini bukan untuk hiasan dan selalu dilihat terus. Mulai besok, Kakak sama Adik saling mengingatkan, ya... untuk menghemat uang. Uang hasil celengannya jika sudah terkumpul penuh nanti disumbangkan kepada teman-temanmu yang tidak mampu beli buku tulis atau buku paket belajar. Mau ya???&rdquo; &ldquo;Iya, baik Bu, kami akan melakukan itu.&rdquo; Kata mereka serempak.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Hendaklah Kamu Sempurna Seperti Bapa Di Surga\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Tahun A/II. Hari Minggu Biasa VII. Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Imamat\u003C/strong>\u003Cem> 19:1-2.17- 18; \u003C/em>\u003Cstrong>Mazmur\u003C/strong>\u003Cem> 103:1-2.3-4.8.10.12-13; \u003C/em>\u003Cstrong>I Korintus\u003C/strong>\u003Cem> 3:16-23; \u003C/em>\u003Cstrong>Injil Matius\u003C/strong>\u003Cem> 5:38-48. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Minggu lalu, Yesus menggenapi Hukum Taurat bangsa Israel. Yesus sama sekali tidak menghapus satu titik maupun satu iota pun dari hukum ilahi. Dekalog yang adalah Hukum Taurat itu justru diberi nyawa kehidupan supaya kita semakin mencintai Allah dan sesama dengan menjaga, merawat, dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari kita. Taatlah kepada Allah, percaya kepada Yesus, dalam kasih karunia Roh Kudus. Setialah hidup mengakar dan bertumbuh, sehingga memapukan dewasa dalam kehidupan Paroki.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Minggu VII ini, Yesus menghendaki kita sempurna seperti Bapa di surga. Operasionalnya bagaimana? Mewujudkan kasih dan pengampunan dari Allah Bapa. Kasihilah musu-musuhmu dan berdoalah bagi mereka (ayat 44). Yesus hadir menjumpai manusia dalam keadilan, kasih, pengampunan, dan keselamatan bagi semua orang. Ia bertindak selalu dalam kerangka kasih dan pengampunan. Ia hadir untuk mengampuni setiap orang dan membebaskan jiwanya dari belenggu dosa. Yesus menghadapi kekerasan dengan kasih; kejahatan dengan kasih; kuasa maut dan dosa dengan kasih dan pengampunan. Demikianlah yang diajarkanNya kepada para muridNya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Mengasihi sesama adalah sarana rohani menjadi sempurna seperti Bapa di surga. Mengasihi dan mendoakan musuh adalah keharusan dalam Iman Katolik. sikap dan tindakan itu merupakan tindakan rohani-spiritual, takkan bisa jika hanya mengandalkan kemampuan manusiawi semata. Mengasihi dan mendoakan musuh merupakan usaha menghadirkan Allah yang maharahim. kita baru bisa mewujudkan itu jika kita memohon rahmat dari Allah dan bekerjasama dengan Allah dalam hidup keseharian kita. Maka, biarkanlah diri kita ini diresapi oleh Roh Allah dalam mewujudakan kasih dan pengampunan ilahi. Bagi kita, jangan melawan kejahatan dengan kejahatan, namun dengan kelembutan jiwa.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Pertobatan, Pantang, Puasa, Derma\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Prapaskah dimulai pada Rabu Abu. Dahi umat ditandai salib abu oleh imam dan dibantu oleh Asisten Imam di dalam perayaan Ekaristi. Abu menjadi tanda manusia yang fana; mati dan kembali ke debu. Abu tanda penyesalan dan pertobatan dengan mau menerima pengampunan dari Allah. Prapaskah itu berarti masa sebelum Paskah: Yesus menderita, wafat, dan bangkit menebus seluruh umat manusia. Umat beriman melakukan pertobatan diri dan pertobatan diri bersama. Masa Prapaskah menjadi tanda pertobatan dalam retret agung. Tujuannya, kita semakin memahami cinta kasih dan kehendak Tuhan Yesus. Kita ikut partisipasi dalam penderitaan Yesus di kayu salib. Sehingga kita bisa mengalami dengan sungguh kebangkitan Yesus Kristus. Kita meningkatkan mutu doa, menghayati sabda Allah, ibadat jalan salib, pendalaman APP, serta berbagi melalui amplop APP dalam semangat pembaharuan diri dan solidaritas sesama dalam gerakan hidup Lingkungan dan gerakan karya sosial Gereja. Ketentuan Kitab Hukum Kanonik no. 1249&ndash;1253 dan Statuta Keuskupan Regio Jawa pasal 138 no. 2b tentang puasa dan pantang orang katolik. Orang Katolik wajib berpuasa yang berusia 18 sampai dengan awal tahun ke-60. Orang Katolik berpantang yang berusia 14 sampai dengan awal tahun ke-60. Puasa itu berarti orang Katolik makan kenyang hanya sekali sehari. Jika makan sehari tiga kali, maka dua kali tidak kenyang dan satu kali saja kenyang. Puasa itu dilakukan oleh orang katolik pada rabu Abu dan Jumat Agung (jadi dua hari). Orang Katolik boleh menambahkan jumlah hari dalam berpuasa. Namun jika ia melanggar apa yang ditambahkan itu, maka ia tidak terikat dalam satu perbuatan dosa. Pantang itu berarti Orang Katolik tidak makan makanan yang ia sukai atau aktivitas kesukaannya. Pantang daging. Pantang sambal. Pantang rokok. Pantang kuliner. Pantang main game on-line. Pantang membicarakan keburukan orang lain. Orang Katolik bisa menambahkan jumlah hari dalam berpantang. Namun jika ia melanggar apa yang ditambah itu, ia tidak terikat dalam satu perbuatan dosa pula. Hasil pantang dan puasa dimasukkan ke dalam amplop APP. Sehingga amplop APP itu diberikan ke Gereja supaya bermakna sosial pembangunan iman.\u003C/p>","2020-02-24T00:00:00.000Z","hendaklah-kamu-sempurna-seperti-bapa-hefrkholb8","images/WhatsApp_Image_2020-02-24_at_07.54.06.jpeg",{"title":1735,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1736,"publishDate":1737,"slug":1738,"imageLink":1739},"YESUS MEMPERBAIKI DARI DALAM","\u003Ch3>1. Valentine`s Day\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Hujan yang kutunggu ternyata tidak juga kunjung turun. Aku berharap hujan sehingga dia tidak perlu datang ke rumahku. Namun senyatanya dia mengirim pesan elektronik bahwa dia akan datang meskipun nanti akan hujan. Ia berjuang akan datang ke rumah tak peduli cuaca. Bel listrik berbunyi. Dia datang naik sepeda. Ibu menghampirinya. Pintu dibuka. Pagar di dorong. Aku mengintip dari balik jendala yang masih tertutup korden. Samar-samar aku dengar percakapan ibu dengan dia. Aku melihatnya sedang memberikan sebuah bingkisan kecil tertutup rapi dengan pita warna merah terikat sangat erat. Ibu tersenyum bahagia menerima pemberiannya. Ibu mempersilahkan dia masuk dan duduk di kursi beranda. Selang beberapa menit kami berdua sudah duduk di kursi. Empat puluh lima menit kira-kira kami hanya diam, tanpa isi pembicaraan. Aku malu, setelah dia memberikan setangkai mawar merah. Aku senang menerima coklat sebagai tanda peringatan hari kasih sayang. Selebihnya aku hanya menunduk saja, sebelum dia bicara, aku takkan bicara, ketika dia bicara aku hanya menjawab sebatas sesuai pertanyaan. Semakin waktu berjalan semakin lama, ia semakin gelisah dengan gerak tubuhnya. Entah ia ingin bertanya, entah ingin memuaskan diri dengan jawaban yang harus aku lontarkan dengan ikhlas. Tak ayal lagi, akhirnya dia melontarkan pertanyaan yang sudah aku duga sejak semula di pagi hari ini ketika ia mengirimkan pesan. Aku jawab, aku masih sekolah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Yesus Memperbaiki Kita Dari dalam\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Tahun A/II. Hari Minggu Biasa VI. Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Kitab Putera Sirakh 15:15-20; Mazmur 119:1-2.4-5.17-18.33-34; I Korintus 2:6-10; Injil Matius 5:17-37.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Allah mengasihi kita semua. Ia menciptakan kita seturut gambar Allah dan amatlah baik untuk menguasai alam ciptaan (Kej 1:26-28). Kita diberi kuasa, kehendak, pikiran, perasaan, dan kesadaran untuk selalu bergantung kepada Allah, kebebasan memilih, serta hidup menjaga dan memelihara ciptaan Allah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yesus mengajar murid-muridNya di bukit. Hukum dan peraturan memang perlu dipatuhi. Namun, lebih dalam dari itu bahwa kasih karunia ilahi haruslah menjadi prinsip hidup setiap murid. Kasih karunia ilahi itu ditanamkan dalam hati manusia supaya manusia taat dan setia kepada Allah, dan menghormati sesama. Tujuannya adalah persatuan kasih dengan Allah dan persaudaraan kasih dengan sesama. Kesatuan cinta diutamakan dan keterceraian harus dihindari dan ditolak.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Prinsip cinta kasih itu bersumber dari Allah sendiri sebab Allah adalah kasih. Yesus adalah kasih yang nyata dalam kehidupan manusia. Hukum Taurat Allah dinyatakan untuk menjaga persatuan hati manusia kepada Allah dan manusia. Yesus hadir untuk memenuhi dan menggenapi peraturan agama, hukum, dan pedoman hidup manusia.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Tuhan Yesus mengasihi kita semua, maka ia ingin memperbaiki kita dari dalam diri manusia. Roh Allah memperbaiki kita dari dalam. Keluarga menjadi retak, rusak, dan tercerai-berai karena ego-kuasa yang muncul dari dalam. Yesus memperbaiki kita dari dalam. Yesus hadir mengembalikan roh kita pada persatuan dengan Allah dengan harapan mengungkapkan kesatuan cinta kasih dengan sesama. Demikian pula, Yesus memperbaiki semangat hidup menggeraja dan bermasyarakat bagi setiap orang yang terlibat dalam partisipasi aktivitas di gereja dan masyarakat. Roh Allah mempersatukan dan memperdamaikan hidup kita dari dalam beriman dan bermasyarakat. Kendalikanlah ego memuaskan diri sendiri!\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Kerasulan Awam dalam Kepanitian Paskah\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Semua kegiatan Gereja (Tubuh Mistik Kristus) menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Kerajaan Kristus diwartakan demi kemulian Allah Bapa dan mengikutsertakan semua orang dalam penebusan yang membawa keselamatan. Kegiatan itu bertujuan menyebarkan ke seluruh dunia kepada Kristus (Apostolicam Actuositatem 2). Rasul adalah orang beriman yang diutus mewartakan Kristus. Kerasulan itu berarti aktivitas atau kegiatan mewartakan Kristus. Awam adalah orang beriman yang didasarkan pada ikatan baptis, tanpa tahbisan. Awam dipanggil untuk mengemban Tritugas Kristus: imamat, kenabian, rajawi. Tugas Imamat adalah menyucikan atau mengkuduskan. Tugas kenabian adalah mengajar dan mewartakan Tugas rajawi adalah memimpin atau membimbing. Melalui Gereja, kerasulan awam ini dilaksanakan semua anggotanya dengan berbagai cara. Dalam Tubuh Kristus, yakni Gereja, seluruh tubuh &ldquo;menurut kadar pekerjaan masing-masing anggotanya mengembangkan tubuh&rdquo; (Efesus 4:16 dan Apostolicam Actuositatem 3). Kerasulan Awam itu meliputi semua kegiatan Gereja yang mengarah kepada tersebar luasnya Kerajaan Allah yang dikerjakan oleh kaum awam. Kerajaan itu dimaksudkan sebagai pengakuan dan pengamalan kehendak ilahi. Dengan bantuan rahmat ilahi, orang beriman mampu mengetahui, dan melaksanakan kehendak Allah, sehingga semauanya menjadi baru. Dalam Kerasulan Awam ini, kegiatan itu memiliki ciri khas keduniaannya. Artinya, hidup panggilan umat beriman itu wajib mencari Kerajaan Allah. Umat membantu imam dalam partisipasi mengurusi hal-hal fana dan mengaturnya seturut kehendak Allah. Kepanitiaan Paskah mewujudkan daya hidup Kerasulan Awam. Umat beriman mengembangkan diri, saling memberdayakan, menghadirkan kasih persekutuan untuk mempersiapkan Paskah. Mereka dengan cara masing-masing berpartisipasi dalam penderitaa, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Operasionalnya dua sisi. Mereka mengajak umat dalam tata liturgi Prapaskah dan Paskah sesuai dengan amanah Gereja. Sekaligus, mereka mengajak umat untuk berkomunikasi, berkoordinasi, dan bekerjasama dengan umat dan masyarakat. Misalnya, petugas tatib, pemandu umat, keamanan dari RT/RW/Kepolisian, dll.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-02-17T00:00:00.000Z","yesus-memperbaiki-dari-dalam","images/WhatsApp_Image_2020-02-15_at_17.09.46.jpeg",{"title":1741,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1742,"publishDate":1743,"slug":1744,"imageLink":1745},"GARAM DUNIA DAN TERANG DUNIA","\u003Ch3>1. Persimpangan Jalan\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Sore hari itu hujan sangat deras. Suara gemuruh di langit sangat kuat hingga memekakkan telinga. Kami naik sepeda motor matic berboncengan. Dia pegang kendali setir mengendarai, aku duduk di belakangnya. Motor melaju dengan sangat lambat, karena kepadatan volume kendaraan lain yang sedang lalu-lalang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&ldquo;Bagaimana Kang, kita berhenti berteduh atau terus saja?&rdquo; Tanyaku.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&ldquo;Kita lanjut saja terus sekalian kuyub, toh nanti kita sampai di tempat bisa ganti baju dan celana!&rdquo; Katanya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Bagaimana kalo aku saja yang setir kendaraannya?! Tanyaku lagi. &ldquo;Iya, tidak masalah....&rdquo; Jawabnya dengan nada yang agak berat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kami berhenti di persimpangan jalan empat lalu lintas. Sesekali satu dua mobil meng-klakson kami yang berhenti di pinggir jalan. Temanku agak jengkel. Katanya kenapa orang begitu mudah untuk meluapkan hatinya dengan mengklakson seenaknya. Ia terganggu dan langsung melotot ke sopir mobil yang membunyikan bel klaksonnya dengan keras.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&ldquo;Aku menyelanya yang hampir mengumpat, sabar-sabar...&rdquo; Selaras harmoni terdengar suara angklung sunda dengan irama koplo rancak ditengah derasnya hujan, namun suara mereka bernyanyi sangat lantang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kami dipanggil oleh salah satu pemusiknya untuk merapat dan berteduh. Kami berteduh dan mendengarkan suara musik dengan lagu Hujan di Malam Minggu. Kami berteduh, menikmati lagu-lagu yang menenangkan jiwa. Kami berdua tertawa setelah bisa memaklumi hujan, ramai jalan, dan bunyi klakson itu.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Garam Dunia dan Terang Dunia Tahun A/II.\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Hari Minggu Biasa V. Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Yesaya 58:7-10; Mazmur 112:4-5.6-7.7.8a.9; I Korintus 2:1-5; Injil Matius 5:13-16.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yesus bersabda kepada murid-muridNya di suatu bukit. Murid-murid sebagai garam dunia. Seorang murid harus tetap menjdi asin. Yesus menegaskan bahwa menjadi asin maka tidak akan dibuang dan diinjak-injak orang. Yesus bersabda kamu harus menjadi terang dunia. Murid-murid harus menjadi terang dunia. Yesus mengkaitkan dengan kota yang berada di gunung tidak akan tersembunyi. Orang menyalakan pelita di atas gantang. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga. Saudara-Saudari yang terkasih, Bagi kita, beranilah menjadi garam dunia. Bagi kita, beranilah menjadi terang cahaya kehidupan. Menjadi garam dunia dan garam dunia adalah prasyarat menjadi seorang Katolik yang baik dalam setiap pergaulan di dunia ini\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Orang Katolik yang menjadi garam dunia, ia mau terlibat dan berpartisipasi dalam karya Allah, karya Gereja yang meneruskan karya Allah, dan berani bergerak dalam iman-partisipatif di setiap Lingkungan dimana ia tinggal. Seorang Katolik yang baik bahwa ia mau berpartisipasi menjadi pengurus pelayanan di Gereja: DPP, BGKP, Asisten Imam, Ketua Lingkungan, Team Kesehatan Paroki, Team Katekese, Team Sosial, dan terbuka dalam komunitas kategorial.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Orang Katolik yang menjadi terang dunia, ia mau terlibat dan berpartisipasi warga masyarakat negara Republik Indonesia dalam terang iman Katolik. misalnya: kunjungan keluarga-keluarga dalam Lingkungan Katolik, mengajak anak-anak hingga dewasa dalam hidup Lingkungan, komunikasi-koordinasi-kerjasama erat dengan linta iman dan keyakinan di masyarakat, mau dilibatkan menjadi pengurus RT/RW, menjadi anggota dewan dengan mengedepankan hati nurani kristiani, berbagi makanan, minuman, pakaian, tumpangan, kepada orang-orang miskin.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Para Pengurus Baru Dalam Pelantikan Sebagai Peristiwa Iman\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Misa II Minggu, 09 Februari 2020, Paroki Santo Stefanus Surabaya, akan terjadi pelantikan DPP, BGKP, Ketua Lingkungan, Ketua Stasi, dan Asisten Imam untuk periodisasi tiga tahun ke depan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Hukum Gereja Katolik Kanon. 532 \u003Cem>Dalam semua urusan yuridis, Pastor Paroki mewakili badan hukum paroki menurut norma hukum; hendaknya ia mengusahakan agar harta-benda paroki dikelola menurut norma kanon-kanon 1281-1288\u003C/em>.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Hukum Gereja Katolik Kanon 536 &sect; 1.\u003Cem> Jika menurut penilaian Uskup diosesan setelah mendengarkan dewan imam dianggap baik,\u003C/em> \u003Cem>hendaknya di setiap paroki dibentuk dewan pastoral yang diketuai Pastor Paroki; dan dalam dewan pastoral itu kaum beriman kristiani bersama dengan mereka yang berdasarkan jabatannya mengambil bagian dalam reksa pastoral di paroki, hendaknya memberikan bantuannya untuk mengembangkan kegiatan pastoral.\u003C/em>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Hukum Gereja Katolik Kanon 537. \u003Cem>Di setiap paroki hendaknya ada dewan keuangan yang diatur selain oleh hukum universal juga oleh norma-norma yang dikeluarkan Uskup diosesan; dan dalam dewan keuangan itu kaum beriman kristiani yang dipilih menurut norma-norma itu, hendaknya membantu Pastor Paroki dalam mengelola harta-benda paroki, dengan tetap berlaku ketentuan kanon 532. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Gereja Paroki St. Stefanus tetap berada di dalam konstitusi dan serta ketaatan kepada Uskup sebagai Gembala Keuskupan yang langsung mendidik, membina, dan mendampingi, demi kesejahteraan iman umat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Romo Paroki sebagai perpanjangan tugas penggembalaan Uskup. Romo Paroki hendaknya taat dan setia meneruskan tugas penggembalaan Uskup dalam semangat tugas perutusan menggembalakan umat Paroki dengan Konstitusi Hukum gereja Katolik itu.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Romo Paroki bekerjasama, berkomunikasi, dan berkoordinasi bersama para pengurus DPP-BGKP, Ketua Lingkungan/Stasi, Asisten Imam, dalam menggembalakan umat Paroki dengan kesejahteraan iman umat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Selamat kepada Bapak Ibu yang terpilih menjadi pegurus DPP-BGKP, Ketua Lingkungan/Stasi, Asisten Imam.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Semoga tugas perutusan ini menjadi berkat sebagai terang dunia dan garam dunia di tengah pelayanan kepada umat Allah\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-02-10T00:00:00.000Z","garam-dunia-dan-terang-dunia","images/WhatsApp_Image_2020-02-08_at_18.17.01_KB4Xw9h.jpeg",{"title":1747,"originalUrl":37,"excerpt":1748,"author":1234,"content":1749,"publishDate":1750,"slug":1751,"imageLink":1752},"Bahan APP 2020 untuk Umat Lingkungan","Lingkungan Sebagai Akar Yang Mendewasakan Paroki","\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"background-color:#e6e6fa; border-style:hidden; width:40%\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"background-color:#ffffff; border-color:#ffffff\">\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/bahan-app-2020-untuk-umat-lingkungan-stasi/\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_sATVyW9.jpg\" style=\"width:100%\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-02-06T00:00:00.000Z","bahan-app-2020-untuk-umat-lingkungan","images/APP_2020_Umat_Lingkungan_-Stasi_FINAL-1.jpg",{"title":1754,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1755,"publishDate":1756,"slug":1757,"imageLink":1758},"YESUS DIPERSEMBAHKAN DI KENISAH","\u003Ch3>1. Tangis Bayi Malam itu,\u003C/h3>\n\n\u003Cp>samar-samar terdengar suara tangis bayi menangis melengking, kadang sayup tertiup angin, kadang redup seperti binatang merayap melekat pada tanah yang tak basah. &ldquo;Apakah kau dengar suara bayi itu di kejauhan?&rdquo; &ldquo;Aku dengar! Adakah ibunya jauh dari bayinya?&rdquo; &ldquo;Mungkin saja?! Apakah kau dengar tangis ibunya?&rdquo; &ldquo;Aku tak mendengarnya. Apakah kau mendengarnya?&rdquo; &ldquo;Iya, sekilas bersama bayinya di bilik yang berbeda.&rdquo; &ldquo;Apakah kau dengar suara tangis bayi itu di dalam gereja?&rdquo; &ldquo;Aku mendengarnya. Kubayangkan, ibunya juga sedang menangis sambil memeluk bayinya itu. Banyak pasang mata memandang mereka, kecuali suaminya yang sedang berdoa dengan khidmatnya.&rdquo; &ldquo;Semoga saja, suami dan ayahnya itu, sedang berdoa supaya mereka tenang dan reda tangis mereka.&rdquo; &ldquo;Aku pun berharap demikian..&rdquo; Malam berganti malam semakin. Bayi itu bertumbuh besar belajar bagaimana mengendalikan tangis dan bagaimana belajar dari ayahnya. Dua pembicara itu telah tiada seiring waktu yang semakin purna bersamaan dengan bertumbuh dewasanya bayi itu. Orang tuanya semakin renta di penghujung usia. Mereka belajar menyimpan tangis tanpa air mata. Sampai ajalnya tiba. Demikian pula anaknya, sama.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Yesus Dipersembahkan di Kenisah\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Tahun A/II.\u003Cem> Pesta Yesus dipersembahkan ke Bait Allah. Warna Putih.\u003C/em> Bacaan Ekaristi:\u003Cem> \u003C/em>Maleakh\u003Cem>i 3:1-4;\u003C/em> Mazmur\u003Cem> 24:7.8.9.10; \u003C/em>Ibrani\u003Cem> 2:14-18; \u003C/em>Injil Lukas\u003Cem> 2:22-24. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada hari ini, Gereja mengajak kita merayakan pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah. Yosef dan Maria membawa Bayi Yesus ke Bait Allah. Mereka taat kepada Allah dengan mengikuti tradisi hukum Taurat, yaitu setiap anak sulung harus dipersembahakan kepada Tuhan Allah di Bait Allah Yesusalem. Mereka juga mempersembahkan sepasang burung tekukur dan dua pasang anak burung merpati. Ketaatan Yosef dan Maria merupakan tanda iman kepada Allah, sekaligus pengudusan mereka sebagai orang beriman di hadapan Allah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yosef, Maria, dan Bayi Yesus berjumpa dengan Simeon. Simeon adalah orang saleh dan orang benar yang menanti-nantikan kedatangan Allah. perjumpaan itu menjadi penghiburan bagi hatinya. Ia menatang Bayi Yesus. Ia merasa damai. Ia diurapi oleh Roh Kudus: Simeon akan meninggal dunia, setelah berjumpa dengan Allah yang hadir nyata di dalam diri Yesus.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Allah bercahaya dalam setiap orang yang hidup benar, saleh, taat, dan setia. Yosef, Maria, dan Simeon penuh dengan Roh Kudus. Mereka sebagai orang benar, saleh, dan taat kepada Allah. Mereka berbahagia akan kunjungan Allah melalui Yesus dalam hidup mereka.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/p>\n\n\u003Cp>Gereja menjadi persekutuan murid-murid Kristus yang dewasa dalam iman. kita bersyukur bahwa berkunjung dan berdoa di Gereja, maka kita sedang berjumpa dengan Tuhan Allah. Yesus mengajarkan cara hidup-Nya yang terarah pada kurban melalui Sabda dan Ekaristi. Persekutuan umat beriman merupakan tanda nyata kehadiran Yesus Kristus yang mengunjungi kita semua. Simeon menjadi tanda kerinduan bagi kita kepada Allah. Keluarga kita termasuk anak-anak, remaja, dan kaum muda. Baiklah kita membawa anak-anak kepada Allah. Melalui baptis dan Ekaristi, ia menjadi anak-anak Allah dan murid-murid Kristus.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Pendidikan Katolik Motto Musyawarah Pastoral Mupas (2019) Keuskupan Surabaya:\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Dengan Semangat Ardas, mendewasakan Paroki yang berakar pada Lingkungan di tengah Masyarakat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pendidikan Katolik bersumber pada iman akan Kristus. kita belajar dari Kitab Suci dan Ajaran Gereja, bagaimana Yesus hidup, dan melayani secara publikkemasyarakatan, serta hidupNya yang terarah pada kematian-Nya di Salib. Penebusan Salib mengarahkan kita pada jalan setapak perjalanan penderitaan Yesus, kematian, dan kebangkitan-Nya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Bagaimana jika dikaitkan dengan arah dasar? Gereja Keuskupan mengedepankan hidup Paroki dalam partisipasi dan melibatkan umat untuk kaderisasi dan pembinaan terus menerus bagi para pendamping insan pendidikan. Keluarga-keluarga dalam Lingkungan mengajarkan dan mendidik diri setiap anggotanya selaras dengan iman dan karakter hidup secara Katolik.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Beriman berarti taat kepada Allah Bapa, mengikuti ajaran Tuhan Yesus, dalam kasih karunia Roh Kudus. Itu semua diwujudnyatakan dalam pengajaran secara lisan, maupun sikap dan tindakan setiap anggota keluarga dalam hidup kebersamaan dalaam keluarga, serta sharing pengalaman hidup dalam keluarga-keluarga di Lingkungan masing-masing di Paroki. Misalnya: desain berkumpul, desain doa keluarga, desain sharing iman, desain melayani dan berkurban dalam pembagian tugas kerja dalam keluarga rumah tangga. Maka, tampaklah Gereja dalam rumah Tangga setiap keluarga.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Berkarakter berarti insan pendidikan secara dewasa memberikan diri bagi pertolongan dan bantuan untuk hidup orang lain, bersosialisasi, berinteraksi, mau melibatkan diri dalam keprihatinan hidup sesama. Misalnya, kemampuan mendengarkan dan menyimpan rahasia orang lain. Kemampuan bersaksi menjadi teladan bagi orang lain dalam sikap dan tindakan dengan cara mengajarkan anakanak untuk hidup hemat, memberi waktu luang untuk kebersamaan, rekreasi bersama dalam keluarga, menemani anak-anak belajar, meneguhkan anak-anak yang akan menempuh ujian sekolah, serta mengajak anak kunjungan keluarga. Pengalaman hidup ini disharingkan dalam Lingkungan bagi setiap keluarga.\u003C/p>","2020-02-04T00:00:00.000Z","yesus-dipersembahkan-di-kenisah","images/WhatsApp_Image_2020-02-02_at_12.15.23.jpeg",{"title":1760,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1761,"publishDate":1762,"slug":1763,"imageLink":1764},"YESUS SUMBER TERANG HATI KITA","\u003Ch3>1. Sehari Sebelum Imlek\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Sehari sebelum Imlek, hujan deras sepanjang jalan beraspal. Dua insan bergandengan tangan menuju sekolah menengah. Perayaan Imlek akan dirayakan di sekolah sembari pesta seni dan setelah itu makan-makan. &ldquo;Asyik kita bisa makan daging!&rdquo; &ldquo;Memangnya kenapa?&rdquo; &ldquo;Di rumah, aku tidak pernah makan daging, hanya nasi sama garam. Itu pun kalo ada nasinya. Kadangkala hanya lihat garam sambil membayangkan ada nasi di meja kecil.&rdquo; &ldquo;Kalau kamu mau, ini aku ada nasi sama daging kering yang sudah matang dibawakan mama dari rumah?!&rdquo; &ldquo;Jangaan...itu kan untuk acara nanti kita di kelas!?&rdquo; &ldquo;Kalo lapar dan sangat kepingin makan, boleh kog!&rdquo; Mereka berdua tidak jadi makan. Merek amelanjutkan perjalanan melalui jalan yang banyak genangan. Hujan rintik-rintik semakin deras. Baju mereka basah kuyup tanpa perlindungan payung, kepala hanya ditutupi tas sekolah yang dibungkus dengan tas plastik warna merah. Mereka sampai di halaman sekolah. Ternyata di halaman sekolah yang seluas lapangan bolla volly itu telah ramai meskipun hujan. Tak menghalangi atraksi-atraksi kesenian yang menyemarakkan tahun baru milik bersama. Diujung siang itu acara selesai seraya hujan, anak remaja sedang makan daging.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Yesus Sumber Terang Hati Kita\u003C/h3>\n\n\u003Cp>\u003Cem>Tahun A/II. Hari Minggu Biasa III. Warna Hijau. Bacaan Ekaristi: Yesaya 8:23b-9:3; Mazmur 27:1.4.13-14; I Korintus 1:10-13.17; Injil Matius 4:12-23. \u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Nabi Yesaya berseru bahwa tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain; bangsa yang diam dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar, dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut telah terbit Terang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Yesus adalah Terang Sejati bagi kehidupan kita. Yesus menyerukan pertobatan, sebab Kerajaan sudah dekat. Yesus melibatkan manusia dalam karya pertobatan dan keselamatan bagi jiwa-jiwa. Kerajaan surga itu dimana Allah meraja di dunia, di hati kita, dan dalam setia pergaulan kita selalu mengedepankan Allah sebagai terang gerakan iman demi persaudaraan bagi semua orang. Yesus menyatakan itu dalam tugas pelayanan-Nya. Yesus mengajak murid-muridNya menjadi penjala manusia.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih,\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Apakah kita masih mencari ikan? Sesuap nasi? Mencari rejeki? Jodoh? Apakah kita masih sibuk dalam pekerjaaan terus menerus tanpa memikirkan orang lain? Atau apakah kita terpanggil mengikuti Tuhan Yesus dalam karya keselamatan bagi sesama? Apakah kita menyadari diri sebagai murid-murid Kristus? Apakah kita juga mau dilibatkan oleh Yesus dalam karya pertobatan menghadirkan Kerajaan Surga? Kita dipanggil oleh Yesus untuk melayani, mengurbankan diri, dan perutusan menyerukan pertobatan dalam sakramen. Sakramen yang telah kita terima menjadi tanda rahmat iman tugas pelayanan. Sakramen itu menyatukan kita dengan Allah. Sakramen itu mendamaikan kita dengan sesama.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari yang terkasih, \u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kerajaan Surga dinyatakan dengan kehadiran Yesus. Kerajaan Surga dinyatakan dengan kemauan kita bersatu dengan Yesus. Kabar gembira itu bahwa Yesus berada di tengah-tengah kita. Yesus tinggal di dalam hati kita. Berkat sakramen, kita hidup di dalam kasih dan persekutuan dengan Yesus. Kita hidup dalam terang. Yesus Kristus menerangi hidup kita. Kita diutus menjadi terang bagi sesama.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Sanggar Maria Santo Stefanus Surabaya\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Air mengalir di bawah kaki patung Bunda Maria berbunyi gemericik jatuh ke bak mandi yang dijadikan kolam buatan. Tanaman tetumbuhan tanpa buah di pasang minimalis tersusun rapi dengan cahaya lampu malam redup remang-remang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada awalnya Romo Kepala menyampaikan betapa penting dan mendesaknya, kita mengusahakan semangat katolisitas sebagai kesaksian hidup di tengah masyarakat. Kita berjalan bersama sebagai murid-murid Kristus yang dewasa iman dalam pelayanan, kurban diri, dan perutusan (tiga hal ini menyatu).\u003C/p>\n\n\u003Cp>Peserta yang hadir dari Kevikepan Surabaya Barat: Pak Husni, Pak Daud, Pak Valent, Bu Sri Maryanti, Pak Bambang, Pak Yusuf, Pak Petrus, Pak Poewanto, Pak Tan Pieter, Bu Theresia Habel, Pak Ignatius Jemingin, Pak Albertus, Pak Agus Stefanus, Pak Rubbyjanto, Pak Adhi Suasono. Acara formal-santai berlangsung Pkl. 19.00 WIB &ndash; Pkl. 22.00 WIB.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pokok Pembahasan membicarakan persiapan bahwa Paroki St. Stefanus akan menjadi tuan rumah pertemuan Lintas Iman, Agama, dan Kepercayaan tahun 2020. Usulan yang masuk sarasehan, bedah buku, bhakti sosial masyarakat, dan pentas seni di gabung dengan ulang tahun paroki.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pokok Pembahasan kedua membicarakan aktivitas seksi HAK dengan rencana belajar bersama tentang dokumen konstitusi Nostra Aetate, dan dokumen Abu Dhabi 2019, dan melibatkan kaum muda. Ketiga persoalan kaderisasi dan jaringan yang diperluas dengan komunitas persaudaraan iman.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Acara non formal-santai berlangsung Pkl. 22.00 WIB &ndash; Pkl. 01.00 WIB. Meskipun sudah larut malam, teman-teman tak hendak pergi dari tempat duduknya yang semula. Mereka saling berbagi dari pengalaman pendampingan dan advokasi atas satu peristiwa yang menyesakan dalam kehidupan beriman dan beragama. Salah satu topiknya: membicarakan soal peribadatan yang dilarang di salah satu kota kabupaten, sharing warisan gereja yang sudah didirikan dan jangan dibongkar dari wasiat Romo pendahulu, karena akan menimbulkan persoalan, serta bagaimana umat haru kompak dan menjadi perwakilan juru bicara yang benar (bukan atas nama kepentingan pribadi atau pengakuan).\u003C/p>\n\n\u003Cp>Ringan namun syarat misi. Sebelum pulang, mereka berpikir ktitis bagaimana mendesain acara untuk pemahaman akan Hubungan Antar Agama di Kevikepan Surabaya Barat.\u003C/p>","2020-01-26T00:00:00.000Z","yesus-sumber-terang-hati-kita","images/WhatsApp_Image_2020-01-25_at_21.21.44.jpeg",{"title":1766,"originalUrl":37,"excerpt":1767,"author":1234,"content":1768,"publishDate":1762,"slug":1769,"imageLink":1770},"Serial Dokumen Gerejawi","download e-book Serial Dokumen Gerejawi","\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"background-color:#e6e6fa; border-style:hidden; width:40%\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/seri-dokumen-gerejawi/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_wWOLmQL.jpg\" style=\"width:100%\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>","serial-dokumen-gerejawi","images/Logo-KWI.jpg",{"title":1772,"originalUrl":37,"excerpt":1773,"author":1234,"content":1774,"publishDate":1775,"slug":1776,"imageLink":1777},"Seri MUPAS 2019","Download Buku Seri Mupas 2109","\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/seri-mupas-2019-buku-1-arah-dasar-keuskupan-surabaya-tahun-2020-2030/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/1._ARAH_DASAR_KEUSKUPAN_SURABAYA_Tahun_2020-2030-1_jGEmTpK.jpg\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/seri-mupas-2019-buku-2-kebijakan-pastoral-strategis-keuskupan-surabaya-tahun-2020-2030/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/2._KEBIJAKAN_PASTORAL_STRATEGIS_KEUSKUPAN_SURABAYA_Tahun_2020_-_2030-1_yvO9rim.jpg\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/seri-mupas-2019-buku-3-program-strategis-keuskupan-surabaya-tahun-2020-2030/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/3._PROGRAM_STRATEGIS_KEUSKUPAN_SURABAYA_Tahun_2020_-_2030-1_1APZIcF.jpg\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\t\u003Ctd>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/seri-mupas-2019-buku-4-pedoman-pastoral-pengurus-lingkungan-keuskupan-surabaya-tahun-2020-2030/\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/PEDOMAN_PASTORAL_PENGURUS_LINGKUNGAN_KEUSKUPAN_SURABAYA_Tahun_2020-2030-1_kvEH1YK.jpg\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>","2020-01-23T00:00:00.000Z","seri-mupas-2019","images/logo_mUPAS_MLKmhTm.jpg",{"title":1779,"originalUrl":37,"excerpt":1780,"author":1234,"content":1781,"publishDate":1782,"slug":1783,"imageLink":1784},"Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus Untuk Hari Orang Sakit Sedunia XXVIII 11 Februari 2020","“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28)","\u003Cp>Saudari-saudara terkasih,&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kata-kata Yesus, &ldquo;Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu&rdquo; (Mat. 11:28), mengarah pada jalan rahmat yang misterius yang dinyatakan kepada orang-orang kecil dan memberi kekuatan baru kepada mereka yang letih lesu. Ajakan Kristus ini menyatakan kesetiakawanan Anak Manusia kepada semua yang terluka dan menderita. Betapa banyak orang yang menderita raga dan jiwanya! Yesus mengajak semua orang untuk mendekat kepada-Nya &ndash; &ldquo;Datanglah kepada-Ku!&rdquo; &ndash; dan Ia menjanjikan penghiburan dan istirahat. &ldquo;Ketika Yesus mengatakan hal ini, Ia berada di hadapan orang-orang yang Ia jumpai setiap hari di jalanjalan Galilea: orang-orang kecil, miskin, sakit, berdosa, mereka yang tersingkir karena beban hukum dan sistem sosial yang menindas mereka ... Orang-orang ini selalu mengikuti-Nya untuk mendengarkan perkataan-Nya, perkataan yang memberi harapan! Sabda Yesus selalu memberi harapan!&rdquo; (Doa Malaikat Tuhan &lsquo;Angelus&rsquo;, 6 Juli 2014).\u003C/p>\n\n\u003Cp>(Selengkapnya.. \u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk-hari-orang-sakit-sedunia-xxviii-11-februari-2020/\" target=\"_blank\">Pesan Bapa Suci Paus Fransiskus Untuk Hari Orang Sakit Sedunia XXVIII 11 Februari 2020\u003C/a>)\u003C/p>","2020-01-21T00:00:00.000Z","pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk-hari-orang-sakit-sedunia-xxviii-11-februari-2020","images/Poster_HOSS_2020.jpg",{"title":1786,"originalUrl":37,"excerpt":1787,"author":1234,"content":1788,"publishDate":1789,"slug":1790,"imageLink":1791},"Minggu Sabda Allah","26 Januari 2020.","\u003Cp>Penetapan Paus untuk menjadikan Minggu III Masa Biasa Menjadi Minggu Sabda Allah. Paus Fransiskus mengundang gereja-gereja lokal untuk menemukan cara-caranya sendiri untuk menghayati Hari Minggu Sabda Allah ini. Dalam Motu Proprio (no 3) hanya disebut beberapa kemungkinan, seperti misalnya pentahtaan Kitab Suci dalam perayaan Ekaristi; tekanan pada pewartaan atau homili sedemikian sehingga pelayanan yang diberikan kepada Sabda Tuhan menjadi tampak; mungkin juga perayaan pelantikan Lektor oleh Uskup, atau pembinaan dan pelantikan pelayan-pelayan firman pada tingkatan lainnya, dll.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Minggu Sabda Allah pertama akan kita rayakan \u003Cstrong>26 Januari 2020\u003C/strong>.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/motu-proprio-aperuit-illis-paus-fransiskus/\" target=\"_blank\">(Unduh - Surat Apostolik Aperuit Illis)\u003C/a>\u003C/p>","2020-01-10T00:00:00.000Z","minggu-sabda-allah","images/Aperuit_illis.jpeg",{"title":1793,"originalUrl":37,"excerpt":1794,"author":1234,"content":1795,"publishDate":1796,"slug":1797,"imageLink":1798},"Bahan APP 2020 untuk Rekat dan SMP","UNTUK REMAJA (REKAT & SMP)/ (Buku Pegangan Pemandu)","\u003Ctable align=\"center\" border=\"1\" cellpadding=\"1\" cellspacing=\"1\" style=\"background-color:#e6e6fa; border-style:hidden\">\n\t\u003Ctbody>\n\t\t\u003Ctr>\n\t\t\t\u003Ctd style=\"text-align:center; vertical-align:middle\">\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1SDmIQ9ThVJleU9JeYALAR7FTf8NAQFG6/view?usp=sharing\" target=\"_blank\">\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/unduh_dokumen_y5WqHlH.jpg\" style=\"height:98px; width:408px\" />\u003C/a>\u003C/td>\n\t\t\u003C/tr>\n\t\u003C/tbody>\n\u003C/table>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2020-01-09T00:00:00.000Z","bahan-app-2020-untuk-rekat-dan-smp","images/APP_2020_-_Bahan_REKAT_dan__SMP_-_FINAL-1.jpg",{"title":1800,"originalUrl":37,"excerpt":1801,"author":1234,"content":1802,"publishDate":1803,"slug":1804,"imageLink":1805},"The Priest as Catechist, Timon Journal","IMAM SEBAGAI KATEKIS - Perspektif Kanonik","\u003Cp>Tema Tahun Kateketik Nasional, yang diadakan hampir 20 tahun yang lalu pada tahun 1990, adalah &ldquo;Setiap Orang Kristen, Seorang Katekis&rdquo;. Tema ini terus berbicara dengan tajam kepada semua orang Filipina Umat ​​Katolik dewasa ini, dan terutama bagi mereka yang ditahbiskan untuk melayani mereka: setiap imam, setiap\u003Cbr />\nUskup adalah seorang katekis. Tugas pastoral pastor di gereja lokal ini benar dituangkan dalam magisterium dan hukum Gereja. Imam melakukan peran seperti pemimpin komunitas Kristen, yang merupakan persekutuan orang-orang yang, pada saat yang sama, terorganisir secara hierarkis. Menurut CIC / 83 can. 774 &sect;1.\u003C/p>\n\n\u003Cp>(\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/the-priest-as-catechist-timon-journal/\" target=\"_blank\">\u003Cem>Selengkapanya mengenai dokumen\u003C/em>\u003C/a>)\u003C/p>","2020-01-04T00:00:00.000Z","the-priest-as-catechist-timon-journal","images/The_Priest_as_Catechist._Timon_Journal.jpg",{"title":1807,"originalUrl":37,"excerpt":1808,"author":1234,"content":1809,"publishDate":1803,"slug":1810,"imageLink":1811},"Catholic Social Thought Encyclicals and Documents from Pope Leo XIII to Pope Francis","Pemikiran Sosial Katolik: Ensiklik dan Dokumen dari Paus Leo XIII hingga Paus Francis","\u003Cp>Kumpulan penting dokumen-dokumen utama, diperbarui untuk memasukkan ensiklik Paus Francis, Laudato Si &#39;. Kompendium klasik ini menawarkan akses ke lebih dari seratus tahun pernyataan resmi Gereja Katolik tentang masalah sosial. Dengan dokumen mulai dari Paus Leo XIII, Rerum Novarum (1891) hingga Paus Fransiskus Laudato Si &#39;(2015), ini adalah satu-satunya koleksi paling komprehensif yang tersedia dari dokumen utama pemikiran sosial Katolik. Setiap dokumen didahului oleh esai pengantar dan catatan yang bermanfaat. , menjadikannya alat bantu pengajaran yang luar biasa serta alat referensi.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/catholic-social-thought-encyclicals-and-documents-from-pope-leo-xiii-to-pope-francis/\">\u003Cem>(lebih lanjut mengenai dokumen)\u003C/em>\u003C/a>\u003C/p>","catholic-social-thought-encyclicals-and-documents-from-pope-leo-xiii-to-pope-francis","images/9781626981997.jpg",{"title":1813,"originalUrl":37,"excerpt":1587,"author":1234,"content":1814,"publishDate":1803,"slug":1815,"imageLink":1816},"Hari Raya Penampakan Tuhan","\u003Ch3>1. Ucapan Selamat\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Kami, pengurus DPP/BGKP, para Ketua Lingkungan, dan para Asisten Imam, bersama Umat Paroki Santo Stefanus Surabaya Mengucapkan: Selamat Natal 2019 &amp; Selamat Tahun Baru 2020\u003C/p>\n\n\u003Cp>KamI&nbsp;mengundang Bapak, Ibu, Saudara, Saudaria dalam pertemuan Pleno yang akan diselenggarakan Minggu, 12 Januari 2020. Pkl. 10.00 WIB.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Agenda: ramahtamah DPP/BGKP lama dan baru, sharing Romo Paroki, sharing Panitia Natal 2019, penentuan Panitia Renovasi Gereja 2020, penentuan Panitia Paskah 2020, penentuan Panitia Natal 2020, penentuan Panitia HUP 2020.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu, Saudara, Saudari sekalian yang terkasih. Salam dan doa. Tuhan Yesus memberkati Anda sekalian.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Romo Siga dan Romo Herman.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>2. Hari Raya Penampakan Tuhan\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Hari Raya Penampakan Tuhan. Hari Anak Misioner Sedunia. Tahun A/II. Warna Putih. Bacaan Ekaristi: Yesaya 60:1-6.; Mazmur 72:1-2.7-8.10-11.12-13; Efesus 3:2-3a.5-6; Injil Matius 2:1-12.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari, kita telah merayakan Natal dan memahami bahwa... \u003C/strong>Natal berarti Allah menjadi manusia. Allah menampakkan Diri dalam Bayi Yesus yang lahir miskin dan sederhana. Allah merasuki seluruh kemanusiaan dengan Roh Kudus-Nya. Ia memperbaiki manusia yang rusak karena dosa dari dalam. Manusia dipulihkan kembali menjadi manusia citra Allah dan kekasih Allah lagi. Tujuan penciptaan manusia tercapai dengan menjadi kekasih Allah, citra Allah, dan keluarga Allah. Inilah iman yang diwartakan Gereja.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari, hari ini kita merayakan Penampakan Tuhan Yesus...\u003C/strong> Kelahiran Yesus itu ditandai dengan bintang yang bersinar sangat terang dan berjalan menuntun para majus (orang bijaksan/ahli astronomi) untuk memmimpin mereka ke tempat dimana Yesus dilahirkan. Yesus lahir sebagai Raja Damai. Yesus datang ke dunia untuk mengasihi dan menyelamatkan seluruh umat manusia. &quot;Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.&quot; (Matius 2:10-11).\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>Saudara-Saudari, Orang-orang Majus membawa persembahan...\u003C/strong> Orang-orang Majus datang dari Timur dibawah bimbingan bintang menuju Bayi Yesus yang terbaring di palungan. Mereka sujud setelah bertemu dengan Bayi Yesus. Mereka memberikan persembahan emas, kemenyan, dan mur. Emas berarti pemberian yang laing berharga. Kemenyan mengungkapan persembahan diri dalam menyembah, ketaatan, kesetian, dan pujian kepada Allah. Mur mengungkapkan Allah yang menjadi manusia, yaitu kemanusiaan Yesus. Yesus Kristus yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. (Flp. 1:6-8). Yesus teladan kerendahan hati: tidak sombong, tidak mentang-mentang, tidak main kuasa. Tuhan Yesus menolong kita.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Ch3>3. Catatan Ringan Awal Tahun 2020 (Pak Effendy Sekretaris DPP Sidoarjo)\u003C/h3>\n\n\u003Cp>Menonton pertunjukan wayang menjadi saat yang menyenangkan di masa kanak-kanak saya, maklum pada zaman itu hiburan tidak sebanyak anak-anak di zaman modern ini. Semalam saya teringat sebuah kejadian yang menggelikan, karena Sang Dalang salah dalam melakonkan wayangnya, yakni : Werkudara tibatiba dilakonkan bisa terbang. &ldquo;Oiii&hellip;!!!&rdquo;, sontak saja penonton berteriak serempak tanpa di komando protes kepada Sang Dalang, sebab Tokoh Werkudara seharusnya tidak bisa terbang. Dalam peperangan Baratayuda mengantarkan Pandawa Bersaudara menjadi pemenangnya dan menguasai kembali istana Astinapura. Kisah Mahabarata berakhir dengan para Ksatria Pandawa mengundurkan diri menuju gunung Mahameru menghindar dari hingar bingar kekuasaan yang telah direbutnya. Dalam perjalanannya, mereka mati satu per satu, kecuali Yudistira dan anjingnya. Kemenangan tanpa sisa membawa mereka jadi limbung, putus asa, lalu mati dalam kesedihan yang teramat sunyi. Kemenangan menjadi tidak memiliki arti lagi, dan bisa jadi sangat membosankan. Sesungguhnya lawan tanding masih diperlukan Pandawa untuk mengisi kemenangannya, supaya hidup lebih hidup (meminjam tagline sebuah iklan rokok, hehehe&hellip;). Barangkali semua orang berpendapat sama, bahwa hidup ini lebih rumit dari sebuah rencana. Strategi lebih mudah ketimbang taktik di lapangan, karena taktik cenderung membutuhkan pengalaman dan keteguhan hati. Perbedaan selalu ada dimana-mana dan akan selalu demikian, karena kita tercipta tidak sama sebangun sepikiran dan se&hellip; se&hellip; se&hellip; lainnya yang berkonotasi menyamaratakan semua hal. Harus diingat, bahwa di dunia ini selalu saja ada unsur-unsur pembeda, namun tragisnya pembeda dianggap sebagai bentuk penyimpangan . Ingat! Tidak akan pernah ada kemenangan secara mutlak yang akan terjadi dalam peradaban manusia. &ldquo;Siapa yang menghendaki buah (hasil) akan segera kecewa, sebab buah itu akan busuk pada waktunya. Tetapi, barangsiapa yang melakukan karya tanpa terseret arus hasrat memiliki, ia akan menerima kebebasan, kebahagian dan jalan yang lurus.&rdquo; Nasihat Resi Kresna kepada Arjuna dalam kisah Bhagavadgita. Bersambung pada Sajak Pewayangan.....\u003C/p>","hari-raya-penampakan-tuhan","images/WhatsApp_Image_2020-01-04_at_14.34.20.jpeg",{"title":1818,"originalUrl":37,"excerpt":1819,"author":1234,"content":1820,"publishDate":1821,"slug":1822,"imageLink":1823},"Surat Gembala  ARDAS 2020","Surat Gembala Ardas 2020","\u003Cp>\u003Cem>Baca lebih lengkap di Dokumen ..&nbsp;\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>SURAT GEMBALA&nbsp;\u003C/strong>&nbsp;ARDAS 2020: Tahun Pertobatan Bersama Murid Kristus \u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/surat-gembala-ardas-2020/\">(klik disini)\u003C/a>\u003C/p>","2019-12-29T00:00:00.000Z","surat-gembala-ardas-2020","images/Surat_Gembala_Ardas-2020-1.jpg",{"title":1825,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1826,"publishDate":1821,"slug":1827,"imageLink":1828},"Pesta Keluarga Kudus","\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cbig>1. Renungan Malam Tahun Baru\u003C/big>\u003C/strong>\u003Cbr />\nMalam tahun baru. pergantian beralih dengan lembutnya. Semestinya sunyi melahirkan bunyi waktu berganti. Perempuan-perempuan menjerit kesakitan melahirkan anak-anak jaman baru yang bersaing dengan suara-suara terompet mengangkasa saling pepet.\u003Cbr />\nPara lelaki menderu dendam kesumat dan berambisi meraih mimpi yang tak kunjung masuk di akal dan merasuk ke dalam nurani. Tak ayal lagi...\u003Cbr />\nAnak-anak pun tak mau ketinggalan. Pikiran-pikiran saling bertumbuk. Ibarat bikers mengendarai tanpa helm. Ibarat petasan meluncur dan nyangkut di ujung dahan, meledak, dan seketika daun-daun berguguran berwarna tanah. Di tengah alun-alun kota. Tampaklah para pengejar cinta dan pengemis kasih sayang. Mereka berdasi dan bersepatu; milik tetangga kampung sebelah; entah bagaimana cara mendapatkannya. Mereka berlari mengejar pijar-pijar api. Tak satu pun mampu menangkapnya. Di pinggir alun-alun. Para gelandangan abadio tertawa terbahak-bahak menyaksikannya. Kata mereka saling bersautan: takkan mungkin bisa! Jika masih belum akur kata dengan kata; ibu dan anak kalimat; teks dan konteks. Jenaka demi jenaka menggerakkan tubuh masuk dalam ruang hening. Setiap detik menambah kerut. Setiap menit menambah kalut. Bilamana jam dikejar tanpa ribut. Bilamana pula waktu jaman, menggerakkan waktu, menuju ruang penantian.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pesta Keluarga Kudus, 29 Desember 2019\u003Cbr />\nLembar Suplement\u003Cbr />\n\u003Cstrong>MEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS\u003C/strong>\u003Cbr />\nJalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621\u003Cbr />\nKode Pos 602116 Surabaya &ndash; Jawa Timur &ndash; Indonesia\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbr />\n\u003Cstrong>\u003Cbig>2. Hari Minggu Pesta Keluarga Kudus Yesus, Maria Yusuf\u003C/big>\u003C/strong>\u003Cbr />\nPesta Keluarga Kudus. Tahun A/I. Warna Putih. Bacaan Ekaristi: Putera Sirakh 3:2-6.12-14; Mazmur 128:1-2.3.4-5; Kolose 3:12-21; Injil Matius 2:13-15.19-23.\u003Cbr />\nSaudara-Saudari, kita merayakan Pesta Keluarga Kudus...\u003Cbr />\nKeluarga Kudus yaitu Yesus, Maria, dan Yusuf. Mereka menjadi kudus karena Allah sendiri yang mengasihi mereka dan bekerja di dalam mereka. Yesus yang adalah Allah Putera yang menjadi manusia. Maria, Ibunda Yesus, menerima kehadiran Allah dalam hidupnya dengan melahirkan Yesus. Yusuf, suami Maria dan ayah Yesus, yang taat setia mau menjadi kepala keluarga, dan menjaga Maria serta mendidik Yesus hingga dewasa.\u003Cbr />\nSaudara-Saudari, kita belajar dari Yusuf melindungi keluarganya dari kejahatan.. Setelah orang-orang majus berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: &ldquo;Bangunlah, ambillah anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.&rdquo; Yusuf bangun. Ia mengambil Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir. Ia tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: &ldquo;Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.&rdquo;\u003Cbr />\nSetelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: &ldquo;Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.&rdquo;\u003Cbr />\nYusuf bangun. Ia membawa Anak itu serta isterinya dan pergi ke tanah Israel. Tetapi setelah ia mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Karena dinasihati dalam mimpi, maka Yusuf pergi ke daerah Galilea.\u003Cbr />\nSetibanya di sana ia pun tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh para nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.\u003Cbr />\nSaudara-Saudari, berbahagialah kita sebagai ibu diberi karunia melahirkan dan membesarkan anak-anak. Berbahagialah kita sebagai ayah diberi karunia melindungi keluarga. Mari, kita bekerjasama dan mendidik anak-anak supaya semakin beriman.\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cbig>\u003Cstrong>3. Pekerja-pekerja Allah dalam Keterlibatan Menggeraja di Masyarakat\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nGereja Keuskupan Surabaya menggerakkan kita untuk mengakarkan iman dalam hidup bersama di tengah masyarakat. Kita sebagai umat beriman diutus dan bergerak bersama dalam semangat Ardas Kesukupan mendewasakan Paroki yang berakar pada Lingkungan yang hadir di tengah Masyarakat.\u003Cbr />\nTema Mupas Kesukupan Surabaya kedua ini, Gereja mencari Allah yang secara khusus dalam dinamika lingkungan di Paroki. Sehingga gerakan Gereja ini pun bisa dirasakan oleh masyarakat sekitarnya. Gereja hadir juga untuk kehidupan masyarakat. Relasi umat beriman harus semakin ramah; semakin terang cahayanya; dan semakin bisa dirasakan kehadirannya seperti garam yang larut dalam air hidup.\u003Cbr />\nDengan demikian, umat beriman semakin ditantang untuk semakin mewujudkan iman akan Kristus dalam kehidupan bersama di tengah masyarakat.\u003Cbr />\nAllah menjadi manusia. Maria menerima Yesus dan melahirkan-Nya sebagai ALLAH yang menjadi MANUSIA. Ia hidup dan menyertai kita dalam kepedulian dan keterlibatan bermasyarakat. Yusuf, suami Maria dan ayah Yesus, menyerahkan dirinya kepada Allah.\u003Cbr />\nDalam mimpinya, Yusuf berjumpa malaikat Tuhan. Yusuf bergerak menerima dan melindungi keluarganya. Ia bermimpi, bangun, dan bergerak ke Mesir melindungi keluarganya. Ia bermimpi, bangun, dan bergerak ke Galilea melindungi keluarganya. Kemudian, ia tinggal bersama keluarganya di Nazaret. Melalui Yusuf, nubuat para nabi digenapi: Yesus orang Nazaret.\u003Cbr />\nYusuf bekerja sebagai ahli tukang kayu. Ia bekerja dengan keras dan teliti hingga urat-urat kayu nampak indah dan menjadi ornamen rumah tangga yang megah. Yusuf bekerjasama dengan Allah melindungi keluarganya sehingga bebas dari kejahatan Herodes dan Arkhelaus dan menyelamatkan seluruh umat vmanusia.\u003Cbr />\nGereja menggerakkan kita bersahabat dengan Allah dan sesama. Kita bekerja digerakkan oleh iman akan Yesus, mewujudkan kesejahteraan hidup bersama. marilah kita bangun dan bergerak bersama menjadi pendamping anak-anak BIAK, REKAT, OMK. Kita digerakkan oleh cinta kasih Kristus mempersiapkan anak-anak bertumbuh dewasa secara iman kristiani. Mereka hidup untuk orang lain. mereka hidup bergaul dengan orang lain. Sehingga, mereka berani bersaksi dan berkreasi.\u003C/p>","pesta-keluarga-kudus","images/WhatsApp_Image_2019-12-28_at_14.35.21.jpeg",{"title":1830,"originalUrl":37,"excerpt":1587,"author":1234,"content":1831,"publishDate":1832,"slug":1833,"imageLink":1834},"Bapa Yusuf Mendapatkan Mimpi","\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cbig>1. Meraih Mimpi Sebatas Selimut (Jerry)\u003C/big>\u003C/strong>\u003Cbr />\nPesan Whatsapp masuk pagi ini disela-sela banyaknya komentar. Pesan itu berisi tentang mimpi. Saya jadi teringat kisah Yusuf yang bermimpi berjumpa Malaikat. Pesan singkat itu berasal dari seorang kawan. Ia bernama Bapak Jerry, keluarga muda, penikmat seni panggung tanpa mengejar rupiah. Ia suka dan sering bermain monolog lucu penuh gurauan. Berikut ini apresiasinya terhadap pengalaman yang dijumpai dan dialaminya dalam keseharian. Setiap orang pasti pernah bermimpi. Aku pun sama. Aku terkadang sampai mencari maknanya dari mimpi yang kualami. Aku terkadang ingin membuktikannya.\u003Cbr />\nMimpi tanpa makna membuat terlena dalam siksa. Ketika terbangun sekejap ia pergi. Aku terusik dan ingin bertanya pada mimpi itu sendiri. Apa maknanya?!? Apa yang membuat hati ingin memeluk mimpi itu? Mengapa kau datang padaku? Aku hanya ingin tahu apa maumu? Aku ingin mengungkap jati dirimu.\u003Cbr />\nPerjuangan malam. Perjuangan gelap. Mimpi kukejar. Aku kejar mimpi. raga berselimutkan mimpi. Mimpi menyelimuti raga yang terbuai kegelapan. Terang pergi terusir selimut mimpi remang-remang. Aku bermimpi mengkritik malam. nyatanya terang pergi mengkritiku tidurku yang remang-remang.\u003Cbr />\nSahabat, aku ingin mengejar mimpi dan bisa mengritiknya habis-habisan sebelum pagi. Nyatanya, aku yang justru dikritik habis tanpa makna berisi. Setelah fajar tiba, kunikmati kritikan sebagai lauk pauk. Kegagalan kunikmati sebagai minuman. Sindiran sebagai lalapan. Permasalahan menjadi pencuci kritikan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Masa Adven IV, 22 Desember 2019\u003Cbr />\n\u003Cem>Lembar Suplement\u003C/em>\u003Cbr />\n&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>3MEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS\u003C/strong>\u003Cbr />\n\u003Cem>Jalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621\u003Cbr />\nKode Pos 602116 Surabaya &ndash; Jawa Timur &ndash; Indonesia\u003C/em>\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cbig>\u003Cstrong>2. Bapa Yusuf, Tunangan Maria, Mendapatkan Mimpi\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nHari Minggu Gaudete Adven III. Tahun C/I. Warna Ungu. Bacaan Ekaristi: Yesaya 7: 10-14; Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6; Roma 1:1-7; Injil Matius 1:18-24.\u003Cbr />\nKita mengetahui nubuat kelahiran Yesus. Ia dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria, yang sedang bertunangan dengan Yusuf, dan mereka belum berada dalam ikatan perkawinan. mereka saling menjaga hubungan pertunangannya. Kita mengetahui pribadi Bunda Maria. Ia seorang perawan pilihan Allah. Maria bertunangan dengan Yusuf. Maria mendapatkan karunia mengandung Yesus dari Roh Kudus. Maria menghadirkan Putera Allah dalam kandungannya. Maria menjadi tabut perjanjian baru. Wajah Maria sungguh manis, berseri-seri penuh sukacita bagi dunia, dan mendapatkan karunia Allah untuk memberikan nama kepada Anak yang akan dilahirkannya, Emmanuel, Allah beserta manusia. Kita mengetahui Bapa Yusuf. Yusuf dikenal masyarakat sekitar sebagai pekerja tukang kayu. Yusuf seorang pribadi yang tulus hati. Ia setia, taat, dan melakukan Hukum Taurat dalam kehiduapan sebagai orang Yahudi. Ia adalah anak dari Matan (Matius 1:16). Yusuf keturunan Daud (Matius 1:20; Lukas 1:27). Bapa Yusuf mengalami pergulatan dalam hidup pertunangannya. Kita bisa membayangkan jika kita sebagai Yusuf. Apakah kita tidak terkejut? Kecewa? Marah? Merasa gagal menjaga tunangan? Siapakah yang telah menghamilinya? Kita juga tentunya berpikir bahwa Yusuf sangat mencintai Maria. Kita tahu bagaimana ketulusan hati Yusuf, pastilah ia juga mempertimbangkan imannya: Maria mengandung anak siapa? Siapakah lelaki itu? Atau apakah Maria lebih mencintai dia? maka, Yusuf ingin menceraikan dia dengan diam-diam. Yusuf mendapatkan karunia dari Roh Kudus melalui kabar Malaikat supaya jangan takut dan tetap menjaga keluarganya, Maria dan Anak yang dikandungnya. Sikap dan tindakan Yusuf merupakan keputusan besar dalam karya keselamatan Allah. Yusuf mau mengambil partisipasi karya ilahi demi keselamatan manusia. Pada masa Adven IV, pengharapan kita kepada Allah Putera yang menjadi Manusia semakin dekat. Putera Allah pasti akan datang. Ia hidup di antara manusia. Allah peduli dengan kehidupan manusia melalui sikap, dan tindakan Yusuf yang diam-diam, terbuka hatinya, dan menjadi teladan hidup kita dalam ketenangan.\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cbig>\u003Cstrong>3. Sharing OMK 1 oleh Audrey\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nSore hari itu, aku bertemu dengan romo di sanggar Maria. Tanaman hijau tak terpantul cahaya langsung matahari. Aku memberanikan diri untuk bertanya bagaimana caranya menulis satu karya. Katanya: tulislah, apa yang ingin ditulis. Nama Saya Audrey. Saya belajar di sekolah menengah umum negeri. Karya ini saya beri judul: Perjuangan Orang Muda Katolik di sekolah negeri Surabaya. Menjadi murid-murid Kristus merupakan panggilan jiwa yang sangat mulia. Menjadi murid-Nya bukan berarti saya terhindar dari tantangan-tantangan dunia. Menjadi murid Kristus, saya belajar bagaimana mengungkapkan iman, harapan, dan cinta, serta menyikapi, merespon, dan merefleksikan tantangan-tantangan hidup. Pada zaman ini, OMK belajar di sekolah negeri dan sekolah swasta non katolik; perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta non katolik. Mereka tidak banyak jumlahnya di tempat pendidikan itu. Menurut mereka, agama adalah hal yang masih bersifat tabu untuk dibicarakan. Padahal secara tidak langsung mereka juga sedang membahas mengenai perjuangan iman yang sebetulnya sangat dibutuhkan pada masa sekarang oleh mereka yang bersekolah di sekolah negeri. Tantangan hidup kaum remaja dan kaum muda. Mereka belajar di sekolah negeri itu memiliki tantangan tersendiri bagi beberapa Orang Muda Katolik; terutama remaja yang masih labil. Mereka masih belum siap memikirkan masa depan: mempertanggungjawabkan iman dan moral katolik, menjadi saksi di tengah masyaraka, merasa diri sebagai kelompok minoritas, dianggap beda, dianggap asing, seolah-olah aneh jika beriman beda, dan kurang percaya diri sebagai remaja dan kaum muda. Adakalanya, mereka disudutkan dengan tidak mendapatkan tempat sebagai pengurus karena iman dan agamanya. Keresahan ini sering timbul dengan beberapa tantangan-tantangan kecil. Namun tantangan kecil ini bisa berisiko besar dan berakibat fatal. Misalnya, OMK lebih suka menonton dari pada membaca; lebih suka main game dari pada menulis; lebih suka hidup berkelompok minat dan bakat dari pada berkomunitas dalam kelompok membaca, merenung, dan sharing pengalaman iman; lebih suka mencari dan memilih pacar dari pada mencari teman sebanyak-banyak dan bersahabat.\u003C/p>","2019-12-22T00:00:00.000Z","bapa-yusuf-mendapatkan-mimpi","images/WhatsApp_Image_2019-12-21_at_13.33.28.jpeg",{"title":1836,"originalUrl":37,"excerpt":1503,"author":1234,"content":1837,"publishDate":1838,"slug":1839,"imageLink":1840},"Yohanes Mempersiapkan Jalan Bagi Yesus","\u003Cp>\u003Cem>(Ruang Hening Refleksi Atas Keselamatan Hidup Abadi)\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cbig>\u003Cstrong>1. Rindu Hujan\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nBocah perempuan membawa payung ke sana ke mari di rumahnya. Ia hendak sekolah. Ketika di kelas, ia masih ingat, gurunya pernah berkata, bahwa curah hujan cukup tinggi pada bulan Desember. Pada kenyataannya, hujan tidak juga turun.\u003Cbr />\nIa menanyakan kepada ayahnya: apakah bulan Desember akan terjadi hujan? Ia juga bertanya kepada ibunya tentang hal yang sama. Kenyataannya, sempat terjadi mendung, sempat terjadi kilat, dan sempat terjadi gluduk suara petir. Hujan tetap saja bersembunyi di balik awan hitam. Tidak jua turun.\u003Cbr />\nBocah itu bertanya dalam hatinya: mengapa hujan enggan turun. Lama-lama ia terbiasa dengan pertanyaan itu. Ketika diselimuti pertanyaan tentang hujan di bulan Desember, maka ia memutuskan untuk kemana-mana selalu membawa payung.\u003Cbr />\n&ldquo;Sedia payung sebelum terjadi hujan!&rdquo; Benaknya dengan hati gembira.\u003Cbr />\nOrang tuanya memahaminya karena ia sangat rindu pada hujan. Ia sangat suka bermain air hujan. Ketika hujan, tak pernah dilewatkannya ketika hujan turun.\u003Cbr />\nPernah suatu ketika hujan di awal tahun ini. Ia keluar kelas langsung menerjang hujan pertama turun. Gurunya menegurnya, &ldquo;Sirlyyyy, jangaaan main hujan-hujanaann, nanti kamu sakit!&rdquo; Jawabnya, &ldquo;Tidak apa apa, ibu&rdquo;\u003Cbr />\n&ldquo;Nanti saya dimarahi orang tuanmu kalo kamu sakit?!!!&rdquo;\u003Cbr />\n&ldquo;Mereka sudah tahu, saya suka hujan!&rdquo;\u003Cbr />\n&ldquo;Sirly, ayooo masuk, masalahnya ini masih jam pelajaran.&rdquo;\u003Cbr />\nBocah itu tersenyum, masuk kelas, mengikuti pelajaran dengan basah kuyub.\u003Cbr />\nMasa Adven Ketiga, 15 Desember 2019\u003Cbr />\nLembar Suplement\u003Cbr />\nMEDIA INFORMASI KEGIATAN PAROKI SANTO STEFANUS\u003Cbr />\nJalan Manukan Rukun 23-25 Telp. 7412845/Fax7403621\u003Cbr />\nKode Pos 602116 Surabaya &ndash; Jawa Timur &ndash; Indonesia\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cbig>\u003Cstrong>2. Yohanes Pembaptis Mempersiapkan Jalan Bagi Tuhan\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nHari Minggu Gaudete Adven III. Tahun C/I. Warna Ungu/Pink. Bacaan Ekaristi: Yesaya 35:1-6a.10; Mazmur 146:7.8-9a.9bc-10 ; Yakobus 5:7-10; Injil Matius 11:2-11.\u003Cbr />\nGereja mewartakan Yesus pasti datang membawa sukacita. Harapan baru bahwa Yesus Mesias yang telah kita nantikan memberikan sukacita keabadian bagi semua orang. Kita tak perlu lagi bersungut-sungut. Menanti itu menggembirakan.\u003Cbr />\nIman memampukan kita antri dalam menanti. Tantangannya, arus kebanyakan orang yang tidak suka antri untuk menanti. Kalau bisa cepat, mengapa harus lambat. Antri BBM menggerutu. Antri sembako mencaci maki. Antri belanja bypass mendahaului. Jika tanpa antri, kita justru merugikan banyak orang.\u003Cbr />\nMarilah kita belajar dari pengalaman Yohanes Pembaptis, cara hidup, dan pekerjaannya menantikan kedatangan Yesus. Yesus menguatkan iman Yohanes.\u003Cbr />\nYohanes Pembaptis berada dalam penjara. Imannya sempat goyah ketika berada dalam penjara. Ia masuk penjara karena suara kenabiannya yang jujur dan melawan Herodes, yang kawin dengan isteri saudaranya. Yohanes seorang nabi. Ia bahkan lebih dari pada nabi. Yohanes adalah Elia baru. Hidupnya keras, berpakaian kasar, tinggal di padang gurun. Pribadinya kuat, yang tidak tergoyangkan oleh angin. Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Mesias. Yohanes mengimani bahwa ia membuka jalan bagi Yesus. (Yohanes 1:19-37).\u003Cbr />\nYohanes berada di penjara. Hidupnya susah, karena mewartakan kebenaran iman akan Kristus. Namun, ia tetap berjuang akan imannya itu. Maka, ia mengutus para muridnya untuk mendengarkan kepastian akan masa penantiannya. Kabar berita itu benar setelah para murid mendengar langsung dari Yesus.\u003Cbr />\nYesus meneguhkan iman Yohanes melalui para muridnya. Yesus memberi kepastian. Yesus ingin Yohanes tahu akan penggenapan nubuat nabi Yesus seperti Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu, Matius 11:5, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberitakan kabar baik.\u003Cbr />\nYesus memuji ketaatan Yohanes dan menggenapi nubuat Yesaya. &ldquo;Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu danmendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.&rdquo; Yohanes pembaptis hidupnya lebih besar dari nabi.\u003Cbr />\n\u003Cbr />\n\u003Cbig>\u003Cstrong>3. Ketua Lingkungan Menggerakkan Remaja Katolik dan Orang Muda Katolik\u003C/strong>\u003C/big>\u003Cbr />\nGereja Keuskupan Surabaya, dalam penggembalaan Bapa Uskup Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, mewujudkan hasil Musyawarah Pastoral 2019. Tahun 2020 menjadi gerakan iman dalam tahun pertobatan bersama sebagai murid-murid Kristus yang dewasa dalam iman. Komitmen pertobatan penggembalaan itu dikehendaki Tuhan Yesus bagi seluruh umat beriman Keuskupan Surabaya.\u003Cbr />\nPara Ketua Lingkungan mendapatkan apresiasi sangat baik dan perhatian khusus dalam rangka ucapan syukur dan terima kasih karena berpartisipasi menggerakkan keluarga-keluarga bertumbuh iman yang dewasa di tengah masyarakat.\u003Cbr />\nKetua Lingkungan menjadi insan strategis dalam pelayanan misi bagi keluarga. Dalam hal ini Paroki St. Stefanus Surabaya menghadirkan semangat persekutuan itu dalam Ekaristi Kaum Muda EKM. Orang Muda Katolik mencintai Ekaristi. Semangat Ekaristi: berani ditampilkan, dipecah-pecah, dan dibagikan dalam karya pelayanan Gereja di tengah hidup bermasyarakat.\u003Cbr />\nEkaristi adalah Tuhan Yesus mengundang kita berkumpul dan berdoa. Ekaristi sebagai ungkapan syukur dan permohonan syukur umat beriman. Ekaristi adalah pengudusan kita sebagai murid-murid Kristus. Ekaristi menjadi peristiwa iman dan tindakan kita sebagai orang kristiani. Dalam Ekaristi, Yesus hadir dalam sabda, Tubuh dan Darah Kristus, umat, serta imam.\u003Cbr />\nTahun 2020, kita akan sosialisasi dan pelaksanaan Ekaristi Kaum Muda. Kita akan mengadakan pertemuan pleno para Kaling, DPP, BGKP, dan umat, 13 Januari 2020. Kita membicarakan tiga agenda Paroki, yaitu Pertama, LPJ Ketua Panitia Natal; Kedua, Ekaristi Kaum Muda, Sabtu, 23 Februari 2020, Formatio Launching; Ketiga, Persiapan Masa Prapaskah dan Masa Paskah dan melantik Ketua Panitia Paskah.\u003Cbr />\nBerikut ini jadwal Misa di Paroki St. Stefanus Surabaya: Misa Sabtu, Pkl. 18.00 &ndash; Pkl. 19.15 WIB. Ekaristi Kaum Muda bersama Umat Allah (EKM). Misa Minggu I. Pkl. 06.00 WIB - Pkl. 07.15 WIB. Misa Minggu II. Pkl. 08.00 WIB - Pkl. 09.15 WIB.\u003Cbr />\nKita berharap kaderisasi Orang Muda Katolik semakin hidup. OMK memahami Ekaristi, mencintai Ekaristi, dan diutus dengan semangat Ekaristi. Operasional kaderisasi muncul semangat menjadi misdinar, lektor, pemazmur, asisten imam, organis, koor, petugas kolektan, petugas tata tertib, dan bukan jaga parkir.\u003C/p>","2019-12-16T00:00:00.000Z","yohanes-mempersiapkan-jalan-bagi-yesus","images/WhatsApp_Image_2019-12-14_at_13.37.21.jpeg",{"title":1842,"originalUrl":37,"excerpt":1843,"author":1234,"content":1844,"publishDate":1845,"slug":1846,"imageLink":1847},"Vos Estis Lux Mundi: Aturan-aturan Baru Paus Fransiskus terhadap Pelaku Penyalahgunaan","Vos Estis Lux Mundi","\u003Cp>Paus Fransiskus baru saja menerbitkan&nbsp;\u003Cem>Motu proprio,\u003C/em>&nbsp;&quot;Vos estis lux mundi&quot;, yang menetapkan prosedur baru untuk melaporkan penyalahgunaan dan kekerasan. Prosedur ini juga untuk memastikan bahwa para Uskup dan Pemimpin Tarekat bertanggung jawab atas tindakan mereka,termasuk kewajiban bagi para imam dan para religius untuk melaporkan penyalahgunaan. Setiap keuskupan harus memiliki sistem yang memungkinkan publik untuk mengirimkan laporan dengan mudah. Demikian diuraikan di awal tulisan Andrea Tornielli,&nbsp;\u003Cem>Editorial&nbsp;\u003C/em>\u003Cem>Director of Vatican&#39;s Dicastery for Communication,\u003C/em>&nbsp;tentang Aturan-Aturan Baru Paus Fransiskus untuk memerangi penyalahgunaan seksual... \u003Cem>\u003Cstrong>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/vos-estis-lux-mundi-paus-fransiskus/\" target=\"_blank\">( Selengkapnya)\u003C/a>\u003C/strong>\u003C/em>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2019-11-25T00:00:00.000Z","vos-estis-lux-mundi-aturan-aturan-baru-paus-fransiskus-terhadap-pelaku-penyalahgunaan","images/Bildschirmfoto-2018-05-28-um-15.10.52.jpg",{"title":1849,"originalUrl":37,"excerpt":37,"author":1234,"content":1850,"publishDate":1851,"slug":1852,"imageLink":1853},"Buku Ibadat Adven Umat Lingkungan/Stasi Keuskupan Surabaya 2019","\u003Cp>\u003Cstrong>MENYIAPKAN JALAN BAGI TUHAN\u003C/strong>\u003Cbr />\nBahan Ibadat Adven Lingkungan/Stasi\u003Cbr />\nKeuskupan Surabaya Tahun 2019\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cem>\u003Ca href=\"http://keuskupansurabaya.org/document/buku-ibadat-adven-umat-lingkungan-stasi-keuskupan-surabaya-2019/\">( lihat/ download buku ..)\u003C/a>\u003C/em>\u003C/p>","2019-11-08T00:00:00.000Z","buku-ibadat-adven-umat-lingkunganstasi-keuskupan-surabaya-2019","images/IBADAT_ADVEN_2019.jpg",{"title":1855,"originalUrl":37,"excerpt":37,"author":1234,"content":1856,"publishDate":1857,"slug":1858,"imageLink":1859},"Ringkasan Dokumen Akhir Sinode Amazon","\u003Cp>\u003Cstrong>Dokumen Akhir Sinode untuk Amazon:\u003C/strong>\u003Cbr />\nDari Pertobatan Pastoral Hingga Diakon Permanen untuk Perempuan\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Ca href=\"https://www.keuskupansurabaya.org/document/sinode-amazon-2019/\" target=\"_blank\">\u003Cem>(lebih lanjut mengenai dokumen)\u003C/em>\u003C/a>\u003C/p>","2019-11-07T00:00:00.000Z","ringkasan-dokumen-akhir-sinode-amazon","images/Ringkasan-Dokumen-Akhir-Sinode-Amazon-1.jpg",{"title":1861,"originalUrl":37,"excerpt":1862,"author":1234,"content":1863,"publishDate":1864,"slug":1865,"imageLink":1866},"Keuskupan Surabaya ‘Serentak Maju!’ dalam MUPAS 2019","Penyelenggaraan MUPAS 2019","\u003Cp>Selama 3 hari, 18-20 Oktober 2019, Keuskupan Surabaya menyelenggarakan&nbsp; MUPAS (Musyawarah Pastoral) di Rumah Pembinaan Sasana Krida Jatijejer, Trawas, Mojokerto. Dihadiri oleh 479 peserta yang terdiri dari Anggota Dewan Pastoral Keuskupan, Dewan Moneter Keuskupan, Romo Vikep, Romo Kepala Paroki, Koordinator Pelayanan Pastoral Mahasiswa, Rektor Seminari Menengah, Rektor Seminari Tinggi, Direktur Tahun Orientasi Rohani (TOR), Utusan Dewan Pastoral Paroki, Utusan dari Jalur Kelompok Kategorial Umat, Utusan dari Jalur Religius, dan Perwakilan dari Komisi-Komisi di Keuskupan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>MUPAS 2019 atau MUPAS Kedua ini lebih bersifat selebrasi atas hasil-hasil musyawarah yang telah dilaksanakan pada masa PraMUPAS yang dimulai sejak awal 2017, dan telah merumuskan Arah Dasar (ARDAS) Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"Dok: komsos Surabaya\" src=\"/media/contents/seluruh-peserta-mupas-1024x683.jpg\" style=\"margin-left:10px; margin-right:10px; width:70%\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Acara hari pertama diawali ibadah yang dipimpin oleh Romo Fritz Meko, SVD yang juga merupakan Vikaris Religius Keuskupan Surabaya. Dalam kotbah pembukaan Romo Fritz menyatakan, &ldquo;MUPAS adalah media rahmat bagi kita untuk bersama menentukan strategi dan arah pastoral yang hendak kita jalankan selama 10 tahun dalam Keuskupan. Strategi dan arah yang tepat, membantu kita untuk mampu menegakkan nilai-nilai pastoral dalam Keuskupan hingga Keuskupan Surabaya dapat memantulkan citra pastoral yang mendukung kekompakan, persaudaraan, kerukunan, keguyuban, dan damai. Kita tentu yakin bahwa Tuhan Yesus tahu apa yang kita inginkan dalam MUPAS ini&rdquo;.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Usai ibadat pembuka, hadir Cak Pas, maskot MUPAS 2019 yang diperankan oleh Frater Diakon Roberts Theo Elno Respati yang langsung memandu acara, didampingi oleh Maria Vera.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"Cak Pas diperankan oleh Frater Diakon Roberts Theo Elno Respati, Maskot MUPAS 2019 Dok: komsos Surabaya\" src=\"/media/contents/Cak_Pas_diperankan_oleh_Frater_Diakon_Roberts_Theo_Elno_Respati_Maskot_MUPAS_2019_Dok_komsos_Surabaya.jpg\" style=\"float:left; margin-left:10px; margin-right:10px; width:30%\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Dalam sambutannya RD. Aloysius Widya Yanuar Nugraha atau yang akrab dipanggil Romo Louis mengawali pidato pembukaan dengan mengajak seluruh perserta merayakan peristiwa iman dalam MUPAS. Beliau menutup pidato dengan mengajak semua peserta meneriakkan yel-yel panitia yang berbunyi, &ldquo;MUPAS 2019, Serentak Maju!&rdquo;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Turut hadir, PEMBIMAS Katolik Kementerian Agama kantor wilayah provinsi Jawa Timur, Suko Pranyoto, S.Ag. &ldquo;Tak kenal maka tak sayang&rdquo;, kata itu diucapkan oleh Suko Pranyoto yang menginginkan momentum MUPAS ini dapat digunakan untuk saling mengenal, dan memperbaharui sikap kita sebagai umat beragama yang melaksanakan amanah imannya secara baik dan benar, serta sekaligus berpegang teguh pada pancasila dan UUD 45.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Sambutan terakhir disampaikan Uskup Surabaya Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono. Beliau menyampaikan bahwa MUPAS 2019 adalah peristiwa iman yang diwujudkan dengan bermusyawarah dan bergerak bersama.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Seremonial pembukaan ditandai dengan penabuhan gederang oleh Mgr. Sutikno didampingi oleh RD. Yosef Eko Budi Susilo Eko (Vikaris Jendral Keuskupan Surabaya); RD. Agustinus Tri Budi Utomo (Vikaris Pastoral Keuskupan Surabaya); RP. Agustinus Dodik Ristanto, CM &amp; RD. Y. Fusi Nusantoro (Ketua &amp; Wakil Ketua Dewan Imam Keuskupan Surabaya); Romo Luis, Suko Pranyoto, dan Cak Pas.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"Pembukaan acara ditandai dengan ditabuhnya gederang oleh bapa Uskup dan Imam lainnya Dok: komsos Surabaya\" src=\"/media/contents/pembukaan-acara-oleh-bapa-uskup-1024x678.jpg\" style=\"margin-left:10px; margin-right:10px; width:70%\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Hari kedua dan ketiga diisi dengan 4&nbsp;\u003Cem>session\u003C/em>&nbsp;pemaparan hasil MUPAS 2019.&nbsp;\u003Cem>Session&nbsp;\u003C/em>1 membahas&nbsp;\u003Cstrong>Arah Dasar (ARDAS) Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030.&nbsp;\u003C/strong>Dipaparkan oleh RD. Petrus Canisius Edi Laksito dan RD. Yohanes Benny Suwito. Para peserta diajak mendalami 48 butir yang menguraikan 5 isi pokok cita-cita ARDAS. Lima isi pokok tersebut adalah: Murid-Murid Kristus (Kemuridan), Persekutuan, Dewasa Dalam Iman, Guyub dan Penuh Pelayanan, Misioner.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Agustinus Tri Budi Utomo, atau Romo Didik menyampaikan&nbsp;\u003Cstrong>Kebijakan Strategis Pastoral Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030\u003C/strong>. Pada&nbsp;\u003Cem>Session&nbsp;\u003C/em>2 ini Romo Didik mengajak para peserta menangkap arus kerinduan Gereja Katolik di Indonesia. Serta membahas implikasi kebijakan strategis Keuskupan Surabaya yang hendak mendewasakan paroki yang berakar lingkungan dan hadir di tengah masyarakat. Pilihan strategis yang diwujudkan dalam kerangka waktu ini melalui 3 tahap, yaitu: hidup berlingkungan, hidup berparoki dan hidup bermasyarakat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/Panitia_OC_MUPAS_Dok_Komsos_Surabaya.jpg\" style=\"float:left; margin-left:10px; margin-right:10px; width:70%\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada&nbsp;\u003Cem>Session 3,&nbsp;\u003C/em>Romo Louis membahas&nbsp;\u003Cstrong>Program Strategis Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030\u003C/strong>. Dijelaskan bahwa Keuskupan Surabaya memilih lingkungan sebagai cara hidup menggereja untuk hadir bagi masyarakat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Malam kedua diselingi pentas seni berupa operet yang ditampilkan oleh kolaborasi Orang Muda Katolik (OMK) dari 7 Kevikepan, yakni Kevikepan Surabaya Barat, Kevikepan Surabaya Selatan, Kevikepan Surabaya Utara, Kevikepan Blitar, Kevikepan Blora, Kevikepan Kategorial, dan Kevikepan Religius.\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/Performer_malam_kesenian_Dok_komsos_Surabaya.jpg\" style=\"float:left; margin-left:10px; margin-right:10px; width:70%\" />\u003C/p>\n\n\u003Cp>Dalam&nbsp;\u003Cem>session\u003C/em>&nbsp;akhir yang dilaksanakan pada hari ketiga, RD. Alexius Kurdo Irianto menjabarkan&nbsp;\u003Cstrong>Pedoman Pastoral Pengurus Lingkungan Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030\u003C/strong>. Romo Kurdo menjelaskan sejarah adanya &ldquo;Lingkungan&rdquo;, latar belakang yang menyebabkan perlunya pedoman pastoral lingkungan, dan bagaimana menggunakan pedoman tersebut. Dapat dikatakan Pedoman Pastoral Pengurus Lingkungan merupakan instrumen pengelolaan lingkungan sebagai kehadiran nyata Gereja di tengah masyarakat.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Acara ditutup dengan Misa Episkopal yang dipimpin oleh Mgr. Sutikno, dengan peneguhan ARDAS Keuskupan Surabaya Tahun 2020-2030.&nbsp;\u003Cstrong>(Teja &amp; Didiet &ndash; Komsos Surabaya)\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cimg alt=\"Crew musik tradisional Lesung dan JULA-JULI Dok: Komsos Surabaya\" src=\"/media/contents/Crew_musik_tradisional_Lesung_dan_JULA-JULI_Dok_Komsos_Surabaya.jpg\" style=\"margin-left:10px; margin-right:10px; width:70%\" />\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","2019-10-27T00:00:00.000Z","keuskupan-surabaya-serentak-maju-dalam-mupas-2019","images/Mgr.Sutikno_berserta_seluruh_Imam_dalam_MUPAS_2019_Dok_komsos_Surabaya.jpg",{"title":1868,"originalUrl":37,"excerpt":1869,"author":1234,"content":1870,"publishDate":1871,"slug":1872,"imageLink":1873},"Makna Logo MUPAS 2019","Makna Logo Mupas 2019","\u003Cp>\u003Cimg alt=\"\" src=\"/media/contents/WhatsApp_Image_2019-10-13_at_10.14.06.jpeg\" style=\"width:100%\" />\u003C/p>","2019-10-16T00:00:00.000Z","makna-logo-mupas-2019","images/logo_mUPAS.jpg",{"title":1875,"originalUrl":37,"excerpt":1876,"author":1234,"content":1877,"publishDate":1871,"slug":1878,"imageLink":1879},"Dari Mupas 2009 Menuju Mupas 2019","Mengenai  MUPAS 2009 menuju MUPAS 2019","\u003Ch1>\u003Cstrong>DARI MUSYAWARAH PASTORAL 2009 menuju MUSYAWARAH PASTORAL 2019\u003C/strong>\u003C/h1>\n\n\u003Cp>Oleh : Agustinus Tri Budi Utomo\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>Pada mulanya: &lsquo;Mendengarkan kehendak Allah&rsquo; \u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Seorang Uskup, setelah menerima/menyanggupi&nbsp; perutusan dari Paus untuk menjadi Uskup, tak lama kemudian pasti diminta untuk bersama Roh Kudus menemukan &lsquo;motto&rsquo; yang diyakini sebagai kehendak Tuhan bagi penggembalaannya. Disamping motto episkopal dirancang pula suatu lambang resmi episkopal yang mengungkapkan cita-cita mandat dari motto tersebut.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Paus adalah pewaris tahta santo Petrus, yang bertanggungjawab menunjuk imam untuk diminta menjadi penerus tahta para Rasul di sebuah keuskupan yang sedang mengalami tahta lowong. Di bulan April 2007, Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono dipilih oleh Paus Benediktus XVI sebagai Uskup (Gembala Utama) di Keuskupan Surabaya. &nbsp;Di basilika Manaoag Shrine , yang berada di atas bukit kota Pangasinan &ndash; Pilipina utara, Msgr. Sutikno menemukan ayat kunci dari Injil Yohanes yang berbunyi: &ldquo;Ut Vitam Abundantius Habeant&rdquo;&nbsp; - &ldquo;Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan&rdquo; (Yoh.10:10) untuk menjadi motto dia. Motto ini merupakan buah dari refleksi Bapak Uskup &lsquo;Mendengarkan kehendak Allah&rsquo;. Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono ditahbiskan sebagai Uskup Surabaya pada tanggal 29 Juni 2007.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kepada Msgr. Vincentius Sutikno Wisaksono Tuhan menghendaki (melalui Injil Yohanes) supaya umat Keuskupan Surabaya digembalakan menuju hidup yang berkelimpahan akan kasih penggembalaan Tuhan. Ini perintah Tuhan yang diyakini dan dijadikan visi jangka panjang arah penggembalaan Bapak Uskup bagi Keuskupan Surabaya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003Cstrong>\u003Cem>&lsquo;Mendengarkan Kerinduan Umat Allah dalam kebersamaan&rsquo;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Tahun 2008 dalam proses pramupas, Keuskupan Surabaya&nbsp; mencanangkan suatu &lsquo;Pola Pastoral&rsquo; yakni suatu &lsquo;cara bersama&rsquo; atau &lsquo;bingkai pemahaman bersama&rsquo; dari seluruh elemen yang terlibat dalam reksa pastoral Keuskupan Surabaya. Suatu pola yang dinamai &lsquo;Pola Pastoral Berbasis Persekutuan&rsquo; yang mengacu pada paham Konsili Vatikan II atas jati diri Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus, Bait Allah, Misteri dan Sakramen, Persekutuan para Kudus, &ldquo;Communio&rdquo;, dan Umat Allah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Gereja hadir di dunia bukan untuk dirinya sendiri. Gereja berada dalam dunia dan hadir bagi dunia. &ldquo;Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan dari murid-murid Kristus (Gereja). Sebab persekutuan murid-murid Kristus terdiri dari orang-orang yang dipersatukan di dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan menuju Kerajaan Bapa. Semua murid Kristus telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka, persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat dalam hubungannya dengan umat manusia serta sejarahnya.&rdquo; (GS 1)\u003C/p>\n\n\u003Cp>Untuk mewujudkan misi dan jati dirinya, pada 26-28 November 2009 Keuskupan Surabaya mengadakan Musyawarah Pastoral (Mupas). Mupas merupakan proses rohani sekaligus pastoral strategis gerejani yang berusaha berjalan dalam kebersamaan sebagai satu Persekutuan untuk menemukan &lsquo;arah gerak bersama&rsquo; sesuai dengan kehendak Allah.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada tahun 2008-2009 di mulai proses pramupas yang dilaksanakan melalui dua metode (cara/jalan), yakni: tiga jalur dan tiga jenjang.\u003C/p>\n\n\u003Cp>a)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Terdapat tiga jalur pelaksanaan, yaitu: (1) Jalur jemaat teritorial, (2) Jalur kelompok kategorial dan (3) Jalur Komunitas Religius\u003C/p>\n\n\u003Cp>b)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Proses dilaksanakan bertahap dalam tiga jenjang: \u003Cstrong>\u003Cem>Jenjang pertama\u003C/em>\u003C/strong> di tingkat lingkungan/ kelompok kecil/ stasi; \u003Cstrong>\u003Cem>jenjang kedua\u003C/em>\u003C/strong> di tingkat Paroki dan \u003Cstrong>\u003Cem>jenjang ketiga\u003C/em>\u003C/strong> di tingkat kevikepan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Melalui kata-kata kunci yang terkumpulkan dalam proses pramupas, Uskup mendengarkan dan mengartikulasikan harapan, kerinduan, impian atau &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; umat sekeuskupan Surabaya. Kata-kata kunci (pramupas) tersebut menjadi bahan baku untuk menyusun rumusan &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; Ardas 2010-2019. &ldquo;Vox Populi vox Dei&rdquo; , suara (aspirasi) Umat/rakyat merupakan suara Tuhan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Akhirnya, dari olahan kata-kata kunci selama pramupas, melalui proses diskusi, musyawarah dan disermen selama tiga hari, pada tanggal 28 November 2009 berhasil tersusun rumusan: \u003Cstrong>&ldquo;Gereja&nbsp; Keuskupan Surabaya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang semakin dewasa dalam iman, guyup, penuh pelayanan dan misioner&rdquo;\u003C/strong> sebagai cita-cita bersama pastoral bagi seluruh umat Allah Keuskupan Surabaya untuk masa 10 tahun ke depan. Proses perencanaan dan penentuan arah pastoral yang dijiwai oleh cita-cita bersama tersebut dinamai Arah Dasar (Ardas) Keuskupan Surabaya 2010-2019.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>Hakekat Gereja adalah persekutuan. \u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Paham Gereja sebagai umat Allah membawa konsekuensi dalam hubungan antara hierarki dan kaum awam. Kaum awam merupakan partner hierarki. Awam dan hierarki memiliki martabat dan semangat yang sama meskipun menjalankan fungsi yang berbeda-beda. Setiap pribadi dipanggil untuk melibatkan diri secara penuh dalam kehidupan Umat Allah, karena hidup mengumat pada dasarnya merupakan hakikat Gereja itu sendiri, sebab hakikat Gereja adalah persekutuan, persaudaraan cinta kasih seperti yang dicerminkan oleh hidup Jemaat Perdana (lih. Kis 2:41-47)\u003C/p>\n\n\u003Cp>Kebersamaan dalam hidup menggereja tidak terbatas pada hal-hal rohani seperti doa, perayaan ibadah, kegiatan-kegiatan pembinaan iman, tetapi juga menyentuh pada kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan budaya serta seluruh aspek kehidupan. Penggembalaan seorang Uskup bagi keuskupannya menyangkut jawaban atas mandat perutusan Gereja untuk melanjutkan rencana keselamatan Allah bagi dunia sesuai dengan konteks jamannya. Suatu pengejawantahan misi Yesus dalam jaman tertentu.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Umat Kristiani bersama dengan uskup mereka tidak menghayati kehidupan imannya hanya secara individu saja melainkan secara aktif menggunakan segala kharisma, karunia, dan fungsi yang dipercayakan kepadanya untuk kepentingan misi Gereja di tengah masyarakat. Masing-masing dan semua orang yang telah dibaptis bertanggungjawab dalam hidup dan misi Gereja. Pepatah Latin &ldquo;Lex agendi lex essendi&rdquo; (tata perilaku hendaknya mengikuti hakekat jatidirinya) mengajarkan, bahwa tata gerak dan kelola penggembalaan yang direncanakan di Keuskupan Surabaya ini hendaknya setia mengikuti hakekat jatidiri Gereja sebagai &lsquo;communio&rsquo; (persekutuan).\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>&lsquo;Menetapkan Pedoman Arah&rsquo; perwujudan Ardas Keuskupan Surabaya. \u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pola Pastoral berbasis persekutuan nampak dalam upaya merinci/menguraikan ke dalam serangkaian proses program pengelolaan (manajemen) penggembalaan, menentukan visi dasar (cita-cita bersama), mengembangkan struktur tata kelola, menyusun fokus prioritas pastoral tahunan, dan menghayati nilai-nilai yang memberi semangat hidup pelayanan yang terarah, strategis dan sinergis.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Untuk itu, pada langkah berikutnya Uskup menetapkan pedoman pedoman yang membantu dan mengarahkan tindakan penggembalaan di seluruh wilayah keuskupan Surabaya. Wujudnya : penataan ulang struktur pastoral, menerbitkan statuta-statuta, pedoman pelayanan bagi DPP dan BGKP, pedoman tatakelola harta benda Gereja dan juga sirkuler yang mengatur praktek peribadatan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>Perjalanan Bersama mewujudkan Arah Dasar&nbsp; \u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Ardas 2010-2019 menjadi &lsquo;payung bersama&rsquo; dalam mewujudkan &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; seluruh Umat Allah di Keuskupan Surabaya. Di tingkat pelaksanaan penggembalaan,&nbsp; seksi dan komisi pastoral dikelompokkan menjadi empat rumpun bidang pastoral: Pembinaan, Sumber, Kerasulan khusus,&nbsp; dan&nbsp; Kerasulan Umum. Dengan perumpunan bidang tersebut diharapkan pola pastoral berbasis persekutuan dapat terwujud. Sambil memonitor perjalanan perwujudan Ardas selama ini, kita semua berusaha terus setia dan kreatif mengikuti Ardas sebagai wujud nyata kesetiaan&nbsp; kita mengikuti Tuhan, Sang Gembala Baik, menuju hidup yang berkelimpahan. Dalam mengawal implementasi Ardas, Uskup di setiap awal tahun membuat Surat Gembala untuk mengevaluasi, dan mengapresiasi perjalanan mewujudkan Ardas di tahun yang telah dijalani&nbsp; dan mengumumkan prioritas pastoral tahun berikutnya.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>Penegasan kembali relevansi &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; Ardas 2010-2019 ke depan.\u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>Proses persiapan dan Musyawarah Pastoral yang menghasilkan Ardas 2010-2019 merupakan berkat yang melimpah bagi Gereja dan Penggembalaan Keuskupan Surabaya. Melaluinya Gembala dan domba menangkap dengan jernih Rencana keselamatan Allah bagi Gereja Keuskupan Surabaya. Seluruh jemaat dan pemangku reksa pastoral dimudahkan, disatukan, dipayungi, digerakkan, dipandu oleh Arah Pastoral yang sama dan&nbsp; jelas. Sehingga semua pihak dimudahkan untuk bergerak bersama dan di satukan secara sinergis oleh jiwa persekutuan menuju hidup yang berkelimpahan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Pada tahun 2017, disadari bahwa selama sepuluh tahun penggembalaan Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono, Bapak Uskup dalam pertemuan Dewan Pastoral Keuskupan memberikan arahan agar di periode 10 tahun ke depan, melalui Mupas 2019&nbsp; perwujudan &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; Ardas 2010-20019 semakin dikonkritkan serta ditindaklanjuti. &nbsp;Dalam berbagai kesempatan visitasi pastoral Uskup dan KKP (2017-2018) serta dari apresiasi, evaluasi dan masukan Dewan Pastoral Keuskupan, Dewan Imam, Hari Studi Imam Keuskupan Surabaya dan khususnya hasil dari diskusi panjang di Koordinasi Karya Pastoral (KKP) , dipastikan bahwa rumusan &lsquo;cita-cita bersama&rsquo; Ardas 2010-2019 ini masih sangat relevan dan hendak diperdalam, dikonkritkan, diperkaya dan ditindaklanjuti&nbsp; dalam Mupas kedua (2020-2030).\u003C/p>\n\n\u003Cp>Telah diakui bersama oleh Umat Allah Keuskupan Surabaya dan khususnya para insan pemangku dinamika pastoral melalui berbagai tatap muka, visitasi pastoral dan diskusi&nbsp; bahwa tata kelola pastoral selama 10 tahun terakhir mengalami banyak pembaruan dan kemajuan karena pola pastoral dan pengelolaan pastoral yang semakin tertata. Bapak Uskup menjelaskan bahwa selama sepuluh tahun pertama penggembalaannya merupakan meletakkan pondasi dan infrastruktur pastoral yang kokoh dan tertata. Secara sederhana, selama 10 tahun pertama membangun habitus pastoral. Sedangkan pada sepuluh tahun berikutnya (2019-2029) adalah mendaratkan Cita-cita Ardas 2009 secara bertahap ke ranah praksis pastoral pertahun, suatu tahap kesiapan untuk tinggal landas menuju Hidup Menggereja yang berkelimpahan.\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>\u003Cstrong>\u003Cem>Menuju Kehadiran Sakramental Umat Allah yang semakin Signifikan dan Relevan di tengah Dunia.\u003C/em>\u003C/strong>\u003C/p>\n\n\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp>Setelah Pembenahan Infrastruktur dan habitus Penggembalaan&nbsp; dibangun selama 10 tahun, penggembalan keuskupan Surabaya berikutnya (2019-2029) diarahkan ke tahap pewujudan misi kehadiran sakramental Umat Allah bagi masyarakat (dunia). Design strategi pastoral keuskupan Surabaya seiring dengan &nbsp;proses disermen&nbsp; Konferensi Wali Gereja Indonesia yang bersidang pada bulan November 2017.&nbsp; Tema Sidang KWI 2017 adalah : &ldquo;Gereja yang Relevan dan Signifikan, Panggilan Gereja menyucikan Dunia&rdquo;.\u003C/p>\n\n\u003Cp>Gereja ada bukan untuk dirinya sendiri, Gereja pada hakekatnya misioner (diutus). Gereja ditengah dunia menghadirkan rencana Keselamatan Allah, dan bersama dunia diutus untuk menguduskan dan menyelamatkan dunia. Pada periode kedua penggembalaan, yang ditandai dengan Musyawarah Pastoral ke dua bulan Oktober 2019,\u003C/p>","dari-mupas-2009-menuju-mupas-2019-0pckukuytb","images/logo_mUPAS_FiYJYTl.jpg",{"title":1881,"originalUrl":37,"excerpt":1544,"author":1234,"content":1882,"publishDate":1883,"slug":1884,"imageLink":1885},"Sabtu, 18 April 2020 (Dalam situasi sulit seperti ini,..)","\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Sabtu, 18 April 2020\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Dalam situasi sulit seperti ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ketika kita semua berada dalam satu perahu bencana yang sama: pandemi covid19,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">akan semakin nampak jelas wajah kita yang sesungguhnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kalau kekuatan ekonomi kita stabil,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tentu kita sangat bergairah membantu mereka yang sedang berada dalam ekonomi yang sulit.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Meski ada juga yang membantu dengan memberi dari apa yang tersisa setelah dia makan sampai\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sekenyang-kenyangnya.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Apakah membantu itu dari harus dari yang tersisa, atau menjadi bagian dari yang kita peroleh?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ada juga yang berpendapat bahwa kita baru bisa membantu kalau kita lebih.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Pertanyaannya: kapan kita merasa sudah cukup atau berlebih?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukankah nafsu itu tidak akan pernah terpuaskan?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukankah kita ini tidak akan pernah mengatakan pada diri kita: cukup!\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jika yang terkena bencana ini saudara-saudara kita daerah bagian sebelah sana, sedangkan kita di\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sini tidak terkena, tentu dengan mudah kita akan membantu saudara-saudara yang terkena bencana\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">itu.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jika bencana ini bukan soal lokasi, tetapi meliputi kita semua, dimanapun dan siapapun;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">apakah kita juga bersedia membantu mereka yang lebih menderita?\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Atau kita menolak membantu dengan alasan kita juga terkena bencana.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Benar.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jika kita yang tidak terkena bencana membantu mereka yang menderita terkena bencana,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">itu sungguh perbuatan manusiawi yang baik.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Tetapi, jika kita juga berada dan sedang bergulat di dalam bencana yang sama, dan kita masih\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bersedia membantu mereka yang lebih menderita dengan apa pun yang ada pada kita,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">itu bukan hanya perbuatan manusiawi yang baik,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tetapi itu tindakan illahi.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bahwa Allah sedang bekerja dalam diri kita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya, Allah sedang bekerja dalam diri kita;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">ketika kita sendiri sedang berada dalam bencana namun masih bersedia membuka hati membantu\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">mereka yang lebih menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ini tidak masuk akal, tidak logis dan tidak matematis.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya, Allah memang tidak masuk akal, tidak logis dan tidak matematis.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Maka meski berada dalam bencana yang sama covid19,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">kita dapat bersyukur,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bukan karena kita tidak terjangkit;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sama sekali bukan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Bukan karena kita tidak lebih menderita dari yang lain;\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">sama sekali bukan.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita bersyukur karena meski kita sendiri terkena bencana itu, kita masih dapat menolong yang lebih\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Kita bersyukur karena dalam keadaan yang tidak mudah, yang dialami semua orang,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Allah tetap bekerja dalam diri kita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Inilah syukur yang sejati.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Ya Tuhan yang Mahakasih,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">di tengah bencana pandemi covid19 ini,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">bantulah kami memasuki pintu ilahiMu yang sempit,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">tetap bersyukur dengan mewujudkan kebaikan dan kemurahanMu bagi yang menderita.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">Jangan biarkan kami membenarkan diri untuk tidak melakukan apapun,\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">dengan alasan kami juga sedang dalam bencana yang sama.\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">&nbsp;\u003C/p>\n\n\u003Cp style=\"margin-bottom:.0001pt; margin:0cm 0cm 8pt\">\u003Cspan style=\"font-size:11pt\">\u003Cspan style=\"line-height:normal\">\u003Cspan style=\"font-family:Calibri,sans-serif\">\u003Cspan style=\"font-size:16.0pt\">\u003Cspan style=\"font-family:Cormorant\">A. Kurdo Irianto\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/span>\u003C/p>","2019-04-18T00:00:00.000Z","sabtu-18-april-2020-dalam-situasi-sulit-seperti-ini","images/photo-1579871295656-28249508ee6a.jpg",{"title":1887,"originalUrl":1888,"excerpt":1889,"author":1890,"content":1891,"publishDate":1892,"slug":1893,"imageLink":1894},"TELADAN MARIA MELALUI DOA ANGELUS","https://my.imavi.org/articles/teladan-maria-melalui-doa-angelus","[9 Mei 2021] Pekan Paskah VI","Admin CIM","\u003Cp>![Mary-Cherubs-The-Assumption-of-the-Blessed](//images.ctfassets.net/a1uad830l19w/4AJzKxxfUNeFtmP0rZwtea/89297b727555e84cdb6b9a76c4300dd2/Mary-Cherubs-The-Assumption-of-the-Blessed.jpg) Seorang pemuda di salah satu paroki di Surabaya memutuskan untuk memeluk iman Katolik karena tersentuh dengan suara lonceng gereja. Selama empat tahun, setiap pagi saat hendak berangkat kuliah, pemuda ini mendengar suara lonceng gereja pukul enam pagi. Saat sore pukul enam, ia juga mendengar lonceng yang sama berdentang. Sejak saat itu, ia merasa terpanggil dan merasakan kedamaian hati setiap ada suara lonceng gereja. Meskipun tak mengerti maksud bunyi lonceng itu, namun ia memutuskan untuk percaya kepada Yesus dan dibaptis di Gereja Katolik. Doa Malaikat Tuhan Suara lonceng yang didengar oleh pemuda itu adalah pertanda didoakannya doa Malaikat Tuhan atau Angelus. Doa ini didoakan setiap pukul enam pagi, dua belas siang dan enam sore. Beberapa gereja yang memiliki lonceng cukup besar dapat menggemakan suara lonceng ini hingga berkilo-kilo meter. Setiap orang yang lewat dekat gereja akan mendengar suara ini dan beberapa memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya sejenak untuk berdoa. Doa yang amat ringkas dari suara lonceng ini nyatanya menyingkap sebuah penghormatan kepada Ibu Maria. Doa ini pada mulanya adalah kebiasaan hidup para biarawan Fransiskan yang membunyikan lonceng sebanyak tiga kali sehari dengan ditutup doa Salam Maria. Lambat laun, kebiasaan yang sederhana ini berkembang ke Inggris dan semua daerah-daerah jajahannya di penjuru dunia. Kemudian, pada abad XVI doa ini mendapat dukungan dari Paus Benediktus XIV, Paus Leo XIII, Paus Pius XI dan Paus Pius XII. Dalam dokumen Marialis Cultus, Paus Paulus VI menganalisis doa ini secara khusus. Menurut Paus Paulus VI, doa ini sangat injili karena seluruh isinya merupakan penyingkapan misteri Paskah dan mengarahkan orang untuk berkontemplasi. Doa malaikat Tuhan juga berisi mengenai peran khusus Ibu Maria dalam karya keselamatan Allah untuk umat manusia. Pertama, doa ini berbunyi, “Angelus Domini nuntiavit Mariae” yang berarti Malaikat Tuhan memberi kabar kepada Maria. Ini merupakan Kabar Sukacita akan karya keselamatan yang dimulai dari “Ya” Maria. Nyatalah di sini bahwa Allah memilih seorang perawan yang amat bersahaja, yakni Maria. Maka, Maria mengandung Putera Allah, yakni Yesus dari karunia Roh Kudus. Kedua, karya keselamatan itu juga tersingkap dari ungkapan Maria yang amat indah, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah kepadaku menurut perkataanmu” (Luk. 1:38). Ungkapan ini acapkali dikutip oleh para imam yang baru ditahbiskan untuk menunjukkan sikap berserah kepada kehendak Allah. Bila ditelisik, maka nyatalah bahwa karya Allah tersebut hampir tak masuk akal bagi Maria. Akan tetapi, Maria mengatakan “Ya” karena tahu bagi Allah tak ada yang mustahil. Belajar dari Maria Doa Malaikat Tuhan ini memang berisikan sebuah teladan iman dari sosok Maria. Bahkan, dalam masa Paskah, doa ini diganti dengan doa Ratu Surga yang juga berisikan teladan iman Maria. Seakan, doa Ratu Surga menjawab kepasrahan iman Maria dalam doa Malaikat Tuhan. “Ratu Surga bersukacitalah, alleluya!”, demikianlah bunyi doa Ratu Surga. Ya, Maria layak bersukacita sebagai buah imannya akan kehendak Allah dalam hidupnya. Tentu saja, lonceng gereja juga dibunyikan untuk mengiringi baik doa Malaikat Tuhan maupun doa Ratu Surga. Lewat suara lonceng gereja, kita dipanggil untuk belajar meneladani iman Maria yang sungguh pasrah pada kehendak Allah. Bahkan, Paus Kalistus III sekitar abad XV meminta semua orang Katolik di seluruh dunia untuk berdoa kepada Maria saat mendengar suara lonceng gereja. Ini merupakan ungkapan syukur atas bantuan Maria dalam kemenangan pasukan Katolik atas armada Turki yang waktu itu mengancam Eropa. Doa-doa tersebut sungguh sebuah usaha menimba pengalaman iman dari Maria. Sungguh, Maria memiliki pengharapan teguh pada Allah. Ini dipegangnya teguh, bahkan dengan setia ia berdiri di bawah kaki salib Puteranya saat para murid meninggalkan Yesus. Teladan inilah yang terus diingatkan kepada umat Katolik melalui suara lonceng yang bergema tiga kali sehari. Selain itu, lewat sosok Maria, setiap orang belajar bahwa kehendak Allah adalah nomor satu dalam hidup. Selalu Mengingat Allah Melalui suara lonceng, kita semua diminta untuk meneladani sikap Maria. Terlebih, kita diminta untuk kembali mengingat Allah di tengah rutinitas dan kesibukan kita. Melalui doa-doa Salam Maria yang kita ucapkan, kita mengingat Allah. Sungguh, ini amat perlu bagi hidup kita yang sibuk ini agar kita tak semakin dikuasai kesibukan yang membuat hidup kita kering. Sebaliknya, “Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!” (Ul. 6:4), iman inilah yang kita ingat selalu. Maka, kita diingatkan untuk selalu mengingat Allah yang amat berharga dalam hidup ini. Kita juga belajar dari Maria agar selalu mengandalkan Allah dalam rutinitas hidup. Kita tak akan mengandalkan kekuatan diri sendiri dan kita hidup bukan untuk diri sendiri. Maria tak bertindak dalam namanya sendiri, tapi selalu mengandalkan Allah. Demikianlah kita dipanggil untuk mengandalkan Tuhan dan bersandar pada-Nya. Maria ketika menghadapi persoalan hidup tak mengutamakan kehendaknya sendiri, melainkan mengutamakan kehendak Allah. Seperti Maria yang lebih memilih kehendak Allah, maka kita dipanggil untuk mencari kehendak Tuhan dalam hidup sehari-hari. Lewat suara lonceng yang meminta kita untuk berdoa ini, kita diingatkan bahwa Tuhan yang kita imani jauh lebih besar dari persoalan yang kita hadapi. Dari 24 jam waktu kita sehari, sisihkanlah tiga kali waktu untuk mendoakan doa-doa tersebut. Dengan perantaraan Maria dalam doa-doa itu, kita akan selalu mengingat Allah. Akhirukallam, kita akan mengalamai sukacita yang dialami Maria karena percaya pada Yesus, Puteranya. Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus. Amin.\u003C/p>","1970-01-01T00:00:00.000Z","teladan-maria-melalui-doa-angelus","https://cdn.imavi.org/articles~epATKgn~logo.png",{"title":1896,"originalUrl":37,"excerpt":1897,"author":1898,"content":1899,"publishDate":1892,"slug":1900,"imageLink":1853},"Paus Fransiskus : Tentang  Keluarga","Paus Fransiskus mengingatkan tentang hubungan dalam keluarga ","komisi","\u003Cp>Dalam suratnya kepada para keluarga, paus Fransiskus mengatakan \u003Cspan style=\"background-color:rgb(255,255,255);color:rgb(23,34,43);\">“Mungkin kita tidak dilahirkan dalam keluarga yang luar biasa dan bebas masalah, tetapi keluarga kita adalah cerita kita, semua orang harus berpikir: Ini cerita saya, masalah yang sudah ada sebelumnya diperparah, menciptakan konflik yang dalam beberapa kasus menjadi hampir tak tertahankan. Bahkan banyak yang mengalami putusnya suatu hubungan, putusnya sebuah pernikahan menyebabkan penderitaan yang luar biasa, karena banyak harapan yang pupus, dan kesalahpahaman dapat menyebabkan pertengkaran dan luka yang tidak mudah disembuhkan, anak-anak akhirnya harus menderita rasa sakit melihat orang tua mereka tidak lagi bersama.” Paus Fransiskus berpesan agar para keluarga mencari bantuan dalam mengatasi konflik, termasuk berdoa. Selain itu, paus juga menyampaikan pesan yang seringkali disampaikan ketika bertemu para keluarga. Ia mengingatkan soal tiga kata terpenting dalam pernikahan, yakni tolong, terima kasih dan maaf.\u003C/span>\u003C/p>","paus-fransiskus-tentang-keluarga",{"title":1902,"originalUrl":37,"excerpt":1903,"author":1234,"content":1904,"publishDate":1892,"slug":1905,"imageLink":1906},"Bahan APP 2020 untuk OMK","Untuk OMK (Orang Muda Katolik)/ (Buku Pegangan Pemandu)","\u003Cfigure class=\"table\">\u003Ctable>\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"/media/contents/unduh_dokumen_nHaZHlC.jpg\" alt=\"\">\u003C/figure>\u003C/td>\u003C/tr>\u003C/tbody>\u003C/table>\u003C/figure>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-app-2020-untuk-omk","images/omk.JPG",{"title":1908,"originalUrl":37,"excerpt":1909,"author":1234,"content":1910,"publishDate":1892,"slug":1911,"imageLink":1912},"Karya Kepausan Indonesia","video terkait","\u003Cfigure class=\"table\">\u003Ctable>\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>Alamat&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;\u003C/td>\u003Ctd>Jl. Majapahit No. 38B, Surabaya 60265\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>Telepon PABX\u003C/td>\u003Ctd>&nbsp;031 - 5616042; 5679865; 5624141; 5665061&nbsp; Ext.34\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>Email\u003C/td>\u003Ctd>ratnatjandrasari@yahoo.com\u003C/td>\u003C/tr>\u003C/tbody>\u003C/table>\u003C/figure>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Ch3>\u003Cstrong>Satu Lembaga Tunggal dengan Empat Serikat Misi\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp>Bapa Suci dalam menjalankan tugas-tugasnya dibantu oleh beberapa Kongregasi Suci antara lain Kongregasi Suci Evangelisasi Bangsa-bangsa. Kongregasi Suci untuk Evangelisasi Bangsa-bangsa (\u003Ci>Congregatio sacra pro gentium evangelizatione atau Sacred Congregation for Evangelization of Peoples)\u003C/i> membawahi empat Serikat Misi Kepausan /Pontifical Mission Societies, yang dipimpin oleh seorang “Presiden” dan dibantu oleh empat Sekretaris Jenderal untuk masing-masing serikat. Semuanya berkedudukan di Roma.\u003C/p>\u003Cp>Serikat-serikat Kepausan merupakan satu \u003Ci>“Lembaga Tunggat'\u003C/i> dengan empat cabang :\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>Serikat Kepausan Propaganda Fide untuk Pengembangan Iman (The \u003Ci>Pontifical Society for the Propagation of Faith)\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>Serikat Kepausan Santo Petrus Rasul untuk Pengembangan Panggilan (The \u003Ci>Pontifical Society of St. Peter Apostle)\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>Serikat Kepausan Anak &amp; Remaja Misioner / Kanak-Kanak Suci\u003Ci> (The \u003C/i>Pontifical Society of the Missionary Childhood/ the Holy Childhood)\u003C/li>\u003Cli>Serikat Kepausan Misioner bagi para Imam, Religius, Awam (The \u003Ci>Pontifical Missionary Union)\u003C/i>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Ch3>\u003Cstrong>Tujuan Umum\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp>Tujuan pokok Serikat-Serikat Misi Kepausan adalah mengembangkan semangat misioner universal dalam hati umat Allah. Dalam mewujudkan tujuan itu, ketiga Serikat yang pertama menghimbau umat Allah untuk mengungkapkan \u003Ci>\u003Cstrong>motivasi misioner\u003C/strong>\u003C/i> melalui kerja sama dengan karya penyebaran iman, baik di bidang spiritual maupun di bidang material. Ketiga Serikat Kepausan ini menciptakan \u003Ci>\u003Cstrong>semangat solidaritas misioner internasional\u003C/strong>\u003C/i> untuk membiayai program bantuan universal. Sedangkan Serikat yang keempat, Serikat Kepausan untuk Persekutuan Misionaris, langsung bertujuan mendidik para misionaris agar sadar akan tugas misionernya. Serikat ini tidak mengumpulkan sumbangan material apa pun (Statuta Karya Kepausan 1980, Bab I No.3).\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp>\u003Cstrong>Keempat Serikat ini mempunyai tujuan antara lain:\u003C/strong>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;Mengadakan animasi dan promosi panggilan misioner.\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>Mengembangkan kesadaran dan tanggung jawab misioner universal dalam hati setiap orang Katolik.\u003C/li>\u003Cli>Mengundang peran serta misioner umat secara spiritual (doa, kurban) maupun material (derma, dana, diri sendiri); saling menolong dan membantu dalam hal tenaga maupun materi (LG 13).\u003C/li>\u003Cli>Membangkitkan dan memperdalam kesadaran semangat misioner melalui informasi dan formasi misioner, universal maupun lokal.\u003C/li>\u003C/ol>\u003Cp>Memberikan bantuan/sarana untuk kegiatan evangelisasi / Pewartaan Injil. Karya Kepausan mendukung karya Misi Gereja dengan memberikan bantuan spiritual dan material untuk pewartaan Injil, terutama memperhatikan Gereja- gereja lokal yang berkekurangan.\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Ch3>\u003Cstrong>Apa itu KKI?\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp>KKI adalah singkatan dari \u003Cstrong>Karya Kepausan Indonesia. \u003C/strong>KKI merupakan satu lembaga tunggal yang terdiri dari empat Serikat, yakni Serikat Kepausan Pengembangan Iman, Serikat Kepausan Anak dan Remaja, Serikat Kepausan St. Petrus Rasul, Serikat Kepausan Para Imam/Religius dan Awam. Karya Kepausan hadir di Indonesia pada tahun 1919, setelah perang dunia pertama. Pada waktu itu Tanah Air kita masih berada di bawah pemerintahan Belanda dan dikenal sebagai daerah Hindia Belanda \u003Ci>(Nederlands Indie).\u003C/i> Karya Kepausan waktu itu bergabung dengan Karya Kepausan Negeri Belanda. Karena pelbagai faktor Karya Kepausan tidak dapat berkembang dengan baik di Indonesia. Tahun 1970-an, Biro Nasional Karya-Karya Kepausan mulai berfungsi lagi, dengan nama Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia - National Office of the Pontifical Missionary Societis of Indonesia. Para Uskup Indonesia dalam sidang MAWI ( kini KWI) yang diadakan 22 November hingga 4 Desember 1971, mengakui keberadaan Karya Kepausan untuk memupuk dan mengembangkan semangat misioner di Indonesia. Semenjak itu, KKI mulai diperkenalkan di semua keuskupan di Indonesia dan berkembang terus hingga saat ini. Di Keuskupan Surabaya, KKI ini sebenarnya sudah ada pada era tahun 1990 an dan bergabung dalam Komisi Karya Misioner. Namun baru pada tahun 1994- 1996 mulai digalakkan, hanya saja perkembangannya tidak terlalu besar dan kurang diperkenalkan. Baru setelah antara akhir tahun 2003 - awal tahun 2004, KKI mulai digaungkan kembali dan berusaha untuk menjalankan 4 Serikat tersebut, dan tetap bekerjasama dengan Komisi Karya Misioner yang merupakan litbangnya.\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp>\u003Cstrong>Keempat Serikat Kepausan yang ada di dalam KKI dapat dijabarkan sebagai berikut:\u003C/strong>\u003C/p>\u003Col>\u003Cli>\u003Cstrong>SERIKAT KEPAUSAN UNTUK PENGEMBANGAN IMAN\u003C/strong>\u003Cul>\u003Cli>Pada tahun 1818, seorang Wanita Awam Perancis yang masih muda, \u003Ci>\u003Cstrong>Pauline Marie Jaricot\u003C/strong>\u003C/i> mulai membentuk Serikat Penyebaran Iman (\u003Ci>the Association for the Propagation of Faith).\u003C/i> Serikat ini secara resmi didirikan di Lyon - Perancis pada tanggal 3 Mei 1822. Pauline adalah Pendiri serikat Misi dan Pemberi bantuan terbesar untuk misi dalam seluruh sejarah Gereja Katolik. Serikat Penyebaran Iman ini kemudian pada tanggal 3 Mei 1922 diberi status “kepausan” - \u003Ci>“Pontifical’\u003C/i> - oleh Paus Pius XI dengan nama \u003Ci>the Pontifical Society of the Propagation of Faith\u003C/i> - Serikat Kepausan untuk Pengembangan Iman. Pauline dalam menjalankan kelompoknya ini berawal dengan apa yang dikatakan dalam Injil Mat 28: 18-19 yang menyentuh hatinya.&nbsp;\u003Ci>“KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus........................................................ ”\u003C/i>\u003Col>\u003Cli>\u003Cstrong>Nilai-nilai Misioner Serikat ini:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Memberikan segenap hati untuk Misi\u003C/li>\u003Cli>Teguh dalam iman\u003C/li>\u003Cli>Tabah dalam menerima tantangan salib\u003C/li>\u003Cli>Menghargai Ekaristi (Adorasi Sakramen Maha Kudus) dan Rosario (\u003Ci>The Living Rosary)\u003C/i> sebagai sumber kekuatan untuk misi\u003C/li>\u003Cli>Solider dengan yang menderita, kaum muda dan perempuan.\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Tujuannya :\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Membangkitkan kesadaran dan keterlibatan seluruh umat dalam tugas Pengembangan Iman\u003C/li>\u003Cli>Memajukan kerjasama bantuan/solidaritas misioner, penukaran tenaga missioner\u003C/li>\u003Cli>Memohon kedermawanan umat dalam dana sentral misi\u003C/li>\u003Cli>Memberikan formasi dan info tentang Misi\u003C/li>\u003Cli>Mempromosikan Doa dan Dana selama bulan Misi\u003C/li>\u003Cli>Membentuk jaringan kerja missioner\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Kegiatan yang dapat diupayakan:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>MEMELIHARA &amp; MENYALAKAN SEMANGAT MISI: buat doa u/ misi, upayakan wawasan misi sejak usia dini\u003C/li>\u003Cli>Membuat kreasi Doa dan Lagu yang bernafaskan ’’formation Misi” sesuai dengan budaya setempat\u003C/li>\u003Cli>Distribusi bahan-bahan Minggu Misi\u003C/li>\u003Cli>Menjadi sumber formasi dan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan Misi\u003C/li>\u003Cli>Menjalin kerjasama dengan Komisi/ pihak-pihak terkait dalam menyebarkan semangat Misi pada seluruh aspek umat\u003C/li>\u003Cli>Mempelajari budaya setempat untuk menunjang pelaksanaan Misi\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>SERIKAT KEPAUSAN ANAK DAN REMAJA MISIONER\u003C/strong>\u003Cul>\u003Cli>Untuk memberikan pendekatan misioner terhadap devosi kepada Kanak Yesus, Uskup Nancy - Perancis, \u003Ci>\u003Cstrong>Mgr. Charles Augustie Marie de Forbin-Janson,\u003C/strong>\u003C/i> membentuk suatu gerakan anak-anak Kristen untuk menolong anak-anak yang menderita, masih kafir dan mengantar mereka kepada keselamatan. Maka pada tanggal 19 Mei 1843 lahirlah Serikat Kanak-Kanak Suci - the Society of the Holy Childhood di Keuskupan Nancy- Perancis. Pada tanggal 3 Mei 1922, Paus Pius XI meresmikan serikat ini sebagai Karya Kepausan - “Pontifical Work”. Pusatnya dipindahkan ke Roma dengan status kepausan. Mgr. Charles Forbin de Janson memulai gerakan ini karena tersentuh dengan Injil Mat 18;3-4 &amp; Mat 19,15 yang mengatakan:&nbsp;\u003Ci>“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga”. (Mat 18:3-4)\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ci>“Biarkanlah anak-anak itu, jangan menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku, karena merelah yang empunya Kerajaan Surga“ (Mat 19:15).\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Nilai-nilai Misioner Serikat ini:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Kepekaan hati untuk Misi sejagat terutama pada anak-anak dan remaja\u003C/li>\u003Cli>Penghargaan akan hak dan martabat anak &amp; remaja\u003C/li>\u003Cli>Sikap , solidaritas diantara anak dan remaja sesuai dengan motto : \u003Ci>“Children Helping Children”\u003C/i>\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Tujuannya :\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Membangun hubungan pribadi penuh persahabatan dengan Yesus dan sesama sahabat\u003C/li>\u003Cli>Membangun kesadaran misioner dalam hati dan budi pada diri anak-anak dan remaja\u003C/li>\u003Cli>Membangun persekutuan misioner di kalangan anak dan remaja\u003C/li>\u003Cli>Membangun kerjasama misioner sejak dini di kalangan anak dan remaja\u003C/li>\u003Cli>Membangun kepedulian misioner antar anak dan remaja melalui Doa, Derma, Kurban dan Kesaksian\u003C/li>\u003Cli>Menyiapkan kader misioner dari sejak usia dini\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Kegiatan yang dapat diupayakan:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Dalam setiap pertemuan, unsur perutusan misioner harus menjadi nafas utama (mis: di akhir pertemuan ada aksi/perutusan misioner, doa u/ tanah misi, misioner-2 asing, dll.)\u003C/li>\u003Cli>Mengajak anak dan remaja untuk berani memberikan diri bagi orang lain/ sesama yang tersisih\u003C/li>\u003Cli>Semangat 2 D 2 K dalam setiap pertemuan rutin anak dan remaja\u003C/li>\u003Cli>Mengupayakan betapa pentingnya semangat misioner dalam diri anak dan remaja melalui pertemuan-pertemuan khusus.\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>SERIKAT KEPAUSAN ST. PETRUS RASUL Untuk PENGEMBANGAN PANGGILAN\u003C/strong>\u003Cul>\u003Cli>\u003Ci>\u003Cstrong>Jeanne Bigard, dengan dorongan dari ibunya Stephanie Bigard\u003C/strong>\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>memberikan perhatian terhadap imam-imam dan pendidikan calon imam di daerah-daerah misi. Dia memulai kegiatannya pada tahun 1886 dan secara resmi didirikan di Caen - Perancis pada tahun 1889. Pada tahun 1894, dia memperkenalkan Serikat ini secara luas kepada publik. Pada tanggal 3 Mei 1992 dinyatakan sebagai Karya Kepausan - ‘Pontifical Work’ - oleh Paus Pius XI dan dipindahkan ke Roma dengan status kepausan. Jeanne Bigard dan ibundanya Stephanie dikenal sebagai tokoh perintis Serikat Kepausan St. Petrus Rasul untuk Pengembangan Panggilan. Sabda Yesus ini menjadi sumber inspirasi bagi ibu Stephanie dan anaknya Jeanne Bigard :&nbsp;\u003Ci>« Mintalah kepada tuan yang empunya tuaian\u003C/i>&nbsp;\u003Ci>supaya la mengirimkan pekerja- pekerja untuk tuaian itu » (Mat.9:38)\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Nilai-nilai Misioner Serikat ini:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Kepedulian terhadap pengembangan panggilan Gereja lokal\u003C/li>\u003Cli>Perhatian terhadap keterbatasan dana dan fasilitas pendidikan Imam\u003C/li>\u003Cli>Kepasrahan kepada kehendak Allah\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Tujuannya :\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Menyadarkan umat bahwa pembinaan Imam lokal itu merupakan tanggungjawab umat juga \u003Ci>(On Going Formation)\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>Info dan sosialisasi tentang Hari Minggu Panggilan\u003C/li>\u003Cli>Mengupayakan bantuan bagi rumah-rumah pendidikan Imam/ biarawan/wati\u003C/li>\u003Cli>Menggalang semangat Doa dan Pengorbanan\u003C/li>\u003Cli>Memberi info dan formasi spiritualitas dan motivasi\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Kegiatan yang dapat diupayakan:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Mengkoordinir Aksi Panggilan secara bersama-sama\u003C/li>\u003Cli>Menjalin kerjasama dengan kelompok kategorial untuk membantu Dana Seminari setempat (Mis: Orangtua asuh)\u003C/li>\u003Cli>Penyadaran umat akan tanggungjawab dalam memajukan panggilan\u003C/li>\u003Cli>Membuat dan menyebarluaskan Doa Panggilan pada umat\u003C/li>\u003Cli>Kerjasama dengan pihak-pihak terkait dalam memberikan animasi misioner\u003C/li>\u003Cli>Usaha-usaha meningkatkan derma panggilan universal (amplop khusus, kotak derma, dll)\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>SERIKAT KEPAUSAN MISIONER PARA IMAM, RELIGIUS, AWAM\u003C/strong>\u003Cul>\u003Cli>\u003Ci>\u003Cstrong>Pater Paolo Manna\u003C/strong>\u003C/i>, PIME , seorang misionaris di Birma sungguh prihatin melihat karya misi yang begitu besar dan luas, tetapi kekurangan tenaga misionaris dan kurangnya semangat misioner di antara para imam. Karena itu ia mendirikan Persekutuan Misioner Para Imam \u003Ci>(the Missionary Union of the Clergy)\u003C/i> di Roma untuk menjiwai imam-imam bagi pewartaan Injil ke seluruh dunia, mengembangkan pengetahuan tentang misi dan memajukan doa-doa untuk misi. Pada tanggal 23 Oktober 1916 Paus Benediktus XV menyetujui Persekutuan Misioner ini. Setelah menyaksikan perkembangannya yang pesat dan tersebar di seluruh dunia, maka pada tahun 1956 ditetapkan sebagai Karya Kepausan oleh Paus Pius XII dengan status kepausan. Ketiga gerakan misi ini dirintis oleh tiga orang wanita awam, seorang uskup dan seorang imam, pada mulanya merupakan gerakan / aksi misi setempat. Setelah diangkat menjadi Karya Kepausan dan diberi status kepausan, maka mulai diupayakan pendidikan misioner dengan tujuan untuk memupuk “Kesadaran bermisi” demi melayani Gereja Universal. Para Uskup dan para pastor diminta untuk menggalakkan pendidikan misioner di wilayah keuskupan dan paroki-parokinya. Paus Benediktus XV menegaskan ciri khas serikat ini sebagai Persekutuan Para Misionaris- the \u003Cstrong>Missionary Union. \u003C/strong>Serikat ini merupakan \u003Cstrong>‘jiwa’ - ‘soul’ \u003C/strong>- dari ketiga serikat misi yang lain Pater Paolo Manna digelarkan Beato pada tanggal 4 November 2001 di Roma oleh Paus Yohanes Paulus II.\u003C/li>\u003Cli>Sabda Yesus menggerakkan hati Beato Paolo Manna untuk&nbsp;\u003Ci>Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan nama Anak dan Roh Kudus (Mat 28 : 19). \"Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu” (Yoh.20:21).\u003C/i>&nbsp;Dia menemukan kehendak Allah baginya : \u003Ci>“menjadikan dirinya, melalui tulisan-tulisan dan terbitannya, sebagai animator misi bagi seluruh Gereja: Misionaris untuk Misi’\u003C/i>\u003C/li>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Nilai-nilai Misioner yang dimiliki Serikat ini adalah:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Menyadari bahwa semua orang adalah misioner\u003C/li>\u003Cli>Kerja sama misioner\u003C/li>\u003Cli>Prihatin akan kekurangan Imam Misionaris yang bermutu\u003C/li>\u003Cli>Peranan Kaum Awam\u003C/li>\u003Cli>Metode Evangelisasi yang kontekstual\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Tujuannya :\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Memberi Informasi dan Formasi Misioner\u003C/li>\u003Cli>Agar para Imam terbuka pada perutusan universal\u003C/li>\u003Cli>Penyebaran semangat misioner melalui pelbagai media lokal, nasional dan internasional.\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003Cli>\u003Cstrong>Kegiatan yang dapat diupayakan:\u003C/strong>\u003Col>\u003Cli>Kerjasama dengan kelompok religius, rohaniwan/wati untuk animasi dan motivasi misioner\u003C/li>\u003Cli>Beri perhatian dan doa bagi para Imam yang berkerja di tanah Misi\u003C/li>\u003Cli>Menggerakkan para religius dan awam untuk peduli dengan “Hari Orang Sakit’ sedunia (yang jatuh pada tanggal 11 Februari setiap tahunnya)\u003C/li>\u003Cli>Menggalang komunikasi dan kerjasama dengan kelompok-kelompok selibat awam, dan awam misioner\u003C/li>\u003Cli>Menyebarkan semangat misioner melalui KGB.\u003C/li>\u003C/ol>\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003C/ol>\u003Ch3>\u003Cstrong>Bagimana dengan KKM ?\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp>KKM adalah Komisi Karya Misioner yang merupakan bentukan dari Kongres Waligereja Indonesia. Secara struktural KKM harus ada di setiap keuskupan sesuai dengan himbauan dari KWI. Namun, kenyataannya banyak di berbagai keuskupan KKM selalu digabungkan dengan KKI. Mengapa demikian? Karena KKM merupakan salah satu pelayanan yang memiliki tujuan penyebaran semangat misi pada umat di Gereja lokal. Untuk itu KKM sendiri lebih banyak pada pengembangan dan penelitian Gereja-Gereja lokal. Dan selama ini di jajaran Komisi di tingkat KWI pun, KKM selalu bekerjasama dengan KKI, yang dirasakan lebih tepat memberi wawasan dan animasi misi adalah KKI. Sehingga dengan kata lain dapat dijabarkan sebagai berikut:\u003C/p>\u003Cul>\u003Cli>KKM yang menjalankan penelitian dan pengembangan semangat misi di Gereja Lokal\u003C/li>\u003Cli>KKI merupakan tangan kanan untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan-kegiatan praktisnya, melalui keempat serikat kepausannya.\u003Cul>\u003Cli>&nbsp;\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003C/ul>\u003Ch3>\u003Cstrong>Visi\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cp>Persekutuan Umat Allah yang misioner, dinamis dan dialogis dalam wujud nyata kehidupan sehari-hari\u003C/p>\u003Ch3>\u003Cstrong>Misi\u003C/strong>\u003C/h3>\u003Cul>\u003Cli>Membangun dan memotivasi umat Allah di keuskupan Surabaya untuk bertumbuh dan berkembang dengan semangat misioner serta berinisiatif dan aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat\u003C/li>\u003Cli>Penyadaran arti panggilan hidup yang benar sebagai awam maupun religius.\u003C/li>\u003C/ul>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp>\u003Cstrong>PROGRAM-PROGRAM YANG TELAH DILAKUKAN :\u003C/strong>\u003C/p>\u003Cul>\u003Cli>- Peringatan Hari Anak dan Remaja Misioner (bekerjasama dengan BIAK dan REKAT)\u003Cul>\u003Cli>(Misa Misioner Bersama, Lomba dan Panggung Gembira Misioner)\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>- Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia\u003Cul>\u003Cli>(Sarasehan/ Seminar Kesehatan, Novena Orang Sakit, Leaflet dan buku Doa, kunjungan ke rumah-rumah sakit, pembagian brosur dan pesan Paus, dll)\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>- Hari Minggu Panggilan\u003Cul>\u003Cli>(Talkshow Panggilan, Seminar Panggilan, Expo panggilan, Live-ln, Penyebaran Doa, dll)\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>- Hari Minggu Misi\u003Cul>\u003Cli>(Missio Camp bagi kaum muda, Mission Rally, Expo dan Rally Misi, Pelatihan-pelatihan Misi untuk berbagai kalangan, dll)\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>- SOMA (School of Missionary Animators)\u003Cul>\u003Cli>(bagi animator anak dan remaja, dewan paroki dan perangkatnya)\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>- Retret dan Rekoleksi bagi anaimator/tris\u003C/li>\u003Cli>- Sosialisasi Wawasan dan Makna Misi (Spiritualitas Misi)\u003C/li>\u003Cli>- Pembuatan Buletin Misi (DIOSKURI) terbit sebulan sekali\u003C/li>\u003Cli>- Bekerjasama dengan berbagai bidang terkait dalam penyebaran semangat misi bagi umat mulai usia dini sampai selanjutnya.\u003C/li>\u003C/ul>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>\u003Cp>\u003Cstrong>SUSUNAN KEPENGURUSAN KKI - KKM 2017-2020\u003C/strong>\u003C/p>\u003Cfigure class=\"table\">\u003Ctable>\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Ketua Komisi\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Teresa Veronica Ongkoratna Tjandrasari\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Sekretaris\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Martha Monica Andrawina Riadarti\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Bendahara\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Veronika Norma Ferdiana\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Bag. Animasi Panggilan\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Sr. Reinarda Sri Winarni, SSpS\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>&nbsp;\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Margaretha Setyowati\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Bag. Animasi Misioner\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Abraham Aibertus Taneh\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>&nbsp;\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Veronika Norma Ferdiana\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Bag. Litbang Misioner\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Martha Monica Andrawina Riadarti\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>&nbsp;\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Josefa Juniarti Mardijono\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>Bag. Humas dan Media\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Eufrasia Lilianisari\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cstrong>&nbsp;\u003C/strong>\u003C/td>\u003Ctd>Veronika Yovita Anggraeny Retnadi\u003C/td>\u003C/tr>\u003Ctr>\u003Ctd>&nbsp;\u003C/td>\u003Ctd>Ferdinandus Fernando Harianto\u003C/td>\u003C/tr>\u003C/tbody>\u003C/table>\u003C/figure>\u003Ch3>Video Terkait:\u003C/h3>\u003Col>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1CNgA_qZzIA07c4cnt-IzAeFtmIk9_tdW/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Apa Itu KKI\u003C/strong>\u003C/a>\u003Cul>\u003Cli>- Penjelasan Mengenai Karya Kepausan Indonesia, secara umum yang memiliki 4 Serikat Kepausan\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1XKYVj33lLyFK_eKQGANS2Ea5hOEr-fox/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Serikat&nbsp;Kepausan untuk Pengembangan Iman\u003C/strong>\u003C/a>\u003Cul>\u003Cli>- Pendiri :&nbsp; Pauline&nbsp;Marie Jaricut\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1HwZwmxsnCrd2Ymhx7cAAspTfc8JxPJl-/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI)\u003C/strong>\u003C/a>\u003Cul>\u003Cli>- Pendiri : Mgr. Charles Forbin de Janson\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/11NtRyJ0NUezsXMii0X0N0xbsBkk0OPHu/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Serikat Kepausan untuk Pengembangan Panggilan\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1iiv0ere6_hL1rSzJO1YCsfM2d1SGGT22/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Serikat Kepausan&nbsp;Misioner&nbsp;\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003C/ul>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/10o-B5d_fpiViadnSRoEaqQm6EE_A3J61/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Makna Misi&nbsp; oleh Uskup Agung Helden Camara\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1Gmpktzi75LWXUVfMI7kH8tUjaPovjH_L/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Misi Berarti\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1FaJFWfqjCv_DW0IPv49Sb74wvooW4-_9/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Siapakah Misionaris itu?\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1N9SKKa3xWiioICrbSR5e_XYelA5ZJ4jx/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>SK Persekutuan Misioner\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003Cli>\u003Ca href=\"https://drive.google.com/file/d/1q-vnuYbVEi3veaLOiOHWhFeLr2VvqsH6/view?usp=sharing\">\u003Cstrong>Misionaris kasih part 1\u003C/strong>\u003C/a>\u003C/li>\u003C/ol>","karya-kepausan-indonesia","images/logo_KKI.jpeg",{"title":1914,"originalUrl":37,"excerpt":1915,"author":1234,"content":1916,"publishDate":1892,"slug":1917,"imageLink":1918},"Bahan APP 2020 untuk BIAK","UNTUK BINA IMAN ANAK KATOLIK (BIAK) Buku Pegangan Pemandu","\u003Cfigure class=\"table\">\u003Ctable>\u003Ctbody>\u003Ctr>\u003Ctd>\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"/media/contents/unduh_dokumen_8wyPP24.jpg\" alt=\"\">\u003C/figure>\u003C/td>\u003C/tr>\u003C/tbody>\u003C/table>\u003C/figure>\u003Cp>\u003Ci>Para Kakak Pemandu Pendalaman APP BIAK yang terkasih, pada tahun 2020 ini kita memasuki tahun ‘Pertobatan Bersama Para Murid Kristus’. Tahun ini didedikasikan bagi diseminasi hasil Mupas bagi seluruh umat, khususnya insan pelaksana reksa pastoral di seluruh wilayah Keuskupan Surabaya.\u003C/i>\u003Cbr>\u003Ci>Oleh sebab itu, Panitia APP Keuskupan Surabaya menetapkan tema pendalaman APP tahun ini dengan mengacu pada komitmen pertobatan agar semua bergerak bersama menghidupi pilihan strategi pastoral hasil Mupas yakni ‘Dengan semangat Ardas, Mendewasakan Paroki berakar Lingkungan yang hadir di tengah Masyarakat’. Yang dimaksudkan dengan istilah “LINGKUNGAN” adalah istilah kegerejaan yang terkait dengan umat beriman yang menjadi bagian dari teritorial Paroki, dalam hal ini bukan dalam arti ekologi (lingkungan hidup). Dalam Pedoman Pastoral Pengurus Lingkungan (PPPL) di rumuskan demikian:\u003C/i>\u003Cbr>\u003Ci>Lingkungan adalah cara hidup menggereja murid-murid Kristus dalam persekutuan teritorial berakar keluarga dengan jumlah tertentu, hidupnya berdekatan, memiliki pengurusnya sendiri, dan menghayati imannya secara mendalam melalui 5 aspek hidup menggereja: pewartaan, persekutuan, peribadatan, kesaksian, dan pelayanan masyarakat. Persekutuan para murid Kristus ini menjadi bagian dari reksa pastoral paroki.\u003C/i>\u003C/p>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-app-2020-untuk-biak","images/FIX_APP_2020_-_BIAK_KEUSKUPAN_SURABAYA_4_jan_20-1.jpg",{"title":1273,"originalUrl":37,"excerpt":1920,"author":1234,"content":1921,"publishDate":1892,"slug":1922,"imageLink":1923},"Untuk Umat Katolik","\u003Cfigure class=\"image\">\u003Cimg src=\"/media/contents/WEBSITE_-_unduh_dokumen_zMIDE8p.jpg\" alt=\"\">\u003C/figure>\u003Cp>&nbsp;\u003C/p>","bahan-pendalaman-iman-bulan-kitab-suci-nasional-2021","images/Bahan-BKSS-2021-Dewasa---Final-1.jpg",{"_id":4,"ParokiID":5,"dioceseCode":6,"dioceseId":7,"name":8,"churchName":9,"city":10,"LastKnownPastorName":11,"parokiName":12,"location":10,"locationNote":13,"kevikepanName":14,"kevikepanId":15,"address":16,"churchImage":1925,"description":18,"email":19,"history":20,"images":1926,"pastors":1927,"secretariatTelephone":27,"socialLinks":1929,"website":37,"whatsapp":38,"cityId":39,"cityName":40,"villageId":41,"villageName":42,"logo":43,"coordinates":1932,"tempatIbadah":1933,"lingkungans":1936},[],[22],[1928],{"pastorName":25,"jabatan":26},[1930,1931],{"label":30,"type":31,"url":32},{"label":34,"type":35,"url":36},{"latitude":45,"longitude":46},[1934],{"_id":49,"name":9,"location":10,"address":16,"confessionSchedule":37,"massSchedule":50,"regNumber":37,"city":51,"cityName":40,"villages":52,"villageName":42,"sundaySchoolSchedule":53,"images":1935,"ParokiID":5},[],[],1719028558815]